Anda di halaman 1dari 19

ANALISIS SWOT

A. Analisis SWOT Ruang Melati RSJ Prov. NTB

No Analisis SWOT Bobot Rating Bobot x Rating

1 M1 (Ketenagaan)

Faktor Internal (IFAS)

Kekuatan

a. Hampir 90% perawat Ruang Melati sudah mendapatkan pelatihan MPKP 0.3 3 0.9 S-W =

b. Jenis ketenagaan di ruangan 0.2 2 0.4 2.5 – 2.4 =

S1 Kep.Ns. 2 Orang, S1 Kep. 1 Orang, D3 Kep. 11 Orang. 0.1

c. Pelaksanaan tugas dari kepala ruangan sudah dikategorikan baik sebanyak 0.2 3 0.6
85,71%

d. Pelaksanaan tugas dari Ketua Tim dikategorikan cukup yaitu dilakukan


sebanyak 70% 0.1 2 0.2

e. Pelaksanaan tugas dari perawat pelaksana dikategorikan cukup 63.15%


0.2 2 0.4

TOTAL

1 2.5

Kelemahan

a. Jumlah tenaga yang tidak seimbang dengan jumlah tingkat ketergantungan


pasien.
0.6 2 1.2
b. Kurang disiplinnya pegawai

0.4 3 1.2
TOTAL

Faktor Eksternal (EFAS)


1 2.4
Peluang

a. Adanya kerja sama yang baik antara mahasiswa program ners dengan
perawatan klinik

b. Adanya mahasiswa S1 yang sedang praktik manajemen keperawatan. 0.3 3 0.9 O-T =

c. Adanya kebijakan pemerintah tentang profesionalisme perawat 3 – 2.4 = 0.6

0.4 3 1.2
TOTAL 0.3 3 0.9

Ancaman 1 3

a. Adanya persaingan global khussnya dalam pelayanan keperawatan

b. Tingginya kesadaran masyarakat akan kualitas, efektif, efisien dalam


pelayanan perawatan.

c. Persaingan antara rumah sakit negeri dan rumah sakit swasta yang semakin
ketat 0.1 2 0.2

d. Adanya pertanggungjawaban legalitas bagi pasien 0.2 2 0.4

TOTAL 0.4 3 1.2

0.3 2 0.6

1 2.4
M2 (Sarana dan Prasarana)

Faktor Internal (IFAS)

Kekuatan

2 a. Tersedianya nurs station

b. Mempunya peralatan suction dan semua perawat ruangan mampu


menggunakannya

c. Mempunyai sarana dan prasarana untuk pasien dan tenaga kesehatan

0.2 2 0.4 S-W =


TOTAL
0.3 2 0.6 2 – 1.5 = 0.5

Kelemahan
0.5 2 1
a. Belum terpakainya sarana dan prasarana secara optimal

b. Kurangnya kamar mandi, ember sampah pasien, linen, dan sarana dan
prasarana lainnya 1 2

TOTAL
Faktor Eksternal (EFAS)

Peluang 0,5 2 1

0,5 1 0.5

a. Adanya kesempatan menambah anggaran untuk pembelian set balutan

b. Adanya kesempatan untuk penggantian alat – alat yang tidak layak pakai.

c. Adanya pembangunan ruang baru 1 1.5

TOTAL

Ancaman

a. Adanya tuntutan yang tinggi dari masyarakat untuk melengkapi sarana dan
prasarana
0,2 2 0,4 O-T =
b. Adanya kesenjangan antara jumlah pasien dengan peralatan yang diperlukan
0,3 2 0,6 2.5 – 2.2 = 0.3
c. Keadaan pasien yang tidak stabil yang dapat merusak sarana dan prasarana
ruangan 0,5 3 1,5

TOTAL

1 2,5

M3 (Method)
Penerapan MPKP 0,2 2 0,4

Faktor Internal (IFAS)

Kekuatan 0,3 1 0,3

a. Sudah ada model asuhan keperawatan yang digunakan yaitu metode tim

b. Model yang digunakan sesuai dengan visi dan misi ruangan

c. Terciptanya komunikasi yang cukup baik dengan antarprofesi 0,5 3 1,5

d. Hampir 90% perawat ruangan sudah mendapatkan pelatihan MPKP

e. Memiliki standar asuhan keperawatan 1 2,2

f. Tingkat pendidikan paling rendah di ruangan adalah DIII

TOTAL

0,15 3 0,45 S-W =

Kelemahan 0,1 2 0,2 2.6 – 2.8 = -0.2


a. Kurangnya jumlah tenaga yang membantu optimalisasi penerapan model 0,15 2 0,3
yang digunakan
0,25 3 0,75
b. Kurangnya kemauan perawat dalam melakukan pelaksanaan MPKP
0,15 2 0,3
c. Kurangnya disiplin perawat
0,2 3 0,6

TOTAL
1 2,6

Dokumentasi Keperawatan

Faktor Internal (IFAS)

Kekuatan

a. Tersedianya sarana dan prasaran (administrasi penunjang)


0.4 3 1.2
b. Format pengkajian sudah ada dan dapat memudahkan perawat dalam
pengkaian dan pengisiannya

c. Kelengkapan pengisisan dokumentasi keperawatan oleh perawat sudah baik 0.2 2 0.4
yaitu 86,2 %. 0.4 3 1.2
d. Dokumentasi keperawatan yang dilakukan meliputi pengkajian, dokumentasi,
perencanaan, implementasi dan evaluasi yang menggunakan metode SOAP
2.8
e. Adanya standar dalam pemberian intervensi keperawatan seperti TUM/TUK
dan SP dalam ruangan.

TOTAL

0,15 2 0.3 S-W =

Kelemahan 0,2 2 0.4 2.1 – 1.35 =


0.75
a. System pendokumentasian masih dilakukan secara manual (belum ada
komputerisasi)
0,15 1 0.15
b. Belum semua tindakan perawat didokumentasikan

c. Catatan perkembangan keperawatan kurang lengkap


0,25 2 0.5

TOTAL

Faktor Eksternal (EFAS)


0,25 3 0.75
Peluang

a. Adanya mahasiswa PSIK praktek manajemen keperawatan


2.1
b. Peluang perawat untuk meningkatkan pendidikan (pengembangan SDM)
c. Adanya kerjasama yang baik antara mahasiswa dan perawat ruangan

TOTAL

Ancaman

a. Adanya kesadaran pasien dan keluarga akan tanggung jawab dan tanggung 0,25 1 0.25
gugat

b. Akreditasi rumah sakit tentang system pendokumentasian


0,4 1 0.4

0,35 2 0.7
TOTAL

1 1.35

0.25 1 0.25 O-T =

0.5 1 1 1.75 – 1.5 =


Ronde Keperawatan 0.25
0.25 2 0.5
Faktor Internal (IFAS)

Kekuatan 1 1.75

a. Ruangan mendukung adanya kegiatan ronde keperawatan

b. Adanya kasus yang memerlukan perhatian khusus oleh perawat ruangan dan
kepala ruangan misalnya resiko bunuh diri
0.5 1 0.5

TOTAL
0.5 2 1

Supervisi
1 1.5
Factor internal (IFAS)

Kekuatan

a. RSJP NTB merupakan RS pendididkan tipe B yang menjadi RS rujukan bagi


wilayah setempat.

b. Ruang Intensif Melati merupakan ruangan yang memerlukan perhatian ekstra


dari petugas kesehatan.

c. Kepala ruangan intensif Melati mendukung kegiatan Supervisi demi


peningkatan mutu pelayanan keperawatan.
TOTAL

0.4 2 0.8 S-W =

0.6 1 0.6 1.2 – 2 = -0.8

1 1.2

Faktor Eksternal (EFAS)

Peluang 0.3 2 0.6

a. Adanya mahasiswa PSIK praktik manajemen keperawatan 0.5 2 1

b. Adanya jadwal supervisi keperawatan oleh pengawas perawat setiap bulan.

c. Terbuka kesempatan untuk melanjutkan pendidikan atau magang. 0.2 2 0.4

TOTAL
1 2

Ancaman

a. Tuntuan pasien sebagai konsumen untuk mendapatkan pelayanan yang


professional dan bermutu sesuai dengan peningkatan biaya perawatan.

TOTAL

Overan

Internal Faktor (IFAS)

Kekuatan

a. Overran merupakan kegiatan rutin, yaitu dilaksanakan dua kali dalam sehari.

b. Adanya klarifikasi , Tanya jawab, dan validasi terhadap semua yang


dioverankan.

c. Ada buku khusus untuk pelaporan overan. 0.2 2 0.4 O-T =

d. Setelah dilaporkan, laporan ditandatangani oleh yang bersangkutan. 0.5 1 0.5 1.5 – 1 = 0.5

e. Masalah keperawatan lebih fokus pada diagnosis medis.

TOTAL 0.3 2 0.6


Faktor Internal (IFAS) 1 1.5

Kekuatan

a. Perawat kurang disiplin waktu overan.

b. Tidak selalu ada interaksi dengan pasien selama overan. 1 1 1

c. Tidak diikuti oleh semua perawatan yang telah dan akan dinas.

TOTAL 1 1

Factor External (EFAS)

Peluang

Adanya mahasiswa PSIK yang praktik profesi diruangan.

Adanya kerja sama yang baik antara yang baik antara mahasiswa PSIK dengan 0.2 2 0.4 S-W =
perawat ruangan.
1.6 – 1.6 = 0
Sarana prasarana penunjang cukup tersedia.
0.3 2 0.6

TOTAL
0.2 1 0.2

0.2 1 0.2
Ancaman 0.1 2 0.2

a. Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari masyarakat untuk mendapatkan 1 1.6
pelayanan keperawatan yang professional.

b. Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang tanggung jawab dan tanggung


gugat perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan.

TOTAL 0.3 2 0.6

0.3 2 0.6

0.4 1 0.4

1 1.6

Perencanaan pulang (Ditambahkan MRS dan selama perawatan).

Faktor Internal (IFAS)

Kekuatan

a. Perawat menggunakan bahasa Indonesia saat melakukan perencanaan pulang. 0.3 2 0.6 O-T =

b. Adanya pemahaman tentang perencanaan pulang oleh perawat. 0.3 2 0.6 2 – 1.4 = 0.6

TOTAL 0.4 2 0.8


Kelemahan 1 2

a. Pelaksanaan perencanaan pulang belum optimal.

b. Tidak tersedianya brosur/lefleat untuk pasien saat melakukan perencanaan


pulang.
0.6 1 0.6
c. Pemberian pendidikan kesehatan dilakukan secara secara lisan pada setiap
pasien/keluarga.

d. Belum optimalnya pendokumentasian perencanaan pulang. 0.4 2 0.8

TOTAL
1 1.4

Faktor Eksternal (EFAS)

peluang

a. Adanya mahasiswa PSIK yang melakuakan praktik.

b. Adanya kerja sama yang baik antara mahasiswa dengan perawat klinik.

c. Kemauan pasien/keluarga terhadap anjuran perawat.

TOTAL
0.6 1 0.6 S-W =

1.2 – 1.8 = -0.6

Ancaman 0.4 2 0.8

a. Adanya tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan keperawatan


yang professional.
1 1.2
b. Makin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.

c. Persaingan antar-ruang yang semakin ketar.

0.2 1 0.2
TOTAL
0.4 2 0.8

0.3 2 0.6

0.1 2 0.2

1 1.8
0.3 2 0.6 O-T =

0.3 2 0.6 1.8 – 2.3 = -0.5

0.4 2 0.8

1 1.8

0.2 2 0.4

0.3 3 0.9

0.5 2 1

1 7 2.3
Daftar Masalah yang ada di Ruang Melati sesuai analisa SWOT adalah:

1) MPKP belum maksimal di ruang Melati RSJP NTB

2) Sarana dan prasarana di ruang Melati RSJP NTB belum maksimal

3) Timbang terima di ruang Melati RSJP NTB belum maksimal

4) Discharge planning belum maksimal

5) Ronde keperawatan belum dilakukan

6) Pendokumentasian di Ruang Melati belum maksimal diakukan

Prioritas masalah yang ada di ruang Melati RSJ Provinsi NTB dilihat dari Analisa SWOT (Strenght dan Opportunity) menggunakan rumus
CARL:

Lampiran penentuan prioritas masalah menurut CARL

C A R L JUMLAH RANK

Masalah 1 2 3 2 4 48 1

Masalah 2 2 2 2 3 24 4

Masalah 3 2 2 2 3 24 3

Masalah 4 2 2 2 2 16 6

Masalah 5 2 3 2 3 36 2

Masalah 6 2 2 2 3 24 5
1. MPKP belum maksimal di ruang Melati RSJP NTB

2. Ronde keperawatan belum dilakukan

3. Timbang terima di ruang Melati RSJP NTB belum maksimal

4. Sarana dan prasarana di ruang Melati RSJP NTB belum maksimal

5. Pendokumentasian di Ruang Melati belum maksimal diakukan

6. Discharge planning belum maksimal