Anda di halaman 1dari 13

Askep

Osteosarkoma
Gg.
MuskuloskeletalOleh :
Iwan Sain, S.Kp
17,
(umor ganas pada
@emur (umor
0anas pada (ibia
Askep
Osteosarkoma
Gg.
MuskuloskeletalOleh :
Iwan Sain, S.Kp
17-
Sun Burst
#pancaran sinar
mataharui' pada
osteogenik
sarkomaOsteogenik
sarkoma #segitiga
codman
Kondrob"asto(aKist
a T!"ang Unika(era"
Definisi
Osteosarkoma merupakan penyakit yang sel kankernya (ganas) ditemukan di tulang. Ini
adalah yang paling umum dari jenis kanker tulang. Osteosarkoma paling sering terjadi di
remaja dan dewasa muda. Kanker ini sebagian besar menyerang remaja pria yg sering
mengkonsumsi obat penambah tinggi badan. anak laki-laki yang memiliki tinggi diatas rata-
rata memiliki potensi yang lebih besar untuk itu. Pada anak-anak dan remaja, tumor paling
sering muncul di sekitar tulang lutut. Gejala-gejala dan kesempatan untuk pemulihan pada
anak-anak dan remaja yang muncul akan tampak sama. (Price-Wilson, S, L. 2002).

B. Etiologi
Penyebab tumor yaitu Radiasi dan virus onkogenik pada masa kanak-kanak kelainan genetik
pada kromosom 13 dapat menyebabkan osteosarkoma

C. Klasifikasi
1. Local osteosarcoma
Kanker sel belum tersebar di luar tulang atau dekat jaringan di mana kanker berasal.
2. Metastatic osteosarcoma
Kanker sel telah menyebar dari tulang yang kanker berasal, ke bagian tubuh yang lain cth ke
paru-paru
3. Berulang
Penyakit berulang berarti kanker telah datang kembali (recurred) setelah itu telah dirawat.

D. Tanda Dan Gejala


Gejala osteosarkoma adalah rasa sakit dan bengkak di kaki atau lengan. sering terjadi di atas
atau di bawah lutut atau di lengan atas dekat bahu. Sakit di malam hari, dan benjol atau
bengkak dapat mengembangkan di kawasan hingga beberapa minggu setelah mulai sakit

E. Patofisiologi
Adanya tumor di tulang menyebabkan reaksi tulang normal dengan respons osteolitik
(destruksi tulang) atau respons osteoblastik (pembentukan tulang). Beberapa tumor tulang
sering terjadi dan lainnya jarang terjadi, beberapa tidak menimbulkan masalah, sementara
lainnya ada yang sangat berbahaya dan mengancam jiwa. Tumor ini tumbuh di bagian
metafisis tulang panjang dan biasa ditemukan pada ujung bawah femur, ujung atas humerus
dan ujung atas tibia. Secara histolgik, tumor terdiri dari massa sel-sel kumparan atau bulat
yang berdifferensiasi jelek dan sering dengan elemen jaringan lunak seperti jaringan fibrosa
atau miksomatosa atau kartilaginosa yang berselang seling dengan ruangan darah sinusoid.
Sementara tumor ini memecah melalui dinding periosteum dan menyebar ke jaringan lunak
sekitarnya;garis epifisis membentuk terhadap gambarannya di dalam tulang.

F. Pemeriksaan Diagnostik
1. Laboratorium
peningkatan alkaline phosphatase dan lactic dehydrogenase
2. Radiodiagnosis
Biasanya gambaran radiogram dapat membantu untuk menentukan keganasan reelatif dari
tumor tulang yang berada disekitarnya.
3. Pemeriksaan Biopsi
Biopsi tertutup dengan menggunakan jarum halus (fine needle aspiration/FNA) dengan
melakukan sitodiagnosis diagnosis pada tumor.

G. Penatalaksanaan
1. Menurut Prof. Errol, operasi ini dibagi menjadi dua:
a. Limb salvage yaitu tulang yang terkena tumor ganas disambung dengan bekas kaki pasien
lain yang baru saja meninggal dunia atau tulang yang terkena tumor pada stadium dini
dimatikan dulu dengan radiasi kemudian dipasang lagi.
b. Limb ablation yaitu tulang yang terkena tumor ganas di amputasi. (Errol, 2005: 29).
Kemoterapi yang biasanya akan menyebabkan tumor mengecil.
2. Konservatif
Penanganan kanker tulang metastasis adalah paliatif, dan sasaran terapeutiknya adalah
mengurangi nyeri dan ketidaknyaman klien sebanyak mungkin
3. Kemoterapi
Obat-obatan adalah metotreksat, adriamisin, siklofosfamid, vinkristin, dan sisplatinum.
Pemberian kemotrapi biasanya dilakukan pada pre/pascaoperasi.
4. Radioterapi
Radiasi dengan energi tinggi merupakan suatu cara untuk eradikasi tumor-tumor ganas yang
radiosensitif dan dapat juga sebagai penatalaksanaan awal sebelum tindakan operasi
dilakukan

H. Pencegahan
pola makan dan gaya hidup yang sehat, rajin berolahraga, terutama di bawah sinar matahari
pagi, sangat baik untuk menjaga kesehatan tulang.

ASUHAN KEPERAWATAN
PADA KLIEN DENGAN OSTEOSARKOMA
DIAGNOSIS
a. Gangguan rasa nyaman nyeri b/d proses patologik dan pembedahan
b. Resiko tinggi terjadi injury b/d fraktur patologik yang berhubungan dengan tumor
c. Gangguan harga diri b/d hilangnya bagian tubuh atau perubahan peran
d. Kurangnya pengetahuan diri b/d kurangnya pengetahuan mengenai proses penyakit dan
program terapi.
e. Intoleransi aktivitas b/d. Kelemahan umum
f. Ansietas b/d perubahan pada status kesehatan
g. Imobilitas b/d nyeri.
h. Defisit perawatan diri b/d imobilitas.

INTERVENSI
a. Dx I
Tujuan: Klien dapat beradaptasi dengan nyeri
Intervensi
- Beri penjelasan kepada klien trentang cara pengatasi nyeri dan penyebab nyeri
- Ajarkan teknik relakssan dan distraksi
- Observati TTV
- Kolaborasi dalam pemberian analgetika

b. Dx II
Tujuan : Tidak terjadi injury
Intervensi:
- Jelasklan kepada klien tentang cara mengatasi dan terjadinya injury
- Batasi Aktivitas
c. Dx III
Tujuan : Peningkatan harga diri dan tidak terjadi komplikasi
Intervensi:
- Memberikan motivasi kepada klien
- Melibatkan peran keluarga
d. Dx IV
Tujuan : Klien dapat memahami tentang proses penyakit dan program terapi
Intervensi :
- Jelaskan kepada klien tentang proses penyakit dan program terapi
- Beri motivasi klien untuk mematuhi program terapi

Kesimpulan
Osteosarkoma merupakan penyakit yang sel kankernya (ganas) ditemukan di tulang. Ini
adalah yang paling umum dari jenis kanker tulang. Osteosarkoma paling sering terjadi di
remaja dan dewasa muda. Kanker ini sebagian besar menyerang remaja pria yg sering
mengkonsumsi obat penambah tinggi badan. anak laki-laki yang memiliki tinggi diatas rata-
rata memiliki potensi yang lebih besar untuk itu. Pada anak-anak dan remaja, tumor paling
sering muncul di sekitar tulang lutut. Gejala-gejala dan kesempatan untuk pemulihan pada
anak-anak dan remaja yang muncul akan tampak sama. (Price-Wilson, S, L. 2002). Sarkoma
osteogenik atau osteosarkoma adalah merupakan neoplasma tulang primer yang sangat ganas.
Osteosarkoma merupakan tumor tulang maligna primer yang paling lazim dan seringkali
berakibat fatal dan dapat timbul sebagai metastase sekunder dari ekstrimitas tungkai pada
50% kasus. Biasanya terdapat pada lokasi bekas radiasi atau lebih sering sebagai penyerta
pada penyakit paget. Osteosarkoma sering terjadi pada laki-laki pada kelompok usia 10-25
tahun dan pada orang tua yang mengalami penyakit paget. Adanya tumor di tulang
menyebabkan reaksi tulang normal dengan respons osteolitik (destruksi tulang) atau respons
osteoblastik (pembentukan tulang). Beberapa tumor tulang sering terjadi dan lainnya jarang
terjadi, bebrapa tidak menimbulkan masalah, sementara lainnya ada yang sangat berbahaya
dan mengancam jiwa. Tumor ini tumbuh di bagian metafisis tulang panjang dan biasa
ditemukan pada ujung bawah femur, ujung atas humerus dan ujung atas tibia.
Secara histolgik, tumor terdiri dari massa sel-sel kumparan atau bulat yang
berdifferensiasi jelek dan sring dengan elemen jaringan lunak seperti jaringan fibrosa atau
miksomatosa atau kartilaginosa yang berselang seling dengan ruangan darah sinusoid.
Sementara tumor ini memecah melalui dinding periosteum dan menyebar ke jaringanlunak
sekitarnya;garis epifisis membentuk terhadap gambarannya di dalam tulang. Rasa sakit
(nyeri) , pembengkakanKeterbatasan gerak Menurunnya berat badan Teraba massa; lunak dan
menetap dengan kenaikan suhu kulit di atas massa serta distensi pembuluh darah.