Anda di halaman 1dari 26

KOMUNITAS KECIL SEBAGAI TEMPAT PEMBELAJARAN

GAYA HIDUP KRISTEN


(Daniel Sutoyo)1

Abstraksi
Kelompok sel, atau lebih dikenal dengan sebutan komsel, merupakan
sekumpulan orang percaya dari sebuah gereja lokal, yang bersekutu, saling
mendoakan dan belajar firman, sehingga mereka dapat bertumbuh
bersama dan memberitakan injil. Dalam kehidupan gerejawi, kelompok sel
merupakan sebuah “tren” gerejawi yang mengimplikasikan pertumbuhan.
Penelitian ini bersifat observasi-empirik, di mana penulis melakukan
pengamatan terhadap perkembangan beberapa gereja yang menerapkan
komsel, serta melakukan dan mengalami pertumbuhan lewat praktek KKA
di gereja yang penulis gembalakan.

Minor Community As a Learning Zone


Of Christian Life Style

Abstract
Cell group, or so-called as “komsel” in local context, is a flock of
believers from local church, which together making a fellowship, praying
one another and learning the Word, so that they can grow spiritually and
preach good news. In church’s life, cell group is such as a “trend” which
implies growth. This research is an empirical-observation one, which a
researcher was both having an observation to some churches’ growing up
by doing “komsel”, and experiencing church growth itself by practicing
KKA in church where a researcher is a pastor.

Keyword: Komsel, komunitas, KKA, gereja, gembala

1
STT “Intheos” Surakarta (danielsutoyo@gmail.com)

1
PENDAHULUAN Mendengar kata Komunitas Kecil
Di Amerika Serikat diperkirakan atau Komunitas Sel (yang selanjutnya
bahwa 75 juta dari 200 juta orang disebut komsel), beberapa gereja
2
dewasa aktif dalam kelompok kecil. memandangnya sebagai program baru
Satu dari enam orang di antara 75 juta yang akan menjadi tren gereja masa kini.
orang adalah anggota baru dari gerakan Ada beberapa gereja yang berpandangan
kelompok kecil, sehingga dapat bahwa komsel inti gereja itu sendiri.
dinyatakan bahwa setidaknya di Komselialah salah satu progam gereja
Amerika Serikat, gerakan kelompok yang sebenarnya sangat efektif dan
3
kecil yang hidup dan berkembang. produktif dalam pemuridan, pengajaran
Sedangkan Schaller mengatakan gereja dan pemberitaan Injil. Sebab sesuai
modern Amerika Serikat, "... yang paling denganistilahnya komsel, sama dengan
penting dicatat dari semua, keputusan suatu sel yang merupakan bagian
oleh puluhan juta remaja dan orang terkecil dari organ tubuh manusia. Meski
dewasa untuk menempatkan prioritas sel itu sangat kecil, akan tetapisel-sel itu
pribadi yang tinggi untuk berpartisipasi yang menggabungkan diri dengan sel-sel
mingguan dengan serius, mendalam, yang membentuk saraf-saraf dan organ-
terdipimpin, dan mereka melanjutkan organ yang sangat penting dalam tubuh
studi Alkitab dan kelompok manusia. Intinya, sel ialah bagian yg
doa"4William Beckham dalam The terkecil dari tubuh manusia tetapi punya
Second Reformationmenyatakan dengan peranan yang sangat penting. Sel itu
kuat bahwa gereja adalah tengah-tengah bersifat hidup dan tidak pasif.
revolusigrup kecil.5 Kenyataan keberadaan komsel
sangat member kontribusi yang berarti
kepada perkembangan gereja masa kini,
2
Robert Wuthnow, “I Come Away Stronger” terutama dalam hal mendewasakan
How Small Groups Are Shaping American
Religion (Grand Rapids: Eerdmans 1994), p. 370 anggota jemaat untuk berpartisipasi
3
Ibid., p. 371 dalam pelayanan. Maka program komsel
4
Lyle E. Schaller, The New Reformation:
Tomorrow Arrived Yesterday (Nashville: akan member manfaat kepada gereja,
Abingdon, 1995), p. 14
5
William A. Beckham, The Second antara lain; komsel merupakan sarana
Reformation(Houston: Touch Publications.
1995), pp. 66-67 yang efektif untuk meningkatkan

2
pertambahan dan pertumbuhan gereja. gereja dengan maksud yang sama.
Komsel merupakan tempat untuk Komsel merupakan sebuah singkatan
pendewaan rohani semua anggota dari Komunitas Sel, yang memahami
jemaat, mendorong anggota jemaat komsel memiliki pengertian yang sama
untuk mempunyai beban memberitakan dengan Gereja Sel, Kelompok Kecil,
Injil, dan komsel sebagai tempat Kelompok Sel, Home Family, Perak
membina dan mengajar anggota jamaat (Persekutuan Antar Keluarga, Loving
secara sistematis dengan diskusi dalam Group, Kelompok Keluraga
menggali kebenaran Alkitab. Di dalam Allah(KKA), Keluarga Melayani Allah
komsel semua anggota jemaat dan Sesama (Kemas), Kelompok
mempunyai lebih banyak kesempatan Tumbuh Bersama (KTB), Pendalam
belajar Alkitab dibandingkan pada Alkitab (PA), Family Altar (FA),
ibadah pada hari Minggu yang hanya COmmnunity Of Love
mendengar saja. (COOL),dansebagainya.
Sebelum membahas mengenai Secara umum definisi komsel adalah
komsel sebagai tempat pembelajaran suatu komunitas kecil yang terdiri dari
firman Allah, perlu pemahaman secara orang-orang Kristen yang ingin sama-
objektif mengapa membahastentang sama saling mendukung untuk
pengertian komsel, dasar biblika komsel, bertumbuh dalam Kristus. Komsel terdiri
teori komsel, tujuan komsel dan dari sekelompok orang Kristen antara 5-
sebagainya. Pembahasan ini untuk 12 orang. Komsel mengadakan
memahami hakekat komsel, terhindar pertemuan seminggu sekali untuk saling
dari mental ikut-ikutan dalam melakukan membangun antara anggota yang satu
pelayanan komsel. Sebab dengan dengan anggota yang lain sebagai
pemahaman yang benar, maka akan anggota tubuh Kristus. Di dalam setiap
memiliki dasar keyakinan yang kuat dari pertemuannya, komsel menetapkan
Firman Allah dalam semua pelayanan. tujuan dan sasaran yang akan dicapai.
Namun perlu diingat bahwa selain
Pengertian
mengadakan pertemuan mingguan,
Apa itu komsel? Ada berbagai
anggota komsel juga didorong untuk
macam istilah yang dipakai oleh gereja-
menghadiri ibadah raya di gereja secara

3
bersama-sama dengan seluruh komsel dialahkan, dua orang akan dapat
yang ada. Namun sebenarnya, komsel bertahan. Tali tiga lembar tak mudah
memiliki pengertian yang lebih dalam, diputuskan.”Gaya hidup seperti apa?
yaitu:Komsel adalah keluarga. Paulus Gaya hidup kebersamaan dalam
menyatakan bahwa orang-orang Kristen komunitas yang benar. Kebersamaan
merupakan keluarga. “Demikianlah dalam bertumbuh dalam Kristus,
kamu bukan lagi orang asing dan kebersamaan dalam membangun
pendatang, melainkan kawan sewarga karakter, kebersamaan dalam melayani,
dari orang-orang kudus dan anggota- kebersamaan dalam berjalan dalam
anggota keluarga Allah” (Ef rencana Tuhan.
2:19).Komsel adalah tempat belajar Jadi yang dimaksud dengan komsel
mempraktekan hubungan kekeluargaan adalah sekelompok orang-orang Kristen
berupa kepedulian satu sama lain, kasih yang terdiri dari 5-12 orang yang
persaudaraan, rasa saling memiliki, rasa bersekutu, berdoa, saling mengasihi,
saling menjaga satu sama lain. Perlakuan saling memperhatikan, belajar firman
anggota yang satu dengan anggota yang Tuhan bersama-sama, baik secara
lain di dalam komsel sangat menentukan pribadi maupun keluarga yang memiliki
bagaimana perlakuan kita di keluarga tujuan dan dinamika kehidupan ke arah
yang akan dibangun nanti. pendewasaan rohani untuk saling
Dan dalam Pengkotabh 4:9-12, mendoakan, mengasihi, menolong,
komsel adalah gaya hidup. “Berdua lebih mendorong, meneguhkan dan melayani
baik dari pada seorang diri, karena serta bersama-sama memberitakan Injil.
mereka menerima upah yang baik dalam
Dasar Biblika
jerih payah mereka.Karena kalau mereka
1. Perjanjian Lama
jatuh, yang seorang mengangkat
Kata komsel dalam bahasa Inggris
temannya, tetapi wai orang yang jatuh,
dipakai kata group.6 Yang dalam bahasa
yang tidak mempunyai orang lain untuk
Indonesia, mempunyai arti: kelompok;
mengangkatnya!Juga kalau orang tidur
golongan, atau golongan-golongan yang
berdua, mereka menjadi panas, tetapi
bagaimana seorang saja dapat menjadi
6
John M. Echols dan Hassan Shadily,
panas?Dan bilamana seorang dapat Kamus Inggris-Indonesia (Jakarta: PT.
Gramedia, 1996), hlm. 281

4
membagi-bagi atas kelompok- berjumlah 8 orang (Kej.7-9), dan juga
kelompok.7Tema mengenai persekutuan Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya,
antara Tuhan dan manusia terus-menerus yang merupakan komsel yang selalu
diulang-ulang. Seperti persekutuan bersekutu (Dan. 1:13-20).
dengan Abraham, Musa, Israel, Daud,
dan sebagainya, Allah menawarkan 2. Perjanjian Baru
keakraban dalam persekutuan. Kata-kata Kata komsel dalam bahasa Yunani
Rut menjadi simbol bagi mereka yang dipakai kata proskarterountez10 yang
menyukai persekutuan atau dalam artinya adalah: bertekun; bertahan di
komunitas kecil: “…sebab kemana dalam; berhubungan karib; dan melayani
engkau pergi, ke situ jugalah aku secara pribadi.11 Artinya bahwa
bermalam; bangsamulah bangsaku dan kelompok sel merupakan tempat di mana
Allahmulah Allahku” (Rut 1:16b). orang dapat membangun hubungan yang
Dalam Keluaran 18:21-22, Musa karib satu dengan yang lain dan dapat
membagi-bagi bangsa Israel menjadi mempraktikkan pelayanan secara
kelompok-kelompok kecil, untuk pribadi, sebab mereka ada dalam
memungkinkan setiap orang menerima kelompok yang kecil, dengan jumlah
perhatian yang lebih baik.8 Sesuai orang yang sedikit. Untuk lebih
dengan nasihat Yitro, Musa memilih memperjelas pengertian dari komsel
orang-orang yang bertalenta dan dalam Perjanjian Baru berasal dari
mengangkat mereka menjadi pemimpin katabahasa Inggris, yaitu kata sharing
atas 1000 orang, 100 orang, 50 orang, dan devoted yang artinya
dan 10 orang.9Selain dalam Kitab adalah“mendapat bagian yang sama;
Keluaran 18, Mary Go juga menjelaskan bersekutu atau berkongsi; mencurahkan
tentang komsel yang lain seperti Nuh perhatian atau tenaganya kepada;
dan keluarganya yang semuanya bertekun; atau menyediakan.12Waktu
Tuhan Yesus memulai pelayanan-Nya,
7
Hasan Alwi, dkk, Kamus Besar Bahasa
10
Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2003), hlm. Fritz Rienecker, A Linguistic Key to The
201 Greek New Testament (Michigan: Zondervan
8
Steven Baker, dkk, Buku Pegangan Publishing House, 1980), p. 267.
11
Pemimpin Kelompok Sel (Jakarta: Perkantas, Barclay M. Newman Jr, Kamus Yunani-
2000), hlm. 14. Indonesia (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1996),
9
Mary Go, Dinamika Kelompok (Malang: hlm. 144.
12
Seminari Alkitab Asia Tenggara, 1994), hlm. 22. Echols dan Shadily, op.cit., hlm. 518

5
Dia membentuk komunitas yang Pertama, Tuhan sendiri adalah
anggotanya 12 orang yang kita kenal sebuah komunitas sempurna: Bapa,
sebagai 12 murid Tuhan Yesus (Luk Yesus dan Roh Kudus. Waktu Allah
6:13-15). Sampai akhirnya terbentuk menciptakan manusia, Ia
gereja mula-mula yang juga adalah menciptakannya serupa dan segambar
sebuah komsel. Dan jika diamati dalam dengan diri-Nya (Kej. 1:26-27). Manusia
firman Tuhan, maka jemaat mula-mula diciptakan dengan kemampuan untuk
selain beribadah di Bait Allah, mereka membangun hubungan. Atau dengan
juga mengadakan pertemuan ibadah di kata lain bahwa manusia diciptakan
13
rumah-rumah. untuk hidup berkomunitas seperti Allah
Sedangkan di dalam Injil Markus Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah
3:13-19, menjelaskan tentang pelayanan komunitas yang sempurna.
Tuhan Yesus di mana Ia mengajar dan Kedua, Manusia diciptakan Tuhan
melayani di Bait Allah, tetapi Ia juga sebagai mahluk sosial (Kej. 2:18) “Tidak
membentuk kelompok-kelompok kecil baik kalau manusia itu seorang diri
yaitu memuridkan 12 orang serta saja…”, artinya manusia itu adalah
melayani di rumah-rumah. Di samping makhluk sosial, sejak lahirnya yang
ayat-ayat di atas, ada juga beberapa ayat membutuhkan orang lain.
yang menyiratkan tentang komunitas Ketiga, Tuhan Yesus sendiri
kecil, seperti: Kisah Para Rasul 5:42; mengajarkan supaya murid-murid-Nya
12:12;6:40; Roma 16:3-5; dan Filemon hidup dalam komunitas. Waktu Tuhan
1:2. Jadi konsep komunitas sel dalam Yesus memulai pelayananNya, Yesus
Alkitab, merupakan komunitas kecil, membentuk komunitas yang anggotanya
bukanlah sebuah pilihan tetapi 12 orang yang kita kenal sebagai 12
keharusan. Manusia didesain buat murid Tuhan Yesus.
berkomunitas, ada empat alasan kenapa Keempat, gereja mula-mula juga
kita harus berpartisipasi kegiatan merupakan bentuk dari sebuah
komsel. komsel.“Mereka bertekun dalam
pengajaran rasul-rasul dan dalam
persekutuan. Dan mereka selalu
13
Obaja Tanto Setiawan, Kelompok Kecil
PRINSIP 12 (Solo: Departemen Media GBI berkumpul untuk memecahkan roti dan
Keluarga Allah, 2000) 27

6
berdoa. Maka ketakutanlah mereka dengan Kristus secara riil melalui
semua, sedang rasul-rasul itu penyembahan, persekutuan, pemuridan,
mengadakan banyak mujizat dan tanda. pelayanan dan penginjilan. Di dalam
Dan semua orang yang telah menjadi komsel ini dapat berlangsung pembinaan
percaya tetap bersatu, dan segala dan pemuridan yang lebih efektif bagi
kepunyaan mereka adalah kepunyaan anggota gereja yang jemaatnya ratusan
bersama, dan selalu ada dari mereka bahkan ribuan, yang tidak mungkin
yang menjual harta miliknya, lalu terjangkau melalui penggembalaan
membagi-bagikannya kepada semua seorang gembala sidang. Bahkan,
orang sesuai dengan keperluan masing- melalui komsel ini, gereja dapat
masing. Dengan bertekun dan dengan mengalami pelipatgandaan jemaat
sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari melalui jiwa-jiwa baru yang
dalam Bait Allah. Mereka memecahkan dimenangkan melalui komsel. Dengan
roti di rumah masing-masing secara demikian, komsel dapat menjadi sebuah
bergilir dan makan bersama-sama unit pemuridan, pengajaran dan
dengan gembira dan dengan tulus hati, pelipatgandaan anggota gereja.
sambil memuji Allah. Dan mereka Tetapi seringdalam pelaksanaan
disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari komsel, mudah sekali komsel ini
Tuhan menambah jumlah mereka mengalami penyelewengan dari tujuan
dengan orang yang diselamatkan” (Kis ini. Ada komsel yang telah menjadi
2:42-46) besar dan sudah waktunya untuk dibagi
dua, tetapi tidak mau karena mereka
Tujuan Komunitas Sel
sudah akrab satu dengan yang lain. Ada
Di dalam kegiatan komsel, setiap
juga anggota yang begitu terikat dengan
orang percaya dapat saling membangun
pemimpinnya. Yonggi Cho-pun yang
kerohanian, saling mengasihi, saling
penggembalaannya didukung dengan
memperhatikan, menghormati, melayani,
komsel, menemui masalah ini. Dia
menanggung beban, menopang satu
menjelaskan kepada jemaatnya tentang
dengan lainnya, saling melengkapi
maksud utama diadakannya komsel yaitu
antara satu dengan lainnya. Komsel
untuk menginjili para tetangga di sekitar
biasanya menekankan pengalaman
mereka dengan jalan menyediakan

7
tempat agar mereka dapat membawa Bapa memerintah, Kristus menyatakan
tetangga dan teman-teman mereka kasih-Nya, dan Roh Kudus bekerja,
kepada Kristus.14 maka kasih Allah mengalir dan dialami
Tidak sedikit orang Kristen oleh setiap orang. Dalam komsel yang
menjadikan komsel hanya merupakan sehat, Allah bekerja, sehingga
sebagai wadah untuk persekutuan, terciptakan kesatuan sejati dan
pengakraban dan pembinaan saja. Suatu kesehatian yang tulus (Kis. 3:32a). Inilah
komsel yang hanya bersekutu saja, yang menunjang pertumbuhan rohani
sehingga lupa tidak menjangkau (kurang setiap anggota, saling menguatkan untuk
menjangkau) orang baru, akan membawa kasih itu kepada orang lain.
mengalami beberapa masalah-masalah
2. Memberitakan Injil
dalam komselnya. Dengan masalah ini
Pertumbuhan rohani orang percaya
komsel melupakan tujuan komsel yang
tidak dapat dipisahkan dari usaha untuk
sebenarnya. Bebarapa tujuan komsel
mengasihi yang terhilang seperti doma
diadakan antara lain;
tersesat. Anggota komsel yang
1. Saling memperhatikan mengalami perjumpaan dengan kasih
Hal yang sulit dialami oleh anggota Kristus memberi dorongan kuat untuk
jemaat dalam ibadah raya ialah saling menjangkau jiwa-jiwa baru bagi Tuhan.
memperhatikan. Tetapi dalam komsel Tugas ini dapat dikerjakan oleh setiap
yang sehat, Kristus bekerja memberkati orang, tetapi akan lebih efektif bila
setiap anggota, setiap orang menerima dilaksanakan dalam komsel. Dalam
dan memiliki hidup Kristus, sehingga komsel setiap orang dimuridkan,
mereka saling mengasihi dengan kasih didorong, didoakan, disiapkan, dan
Kristus, saling mendoakan, saling dilatih untuk diutus keluar memberitakan
menolong, dan saling membantu (Ef 4:1- Injil, menjangkau orang yang belum
6). Di dalam komsel yang sehat, Allah percaya bagi Allah sebagai bukti kasih
Kristus dalam hidupnya.

14
Paul Yonggi Cho, Kelompok Sel yang
Berhasil (Malang, Jatim: Penerbit Gandum Mas,
1981), hlm. 38

8
3. Mengembangkan Kharisma dari dipraktikkan dalam pelayanan
Tuhan
khususnya dalam komsel.
Berdasarkan kebenaran Firman
4. Menjadikan Anggota Setia
Tuhan, setiap orang yang sudah bertobat,
Bila orang tidak diajarkan secara
menerima Kristus dan dilahirkan
sistematis dan tidak dilatih untuk
kembali, memiliki Roh Kudus (Ef. 1:13-
melayani menurut karunianya, imannya
14). Roh Kudus itulah yang memberikan
mudah goyah. Itulah sebabnya, bila
kharismata (karunia-karunia rohani) bagi
datang tantangan iman, mereka mudah
setiap orang percaya (Kis. 2:38; 1Kor
menjadi lemah dan berbalik kepada
12:4-13, 27-30). Pada umumnya banyak
kepercayaan yang sia-sia. Komsel bukan
orang menjadi percaya bertahun-tahun
hanya mempersiapkan orang Kristen
tidak memahami tentang karunia-karunia
agar hidup dalam anugerah Allah, tetapi
rohani yang Tuhan sediakan untuk
juga menolong orang Kristen agar dapat
gereja-Nya, bahkan mereka tidak
bertahan terus di masa-masa sulit.Sebab
mengetahui dengan jelas karunia apa
dalam komsel ada nasehat, perhatian,
yang dimilikinya. Itulah sebabnya, ia
dorongan dan doa dari anggota yang
tidak mengalami pertumbuhan secara
lain. Komsel merupakan tempat anggota
sehat dan kurang antusias dalam
gereja saling memperhatikan, terutama
pekerjaan Tuhan. Tentu ada banyak
kepada mereka yang menghadapi
alasan, tetapi salah satunya yang penting
kesulitan-kesulitan hidup yang
ialah orang itu tidak berada dalam satu
dihadapinya, inilah salah satu cirri
komsel yang dapat saling
komsel yang hidup dan dinamis.
memperhatikan atau saling mendoakan
dan saling mendorong dalam
Teori Kelompok Kecil
pertumbuhan. Hal ini tidak mungkin
Pada akhir abad-18, Allah telah
dikerjakan dalam ibadah raya, sebab
menggerakkan John Wesley untuk
perlu pengajaran dalam proses
mengadakan penginjilan dan pemuridan
pemuridan yang teratur. Karunia-karunia
di dalam kelompok. Wesley telah
rohani yang telah diberikan kepada
berhasil mengembangkan lebih dari
setiap orang percaya perlu dilatih dan
10.000 kelompok yang disebut dengan
kelas. Dengan demikian, maka John

9
Wesley merupakan pendahulu dari dan menasehati para anggota secara
kegerakan sel modern. Ratusan ribu efektif.17 Selain itu, pokok-pokok yang
orang ikut serta di dalam sistem harus diingat dalam pelayanan di
kelompok-kelompok kecil yang kelompok sel, Cho menambahkan
dipelopori oleh Wesley tersebut. Kelas- tentang komsel“Jagalah selalu para
kelas tersebut, berfungsi sebagai alat anggota, jangan sampai mereka terjerat
penginjilan dan agen pemuridan.15 oleh pengajaran-pengajaran palsu;
Selanjutnya muncul penemuan- jauhilah selalu percakapan yang tidak
penemuan baru tentang kelas-kelas bermanfaat dan tidak perlu; dan jauhilah
belajar atau kompok kecil, seperti: selalu transaksi keuangan di antara para
anggota kelompok sel, misalnya bisnis
1. Kelompok sel (Komsel)
antara anggota, soal pinjam-meminjam,
Pada tahun 1970-an, David
dan sebagainya.”18
Yonggi Cho, mulai memperjuangkan
Berangkat dari pengamatan bahwa
dan merintis kelompok sel di gereja yang
gereja masa kini kurang menikmati
digembalakannya. Menurut Cho,
Kuasa Tuhan seperti yang terjadi pada
pertumbuhan gerejanya disebabkan oleh
gereja mula-mula, maka Pendeta Eddy
sistem kelompok sel. Setiap sel harus
Leo, salah satu penatua dariAbbalove
membawa orang non-Kristen kepada
Ministries, yang menggembalakan lebih
Yesus Kristus, dengan sasaran
8000 jemaat sebagai gereja sel, menulis
memultiplikasikan sel. Jika para
sebuah buku yang berjudul Mengalami
pemimpin selnya gagal mencapai
Misteri Kristus sebagai panduan dalam
sasarannya, Cho akan mengirim mereka
mengembangkan komsel. Dalam buku
ke suatu retreat di Gunung Doa gereja
tersebut, Eddy Leo mendefinisikan
16
untuk berdoa dan berpuasa. Cho
komunitas sel dalam tiga pengertian,
berpendapat bahwa kunci keberhasilan
yaitu: pertama, menjadi
sebuah kelompok sel adalah:
komunitassejatisebagai tempat
memenangkan jiwa secara efektif;
mempraktekkan gaya hidup Allah.
mendoakan para anggota kelompok sel;
17
Paul Y. Cho, Buku Pelajaran Kebaktian
15
Joel Comiskey, Ledakan Kelompok Sel Kelompok Sel (Jakarta: Yayasan Pekabaran Injil
(Jakarta: Metanoia, 1998), hlm. 25. “IMMANUEL”, tp. th), hlm. 11-12.
16 18
Ibid.hlm. 26. Ibid.

10
Kedua, menjadi rumah Allah sebagai International Charismatic Mission
(ICM) di Bogota, Kolombia, memulai
tempat Allah menyatakan diri kepada
suatu model kelompok sel yang disebut
umat-Nya. Ketiga, menjadi komunitas dengan nama G-12 atau Group
12.20Menurut Obaja Tanto Setiawan,
sejati yang bermultiplikasi sebagai
gembala sidang GBI “Keluarga Allah”
tempat Allah melipatgandakan gaya di Solo Jawa Tengah, menyatakan
bahwa dasar dari prinsip 12 ini adalah
hidup-Nya.19
setiap jemaat bisa menjadi pemimpin
Dengan demikian maka dapat kelompok sel; setiap orang bisa
memuridkan sampai dua belas.21
disimpulkan komunitas sel menjadi dua
SelajutnyaSetiawan menambahkan
hal penting yang disebut dengan esensi seseorang termasuk dalam “dua
belasmu” hanya jika orang tersebut telah
dan substansi yaitu: membangun
membuka kelompok sel; setiap orang
hubungan atau mempraktekkan gaya dimuridkan dan memuridkan; setiap
orang harus menyelamatkan jiwa-jiwa
hidup Allah, dan mengalami Kristus.
dan mengembangkannya menjadi PKS
Sedangkan pelipatgandaan anggota (Pemimpin Kelompok Sel); kelompok
sel dikembangkan dengan cara
jemaat merupakan akibat alamiah karena
homogen; dua belasmu adalah
memiliki kedua hal tersebut. Tujuan dari asistenmu; PKS yang tidak bisa
menjalankan tugasnya bisa diganti oleh
komsel adalah supaya anggota jemaat
yang lain.22Keuntungan Prinsip 12.
dapat mempraktikkan gaya hidup Allah, Setiawan mengatakan bahwa
keuntungan dari prinsip 12 ini adalah:
yaitu menjadi komunitas sejati, dengan
Hubungan tidak perlu dipecah;
pengalaman Kristus yang dalam pertumbuhan komsel tidak dibatasi oleh
wilayah; tidak salah mengangkat PKS;
kehidupan sehari-hari menyatakan
sementara memuridkan sedang
kuasa, kasih dan kebenaran-Nya di dimuridkan; multiplikasi atau
pelipatgandaan yang sangat pesat; PKS
tengah-tengah umat-Nya serta
tidak kehilangan anggota; setiap anggota
melipatgandakan gaya hidup tersebut memiliki kesempatan untuk
bertumbuh.23
kepada orang-orang lain.
3. Kelompok Keluarga Allah (KKA)
2. G-12 atau Prinsip 12 Di kalangan Gereja Sidang-sidang
Pada akhir tahun 1990, Cesar Jemaat Allah di Indonesia menyebut
Castellanos, gembala sidang dari The
komseldengan sebutan KKA (Kelompok

19
Eddy Leo, Panduan Membangun Esensi
20
dan Substansi Komunitas Sel-Mengalami Setiawan, op.cit., hlm. 39-74.
21
Misteri Kristus (Jakarta: Yayasan Media Buana Ibid, 40
22
Indonesia, 2002), hlm. i-vii. Ibid. hlm. 41
23
Ibid, 42

11
Keluarga Allah), yang didefinisikan Melipatgandakan KTBK kepada saudara
sebagai kelompok orang percaya yang seiman lainnya.27 Alasan mengapa
terdiri dari 6-12 orang bersekutu, berdoa, kegiatan komunitas sel ini disebut KTB
belajar firman Allah bersama-sama, Kontekstual, pertama, konteksanggota
pribadi maupun keluarga yang memiliki sangat diperhatikan baik kebutuhan
tujuan dan dinamika kehidupan untuk rohani maupun kevariasian setiap
saling memperhatikan, mengasihi, pribadi. Kedua, pemahaman Alkitab
menolong, mendoakan, melayani dan dilakukan secara induktif dengan metode
sehati dalam memberitakan Injil.24 Misi penafsiran kontekstual. Ketiga, konteks
KKA adalah memberitakan Injil Tuhan relasi kelompok antara pemimpin
Yesus dan membangun Keluarga dengan anggota dalam kelompok bersifat
Allah.25 fungsional-Interdependensi (saling
ketergantungan). Keempat, pertumbuhan
4. Kelompok Tumbuh Bersama
rohani hanya terjadi dalam konteks
(KTB) Kontekstual26
tubuh Kristus. Kelima, perencanaan
Kelompok Tumbuh Bersama
program berorientasi pada tujuan dan
Kontekstual (KTBK) adalah sekelompok
sesuai kontekskebutuhan rohani anggota.
orang yang telah didiami Roh Kristus.
Keenam, berkat-berkat KTBK dapat
Kelompok itu terdiri dari 3-6 orang yang
dibagikan kepada orang lain dalam
komitmen dan rindu untuk bertumbuh
konteks yang berbeda.28
bersama ke arah kedewasaan penuh di
Sedangkan visi KTB Kontekstual
dalam Kristus melalui:1)Mempelajari
adalah orang-orang yang telah didiami
Firman Tuhan bersama dengan benar. 2)
Roh Kristus akan bertumbuh sampai
Menaati Firman Tuhan yang telah
kedewasaan penuh di dalam Kristus
dipahami. 3) Memiliki relasi dan saling
melalui ajaran Firman Tuhan di dalam
mengontrol di antara anggota. 4)

24
Pedoman Kelompok Keluarga Allah
Gereja Sidang-sidang Jemaat Allah di Indonesi
(t.tp: tp:tth), hlm.9
25 27
Ibid. T. Haryono dan S. Kawangmani, Seri
26
Kelompok Tumbuh Bersama (KTB) KTB Kontekstual Menjadi Pelayan
Kontekstual ini dikembangkan oleh Timotius Kristus(Surakarta: PMKS – STT Gamaliel,
Haryono dan Soleman Kawangmani dari STT 2008),
Gamaliel untuk menjangkau para mahasiswa di hlm. 1
28
Solo dan sekitarnya. Ibid.

12
persekutuan tubuh Kristus (Mat 28:19- Tuhan melalui doa bersama, saling
20; Efe 4:11-16).29 mendoakan, dan saling melayani. Tiga
macam perjumpaan ini akan dialami jika
Prinsip-prinsip Komsel dalam komsel kita mau menjawab setiap
Di bawah ini, ada beberapa prinsip persoalan anggota dengan
penting komselsebagai tempat mempraktekkan love, truth, and power
pembelajaran firman Allah. Komsel melalui karunia-karunia yang dimiliki
merupakan komunitas kecil yang terdiri oleh setiap anggota.
dari 5-12 orang, maka prinsip yang
2. Semua Anggota Komsel Melayani
menonjol, antara lain:
Dalam banyak struktur gereja,
jemaat hanya sebagai penonton. Gereja
1. Komsel Menempatkan Yesus
sebagai Sentral sel menekankan nilai utama untuk setiap
anggota terlibat dalam pelayanan. Tuhan
Kehidupan sel adalah mengenai
Yesus telah memberikan teladan baik;
perjumpaan dengan Yesus dan setiap
karena itu, Ia menasehati murid-murid-
anggota komsel harus mengalami
Nya, dalam kitab Markus 10:43-45. Hal
pengalamam perjalanan dan hubungan
yang sama dihimbau oleh Rasul Paulus
pribadi dengan Kristus. Mengalami
kepada jemaat di Galatia: Layanilah
perjumpaan dengan Kristus melalui tiga
seorang akan yang lain dengan kasih
macam perjumpaan. Pertama,
(Gal. 5:13b).
Perjumpaan dengan kasih-Nya (love
encounter). Perjumpaan dengan kasih
3. Semua Anggota Komsel
Kristus melalui persekutuan dan melalui Mengalami Bertumbuh
perjamuan kudus. Kedua Perjumpaan
Yesus mengajarkan murid-murid-
dengan kebenaran-Nya (truth
Nya untuk pergi keluar dan memuridkan
encounter). Perjumpaan dengan Kistus
orang. Ada sebuah tantangan utama
melalui kebenaran yang ditemukan lewat
dalam konsep sel agar setiap orang dapat
sharing dan pendalaman Alkitab. Ketiga,
melanjutkan jalur pertumbuhan dan
Perjumpaan dengan kuasa-Nya (power
pemuridan.Setiap orang percaya
encounter). Perjumpaan dengan kuasa
membutuhkan dukungan untuk
29
Ibid.

13
bertumbuh secara rohani. Faktanya lain, dan berbagi suka dan duka bersama.
adalah bahwa orang percaya tidak dapat Komsel yang merupakan komunitas
bertumbuh sendiri di dalam Tuhan. yang hidup dapat diteladani kehidupan
Dalam kitab Ibrani 10:24 gereja mula-mula. “Mereka bertekun
mengatakan;“Dan marilah kita saling dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam
memperhatikan supaya kita saling persekutuan. Dan mereka selalu
mendorong dalam kasih dan dalam berkumpul untuk memecahkan roti dan
pekerjaan baik” berdoa. Maka ketakutanlah mereka
Sedangkan dalam kitab Pengkhotbah semua, sedang rasul-rasul itu
4:9-10,12 menegaskan akan hal itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
“Berdua lebih baik dari pada seorang Dan semua orang yang telah menjadi
diri, karena mereka menerima upah yang percaya tetap bersatu, dan segala
baik dalam jerih payah mereka, Karena kepunyaan mereka adalah kepunyaan
kalau mereka jatuh, yang seorang bersama, dan selalu ada dari mereka
mengangkat temannya, tetapi wai orang yang menjual harta miliknya, lalu
yang jatuh, yang tidak mempunyai orang membagi-bagikannya kepada semua
lain untuk mengangkatnya!…… Dan orang sesuai dengan keperluan masing-
bilamana seorang dapat dikalahkan, dua masing. Dengan bertekun dan dengan
orang akan dapat bertahan. Tali tiga sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari
lembar tak mudah diputuskan.”Perlu dalam Bait Allah. Mereka memecahkan
orang-orang percaya ketahui bahwa roti di rumah masing-masing secara
dorongan bagi kita untuk bertumbuh bergilir dan makan bersama-sama
secara rohani hanya dapat kita peroleh dengan gembira dan dengan tulus hati,
lewat persekutuan yaitu melalui sambil memuji Allah. Dan mereka
kelompok sel. disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari
Tuhan menambah jumlah mereka
4. Komsel Komunitas Hidup
dengan orang yang diselamatkan” (Kis.
Pertemuan komsel sendiri bukanlah
2:42-46).
hal yang penting. Yang penting adalah
10 atau 12 orang saling menceritakan 5. Keterbukaan dalam Komsel
kehidupan, memperhatikan satu sama

14
Nilai yang komsel yang lain adalah untuk belajar sesuai dengan kemampuan,
keterbukaan. Sebuah komunitas minat, cara, dan mengembangkan
dibangun atas orang-orang yang belajar karunia-karunianya, adanya bantuan dari
bagaimana cara membagikan apa yang anggota yang lain, adanya keterlibatan
mereka alami sehingga di dalam sel semua anggota untuk berpartisipasi
terdapat dorongan bagi setiap orang dalam pelayanan. Komsel merupakan
untuk belajar terbuka. tempat pembelajaran dengan
menerapkan prinsip kebersamaan atau
6. Komsel Tempat Multiplikasi
pola kekeluargaan.
Komselmerupakan metode untuk
Dasar dari kegiatan dalam komsel
menerapkan nilai multiplikasi ini dengan
tertulis Roma 12:5 yang berbunyi:
berbagai cara. Mereka menentukan
“demikian juga kita, walaupun banyak,
periode waktu tertentu bagi diri mereka
adalah satu tubuh di dalam Kristus;
sendiri untuk bermultiplikasi, agar sejak
tetapi kita masing-masing adalah
awal setiap orang dihadapkan dengan
anggota yang seorang terhadap yang
tantangan untuk menjangkau teman-
lain.”Allah menginginkan sebuah
teman mereka yang belum diselamatkan.
keluarga, itulah sebabnya manusia ada di
sini. Allah menginginkan manusia
Komsel Sebagai Tempat Pembelajaran
menjadi anak-anak-Nya (Ef. 1:5).
Bersama
Alkitab berkata, Allah merencanakan
Kegiatan dalam komsel merupakan
segala sesuatu di alam semesta ini agar
bentuk mengajar klasikal biasa yang
manusia dapat dilahirkan, berbagi dalam
memungkinkan anggota komsel dalam
kemuliaan-Nya, dan menjadi bagian dari
waktu yang sama yang belajar secara
keluarga-Nya. Artinya adalah kisah
kelompok dan beberapa orang percaya
tentang Allah yang membentuk sebuah
yang bekerja atau belajar secara
keluarga. Itulah sebabnya manusia
perorangan. Format kegiatan komsel ini
mempunyai sejarah, karena Allah sedang
ditandai oleh adanya hubungan
membentuk sebuah keluarga bagi diri-
interpersonal yang lebih akrab dan sehat
Nya yang tidak hanya berlangsung saat
antara anggota yang satu dengan anggota
di bumi ini, tetapi selamanya dalam
yang lain, adanya kesempatan anggota
kekekalan (1Ptr 2:17). Allah ingin

15
manusia belajar mengasihi orang-orang yang didasarkan pada Kisah Para Rasul
dalam keluarga rohaninya sebab 2:42 di mana orang percaya bertekun
keluarga jasmani pada akhirnya akan dalam firman Tuhan, berdoa,
terpencar, tetapi keluarga rohani akan memecahkan roti dan bersekutu,
tinggal tetap selamanya. Komsel sebagai kemudian bertekad untuk menjadi
komunitas yang belajar nampak pada sahabat bagi saudara seiman, dan bagi
Gereja mula-mula di dalam Kisah Para orang-orang di jalan supaya mereka bisa
Rasul. menemukan bahwa kasih Allah tidaklah
Pada saat itu Gereja tidak memiliki jauh dari mereka.Ingat untuk
bangunan sampai akhirnya gereja Menerapkan 4 S, yaitu S1 adalah sambut
dilembagakan secara resmi oleh – saya menyambut Anda, Anda
Kekaisaran Romawi pada 321 M. menyambut saya. S2 adalah sembah –
Kemudian kekaisaran Romawi kita menyembah Allah. S3 adalah sabda
mengambil alih semua tempat ibadah – firman Allah diberikan kepada kita,
berhala dan semua jubah pemimpin lewat Alkitab, karunia, doa dan
ibadah. Dalam Kisah Para Rasul 2:46 pelayanan pribadi satu sama lain. Dan
menceritakan bahwa gereja mula-mula S4 adalah saksi – menyaksikan Allah
melakukan pertemuan bersama setiap kepada orang lain.Berikut adalah
hari di halaman bait suci Yahudi di pembelajaran padakomseldalam Kisah
Yerusalem untuk menyembah Allah. Para Rasul 2: 42-47.
Mereka juga memecahkan roti di rumah-
1. Mempelajari Alkitab
rumah, dan makan bersama dengan
Dalam Kisah Para Rasul 2:42-47
sukacita, memuji Tuhan dan disukai
merupakan contoh komsel yang ideal
banyak orang. Gereja mula-mula ada
yang dapat diterapkan pada masa kini.
bersama-sama dengan orang-orang di
Komsel dalam Perjanjian Baru adalah
jalan, tidak tersembunyi di dalam
komsel yang belajar Alkitab bersama.
gedung-gedung ibadah.
Dalam Kisah Para Rasul 2:42
Apa yang dilakukan dalam oleh
mengatakan; “Mereka bertekun dalam
orang-orang percaya di dalam
pengajaran rasul-rasul dan dalam
komsel?Tujuan komsel adalah menjadi
persekutuan. Dan mereka selalu
sahabat-sahabat Allah dengan model

16
berkumpul untuk memecahkan roti dan online pada Minggu malam. Ini dapat
berdoa.” Kata bertekun diterjemahkan dicetak dan digunakan oleh kelompok-
dari kata Yunani proskarterountes yang kelompok kecil selama seminggu.
berasal dari akar kata proskartereo yang Dalam panduan tersebut termasuk
artinya bertekun, mendampingi, pertanyaan yang berkaitan dengan Kitab
melayani di samping, menyediakan, Suci, ditambah ayat-ayat tambahan
memakai banyak waktu, tetap untuk dipertimbangkan. Keuntungan dari
rajin/tekun. Ini menerangkan cara panduan ini adalah membantu jemaat
mereka yang secara terus menerus berfokus pada satu kebenaran Alkitab.
belajar banyak waktu untuk menekuni
2. Belajar Saling Berbagi Kehidupan
dari pengajaran rasul-rasul (firman
Dalam Kisah Para Rasul 2:42
Allah) dengan penuh ketabahan dan
mengatakan; “Mereka bertekun dalam
kesetiaan. Tanda dari anggota komsel,
pengajaran rasul-rasul dan dalam
bukan hanya semangat saja tetapi juga
persekutuan. Dan mereka selalu
bertekun untuk belajar firman
berkumpul untuk memecahkan roti dan
Allah.Tentu semua orang percaya
berdoa.” Kata persekutuan berasal dari
mengetahui ajaran para rasul adalah apa
kata Yunani koinonia yang menyatakan
yang sebut dan ajarakan kitab Perjanjian
sekumpulan orang yang memiliki
Baru yang ada di tangan kita ini. Pada
pandangan hidup yang sama dan
saat itu orang-orang percaya mula-mula
kepentingan yang sama untuk
hidup dalam budaya lisan, tetapi mereka
mewujudkan suatu tujuan yang telah
tetap mempelajari pelajaran-pelajaran
ditetapkan. Mereka memiliki pandangan
yang telah disampaikan oleh para rasul.
hidup yang sama, bahwa Yesus adalah
Satu hal yang dapat dilakukan dalam
Tuhan dan Kristus dan mereka juga
komsel adalah mempelajari apa yang
ingin menikmati persekutuan yang intim
telah dikhotbahkan dan diajarkan dalam
dengan Roh Kudus supaya Injil Kerajaan
pertemuan ibadah raya pada hari
Allah dapat disebar-luaskan ke seluruh
Minggu. Rick Warren memberikan
pelosok dunia (Kis 1:8).
contoh di gerejanya di Saddleback,
Ini berarti mereka serius membangun
mereka memiliki sekelompok relawan
persahabatan dan persaudaraan di antara
yang membuat panduan yang dipasang

17
mereka. Perhatikan ayat tersebut yang bahwa orang percaya harus mengasihi
mengatakan bahwa mereka adalah saudara seiman. Manusia tidak mungkin
kelompok yang berbentuk sebuah memenuhi tujuan Allah yang lain,
persekutuan, mereka bukan hanya secara seperti: pemuridan dan lain-lain, tanpa
rutinitas mengadakan waktu untuk adanya persekutuan, sebab sebelum
bersekutu, tetapi mereka benar-benar dimuridkan harus bersekutu dulu.
adalah sebuah persekutuan, nahkan Manusia tidak dimaksudkan untuk hidup
mereka hidup setiap hari sebagai sebuah di bumi sendirian, menjalani hidup
persekutuan. Dengan kata lain, sendirian, sebab faktanya adalah
persekutuan ini bukan hanya sesuatu manusia saling membutuhkan.
yang dijadwalkan oleh gereja, tetapi Dengan demikian maka, dalam
gereja itu adalah persekutuan. keluarga Allah, menjadi bagian dari
Yesus memanggil murid-murid-Nya keluarga gereja. Membuat pilihan
untuk berkomitmen satu sama lain untuk menjadi bagian dari keluarga gereja. Ini
bersekutu untuk setiap hari bersama- adalah tingkat atau level yang paling
sama dengan pelayanan Yesus, karena dasar. Artinya manusia mencari sebuah
melalui kebersamaan dalam persekutuan keluarga gereja dan memilih untuk
itu mereka bisa belajar bersama-sama. terikat dengannya, yang disebut dalam
Kata persekutuan juga sering salah Efesus 2:19 sebagai kawan sewarga dari
dimengerti. Jika ditanya tentang arti orang-orang kudus. Allah ingin manusia
persekutuan, maka jawaban yang membuat pilihan untuk menjadi
muncul adalah: pertama, bercakap-cakap keluarga-Nya. Artinya bahwa untuk
secara tidak formal. Kedua, makan di menjadi keluarga Allah atau gereja,
luar bersama, dan ketiga, persekutuan itu membutuhkan sebuah pilihan. Sering
artinya pergi ke gereja. Persekutuan terdengar beberapa orang berkata: saya
mempunyai pengertian yang jauh lebih orang Kristen, tetapi saya tidak mau
dari itu, yaitu mengasihi keluarga Allah menjadi anggota gereja manapun, ini
atau membagi kehidupannya dalam tidak benar sebab gereja adalah tempat
perjumpaan dengan Kristus (1Yoh. di mana manusia memanifestasikan arti
4:21). Hal yang sama dijelaskan dalam I menjadi orang Kristen. Seorang Kristen
Timotius 3:14-15, sebagai instruksi tanpa keluarga gereja adalah seorang

18
yatim piatu, sebab Allah menetapkan membagi makanan karena terdorong
manusia untuk menjadi bagian dari oleh kasih-Nya yang mereka rasakan.
sebuah keluarga-Nya. Dalam buku The Roti merupakan makanan utama bagi
Purpose Driven Life, ada 6 alasan masyarakat Yahudi pada saat itu.
mengapa manusia perlu menjadi bagian Memecahkan roti artinya makan
dari keluarga gereja, yaitu: Pertama, bersama. Banyak orang yang
sebuah keluarga gereja menunjukkan menafsirkan “memecahkan roti” klasei
identitas sebagai orang percaya. Kedua, touartou, pemecahan roti adalah
sebuah keluarga gereja mengeluarkan perjamuan kasih yang disertai dengan
dari keterasingan yang mementingkan perjamuan Kudus. Yesus sendiri pernah
diri sendiri. Ketiga, sebuah keluarga memecahkan roti saat Ia hendak
gereja membantu mengembangkan otot- memberi makan 5.000 orang yang
otot rohani. Keempat, tubuh Kristus mengikuti-Nya (Mat 14:19). Ia juga
membutuhkan. Kelima, mengambil sering melakukan saat Ia bersekutu
bagian dalam misi Kristus di dunia. dengan murid-murid-Nya (Luk 24:30).
Keenam, sebuah keluarga gereja akan Paulus memecahkan roti ketika
membantu menjaga dari kemunduran.30 bersekutu dengan jemaat Tuhan di Troas
(Kis 20:7, 11) dan juga ketika berlayar di
3. Belajar Mengenal Yesus
Laut Adria (Kis 27: 35). Memecahkan
Di atas telah disebutkan bahwa roti mengisyaratkan adanya
semua kegiatan pada komsel adalah persaudaraan yang erat, kesamaan,
Yesus sebagai sentral, artinya setiap kesatuan dan komunikasi yang
anggota mengenal siapa Yesus Kristus. harmonis.
Dalam Kisah Para Rasul 2:42 Dalam Gereja awal, mereka tidak
mengatakan; “Mereka … selalu mengambil Perjamuan Kudus atau
berkumpul untuk memecahkan roti dan membagi makanan dalam suasana
berdoa.” Ungkapan “memecahan roti” ibadah besar, tetapi mereka melayaninya
dalam bagian ini secara khusus mengacu hanya dalam kelompok kecil. Melalui
pada Perjamuan Tuhan atau saling Perjamuan Kudus setiap orang percaya
akan mengingat dan mengenal
30
Rick Warren, The Purpose Driven Life pengorbanan Yesus yang tiada taranya.
(Malang: Gandum Mas, 2002), hlm. 148-150.

19
Melalui perjumpaan dengan kasih Yesus dan komsel akan menjadi gaya hidupnya
maka kehidupan mereka diubahkan yang bertumbuh dalam kebenaran.
menjadi serupa dengan Kristus.
Perjumpaan dengan kasih Kristus
merupakan gaya hidup.
3. Belajar Mempraktikkan Doa
Komsel merupakan gaya hidup,
Dalam Kisah Para Rasul 2:42
bukan metode. Orang hanya dapat
mengatakan orang-orang percaya mula-
menjadi anggota komsel yang sehat,
mula bertekun dalam doa bersama.Kata
apabila telah menerima kasih Yesus.
doa berasal dari akar kata Yunani
Bila seseorang belum bertobat dan
proseuche yang menyatakan adanya
memiliki kasih Yesus, maka semua
aktifitas doa yang bersungguh-sungguh.
kegiatan menjadi suatu program kosong,
Doa adalah aktifitas rohani yang “tidak
bagaimana pun direkayasa. Sebab hanya
kelihatan” ketika dipanjatkan, tetapi
bagi orang yang telah memiliki kasih
“dapat dirasakan” oleh orang yang
Yesus mempunyai kerinduan untuk
berdoa dan hasilnya “dapat dilihat”
mengenal firman Tuhan (1Ptr. 2:2).
ketika menerima jawaban dari Allah. Hal
Orang yang tidak mengenal kasih
ini yang dialami oleh jemaat mula-mula.
Kristus itu tidak akan memahami firman
Dan setiap kali mereka selesai berdoa
sebagai perkara rohani (1Kor. 2:14).
mereka selalu menerima hasil doa,
Hanya, bila seseorang telah memiliki
bahkan seringkali Allah langsung
kasih Yesus, maka ia akan terus
bergerak menyatakan kuasa-Nya saat
bertumbuh dan akan mengalami
mereka sedang berdoa (Kis 4:24-31;
perubahan nilai hidup (2Kor. 5:17).
12:1-19). Jemaat mula-mula dimulai
Dengan demikian, pembelajaran yang
dengan 120 orang yang berdoa (Kis 1:4)
harus dipahami ialah bahwa dalam
dan jemaat berkembang pesat karena
komsel, setiap orang harus mengalami
peran doa. Doa adalah nafas hidup
perubahan nilai dari waktu ke waktu
jemaat mula-mula (Kis 2:42; 6:4,6). Doa
oleh pekerjaan Roh Kudus dan firman
berhubungan dengan Allah langsung
Allah (2Tim. 3:16-17). Dengan
melalui kuasa Roh Kudus (Kis 4:31).
demikian, firman Allah menjadi
Doa bagaikan jembatan emas untuk
kesukaannya untuk mengenal kasih-Nya,

20
datang kepada Allah. Yesus bukti; itu kehidupan rahani yang
mengajarkan bahwa ada kekuatan atau dinamis.
kuasa yang besar dalam saling Dalam keintiman dan kerahasiaan
mendoakan antara satu sama lain, dan Ia kelompok-kelompok kecil, kita dapat
berjanji tentang komselbagi orang berdoa satu sama lain, mengungkapkan
percaya: “Sebab di mana dua atau tiga perasaan kita, mengakui kegagalan kita,
berkumpul bersama-sama dalam nama- mengungkapkan keraguan kita,
Ku, Aku ada di tengah-tengah mereka” mengakui ketakutan kita, mengakui
(Mat. 18: 20). kelemahan kita, dan meminta dukungan
Semua orang menyadari bahwa doa doa.
adalah hubungan orang percaya dengan
4. Belajar Berbelaskasihan Kepada
Allah, dan oleh karena itu, doa adalah
yang Lain
kegiatan yang penting yang harus
Alkitab mengatakan dalam
dilakukan. Orang percaya juga tahu
komunitas kecil mereka saling
bahwa menjadi doa seharusnya penuh
membantu dengan pemberian “bagi
kuasa, efektif, dan mempunyai arti
siapa saja yang memiliki kebutuhan”
dalam kehidupannya. Namun
(Kis 2:45).Komunitas kecil tersebut
kenyataannya sering kali itu tidak
memungkinkan anggota komsel untuk
terjadi. Maka orang-orang percaya perlu
saling membantu dalam bentuk
mempelajari bagaimana membuat doa
pemberian untuk menjawab kebutuhan
yang seharusnya. Belajar bagaimana
praktis. Belajar belas kasihan nyata pada
berdoa yang efektif hanya pada kegiatan
praktek mereka yang saling bergiliran
komsel.
memecahkan roti. “Dengan bertekun dan
Seseorang benar-benar belajar
dengan sehati mereka berkumpul tiap-
berdoa ketika ia mulai berdoa.Anggota
tiap hari dalam Bait Allah. Mereka
komsel yang lain mengajarkan mengenai
memecahkan roti di rumah masing-
doa, atau mendengarkan yang lain
masing secara bergilir dan makan
berdoa. Sebab orang-orang percaya
bersama-sama dengan gembira dan
adalah orang-orang yang berdoa.
dengan tulus hati” (Kis 2: 46).
Kehidupan doa seorang percaya adalah

5. Belajar Ibadah dengan Baik

21
Dalam Kisah Para Rasul 2:46-47, yang layak dipuji. Keempat, Pujian itu
“Dengan bertekun dan dengan sehati dinamis, yaitu kuasa Allah sangat nyata
mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam ketika umat-Nya memuji Allah.
Bait Allah. Mereka memecahkan roti di Pernyataan ayat-ayat tersebut
rumah masing-masing secara bergilir menyatakan bahwa jemaat mula-mula
dan makan bersama-sama dengan sebagai komunitas kecil belajar bersama-
gembira dan dengan tulus hati, sambil sama memuji Allah (ibadah) sehingga
memuji Allah. Dan mereka disukai mereka disukai oleh semua orang.
semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan Kegiatan orang-orang percaya di dalam
menambah jumlah mereka dengan orang komsel beribadah dengan memuji dan
yang diselamatkan.” Kata memuji menyembah Tuhan, lebih dari sekali
berasal dari kata Yunani seminggu, dan kelompok-kelompok
ainountes)adalah kata yang dipakai kecil menawarkan kesempatan untuk
untuk menerangkan keadaan jemaat beribadah bersama.
mula-mula yang sudah memuji Allah.
6. Belajar Memberitakan Injil
Pujian adalah suatu penyataan umat
Dalam pertemuan komsel “Tuhan
Allah akan keagungan kasih dan kuasa
terus menambahkan jumlah mereka
Allah yang telah dirasakan. Kata
setiap hari dengan orang-orang yang
ainountes berhubungan erat dengan
diselamatkan” (Kis 2:47). Mereka
epainosyang menyatakan oknum yang
mengundang orang lain untuk bergabung
dipuji memang layak untuk dipuji atau
dengan mereka. Salah satu bukti dari
patut untuk dihargai.
komsel yang sehat adalah bahwa ia
Berdasarkan pengertian tersebut di
mereproduksi, sehingga ia bukan saja
atas, nampak ada beberapa unsur penting
mampu melipatgandakan anggota, tetapi
dalam pujian: Pertama, Subyek pujian,
juga dapat membantu memulai dan
yaitu umat Allah yang memiliki
melipat-gandakan komsel. Maka komsel
kesadaran untuk suka memuji Nama
sebagai tempat pembelajaran bagi
Allah. Kedua, Obyek pujian, yaitu Allah
anggota-anggotanya untuk
yang menjadi sasaran tunggal untuk
memberitakan Injil. Komsel merupakan
dipuji. Ketiga, Tujuan memuji adalah
mengagungkan Allah dan hanya Allah

22
menjadi tempatpenginjilan yang kreatif Pertama, Kata “ketakutan” (ay 43)
dan efektif. berasal dari bahasa Yunani fobos.
Sebagai contoh yang sederhana Ketakutan adalah dampak awal dari cara
untuk menjangkau anggota baru, dalam hidup jemaat mula-mula. Mereka semua
komselada kegiatan mengumpulkan menjadi takut karena melihat para rasul
untukpiknik ke pantai pada hari liburan mengadakan tanda-tanda dan mujizat,
bagi semua anggota komsel, tetapi berarti ini membuktikan bahwa apa yang
merekadapatmenambah orang lain yang dikatakan oleh rasul-rasul adalah sesuatu
belum percaya Yesus untuk ikut piknik yang dikenan Allah.
dengan gratis, tujuannya untuk Kedua, Tanda-tanda dan mujizat dari
memberitakan Injil kepada mereka. Tuhan (ay 43). Tanda-tanda dan mujizat
Mereka dalam komsel tidak memulai dari Tuhan sebagai pengenapan janji
memberitakan Injil kepada orang yang Bapa kepada umat-Nya, dinyatakan oleh
belum percaya Yesus untuk mengikuti para rasul, antara mujizat-mujizat yang
studi Alkitab, mereka mengajak jiwa dilakukan Petrus ; (Kis 3:7; 5:5,10, 16;
baru pertama-tama hanya untuk santai 9:34), mujizat-mujizat yang dilakukan
dan bersenang-senang. Sampai mereka Paulus (Kis 13:11; 14:10; 16:18; 19:12;
menemukan kesempatan yang 20:10; 28:5; 28:8) Hal ini membuat
memungkinkan mereka untuk pemberitaan Injil menjadi sangat efektif
mengatakan, “Anda dapat bergabung dan jumlah yang bertobat meningkat
dalam kegiatan komsel ini setiap hari dengan pesat.
jumat sore, komsel ini terbuka untuk Ketiga, Persatuan jemaat (ay 44,
semua orang.” Ini adalah cara sederhana 46a) dampak ketiga dari gaya hidup
untuk menjangkau jiwa-jiwa baru. jemaat mula-mula adalah persatuan
Dampak dari gaya hidup jemaat jemaat. Persatuan jemaat ini bukan saja
mula-mula sebagai komsel sangat nyata nampak pada keharmonisan hidup
dalam diri mereka (ay 43, 46-47), yaitu bersama tetapi persatuan juga nampak
ketakutan, kuasa Tuhan bekerja, pada “rasa kepemilikkan” sebab
kesehatian, disukai semua orang dan dikatakan, “segala kepunyaan bersama”
mengalami pertumbuhan kuantitas. (ay.44). kesatuan dalam “rasa
kepemilikan” ini telah mendorong

23
mereka yang mempunyai lebih untuk dibaca di dalam Kisah Para Rasul 2: 42-
menjual harta milik mereka dan hasilnya 47, sebagai model komsel yang sehat
dibagi-bagikan kepada yang dan efektif yang merupakan sebagai
membutuhkan. tempat pembelajaran setiap anggota
Keempat, Disukai semua orang (ay komsel, sehingga mencapai kedewaan
47b). bukanlah hal ini yang aneh apabila iman dan mengalami perjumpaan dengan
jemaat mula-mula disukai oleh banyak Kristus. Gereja tentunya mematuhi
orang, khususnya penduduk Yerusalem, perintah Kristus yang menyarikan
karena mereka menyaksikan sendiri cara seluruh perintah Perjanjian Baru menjadi
hidup jemaat mula-mula yang dipenuhi dua aspek kasihilah Tuhan dan kasihilah
dengan kasih dan kuasa Allah. Mereka sesamamu yang terhilang.
hidup dengan rukun dan saling Keefektifitasan pembelajaran dalam
memperhatikan satu terhadap yang lain. kegiatan komsel, maka gereja atau
Kelima, Jemaat yang bertumbuh (ay sebuah komsel akan menyusun dan
47). Pertumbuhan jemaat mula-mula, merencanakan serta melaksanakan
baik pertumbuhan secara kuantitas dan sebuah program pelatihan pelayanan
pertumbuhan secara kualitas. komsel dengan tujuan untuk
Pertumbuhan secara kuantitas adalah memperlengkapi setiap anggota untuk
pertambahan jumlah anggota jemaat. terlibat pelayanan gereja yang makin
Pertumbuhan secara kualitas, adalah komplek, atau sebagai tenaga yang dapat
pertumbuhan rohani yang menjadi mengembangkan komsel. Tentunya
dewasa di dalam Tuhan. Ini berarti sebuah gereja yang peduli dengan
jemaat mula-mula selalu mengadakan Amanat Agung Kristus akan memiliki
pertemuan-pertemuan ibadah setiap hari, pertemuan-pertemuan pemimpin komsel,
maka Allah setiap hari selalu pembinaan, pelayanan kaum muda, dan
menambah-nambahkan jumlah anggota lain-lain.
gereja. (ay. 47). Hal ini sangatlah penting untuk
melihat bahwa komsel tidak hanya
Refleksi Sebagai Tindak Lanjut
sebuah struktur biasa tetapi suatu
Komsel yang ideal mengambil
terobosan pelayanandan pembelajaran
deskripsi gereja mula-mula yang dapat
yang efektif untuk menerapkan nilai-

24
nilai dan prinsip alkitabiah. Di dalam merupakan inti kehidupan komsel
kehidupan sel, setiap anggota akan kepada pemimpin-pemimpin inti dalam
diperlengkapi melalui kegiatan doa dan komsel. Pemimpin gereja dan pemimpin
pemberian kepercayaan untuk berteman inti komsel mengadakan pemetaan
dengan orang-orang yang belum aktif ke komsel dalam hal geografi (tempat
gereja, sambil dengan aktif menjangkau tinggal anggota jemaat), usia jemaat,
dan memenangkan mereka kepada profesi anggota jemaat, dan sebagainya.
Kristus. Dengan jalan ini, pada kira-kira Pemimpin gereja dan pemimpin inti
setelah dua tahun, sel itu dapat komsel menyiapkan system yang relevan
bermultiplikasi. dengan kebutuhan anggota jemaat.
Gereja-gereja mulailah sekarang Pemimpin gereja mensosialisasikan
sekalipun kecil, dan bergerak dengan kepada semua anggota jemaat dan
cepat akan menghasilkan yang luar mengajak kepada semua anggota jemaat
biasa. Pemimpin gereja atau Gembala terlibat dalam komsel.Terapkan prinsip-
Sidang/Majelis harus memahami, prinsip kelompok kecil dalam gereja
mengerti menangkap pentingnya, esensi mula-mula untuk menghasilkan orang-
dari komsel. Pemimpin gereja harus orang percaya yang berkualitas. Tuhan
mensosialisasikandan mengimpartasikan memberkati.
gaya hidup kerajaan Allah yang

DAFTAR KEPUSTKAAN
Alwi, Hasan, dkk.,Kamus Besar Bahasa Indonesia Jakarta: Balai Pustaka, 2003.

Badan Pengurus Pusat, Pedoman Kelompok Keluarga Allah Gereja Sidang-sidang


Jemaat Allah di Indonesi (t.tp: tp:tth).

Baker, Steven dkk, Buku Pegangan Pemimpin Kelompok Sel Jakarta: Perkantas, 2000.

Beckham, William A., The Second Reformation Houston: Touch Publications. 1995.

Cho, Paul Yonggi, Buku Pelajaran Kebaktian Kelompok Sel (Jakarta: Yayasan
Pekabaran Injil “IMMANUEL”, tp. th).

Cho, Paul Yonggi, Kelompok Sel yang Berhasil Malang, Jatim: Penerbit Gandum Mas,
1981.

25
Comiskey, Joel, Ledakan Kelompok Sel Jakarta: Metanoia, 1998.

Echols, John M. dan Shadily, Hassan, Kamus Inggris IndonesiaJakarta: PT. Gramedia
Pustaka Utama, 1996.

Go, Mary Dinamika Kelompok Malang: Seminari Alkitab Asia Tenggara, 1994.

Haryono, T. dan S. Kawangmani, Seri KTB Kontekstual Menjadi Pelayan Kristus


Surakarta: PMKS – STT Gamaliel, 2008.

Jenson,Ron dan Stevens, Jim, Dinamika Pertumbuhan Gereja. Malang: Gandum Mas,
1997.

Leo, Eddy, Panduan Membangun Esensi dan Substansi Komunitas Sel. Jakarta:
Yayasan Media Buana Indonesia, 2002.

Newman, Barclay M. Jr, Kamus Yunani-Indonesia Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1996.

Rienecker, Fritz A Linguistic Key to The Greek New Testament Michigan: Zondervan
Publishing House, 1980.
.
Schaller, Lyle E. The New Reformation: Tomorrow Arrived YesterdayNashville:
Abingdon, 1995.

Setiawan, Obaja Tanto, Kelompok Kecil Prinsip 12 Solo: Departemen Media GBI
Keluarga Allah, 2000.
Sutanto, Hasan, Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia Dan Konkordansi
Perjanjian Baru Jil. II Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2004.

Warren, Rick, The Purpose Driven Life. Malang: Gandum Mas, 2005.
Wuthnow, Robert “I Come Away Stronger” How Small Groups Are Shaping American
Religion Grand Rapids: Eerdmans 1994.

26