Anda di halaman 1dari 9

PENGUMPULAN DATA

Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepada subjek dan proses pengumpulan
karakteristik subjek yang diperlukan dalam suatu peneitian. Langkah-langkah dalam
pengumpulan data tergantung pada desain penelitian dan teknik instrumen yang
dipergunakan. Selama proses pengumpulan data, peneliti memfokuskan pada penyediaan
subjek, melatih tenaga pengumpul data (jika diperlukan), memperhatikaan prinsip-prinsip
validitas dan reliabilitas, dan menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi agar data dapat
terkumpul ssuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

I. Tugas-Tugas peneliti dalam pengumpulan data


Pada penelitian jenis kualitatif dan kuantitatif, peneliti harus melaksanakan lima tugas
dalam proses pengumpulan data. Tugas tersebut berhubungan dan dilaksanakan secara
simultan, dengan kata lain tidak secara berurutan. Tugas tersebut meliputi :
1. Menyeleksi subjek
Subjek dapat dipilih selama proses pengumpulan data. Pemilihan subjek
tergantung dari desain penelitian yang digunakan peneliti. Penetapan subjek
biasanya direncanakan secara cermat karena analisa data dan intepretasi hasil
tergantung dari akurasi jumlah subjek yang dipilih. Peneliti harus
mempertimbangkan faktor-faktor yang terjadi selama proses pengumpulan data
untuk menghindari terjadinya suatu bias penelitian. Faktor-faktor penghambat
dalam pemilihan subjek antara lain :
- Semakin menigkatnya perawat melakukan riset,sehingga jumlah subjek
terbatas.
- Melibatkan pasien atau perawat sebagai subjek berarti juga menjadi masalah
bagi perawatan dan institusi.
- Pasien dilindungi secara hukum dari berbagai kegiatan penelitian yang
mungkin akan merugikan pasien.
2. Mengumpulkan data secara konsisten
Konsep agar pengumpulan data dapat akurat adalah perlunya suatu konsistensi.
Konsistensi tersebut perlu untuk mempertahankan pola pengumpulan data pada
setiap tahap berdasarkan rencana yang telah ditetapkan. Hal ini penting agar
tidak terjadi perbedaan hasil antara waktu pengumpulan data yang satu dengan
yang lain.

3. Mempertahankkan pengendalian dalam penelitian


Tujuan pengendalian penelitian adalah untuk meminimalisasi terjadinya bias
pada hasil penelitian. Peneliti perlu memperhatikan dan mengendalikan adanya
variabel-variabel yang tidak diteliti tapi mempunyai pengaruh pada variabel
yang teliti. Variabel-variabel tersebut sering timbul pada saat proses
pengumpulaan data. Jika variabel yang tidak diprediksikan (variabel random)
terjadi, maka peneliti harus menuliskan dalam hasil untuk dijadikan kajian
penelitian lebih lanjut atau sebagai suatu keterbatasan dalam penelitian.
4. Menjaga integritas atau validitas
Mepertahankan konsistensi dan pengendalian selama pengumpulan data berarti
mempertahankan adanya suatu integritas atau validitas penelitian. Untuk dapat
melaksanakan hal ini peneliti harus cermat terhadap adanya setiap perubahan
atau upaya merubah suatu rencana yang telah ditetapkan agar terjadi
kesinambungan.
5. Menyelesaikan masalah

Masalah dapat dipersepsikan sebagai suatu frustasi atau sebagai suatu tantangan.
Oleh karena itu tugas yang terpenting dalam pengumpulan data adalah
menyelesaikan masalah yang terjadi. Jalan yang bisa ditempuh untuk dapat
menyelesaikan masalah pada pengumpulan data perlu adanya orang lain untuk
memberikan masukan dan berdikusi untuk mencari jalan keluar yang terbaik
agar tujuan peneletian dapat tercapai.

II. KARAKTERISTIK PENGUMPULAN DATA


Karakteristik metode pengumpulan data terdiri dari beberapa dimensi, yaitu :
1. Struktur
Pengumpulan data penelitian sering disusun berdsarkan struktur tertentu , yaitu
pengumpulan yang benar-benar sesuai dengan semua subjek.
2. Kuantitatif
Data yang dikumpulakan pada penelitian kuantitatif harus disusun penghitungan
sehingga dapat dianalisa secara statistik. Sebaliknya, data pada penelitian kualitatif
dapat dianalisa secara kualitatif, dikumpulkan berdasarkan format narasi.
3. Obstrusivenes
Pengumpulan data harus didasarkan pada kemapuan status objektif. Pengumpulan data
yang diketahui oleh subjek, biasanya cenderung memperoleh feedback yang tidak
normal. Tetapi jika dilaksanakan tanpa pengetahuan subjek, maka akan berdampak
masalah etik.
4. Objektif
Pengukuran data sebaiknya dilaksanakansecara objektif sejauh mungkin
menghindarkan unsur subjektifitas. Tetapi pada penelitian sosial pengembilan
keputusan secara subjektif jauh lebih bermakna.

III. METODE PENGUMPULAN DATA


Merupakan cara peneliti untuk mengumpulkan data dalam penelitian sebelum
melakukan pengumpulan data, perlu dilihat aklat ukur pengumpulan data agar dapat
memperkuat hasil penelitian.
Cara pengumpulan data dalam statistik dilakukan dengan cara :
1. Sensus
Sensus adalah cara pengumpulan data dimana semua unsur responden dari
populasi diteliti dan diamati untuk memperoleh data, lalu dianalisis dan kemudian
ditarik kesimpulan yang berlaku untuk umum yang memiliki nilai kepastian,
komprehensif, dan objektif.
Kelebihan sensus :
- Penyajian data mampu hingga wilayah terkecil

- Dapat digunakan sebagai kerangkan sampel


Kekurangan sensus :
- Variabel penelitian terbatas
- Memerlukan waktu yang lama
- Memerlukan biaya yang besar
2. Survei
Survei adalah kegiatan mengumpulkan data dan informasi dengan cara mengamati
sebagian responden dari populasi.
Kelebihan survei :
- Biaya murah
- Waktu dan tenaga sedikit

- Data yang diperoleh lebih terpercaya


Kelemahan survei :
- Data yang diperoleh bersifat sesaat
- Tidak dapat melakukan penyajian hingga wilayah terkecil
- Memerlukan kerangka sampel
IV. TEKNIK PENGUMPULAN DATA
1. Angket atau kuesioner
Merupakan alat ukur yang berupa angket dengan beberapa pertanyaan. Alat ukur ini
digunakan saat responden jumlahnya besar dan tidak buta huruf. Selain itu pertanyaan-
pertanyaan yang ada didalam kuesioner mampu menggali hal-hal yang bersifat
rahasia. Pembuatan kuesioner ini mengacu kepada parameter yang dibuat oleh peneliti
sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan. Angket terdiri dari 3 jenis, yang
pertama angket terbuka atau tidak terstruktur yang mampu memberikan kebebasan
responden untuk mengungkapkan permasalahanya, kedua angket tertutup atau
berstruktur dimana angket tersebut mampu membuat responden yang nantinya tinggal
memilih atau menjawab dengan jawaban yang sudah ada, ketiga ceklist atau daftar cek
yang merupakan pernyataan atau pertanyaan yang akan diamati dan responden mampu
memberikan jawabanya dengan memberikan cek () sesuai dengan hasilnya yang
diinginkan atau peneliti yang memberikan tanda () sesuai dengan hasil pengamatan.
Contoh :
A. Angket terbuka
Bagaimana pendapat saudara tentang pelayanan persalinan dirumah bersalin
ini? ......................................................................................................................
B. Angket tertutup
Apakah saudara pernah melakukan persalinan dirumah bersalin?
a. Pernah

b. Tidak pernah
Jika ya berapa kali?
a. 1 kali
b. 2 kali
c. >2 kali
C. Ceklist

No ST S
Pertanyaan TS S
. S S
Pada usia 0-4 bulan bayi, saya hanya
1. 
memberi asi saja
Saya memberikan asi eksklusif pada
2. 
kedua payudara secara bergantian
Saya menyusui tergantung kemauan
3. 
bayi, kurang lebih jarak 3 jam.
Dalam membrtikan ASI eksklusif, saya
4. 
usahakan sampai payudara kosong.
Setelah menyusui, selalu saya
5. 
sendawakan

Kelebihan menggunakan angket :


1. Biaya relatif murah
2. Tidak membutuhkan banyak tenaga
3. Dapat diulang

Kerugian menggunakan angket :


1. Jawaban tidak spontan
2. Banyak terjadi non-respon, yaitu tidak mengembalikan daftar pertanyaan yang
diterima
3. Ada pertanyaan yang tidak di jawab
4. Pengiriman kembali daftar pertanyaan sering terlambat
5. Jawaban tidak diisi oleh responden, tetapi diisi oleh orang lain
6. Teknik ini tidak dapat digunakan pada responden yang buta aksara
Untuk mengatasi kekurangan tersebut dapat dilakukan hal berikut :
1. Untuk non-respon dilakukan kunjungan rumah kemudian dilakukan wawancra
2. Untuk jawaban yang terlambat, lembar jawaban dipisahkan dan tidak dianalisis
dan bila non-responden terlalu banyak maka pengiriman daftar pertanyaan dapat
diulang.
2. Observasi (pengamatan)
Observasi merupakan cara pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara
langsung kepada responden penelitian untuk mencari perubahan atau hal-hal yang
akan diteliti. Dan observasi biasa digunakan pada studi kualitatif, dan juga dapat
digunakan sebagai studi kuantitatif.
Contoh pengumpulan data dengan teknik pengamatan : Pelayanan IUD yang diberikan
oleh bidan untuk mengetahui apaka bidan telah mengikuti prosedur tetap yang telah
ditentukan.
Dalam metode observasi ini, instrumen yang dapat digunakan adalah lembar
observasi, panduan pengamatan (observasi), atau lembar chekslist.

3. Wawancara
Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan cara mewawancarai
langsung responden yang diteliti, metode ini memberikan hasil secara langsung.
Metode dapat dilakukan apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden
secara mendalam serta jumlah responden sedikit. Dalam metode wawancara ini, dapat
digunakan instrumen berupa pedoman wawancara kemudian daftar periksa atau
cheklist.
Kelebihan menggunakan teknik wawancara :
1. Fleksibel karena urutan pertanyaan tidak harus sesuai dengan daftar pertanyaan
2. Jawaban dapat diperoleh dengan segera
3. Dapat menilai sikap dan kebenaran jawaban yang diberikan oleh responden
4. Dari ekspresi dan mantapnya jawaban dapat diketahui bahwa jawaban tersebut
memiliki keyakinan atau tidak

5. Dapat membantu responden dalam mengingat hal-hal yang lupa

Kekuarangan atau kerugiaan menggunakan teknik wawancara :

1. Relatif membutuhkan tenaga, waktu, dan biaya yang besar


2. Dapat menimbulkan kesalahan atau bias yang berasal dari pewawancara maupun
dari responden
3. Bila pertanyaan yang diajukan terlalu banyak maka akan melelahkan hingga
kualitas data akan menurun. Untuk mengatasi hal tersebut, wawancara dapat
dilakukan dua kali
4. Tes
Merupakan metode pengumpulan data dengan memberikan beberapa soal ujian atau
tes atau inventori. Ada beberapa instrumen yang digunakan dalam melakukan tes
diantaranya : tes kepribadian untuk mengetahui kepribadian seseorang, tes bakat yang
mengukur bakat seseorang, tes prestasi untuk mengukur pencapaian atau prestasi
seseorang, tes intelegensi, dan sikap untuk mengukur sikap seseorang.
5. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan metode pengumpulan data dengan cara mengambil data yang
berasal dari dokumen asli. Dokumen asli tersebut dapat berupa gambar, tabel atau
daftar periksa, dan film dokumentar.

V. MASALAH-MASALAH PADA PENGUMPULAN DATA

Masalah-masalah yang akan dijumpai peneliti selama proses pengumpulan data sangat
bervariasi. Tetapi prinsipnya dibedakan menjadi dua sumber masalah yaitu :

1. Masalah yang berasal dari subjek


a. Keterbatasan jumlah subjek
Peneliti mungkin menemui hambatan karena hanya sdikit jumlah subjek yang
tersedia atau mereka menolak untuk menajdi peserta. Kesalahan tersebut
terjadi karena peneliti kurang dapat memprediksi jumlah subjek yang tersedia.
b. Subjek Mortality
Subjek mungkin setuju untuk menjadi responden, akan tetapi salah dalam
pengisian ataupun tidak lengkaap, atau beberapa subjek tidak ada di tempat
pada waktu interview yang kedua kalinya atau tidak mengembalikan daftar
isian kuisioner, atau terganggu kesehatannya sehingga dia dropped out. Pada
kesalahan ini mutlak bukan kesengajaan tetapi suatu insiden. Untuk tetap
mempertahankan akurasi maka peneliti harus melaporkan dalam hasil
penelitian tentang masalah yang dihadapi.
c. Subjek sebagai objek
Peneliti dalam pengumpulan data ini mungkin bersifat kurang sopan ataupun
menakut-nakuti sehingga isian atau jawaban yang diberikan tidak sesuai
dengan kehendak responden. Peneliti memperlakukan responden sebagai suatu
objek dari subjek. Seperti kita memperlakukan responden sebagai orang yang
membutuhkan perawatan.
d. Pengaruh dari luar
Semua jawaban dari subjek dipengaruhi oleh orang disekitar ataupun subjek
dropped out karena sang istri/suami tidak setuju ditengah jalan menjadi
responden.
e. Pasive Resisten
Tidak adanya tanggapan yang baik dari tenaga kesehatan (dokter dan perawat)
lain terhadap riset yang kita lakukaan, sehingga pengumpulan data yang kit
laksanakan tidak akurat. Misal, seorang peneliti sedang melakukan eksperimen
dengan melakukan pengobatan pada kulit akan tetapi perawat yang lain merasa
tindakan tersebut akan menggangu kegiatan rutinitas, khususnya kegiatan
mandi dll.

2. Masalah dari Peneliti sendiri


a. Interaksi
Peneliti kurang dapat melakukan interaksi dengan baik kepada subjek sehingga
informasi yang diterima kurang akurat.
b. Kurangnya ketrampilan
Kurangnya ketrampilan ataupun pengalaman dalam pengumpulan data
berdampak terhadap data yang dikumpulkan. Hal ini dapat dilihat dari peneliti
pemula yang biasanya hanya melihat data yang tampak dan kurang menggali
data yang sebenarnya terdapat informasi yang sangat diperlukan.
c. Konflik peran dari peneliti
Sebagai seorang peneliti kadang kita merasa sebagai seorang petuggas
dilapangan, sehingga pada waktu melakukan pengumpulan data kita
melakukan intervensi secara emosional. Akibatnya hasil yang diharapkan akan
bias, karena terlalu dominan mempengaruhi pendapat dari subjek.
VI. PRINSIP-PRINSIP ETIS DALAM PENGUMPULAN DATA
Secara umum prinsip etika dalam penelitian atau pengumpulan data dapat dibedakan
menjadi tiga bagian yaitu :
1. Prinsip manfaat
a. Bebas dari penderitaan
Penelitian harus dilaksanakan tanpa mengakibatkan penderitaan bagi subjek.
b. Bebas dari eksploitasi
Subjek harus bebas dari keadaan yang tidak menguntungkan.
c. Resiko (benefit ratio)
Peneliti harus hati-hati mempertimbangkan resiko dan keuntungan yang akan
terjadi pada subjek jika dilakukan tindakan.
2. Prinsip menghargai hak asasi manusia (respect human dignity)
a. Hak untuk ikut / tidak menjadi responden (right to self determination)
Subjek harus diperlakukan secara manusiawi dan subjek mempunyai hak
apakah mereka bersedia menjadi subjek ataupun tidak tanpa adanya sanksi
apapun.
b. Hak untuk mendapat jaminan dari perlakuan yang diberikan (right to full
disclosure)
Peneliti harus memberi penjelasan secara rinci serta bertanggung jawab atas
penelitian yang dilakukan kepada subjek.

c. Informed consent
Pada informed consent perlu dicantumkan bahwa data yang diperoleh hanya
akan dipergunakan untuk pengembangan ilmu.
3. Prinsip keadilan (right to justice)
a. Hak untuk mendapat pengobatan yang adil (right in fair treatmeant)
Subjek harus diperlakukan secara adil baik sebelum, selama, dan sesudah
penelitian tanpa adanya diskriminasi apabila subjek tidak bersedia atau drop
out sebagai responden.
b. Hak dijaga kerahasiaannya (right to privacy)
Subjek memiliki hak untuk merahasiakan data. Untuk itu perlu adanya
anonimity (tanpa nama) dan confidentielity (rahasia).
DAFTAR PUSTAKA
Budiarto, E. 2001. Biostatistika untuk Kedokteran dan Keehatan Masyarakat. Jakarta: EGC.

Hidayat, A. A. 2007. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Dataa. Jakarta:
Salemba Medika.

Nursalam. 2003. Konsep dan Penerapan Metodologi Peneltian Ilmu Keperawatan : Pedoman
Skripsi, Tesis dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Nursalam, & Pariani, S. 2000. Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta:
Sagung Seto.

Purwanto, H. 1994. Statistik Untuk Keperawatan. Jakarta: EGC.