Anda di halaman 1dari 3

TES IST

Tes IST (Intelligenz Struktur Test) merupakan salah satu tes psikologi untuk mengukur tingkat
intelegensi seseorang. IST (Intelligenz - Struktur – Test) adalah tes inteligensi yang
dikembangkan oleh Rudolf Amthauer di Jerman pada tahun 1953.

* IST terdiri dari 9 sub test:


1. SE (Satzerganzng) --- Melengkapi kalimat
2. WA (Wortausuahl)--- mencari kata yang berbeda
3. AN (Analogien) --- mencari hubungan kata
4. GE (Gmeinsamkeiten) --- mencari kata yang mencakup dua pengertian
5. RA (Rechen Aufgaben) --- Hitungan sederhana
6. ZR (Zahlen Reihen) --- deret angka
7. FA (Form Ausuahl) --- Menyusun bentuk
8. WU (Wurfal Aufgaben) --- Kubus
9. ME (Merk Aufgaben) --- Mengingat kata

* Cara Skoring IST


Telah disediakan kunci jawaban.
o Untuk subtes GE ada kunci jawaban tersendiri dengan penilaian 0 ,1, 2.
o RW --- SW, dari jumlah benar --- norma.
o Norma --- IQ
o Norma IST didasarkan pada USIA dan TARAF PENDIDIKAN.

* Aspek-aspek yang terukur pada setiap subtes IST


1. SE:
 Berpikir konkrit praktis
 Berpikir logis
 Akal sehat (common sense)
 Pembentukan keputusan
 Pemaknaan realita
 Berpikir mandiri
2. WA
 Rasa bahasa
 Berpikir verbal
 Pengertian bahasa
 Kemampuan empati (menghayati)
 Komponen reseptif
3. AN
 Daya mengkombinasikan
 Fleksibilitas/kelincahanberfikir
 Menstransfer hubungan
 Kejelasan dan konsekuen dalam berpikir.
 Analisa yang bersifat dugaan
 Suatu perkiraan yang paling berarti bagi pengembangan studi ilmiah
4. GE
 Daya abstraksi verbal
 Pembentukan konsep (Pengertian)
 Berfikir logis dalam bentuk bahasa
5. RA
 Berpikir praktis dalam masalah hitungan
 Berpikir logis objektif
 Berfikir matematis.
 Mengambil keputusan
6. ZR
 Berpikir teoritis dalam berhitung
 Berfikir induktif angka
 Kelincahan berpikir
 Mengenali komponen ritmis
7. FA
 Kemampuan membayangkan
 Kemampuan mengamati
 Berpikir secara utuh menyeluruh.
 Mengenali komponen konstruktif
8. WU
 Daya bayang ruang
 Menganli konstruktif teknis
 Berpikir analitis.
9. ME
 Atensi
 Memori Mengingat kata yang telah dipelajari

* Dari 4 subtest awal IST diperoleh:


 Kecerdasan teoritis (grafik berbentuk M): WA dan GE lebih tinggi
Kemampuan berfikir abstrak-teoritis dan menyatakan dalam bentuk bahasa. Misal: filsuf
 Kecerdasan praktis (Grafik berbentuk W): SE dan AN lebih tinggi
Kemampuan menentukan hubungan dalam suatu masalah secara praktis. Misal: Ir. Teknik
Mesin
* Langkah-langkah skoring IST
 Cocokkan jawaban testee dengan kunci jawaban IST
 Hitung jawaban yang benar (RW)
 Jumlahkan ke bawah.
 Lihat norma untuk mendapatkan skor SW
 Lihat norma jumlah
 Lihat norma IQ
* Angka IST untuk penjurusan
 IPA : lihat skor RA, ZR,FA, WU harus lebih tinggi dibandingkan yang lain.
 IPS : Lihat skor SE, WA, GE, ME harus lebih tinggi dibandingkan yang lain
 Untuk melanjutkan pendidikan setelah SMA, sebaiknya skor AN cukup baik (rata-rata).
 Diprediksi berhasil menjalani pebdidikan di jenjang D3 dengan baik jika IQ minimal pada
rentang rata-rata (96 - 105).
 Diprediksi berhasil menjalani pendidikan di jenjang SI dengan baik jika IQ minimal pada
rentang rata-rata atas (106 - 110).
 Namun demikian tetap harus mempertimbangkan aspek-aspek psikologis yang lain, seperti
motivasi, minat, kegigihan dalam mengatasi hambatan, keinginan untuk belajar dsb.

* Kesesuaian beberapa jurusan di PT berdasarkan skor IST yang penting untuk


mendapatkan skor cukup tinggi
Fak. Hukum : SE, AN, GE, ME
FISIP : SE, AN, GE
Ekonomi : SE, AN,RA, ZR
Sastra : WA, AN, GE, ME
Fikom : SE, WA, AN, ME
Psikologi : SE, WA, AN, GE, ME
Kedokteran : SE, AN, GE, FA, WU
Pertanian : AN, GE, FA, WU
Peternakan : AN, FA, WU
Seni rupa : AN, ZR, FA, WU
Teknik : SE, AN, GE, RA, ZR, FA, WU
MIPA : AN, GE, RA, ZR, FA, WU