Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN

PERCOBAAN XI
SISTEM EKSRESI

OLEH:

NAMA : ANDI ASRUL AMIR


STAMBUK : F1D115006
KELOMPOK : 3 (TIGA)
ASISTEN PEMBIMBING : SULHADANA

PROGRAM STUDI BIOLOGI


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTASA MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2017
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia merupakan organisme yang memiliki sistem yang kompleks dalam

proses kelangsungan hidupnya. Sistem tersebut dibangun dari hal yang kecil yaitu

dari sel, jaringan, sistem jaringan dan akan membentuk organ dan sistem organ.

Sistem organ memiliki peranan yang tidak kalah pentingnya bagi tubuh organisme

yaitu contohnya pada sistem eksresi. Sistem eksresi merupakan sistem yang

terlibat dalam proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan

lagi oleh tubuh.

Sistem eksresi pada manusia merupakan suatu sistem yang sangat penting.

Proses pengeluaran zat-zat sisa dari tubuh dibedakan atas 3 yaitu defekasi, sekresi

dan eskresi. Alat-alat eksresi pada manusia terdiri dari kulit, hati, paru-paru dan

ginjal. Ginjal adalah organ eksresi pada vertebrata yang berbentuk mirip kacang.

Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama

urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Ginjal

berbentuk sepeti kacang dengan lekukan yang menghap kedalam, tiap ginjal

terdapat bukaan yang disebut hilus yang menghubungkan arteri renal, vena renal

dan ureter.

Ginjal berperan dalam pembentukan urin, proses pembentukan urin terdiri

atas 3 tahap yaitu filtrasi, absorbsi dan augmentasi. Urin atau air seni adalah

cairan, yang dieksresikan oleh ginjal, yang kemudian dikeluarkan dari dalam
tubuh melalui proses urinasi. Komposisi urin yaitu air dengan bahan terlarut

berupa sisa metabolisme (urea, garam terlarut dan meteri organik). Cairan dan

meteri pembentuk urin berasal dari darah atau cairan interstisial. Fungsi utama urin

adalah untuk membuang zat sisa seperti racun atau obat-obatan dari dalam tubuh.

Ginjal dan jantung adalah dua organ utama yang mengatur keseimbangan asam

dan basa (alkali) dalam tubuh. pH urin pada orang normal adalah 4,8-7,4.

Berdasarkan uraian diatas maka dilakukan praktikum sistem eksresi.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada praktikum ini yaitu sebagai berikut:

1. Bagaimana struktur morfologi ginjal ?

2. Bagaimana cara pemeriksaan warna urin ?

3. Bagaimana kejernihan urin ?

4. Berapa pH urin normal ?

C. Tujuan Praktikum

Tujuan pada praktikum ini yaitu sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui struktur morfologi ginjal.

2. Untuk mengetahui cara pemeriksaan warna urin.

3. Untuk mengetahui kejernihan urin.

4. Untuk mengetahui pH urin normal.


D. Manfaat Praktikum

Manfaat pada praktikum ini yaitu sebagai berikut:

1. Dapat mengetahui struktur morfologi ginjal.

2. Dapat mengetahui cara pemeriksaan urin.

3. Dapat mengetahui kejernihan urin.

4. Dapat mengetahui pH urin normal.


II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Sistem Eksresi

Sistem ekskresi merupakan salah satu sistem dalam tubuh makhluk hidup.

Sistem ini bertugas mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak

diperlukan lagi oleh tubuh. Selain membuang zat-zat sisa metabolisme, sistem

ekskresi juga bisa mengatur konsentrasi garam dan air di dalam tubuh.

Pengeluaran eksresi berupa zat cair dan zat gas. Zat-zat sisa berupa urine (ginjal),

keringat (kulit), empedu (hati) dan CO2 (paru-paru). Zat-zat ini harus dikeluarkan

dari tubuh karena jika tidak dikeluarkan akan mengganggu bahkan meracuni tubuh

(Sumarmin, dkk., 2016).

B. Struktur Morfologi Ginjal

Ginjal merupakan bagian utaman sistem perkencingan, terdiri atas berjuta-

juta nefron yang berfungsi sebagai unit penyaring tunggal dan merupakan struktur

yang rumit. Bagian dari ginjal yaitu ureter, uretra dan kandung kemih. Ginjal

dikelilingi oleh tiga lapisan jaringan yaitu fasial renal, kapsul adiposa dan kapsul

renal. Fasil renal adalah lapisan luar tipis yang terdiri ats jaringa ikat serat yang

mengelilingi setiap ginjal dan kelenjar adrenal yang menempel dan mengikatnya

pada struktur disekitarnya. Jaringan kedua yaitu kapsul adiposa adalah lapisan

tengah adiposa (lemak) yang melapisi ginjal. Kapsul renal adalah membran

menyerabut dalam yang mencegah masuknya infeksi. Bagian dalam ginjal terdapat
tiga daerah utama yaitu korteks renal yang membatasi sisi cembung, medula renal

berdampingan dengan korteks renal dan sinus renal adalah rongga yang

berdampingan dengan medula renal (Pack, 2007).

C. Urin

Urin adalah cairan yang dieksresikan oleh ginjal berupa sisa metabolisme,

bertujuan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. Urin disaring di dalam ginjal,

dibawa melalui ureter menuju kandung kemih, akhirnya dibuang keluar tubuh

melalui uretra. Fungsi utama urin adalah untuk membuang zat sisa seperti racun

atau obat-obatan dari dalam tubuh. Menurut Van Der- Kroon (2010), urin terdiri

dari 95% air, 2,5% urea dan 2,5% sisanya merupakan mineral, garam, hormon dan

enzim. Konsentrasi urea, blood urea nitrogen (BUN), kreatinin, amonia, ginjal

sangat berkaitan dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi (Suarsana, dkk.,

2014).

Tubuh dapat mengalami metabolisme anaerob pada saat kadar oksigen turun,

sehingga mengakibatkan peningkatan produksi asam laktat. Kelebihan asam laktat

dalam tubuh mengakibatkan penurunan pH, sehingga tubuh dalam keadaan

asidosis. Salah satu mekanisme kompensasi pada keadaan asidosis adalah

pengeluaran urin yang bersifat asam oleh ginjal sebagai pengatur utama

keseimbangan asam-basa tubuh. Air beroksigen tinggi dapat meningkatkan pH

urin, saturasi O2 dibandingkan air mineral. Perbedaan pH urin antara air

beroksigen tinggi dengan air mineral yang tidak bermakna dipengaruhi oleh sistem
pengendali keseimbangan asam-basa tubuh seperti sistem dapar, sistem

pernafasan, sistem pencernaan, serta sistem ginjal sebagai pengatur utamanya

(Hussaana, dkk., 2011).

D. Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus adalah penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai

dengan kadar gula darah (glukosa) yang jauh diatas normal. Beberapa jenis

Diabetes Mellitus yaitu Diabetes Mellitus Tipe I, Diabetes Mellitus Tipe II,

Diabetes Mellitus Tipe Gestasional dan Diabetes Mellitus Tipe Lainnya. Diabetes

Mellitus Tipe 2 (DM Tipe 2) adalah penyakit gangguan metabolik yang di tandai

oleh kenaikan gulah darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas

dan atau ganguan fungsi insulin (resistensi insulin). Faktor yang mengakitkan

penderita tipe ini yaitu demografi, faktor perilaku dan gaya hidup, serta keadaan

klinis atau mental berpengaruh terhadap kejadian DM Tipe 2. Resiko terkena DM

dengan faktor jenis kelamin, status perkawinan, tingkat pendidikan, pekerjaan,

aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, Indeks Masa Tubuh, lingkar

pinggang dan umur (Setyorogo, dkk., 2013).


DAFTAR PUSTAKA

Hussaana, A., Ellyana, N.S dan Sarosa, H., 2011, The Difference in The Effect
Between The Oxygenated and Mineral Water on The O2 Saturation and Urine
pH, Jurnal Efek Air Beroksigen terhadap Saturasi O2 3(2); 162-167

Setyorogo, S dan Trisnawati, S.K., 2013, Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus
Tipe II di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012, Jurnal
Ilmu Kesehatan 5(1); 6-11

Suarsanaa, I.N., Alunat, D.E.S dam Karneda, I.M., 2014, The Effect of Bali Cattle
Urine Consumption to Blood Urea Nitrogen, Creatine Levels and
Histopatological Observation on Rat’s Kidney, Buletin Veteriner Udayana
6(2); 169-173

Sumarmin, R., Zikra dan Alberida, H., 2016, Developing Of Interactive Compact
Disc (CD) Of Human Excretory System Topic For Students High School,
Jurnal BioCONCETTA 2(1); 2502-1737

Pack, P.E., 2007, Anatomi dan Fisiologi, Pakar Raya, Bandung

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan pada praktikum ini tercantum pada tabel 3.

Tabel 3. Hasil Pengamatan Struktutur Morfologi Ginjal


No Gambar Pengamatan Keterangan
1 2 3
Gambar Literatur

Tabel 4. Hasil Pengamatan Pemeriksaan Urin


No Propandus Warna Urin Kejernihan Urin pH Urin
1 2 3 4 5
1 Safril
Kuning pucat Jernih 6

2 Khusnul

Kuning Pekat 5

3 Shaiful

Kuning pucat Jernih 5

Tabel 4. Lanjutan
No Propandus Warna Urin Kejernihan Urin pH Urin
1 2 3 4 5
4 Yuda
Pucat Keruh 4