Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM TERMODINAMIKA

PENENTUAN BERAT MOLEKUL BERDASARKAN PENGUKURAN MASSA JENIS
GAS

Disusun oleh :
Nama : Cindy Eka Fitra Yuliana
NIM : 171810301074
Kelas/Kelompok : B/6
Asisten : Wenny Farida Ulfa

LABORATORIUM KIMIA FISIK
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2018

Sehingga akan didapat berat molekul dari perhitungan persamaan gas ideal(Tim Kimia Fisik. dan etanol. 1. Teknik atau langkah kerja yang ditentukan. dan aseton.2 Tujuan Percobaan ini bertujuan untuk menentukan berat molekul senyawa volatil berdasarkan pengukuran massa jenis gas dan mengaplikasikan persamaan gas ideal yang telah dipelajari. akan menghasilkan uap cairan yang akan ditentukan berat molekulnya.1 Latar belakang Berat molekul suatu senyawa gas dapat ditentukan dari massa jenis yang diketahui dengan menggunakan persamaan gas ideal. 1992). aseton. PENDAHULUAN 1. 2018). Zat volatil misalnya kloroform. karbon dioksida. Persamaan gas ideal yang mengandung unsur mol zat yang diketahui dapat menentukan berat molekul suatu senyawa. Zat volatil sangat berguna untuk kebutuhan sehari-hari seperti kloroform yang berguna dalam membersihkan noda pada pakaian. sehingga akan terbentuk gas yang akan ditentukan rumus molekulnya. Hal ini akan mudah bagi kita untuk menentukan berat molekul gas tersebut jika gas itu kita anggap sebagai gas ideal(Respati. Percobaan ini menggunakan cairan volatil dalam erlenmeyer yang direndam dalam penangas air bersuhu 91oC (biasanya 100oC). Percobaan ini dilakukan agar dalam praktiknya mahasiswa dapat menentukan berat molekul zat volatil (zat yang mudah menguap). Masing-masing zat volatil akan habis menguap dan setelah didinginkan akan ditimbang beratnya yang akan menentukan massa gas zat volatil yang menguap tersebut. . amonia. Percobaan ini menggunakan zat volatil yaitu kloroform. etanol. BAB 1. yang memiliki tekanan yang sama dengan tekanan atmosfer.

Kloroform juga disebut sebagai holoform karena brom dan klor juga bereaksi dengan metal keton yang menghasilkan masing – masing bromoform dan kloroform. pembersih noda. Wujudnya berupa cairan dan mudah mengua . Sifat fisika dari kloroform antara lain beracun. dan sistem reproduksi pada manusia. dan tekanan darah rendah(ScienceLab. dan harum seperti permen. 2018). dan penguraian oleh basa(ScienceLab.2 Aseton Aseton adalah senyawa cair yang tidak berwarna. Hal inilah yang disebut haloform. . Aseton merupakan keton yang paling sederhana. 2-butanol propanon. TINJAUAN PUSTAKA 2. 2018). mempunyai rasa pedas manis. dan pembersih cat kuku. 2.1 Kloroform Kloroform adalah nama umum untuk triklorometana (CHCl3). dan untuk pengasapan. termasuk asam lemah.2 oC dan titik lebur -63. BAB 2. berbau khas (sedikit manis). serat. gangguan pernapasan dan ginjal. Kloroform dimanfaatkan sebagai pemadam kebakaran. Aseton biasanya digunakan sebagai bahan pembuat cat. dan tidak berwarna.1 Material Safety Data Sheet (MSDS) 2. mudah terbakar. 2018). Aseton juga berbahaya dan dapat menyebabkan kerusan pada organ tubuh seperti ginjal.1. Beberapa senyawa yang dapat membentuk kloroform dan senyawa halofom adalah etanol. juga mempunyai bahaya pada kesehatan tubuh manusia yaitu dapat menyebabkan pembesaran hati. Aseton larut dalam air dan dapat digunakan untuk membuat plastic. dan tidak mudah terbakar. 2–proponol. Hal ini dikarenakan aseton memiliki sifat karsinogenik. mutagenik. berbentuk cair. Sementara sifat kimia kloroform antara lain tidak dapat bercampur dengan air. 2018). Kloroform lebih dikenal sebagai bahan pembius meskipun telah banyak digunakan sebagai pelarut nonpolar di laboraturium atau industri. Kloroform dalam bidang industri dapat diperoleh dengan pemanasan campuran dari klorin dan klorometana atau metana. subsitusi. hati. bahan pembuatan parfum. kulit. Kloroform mempunyai titik didih 61. dan teratogenik(ScienceLab. dan 2-butanon. 2018).1. 2018). dan obat– obatan(ScienceLab.5oC(ScienceLab. Reaksi kloroform berlangsung dalam tiga tingkat yaitu oksidasi. Kloroform selain mempunyai manfaat. Kloroform termasuk senyawa polihalogen yaitu senyawa turunan karboksilat yang mengikat lebih dari satu atom halogen dan merupakan senyawa dari asam formiat(ScienceLab.

dan NH3 memiliki sifat yang agak menyimpang dari sifat gas ideal diatas.. Tidak ada gaya tarik menarik di antara molekul-molekulnya 2. air panas. krom klorida. asam perkutan perchloric acid. disulfuril difluorida. Etanol mudah larut dalam air dingin.. Etanol dengan cepat menyerap uap air dari udara... kalium perklorat. Etanol berbau ringan hingga kuat seperti anggur atau wiski dan memiliki rasa yang pedas(ScienceLab.. Penentuan berat molekul ini dengan menimbang sejumlah gas tertentu kemudian diukur pV dan T-nya. perak peroksida. iodine heptafluoride. bromin pentafluorida. 2018). uranium hexafluoride. Tidak ada perubahan energi dalam (internal energy = E) di pengembangan Sifat-sifat tersebut dimiliki oleh gas inert yaitu He. Volume dari molekul-molekul gas sendiri diabaikan 3. 2..2. kalium permanganat. Gas yang umumnya terdapat di alam (gas sejati) seperti N2. perak perklorat. difluorida dioksigen. Beberapa sifat gas tersebut....3 Etanol Etanol merupakan senyawa berbentuk cair yang memiliki nama umum alkohol dengan formula kimia (rumus kimia) CH3CH2OH.... hidrogen peroksida......... dan aseton. Dapat bereaksi dengan penuh semangat dengan oksidator. Ar dan lainnya serta uap Hg dalam keadaan yang sangat encer.. dan uranil perklorat(ScienceLab. sebesar apapun dan bagaimanapun bentuknya.1... Oksidan yang menjalani reaksi kuat (eksplosif) dengan etanol antara lain barium perklorat.... Ne... peroxdisulfurik asam..... kalsium hipoklorit. nitric acid nitrosil perklorat.. ada yang dinamakan gas ideal untuk memudahkan orang-orang mempelajari sifat-sifatnya yang antara lain: 1. metanol. Menurut hukum gas ideal : p V = n R T. O2.... nitrat fluorin.. 2018). Kerapatan gas (diidenfinisikan sebagai berat gas dalam gram per liter) dapat digunakan untuk menghitung berat molekul suatu gas dengan cara membendungkan suatu volume gas yang akan dihitung berat molekulnya dengan berat gas yang telah diketahui berat molekulnya pada temperatur atau suhu dan tekanan yang sama(Brady..1) .. dietil eter. kalium dioksida....... kloril perklorat..2 Dasar teori Brady (1999) menyatakan bahwa molekul-molekul pada gas terletak sangat berjauhan satu sama lain sehingga hampir tidak ada gaya tarik menarik atau tolak menolak diantara molekul-molekulnya sehingga gas akan menyebar dan mengisi seluruh ruang yang ditempatinya..(2..1999).. rutenium (VIII) oksida.. CO2. kromium trioksida..

.... M berat mol cairan dan tekanan uap dari cairan tersebut pada temperatur T maka tekanan uap dapat dihitung dengan hukum gas ideal : p = ρ R T.. 1999).... p V = (m/BM) RT..6) Respati (1992) mengungkapkan bahwa suatu aliran dari udara kering yang bersih dilewatkan cairan yang diukur tekanan uapnya...... Kesukaran akan terjadi apabila memiliki tekanan rendah maka suatu berat tertentu dari gas akan mempunyai volume yang sangat besar......................... V adalah volume dari w gram cairan tersebut dalam keadaan uap.................................... Kerapatan yang didefinisikan dengan W/V berkurang tetapi perbandingan kerapatan dan tekanan d/p atau W/pV akan tetap.... ......................dimana n = m/BM sehingga.. (2............................... (2.......................................7) Hukum gabungan gas untuk suatu sampel gas menyetakan bahwa perbandingan pV/T adalah konstan....................... Sebetulnya untuk gas-gas real (nyata) seperti metana (CH3) dan oksigen dilakukan pengukuran secara cermat........... Ketelitian dari pengukuran ini tergantung pada kejenuhan udara tersebut...5) M = R T = (d/p) R T.... Udara dilewatkan cairan tersebut secara seri untuk menjamin kejenuhan................... ternyata hal ini tidak benar betul......3) dimana..... Suatu berat tertentu bila tekanan berkurang volume bertambah dan berat per liter berkurang..(2...... (2.......4) Hukum-hukum gas ideal dipergunakan pada tekanan yang rendah apabila diinginkan penentuan berat molekul suatu gas secara teliti... (2...... BM : Berat molekul p : Tekanan gas V : Volume gas T : Suhu absolut R : Tetapan gas ideal Ρ : Massa jenis Sifat-sifat gas ideal dapat dinyatakan dengan persamaan yang sederhana yaitu: pV = n R T.. Gas hipotesis yang dianggap akan mengikuti hukum gabungan gas pada berbagai suhu dan tekanan hukum gabungan gas pada berbagai suhu dan tekanan disebut gas ideal(Brady...... sebab berat total W tetap dan bila gas dianggap gas ideal pV juga tetap sesuai dengan persamaan berikut : p V = R T........................ (2.2) dengan mengubah persamaan p(BM) = (m/V) RT = Ρrt.

semua gas akan menempati keadaan ideal sehingga hukum gas gabungan dapat dipakai untuk segala macam gas yang digunakan. Gas nyata akan menyimpang dari sifat gas ideal. . Dalam hal ini menyarankan konsep gas ideal. 1978). yakni gas yang akan mempunyai sifat sederhana yang sama dibawah kondisi yang sama(Haliday dan Resnick. Persamaan gas ideal bersama-sama dengan massa jenis gas dapat digunakan untuk menentukan berat molekul senyawa volatil.Pada tekanan yang relatif rendah termasuk pada tekanan atmosfer serta suhu yang tinggi.

Beaker glass 100 mL 3. kloroform.diukur massa air yang mengisi penuh erlenmeyer untuk menentukan volume erlenmeyer . METODOLOGI PRAKTIKUM 3.Akuades .Jarum .diangkat dari penangas setelah semua menguap .Neraca analitik .Cairan volatin (aseton.diulangi prosedur menggunakan aseton dan etanol Hasil .direndam dalam penangas bersuhu 100oC .Karet gelang .1 Alat . BAB 3. etanol) 3.Barometer .Kertas alumunium foil .Ball pipet .Korek api .3 Diagram kerja kloroform .Labu erlenmeyer 50 mL .ditutup dengan alumunium foil dan dikencangkan menggunakan karet gelang .Penangas air .ditimbang erlenmeyer yang telah dingin dengan neraca analitik .Desikator .dimasukkan ke dalam erlenmeyer sebanyak 5 ml .diukur tekanannya menggunakan barometer .2 Bahan .

11 x 10-3 0. Massa yang didapat tersebut jika dikalkulasikan dapat menghasilkan massa gas yang habis menguap.9962 5. aseton.13 x10-3 0.49 36 104 87 Aseton 0. BAB 4.1 Hasil Tabel 4. Massa gas tersebut didapat dari massa cairan dan wadah (erlenmeyer) dikurangi . Suhu tersebut ditentukan dari beberapa lama setelah air dalam penangas mendidih.1 Hasil Percobaan Penentuan Berat Molekul Berdasarkan Pengukuran Massa Jenis Gas Mzat 𝝆𝒂𝒊𝒓 𝝆𝒛𝒂𝒕 𝒗𝒐𝒍𝒂𝒕𝒊𝒍 T BMpercobaan 𝜼 Larutan Vair (L) volatil (g/mL) (g/L) (K) (g/mol) (%) (g) Kloroform 0.02 36 0.3 4. Gambar 4. Erlenmeyer kosong (berisi gas) lalu didiamkan hingga suhu normal dan menimbangnya.9962 57. Hal tersebut dilakukan untuk mengontrol gas yang keluar agar gas luar sistem tidak mudah masuk ke dalam erlenmeyer.60 1.60 x 10-3 -0.21 3.44 -7. Masing- masing zat volatil ditempatkan dalam erlenmeyer yang ditutup alumunium foil berlubang kecil dan dikencangkan.08 0.64 36 -227 -390 Etanol 0.2 Pembahasan Percobaan ini bertujuan untuk menentukan berat molekul senyawa volatil berdasarkan pengukuran massa jenis gas dan mengaplikasikan persamaan gas ideal yang telah dipelajari.9959 6. dan etanol. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengambilan cairan volatil Cairan volatil kemudian direndam dalam penangas air bersuhu 91oC hingga cairan habis menguap. Percobaan ini menggunakan 3 macam zat volatil yaitu kloroform.

Pengukuran suhu tidak dilakukan secara terus-menerus mulai dari air dalam penangas air berbuih hingga air mendidih dan bersuhu 91oC.2 Pemanasan dan pengukuran suhu cairan volatil . Massa minus tersebut secara otomatis akan membuat berat molekul dan normalitas menjadi minus juga.massa wadah setelah cairan habis menguap. Gambar 4. Proses pemanasan dan pengukuran suhu dapat dilihat pada gambar 4. Proses pendinginan erlenmeyer dapat dilihat pada gambar 4. Hasil percobaan menunjukkan bahwa normalitasnya 87% dari berat molekul kloroform sebenarnya 119.2. tentu hal tersebut merupakna kesalahan yang sangat jelas terjadi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hanya sedikit kesalahan yang terjadi pada saat percobaan dilakukan. Hal ini disebabkan karna kesalahan yang dilakukan oleh praktikan saat melakukan pengukuran suhu aseton dalam erlenmeyer yang didihkan pada penangas air. Cairan selanjutnya adalah aseton. Hasil percobaan pada cairan aseton memiliki banyak kesalahan yang menimbulkan massa yang dimiliki aseton dari perhitungan percobaan menjadi minus. Pengukuran suhu yang dilakukan seperti itu akan menimbulkan suhu yang tidak stabil pada termometer karna termometer telah terkontaminasi oleh suhu ruang atau suhu lingkungan.3.38 g/mol sedangkan yang didapt dari percobaan adalah sebesar 104 g/mol. Cairan pertama yang dilakukan percobaannya ialah kloroform.

Etanol dilakukan di akhir karena etanol memiliki titik didih paling tinggi diantara 2 cairan volatil yang sudah dijelaskan sebelumnya. termometer sebaiknya dipegang oleh satu orang dan dapat bertahan selama proses berlangsung bahkan seringkali termometer telah digunakan sebelum proses berlangsung seperti saat pengukuran suhu telah dilakukan bahkan sebelum air dalam penangas mendidih. Kesalahan tersebut diperkirakan karna kelalaian yang sama seperti yang terjadi pada aseton.3 Pendinginan erlenmeyer setelah cairan volatil habis menguap Cairan terakhir yang dilakukan percobaan adalah etanol. Kestabilan suhu saat diukur dengan termometer tidak mudah dilakukan karna untuk stabil.07 g/mol sedangkan hasil yang didapat dari percobaan adalah sebesar 0. Hal tersebut menyebabkan proses pemanasan etanol hingga habis menguap memakan waktu yang lebih lama. Etanol memiliki berat molekul sesungguhnya 46.60 g/mol. . Gambar 4. Hasil tersebut tentu sangat jauh dibandingkan dengan berat molekul sesungguhnya.

dan dalam praktiknya. 5. Hal tersebut dikarenakan jika kita menyiapkan semua zat volatilnya terlebih dahulu maka volume akan berkurang dan menyebabkan kesalahan data yang diperoleh. BAB 5. PENUTUP 5. . untuk mencari berat molekulnya dapat dicari dengan menentukan massa gas yang telah menguap.1 Kesimpulan Kesimpulan dari percobaan ini adalah zat volatil merupakan zat yang mudah menguap. Zat volatil yang telah disiapkan dalam erlenmeyer yang telah tertutup sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu sebelum ke zat volatil yang selanjutnya. Massa gas tersebut didapat dari massa cairan dan wadah (erlenmeyer) dikurangi massa wadah setelah cairan habis menguap.2 Saran Praktikan disarankan untuk melakukan percobaan satu per satu menurut zat volatilnya.

php?msdsId=9927133 (diakses pada tanggal 20 September 2018) Tim Kimia Fisik. [Serial Online] http://www.ScienceLab. Jakarta: Binarupa Aksara.com/msds. Halliday dan Resnick.com/msds. Jakarta: Erlangga. Jember: Universitas Jember. 1999. 2018. DAFTAR PUSTAKA Brady. [Serial Online] http://www. 2018. Penuntun Praktikum Termodinamika Kimia. [Serial Online] http://www. Respati. James E.php?msdsId=9927062 (diakses pada tanggal 20 September 2018) ScienceLab. ScienceLab. 2018. Yogyakarta: Rineka Cipta.php?msdsId=9923955 (diakses pada tanggal 20 September 2018) ScienceLab.com/msds. Dasar-Dasar Ilmu Kimia Untuk Universitas. Material Safety Data Sheet of Acetone. . Fisika Jilid I. 2018. Material Safety Data Sheet of Chloroform. 1992. 1978. Material Safety Data Sheet of Ethyl Alcohol.ScienceLab.ScienceLab. Kimia Universitas Jilid 1 Edisi Kelima.

LAMPIRAN 1.49 )(0.082 L K)(364 K) L mol = 1 atm = 104 g/mol 𝐵𝑀 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛  ƞ = 𝐵𝑀 𝑠𝑒𝑠𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢ℎ𝑛𝑦𝑎 × 100% 104 𝑔/𝑚𝑜𝑙 = 119.13 ×10−3 L = 3.9959 g/mL = 60. Kloroform  𝜌air pada suhu 290C = 0.9959 g/cm3 = 0. RT 𝜌𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 .21 g = 60.13 mL = 60.9959 g/mL 𝑚 (𝑎𝑖𝑟+𝑒𝑟𝑙𝑒𝑛𝑚𝑒𝑦𝑒𝑟)−𝑚𝑒𝑟𝑙𝑒𝑛𝑚𝑒𝑦𝑒𝑟  𝑉𝑎𝑖𝑟 = 𝜌air 104 g−44.21 g 𝑀𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 𝜌𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 = 𝑉𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 𝑜.9959 g/mL 𝑉𝑎𝑖𝑟 = 𝑉𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 = 𝑉𝑒𝑟𝑙𝑒𝑛𝑚𝑒𝑦𝑒𝑟  𝑀𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 = 𝑀𝑒𝑟𝑙𝑒𝑛𝑚𝑒𝑦𝑒𝑟 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑑𝑖𝑝𝑎𝑛𝑎𝑠𝑘𝑎𝑛 − 𝑀𝑒𝑟𝑙𝑒𝑛𝑚𝑒𝑦𝑒𝑟+𝑎𝑙𝑚𝑢𝑛𝑖𝑢𝑚 𝑓𝑜𝑖𝑙+𝑘𝑎𝑟𝑒𝑡 = 44.13 × 10−3 L 0.88 g = = 0.RT BM = P g atm (3.38 𝑔/𝑚𝑜𝑙 × 100% = 87 % .49 g/L  T= 910C=91+273=364 K PV=nRT P(BM)= 𝜌𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 . 80 g-44.12 g 59.59 g=0.

2.9962 g/mL 0.9962 g/mL 𝑉𝑎𝑖𝑟 = 𝑉𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 = 𝑉𝑒𝑟𝑙𝑒𝑛𝑚𝑒𝑦𝑒𝑟  𝑀𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 = 𝑀𝑒𝑟𝑙𝑒𝑛𝑚𝑒𝑦𝑒𝑟 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑑𝑖𝑝𝑎𝑛𝑎𝑠𝑘𝑎𝑛 − 𝑀𝑒𝑟𝑙𝑒𝑛𝑚𝑒𝑦𝑒𝑟+𝑎𝑙𝑚𝑢𝑛𝑖𝑢𝑚 𝑓𝑜𝑖𝑙+𝑘𝑎𝑟𝑒𝑡 = 44.64 )(0.60 ×10−3 L = −7.44 g 𝑀𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 𝜌𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 = 𝑉𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 −0.12 g 57.RT BM = P g atm (-7. Aseton  𝜌air pada suhu 280C = 0.9962 g/cm3 = 0.44 g = 57.38 g = = = 57.64 g/L  T= 900C=90+273=363 K PV=nRT P(BM)= 𝜌𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 .60 × 10−3 L 0.082 L K)(363 K) L mol = 1 atm = −227 g/mol 𝐵𝑀 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛  ƞ = 𝐵𝑀 𝑠𝑒𝑠𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢ℎ𝑛𝑦𝑎 × 100% -227 g/mol = 58.60 mL = 57. 18 g-44.62 g=-0.5 g−44. RT 𝜌𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 .08 g/mol × 100% = −390% .9962 g/mL 𝑚 (𝑎𝑖𝑟+𝑒𝑟𝑙𝑒𝑛𝑚𝑒𝑦𝑒𝑟)−𝑚𝑒𝑟𝑙𝑒𝑛𝑚𝑒𝑦𝑒𝑟  𝑉𝑎𝑖𝑟 = 𝜌air 101.

RT BM = P g atm (0.9962 g/mL 𝑚 (𝑎𝑖𝑟+𝑒𝑟𝑙𝑒𝑛𝑚𝑒𝑦𝑒𝑟)−𝑚𝑒𝑟𝑙𝑒𝑛𝑚𝑒𝑦𝑒𝑟  𝑉𝑎𝑖𝑟 = 𝜌air 39.14 g= 0. Etanol  𝜌air pada suhu 280C = 0.60 g/mol 𝐵𝑀 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛  ƞ = 𝐵𝑀 𝑠𝑒𝑠𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢ℎ𝑛𝑦𝑎 × 100% 0.08 g = 5.082 L K)(367 K) L mol = 1 atm = 0.9962 g/mL 0.9962 g/cm3 = 0.22 g-35.11 ×10−3 L = 0.3% .9962 g/mL 𝑉𝑎𝑖𝑟 = 𝑉𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 = 𝑉𝑒𝑟𝑙𝑒𝑛𝑚𝑒𝑦𝑒𝑟  𝑀𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 = 𝑀𝑒𝑟𝑙𝑒𝑛𝑚𝑒𝑦𝑒𝑟 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑑𝑖𝑝𝑎𝑛𝑎𝑠𝑘𝑎𝑛 − 𝑀𝑒𝑟𝑙𝑒𝑛𝑚𝑒𝑦𝑒𝑟+𝑎𝑙𝑚𝑢𝑛𝑖𝑢𝑚 𝑓𝑜𝑖𝑙+𝑘𝑎𝑟𝑒𝑡 = 35.11 mL = 5. RT 𝜌𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 .11 × 10−3 L 0.60 g 5.09 g = = = 5.60 g/mol = 46.02 g/L  T= 940C=94+273=367 K PV=nRT P(BM )= 𝜌𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 .07 g/mol × 100% = 1.08 g 𝑀𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 𝜌𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 = 𝑉𝑧𝑎𝑡 𝑣𝑜𝑙𝑎𝑡𝑖𝑙 0.3.69 g−34.02 )(0.

LEMBAR PENGAMATAN .