Anda di halaman 1dari 5

1.

KESTABILAN INTI ATOM


Kestabilan inti atom ditentukan oleh jumlah proton dan netron didalam inti. Dari 1500 inti yang
telah diketahui, hanya ± 400 inti yang stabil. Gambar di bawah ini menunjukkan diagram N-Z,
yang menyatakan hubungan antara jumlah proton (N) dan jumlan netron (Z) untuk sejumlah inti
stabil.

Inti-inti tidak stabil ini secara spontan akan melakukan peluruhan untuk menuju daerah
kestabilan inti dengan memancarkan partikel radioaktif.

Untuk atom ringan ( Z < 20 ), inti stabil jika N = Z atau N/Z = 1

Untuk atom berat ( 20 < Z < 83 ) , inti stabil jika N/Z = 1,6

Tidak ada inti stabil untuk Z > 83

Komposisi jumlah proton dan neutron di dalam inti atom sangat mempengaruhi kestabilan inti
atom tersebut. Inti atom dikatakan stabil bila komposisi jumlah proton dan neutronnya sudah
”seimbang” serta tingkat energinya sudah berada pada keadaan dasar. Jumlah proton dan neutron
maupun tingkat energi dari inti-inti yang stabil tidak akan mengalami perubahan selama tidak
ada gangguan dari luar. Sebaliknya, inti atom dikatakan tidak stabil bila komposisi jumlah proton
dan neutronnya “tidak seimbang” atau tingkat energinya tidak berada pada keadaan dasar. Perlu
dicatat bahwa komposisi proton dan neutron yang “seimbang” atau “tidak seimbang” di atas
tidak berarti mempunyai jumlah yang sama ataupun tidak sama. Setiap inti atom mempunyai
“kesetimbangan” yang berbeda.

Secara umum, kestabilan inti-inti ringan terjadi bila jumlah protonnya sama dengan jumlah
neutronnya. Sedangkan kestabilan inti-inti berat terjadi bila jumlah neutron maksimum 1,5 kali
jumlah protonnya. Tabel periodik merupakan suatu tabel yang mencantumkan semua
kemungkinan posisi nuklida baik yang stabil maupun yang tidak stabil. Nuklida-nuklida yang
tidak stabil disebut sebagai radionuklida.

Tabel nuklida juga dapat menunjukkan posisi dari nuklida-nuklida yang merupakan isotop yaitu
petak-petak yang horisontal, misalnya Na-20, Na-21, Na-22 dan seterusnya. Isotop yang tidak
stabil disebut sebagai radioisotop. Pada dasarnya, radioisotop dan radionuklida adalah istilah
yang sama yaitu menunjukkan inti-inti atom yang tidak stabil. Bahan yang terdiri atas
radionuklida dengan jumlah cukup banyak disebut bahan radioaktif.

Inti-inti atom yang tidak stabil, baik karena komposisi jumlah proton dan neutronnya yang tidak
seimbang ataupun karena tingkat energinya yang tidak berada pada keadaan dasarnya, cenderung
untuk berubah menjadi stabil. Bila ketidakstabilan inti disebabkan karena komposisi jumlah
proton dan neutronnya yang tidak seimbang, maka inti tersebut akan berubah dengan
memancarkan radiasi alpha atau radiasi beta (β). Kalau ketidakstabilannya disebabkan karena
tingkat energinya yang berada pada keadaan tereksitasi maka akan berubah dengan
memancarkan radiasi gamma. Proses perubahan atau transformasi inti atom yang tidak stabil
menjadi atom yang lebih stabil tersebut dinamakan peluruhan radioaktif.

Proses peluruhan radioaktif seringkali harus melalui beberapa intermediate (antara) sebelum
menjadi inti atom yang stabil. Jadi seringkali suatu radionuklida tidak berubah langsung menjadi
nuklida yang stabil, melainkan mengalami beberapa perubahan lebih dulu menjadi radionuklida
yang lain sebelum akhirnya menjadi nuklida yang stabil. Misalnya dari nuklida X yang tidak
stabil berubah menjadi nuklida Y yang juga masih tidak stabil kemudian berubah lagi menjadi
nuklida Z yang stabil. Peluruhan seperti ini dinamakan peluruhan berantai.

Contohnya adalah 8O16, 11Na22, 2He4 dan 6C12. Berarti 2He4 dan 6C14 tidaklah stabil atau
termasuk radioisotop yang dapat memancarkan zat-zat radioaktif. Untuk inti dengan Z > 20 yang
akan stabil jika nilai N lebih besar dari Z (N/Z > 1) berarti jumlah netronnya harus lebih banyak
dari jumlah proton dalam inti.

B. PELURUHAN RADIOAKTIVITAS

Peluruhan radioaktif adalah kumpulan beragam proses di mana sebuah inti atom yang tidak stabil
memancarkan partikel subatomik (partikel radiasi). Peluruhan terjadi pada sebuah nukleus
induk dan menghasilkan sebuah nukleus anak. Ini adalah sebuah proses acak sehingga sulit untuk
memprediksi peluruhan sebuah atom.
Satuan internasional (SI) untuk pengukuran peluruhan radioaktif adalah becquerel (Bq). Jika
sebuah material radioaktif menghasilkan 1 buah kejadian peluruhan tiap 1 detik, maka dikatakan
material tersebut mempunyai aktivitas 1 Bq. Karena biasanya sebuah sampel material radiaktif
mengandung banyak atom,1 becquerel akan tampak sebagai tingkat aktivitas yang rendah; satuan
yang biasa digunakan adalah dalam orde gigabecquerels.
Radioaktivitas disebut juga peluruhan radioaktif, yaitu peristiwa terurainya beberapa inti
atom tertentu secara spontan yang diikuti dengan pancaran partikel alfa (inti helium), partikel
beta (elektron), atau radiasi gamma (gelombang elektromagnetik gelombang pendek). Sinar-sinar
yang dipancarkan tersebut disebut sinar radioaktif, sedangkan zat yang memancarkan sinar
radioaktif disebut dengan zat radioaktif.

Jenis Sinar Radioaktif

Berdasarkan partikel penyusunnya, sinar radioaktif dibagi menjadi tiga, yaitu sinar alfa, sinar
beta, dan sinar gamma.

Sinar Alfa (sinar α)

Sinar alfa adalah sinar yang dipancarkan oleh unsur radioaktif. Sinar ini ditemukan secara
bersamaan dengan penemuan fenomena radioaktivitas, yaitu peluruhan inti atom yang
berlangsung secara spontan, tidak terkontrol, dan menghasilkan radiasi. Sinar alfa terdiri atas dua
proton dan dua neutron. Berikut ini adalah sifat alamiah sinar alfa.

Sinar Beta (sinar β)

Sinar beta merupakan elektron berenergi tinggi yangberasal dari inti atom. Berikut ini
beberapa sifat alamiah sinar beta.

1) Mempunyai daya ionisasi yang lebih kecil dari sinar alfa.

2) Mempunyai daya tembus yang lebih besar daripada sinar alfa.

3) Dapat dibelokkan oleh medan listrik maupun medan magnet.

Sinar Gamma (sinar ˠ)

Sinar gamma adalah radiasi gelombang elektromagnetik yang terpancar dari inti atom dengan
energi yang sangat tinggi yang tidak memiliki massa maupun muatan. Sinar gamma ikut
terpancar ketika sebuah inti memancarkan sinar alfa dan sinar beta. Peluruhan sinar gamma tidak
menyebabkan perubahan nomor atom maupun massa atom.
Sinar gamma memiliki beberapa sifat alamiah berikut ini.

1) Sinar gamma tidak memiliki jangkauan maksimal di udara, semakin jauh dari sumber
intensitasnya makin kecil.

2) Mempunyai daya ionisasi paling lemah.

3) Mempunyai daya tembus yang terbesar.

4) Tidak membelok dalam medan listrik maupun medan magnet.

Peluruhan Sinar Alfa

Suatu inti yang tidak stabil dapat meluruh menjadi inti yang lebih ringan dengan
memancarkan partikel alfa (inti atom helium). Pada peluruhan alfa terjadi pembebasan energi.
Energi yang dibebaskan akan menjadi energi kinetik partikel alfa dan inti anak. Inti anak
memiliki energi ikat per nukleon yang lebih tinggi dibandingkan induknya. Jika inti
memancarkan sinar α (inti 4He 2 ), maka inti tersebut kehilangan 2 proton dan 2 neutron,
sehingga Z berkurang 2, n berkurang 2, dan A berkurang 4. Persamaan peluruhannya:
A A-4 4
X Y + He
Z Z-2 2

(inti induk) (inti anak)

Peluruhan Sinar Beta

Salah satu bentuk peluruhan sinar beta adalah peluruhan neutron. Neutron akan meluruh
menjadi proton, elektron, dan antineutrino. Antineutrino merupakan partikel netral yang
mempunyai energi, tetapi tidak memiliki massa. Bentuk peluruhan sinar beta yang lain adalah
peluruhan proton. Proton akan meluruh menjadi neutron, positron, dan neutrino. Neutrino
memiliki sifat yang sama dengan antineutrino. Peluruhan sinar beta bertujuan agar perbandingan
antara proton dan neutron di dalam inti atom menjadi seimbang sehingga inti atom tetap stabil.
Jika inti radioaktif memancarkan sinar beta (β ) maka nomor massa inti tetap (jumlah nukleon
tetap), tetapi nomor atom berubah.

Terjadi dua proses peluruhan, yaitu:

A
X A
Y + 0
β X = Inti Induk
Z Z+1 -1
A
X A
Y + 0
β X = Inti Anak
Z Z-1 +1
Peluruhan Sinar Gamma

Suatu inti atom yang berada dalam keadaan tereksitasi dapat kembali ke keadaan dasar
(ground state) yang lebih stabil dengan memancarkan sinar gamma. Peristiwa ini dinamakan
peluruhan sinar gamma. Atom yang tereksitasi biasanya terjadi pada atom yang memancarkan
sinar alfa maupun sinar beta, karena pemancaran sinar gamma biasanya menyertai pemancaran
sinar alfa dan sinar beta. Peluruhan gamma hanya mengurangi energi saja, tetapi tidak mengubah
susunan inti. Seperti dalam atom, inti atom dapat berada pada keadaan eksitasi, yaitu keadaan
inti yang tingkat energinya lebih tinggi dari keadaan dasarnya. Inti yang berada pada keadaan
eksitasi diberi tanda star (*). Keadaan eksitasi inti ini dihasilkan dari tumbukan dengan partikel
lain. Persamaan peluruhan sinar gamma:

A
X* A
X + ˠ
Z Z