Anda di halaman 1dari 36
TEKNOLOGI LOGIKA Page 1
TEKNOLOGI LOGIKA Page 1

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 1

TEKNOLOGI LOGIKA Page 2
TEKNOLOGI LOGIKA Page 2

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 2

BAB 5 TEKNOLOGI LOGIKA TEKNOLOGI LOGIKA Page 3

BAB 5 TEKNOLOGI LOGIKA

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 3

Deskripsi Singkat Dalam bab ini mempelajari tentang teknologi yang digunakan pengemasan IC pada famili SSI

Deskripsi Singkat

Dalam bab ini mempelajari tentang teknologi yang digunakan pengemasan IC pada famili SSI dan MSI, parameter dan batasan, teknologi logika, ambang logika, logika bipolar,dan jenis tunda propagasi.

Kompetensi Mahasiswa

Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :

1. Menjelaskan teknologi yang digunakan untuk pengemasan IC pada famili SSI dan MSI,

2. Mengetahui parameter dan batasan,

3. Menjelaskan teknologi logika,

4. Menjelaskan ambang logika,

5. Menjelaskan logika bipolar, dan

6. Mengetahui jenis tunda propogasi.

5.1 PARAMETER DAN BATASAN

Komponen-komponen logika yakni gerbang-gerbang dan memori biasanya dikemas pada sebuah IC (integrated circuit) ataupun chip. Dua teknologi dasar dalam IC digital adalah bipolar dan MOSFET (metal oxide semi konduktor field effect transistor). Suatu keluarga digital merupakan komponen yang kompatibel dengan tingkat logika dan catu tegangan yang sama. Desain yang digunakan pada

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 4

masalalu adalah DTL yang memakai dioda dan transistor.Desain TTL yang menggunakan transistor saat ini menjadi

masalalu adalah DTL yang memakai dioda dan transistor.Desain TTL yang menggunakan transistor saat ini menjadi keluarga yang paling popular dalam serpih SSI dan MSI.Sedangkan ECL merupakan keluarga logika tercepat yang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi yang membutuhkan kecepatan tinggi.

- SSI (Small Scale Integrated)Teknologi kepadatan IC yang terdiridari 1-10 gerbang

- MSI (Medium Scale Integrated) Teknologi kepadatan IC yang terdiridari 10-100 gerbang

- LSI (Large Scale Integrated) Teknologi kepadatan IC yang terdiridari 100-100.000 gerbang

- VLSI (Very Large Scale Integrated) Teknologi kepadatan IC yang terdiridari 100.000 gerbanglebihdalamsetiapserpih

Seperti piranti-piranti yang lain, gerbang mempunyai parameter atau sifat dan batasan yang menentukan jenis penggunaan dan aplikasinya. Beberapa parameter di antaranya adalah:

1.

Desipasi daya (power dissipation)

gerbang apabila gerbang tersebut secara penuh digerakkan oleh masukannya. Ada dua macam desipasi daya, sebagaiberikut :

a) Desipasi daya statik didefinisikan sebagai daya yang didesipasikan oleh gerbang jika tidak ada proses perubahan (switching). Desipasi daya ini

adalah daya yang dikonsumsi oleh suatu

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 5

disebabkan oleh adanya hubungan pada rangkaian gerbang ke catu daya dan ground pada saat keluaran

disebabkan oleh adanya hubungan pada rangkaian gerbang ke catu daya dan ground pada saat keluaran tinggi atau rendah.

b) Desipasi daya dinamik didefinisikan sebagai daya yang didesipasikan oleh gerbang jika ada proses perubahan. Hal ini terjadi karena transistor beroperasi dari catu daya VDD dan mengisi kapasitor beban.

catu daya V ​ D D ​ dan mengisi kapasitor beban. …………………………… ( ​ 5.1) Rumus

…………………………… (5.1)

Rumus dari desipasi daya: ket : f = frekuensi Persamaan di atas diturunkan dengan asumsi bahwa keluaran rendah = 0 V dan keluaran tinggi = VDD.

2. Fan in adalah cacah gerbang logika serupa yang dapat dihubungkan kemasukan tanpa menimbulkan penurunan aras tegangan.

3. Fan out adalah cacah gerbang logika serupa yang bisa dioperasikan oleh sebuah gerbang tanpa menyebabkan penurunan aras tegangan pada gerbang tersebut.

4. Kecepatan dinyatakan sebagai waktu tunda yang dialami oleh pulsa masukan. Waktu tunda ini sering disebut sebagai tunda propogasi (propogation delay). Kinerja dinamik dari jenis rangkaian logika ditentukan oleh waktu tunda propagasi dari inverter dasarnya.tPLH adalah waktu tunda propagasi dari masukan logika rendah ke keluaran logika tinggi.tPHL adalah waktu tunda propagasi dari masukan logika tinggi ke keluaran logika rendah. tp ≡ ½ (tPLH + tPHL )…………………………(5.2)

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 6

Makin pendek waktu tunda propagasi, makin tinggi kecepatan operasi jenis rangkaian logika.Tunda propogasi adalah selisih

Makin pendek waktu tunda propagasi, makin tinggi kecepatan operasi jenis rangkaian logika.Tunda propogasi adalah selisih waktu antara diberikannya pulsa masukan ke piranti logika dan perubahan keadaan logika yang terjadi

pulsa masukan ke piranti logika dan perubahan keadaan logika yang terjadi pada keluaran. TEKNOLOGI LOGIKA Page

pada keluaran.

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 7

Gambar 5.1 Definisi dari waktu tunda propagasi dan waktu perubahan (switching times) dari sebuah inverter.

Gambar 5.1 Definisi dari waktu tunda propagasi dan waktu perubahan (switching times) dari sebuah inverter. [4].

5. Kekebalan derau (noise immunity) adalah tegangan derau maksimum yang diperbolehkan pada masukan tanpa menyebabkan perubahan pada keluaran. Derau digunakan untuk menunjuk pada semua isyarat yang tidak diinginkan, misalnya hum, transients dan glitches. Ada dua jenis kekebalan derau:

kekebalan derau rendah (low-noise immunity, LNI) jika masukan pada logika 0, dan kekebalan derau tinngi (high-noise immunity, HNI) jika masukan pada logika 1. Masukan logika 1 lebih tahan terhadap derau disbanding logika 0. Ambang derau (noise margin)adalah amplitude dari pulsa derau yang dapat menyebabkan perubahan aras logika, dan biasanya diberitahukan oleh pabrik pembuat IC tersebut.

LOGIKA Page 8
LOGIKA
Page 8

TEKNOLOGI

Gambar 5.2 ​ Voltage Transfer Characteristik ​ (VTC) sebuah inverter.[4]. Operasi static dari jenis rangkaian

Gambar 5.2 Voltage Transfer Characteristik(VTC) sebuah inverter.[4]. Operasi static dari jenis rangkaian logika ditentukan karakteristiknya oleh karakteristik voltage transfer characteristik (VTC) dari inverter dasarnya.

Pada VTC terdapat 4 parameter, VOH , VOL , VIH dan VIL . VIH dan VIL didefinisikan sebagai titik di mana arah kemiringan kurva = -1.

- VM didefinisikan sebagai tegangan ambang di mana vO = vI .

- VIL adalah harga maksimum sinyal masukan vi yang masih dianggap oleh inverter sebagai logika 0.

adalah harga minimum sinyal masukan vi yang masih dianggap oleh

- VIH

inverter sebagai logika 1.

- VOH

- VOL

Ketahanan (robustness) dari jenis rangkaian logika ditentukan oleh kemampuannya untuk menolak derau yang dinyatakan dengan ‘noise margin’. NMH VOH – VIH NML ≡ VIL – VOL

adalah harga sinyal keluaran logika 1

adalah harga sinyal keluaran logika 0

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 9

Sebuah inverter yang ideal mempunyai: NM ​ H = ​ NM ​ L ​ =

Sebuah inverter yang ideal mempunyai:

NMH = NML = VDD /2 VM = VDD /2………

5.2 TEKNOLOGI LOGIKA

(5.3)

Elemen-elemen logika dapat dikelompokkan menjadi dua,yaitu elemen-elemen yang menggunakan semikonduktor bipolar dan elemen-elemen yang menggunakan teknologi MOS (metal-oxide silicon).RTL (resistor-transistor logic) dan TTL (transistor-transistor logic) termasuk dalam kategori bipolar. Tipe MOS menggunakan field-effect transistor dan termasuk di dalamnya adalah p-channel (pMOS), n-channel(nMOS) dan complementary(CMOS).

Dua teknologi dasar dalam industry IC digital adalah bipolar pada suatu serpih (chip), dan yang kedua adalah MOSFET. Teknologi bipolar lebih cocok untuk produksi SSI dan MSI yang lebih cepat operasinya. Teknologi MOS mendominasi bidang SSI sebab dengan ini jumlah MOSFET yang lebih besar dapat dikemas dalam ukuran serpih yang sama, selain itu kebutuhan daya yang sangat rendah memberikan keunggulan tersendiri bagi CMOS.

Suatu keluarga digital merupakan sekelompok piranti kompitabel dengan tingkat logika dan catu tegangan yang sama. Kompatibel berarti kita dapat menyambung keluaran suatu piranti tertentu dengan masukan piranti yang lain. Kompabilitas ini memungkinkan aneka kombinasi yang berbeda dalam jumlah

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 10

besar. DTL memakai diode dan transistor. Desain yang pernah menjadi popular ini sekarang menjadi using.

besar. DTL memakai diode dan transistor. Desain yang pernah menjadi popular ini sekarang menjadi using. TTL hampir semata-mata menggunakan transistor, dan kini menjadi keluarga yang paling popular dalam serpih SSI dan MSI. ECL merupakan keluarga logika tercepat yang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi yang membutuhkan kecepatan tinggi.

Teknologi logika memiliki pembagian dalam tingkat keterpaduan. Keterpaduan skala kecil (Small Scale Intergration atau SSI ) adalah teknologi kepadatan IC yang didalamnya dapat terdiri dari 1 hingga 10 gerbang dalam setiap serpihnya (kemasannya). Keterpaduan skala menengah (Medium Scale Intergration atauMSI) berarti teknologi kepadatan IC yang di dalamnya terdiri dari 10 hingga 100 gerbang dalam satu serpih. Keterpaduan skala besar (Large Scale Intergration atau LSI) berarti teknologi kepadatan IC yang di dalamnya terdiri dari 100 hingga 100.000 gerbang dalam setiap serpih.

Terakhir keterpaduan skala sangat besar (Very Large Scale Intergration atau VLSI) berarti teknologi kepadatan IC yang didalamnya terdiri lebih dari 100.000 gerbang lebih dalam setiap serpih. Pada tahun 1995, IC VLSI rata-rata terdiri dari 5.500.000 transistor.

Keluarga Logika Resistor Transistor atau Resistor Transistor Logic(RTL)

Keluarga RTL ini adalah bentuk rangkaian Logika yang pertama kali diperkenalkan. Fan-out dari RTL tidak lebih daripada 5. Gerbang NOR merupakan contoh dari RTL. Rangkaian ini terdiri dari dua resistor masukkan,

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 11

yaiu masukkan A dan masukkan B, sebuah tahanan kolektor Rc, dan sebuah transistor yang berfungsi

yaiu masukkan A dan masukkan B, sebuah tahanan kolektor Rc, dan sebuah transistor yang berfungsi sebagai saklar.

Perhatikan Gambar gerbang logika NOR 5.3 yang menjelaskan langkah-langkah menggunakannya. Prinsip Kerja:

Keluarga Y akan menjadi Tinggi (1) hanya jika kedua masukkannya, yaitu A dan B, berada pada logika 0.

Rangkaian RTL telah tersedia untuk berbagai macam gerbang logika. Tetapi karena kecepatannya yang rendah (mili detik), keluarga RTL ini segera digeser oleh keluarga DTL yang lebih maju. Dan keluarga RTL sekarang telah menjadi using, karena orang jarang memakainya lagi.

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 12

Gambar 5.3 gerbang logika NOR [5]. Keluarga Logika Dioda Transistor atau ​ ​ Diode Transistor
Gambar 5.3 gerbang logika NOR [5]. Keluarga Logika Dioda Transistor atau ​ ​ Diode Transistor

Gambar 5.3 gerbang logika NOR [5].

Keluarga Logika Dioda Transistor atau Diode Transistor Logic(DTL)

Keluarga DTL merupakan keluarga piranti digital yang lebih canggih dan lebih cepat daripada keluarga RTL. Karena arus yang menyertai perubahan keadaan logika transistor mengalir melalui hambatan maju yang lebih rendah daripada diode (tahanan diode atau tahanan Bulk), bukan melalui hambatan seri yang lebih tinggi pada operasi RTL, Fan-out untuk DTL tertinggi adalah 6. Sedangkan fan-innya 6

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 13

Logika DTL ini secara relative adalah lambat (waktu tundaan penjalaran atau propagasinya sekitar 30 nanodetik).

Logika DTL ini secara relative adalah lambat (waktu tundaan penjalaran atau propagasinya sekitar 30 nanodetik). Keluarga DTL pada keluarannya masih mengandung desah atau derau sebesar 1,2 Volt. Sedangkan disipasi daya per gerbangnya adalah 11 mW.

Keluarga

Logika

Transistor-Transistor

atau Transistor-Transistor Logic

(TTL)

Keterbatasan keluarga DTL mendorong orang untuk menciptakan suatu piranti digital dengan teknologi yang lebih baik. Piranti digital TTL merupakan hasil pengembangan dari DTL. Keluarga TTL, jauh lebih cepat, pemakaian dayanya lebih hemat, dan kebal derau.

IC standar keluarga TTL atau biasa di beri notasi 74XX. TTL dikembangkan melewati beberapa tahapan sejak munculnya DTL. Sepanjang waktu tersebut, kemajuan yang diperolehnya dapat membuatnya mengurangi waktu tunda bagian dalam (internal time delay) dan konsumsi daya. Pada waktu yang sama setiap pabrik pembuat telah memperkenalkan serpih (chip) dengan fungsi dan aplikasi terbaru.

5.3 AMBANG LOGIKA

Elemen logika mempunyai dua keadaan: logika 0 dinyatakan sebagai aras tegangan rendah, biasanya 0 Volt, dan logika 1 dinyatakan sebagai aras tegangan positif untuk logika positif (dan arus tegangan negative untuk logika negatif).

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 14

Aras tegangan yang digunakan untuk menyatakan logika 1 bergantung pada teknologi yang digunakan.Untuk teknologi bipolar

Aras tegangan yang digunakan untuk menyatakan logika 1 bergantung pada teknologi yang digunakan.Untuk teknologi bipolar logika 1 dinyatakan sebaga iaras tegangan 5 Volt, dan untuk MOS, logika 1 dinyatakan sebagai aras tegangan antara 3 Volt sampai 15 Volt.

Dalam praktek, terdapat dua tegangan ambang untuk masing-masing aras logika. Ambang logika 1 adalah tegangan atas dimana logika 1 dikenali, dan ambang logika 0 adalah tegangan bawah dimana logika 0 dikenali. Tegangan ambang logika pada saat elemen logika memberikan respons untuk teknologi bipolar (misalnya TTL) adalah

Logika 1, ambang = 2 Volt

(atau 2,4 Volt dengan batas derau sampai 0,4 Volt)

Logika 0, ambang = 0,8 Volt (atau 0,4 Volt dengan batas deraus ampai 0,4 Volt),

Dan untuk teknologi MOS (misalnya CMOS)

logika 1, ambang = 0,7 X tegangancatu VDD

logika 0, ambang = 0,3 X tegangancatu VDD

Aras logika antara dua tegangan ambang (bipolar 0,8-2 Volt; MOS 0,3 VDD -0,7 VDD ) tidak terdefinisikan, bukan logika 1 atau logika 0.

Keluarga TTL (Transistor-transistor Logic) memiliki keuntungan yaitu, sebagai berikut :

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 15

a. Jauh lebih cepat, pemakaian daya hemat dan kebal derau, tidak mahal dan mudah digunakan.

a. Jauh lebih cepat, pemakaian daya hemat dan kebal derau, tidak mahal dan mudah digunakan.

Dan ciri lainnya dari keluarga TTL (Transistor-transistor Logic) adalah Transistor bipolar dapat digunakan dalam dua cara yaitu mode jenuh dan mode tidak jenuh yang diibaratkan sebagai saklar (switch) dan biasanya diberinotasi 74XX.

saklar ( ​ switch ​ ) dan biasanya diberinotasi 74XX. Gambar 5.4 logika NAND dari TTL

Gambar 5.4 logika NAND dari TTL [3].

Jika kedua masukan atau salah satu masukannya dalam keadaan 0, maka Tr1 akan aktif (on) dan tegangan pada kaki basis nya sebesar 1 V, tegangan itu akan melewati dioda Ds dan tegangan menjadi berkurang 1v-0,7v =0,3 v. Tegangan 0,3 v tidak cukup untuk mengaktifkan Tr2, sehingga Tr2 OFF. Tr2

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 16

menjadi inverter yang menghasilkan out 1.Tegangan output yang dihasilkan oleh Tr2 sebesar 3,4 volt. TEKNOLOGI

menjadi inverter yang menghasilkan out 1.Tegangan output yang dihasilkan oleh Tr2 sebesar 3,4 volt.

inverter yang menghasilkan out 1.Tegangan output yang dihasilkan oleh Tr2 sebesar 3,4 volt. TEKNOLOGI LOGIKA Page

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 17

Gambar 5.5.Gerbang Logika CMOS dan Tabel [3]. Konfigurasi Inverter CMOS.Dengan tegangan masukanV ​ i n

Gambar 5.5.Gerbang Logika CMOS dan Tabel [3].

Konfigurasi Inverter CMOS.Dengan tegangan masukanVin =1, MOSFET saluran N adalah on dan MOSFET saluran P adalah off, sedangkan tegangan keluarannyaVout =0. Begitu juga sebaliknya.Vout =Vin .

5.4 LOGIKA BIPOLAR

Logika bipolar menggunakan transistor bipolar untuk menghasilkan sejumlah fungsi-fungsi logika. Transistor bipolar dapat digunakan dalam dua cara: mode jenuh dan mode tak jenuh.

Dalam mode jenuh, transistor digunakan sebagai saklar. Pada saat sambungan basis-emitor (b-e) mempunyai prasikap maju, arus kolektor mengalir seperti terlihat pada Gambar 5.6 (a). jika parameter transistor dan nilai R1 dan R2 dipilih dengan tepat, transistor dapat di buat jenuh pada saat arus kolektor maksimum. Pada saat jenuh, potensial emitter kolektor VCE(jenuh) adalah antara 0.1 – 0.2 V dan transistor berfungsi sebagai piranti hubung singkat semu. Jika sambungan b-e berprasikap balik (Gambar 5.6 (b)) transistor mati, dan kolektor mempunyai tegangan catu VCC (5 V).

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 18

Gambar 5.6. (a) Transistor jenuh, dan (b) Transistor cut-off [6]. Keuntungan dari penggunaan mode jenuh
Gambar 5.6. (a) Transistor jenuh, dan (b) Transistor cut-off [6]. Keuntungan dari penggunaan mode jenuh

Gambar 5.6. (a) Transistor jenuh, dan (b) Transistor cut-off [6].

Keuntungan dari penggunaan mode jenuh adalah konsumsi dayanya rendah. Tetapi mode ini akan mengalami gangguan jika tunda propogasinya panjang. Gambar 5.8 menunjukkan tanggapan tegangan keluaran kolektor VCE suatu transistor terhadap gelombang pulsa masukan ideal. Dari gambar tersebut dapat dilihat, bahwa tegangan kolektor tidak langsung memberikan tanggapan terhadap gelombang masukan, tetapi akan tampak adanya waktu tunda atau tunda propogasi.

Bipolar merupakan salah satu teknologi dasar dalam IC digital. BJT (Bipolar Junction Transistor) adalah elemen pensaklaran aktif yang digunakan dalam rangkaian TTL. Dua jenis rangkalain logika yang berdasarkan BJT: TTL dan ECL.

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 19

TTL Sebelum era VLSI, TTL banyak digunakan.Sekarang TTL muncul kembali dengan daya yang rendah dan

TTL Sebelum era VLSI, TTL banyak digunakan.Sekarang TTL muncul kembali dengan daya yang rendah dan kecepatan yang tinggi. Kecepatan tinggi diperoleh dengan mencegah BJT memasuki daerah jenuh. Jenis TTL ini menggunakan dioda Schottky, sehingga disebut Schottky TTL. ECL ECL (Emiter Couple - Transistor Logic) dibuat berdasarkan implementasi ‘current-switchpada inverter. Elemen dasarnya adalah penguat differential. Pada operasi ECL ini, keadaan jenuh selalu dihindari sehingga menghasilkan kecepatan operasi yang tinggi. ECL merupakan rangkaian logika tercepat, banyak digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan kecepatan tinggi.

a.

b.

Emitter Couple Transistor Logic(ECL)

ECL adalah jenis rangkaian logika yang paling cepat. Kecepatan yang tinggi ini diperoleh dengan,:

a. mencegah semua transistor memasuki daerah jenuh untuk mencegah waktu tunda penyimpanan.

b. menjaga simpangan logika yang relatif kecil (kira-kira 0,8 V atau kurang) → mengurangi waktu pengisian atau pengosongan kapasitansi beban atau kapasitansi parasitik lainnya.

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 20

ECL berdasarkan pada penggunaan saklar kendali arus yang realisasinya menggunakan pasangan differential seperti yang

ECL berdasarkan pada penggunaan saklar kendali arus yang realisasinya menggunakan pasangan differential seperti yang terlihat pada gambar 5.7.

arus yang realisasinya menggunakan pasangan differential seperti yang terlihat pada gambar 5.7. TEKNOLOGI LOGIKA Page 21

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 21

Gambar 5.7 Gambar Elemen dasar dari ECL yaitu pasangan differential.[3]. Pasangan transistor di-bias dengan sumber
Gambar 5.7 Gambar Elemen dasar dari ECL yaitu pasangan differential.[3]. Pasangan transistor di-bias dengan sumber

Gambar 5.7 Gambar Elemen dasar dari ECL yaitu pasangan differential.[3].

Pasangan transistor di-bias dengan sumber arus yang konstan I,dan satu sisi dihubungkan dengan sumber tegangan rujukan VR . Arus I dapat diarahkan ke Q1 atau Q2 di bawah kendali sinyal masukan vI .

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 22

Jika v ​ I > V ​ R sebanyak 4V ​ T (≈ 100 mV),

Jika vI > VR sebanyak 4VT (≈ 100 mV), hampir semua arus I melalui Q1 . Untuk α ≈ 1, vO1 = VCC – IRC . Pada saat yang sama arus yang melalui Q2 hampir nol, sehingga vO2 = VCC .

Sebaliknya, jika vI < VR sebanyak 4VT , hampir semua arus melalui Q2 dan arus yang melalui Q1 hampir nol, sehingga vO1 = VCC dan vO2 = VCC – IRC .

Sebagai sebuah elemen logika, pasangan differential merealisasikan fungsi inversi pada vO1 dan pada saat bersamaan memberikan sinyal keluaran komplementari pada vO2 . Level logika keluaran: VOH = VCC dan VOL = VCC –IRC , sehingga simpangan logika keluaran = IRC.

Catatan:

- Sifat rangkaian differential membuat rangkaian kurang sensitif terhadap derau.

- Arus yang ditarik dari catu daya tetap konstan selama proses switching.

- Level logika keluaran keduanya merujuk ke VCC sehingga dapat dibuat stabil dengan mengoperasikan rangkaian dengan VCC = 0, artinya menggunakan catu daya negatif.

- Perlu disediakan beberapa cara untuk membuat level sinyal keluaran kompatibel dengan sinyal pada masukan sehingga satu gerbang dapat men-drive gerbang lainnya.

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 23

Adanya keluaran komplementer menyederhanakan perancangan logika dengan ECL. → ​ Jenis-Jenis ECL : 1. ECL

Adanya keluaran komplementer menyederhanakan perancangan logika dengan ECL.

Jenis-Jenis ECL :

1. ECL 100K

- Waktu tunda gerbang pada orde 0,75 ns

- disipasi daya kira-kira40 mW/gerbang, untuk DP = 30 pJ.

2. ECL 10K

- Waktu tunda gerbang pada orde 2 ns

- disipasi daya kira-kira 25 mW/gerbang, untuk DP = 50 pJ.

Walaupun DP (Delay-Power Product) pada ECL 10K lebih tinggi daripada pada ECL 100K, ECL 10K lebih mudah digunakan. Hal ini disebabkan oleh waktu naik dan turun dari pulsa masukan dibuat panjang untuk mengurangi ‘crosstalk’ antara saluran sinyal yang berdekatan. ECL disebut juga Current Mode Logic (CML) yang banyak digunakan pada aplikasi VLSI.

Delay-Power Product ialah suatu nilai yang menentukan kefektifan rangkaian logika, semakin kecil DP maka semakin efektif rangkaian logika. Idealnya dalam perancangan sebuah rangkaian logika adalah mempunyai kecepatan tinggi tetapi disipasi daya yang rendah. Tetapi kedua persyaratan ini bertentangan, karena jika disipasi daya diturunkan dengan menurunkan catu tegangan atau catu arus, atau keduanya, ‘current-driving capability’ dari gerbang akan menurun. Hal ini

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 24

disebabkan semakin lama waktu untuk ‘charge’ dan ‘discharge’ pada beban dan kapasitor parasit, sehingga waktu

disebabkan semakin lama waktu untuk ‘charge’ dan ‘discharge’ pada beban dan kapasitor parasit, sehingga waktu tunda propagasi meningkat.

5.5 JENIS TUNDA PROPAGASI

Ada dua jenis tunda propogasi pada transistor: tunda propogasi RENDAH ke TINGGI tON akan Nampak jika masukan positif step mengubah cut-off transistor menjadi ON sehingga menghasilkan keluaran negative step seperti pada Gambar 5.8.

menghasilkan keluaran negative step seperti pada Gambar 5.8. Gambar 5.8 Gambar Tunda propogasi [6]. Jenis lain

Gambar 5.8 Gambar Tunda propogasi [6].

Jenis lain adalah tunda propogasi dari TINGGI ke RENDAH tOFF yang akan muncul pada saat transistor jenuh dimatikan. Nilai tON lebih besar dibandingkan nilah tOFF karena transistor jenuh memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencapai cut-off dibanding transistor cut-off mencapai kondisi jenuh. Masing masing tunda propogasi terdiri dari dua bagian.

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 25

Tunda propogasi t ​ P D ​ nilainya ditentukan dari rata rata t ​ O

Tunda propogasi tPD nilainya ditentukan dari rata rata tON dan

t OFF

tPD

½ (tON + tOFF )…………………………… (5.4)

Tunda propogasi untuk gerbang transistor bipolar dalam orde tON = 7 ndetik dan tOFF = 11 ndetik. Tunda ini akan memperlambat kecepatan pensaklaran. Ada beberapa cara untuk mempertinggi kecepatan pensaklaran transistor.

1.

cara untuk mempertinggi kecepatan pensaklaran transistor. 1. Kapasitor mempercepat ( ​ Speed capasitor ) ​ dapat

Kapasitor mempercepat (Speed capasitor)dapat di hubungkan paralel dengan resistor basis (Gambar 5.9 ) Cara ini merupakan cara yang cukup banyak dipakai dalam untai logika diskrit.

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 26

Gambar 5.9 Penggunan kapasitor pemercepat C ​ S ​ [6]. 2. Dalam untai logika terintergrasi

Gambar 5.9 Penggunan kapasitor pemercepat CS [6].

2. Dalam untai logika terintergrasi ,diode penjepit (clamping diode) D1 dipasang antara terminal basis dan kolektor (Gambar 5.10). Pada saat transistor jenuh, tegangan kolektor VCE(jenuh) = 0.2 V, lebih kecil dibandingkan tegangan dasar 0,7 V jika hal ini terjadi, D1 akan mengambil arus dari basis dan mencegah transistor agar tidak jenuh. D1 biasanya berupa diode barier Schottky berkecepatan tinggi dengan tegangan drop maju sebesar 0,4 V. Transistor Schottky (Gambar 5.11) yang berisi diode penjepit juga dapat digunakan.

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 27

. Gambar 5.10 Penggunaan ​ diode Schottky ​ [1]. TEKNOLOGI LOGIKA Page 28

.

. Gambar 5.10 Penggunaan ​ diode Schottky ​ [1]. TEKNOLOGI LOGIKA Page 28

Gambar 5.10 Penggunaan diode Schottky [1].

. Gambar 5.10 Penggunaan ​ diode Schottky ​ [1]. TEKNOLOGI LOGIKA Page 28

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 28

Gambar 5.11 ​ Transistor Schottky ​ [1]. 3. Tunda Propogasi dapat dipertinggi dengan memperkecil pengaruh

Gambar 5.11 Transistor Schottky [1].

3.

Gambar 5.11 ​ Transistor Schottky ​ [1]. 3. Tunda Propogasi dapat dipertinggi dengan memperkecil pengaruh ​

Tunda Propogasi dapat dipertinggi dengan memperkecil pengaruh stray capacitance, CS, yang berisi interelectrode dan kapasitansi sambungan seperti halnya kapasitansi masukan untuk stage berikutnya. Efek CS, dapat

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 29

dikurangi dengan memperbaiki tata letak dan meminiatursasi, yang merupakan hal penting di dalam pengemasan IC.

dikurangi dengan memperbaiki tata letak dan meminiatursasi, yang merupakan hal penting di dalam pengemasan IC. Efek stray capacitance

juga dapat dikurangi dengan menggunakan totem pole arrangement. CS secara efektif dihubungkan pada keluaran seperti pada Gambar 5.12. Jika transistor menyala, CS secara cepat dilucuti lewat transistor, dan akan

memperbaiki waktu tunda. Tetapi pada saat transistor mati, CS mengisi

transistor bebab RS yang akan memberikan rise time yang cukup panjang. Konstanta waktu CS RS dapat dikurangi dengan memperkecil nilai Rs. Tetapi

hal ini akan mengakibatkan desipasi daya dari transistor akan membesar. Untuk menghindari konsumsi daya yang meningkat, digunakan resistor beban dinamis dalam bentuk transistor dengan hubungan yang disebut susunan totem pole (totem pole arrangement), RS diganti dengan transistor T2 seperti Gambar 5.12. T2 dibuat agar menyala pada saat T1 mati, Stray capacitance CS akan mengisi lewat resistansi rendah pada transistor T2 , sehingga mengurangi rise time, T2 akan mati jika T1 menyala, yang akan menjaga agar waktu pelucutan lewat T1 kecil.

lewat

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 30

Gambar 5.12 Rangkaian ​ Totem-pole ​ [6]. TEKNOLOGI LOGIKA Page 31
Gambar 5.12 Rangkaian ​ Totem-pole ​ [6]. TEKNOLOGI LOGIKA Page 31

Gambar 5.12 Rangkaian Totem-pole [6].

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 31

5.6 RINGKASAN Setelah sebagai berikut, mempelajari bab ini kita dapat menyimpulkan beberapa hal 1. Dua

5.6 RINGKASAN

Setelah

sebagai berikut,

mempelajari

bab ini kita dapat menyimpulkan beberapa hal

1. Dua teknologi dasar dalam IC digital adalah bipolar dan MOSFET (metal oxide semi konduktor field effect transistor). Suatu keluarga digital merupakan komponen yang kompatibel dengan tingkat logika dan catu

tegangan yang sama. Desain yang digunakan pada masalalu adalah DTL yang memakai dioda dan transistor.Desain TTL yang menggunakan transistor saat ini menjadi keluarga yang paling popular dalam serpih SSI dan MSI.,

2. Komponen-komponen logika mempunyai parameter atau sifat dan batasan yang menentukan jenis penggunaan dan aplikasinya. Beberapa parameter di antaranya adalah

- Desipasi daya (power dissipation),

- Fan in,

- Fan out,

- propogasi (propogation delay),

- Kekebalan derau (noise immunity).

3. Dua teknologi dasar dalam industry IC digital adalah bipolar pada suatu serpih (chip), dan yang kedua adalah MOSFET. Teknologi logika

memiliki pembagian dalam tingkat keterpaduan.

- Keterpaduan skala kecil (Small Scale Intergrationatau SSI ),

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 32

- Keterpaduan skala menengah ( ​ Medium Scale Intergration atau ​ MSI), - Keterpaduan skala

- Keterpaduan skala menengah (Medium Scale Intergration atauMSI),

- Keterpaduan skala besar (Large Scale Intergrationatau LSI)

4.

Keterpaduan skala sangat besar (Very Large Scale Intergration atau VLSI) Elemen logika mempunyai dua keadaan: logika 0 dan logika 1. Dalam praktek, terdapat dua tegangan ambang untuk masing-masing aras logika. Ambang logika 1 adalah tegangan atas dimana logika 1 dikenali, dan ambang logika 0 adalah tegangan bawah dimana logika 0 dikenali. Tegangan ambang logika pada saat elemen logika memberikan respons untuk teknologi bipolar (misalnya TTL) adalah :

-

-

Logika 1, ambang = 2 Volt (atau 2,4 Volt dengan batas derau sampai 0,4 Volt)

-

Logika 0, ambang = 0,8 Volt (atau 0,4 Volt dengan batas derau sampai 0,4 Volt),

Dan untuk teknologi MOS (misalnya CMOS)

-

logika 1, ambang = 0,7 X tegangan catu VDD

-

logika 0, ambang = 0,3 X tegangan catu VDD

5. Logika bipolar menggunakan transistor bipolar untuk menghasilkan sejumlah fungsi-fungsi logika. Transistor bipolar dapat digunakan dalam dua cara: mode jenuh dan mode tak jenuh. Bipolar merupakan salah satu teknologi dasar dalam IC digital.

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 33

6. Terdapat dua jenis tunda propogasi pada transistor. Tunda propogasi RENDAH ke TINGGI (t ​

6. Terdapat dua jenis tunda propogasi pada transistor. Tunda propogasi RENDAH ke TINGGI (tON ) akan Nampak jika memasukan positif step mengubah cut-off transistor menjadi ON sehingga menghasilkan keluaran negatif. tunda propogasi dari TINGGI ke RENDAH (tOFF ) yang akan muncul pada saat transistor jenuh dimatikan. Nilai tON lebih besar dibandingkan nilah tOFF karena transistor jenuh memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencapai cut-off dibanding transistor cut-off mencapai kondisi jenuh.

5.7 LATIHAN SOAL

1. Jelaskan arti istilah-istilah berikut: fan-in, fan-out, tegangan ambang, kolektor terbuka, batas derau, sumber arus, dan sinking current.

2. Perkirakan cacah gerbang dari masing-masing famili IC berikut ini :

a) SSI

b) MSI

c) LSI

d) VLSI

3. Sebutkan

Pembagian

teknologi

logika

berdasarkan

tingkat

keterpaduannya!

4. Sebutkan batas ambang untuk logika 0 dan logika 1 pada TTL dan batas ambang untuk logika 0 dan logika 1 pada MOS !

5. Mengapa tunda propogasi TON lebih

6. Sebutkan cara mempertinggi kecepatan pensaklaran transistor?

besar dari TOFF ?

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 34

7. Bagaimana cara menngurangi efek Stray capacitance? 8. Tuliskan nilai-nilai standar untuk setiap istilah berikut

7. Bagaimana cara menngurangi efek Stray capacitance?

8. Tuliskan nilai-nilai standar untuk setiap istilah berikut ini yang merupakan standar pada gerbang logika TTL:

a) Ambang logika 0

b) Ambang logika 1

c) Fan out

d) Fan in

e) Tegangan catu

f) Tunda propogasi

9. Tuliskan famili logika yang sesuai untuk kebutuhan berikut ini:

a) Tegangan catu yang mempunyai range besar dan arus catu rendah

b) Tunda propogasi kurang dari 2,5 ndetik

c) Kecepatan rendah, pengemasan dengan kerapatan sangat tinggi, tegangan catu sangat rendah dan desipasi daya rendah.

d) Aras logika 1 kira-kira 3,5 V dan aras logika 0 kira-kira 0,3 V

dengan catu 5 V.

10. Untai logika akan digunakan untuk peralatan elektronik saku yang dicatu dengan baterei kecil 9 V. untai tersebut akan dijalankan pada frekuensi 100 KHz. Sebutkan famili logika yang sesuai untuk aplikasi di atas, dan berikan nomor serinya

5.8 REFERENSI

[1].Ibrahim, KF. 1996. Teknik Digital.Yogyakarta: Andi

TEKNOLOGI LOGIKA

Page 35