Anda di halaman 1dari 6

RMK

AUDIT SEKTOR PUBLIK

“COSO Based Auditing untuk Sektor Publik ”

Oleh :
Kelompok 14
Andre Wijaya (1502120907)
Iqbal Braja Mukti (1502116376)

Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Riau
2018/2019
Statement of Authorship

Saya/ kami yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa RMK/ makalah/ tugas
terlampir adalah murni hasil pekerjaan saya/ kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain
yang saya/ kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya.

Materi ini tidak/ belum pernah disajikan/ digunakan sebagai bahan untuk makalah/ tugas
pada mata ajaran lain kecuali saya/ kami menyatakan dengan jelas bahwa saya/ kami
menggunakannya.

Saya/ kami memahami bahwa tugas yang saya/ kami kumpulkan ini dapat diperbanyak
dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.

Mata Kuliah : Audit Sektor Publik


Judul RMK/ Makalah/Tugas : Audit sektor publik, peran dan lingkungan audit, isu-
isu relevan dalam audit sektor publik di Indonesia
Tanggal : 23/09/2018
Dosen : Dr. M. Rasuli, SE., M.Si., Ak., CA
Tanda tangan :

Mahasiswa Mahasiswa

( Andre Wijaya 1502120907 ) ( Iqbal Braja Mukti 1502116376 )


Pengertian atau Definisi COSO

COSO kepanjangannya Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission.

Sejarahnya, COSO ini ada kaitannya sama FCPA yang dikeluarkan sama SEC dan US Congress di
tahun 1977 untuk melawan fraud dan korupsi yang marak di Amerika tahun 70-an. Bedanya, kalo
FCPA adalah inisiatif dari eksekutif-legislatif, nah kalo COSO ini lebih merupakan inisiatif dari
sektor swasta.
Sektor swasta ini membentuk ‘National Commission on Fraudulent Financial Reporting’ atau
dikenal juga dengan ‘The Treadway Commission’ di tahun 1985. Komisi ini disponsori oleh 5
professional association yaitu: AICPA, AAA, FEI, IIA, IMA. Tujuan komisi ini adalah melakukan riset
mengenai fraud dalam pelaporan keuangan (fraudulent on financial reporting) dan membuat
rekomendasi2 yang terkait dengannya untuk perusahaan publik, auditor independen, SEC, dan
institusi pendidikan.
Walaupun disponsori sama 5 professional association, tapi pada dasarnya komisi ini bersifat
independen dan orang2 yang duduk di dalamnya berasal dari beragam kalangan: industri, akuntan
publik, Bursa Efek, dan investor. Nama ‘Treadway’ sendiri berasal dari nama ketua pertamanya yaitu
James C. Treadway, Jr.

Komisi ini mengeluarkan report pertamanya pada 1987. Isi reportnya di antaranya adalah
merekomendasikan dibuatnya report komprehensif tentang pengendalian internal (integrated
guidance on internal control). Makanya terus dibentuk COSO, yang kemudian bekerjasama
dengan Coopers & Lybrand (Ehm, kira2 bisa dibilang mbahnya PwC gitu) untuk membuat report itu.
Coopers & Lybrand mengeluarkan report itu pada 1992, dengan perubahan minor pada 1994,
dengan judul ‘Internal Control – Integrated Framework’. Report ini berisi definisi umum internal
control dan membuat framework untuk melakukan penilaian (assessment) dan perbaikan
(improvement) atas internal control. Gunanya report ini salah satunya adalah untuk mengevaluasi
FCPA compliance di suatu perusahaan.

Poin penting dalam report COSO ‘Internal Control – Integrated Framework’ (1992):
Definisi internal control menurut COSO
Suatu proses yang dijalankan oleh dewan direksi, manajemen, dan staff, untuk membuat reasonable
assurance mengenai:
 Efektifitas dan efisiensi operasional
 Reliabilitas pelaporan keuangan
 Kepatuhan atas hukum dan peraturan yang berlaku
Menurut COSO framework, Internal control terdiri dari 5 komponen yang saling
terkait, yaitu:
 Control Environment
 Risk Assessment
 Control Activities
 Information and communication
 Monitoring
Di tahun 2004, COSO mengeluarkan report ‘Enterprise Risk Management – Integrated Framework’,
sebagai pengembangan COSO framework di atas. Dijelaskan ada 8 komponen dalam Enterprise Risk
Management, yaitu:

 Internal Environment
 Objective Setting
 Event Identification
 Risk Assessment
 Risk Response
 Control Activities
 Information and Communication
 Monitoring
Kepanjangan dari COSO adalah Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway
Commission. COSO ini dibuat oleh sektor swasta untuk menghindari tindak korupsi yang sering
terjadi di Amerika pada tahun 1970-an. COSO terdiri atas 5 komponen:
1. Control environment
Tindakan atau kebijakan manajemen yang mencerminkan sikap manajemen puncak secara
keseluruhan dalam pengendalian manajemen. Yang termasuk dalam control environment:
– Integrity and ethical values (integritas dan nilai etika)
– Commitment to competence (komitmen terhadap kompetensi)
– Board of Directors and audit committee (dewan komisaris dan komite audit)
– Management’s philosophy and operating style (filosofi manajemen dan gaya mengelola
operasi)
– Organizational structure (struktur organisasi)
– Human resource policies and procedures (kebijakan sumber daya manusia dan prosedurnya)
2. Risk assessment
Tindakan manajemen untuk mengidentifikasi, menganalisis risiko-risiko yang relevan dalam
penyusunan laporan keuangan dan perusahaan secara umum. Yang termasuk dalam risk
assessment:
– Company-wide objectives (tujuan perusahaan secara keseluruhan)
– Process-level objectives (tujuan di setiap tingkat proses)
– Risk identification and analysis (indentifikasi risiko dan analisisnya)
– Managing change (mengelola perubahan)
3. Control activities
Tindakan-tindakan yang diambil manajemen dalam rangka pengendalian intern. Yang
termasuk control activities:
– Policies and procedures (kebijakan dan prosedur)
– Security (application and network) –> (keamanan dalam hal aplikasi dan jaringan)
– Application change management (manajemen perubahan aplikasi)
– Business continuity or backups (kelangsungan bisnis)
– Outsourcing (memakai tenaga outsourcing)
4. Information and communication
Tindakan untuk mencatat, memproses dan melaporkan transaksi yang sesuai untuk menjaga
akuntablitas. Yang termasuk komponen ini adalah sebagai berikut.

– Quality of information (kualitas informasi)


– Effectiveness of communication (efektivitas komunikasi)
5. Monitoring
Peniilaian terhadap mutu pengendalian internal secara berkelanjutan maupun periodik untuk
memastikan pengendalian internal telah berjalan dan telah dilakukan penyesuian yang diperlukan
sesuai kondisi yang ada. Yang termasuk di dalam komponen ini, yakni:

– On-going monitoring (pengawasan yang terus berlangsung)


– Separate evaluations (evaluasi yang terpisah)
– Reporting deficiencies (melaporkan kekurangan-kekurangan yang terjadi)
DAFTAR PUSTAKA

https://sciencebooth.com/2013/05/21/pengertian-dan-komponen-coso-framework/
https://mukhsonrofi.wordpress.com/2008/10/14/pengertian-atau-definisi-coso/