Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH KONTRASEPSI

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 4

SARMILA (G 701 16 008)

MONALISA DARWIS (G 701 16 188)

ANDINI MUH.NUR (G 701 16 253)

HILZA PRILLA KIAY DEMAK (G 701 14 122)

NI KETUT WARNITI (G 701 16 093)

EKA SUCI SULISTYA (G 701 16 158)

SRI DEVI (G 701 )

NURHAKIKI B (G 701 16 )

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS TADULAKO

PALU

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas berkat dan rahmad-Nya kami
bisa menyelesaikan tugas makalah ini. Bahwasannya makalah ini kami buat untuk
memenuhi tugas mata kuliah selfcare and mediction.
Dalam makalah ini kami membahas tentang kontrasepsi yang merupakan
upaya pencegahan kehamilan yang bersifat sementara atau menetap serta cara
penggunaan kontrasepsi tersebut sehingga kita semua bisa mengambil manfaat
dari isi makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh
dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran untuk
menyempurnakan makalah ini.

Palu , 10 februari 2019

( Penulis )
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................
DAFTAR ISI............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
I.I Latar Belakang.........................................................................................
I.2 Rumusan Masalah...................................................................................
I.3 Tujuan Masalah.......................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
II.1 Definisi Kontrasepsi...................................................................................
II.2 Macam-Macam Metode Kotrasepsi...........................................................
II.3 Cara Kerja Dan Fungsi Dari Penggunaan Kontrasepsi..............................
II.4 Tujuan Dari Kotrasepsi.........................................................................
II.5 Macam-Macam Obat Kontrasepsi..........................................................
BAB III PENUTUP
III.1 KESIMPULAN.................................................................................
III.2 SARAN.............................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
KASUS
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Di Indonesia, tepatnya di masa-masa penjajahan belum ada masyarakat
kita yang mengenal istilah ataupun menggunakan alat kontrasepsi, atau yang
sering kita kenal dengan istilah program KB yaitu program keluarga
berencana. Dahulu, masyarakat kita mengistilahkan “ banyak anak banyak
juga rejeki yang kita dapat “ untuk itu dahulu tiap orang pasti mempunyai
anak yang banyak, lebih dari satu bahkan mencapai sebelas orang dalam satu
keluarga. Maka tidak heran perumpamaan diatas dipakai oleh masyarakat
dahulu, tapi untuk era globalisasi sekarang tidak berfungsi lagi perumpamaan
tersebut.
Sekarang, pemerintah Republik Indonesia mencanangkan program KB dan
penggunaan alat kontrasepsi yang tepat serta aman digunakan oleh masyarakat
pada umumnya. Sedangkan kontrasepsi yaitu upaya pencegahan terhadap
kehamilan yang bersifat sementara ataupun menetap. Adapun kontrsepsi dapat
dilakukan menggunakan alat maupun dengan cara manual/alami yaitu dengan
cara KB kalender yang umum dilakukan oleh masyarakat di daerah pedesaan.
Pemerintah juga mengharapkan kepada masyarakat terutama untuk kaum
perempuan agar mau melakukan program ini, serta peran suami juga sangat
dibutuhkan supaya bekerja sama mencapai program KB dengan dua anak
cukup. Tak luput juga pemakaian alat kontrasepai haruslah steril dan aman
digunakan untuk menghindari adanya efek samping atau bahkan kematian
akibat ketidak cocokkan dalam pemakaian kontrasepsi. Meski alat kontrasepsi
begitu banyak macamnya yang terpenting adalah steril tidaknya alat
tersebut,dan pemasangan alat itupun harus sesuai aturan dokter sebagai ahli
medis.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan kontrasepsi ?
2. Apa macam-macammetode kontrasepsi?
3. Apa Cara kerja dan fungsi dari penggunaan kontrasepsi?
4. Apa tujuan dari kontrasepsi?
5. Apa macam-macam obat kontrasepsi?

1.3 Tujuan Masalah


1. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan kontrasepsi.
2. Menjelaskan macam-macam metode kontrasepsi.
3. Menjelaskan Cara kerja dan fungsi dari penggunaankontrasepsi
4. Menjelaskan tujuan dari kontrasepsi.
5. Menjelaskan macam-macam obat kontrasepsi

BAB II

PEMBAHASAN

II.I.Definisi Kontrasepsi

Kontrasepsi berasal dari kontra yang berarti mencegah atau melawan,sedangkan


kotrasepsi adalah pertemuan anatara sel telur yang matang dan sel sperma yang
menyebakan kehamilan,maksud dari kontra sepsi adalah menghindari atau
mencegahterjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur matang
dengan sel sperma tersebut.(BKKBN,2009).

II.2. Macam-macam Metode Kotrasepsi

a. Metode Kontrasepsi Sederhana

Metode kontrasepsi sederhana terdiri dari 2 yaitu metode kontrasepsi


sederhana tanpa alat dan metode kontrasepsi dengan alat. Metode kontrasepsi
tanpa alat antara lain: Metode Amenorhoe Laktasi (MAL), Couitus Interuptus,
Metode Kalender, Metode Lendir Serviks, Metode Suhu Basal Badan, dan
Simptotermal yaitu perpaduan antara suhu basal dan lendir servik. Sedangkan
metode kontrasepsi sederhana dengan alat yaitu kondom, diafragma, cup
serviks dan spermisida (Handayani, 2010).

b. Metode Kontrasepsi Hormonal

Metode kontrasepsi hormonal pada dasarnya dibagi menjadi 2 yaitu kombinasi


(mengandung hormon progesteron dan estrogen sintetik) dan yang hanya berisi
progesteron saja. Kontrasepsi hormonal kombinasi terdapat pada pil dan
suntikan/injeksi. Sedangkan kontrasepsi hormon yang berisi progesteron
terdapat pada pil, suntik dan implant (Handayani,2010).

c. Metode Kontrasepsi dengan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)

Metode kontrasepsi ini secara garis besar dibagi menjadi 2 yaitu AKDR yang
mengandung hormon sintetik (sintetik progesteron) dan yang tidak
mengandung hormon (Handayani, 2010). AKDR yang mengandung hormon
Progesterone atau Leuonorgestrel yaitu Progestasert (Alza-T dengan daya kerja
1 tahun, LNG-20 mengandung Leuonorgestrel (Hartanto, 2002).

d. Metode Kontrasepsi Mantap

Metode kontrasepsi mantap terdiri dari 2 macam yaitu Metode kontrasepsi


mantap terdiri dari 2 macam yaitu Metode Operatif Wanita (MOW) dan Metode
Operatif Pria (MOP). MOW sering dikenal dengan tubektomi karena prinsip
metode ini adalah memotong atau mengikat saluran tuba/tuba falopii sehingga
mencegah pertemuan antara ovum dan sperma. Sedangkan MOP sering dikenal
dengan nama vasektomi, vasektomi yaitu memotong atau mengikat saluran vas
deferenssehingga cairan sperma tidak dapat keluar atau ejakulasi
(Handayani,2010).

II.3 Cara kerja dan fungsi dari penggunaan kontrasepsi

Cara kerja dan fungsi dari penggunaan kontrasepsi, yaitu adalah :

1. Mengusahakan agar tidak terjadi ovulasi


2. Melumpuhkan sperma.
3. Menghalangi pertemuan sel telur dengan sperma.
4. Untuk mengatur jumlah dan jarak anak yang diinginkan
5. Mencegah kehamilan di luar nikah
6. Mengurangi resiko terjangkit penyakit hubungan seksual

Syarat untuk penggunaan kontrasepsi, yaitu adalah :

1. Aman pemakaiannya dan dipercaya.


2. Efek samping yang merugikan tidak ada.
3. Lama kerjanya dapat diatur menurut keinginan.
4. Tidak mengganggu hubungan persetubuhan.
5. Tidak memerlukan bantuan medik atau control yang ketat selama
pemakaiannya.
6. Cara penggunaannya sederhana.
7. Harganya murah supaya dpt dijangkau masyrakat.
8. Dapat diterima oleh pasangan suami istri

II.4 Tujuan Kontrasepsi

1. Untuk menunda kehamilan


2. Untuk menjarakkan kehamilan
3. Untuk mencegah kehamilan atau kesuburan
II.5 Macam-macam obat kontrasepsi
1. Kontrasepsi Hormonal
A. PIL KB
Dalam satu pil terdapat baik estrogen maupun progesteron sintetik. Pil
diminum setiap hari selama tiga minggu diikuti dengan satu minggu
tanpa pil atau plasebo. Estrogennya adalah etinil estradiol atau
mestranol dalam dosis 0,05; 0,08 ; 0,1 mg pertablet. Progestinnya
bervariasi.

Jenis Pil KB antara lain adalah :


1. MONOFASIK
Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon
aktif estrogen/progestin dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet
tanpa hormon aktif.
Contohnya : MICROGYNON
Komposisi : 21 tablet masing-masing mengandung 0.15 mg
Levonorgestrel dan 0.03 mg Etinilestradiol serta 7
tablet plasebo.
Dosis : Tiap hari 1 tablet mulai hari pertama haid, tablet
pertama diambil dari bagian bungkus berwarna
merah/biru disesuaikan dengan harinya.

Caranya : Satu tablet diminum tiap hari selama 28 hari


berturut-turut. Kemasan berikutnya dimulai setelah tablet pada
kemasan sebelumnya habis. Tidak menggunakan
kontrasepsi hormon sebelumnya (pada bulan yang
lalu). Pemakaian tablet harus dimulai pada hari ke-
1 dari siklus alami wanita (yaitu hari pertama
menstruasi) dimulai dari bidang biru dari kemasan
dan pilih tablet sesuai dengan harinya (seperti
"Sen" untuk Senin). Mulai pada hari ke 2-5
diperbotehkan, akan tetapi selama siklus pertama
dianjur¬kan untuk menggunakan metoda
pencegahan tambahan selama 7 hari pertama
minum tablet.

2. BIFASIK
Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon
aktif estrogen/progestin dalam dua dosuis yang berbeda, dengan 7
tablet tanpa hormon aktif.
Contohnya : CLIMEN
Komposisi : Terdiri dari 16 tablet putih berisi estradiol valerate
2 mg dan 12 tablet pink berisi estradiol valerate 2
mg dan cyproterone acetate 1 mg.
Dosis : Wanita yang masih menstruasi, dimulai pada awal
menstruasi. Wanita yang menstruasinya tidak
teratur dapat dimulai kapan saja asal tidak hamil.
Tablet putih 1x sehari selama 16 hari diikuti tablet
merah muda 1x sehari selama 12 hari.
Caranya : Minumkan tablet putih satu kali sehari selama 16 hari
dilanjutkan dengan tablet pink satu kali sehari
hingga habis.

3. TRIFASIK
Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon
aktif estrogen/progestin dalam 3 dosis yang berbeda, dengan 7
tablet tanpa hormon aktif.
Contohnya : TRINORDIOL
Komposisi : Tiap kemasan Trinordiol*-28 berisi 28 tablet.
Tablet-tablet ini disusun dalam kemasan menurut urutan sebagai
berikut: 6 tablet kuning tua dari 0.03 mg
etinilestradiol dan 0.05 mg levonorgestrel, 5 tablet
putih dari 0.04 mg etinilestradiol dan 0.075 mg
levonorgestrel, 10 tablet kuning dari 0.03 mg
etinilestradiol dan 0.125 mg levonorgestrel, 7 tablet
innert merah dari 31.835 mg laktosa.
Dosis : 1 tablet sebelum tidur setiap hari
Caranya : Satu tablet sehari untuk 28 hari berturut-turut
dalam urutan yang tepat seperti diuraikan di atas. Tablet-tablet
diminum terus menerus tanpa dihentikan. Segera
setelah satu kemasan habis, mulailah dengan
kemasan yang baru dan diminum seperti diuraikan
di atas. Dianjurkan tablet Trinordiol*-28 diminum
setiap hari pada waktu yang sama, sebaiknya
setelah makan atau pada waktu mau tidur. Bila
pemakai merasa mual, sebaiknya tablet diminum
dengan susu.

Siklus pertama :Selama pemakaian siklus pertama, pasien dianjurkan


meminum satu tablet setiap hari selama 28 hari
berturut-turut, dimulai dari hari pertama dari siklus
haid (hari kesatu datangnya haid adalah hari
pertama). Perdarahan akan terjadi sebelum tablet
Trinordiol*-28terakhir diminum.

Siklus Lanjutan :
Pemakai hendaknya segera mulai kemasan
berikutnya walaupun perdarahan masih
berlangsung. Tiap 28 hari penggunaan Trinordiol*-
28 dimulai pada hari yang samaseperti pada
pemakaian pertama kalinya pada bagian foil
berwarna merah dan mengikuti jadual yang sama.
Meskipun terjadinya kehamilan sangat kecilbila
tablet digunakan sesuai petunjuk bila perdarahan
tidak terjadi setelah tablet terakhir diminum,
kemungkinan hamil harus dipertimbangkan. Bila
pasien tidak menuruti cara penggunaan yang tertera
(lupa satu atau lebih tablet atau mulai minum tablet
yang terlupa pada hari terlambat daripada
seharusnya) kemungkinan hamil harus
dipertimbangkan pada saat tidak terjadi haid dan
dilakukan cara-cara dianostik yang tepat sebelum
pengobatan dilanjutkan.
B. Suntikan Kombinasi
Jenis suntikan kombinasi adalah 25 mg Depo medroksiprogesteron
asetat dan 5 mg Estradiol Sipionat yang diberikan injeksi IM sebulan
sekali, dan 50 mg Noretindron Enantat dan 5 mg Estradiol Valerat yang
diberikan injeksi IM. Sangat efektif 0,1-0,4 kehamilan per 100 perempuan
selama tahun pertama penggunaan. Secara umum mekanisme kerjanya
adalah menekan ovulasi, mengentalkan lendir serviks, atrofi endometrium,
dan Menghambat transportasi ovum lewat tuba.
2. Kontrasepsi Implant
a. Jenis
- Norplant.
Terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan panjang 3,4
cm, diameter 3,4 mm, yang diisi dengan 36 mg. Levonorgestrel dan
lama kerjanya 5 tahun.
- Implanon.
Terdiri dari satu batang putih lentur dengan panjang kira-kira 4 mm,
dan diameter 2 mm yang diisi dengan 68 mg 3-keto-dosegestrel dan
lamam kerjanya 3 tahun.
- Jadena dan Indoplan.
Terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 mg. Levonorgestrel dengan
lamam kerja 3 tahun.
b. Cara kerja
Secara umum bekerja dengan menekan ovulasi, Mengentalkan
lendir serviks, Atrofi endometrium, dan menghambat transportasi ovum
lewat tuba. Efektivitas sangat efektif 0,2-1 kehamilan per 100 perempuan.
3. Kontrasepsi Sterilisasi
Mengikat sel indung telur pada wanita (tubektomi) atau testis pada pria
(vasektomi).
Kerugian : Menyebabkan infeksi dan komplikasi akibat pembedahan
dan kemungkinan kehamilan di luar kandungan.
Efek Samping : rasa nyeri di lokasi operasi
1. Kontrasepsi Teknik
a. Coitus Interruptus (Senggama terputus) : ejakulasi dilakukan di luar
Vagina
Efek samping : penyakit ginekologik, neurologist kejiwaan
(neurasteni, keluhatan prostat.
b. Sistem kalender (Pantang berkala) : tidak melakukan senggama pada
masa subur.
c. Prolonged lactation/menyusui : selama 3 bulan setelah melahirkan.
Kelemahan : Ketika ibu menyusui < 6 jam/hari, kemungkinan terjadi
kehamilan cukup besar

2. Kontrasepsi Mekanik
a. Kondom
Kondom merupakan selaput/selubung/sarung karet yang dapat
terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet), plastik (vinil),
atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis salama
hubungan seksual. Kondom terbuat dari karet sintetis yang tipis,
berbentuk silinder, dengan muaranya berpinggir tebal, yang bila
digulung berbentuk rata atau berbentuk puting susu. Kondom dibuat
dalam berbagai variasi baik dari segi bentuk, warna, pelumas,
ketebalan, maupun bahan pembuatnya. Kondom dapat digunakan
bersamaan dengan alat kontrasepsi lain. Selain itu, kondom juga
membantu mencegah penularan penyakit menular seksual, termasuk
AIDS. Efektif 75-80%. Terbuat dari latex, ada kondom untuk pria
maupun wanita serta berfungsi sebagai pemblokir / barrier sperma.
Kegagalan pada umumnya karena kondom tidak dipasang sejak
permulaan senggama atau terlambat menarik penis setelah ejakulasi
sehingga kondom terlepas dan cairan sperma tumpah di dalam vagina.

Dimana mekanisme kerja dari penggunaan kondom adalah


untuk menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan
cara mengemas sperma di ujung selubung karet yang dipasang pada
penis sehingga sperma tersebut tidak tercurah pada saluran reproduksi
wanita. Selain itu, kondom juga mencegah penularan mikroorganisme
dari satu pasangan ke pasangan lain.

Efektifitas dari penggunaan kondom cukup efektif bila dipakai


secara benar pada setiap kali berhubungan seksual. Pada beberapa
pasangan, pemakaian kondom menjadi tidak efektif karena tidak
konsisten dalam pemakaian. Secara ilmiah didapatkan hanya sedikit
angka kegagalan kondom yaitu 2-12 kehamilan per 100 perempuan
per tahun.

Manfaat atau kelebihan dari penggunaan kondom antara lain


adalah ;

1. Efektif bila digunakan dengan benar


2. Tidak mengganggu produksi ASI
3. Tidak mengganggu kesehatan klien
4. Tidak memiliki pengaruh sistemik
5. Murah dan dapat dibeli secara umum
6. Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus
7. Dapat digunakan sebagai metoda kontrasepsi sementara.

Kerugian atau kekurangan dari penggunaan kondom antara lain adalah


:
1. Efektifitas tidak terlalu tinggi
2. Cara penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan
3. Agak mengganggu hubungan seksual karena mengurangi sentuhan
langsung
4. Pada beberapa klien menyebabkan kesulitan untuk
mempertahankan ereksi
5. Harus selalu tersedia setiap klai berhubungan seksual
6. Beberapa klien malu untuk membeli kondom di tempat umum
7. Pembuangan kondom bekas dapat menimbulkan masalah limbah

b. Femindom
Alat ini seperti kondom, tapi dipakai oleh perempuan.
Bentuknya seperti topi yang menutupi mulut rahim. Terbuat dari bahan
karet dan agak tebal. Fungsinya sama dengan kondom laki-laki, tapi
ukurannya lebih besar. Bentuknya elastis dan fleksibel sehingga dapat
mengikuti kontur vagina, selain itu juga bisa dipakai beberapa jam
sebelum melakukan hubungan seksual.

c. Spermisida
Merupakan bahan kimia yang digunakan untuk menonaktifkan atau
membunuh sperma.
Bentuknya : Aerosol (busa), tablet vaginal, suppositoria, dan
krim.
Efek Samping : Menyebabkan alergi
Cara kerja : Spermisida menyebabkan sel membran sperma
terpecah, memperlambat gerakan sperma, dan
menurunkan kemampuan sperma untuk membuahi
sel telur

d. Vaginal Diafragma
Merupakan kap berbentuk bulat cembung, terbuat dari lateks yang
diinersikan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual dan
menutup serviks.
Jenisnya : Flat spring (flat metal band), coil spring ( coiled wire),
arching spring (kombinasi metal spring)
Cara Kerja : menaham sperma agar tidak mendapat akses mencapai
alat reproduksi bagian atas (uterus & tuba falopi) dan sebagai alat
tempat spermisida.

e. AKDR dengan progestin


AKDR atau IUD (Intra Uterine Device) bagi banyak kaum
wanita merupakan alat kontrasepsi yang terbaik. Alat ini sangat efektif
dan tidak perlu diingat setiap hari seperti halnya pil. Bagi ibu yang
menyusui, AKDR tidak akan mempengaruhi isi, kelancaran ataupun
kadar air susu ibu (ASI). Namun, ada wanita yang ternyata belum
dapat menggunakan sarana kontrasepsi ini. Karena itu, setiap calon
pemakai AKDR perlu memperoleh informasi yang lengkap tentang
seluk-beluk alat kontrasepsi ini. Ada berbagai macam AKDR antara
lain adalah :
1. Copper-T
AKDR berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelen di mana pada
bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus. Lilitan kawat
tembaga halus ini mempunyai efek antifertilisasi (anti pembuahan)
yang cukup baik.
2. Copper-7
AKDR ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan
pemasangan. Jenis ini mempunyai ukuran diameter batang vertikal 32
mm dan ditambahkan gulungan kawat tembaga (Cu) yang mempunyai
luas permukaan 200 mm2, fungsinya sama seperti halnya lilitan
tembaga halus pada jenis Coper-T.
3. Multi Load
KDR ini terbuat dari dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri
dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel. Panjangnya dari ujung atas
ke bawah 3,6 cm. Batangnya diberi gulungan kawat tembaga dengan
luas permukaan 250 mm2 atau 375 mm2 untuk menambah efektivitas.
Ada 3 ukuran multi load, yaitu standar, small (kecil), dan mini.
4. Lippers Loop
KDR ini terbuat dari dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri
dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel. Panjangnya dari ujung atas
ke bawah 3,6 cm. Batangnya diberi gulungan kawat tembaga dengan
luas permukaan 250 mm2 atau 375 mm2 untuk menambah efektivitas.
Ada 3 ukuran multi load, yaitu standar, small (kecil), dan mini.

Keuntungan penggunaan AKDR atau IUD (Intra Uterine Device)


antara lain adalah :

- Cocok untuk mencegah kehamilan atau menjarangkan kehamilan


dalam jangka panjang.
- Tidak terpengaruh "faktor lupa" dari pemakai (misalnya PIL).
- Tidak mengganggu hubungan suami istri.
- Tidak ada efek samping hormonal.
- Tidak mengganggu laktasi (menyusui).
- Tidak berinteraksi dengan obat-obatan.
- Meningkatkan kenyamanan hubungan suami-istri karena rasa aman
terhadap risiko kehamilan.
- Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau keguguran.
- Kesuburan cepat kembali setelah IUD dicabut / dibuka • Efek
sampingnya terhadap siklus haid (menstruasi) sering
"mengejutkan", namun tidak berbahaya dan bukan tanda
kelainan/penyakit ; perubahan pola haid biasanya pada tiga bulan
pertama pemakaian.
- Haid menjadi lebih lama dan lebih banyak.
- Perdarahan bercak (spotting) diantara siklus haid.
- Siklus menjadi lebih pendek.
- Kadang-kadang nyeri haid lebih dari biasanya.
- Perlu tenaga terlatih untuk memasang dan membukanya.
- Perlu follow up (kontrol/kunjungan berkala) untuk evaluasi

Kerugian yang mungkin dirasakan akibat dari penggunaan AKDR


atau IUD (Intra Uterine Device) antara lain adalah setelah pemasangan
dapat terjadi rasa sakit perut/kram; dapat dihindarkan dengan konseling,
relaksasi dan persiapan pemasangan yang baik, perdarahan segera setelah
pemasangan; dapat berlangsung 3-5 hari
BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan
1. Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah kehamilan yang bersifat sementara
ataupun menetap.Kontasepsi ditujukan untuk wanita dengan tujuan agar tidak
mempunyai anak lebih dari 2 sesuai dengan program KB yang dicanangkan oleh
pemerintah.
2. Tujuan penggunaan kontrsepsi, yaitu :
a. Menunda kehamilan. Pasangan dengan istri berusia dibawah 20 tahun
dianjurkan menunda kehamilannya.
b. Menjarangkan kehamilan (mengatur kesuburan). Masa saat istri
berusia 20-30 tahun adalah yang paling baik untuk melahirkan 2 anak
dengan jarak kelahiran 3-4 tahun.
c. Mengakhiri kesuburan (tidak ingin hamil lagi). Saat usia diatas 30
tahun, dianjurkan untuk mengakhiri kesuburan setelah mempunyai 2
anak.

III.2Saran
Dalam pembuatan makalah ini penulis menyadari bahwa pembuatan
makalah ini masih jauh dari sempurnaan ,untuk itu kritik dan saran yang bersifat
membangun sangat dibutuhkan demi kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA

Alodokter.MemilihAlatKontrasepsi. Diaksestanggal 04 Mei 2017.Dari


http://www.alodokter.com/memilih-alat-kontrasepsi.

Anonim.BukuPanduan Program
KeluargaBerencana.KerjasamaYayanKusumaBuanadengan
Profit/USAID. 1994

Manjoer, Arif, dkk. KapitaSelektaKedokteranEdisiKetigaJilid 1. Jakarta : Media


Aesculapius FKUI Jakarta. 2001

Musdalifah, Mukhsen Sarake, Rahma. Faktor Yang Berhubungan Dengan


Pemilihan Kontrasepsi Hormonal Pasutri Di Wilayah Kerja Puskesmas
Lampa Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang 2013. Makasar :
Bagian Biostatistik/KKB Fakultas Kesehatan Masyarakat UNHAS. 2013.

Nugroho, AryandhitoWidhi. AlihbahasaolehIndriani K.


Sumadikarya.RekomendasiPraktikPilihanuntukPenggunaKontrasepsiEdisi
Kedua.Jakarta :PenerbitBukuKedokteran. 2009

TerapiJanin. Pil KB (Kontrasepsi Oral). Diaksestanggal 04 Mei 2017. Dari


http://www.terapijanin.com/pil-kb-kontrasepsi-oral.htm

Wahyuningsih, Merry. 2015. TragediMeninggalnyaGadisMudaAkibatMinumPil


KB. Jakarta : CNN Indonesia. DiaksesTanggal 05 Mei 2017. Dari
http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150526104535-255-
55689/tragedi-meninggalnya-gadis-muda-akibat-minum-pil-kb/
KASUS

PEMAKAIAN SALAH KONTRASEPSI

1. Ini salah satu contoh bagaimana penggunaan kondom yang tak benar dapat
menyebabkan risiko infeksi. Ketika seorang pria melakukan hubungan
seks, segera setelah ejakulasi atau segera setelah ia mulai kehilangan
ereksinya, dia harus mundur, memegang pangkal kondom saat ia menarik
penis dari kemaluan pasangan.
Jika dia tidak, kondom dapat tetap tertinggal di dalam vagina pasangannya.
Hal ini dapat terjadi selama hubungan seksual baik vaginal maupun anal.
Kondisi ini bisa berisiko menimbulkan kehamilan, HIV dan infeksi
menular seksual lainnya.
2. Kondom masuk ke saluran pernapasan
Pada tahun 2004, seorang wanita 27 tahun dilaporkan mengalami batuk
terus-menerus, dahak dan demam selama 6 bulan. Kendati diobati dengan
menggunakan antibiotik dan anti-TB (tuberkulosis), gejala tidak juga
membaik.
Rontgen dada dilakukan dan hasilnya menunjukkan adaserpihan non-
homogen pada lobus kanan atas. Videobronchoscopy mengungkapkan
adanya kondom. Dokter yakin kondom tersebut tidak sengaja masuk ke
saluran pernapasan selama oral seks.

PENYALAHGUNAAN KONTRASEPSI

3. Tragedi meninggalnya gadis muda akibat minum pil KB


Fallan Kurek pingsan di tangga rumahnya di Tamworth, Staffordshire,
Inggris, setelah muntah-muntah dan tubuh membiru akibat sesak napas.
Paramedis bergegas datang dan membawanya ke Good Hope Hospital di
Sutton Coldfield, West Midlands.
Sayangnya, setelah tiga hari menjalani perawatan intensif, Kurek
mengalami mati otak dan meninggal beberapa jam kemudian pada 14 mei
2015.
Penyebab kematian adalah emboli (gelembung udara) pada paru-paru atau
dikenal dengan pulmonary embolism, yaitu penyumbatan di arteri paru-
paru yang merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari jantung
ke paru-paru. Penyumbatan yang biasanya berupa bekuan darag tersebut
berpotensi mengancam kehidupan karena dapat mencegah darah mencapai
paru-paru Dokter mengatakan, klain orang tuanya, kondisi tersebut
disebabkan oleh pil kontrasepsi yang telah dikonsumsinya selama
25 hari.