Anda di halaman 1dari 12

Konsep moist (lembap)

Konsep lembap pertama kali diperkenalkan oleh Gilge dalam

penelitiannya tahun 1948 kemudian dipopulerkan oleh George D. Winter tahun

1962 dengan hasil penelitian luka yang dirawat secara tertutup lebih cepat sembuh

dibandingkan luka terbuka. Modern dressing atau balutan luka modern adalah

suatu bahan untuk menutupi luka yang menggunakan konsep moist atau lembap.

Konsep lembap yang digunakan bertujuna untuk mempercepat proses fibrinolisis,

pembentukann kapiler pembuluh darah baru (angiogenesis), menurunkan infeksi,

mempercepat pembentukan sel aktif (neutrofil, monosit, makrofag dan lainnya),

dan pembentukan factor-faktor pertumbuhan. Perawatan luka tertutup

menciptakan suasana lingkungan luka menjadi lembap, sehingga proses

penyembuhan luka 2-3 kali lebih cepat daripada perawatan luka terbuka atau

kering. Selain itu, perawatan luka yang terbuka atau kering (konvensional) dapat

menyebabkan granulasi, dan ketidaknyamanan atau nyeri.

Tujuan pemilihan balutan luka

Pemilihan balutan luka harus disesuaikan dengan kondisi luka dan

kebutuhan setiap individu. Tujuan paling utama dari pemilihan balutan adalah

menciptakan lingkungan luka lembap untuk mendukung proses penyembuhan

luka. Penyembuhan dengan konsep lembap menjadi standar perawatan pada klien

dengan suplai sirkulasiyang adekuat agar menghasilkan jaringan granulasi,

epitalisasi dan penyembuhan yang matang.


Balutan modern dangan konsep lembap memiliki banyak variasi sehingga

pengetahuan terkait produk balutan modern dan ketrampilan dalam

mengaplikasikannya sangant diperlukan dalam praktik perawatan luka. Tidak ada

balutan yang cocok untuk setiap luka dan setiap individu yang artinya balutan

tidak sama pada setiap proses perkembangan luka ditiap individu. Oleh karena itu,

perlu dipahami tentang pengkajian luka holistic dan fisiologi penyembuhan luka

serta kategori bahan dari balutan sebagai dasar dalam perawatan luka. Adapun

tujuan pemilihan balutan berdasarkan hasil pengkajian holistic, yaitu:

1. Mencuptakan lingkungan luka lembap

2. Menghilangkan jaringan mati

3. Mencegah dan mengontrol infeksi

4. Mengelola eksudat

5. Mencegah dan mengontro perdarahan

6. Mencegah dan mengontrol bau

7. Mengurangi nyeri dan memberikan kenyamanan

8. Melindungi luka dan kulit sekitarnya

9. Mempertahankan suhu luka optimal

Balutan luka ideal

Balutan luka ideal adalah suatu bahan yang digunakan untuk menutupi luka

sehingga dapat menciptakan lingkungan luka menjadi lembap dan mendukung

proses penyembuhan luka berlangsung cepat serta komplikasi lebih lanjut


dapat dicegah seperti infeksi dan amputasi. Berikut ini bebeerapa karakteristik

dari balutan luka ideal :

1. Menyerap dan mengelola eksudat

2. Memberikan pertukaran gas

3. Menciptakan lingkungan luka lembap

4. Mencegah trauma

5. Tidak menyebabkan alergi dan toksik

6. Mudah dibuka dan nyaman

7. Mudah digunakan dan terjangkau

Jenis balutan luka dan cara pemilihan

Balutan modern untuk luka secara umum dibagi menjadi dua jenis, yaitu

balutan primer (primary dressing) dan balutan sekunder (secondary dressing).

Balutan primer adalah balutan yang menutupi dasar luka atau menyetuh langsung

dasaar luka, sedangkan balutan sekunder adalah balutan yang menutupi balutan

primer untuk mempertahankan posisinya.

Berikut ini merupakan prinsip-prinsip dalam perawatan luka (CARE):

1. C (choose proper cleansing agent)

Pemilihan agen cuci luka yang tepat bertujuan menghilangkan bakteri,

kotoran atau debris pada luka, menghilangkan bau, memudahkan untuk

pengkajian luka, memberikan rasa nyaman, dan mendukung dalam

proses penyembuhan luka. Larutan cuci luka yang lazim digunakan

adalah normal salin (NaCl 0,9%) yang notabenenya merupakan larutan


isotonis atau fisiologis dan aman bagi jaringan tubuh. Larutan cuci

luka yang kini dikembangkan berbasis antiseptic gentle yang

digunakan pada luka yang berisiko infeksi. Larutan dengan antiseptic

gentle diantaranya mengandung polyhexanide atau polyhexamethylene

biguanida (PHMB), octenidine, dan phenoxyethanol. Di sisi lain, ada

beberapa cairan cuci luka yang perlu dipetimbangkan untuk digunakan

terbatas karena dapat menghambat proses penyembuhan luka sebagai

berikut :

a. Iodine povidine, larutan antimicrobial dengan spectrum luas

yang menyebabkan iritasi local pada kulit sekitar luka.

b. Perhidrol (hydrogen peroxide), merusak sel yang sehat dan

jaringan granulasi.

c. Alcohol, menyebabkan sitotoksik pada sel sehat dan jaringan

granulasi serta menimbulkan efek nyeri atau ketidaknyamanan.

d. Acridine lactate 0,1%, bersifat bakteristatik terhadap gram

positif. Warnanya kuning jika melekat pada luka dan kulit

sekitarnya akan mengganggu proses pengkajian.

2. A (assess wound and necessity)

Kaji luka dan kebutuhannya setelah pencucian luka akan lebih

memudahkan. Hasil pengkajian secara holistic digunakan untuk

menyusun rencana perawatan luka yang efektif dan efisien, seperti

perlu tidaknya penutupan tepi luka pada luka akut menggunakan teknik

suture atau jahitan menggunakan benang, steples, plester, atau lem.


Pada luka kronis dikaji kebutuhan untuk menghilangkan jaringan tidak

sehat seperti slough dan nekrotik sebagai pertimbangan perlu tidaknya

debridement.

3. R (review the need of debridement)

Mereview kebutuhan debridement untuk menghilangkan jaringan tidak

sehat. Rencana debridemen yang dapat dilakukan antara lain surgical,

enzimatik atau kimawi, mekanikal, bilogikal dan autolitik

debridement. Autolitik debridement adalah salah satu debridemen yang

paling sering digunakan, mudah dilakukan, terjangkau, aman, dan

efektif.

4. E (exact wound dressing choice)

Memilih balutan luka yang tepat sangat mudah dilakukan jika kita

dapat mengkaji luka secara akurat dan mengetahui bahan dasar serta

fungsi yang terkandung dalam balutan tersebut. Ada tiga pertimbangan

penting dalam memilih balutan yang tepat:

a. Balutan yang dapat menciptakan dan mempertahankan lingkungan

luka lembap

b. Pilihlah balutan sesuai tujuannya, antara lain untuk menghilangkan

jaringan tidak sehat, mengontrol infeksi, mengelola eksudat,

meningkatkan granulasidan epitalisasi serta melindungi luka dan

pinggiran luka.

c. Biaya yang terjangkau dan efektif


Fungsi modern dressing

Berdasarkan fungsi dan tujuaannya, balutan luka modern dapat

dikategorikan menjadi lima kategori (Type of A5 wound dressing), yaitu:

1. Autolysis debridement dressing (A1)

Balutan luka modern tipe A1 ini berfungsi untuk mendukung tubuh

secara otomatis menggunakan enzim proteolitiknya untuk

menghilangkan jaringan mati dengan hidrogel. Balutan dengan

hidrogel ini juga mampu merehidrasi luka dan mempercepat fase

inflamasi.

2. Antimicrobial dressing (A2)

Balutan yang mengandung bahan aktif antimikroba, meliputi

antiniotik, antiseptic, dan desinfeksi berfungsi untuk mengatasi atau

mengontrol infeksi dengan cara membunuh bakteri atau mencegah

multiplikasi mikroorganisme. Beberapa balutan antimikroba dan

fungsinya dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Balutan silver

Mengadnung ion silver yang dapat membunuh bakteri gram positif

dan negative termasuk MRSA (methicillin-resistant staphylococcus

aureus). Balutan ini paling sering digunakan akan tetapi tidak

boleh lebih dari dua pecan untuk mencegah resistensi dan perlu

dipantau adanya alergi.

b. Balutan cadexomer iodine


Cadexomer iodine melepaskan iodine ketika kontak dengan cairan

eksudat, namun tidak diserap secara sistemik dan juga tidak toksik

terhadap sel fibroblast serta tidak merusak struktur sel.

c. Balutan polyhexamethylene biguanida (PHMB)

Salah satu bahan aktif antimicrobial yang disatukan dengan bahan

katun atau gauze yang dapat menyerap eksudat hingga pada luka

terinfeksi sedang. Mekanisme kerja PHMB ini adalah dengan

menghambat metabolism sel bakteri dan merusak membrane

phospholipid bakteri.

d. Balutan dialkycarbamoyl chloride (DACC)

Balutan hidrofobik (anti air) ini berfungsi untuk menyerap bakteri

atau mikroorganisme pada luka, akan tetapi tidak dengan

eksudatnya. DACC tidak dianjurkan dikombinasikan dengan

minyak atau krim karena akan menghambat kerja hidropobik.

3. Absorpsi eksudat dan bau (A3)

Tipe balutan A3 diuraikan sebagai berikut:

a. Non adeheren gauze

Kasa non adesif ini mengandung katun atau polyster fiber yang

dikombinasikan dengan perforated polyster film berfungsi

memiliki daya serap sedang terhadap eksudat dan

menyebabkan balutan tidak menempel dengan luka.

b. Hidrokoloid
Kandungannya adalah carboxylmethyl cellulose (CMC) dan

gelatin. Kedua kandungan ini membuat balutan memiliki daya

serap sedang terhadap eksudat, lingkungan luka lembap,

mengatasi inflamasi, dan melindinugi luka yang terepitalisasi

dari trauma fisik, kimiawi maupun termal.

c. Alginate

Balutan ini tidak dapat digunakan pada luka dengan eksudat

sedikit dan eskar yang menutupi luka karena akan sangat

melekat pada luka. Alginate berfungsi untuk menghentikan

pendarahn minor sebab memiliki daya serap hingga 20 kali

beratnya.

d. Hidrofiber

Carboxylmethyl cellulose (CMC) 100% terkandung dalam

balutan hidrofiber dapat mencegah terjadinya maserasi pada

pinggiran luka, mengontrol pertumbuhan bakteri, dan jika

dikombinasikan dengan silver maka dapat membunuuh bakteri

dan mengatasi infeksi.

e. Foam

Kandungan polyurethane foam pada balutan foam berfungsi

meningkatkan daya serap balutan terhadarp eksudat dari sedang

hingga sangat banyak, mengurangi tekanan, mengatasi

hipergranulasi, dan melindungi luka dari trauma.

f. Gamgee
Balutan yang terdiri dari hydrophilic gauze dan cotton wool

atau polyethylene dan rayon/cellulose ini mampu menyerap

sedikit hingga sangat banyak eksudat, mengurangi tekanan, dan

mencegah trauma jarigan. Balutan ini digunakan sebagai

balutan sekunder.

g. Charcoal active

Bahan aktif charcoal dapat mengelola bau, menyerap bakteri,

mencegah bakteri mengeluarkan racun, asam lemak dan amino

ke jaringan, jika dikombinasikan dengan silver dan foam akan

mampu membunuh bakteri dan menyerap lebih banyak

eksudat. Balutan ini sangat baik digunakan pada luka terinfeksi

dan terkontaminasi.

4. Mempercepat granulasi

Balutan tipe A4 memiliki fungsi untuk menstimulasi pembentukan

granulasi dan mempercepat proses epitelisasi. Beberapa zat aktif yang

dapat membantu dalam memicu pembentukan granulasi dan epitelisasi

antara lain kolagen dan madu. Kolagen adalah bahan aktif yang berada

di the extracellular matrix (ECM) yang berperan dalam pembentukan

kapiler dan jaringan baru (Hochstein dan Bhatia,2014). Madu juga

merupakansalah satu bahan balutan yang banyak mengandung

berbagai nutrisi yang membantu meningkatkan granulasi mempercepat

pembentukan epitelisasi.

5. Menghindari trauma
Balutan tipe A5 adalah balutan yang mampu melindungi luka, baik itu

jaringan granulasi dan epitel yang baru tumbuh serta kulit sekitar luka.

Berikut beberapa bahan balutan yang termasuk dalam kategori A5

yang melindungi luka dari trauma:

a. Silikon

Bahan balutan ini mengandung silikon yang mampu mencegah

trauma pada jaringan granulasi. Silikon dapat berbentuk

lembaran dan spray. Balutan silikon tidak dapat menyerap

eksudat kecuali dikombinasi dengan bahan balutan lainnya

seperti foam. Fungsi lain dari silikon yaitu mengurangi friksi,

gesekan, maserasi dan mengurangi nyeri saat penggantian

balutan.produk yang mengandung silokon antara lain; cutumed

siltec,mepitel, dan lain-lain.

b. Transparan film

Bahan balutan mengandung polyurethane film yang berfungsi

menurunkan inflamasi, mendukung pertukaran gas dalam

lingkungan luka, mengurangi nyeri dan melindungi luka dari

trauma fisik, kimiawi dan termal. Bentuk balutan transparan

film dapat berupa lembaran dan spray. Contoh produknya

adalah tegaderm film, hydrofilm, mepore film, dan lainnya.

c. Tulle grass

Bahan balutan tulle grass mengandung katun atau cotton fabric

yang dikombinasi (impregnated) dengan parafin atau


antimikrobial (silver,chlorexidine, neomicin dan lainnya).

Tulle grass untuk melindungi luka dari trauma dan pascabedah

untuk melindungi luka dari trauma fisik dan kimiawi serta

memberikan lingkungan luka yang moist.balutan tulle grass

berbentuk lembaran dan contoh produknya antara lain

bectigrass, cuticell, sufratulle, dan lainnya.

d. Polymer

Balutan ini mengandung bahan utama acrylate terpolymer dan

bahan lainnya seperti hexamethyldisiloxane, isooctane dan

polyphenylmethylsiloxane. Polimet dapat melindungi kulit

yang masih utuh atau rusak dari iritasi oleh urin, cairan luka,

perekat, gesekan dan geseran. Berfungsi sebagai pelindung dan

anti air. Jaringan epitel yang telah menutupi luka dan kulit

sekitar luka yangterpasang plester dapat diberikan polymer

sebagai pelindung. Bentuk balutan berupa cairan dengan foam

aplikator, krim dan spray. Nama produk yang mengandung

polymer adalah Cavilon No Sting Barrier Film.

Kriteria penggantian dressing

Penggantian balutan dapat dilakukan 2-3 hari maksimal 7 hari

sesuai dengan kondisi luka terutama output dari cairan luka.

Pada umumnya, kriteria waktu balutan luka harus segera

diganti sebagai berikut:


a. Balutan tidak mampu menahan eksudat ditandaieksudat keluar

atau merembes atau terlihat dari luar balutan.

b. Klien merasakan ketidaknyamanan.

c. Balutan berbau dan ada tanda infeksi seperti rasa panas pada

luka dan suhu tubuh meningkat.

d. Balutan rusak seperti terkena air dan lepas.