RKS Baru PDF
RKS Baru PDF
Pasal 1
LINGKUP PEKERJAAN
- Pekerjaan Persiapan
- Pekerjaan Bongkaran
- Pekerjaan Galian, Urugan Tanah dan Pondasi Batu Kali
- Pekerjaan Struktur Beton dan Baja
- Pekerjaan Beton Praktis dan Balok Lintle
- Pekerjaan Dinding dan Plesteran
- Pekerjaan Kusen Allumunium dan Railling
- Pekerjaan Lantai
- Pekerjaan Plafond
- Pekerjaan Pengecatan dan Laburan
- Pekerjaan Elektrikal
- Pekerjaan Elektronika
- Pekerjaan Mekanikal - Plumbing
- Pekerjaan Renovasi Gedung BPMPT
- Pekerjaan Sarana Luar Gedung
Pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh pemborong termasuk pula pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan,
peralatan, pengurusan berikut pembiayaan izin mendirikan bangunan (IMB), biaya umum (overhead)
pelaksana konstruksi, asuransi BPJS ketenagakerjaan, inflasi, pajak sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan dan segala keperluan yang berhubungan dengan pekerjaan pembangunan yang
dilaksanakan.
c. Keterangan-keterangan dan gambar-gambar yang diberikan oleh Konsultan kepada pelaksana pada
waktu Rapat Penjelasan Pekerjaan/Rapat Aanwijzing Pekerjaan /Risalah Aanwijzing.
Pasal 2
PERATURAN TEKNIS PEMBANGUNAN YANG DIGUNAKAN
1. Dalam melaksanakan Pekerjaan, kecuali bila ditentukan lain dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat ini
berlaku dan mengikat ketentuan-ketentua dibawah ini termasuk segala perubahan dan tambahannya :
- Perpres No. 16 Tahun 2018 serta perubahannya dan lampiran-lampirannya.
- Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 22 Tahun 2018 tentang
Pembangunan Bangunan Gedung Negara.
- Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 28 / PRT / M / 2016 tentang
Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum.
- Keputusan-keputusan dari Majelis Indonesia untuk Arbitrasi Teknik dari Dewan Teknik Pembangunan
Indonesia.
- Peraturan Umum dari Dinas Keselamatan Kerja Departemen Tenaga Kerja.
- Peraturan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung SNI 03-2847 tahun 2002.
- Peraturan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung SNI 1726 tahun 2012
- Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia PPBI 1984.
- Peraturan Muatan Indonesia PMI.
- Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia NI-3 PUBI 1970.
- Peraturan Umum Listrik Indonesia PUIL 1979 dan Peraturan PLN setempat.
- SK SNI No. T-15-1991-03.
- Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir Indonesia PUIPP.
- Pedoman Plumbing Indonesia PPI 1979.
- Persyaratan Cat Indonesia NI-4.
- Peraturan Semen Portland Indonesia NI-8.
- Peraturan Bata merah sebagai bahan bangunan NI-10.
- Peraturan dan ketentuan lain yang dikeluarkan oleh Jawatan/Instansi Pemerintah setempat yang
bersangkutan dengan masalah bangunan.
Pasal 3
PENJELASAN RKS DAN GAMBAR
1. Kontraktor wajib meneliti semua Gambar Kerja, Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS); termasuk
tambahan dan perubahannya yang dicantumkan dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.
2. Ukuran :
a. Pada dasanya semua ukuran utama yang tertera dalam Gambar Kerja meliputi :
As - As
Luar - Luar
Dalam - Dalam
Luar - Dalam
b. Khusus ukuran dalam Gambar Kerja Arsitektur pada dasarnya ukuran yang tertulis adalah ukuran jadi
terpasang atau dalam keadaan selesai/finished.
3. Perbedaan Gambar.
a. Bila suatu Gambar tidak cocok dengan Gambar yang lain dalam satu disiplin kerja, maka Gambar yang
mempunyai skala yang lebih besar yang berlaku / mengikat.
b. Bila ada perbedaan antara Gambar Kerja Arsitektur dengan Struktur, maka yang berlaku / mengikat
adalah Gambar Kerja Arsitektur sepanjang tidak mengurangi segi Konstruksi dan kekuatan Struktur.
c. Bila ada perbedaan antara gambar Kerja Arsitektur dengan Sanitasi/Mekanikal, maka Gambar Kerja yang
dipakai adalah ukuran fungsional dalam Gambar Kerja Arsitektur.
d. Bila ada perbedaan antara Gambar Kerja Arsitektur dengan Elektrikal, maka yang dipakai sebagai
pegangan adalah ukuran fungsional dalam Gambar Arsitektur.
e. Bila ada perbedaan - perbedaan itu, ketidakjelasan, maupun kesimpangsiuran menimbulkan keragu-raguan
sehingga dalam pelaksanaan dapat menimbulkan kesalahan, maka Kontraktor diwajibkan melaporkan
kepada Pengawas Lapangan, dan mengadakan pertemuan dengan Konsultan Perencana, untuk
mendapatkan keputusan dari Konsultan Perencana Gambar mana yang akan dijadikan pegangan.
f. ketentuan diatas tidak dapat dijadikan alasan oleh Kontraktor untuk memperpanjang waktu pelaksanaan
maupun mengajukan claim biaya pekerjaan tambah.
Pasal 4
JADWAL PELAKSANAAN
1. Sebelum memulai pekerjaan di lapangan, Kontraktor wajib membuat rencana kerja pelaksanaan dan bagian-
bagian pekerjaan berupa Bar Chart dan S-Curve Bahan dan Tenaga dan mengkoordinasikan hasilnya kepada
Pengawas Lapangan, sehingga pelaksanaan pekerjaan terkendali dan tidak menggangu kelancaran proyek
secara keseluruhan dan kelancaran kegiatan disekitar lokasi pekerjaan.
2. Rencana Kerja tersebut harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Pengawas Lapangan, paling
lambat dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender setelah SPK diterima Kontraktor. Rencana Kerja yang telah
disetujui oleh Konsultan Pengawas, akan disyahkan oleh Pemberi Tugas.
3. Kontraktor wajib memberikan salinan Rencana Kerja 4 (empat) rangkap kepada Pengawas Lapangan, 1
(satu) salinan Rencana Kerja harus ditempel pada bangsal Kontraktor di lapangan yang selalu diikuti dengan
grafik kemajuan pekerjaan/prestasi kerja.
Pasal 5
LAPORAN - LAPORAN
1. Pelaksana Lapangan setiap hari akan membuat laporan harian mengenai segala hal yang berhubungan
dengan pelaksanaan pembangunan / pekerjaan, baik teknis maupun administratif.
2. Dalam pembuatan laporan tersebut pihak pemborong harus memberikan data-data yang diperlukan menurut
data dan keadaan sebenarnya.
3. Laporan tersebut harus diserahkan kepada Pemberi Tugas/Pengawas Lapangan sebagai bahan monitoring.
Pasal 6
KUASA KONTRAKTOR DILAPANGAN
1. Dilapangan pekerjaan Kontraktor wajib menunjuk seorang kuasa Kontraktor atau biasa disebut Pelaksana
yang cakap untuk memimpin pelaksanaan pekerjaan dilapangan dan mendapat kuasa penuh dari Kontraktor.
2. Dengan adanya Pelaksana, tidak berarti bahwa Kontraktor lepas tanggung jawab sebagian maupun
keseluruhan terhadap kewajibannya.
3. Kontraktor wajib memberi tahu kepada Tim Pengelola Teknis dan Konsultan Pengawas, nama dan jabatan
Pelaksana untuk mendapatkan persetujuan.
4. Bila dikemudian hari menurut Tim Pengelola Teknis dan Konsultan Pengawas, Pelaksana kurang mampu
atau tidak cukup cakap memimpin pekerjaan, maka akan diberitahu kepada Kontraktor secara tertulis untuk
mengganti Pelaksana.
5. Dalam waktu 7(tujuh) hari kalender setelah dikeluarkan Surat Pemberitahuan, Kontraktor harus sudah
menunjuk Pelaksana baru atau Kontraktor sendiri (Penanggung jawab/ Direktur Perusahaan) yang akan
memimpin pelaksanaan.
Pasal 7
TEMPAT TINGGAL (DOMISILI) KONTRAKTOR
1. Untuk menjaga kemungkinan kerja diluar jam kerja apabila terjadi hal-hal yang mendesak, Kontraktor dan
Pelaksana wajib memberitahukan secara tertulis alamat dan nomor telepon di lokasi kepada Tim pengelola
Teknis setempat dan Konsultan Pengawas.
2. Kontraktor wajib memasukan identifikasi dan alamat Bengkel kerja (Workshop) dan peralatan yang dimiliki
dimana pekerjaan pemborongan akan dilaksanakan.
3. Alamat Kontraktor dan pelaksana diharapkan tidak berubah selama pekerjaan. Bila terjadi perubahan alamat
Kontraktor, Pelaksana wajib memberitahukan secara tertulis.
Pasal 8
PENJAGA KEAMANAN LAPANGAN
1. Kontraktor diwajibkan menjaga keamanan lapangan terhadap barang-barang milik Proyek, Pengawas
Lapangan dan milik Pihak Ketiga yang ada dilapangan.
2. Bila terjadi kehilangan bahan-bahan bangunan yang telah disetujui Pengawas Lapangan/ Konsultan
Perencana, baik yang telah dipasang maupun yang belum, adalah tanggung jawab Kontraktor dan tidak akan
diperhitungkan dalam biaya pekerjaan tambah.
3. Apabila terjadi kebakaran, Kontraktor bertanggungjawab atas akibatnya, baik yang berupa barang-barang
maupun keselamatan jiwa. Untuk itu Kontraktor diwajibkan menyediakan alat-alat pemadam kebakaran yang
siap dipakai yang ditempatkan di tempat-tempat yang akan ditetapkan kemudian oleh Konsultan Pengawas.
Pasal 9
JAMINAN DAN KESELAMATAN KERJA
Pasal 10
ALAT-ALAT PELAKSANAAN
Semua alat-alat untuk pelaksanaan pekerjaan harus disediakan oleh Kontraktor, sebelum pekerjaan fisik dimulai,
dalam keadaan baik dan siap pakai, antara lain :
a. Beton Molen yang jumlahnya minimal 2 Buah dalam kondisi yang baik.
b. Theodolit dan Waterpass yang telah diijinkan oleh Pengawas Lapangan.
c. Perlengkapan penerangan untuk kerja lembur.
d. Pompa air sesuai kebutuhan untuk sistem pengeringan, jika diperlukan.
e. Scafolding
f. Mesin Pemadat.
g. Alat-alat besar sesuai dengan besaran (magnitude) pekerjaan tanah.
h. Alat Megger, alat ukur listrik, dan alat ukur lainnya.
i. Mesin Pemotong keramik
j. Mesin Pemotong Allumunium
k. dan lain-lain disesuaikan dengan lingkup pekerjaannya.
Pasal 11
SITUASI
11.1 Hal mana pembangunan akan diserahkan kepada pelaksana sebagaimana adanya pada waktu rapat
penjelasan, untuk itu para calon Pemborong wajib meneliti situasi medan terutama kondisi tanah
bangunan, sifat dan luasnya pekerjaan dan hal lain yang berpengaruh terhadap harga penawaran.
11.2 Kelalaian dan kekurang telitian dalam hal ini tidak dapat dijadikan alasan untuk klaim dikemudian hari.
11.3 Dalam rapat penjelasan akan ditunjukan dimana pembangunan akan dilaksanakan.
Pasal 12
PEKERJAAN PERSIAPAN TAPAK
Pasal 13
PEKERJAAN PERSIAPAN BANGUNAN
1. Lingkup Pekerjaan.
a. Pekerjaan pagar konstruksi/pengaman.
b. Pekerjaan pembuatan bangsal kerja
c. Pekerjaan penyediaan air dan daya listrik untuk bekerja.
d. Pekerjaan penyediaan alat pemadam kebakaran.
e. Pekerjaan Drainage tapak sementara.
f. Pekerjaan jalan masuk dan jalan konstruksi sementara.
g. Pekerjaan pembongkaran, pengamanan dan pembersihan sebelum pelaksanaan.
h. Administrasi dan lain lain.
a. Kontraktor harus membuat pagar konstruksi/pengaman pada batas sekeliling tapak pekerjaan untuk
kelancaran pelaksanaan pembangunan, serta untuk pengaman terhadap barang-barang milik Proyek,
Konsultan Pengawas maupun Pihak Ketiga.
b. Pagar konstruksi/pengaman dibuat dari bahan kayu atau bahan lain.
a.Kontraktor harus membuat bangsal kerja dan gudang material/bahan diatas tapak pekerjaan.
Bangsal Kerja terdiri dari :
- Bangsal Konsultan Pengawas
- Bangsal Kontraktor
- Los - los kerja untuk Pekerja.
d. Kontraktor harus pula membuat Bangsal Los kerja (workshop) untuk para pekerja dan gudang penyimpan
bahan/material yang dapat dikunci.
e. Lokasi tempat bangsal kerja, khususnya gudang penyimpanan bahan/material harus sedemikian rupa
sehinggga :
- Mudah dicapai oleh truk pengangkut bahan/material dari luar tapak.
- Tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan pembangunan
Lokasi tempat Bangsal kerja dan gudang penyimpanan bahan/material akan ditentukan oleh Konsultan
Pengawas.
a. Air untuk bekerja harus disediakan oleh Kontraktor dengan membuat sumur pompa di tapak atau
didatangkan dari luar tapak dan disediakan pula tempat penampungannya.
Air harus bersih bebas dari bau, bebas dari lumpur, minyak dan bahan kimia lain yang merusak.
Penyediaan air harus sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas.
b. Kontraktor harus membuat tempat penampungan air yang senantiasa terisi penuh untuk sarana kerja
dengan kapasitas minimal 3,5 m3, dibuat dari pasangan bata merah setengah bata dengan spesi 1 PC : 3
pasir dan diplester, atau dari drum-drum.
c. Listrik untuk bekerja harus disediakan Kontraktor dan diperoleh dari sambungan sementara PLN setempat
selama masa pembangunan berlangsung dan pemasangan diesel untuk pembangkit tenaga listrik
hanya diperkenankan untuk penggunaaan sementara atas persetujuan Konsultan Pengawas.
Selama pembangunan berlangsung, Kontraktor wajib menyediakan tabung alat pemadam kebakaran (fire
Extinguiser) lengkap dengan isinya sehingga siap digunakan, minimal 1 buah kapsitas 5 kg.
a. Dipersyaratkan tidak boleh ada genangan air didalam tapak selama pekerjaan berlangsung. Untuk itu
Kontraktor wajib membuat saluran sementara yang berfungsi untuk pembuangan air dengan memperhatikan
dan mempertimbangkan kontur tanah yang ada di tapak.
b. Disarankan sebaiknya saluran drainase tapak sementara sesuai dengan rencana tapak dalam gambar kerja
dokumen dan petunjuk Konsultan Pengawas.
a. Jalan masuk dan jalan konstruksi/sementara harus diadakan oleh Kontraktor menurut petunjuk pada
Gambar Kerja Dokumen atau petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas.
b. Disarankan sebaiknya posisi, letak dan jalur masuk dan jalan konstruksi/sementara sesuai dengan rencara
jalan jalan aspal dalam Gambar Kerja Dokumen.
c. Sewa jalan masuk, mengingat lahan yang berkontur cukup besar, maka perlu ada jalan masuk lagi untuk
memudahkan mobilisasi barang, tempatnya akan ditunjukkan langsung oleh Konsultan Pengawas.
c. Pengamanan
1). Kontraktor harus melindungi dan mengamankan dari segala kerusakan selama pelaksanaan pekerjaan
terhadap segala sesuatu yang dinyatakan oleh Konsultan Pengawas tidak boleh dibongkar, baik
berupa bangunan, bagian dari bangunan, jaringan listrik, gas, saluran air minum, drainase, maupun
pepohonan yang telah ada. Khusus untuk pepohonan yang dipertahankan, harus dilindungi selama
pelaksanaan pembangunan agar tidak mati.
2). Apabila terjadi kerusakan atas segala sesuatu yang dinyatakan dipertahankan, Kontraktor wajib
memperbaiki hingga keadaan semula.
Dalam hal ini, biaya adalah tanggungjawab Kontraktor, tidak dapat diajukan sebagai "claim" biaya
pekerjaan tambah.
3). Apabila segala sesuatu yang dinyatakan dipertahankan mengganggu pelaksanaan pekerjaan, maka
Kontraktor harus memindahkannya atas persetujuan Konsultan Pengawas.
Pasal 14
PEKERJAAN GALIAN, URUGAN, dan LANTAI KERJA
1. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan yang dimaksud meliputi penyediaan tenaga, bahan-bahan, peralatan, dan alat bantu lainnya yang
diperlukan untuk pekerjaan ini, yaitu dan tidak terbatas pada :
Pekerjaan Galian, Urugan Pasir, dan Lantai Kerja.
2. Persyaratan Pelaksanaan.
Sebelum pelaksanaan pekerjaan ini, Kontraktor harus mempelajari dengan seksama gambar Kerja,
Kontraktor harus sudah memperhitungkan segala kondisi dilapangan.
a. Pekerjaan Galian
- Pekerjaan galian tanah adalah pekerjaan pembuatan lubang/galian ditanah yang diperlukan untuk:
Pondasi, meliputi: Pile Cap, Batu kali , Plat Setempat dan Sloop
Galian lain seperti yang ditujukan dalam Gambar Kerja dan atau oleh Pengawas.
- Pekerjaan galian ini baru boleh dilaksanakan setelah papan Patok Ukur terpasang lengkap dengan
penandaan sumbu, ketinggian dan bentuk telah diperiksa disetujui oleh Pengawas.
- Galian untuk kontruksi harus sesuai dengan Gambar kerja dan bersih dari tanah urug bekas serta
sisa bahan bangunan.
- Urutan penggalian ini harus diatur sedemikian rupa dengan mengikuti petunjuk-petunjuk Pengawas
sehingga tidak menimbulkan gangguan pada lingkungan tapak atau menyebabkan timbulnya
genangan air untuk waktu lebih dari 24 jam.
- Jika pada galian terdapat akar kayu, kotoran dan bagian tanah yang tidak padat atau longgar maka
bagian ini harus dikeluarkan seluruhnya, kemudian lubang yang terjadi harus ditutup urugan pasir
yang dipadatkan dan disiram air setiap ketebalan 5 cm lapis demi lapis sampai jenuh sehingga
mencapai ketinggian yang diinginkan. Biaya pekerjaan ini menjadi tanggung jawab Kontraktor tidak
dapat diklaim sebagai pekerjaan tambah.
- Bila pada galian terdapat instalasi existing, kontraktor harus mengikuti prosedur seperti terurai dalam
pasal 1.5
- Bila Kontraktor melakukan pengalian yang melebihi kedalaman yang ditentukan dalam Gambar
Kerja, maka Kontraktor wajib untuk menutup kelebihan dengan urugan pasir yang dipadatkan dan
disiram air setiap ketebalan 5 cm lapis demi lapis jenuh sehingga mencapai ketinggian yang
diinginkan.
- Biaya pekerjaan ini ditanggung oleh Kontraktor tidak dapat diklaim sebagai pekerjaan tambah.
- Dasar galian harus dikerjakan dengan teliti, datar sesuai dengan Gambar kerja dan harus di
bersihkan dari segala macam kotoran.
- Galian Pondasi Sloof harus dilakukan dengan lebar lantai kerja Pondasi atau seperti yang tercantum
dalam Gambar Kerja, denga penampang Lereng galian kiri dan kanan dimiringkan 10 o kearah luar
pondasi, dan sumbu, ketinggian serta bentuk selesai sesuai Gambar Kerja, diperiksa seta disetujui
Pengawas.
- Kelebihan tanah galian harus dibuang keluar dan dalam Tapak Konstruksi. Area antara Papan Patok
Ukur dengan Galian harus bebas dari timbunan tanah.
- Untuk menjaga lereng-lereng lubang galian agar tidak longsor atau runtuh, maka apabila dianggap
perlu oleh Perencana, Kontraktor harus menahan kontruksi penahan / casing sementara dari bahan
seng Gelombang BJLS 50 . Atau dari papan – papan tebal 3 cm diperkuat denga kayu-kayu
dolken, minimal 8 cm sehingga kontrusi tersebut dapat manjamin kesetabilan lereng.
Apabila dan atau permukaan Air Tanah tinggi, Kontraktor harus menyediakan pompa Air
secukupnya untuk mengeringkan air yang menggenang galian. Di syaratkan bahwa seluruh
permukaan galian, terutama lantai galian, harus kering untuk pekerjaan-pekerjaan selanjutnya,
khususnya untuk pekerjaan
Pondasi Pile Cap dan Sloop
- Biaya untuk lingkup yang terurai pada butir 1.10 s. d. 1.12 diatas ditanggung oleh kontraktor, tidak
dapat diklaim sebagai pekerjaan tambah.
-
b. Pekerjaan Pengurugan dan Pemadatan
- Pekerjaan pengurugan dan pemadatan ini untuk :
Semua Galian sampai permukan yang ditentukan atau sebagai Gambar kerja
Semua Tanah lantai bangunan sampai permukan yang ditentukan atau sesuai Gambar Kerja.
- Kontraktor diwajibkan melakukan tes kepadatan tanah apabila diminta oleh Owner / Pengawas
minimal 3 titik sebagai titik yang ditentukan oleh pengawas.
- Sebelum pelaksanaan pekerjaan ini, seluruh area pembangunan harus sudah bersih dari humus, akar
tanaman, benda-benda organis, sisa bongkaran dan bahan lain yang dapat mengurangi kualitas
pekerjaan ini.
- Sebelum pelaksanaan pemadatan, seluruh area pemadatan harus dikeringkan terlebih dahulu.
- Urugan harus terbebas dari segala bahan yang membusuk, sisa bongkaran dan atau yang
mempengaruhi kepadatan urugan. Tanah urug dapat diambil dari bekas galian atau tanah yang
didatangkan dari luar yang tidak mengandung bahan-bahan seperti tersebut diatas atau telah disetujui
Pengawas.
- Penghamparan tanah urugan dilakukan lapis demi lapis langsung dipadatkan dengan cara
mekanis/alat berat/alat pemadat lainnya yang disesuaikan dengan kondisi area yang dipadatkan
sampai mencapai permukaan atau peil yang diinginkan. Ketebalan perlapis setelah dipadatkan tidak
boleh melebihi 15 cm atau 20 cm. Setiap kali penghamparan harus dapat persetujuan dari Pengawas
yang menyatakan bahwa lapisan dibawahnya telah memenuhi kepadatan yang disyaratkan dan
seluruh prosedur pemadatan ini harus ditulis dalam berita acara yang disetujui Pengawas.
- Pelaksanaan pemadatan harus dilaksanakan dalam cuaca baik. Apabila hari hujan, pemadatan harus
dihentikan. Selama pekerjaan ini, kadar air harus dijaga agar tidak lebih besar dari 2% kadar air
optimum.
Pasal 15
PEKERJAAN DINDING, PLESTERAN
2. Persyaratan Bahan
a. Bata Ringan
Bata Ringan harus mempunyai rusuk-rusuk yang tajam dan siku, bidang-bidang sisinya harus datar, ukuran
seragam, pembakaran seragam dan merata, bebas dari cacat, retak cat, atau adukan pada waktu akan
dipasang. Dipakai Bata Ringan mutu yang baik, Kontraktor harus menyerahkan contoh bahan/meterial ke
Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan tertulis bagi pemakaian. Adapun spesifikasi mengenai
Bata Ringan diantaranya :
• Ukuran : Panjang 60cm , Lebar 20cm , Tebal 7.5 cm
• Berat jenis kering : 520 kg/m3
• Berat jenis normal : 650 kg/m3
• Kuat tekan : > 4,0 N/mm2
• Konduktifitas termis : 0,14 W/mK
• Tebal spesi : 3 mm
• Ketahanan terhadap api : 4 jam
c.Semen Portland/PC, pasir, air harus memenuhi persyaratan bahan untuk pekerjaan beton yang terurai
dipasal lain dalam buku RKS ini.
d. Keramik
Keramik Tile yang digunakan Roman, Asia Tile, Mulia.
Sudut - sudutnya harus siku. Kontraktor harus memberikan contoh bahannya untuk mendapatkan
persetujuan dari Pengawas Lapangan.
d. Pekerjan pelapis dinding
1). Pelapis dinding yang akan ditempel harus sudah diseleksi dengan baik sehingga bentuk dan warna
masing-masing keramik sama tidak ada bagian yang retak, pecah-pecah, sudut atau tepi atau cacat
lainnya serta telah disetujui secara tertulis dari Konsultan Pengawas.
2). Aduk yang dipakai adalah campuran 1Pc:3Ps tebal 10-15 mm untuk daerah kedap air, dan 1Pc:5Ps
daerah kering.
3). Seluruh rongga pada bagian belakang keramik/batu alam harus berisi dengan adukan pada waktu
pemasangan
4). Awal pemasangan dan pola pemasangan harus sesuai dengan Gambar Kerja atau atau petunjuk
Pengawas Lapangan.
5). Pada prinsipnya pemotongan harus dihindarkan, kecuali ditentukan dengan pola Gambar, jika perlu
diadakan pemotongan hatus dikerjakan dengan hati- hati, rapi, lurus atau bersudut sesuai dengan
kebutuhan, kemudian bidang potong harus diperhalus dengan gerinda atau kikir.
6). Persiapan sebelum pemasangan
Semua pemipaan maupun sparing-sparing SA&EL telah telahterpasang pada jalur dan tempatnya
sesuai dengan Gambar dan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas.
7). Setelah bidang keramik/Keramik/andesit terpasang permukaannya harus dibersihkan dengan lap/kain
basah sehingga bersih dari noda-noda semen. Bidang keramik/batu alam ini harus dijaga tetap basah
untuk menghindarkan pengeringan terlalu cepat dengan pembasahan minimal 3(tiga) hari pertama setelah
keramik terpasang.
8). Bila ditemui retak, kerusakan bergelombang, garis-garis tepi dan siar tidak rata dan lurus, maka
Kontraktor harus membongkar dan memperbaiki hingga sesuai dengan yang disyaratkan. Biaya untuk
hal ini adalah tanggung jawab Kontraktor, tidak dapat diajukan sebagai biaya pekerjaan tambah.
9) Pelapis dinding yang telah terpasang harus dilindungi dari benturan dan atau gesekan.
1. UMUM
1.1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan dari Bab ini termasuk semua tenaga kerja, material, peralatan dan layanan yang diperlukan
untuk menyelesaikan pekerjaan pasangan batu sebagaimana diindikasikan dalam gambar-gambar,
termasuk, tetapi tidak terbatas pada hal berikut :
1. Pasangan bata ringan untuk pemisah ruang 2. Pekerjaan pasangan lainnya (sebagai bagian yang
diintegralkan dari dinding bata dengan menggunakan unit-unit bata yang diproduksi lokal, dan untuk
aplikasi non- struktural lainnya dan yang berhubungan dengan elemen pendukung arsitektural.
1.2. Jaminan Kualitas
a. Karakteristik ketahanan terhadap api: Jika diindikasikan, sediakan material dan konstruksi yang identik
dengan yang dirakit memiliki ketahanan terhadap api yang telah ditentukan oleh pengetesan dalam
pemenuhan persyaratan ASTM E119 oleh organisasi pengetesan dan pemeriksaan atau cara lain, yang
dapat diterima oleh yang berkuasa secara juridis atau telah memperoleh pembakuan setempat.
b. Tanggung jawab tunggal untuk material adukan: Menyediakan bahan-bahan dari kualitas yang uniform,
termasuk warna untuk pasangan batu terbuka, dari satu pabrikan untuk setiap komponen yang
mengandung semen dan dari satu sumber dan produsen untuk setiap agregat.
c. Test prakonstruksi oleh metode test untuk unitnya: Ujilah bahan-bahan berikut dengan metode yang
dinyatakan:
1) Batu bata: Ujilah setiap tipe dan tingkat batu bata per SII 0021-78 apabila dipandang perlu oleh
Direksi Pengawas.
2) Test adukan: Ujilah setiap tipe adukan per SNI-15-3758-1995-Semen aduk pasangan.
1.3. Ajuan
a. Data produk : ajukan data produk dari pabrikan untuk setiap tipe unit pasangan, kelengkapan dari
produk yang dihasilkan lainnya, termasuk sertifikasi setiap tipe yang memenuhi persyaratan yang
dispesifikasikan.
b. Gambar-gambar kerja: Ajukan gambar-gambar penyetelan dan pemotongan lembaran batu yang
memperlihatkan ukuran, profil dan lokasi setiap unit yang disyaratkan. Jika hal serupa tidak umum
dalam praktek setempat. Dan juga mengirimkan pemasangan lengkap pendukung beton lainnya untuk
dinding batu yang termasuk posisi, layout dan penulangan kolom praktis, balok pengikat, ring balok,
balok pengaku yang persyaratkan dengan kualitas dan standardaya sudah dinyatakan dalam RKS ini.
3. PELAKSANAAN
3.1. Pemasangan, Umum
a. Bata tanah kuat basah : Bata basah yang dibuat dari tanah liat atau serpihan (shale) yang memiliki
tingkat awal absorpsi (daya hisap) yang lebih besar dari 30 gram per 1,94 meter persegi per menit.
Gunakan metode pembasahan yang menjamin setiap unit pasangan batu bata/tanah liat hampir
terjenuhi tetapi permukaannya kering pada saat ditempatkan.
b. Pembersihan Tulangan : Sebelum penempatan, buanglah karat-karat, kotoran dan lapisan-lapisan
lainnya dari tulangan.
c. Ketebalan : Buatlah dinding "single-sythe" (jika ada) dengan ketebatan sebenarnya dari unit pasangan
batu bata dengan menggunakan unit dari ketebalan nominal yang diindikasikan.
d. Buatlah bukaan untuk peralatan yang akan dipasang sebelum penyelesaian pekerjaan pasangan.
Setelah pemasangan peralatan, lengkapi pekerjaan pasangan untuk menyelesaikannya segera
pembukaan tersebut.
e. Potonglah unit pasangan dengan menggunakan gergaji mesin untuk menghasilkan sisi-sisi ujung yang
rata, tajam dan bersih. Potonglah unit-unit seperti yang disyaratkan untuk menghasilkan pola yang
kontinu dan untuk menyesuaikan dengan pekerjaan sekitarnya. Gunakan unit berukuran penuh tanpa
pemotongan jika mungkin.
Pasal 16
PEKERJAAN METAL / BAJA
1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi seluruh pekerjaan metal/logam seperti tercantum dalam Gambar Kerja antara lain ;
- PEKERJAAN BAJA
2. Persyaratan Umum
a. Semua persyaratan pekerjaan ini harus memenuhi persyaratan Normalisasi di Indonesia dan memenuhi
persyaratn dari AISC "Specification for fabrication & erection" 12 januari 1981, untuk pabrikasi dan
pemasangannya di lapangan(Erection).
b. Semua pekerjaan baut(bolt) harus memenuhi persyaratan AISC "Specification For Structural Joint Bolt"
c. Semua pekerjaan las harus mengikuti "American Welding Society For Arc Welding in Building
Construction Section"
d. Kontraktor bertanggung-jawab terhadap keamanan, kerusakan barang, sampai ke tempat tujuan. egala
kehilangan dan atau kerusakan adalah tanggungjawab Kontraktor.
3. Persyaratan Bahan
a. Metal untuk pekerjaan struktural
1) Semua bahan yang digunakan dalam pekerjaan ini harus disetujui oleh konsultan Pengawas. Semua
bahan tersebut harus lurus, rata permukaan, tidak cacat, bebas karat, noda-noda lain yang dapat
mengurangi mutunya.
2) Batang baja maupun bahan lain yang digunakan harus sesuai penampangnya, bentuk, tebal, ukuran,
berat, dan detail-detail lainnya dengan yang tercantum dalam Gambar Kerja.
3) Kontraktor harus sudah mempersiapkan dan menyediakan segala komponen penyambungan yaitu :
- Pelat besi, mur/baut, alat dan bahan lain untuk pengikat/,menyambung sesuai dengan Gambar Kerja.
- Pengadaan tersebut harus sudah dimasukkan dalam anggaran biaya.
4) Semua bahan yang akan dipakai dalam pekerjaan ini terlebih dahulu harus disetujui secara tertulis oleh
konsultan Pengawas.
4. Persyaratan Teknis
a. Kontraktor wajib meneliti kebenaran dan bertanggungjawab terhadap semua ukuran - ukuran yang
tercantum dalam Gambar Kerja. Pada prinsipnya ukuran pada Gambar Kerja adalah ukuran jadi/finish
b. Pekerjaan bertaraf kelas satu. Semua pekerjaan ini harus dilaksanakan dan diselesaikan bebas dari
puntiran dan tekukan.
c. Setiap bagian yang buruk tidak memenuhi persyaratan yang tertulis disini yang diakibatkan oleh kurang
teliti dan kelalaian Kontraktor akan ditolak dan harus diganti kewajiban yang sama juga berlaku untuk
ketidakcocokan kesalahan maupun kekurangan lain akibat Kontraktor tidak teliti dan cermat dalam
koordinasi dengan Gambar pelengkap dari AR, SA, ME dan EL. Pekerjaan perubahan dan pekerjaan
tambah dalam hal ini harus dikerjakan atas biaya Kontraktor dan tidak dapat diclaim sebagai biaya
tambah.
d. Pemotongan baja Konstruksi harus dengan mesin pemotong Mekanik (Mechanical Cutting Machine)
kecuali ditunjukkan lain dalam Gambar Kerja.
e. Semua bagian yang dilubangi sesuai dengan Gambar Kerja dan sudah dibersihkan dari karat harus
diperiksa dan berada dalam keadaan tidak cacat sebelum pemasangan.
g. Perubahan bahan/detail karena alasan tertentu harus diajukan ke konsultan Pengawas, dan Konsultan
Perencana untuk mendapatkan persetujuan secara tertulis. Semua perubahan yang disetujui dapat
dilaksanakan tanpa adanya biaya tambahan yang memepengaruhi kontrak, kecuali untuk perubahan yang
mengakibatkan pekerjaan kurang akan diperhitungkan sebagai pekerjaan kurang.
h. Sebaiknya sebanyak mungkin bahan unuk konstruksi baja difabrikasi di Workshop. Kontraktor bertanggung
jawab atas semua kesalahan detail, pabrikasi dan ketepatan penyetelan/pemasangan semua bagian
konstruksi baja. Kekurang tepatan pemasangan karena kesalahan pabrikasi harus dibetulkan, diperbaiki
dan atau diganti yang baru dan semua ini atas biaya Kontraktor.
5. Persyaratan Pelaksanaan
c. Memotong dan finish pinggiran bekas irisan, Gilingan, Maratakan dan lain-lain.
1). Bagian bekas irisan harus benar-benar datar, lurus dan bersih sama sekali tidak diperbolehkan ada
bekas jalur dan lain-lain.
2). Bila bekas pemotongan/pembakaran dengan mesin menghasilkan pinggiran bekas irisan, maka
bagian tersebut harus dibuang sekurang-kurangnya selebar 2,5 mm. Terkecuali kalau keadaan sebelum
dibuang setebal 2,5 mm sudah tidak tampak lagi jalur-jalur tersebut diatas.
e. Pemasangan (Erection)
1). Pada waktu akan pemasangan (Erection) rangka, semua angker dan plat dudukan harus sudah
terpasang tepat dan tegak lurus pada tempatnya seperti yang tercantum dalam Gambar Kerja.
Kontraktor harus meminta persetujuan konsultan Manajemen Konstruksi (MK) untuk ketepatan semua
angker dan pelat dudukan.
2). Untuk konstruksi kap/rangka kuda-kuda sebelumnya harus diberikan lawan lendut (Kontra Seeg)
sebesar 1/600 kali panjang bentangan.
3). Bagian-bagian profil baja harus diangkat sedemikian rupa sehingga tidak terjadi puntiran-puntiran. Bila
perlu digunakan ikatan-ikatan sementara untuk mencegah timbulnya tegangan yang melewati
tegangan yang diijinkan, dan ikatan tersebut dibiarkan terpasang sampai pemasangan seluruh
konstruksi selesai.
4). Pengelasan diatas harus dilaksanakan pada saat konstruksi telah dalam keadaan diam.
Pasal 17
PEKERJAAN LANGIT-LANGIT
1. Lingkup Pekerjaan.
Langit-langit bangunan yang dipasang adalah Gypsum 9 mm dan GRC 5mm (Area basah/luar) Jayaboard
dengan rangka besi hollo Galvanis 4/4+2/4 t.0.5 mm lkp accessories.
2. Persyaratan Pelaksanaan
a) Diminta perhatian Pelaksana dalam meneliti gambar-gambar detail rencana langit-langit, dimana list harus
dipasang, sesuai dengan syarat-syarat konstruksi, penyelesaian pada sudut-sudut atau bidang pertemuan
antara langit-langit dengan dinding, kosen, kolom, listplank, atap dan sebagainya.
b) Kesalahan memasang sehingga merusak keindahan yang diinginkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab
Pemborong. Apabila pekerjaan itu mesti diulangi harus atas perintah Direksi.
c) Permukaan bahan plafond harus dibersihkan dari pinggiran yang kurang rata dan kurang tajam, harus diserut
atau diampelas, kemudian dipasang dengan penuh ketelitian / keahlian menurut garis-garis seperti
dicantumkan dalam gambar rencana. Penyelesaian harus memberikan tampak rapi, rata dengan alur yang
lurus dan sama besarnya.
d) Langit-langit gypsum , dipasang memakai list profil gypsum yang dipasang dengan rapi
e) Semua resiko pembongkaran atas perintah Direksi, akibat ketidak mampuan dan ketidak telitian Pelaksana
dalam menjalankan tugasnya adalah tanggung jawab Pemborong.
f) Penyelesaian pengecatan dan warna akan ditentukan kemudian.
g) Ketinggian langit-langit dan penempatannya, harus mengikuti gambar kerja, dan sebelum permukaan bawah
rangka langit-langit rata (water pass) dan lurus, maka pemasangan penutup langit-langit tidak boleh dipasang
terlebih dahulu, dan baru boleh dipasang setelah mendapat persetujuan dari pihak pengawas dan monitoring
proyek (direksi).
h) Hasil pekerjaan yang tidak rata / bergelombang / retak-retak, harus dibongkar dan diperbaiki kembali atas
biaya pemborong.
Pasal 18
PEKERJAAN KUSEN, PINTU, JENDELA
ALUMUNIUM DAN PARTISI
18.1. KETERANGAN
Pekerjaan ini mencakup seluruh pekerjaan pembuatan dan pemasangan kusen, daun pintu dan jendela
dengan bahan-bahan dari Aluminium, termasuk menyediakan bahan, tenaga dan peralatan untuk
pekerjaan ini, meliputi seluruh pekerjaan kusen, pintu dan jendela.
18.2. BAHAN
Bahan yang dipakai untuk kusen dan daun jendela secara umum adalah menggunakan alumunium 4 inch,
produk dalam negeri Alexindo, Alcomexindo lengkap accesoriesnya.
a. Karet sealer harus sesuai ukuran dan bentuknya dengan pintu, jendela dan kaca dengan
menggunakan karet sealer atau sealant yang berkualitas baik
b. Seluruh kelengkapan perapat/penutup celah/penahan benturan harus terpasang sesuai rekomendasi
produsen alumunium
Bahan untuk kusen Aluminium dan teknis pemasangan harus sesuai persyaratan yang dikeluarkan oleh
pabrik pembuat.
Rangka Aluminium dari Type yang di tunjukkan dalam gambar-gambar adalah merupakan ide dasar
Perencana, yang selanjutnya harus dilengkapi dengan gambar kerja oleh Kontraktor sesuai dengan
petunjuk oleh pabrik penghasil dari jenis yang akan dipergunakan.
18.3. PELAKSANAAN
a. Semua pekerjaan pembuatan dan pemasangan kusen, pintu dan jendela Aluminium harus dilakukan
oleh pabrik penghasil dari bahan yang dipergunakan dengan memperoleh persetujuan pengawas
lapangan.
b. Semua bahan kusen, daun pintu dan jendela aluminium, boleh dibawa kelapangan/ halaman
pekerjaan jikalau pekerjaan konstruksi benar-benar mencapai tahap pemasangan kusen, pintu dan
jendela.
c. Pemasangan sambungan harus tepat tanpa celah sedikitpun.
d. Semua detail pertemuan daun pintu dan jendela harus runcing (adu manis) halus dan rata, serta
bersih dari goresan-goresan serta cacat-cacat yang mempengaruhi permukaan.
e. Detail Pertemuan Kusen Pintu dan Jendela harus lurus dan rata serta bersih dari goresan-goresan
serta cacat yang mempengaruhi permukaan.
f. Pemasangan harus sesuai dengan gambar rancangan pelaksanaan dan brosur serta persyaratan
teknis yang benar.
g. Setiap sambungan atau pertemuan dengan dinding atau benda yang berlainan sifatnya harus diberi
“sealent”.
h. Penyekrupan harus tidak terlihat dari luar dengan skrup kepala tanam galvanized sedemikian rupa
sehingga hair line dari tiap sambungan harus kedap air.
i. Semua alumunium yang akan dikerjakan maupun selama pengerjaan harus tetap dilindungi dengan
“Lacquer Film”.
j. Ketika pelaksanaan pekerjaan plesteran, pengecatan dinding dan bila kosen; alumunium telah
terpasang maka kosen tersebut harus tetap terlindungi oleh Lacquer Film atau plastic tape agar
kosen tetap terjamin kebersihannya.
k. Sebelum memulai pelaksanaan, Kontraktor diwajibkan meneliti gambar dan kondisi lapangan serta
membuat gambar Shop Drawing.
l. Tipe Pintu/Jendela dan dinding partisi yang terpasang harus sesuai Daftar tipe yang tertera dalam
Gambar dengan memperhatikan ukuran-ukuran, Bentuk Profil, Material, Detail Arah Bukaan dan
lain-lain, dengan petunjuk sbb :
GAMBAR URAIAN
* Denah Lokasi, jenis bukaan, Engsel-Engsel
* Daftar Jenis Pintu/ Merk, kualitas, bentuk, ukuran, jendela material finish, tipe,
anti corrosive treatment, glass hardware dan lain-lain.
* Shop Drawing Detail Tipe/jenis ukuran,lokasi dan kedudukan pintu dan jendela,
m. Setiap bagian dari pekerjaan ini yang buruk, tidak memenuhi persyaratan seperti yang tertulis dalam
Buku ini maupun tidak sesuai dengan Gambar Kerja, ketidak cocokan, kesalahan maupun
kekurangan lain akibat kelalaian dan ketidak telitian Kontraktor dalam Gambar Pelelangan; dan
atau perbaikan finish yang tidak memuaskan akan ditolak dan harus diganti hingga disetujui
Pengawas Lapangan Perbaikan, Perubahan dan Penggantian harus dilaksanakan atas biaya
Kontraktor dan tidak dapat di claim sebagai pekerjaan tambah, maupun penambahan waktu.
n. Perubahan bahan/material karena alasan tertentu harus diajukan kepada Konsultan Pengawas
untuk mendapatkan persetujuan secara tertulis.Semua perubahan yang disetujui dapat dilaksanakan
tanpa adanya biaya tambahan yang mempengaruhi kontrak, kecuali untuk perubahan yang
mengakibatkan pekerjaan kurang akan diperhitungkan sebagai Pekerjaan Kurang.
o. Semua pekerjaan yang telah dikerjakan dan atau telah terpasang harus segera dilindungi terhadap
pengaruh cuaca dengan cara yang memenuhi syarat.
18.5. PARTISI
1.01. Lingkup Pekerjaan
1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya
untuk pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
2. Meliputi seluruh pekerjaan dinding partisi, sesuai yang ditunjukan dalam gambar dan disetujui Direksi
Pengawas.
3. Pekerjaan partisi gypsum ini dikerjakan meliputi :
a. Ruang-ruang kerja (penyekat antar ruang) dan ruang lainnya seperti yang ditunjukkan dalam
gambar
Seluruh area dikerjakan sesuai yang tertera dalam gambar perencanaan dan
disetujui oleh Direksi Pengawas.
1.02. Persyaratan Bahan
1. Gypsum:
Ketebalan yang dipakai 12 mm tidak retak atau pecah/melengkung mempunyai lapisan luas Paver
Coved dipasang sesuai dengan gambar teknis dengan mempergunakan rangka metal hollow dan
sekrup, sambungan antara gypsum board memakai compound .
Penutup Gypsum Board 12 mm double
Gypsum yang digunakan Jayaboard, Elephant.
2. Rangka Partisi
Rangka Partisi menggunakan Rangka Metal Stud
Bahan-bahan pelengkap seperti sekrup, baut, mur, paku metal fittings yang akan berhubungan
dengan udara luar dibuat dari besi yang digalvanisasi.
Berkas-berkas pekerjaan harus dikikir sampai halus dan rata permukaan.
Untuk unit yang dipasang harus diberi tanda agar tidak terjadi kesalahan pemasangan.
Pekerjaan sambungan dilakukan dengan baut dan di las sesuai gambar.
Pekerjaan pengelasan harus dikerjaan dengan rapi, tanpa menimbulkan kerusakan pada bahan
bajanya.
Pemberhentian pengelasan harus pada tempat yang ditentukan dan dijamin tidak akan berputar atau
membengkok. Setelah pengelasan, sisa-sisa/kerak las harus dibersihkan dengan baik.
Dinding Partisi menggunakan double gypsum board 12 mm rangka metal furing ex. Boral dan
disetujui Direksi Pengawas.
a. Bahan yang dipakai untuk dinding partisi cubical adalah panel phenolix standar tebal 12 mm, tinggi
partisi cubical adalah 2.00 dengan pesdestal 15 cm dari lantai.
b. Rangka dinding partisi cubikal yang digunakan adalah pipa mill steel ukuran sesuai dengan pabrik
penghasil. Semua engsel dan kunci adalah stainles steel dengan indikator lecth dari sisi luar.
c. Cubikal toilet boleh dipasang setelah pekerjaan dinding bata dan dinding partisi serta pekerjaan
pelapis dinding selesai dikerjakan.
d. Sebelum melaksanakan pekerjaan ini kontraktor harus mengajukan gambar shop drawing kepada
konsultan MK untuk mendapatkan persetujuan.
Spesifikasi Bahan :
o Pintu dan Dinding Pembatas Phenolic 12 mm
o Bahan HPL dipress Resin
o Head Rell,Profile U, Door Stopper, Corner Alumunium
o Aksesoris Pintu Phenolic :
Pivot Stainless Steel 304
Pivot Standar Engsel Kupu-kupu
Nylon
Pasal 19
PEKERJAAN KACA
19.1. KETERANGAN
Pekerjaan kaca meliputi pengisian bidang-bidang kusen (kaca mati), daun pintu dan jendela, jendela
bovenlicht. Contoh kaca yang akan dipakai harus diperlihatkan kepada Pengawas paling lambat 2 (dua)
minggu sebelum dipasang.
19.2. BAHAN
a. Kaca Bening
Kaca polos (clear float glass) yang dipakai adalah buatan dalam negeri dengan ketebalan 5 mm
atau sesuai gambar. Bahan kaca harus utuh dan jernih, tidak boleh bergelombang, berbintik-bintik
atau cacat lainnya.
Kaca ASAHI
b. Kaca Tempered 12 mm
a. Syarat Mutu
1). Dimensi
Toleransi Tebal kaca lembaran tidak boleh melebihi toleransi tebal 0,3 mm. Toleransi Lebar dan
panjang Kaca adalah 1,5 mm sampai 2 mm.
2). Kaca lembaran harus mempunyai sudut siku, tepi potongan rata dan lurus, bebas dari cacat dan noda.
a. Pemotongan harus rapih dan lurus dan harus menggunakan alat Pemotong Kaca khusus. Sisi kaca yang
tampak maupun yang tidak tampak akibat pemotongan harus digurinda dan dihaluskan.
b. Kaca yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan dan benturan dan diberi tanda agar mudah
diketahui
c. Pekerjaan Kaca
1). Kaca harus dipotong menurut ukuran kaca dengan kelonggaran cukup, sehingga pada waktu kaca
mengembang tidak pecah.
2). Sepanjang alur kaca "sponing" dan list kayu harus dibersihkan, diplamur dan dicat sebelum kaca
dipasang.
3). Tepi kaca pada sambungan dan antara kaca dengan kayu, harus diberi "Sealant" tipe "Silicone Glass
Sealant". Tidak diperkenankan "Sealant" mengenai kaca terpasang lebih dari 0,5 cm dari batas garis
sambungan dengan kaca.
4) Sebagian kaca terpasang menggunakan stiker Sanblast
d. Pekerjaan Cermin
1). Cermin dalam pekerjaan harus dipasang pada rangka kayu dibuat khusus seuai ukuran, walaupun
rangka kayu tersebut tidak disajikan dalam gambar kerja.
2). Pemasangan cermin diatas rangka kayu dengan memakai seke- rup. Jarak pemasangan sekrup
maksimal 60 cm, kepala sekrup yang timbul di permukaan kaca ditutup oleh penutup yang di
verchroom.
e. Kwalitas Pekerjaan.
1). Tidak boleh terjadi retak tepi pada semua kaca akibat pemasangan list, maupun sekrup.
2). Kaca dan cermin harus telah terkunci dengan baik, sempurna dan tidak bergeser dari Sponing.
3). Semua kaca dan cermin pada saat terpasang tidak boleh bergelombang. Apabila masih terlihat adalah
gelombang, maka kaca dan cermin tersebut harus dibongkar dan diperbaiki/diganti. Biaya untuk hal ini
adalah tanggung jawab Kontraktor, tidak dapat di "claim" sebagai pekerjaan tambah.
f. Kaca yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan dan benturan dan harus diberi tanda agar
mudah diketahui.
Pasal 20
PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI
1. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan ini meliputi : pengadaan dan pemasangan semua bahan perlengkapan pintu dan jendela seperti :
Kunci, Engsel, Sloot dan hardware lainnya yang dipergunakan di dalam pekerjaan ini :
- Pekerjaan perlengkapan pintu dan jendela.
- Pekerjaan perlengkapan pintu rangka alumunium
- Pekerjaan perlengkapan pintu rangka kayu
- Dan lain-lain seperti yang tercantum dalam Gambar Kerja
2. Persyaratan Bahan.
a. Semua hardware yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Buku Spesifikasi
ini.
b. Kontraktor wajib mengajukan contoh bahan untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan
Pengawas.
c. Pemilihan hardware pintu dan jendela disesuaikan dengan jenis bahan pintu.
d. Bahan
1. Engsel Casement Dekson, Solid
2. Rambucis Dekson, Solid
3. Lever Handle Dekson, Solid
4. Body Kunci + Cylinder Dekson, Solid
5. Engsel Pintu Dekson, Solid
6. Flush Bolt Dekson, Solid
7. Door Closer Dekson, Solid
8. Full Handle Dekson, Solid
9. Dan lain-lain sesuai gambar kerja
3. Persyaratan Teknis
Seluruh perangkat perlengkapan : pintu dan jendela ini harus bekerja dengan baik sebelum dan sesudah
pemasangan. untuk itu, harus dilakukan pengujian secara kasar dan halus.
4. Persyaratan Pelaksanaan
Pasangan alat penggantung harus rapih benar, sehingga pintu / jendela dapat ditutup / dibuka dengan
mudah. Pintu harus dalam posisi tegak / tidak miring.
Pemborong wajib mengajukan contoh-contoh alat penggantung dan pengunci untuk mendapat persetujuan
Direksi.
Sebelum menyerahkan pekerjaan, semua hardware diberi minyak hingga dapat bekerja dengan baik,
lancar serta memuaskan.
1.1 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja pemasangan/ penyetelan, bahan-bahan, perlengkapan
daun pintu/daun jendela dan alat - alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan hingga
tercapainya hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
1.2 Pemasangan alat penggantung dan pengunci dilakukan meliputi seluruh pemasangan pada daun pintu
seperti yang ditunjuk /disyaratkan dalam detail gambar.
1.3 Semua kunci-kunci tanam terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu. Dipasang setinggi 1050
cm dari lantai, atau sesuai petunjuk Perencana dan Pengawas.
1.4 Pekerjaan Engsel
Untuk pintu -pintu panel pada umumnya menggunakan engsel pintu, dipasang sekurang - kurangnya
tiga buah untuk setiap daun dengan menggunakan sekrup kembang dengan warna yang sama
dengan warna engsel, jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut beban berat daun
pintu, tiap engsel memikul maksimal 20 kg..
1.5 Engsel atas dipasang + 28 cm (as) dari permukaan atas pintu.
Engsel bawah dipasang + 32 cm (as) dari permukaan bawah pintu.
Engsel tengah dipasang di tengah - tengah antara kedua engsel tersebut.
Pintu/ Jendela dipasang sedemikian rupa sehingga pada akhirnya daun pintu/ jendela mempunyai
celah yang sama/ merata dengan kusen sisi atas, samping, bawah jendela adalah minimal 2 mm
maksimal 3 mm dan untuk bawah pintu pempunyai celah minimal 4 mm dan maksimal 6 mm.
1.6 Penarik pintu (door pull) dipasang 1050 mm (as) dari permukaan lantai.
1.7 Pemasangan lockease, handle serta door closer harus rapi, lurus dan sesuai dengan letak posisi yang
telah ditentukan oleh Perencana dan Pengawas Apabila hal tersebut tidak tercapai, kontraktor wajib
memperbaiki tanpa tambahan biaya.
1.8 Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik, untuk itu harus dilakukan pengujian secara
kasar dan halus.
1.9 Tanda pengenal anak kunci harus dipasang sesuai dengan pintunya
Pasal 21
PEKERJAAN LANTAI
21.2 Adukan
Adukan untuk pemasangan lantai keramik adalah :
- 1 PC : 3 PS untuk pemasangan lantai daerah basah (KM/WC).
- 1 PC : 5 PS untuk pemasangan seluruh lantai selain ketentuan di atas.
Pasal 22
WATERPROFING
1. UMUM
POLYGUM Membrane adalah waterproofing asal belgia yang di buat dari bahan aspal terbaik
dengan teknologi dan tenaga ahli yang handal menjadikan waterproofing yang kuat, tahan lama dan
merekat sempurna pada seluruh area yang memerlukan perlindungan dari rembesan air baik itu
dak beton, basement, kolam renang dll.
B. Spesifikasi
Lebar :1M
Panjang : 10 M
Tebal : 3 mm
Warna : Hitam
Keunggulan :
- Perkuatan Tri-Laminsai Polyester, membuat membran jauh lebih kuat dan tahan terhadap
gaya tarik
- Bisa mengatasi dan mencegah kebocoran diatas dak atap rumah
- Bisa mecegah kelembaban di dinding, diaplikasikan untuk kolam yang memiliki sifat
waterproof sehingga terjaga dari kebocoran
- Ketebalan yang terjamin karena dibuat di pabrik dengan mesin khusus. Sehingga mengurangi
resiko ketidak teraturan akibat aplikasi di lapangan
- Cepat dan praktis dalam pemasangannya
- Flexibel : Dapat menutup celah keretakan yg terjadi pada bangunan
- Lifetime yang jauh lebih lama ketimbang waterproofing coating
A. Kualifikasi pemasang
1. Untuk pelaksanaan pemasangan atap, gunakan hanya tukang pasang yang kompeten dan ahli
yang benar-benar sudah terbiasa dengan produk dan metode pemasangan yang
direkomendasikan oleh pabrikan.
2. Pemasang : Sebuah perusahaan yang dapat menunjukkan bukti pengalaman yang berhasil
sebelumnya untuk pemasangan Waterprofing Polygum membrane
B. Syarat-Syarat pelaksanaan
1. Pengujian
a. Bila diperlukan Kontraktor wajib mengadakan test bahan sebelum dipasang, pada
laboratorium yang ditunjuk pengawas. Dan sebelum dimulai pemasangannya
Kontraktor harus menunjukkan sertifikat keaslian barang dari supplier disertai data-data
teknis komposisi unsur material pembentuknya.
b. Sewaktu penyerahan hasil pekerjaan, kontraktor wajib memberikan jaminan atas
produk yang digunakan terhadap kemungkinan bocor, pecah dan cacat lainnya,
termasuk mengganti dan memperbaiki segala jenis kerusakan yang terjadi. Jaminan
yang diminta adalah jaminan dari pihak pabrik untuk mutu material berupa polis
asuransi, serta jaminan dari pihak pemasang (applicator) untuk mutu pelaksanaan
pemasangannya.
c. Kontraktor diwajibkan melakukan percobaan/pengujian dengan melakukan
penyemprotan langsung dengan air serta menggenanginya dengan air di atas
permukaan yang diberi lapisan composite membrane.
a. Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjaan dalam keadaan utuh (belum dibuka) dan
masih tersegel dan berlabel sesuai pabriknya.
b. Bahan harus disimpan di tempat yang terlindung, tertutup, tidak lembab, kering dan
bersih.
c. Kontraktor bertanggungjawab atas kerusakan bahan-bahan yang disimpannya, baik
sebelum atau selama pelaksanaan.
3 SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN
a. Semua bahan sebelum dikerjakan harus ditunjukkan kepada pengawas, lengkap dengan
ketentuan / persyaratan pabrik yang bersangkutan untuk mendapatkan persetujuan
Pengawas.
b. Material yang tidak disetujui harus diganti segera tanpa biaya tambahan. Jika dipandang
perlu diadakan penukaran/penggantian maka bahan-bahan pengganti harus telah
mendapat persetujuan dari pengawas.
c. Sebelum pekerjaan ini dimulai permukaan bagian yang akan diberi lapisan harus
dibersihkan sampai kondisi yang dapat disetujui oleh pengawas. dan ukuran harus
sesuai dengan gambar.
d. Cara-cara dan pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti petunjuk dan ketentuan dari
pabrik yang bersangkutan serta petunjuk dari pengawas.
e. Bila ada perbedaan dalam hal apapun antara gambar, spesifikasi dan lainnya,
kontraktor harus segera melaporkan kepada pengawas sebelum pekerjaan dimulai.
f. Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan dalam hal terdapat
kelainan/perbedaan ditempat itu.
5 CONTOH
a. Kontraktor wajib mengajukan contoh dari semua bahan, disertai brosur lengkap dan
jaminan keaslian material dari pabrik.
b. Contoh bahan harus diserahkan minimal sebanyak 2 (dua) buah yang mutunya.
c. Keputusan bahan jenis, warna, tekstur dan merk akan diberitahukan oleh pengawas
dalam jangka waktu tidak lebih dari 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak penyerahan
contoh-contoh bahan tersebut.
d. Pengawas mempunyai hak untuk meminta kontraktor mengadakan mock-up guna
memperjelas usulan material yang diajukannya.
Setelah waterproofing terpasang dengan sempurna,maka akan dilakukan pengujian tes rendam selama
2X24 jam dengan tahap pengujian sebagai berikut:
1. Cek kondisi Polygum Membrane pada detail sambungan,corner,drinase apakah sudah tertutup
sempurna
2. Isi air Hingga menggenangi permukaan dak beton setinggi 18cm.
3. Biarkan air menggenangi permukaan dak beton selama 2X24 jam
6. Periksa kondisi langit-langit dak beton dari dalam gedung apakah ada rembesan air yang timbul
dari langit-langit dak beton tersebut.
7. Jika ada timbul rembesan maka dilakukan pengecekan pengerjaan dan di cari/di periksa penyebab
terjadinya rembesan.kemudian di perbaiki bagian yang bocor tersebut lalu dilakukan tes rendam
lagi.
8. Jika tidak ada kebocoran/rembesan maka dibuat berita acara tes rendam yang di tanda tangani
oleh supervisor kontraktor
Pasal 23
PEKERJAAN BETON BERTULANG DAN TIDAK BERTULANG
24.2 Semua pekerjaan beton harus mengikuti persyaratan ketentuan yang tercantum pada :
a. Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung SNI 03 – 2847 - 2002
b. Peraturan Beton terutama mengenai :
1. Syarat-syarat bahan untuk semua pekerjaan beton (SNI 03 – 2847 - 2002)
2. Syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan beton (SNI 03 – 2847 - 2002).
3. Syarat-syarat pekerjaan tulangan (SNI 03 – 2847 - 2002).
b. Untuk beton bertulang yang bersifat praktis, seperti kolom praktis, balok lintel dll, campuran beton
yang digunakan adalah K-175 atau campuran 1PC : 2 PS : 3 KR.
c. Untuk beton tidak bertulang, adukan dibuat dengan campuran : 1PC : 3PS : 5KR, seperti untuk neut
kusen, rabat beton, lantai kerja dan lain-lain sesuai dengan gambar kerja.
b. Pasir
1). Semua pasir yang akan dipakai harus pasir alam tidak di perkenankan memakai pasir laut.
2). Pasir harus halus bersih dan bebas dari tanah liat, mika dan substansi lain yanjg merugikan, beratnya
tidak boleh lebih dari 5 %.
3). Kontraktor harus menyerahkan contoh pada Konsultan Pengawas sebagai bahan pemeriksaan
pendahuluan dan persetujuan, contoh seberat 15 kg dari pasir alam yang diusulkan untuk dipakai
sedikitnya 14 (empat belas) hari sebelum diperlukan.
4). Timbunan pasir alam harus dibersihkan semua dari tumbuh-tumbuhan, kotoran dan bahan-bahan lain
yang tidak dapat dipakai harus disingkirkan. Bahan harus diayak dan dicuci sebagaimana diperlukan
untuk mengahasilkan
d. Air
Air untuk campuran dan pemeliharaan beton spesui/mortar dan speci injeksi harus dari aiar yang bersih dan
tidak mengandung zat-zat yang dapat merusak beton. Air tersebut harus memenuhi syarat-syarat menurut
PBI 1971 (NI-2) pasal3.6.
e. Baja tulangan
1). Baja tulangan yang dipakai adalah mutu baja U-32 (Ulir) untuk baja diameter lebih besar dan sama
dengan 16mm serta mutu baja U-24 untuk baja diameter lebih kecil atau sama dengan 12mm, sesuai
dengan PBI 1971. JIS SR 24 British Standard No. 785. 1938 atau ASTM Designation A-15.
2). Ukuran baja tulangan tersebut harus sesuai dengan gambar kerja, penggantian dengan diameter lain
harus dengan persetujuan tertulis dari direksi. Segala biaya yang diakibatkan oleh penggantian tulangan
terhadap gambar sejauh Gambar Kerja adalah Kontraktor.
3). Semua baja tulangan harus disimpan pada tempat yang bebas lembab disesuaikan diameter serta asal
pembelian.
4). Semua baja tulangan harus dilindungi terhadap semua macam kotoran dan lemak serta sejauh mungkin
terhadap karat.
1). Pemakaian bahan tambahan kimiawi (Konkret admixtures additives) kecuali yang disebut tegas dalam
Gambar Kerja (RKS) harus seijin tertulis dari Konsultan Pengawas.
2). bahan tambahan yang mempercepat pengerasan awal (initial set) tidak boleh dipakai. Sedangkan untuk
beton kedap air dalam tanah hidrostatik pressure tidak boleh bahan kedap air yang mengandung bahan
stearate. bahan campuran tambahan beton harus sesua dengan iklim tropis AS 1978 & ASTM C 494
Type B & D sekaligus sebagai pengurang air adukan dan penunda pengerasan awal.
3). Semua admixture yang akan digunakan ditentukan berdasarkan hasil pekerjaan benda uji/contoh-
contoh yang dibuat dan telah mendapat persetujuan Konsultan Pengawas.
4). Untuk penyambungan kembali akibat terhentinya suatu pengecoran beton dipakai bahan perekat
CALBOND sebelum dicor dengan beton baru serta permukaannya harus dikasarkan. Jumlah
pemakaian untuk 1 M2 adalah 0,3 liter CALBOND dicampur dengan larutan semen/PC sekitar 25
%nya dengan cara ditaburkan.
g. Bekisting
1). Bekisting untuk PileCap dan Tie Beam digunakan pasangan Bata / Bataco
2). Bekisting untuk Plat lantai digunakan Bekisting Metaldeck / Bondek.
3). Bekisting Kolom dibuat dari panel multiplex 12 mm atau papan borneo tebal minimal 2 cm dengan
rangka penguat penyokong dan penyangga dibuat dari kayu borneo 5/7, 5/10 secukupnya, sehingga
mampu mendapatkan kekakuan dan kekuatan mendukung beton sampai selesai proses ikatan beton.
Untuk kolom struktur dipakai papan borneo tebal 3/20.
4). Steger cetakan/bekisting dipakai kayu borneo dengan ukuran minimum 5/10 cm atau pipa besi
(scaffolding). Tidak diperkenankan mempergunakan bambu.
5). Khusus cetakan bekisting untuk beton pracetak harus dibuat lebih kokoh dan lebih kaku, permukaan
panel lurus, halus sehingga menghasilkan bidang yang rata dan halus.
1). Beton dibentuk dari semen portland/PC, pasir, kerikil, batu pecah, air seperti yang ditentukan ;
semuanya dicampur dalam perbandingan yang sesuai dan diolah sebaik-baiknya sehingga sampai
didapat kekentalan yang tepat.
1). Untuk mengetahui karakteristik dari beton tersebut, harus memenuhi syarat mutu beton menurut PBI
1971, disertai sertifikat hasil pengujian laboratorium pengujian beton dilaksanakan 4 (empat) kali
tahapan.
2). Ukuran maksimum dari agragat kasar dalam beton tidak boleh melampaui ukuran yand ditetapkan
dalam persyaratan bahan beton dan harus memperhitungkan celah lubang anatar tulang agar tidak
terjadi rongga-rongga beton.
3). Perbandingan antara bahan-bahan pembentuk beton yang dipakai untuk berbagai pekerjaan (sesuai
kelas mutu) harus ditetapkan dari waktu ke waktu selama berjalannya pekerjaan demikian juga
pemeriksaan terhadap agrqgat dan beton yang dihasilkan. Pebandingan campuran dan faktor air semen
yan tepat akan ditetapkan atas dasar beton yang dihasilkan yang mempunyai kekedapan, keawetan, dan
kekuatan yang dikehendaki. Faktor air semen dari beton tidak terhitung air yang dihisap oleh agregat
dan tidak boleh melebihi 0,55 (dari beratnya). Pengujian beton akan dilakukan oleh Kontraktor dan
perbandingan-perbandingan campuran harus diubah jika perlu untuk tujuan-tujuan seperti di atas dan
Kontraktor tidak berhak claim atas perubahan-perubahan yang demikian.
1). Banyaknya air yang dipakai untuk beton harus diatur menurut keprluan untuk menjamin beton dengan
Konsistensi yangn baik dan untuk penyesuaian variasi kandungan lembab atau gradasi (perbutiran) dari
agregat waktu masuk dalam mesin pengaduk (mixer). Penambahan air untuk mencairkan kembali beton
padat hasil pengadukan yang terlalu lama atau yang menjadi kering sebelum dipasang tidak
diperkenankan. Keseragaman konsistensi beton untuk setiap kali pengadukan sengat perlu. Nilai slump
dari beton (pengujian kerucut slump) tidak boleh kurang dari 8 cm dan tidak melampaui 12 cm untuk
segala beton yang dipergunakan.
2). Kekuatan tekan dari beton harus ditetapkan melaui pengujian biasa dengan silinder berukuran 15 x 30
cm atau kubus 15 x 15 x 15 cm atau kubus 20 x 20 x 20 cm dibuat dan diuji sesuai dengan NI-2 PBI
1971. Pengujian slump disesuaikan dengan NI-2 PBI 1971 dan Kontraktor harus menyediakan fasilitas
yang diperlukan untuk mengerjakan contoh-contoh pemeriksaan yang erpresetatif, frekuensi akan
ditetapkan oleh Pengawas Lapangan (Pengawas Lapangan).
c. Benda uji
Selama pengecoran beton harus terdapat benda-benda uji sebagai berikut :
- Minimum 1 benda uji setiap hari
- Minimum 20 benda uji pada akhir pelaksanaan
- Setiap pengecoran 5 m3 dibuat 1 benda uji
- Yang terbesar menentukan
d. Persyaratan pelaksanaan
a). Baja tulangan beton sebelum dipasang harus bersih dari serpih-serpih, karat minyak gemuk
dan lapisan lain yang merusak atau mengurangi daya lekat dalam beton. Bentuk baja
tulangan sesuai dengan bentuk dan ukuran yang tertera pada gambar.
b). Baja tulangan harus dipasang dengan teliti sesua dengan Gambar Kerja.
Agar tulangan tetap tepat di tempatya maka tulangan harus diikat kuat dengan dengan kawat
beton (bindraat) dengan bantalan blok-blok beton cetak/beton decking atau kursi- kursibesi/cakar
ayam, perenggang, specer atau logam gantung (metal hanger) sesuai dengan kebutuhan. Dalam
segala hal untuk baja tulangan yang horizontal harus digunakan penunjang yang tepat sehingga
tidak akan ada batang yang turun.
c). Penempatan besi beton di dalam cetakan tidak boleh menyinggung dinding atau dasar
cetakan serta harus mempunyai jarak tetap untuk setiap bagian - bagian konstruksi
tertentu seperti : kolom dan balok 2,5 cm, plat beton 1,5 cm.
d). Penyambungan Jika diperlukan untuk menyambung tulangan Overlap pada sambungan untuk
tulang - tulangan dinding tegak (vertikal) dan kolom sedikitnya harus 40 (empat puluh)
diameter batang.
3). Pengadukan, pengangkutan, pengecatan, pemadatan dan perawatan beton harus dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan di dalam PBI 1971 pasal 6.1. sampai dengan pasal 6.6.
4). Mengaduk
Bahan-bahan pembentuk beton harus dicampur dan diaduk dalam “Mesin Pengaduk Beton” yaitu Bath
Mixer atau Portabel Continues Mixer, dalam hal ini hars dujaga adukan plastis merata danntidak boleh
ada bagian air yang tidak terikat oleh bahan beton. Truk Pengaduk (Truck Mixer) diatur sedemikian
rupa, sehingga beton dari adukan ke adukan mempunyai konsistensi dan mutu yang sama. Pengaduk
yang sewaktu-waktu memproduksi dengan hasil yang tidak memuaskan harus diperbaiki. Mesin
pengaduk yang disentralisir (Batching Mixing Plant) harus diatur, sehingga pekerjaan mengaduk dapat
dapat diawasi dengan mudah dari station operator. Tiap mesin pengaduk diperlengkapi dengan alat
mekanis untuk mengatur waktu dan jumlah adukan.
5). Suhu
Suhu beton waktu di Cor/dituang tidak boleh lebih dari 32 derajat dan biula suhu dari beton yang ditaruh
berada anatara 27 sampai 32 derajat celciuis, beton harus diaduk di tempat pekerjaan untuk kemudian di
Cor.
7). Pengecoran
- Beton tidak boleh di cor sebelum semua pekerjaan cetakan bekisting selesai, Ukuran dan letak baja
tulangan baja tulangan beton sesuai dengan Gambar Pelaksanaan pemasangan instalasi - instalasi
yang harus ditanam, besi penggantung plafond sesuai pola kerangka langit -langit, besi
penggantung, cable tray dan stek-stek penyokong dan pengikatan serta lain-lain telah selesai
dikerjakan. Sebelum pengecoran dimulai permukaan - permukaan yang berhubungan telah disetujui
Pengawas Lapangan.
- Sebelum pengecoran beton semua permukaan pada tempat pengecoran beton (cetakan)
harus bersih dari air yang tergenang, reruntuhan dan barang lepas. Permukaan bekisting
dari bahan - bahan yang menyerap pada tempat-tempat yang akan di cor harus dibasahi
dengan merata sehingga kelembaban air dari beton yang baru di cor tidak akan diserap.
- Pada pengecoran, beton baru ke permukaan beton yang telah di cor terlebih dahulu
permukaan beton lama tersebut harus bersih, dilembabkan dan dikasarkan. Pada
sambungan pengecoran ini harus dipakai perekat beton yang disetujui oleh Pengawas Lapangan.
- Koordinasi dengan pekerjaan elektrikal, sanitasi dan mekanikal harus dilakukan sebelum
pengecoran dimulai. Terutama yang menyangkut pipa-pipa sparing yang menembus/tertanam
dalam beton untuk keprluan setiap disiplin kerja.
- Beton boleh dicor hanya waktu Konsultan Pengawas serta Kontraktor ada di tempat kerja dan
persiapan betul-betul memadai.
- Dalam semua hal, beton yang akan dicor harus diusahakan agar pengangkutannya ke posisi terakhir
harus sependek mungkin, sehingga tidak terjadi pemisahan antar kerikil dan spesi pada waktu
pengecoran.
- Pengecoran beton untuk bagian yang vertikal seperti kolom, harus menggunakan tremie dengan
tinggi jatuh tidak boleh lebih dari 2 (dua) m. Pengecoran beton untuk bagian horizontal seperti :
plat, balok, parapet harus dicor lapis demi lapis horizontal menyeluruh dengan ketebalan perlapis <
50 cm. Konsultan Pengawas mempunyai hak untuk mengurangi tebal tersebut apabila
pengecoran dengan tebal lapisaan 50 cm tidak dapat memenuhi spesifikasi.
- Pengecoran beton tidak diperkenankan selama hujan deras atau lama sehingga
sedemikian rupa sehinggga speci/mortal terpisah dari agregat kasar. Suatu pengecoran
yang sudah dimulai pada suatu bagian tidak boleh terputus sebelum bagian itu selesai.
- Setiap lapisan beton harus dipadatkan sepadat mungkin sehingga ia bebas dari kantong -
kantong kerikil dan menutup rapat-rapat semua permukaan dari cetakan dan material yang
diletakan. Dalam pemadatan setiap lapisan dari beton kepala alat penggetar (Vibrator)
harus dapat menembus dan menggetarkan beton pada bagian atas dari lapisan
yang terletak di bawah. Lamanya penggetaran tidak boleh menyebabkan terpisahnya
bahan beton dengan airnya.
- Untuk pengecoran kolom, plat lantai ataupun balok, agar dalam pelaksanaannnya lebih efektif
diwajibkan menggunakan tremie yang disediakan oleh Pengusaha “beton ready mix”.
9. Perawatan (Curing)
Semua beton harus dirawat (cured) dengan air seperti ditentukan dibawah ini. Beton yang
dirawat (cured) dengan air harus tetap basah paling sedikit 14 (empat belas) hari secara terus menerus
sesudah beton cukup keras, untuk mencegah kerusakan dengan cara menutupnya dengan bahan yang
dibasahi air atau dengan pipa berlubang. Pengawas Lapangan berhak menentukan cara/sistem
perawatan yang harus dilaksanakan pada tiap bagian pekerjaan beton.
- Kerusakan yang memerlukan pembongkaran dan perbaikan ialah yang terdiri dari ; sarang
kerikil, kerusakan - kerusakan karena cetakan, lubang - lubang baut, ketidakrataan
dan bengkok kecil, maka dilaksanakan dengan pemahatan kemudian digosok dengan
gurinda. Lubang-lubang pahatan harus diberi pinggiran tajam dan dicor sedemikian rupa sehingga
pengisian akan terkunci rapat ditempatnya. Semua lubang harus terus menerus dibasahi
selama 24 (dua puluh emapat) jam sebelum dicor.
- Semua pipa serta serta bagian - bagian yang menembus lantai, balok dan kolom harus
mempunyai ukuran dan letak yang tidak mengurangi kekuatan konstruksi (harus dipilih tempat
momen = 0) atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan.
Lingkup Pekerjaan
1. Scope pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor adalah:
Menyediakan semua perlengkapan kerja, tenaga kerja, peralatan pancang, bahan-bahan
dan melaksanakan semua pekerjaan sehubungan dengan pembuatan dan pemancangan tiang pancang mini serta test
pembebanan. Semua peralatan dan bahan-bahan ini harus diajukan terlebih dahulu kepada Pengawas sebelum
pekerjaan dimulai untuk dapat disetujui.
2. Pelaksanaan pekerjaan tiang pancang mini memerlukan ketepatan, ketelitian dan pengetahuan pelaksanaan
yang cukup tinggi. Kontraktor harus mampu menyediakan peralatan yang baik lengkap dengan pekerja-
pekerja / pengawas ahli yang trampil dan berpengalaman
Penyerahan Dokumen
1. Umum: Serahkan yang berikut ini sesuai dengan persyaratan Kontrak.
2. Laporan pengujian material beton.
3. Laporan pengujian beton, mencatat informasi yang perlu dan sertifikat kesesuaian dengan persyaratan proyek.
4. Laporan sertifikasi tiang pancang untuk setiap tiang, mencatat panjang tiang dan puncak aktual, penyimpangan
kemiringan shaft, nilai kalendering / final set dan keadaan khusus.
5. As-built drawing pekerjaan tiang harus diserahkan kepada Pengawas setelah pekerjaan pemancangan tiang.
6. Laporan Test Beban dan hal lain yang berkaitan.
1. Kualifikasi pelaksana tiang pancang: Tidak kurang dari tiga kontrak pekerjaan yang dilaksanakan secara
sukses dengan kondisi dan volume pekerjaan yang sedikitnya dengan proyek ini.
2. Agen pengujian beton: Gunakan laboratorium pengujian untuk melakukan pengujian evaluasi bahan dan
merencanakan adukan beton yang digunakan untuk pembuatan tiang pancang.
3. Bahan dan pekerjaan terpasang dapat memerlukan pengujian dan pengujian ulang setiap saat selama
berlangsungnya pekerjaan. Sediakan jalan ke tempat penimbunan dan fasilitas bahan. Pengujian yang tidak secara
spesifik dinyatakan untuk dikerjakan atas biaya Pemberi Tugas, termasuk pengujian ulang atas bahan yang ditolak
dan atas pekerjaan terpasang, adalah tanggung jawab Kontraktor.
4. Sertifikat material, yang menyatakan kesesuaian sifat material terhadap persyaratan, dapat diserahkan untuk
menggantikan pengujian jika diijinkan olel Pengawas. Sertifikat harus ditanda-tangani oleh produsen bahan dan
kontraktor.
Proteksi Pekerjaan
1. Kontraktor harus bertanggung jawab penuh untuk semua kerusakan pada bangunan yang berdekatan yang
disebabkan oleh pemancangan tiang. Kerusaka harus diperbaiki atas beban biaya Kontraktor.
2. Lindungi struktur, utilitas bawah tanah dan konstruksi lainnya dari kerusakan yang disebabkan operasi
pemancangan.
3. Atur urutan pekerjaan dan pekerjaan lainnya (penggalian, shoring system dll) untuk menghindari kelongsoran.
Syarat Bahan
A. Tiang pancang mini segi empat (Square) dengan ukuran 300x300 mm.
B. Mutu beton minimal K-450.
C. Tulangan beton tiang pancang : 4 D 16 (U.39) + sengkang 12 .
D. Batang tulangan dan Dowel: Sll, batang baja ulir dengan tegangan leleh 2262 Kg/cm2 untuk tulangan utama.
E. Tulangan spiral: Sll, batang baja polos dengan tegangan leleh 2262 Kg/Cm2
F. Sambungan tiang pancang dengan las pada plat baja setebal 8 mm.
G. Panjang tiap segmen tiang pancang adalah 6.0, 6.0, 6.0, 5.0 M
H. Daya dukung ijin 1 tiang Uk. 300x300 mm adalah minimal 810 kN (81 ton)
Pelaksanaan Pemancangan
i. Driving Cap
Selama pekerjaan pemancangan, kepala tiang harus dilindungi dengan suatu bantalan / driving cap.
ii. Pengikat
Selama pekerjaan pemancangan, tiang pancang harus diikat sedemikian sehingga tiang tidak dapat bergerak pada
arah horizontal.
iii. Sistem tekan (jawsystem)
Semua tiang harus dipancang/ditekan secara kcntinu tanpa berhenti sampai mencapai lapisan yang
diperlukan dengan kalendering sesuai dengan daya dukung tiang yang disyaratkan.
Tiang pancang harus dipancang sampai suatu kedalaman yang dipersyaratkan(+/- 23 meter) dengan cara
system tekan (jaw system)
iv. Tiang pancang tambahan
Suatu tiang pancang yang rusak pada saat pemancangan atau pengangkatan / pengangkutan, yang
mengakibatkan kebutuhan struktur tiang tidak dapat dipertanggung-jawabkan, harus diganti atau dipakai
tiang pancang tambahan dengan persetujuan Pengawas tanpa tambahan biaya.
v. Toleransi pelaksanaan: Tempatkan sumbu pusat tiang dalam batas toleransi sebagai berikut:
Penyimpangan maksimum yang diijinkan tidak boleh lebih dari 75 mm.
Untuk kelompok dengan 2 tiang atau lebih maka toleransi pergeseran jarak satu tiang dengan yang lainnya
tidak boleh lebih dari 100 mm.
Kemiringan shaft antar ujung-ujungnya menyimpang tidak lebih dari 1.5 persen panjang tiang atau 150
mm, mana yang lebih kecil.
Jika toleransi tersebut terlampaui, maka buat konstruksi perkuatan pada bagian struktur bangunan tertentu untuk
mengimbangi eksentrisitas yang berlebihan. Serahkan metode konstruksi perkuatan yang diusulkan kepada
Pengawas untuk direview sebelum dilaksanakan.
Paling lambat 5 hari setelah pemancangan selesai dengan sepengetahuan Pengawas, Kontraktor mengirim data
kemiringan dan letak akhir tiang pancang terhadap as bangunan kepada Pengawas.
vi. Perubahan Poer
Perubahan poer akibat penambahan tiang dan / atau toleransi jarak antar tiang< yang tidak terpenuhi, maka biaya
tambahan pekerjaan poer menjadi tangguni jawab Kontraktor Pondasi Tiang.
Test Beban
A. Kontraktor akan melakukan test uji beban vertikal tekan skala penuh dengan jumlah sebagai berikut :
Test beban vertikal atas 1 (satu) dari setiap 100 tiang pancang atau minimal: (dua) buah atas tiang pancang
mini segi empat ukuran 300 mm.
B. Jika suatu test beban gagal, maka tambahan 2 test beban lagi harus dilakukan dan tidak boleh gagal, semuanya
atas beban biaya Kontraktor. Kontraktor harus menyediakan tambahan tiang dalam kelompok tiang yang gagal,
tanpa tambahan pembayaran.
C. Percobaan beban pertama diadakan setelah pekerjaan pemancangan .menyelesaikan ± 5 0 % titik dengan
mengevaluasi hasil pemancangan yang ada. Percobaan beban terakhir dilakukan setelah pekerjaan pemancangan
selesai 100%.
D. selama test beban, tidak boleh ada pemancangan tiang yang dikerjakan. Tiang yang akan ditest, harus dipilih
oleh Pengawas/Perencana secara random berdasarkan data pemancangan.
E. Kontraktor harus mencatat semua kejadian pada tiang pancang selama test beban dan membuat laporan yang
harus disetujui oleh Pengawas.
F. Sekalipun test beban dilakukan hanya atas tiang-tiang tertentu, Kontraktor harus bertanggung jawab dan menjamin
bahwa semua tiang memenuhi syarat dalam batas toleransinya. Penerimaan beberapa tiang tidak melepas
tanggung jawab Kontraktor atas semua pekerjaan pondasi dan atas akibat penurunan pada struktur atas
bangunan.
1. Lingkup Pekerjaan
Semua metal seperti tersebut di atas seperti tercantum dalam Gambar Kerja dengan ketentuan sebagai
berikut :
1). Semua bagian/permukaan yang tampak/"esposed" di cat sampai dengan cat :”finish".
2). Semua bagian / permukaan yang tidak ditampakkan/ "un exposed" menempel ke bahan /material lain,
tertutup oleh bahan/material lain di cat hanya sampai dengan cat anti karat atau cat dasar/primer.
2. Persyaratan Umum
a. Seluruh pekerjaan ini harus memenuhi persyaratan dalam Standard dan normalisasi di Indonesia dan atau
sesuai dengan Spesifikasi pabrik pembuat.
b. Pabrik dan Kontraktor harus memberi jaminan minimal selama lima (5) tahun terhitung dari waktu
penyerahan atas semua pekerjaan ini terhadap kemungkinan cacat, warna yang berubah dan kerusakan cat
lainnya.
3. Persyaratan Bahan
a. Bahan dari kualitas utama, tahan terhadap udara dan garam. Produk Cat :
- Pengecatan Dinding menggunakan cat Dulux ICI , Jotun (interior), Jotun Dulux ICI
Weathershild (exterior),Mowilex, jotun
- Pengecatan Plafond menggunakan cat Vinilex, Jotun, Dulux
- Cat Minyak Lisplank menggunakan cat SEIV
- Pengecatan Besi menggunakan cat DUCO
4. Persyaratan Teknis
a. Peralatan seperti: Kuas, Roller, Sikat kawat,Kape, dan sebagainya; harus tersedia dari kualitas baik dan
jumlahnya cukup untuk pekerjaan ini.
b. Semua cat dasar harus disapukan dengan kuas. Pelaksanaan pekerjaan pengecatan cat dasar untuk
komponen bahan metal,harus dilakukan sebelum komponen tersebut terpasang.
5. Persyaratan Pelaksanaan
a. Hasil pekerjaan yang tidak disetujui Konsultan Pengawas harus diulang dan diganti. Kontraktor harus
melakukan pengecatan kembali bila ada cat dasar atau cat finish yang kurang menutupi atau lepas,
sebagaimana ditunjukkan oleh Konsultan Pengawas. Biaya untuk hal ini ditanggung Kontraktor, tidak
dapat di "claim" sebagai pekerjaan tambah.
1). Sebelum pelaksanaan pengecatan seluruh permukaan harus dibersihkan dari debu, lemak,
kotoran atau noda lain, bekas cat yang terkelupas dan dalam kondisi kering.
2). Untuk meratakan permukaan dinding atau beton digunakan plamir tembok sampai rata, kemudian
dihaluskan dengan hampelas dan dibersihkan dari debu. Dan Khusus untuk pengecatan dinding bagian
luar untuk meratakannya tanpa menggunakan plamir , cukup dengan menghaluskan dengan amplas
saja.
3). Pengecatan dilakukan berulang-ulang sampai 3 (tiga) lapisan. Pengecatan lapisan pertama dan
lapisan berikutnya harus diberi jarak waktu selama 24 jam agar cat cukup kering dan meresap
pada bidang pengecatan.
4). Untuk pengecatan langit-langit karena sulit dijangkau dengan kuas dapat menggunakan roller.
5). Hasil pengecatan yang belang dan tidak rata harus diperbaiki dan diulang kembali.
1). Sebelum pelaksanaan pengecatan seluruh kayu harus sudah diberi lapisan anti rayap.
Seluruh metal harus dicat dasar dengan zincrhomate, baik yang ekspos (tampak) ataupun yang tidak
tampak.
1). Persiapan sebelum pengecatan.
Bersihkan permukaan dari kulit giling (kerak/"Millscale"), karat, minyak,lemak dan kotoran
lainsecaratelitiseksama dan menyeluruh ; sehinggapermukaan yang dimaksud menampilkan tampak
metal yang halus dan mengkilap. Pekerjaan ini
dilaksanakan dengan Sikat Kawat mekanik/ "Mechaical Wire Brush". Akhirnya permukaan
dibersihkan dengan sikat.
2). Pekerjaan Cat Primer / Dasar dilaksanakan sebelum komponen bahan / material
Metal terpasang.
e PEKERJAAN MELAMIC
e.2.1 Bahan didatangkan langsung dari pabrik. Tiba di tapak konstruksi harus masih tersegel baik
dalam kemasannya dan tidak cacat.
Kontraktor wajib membuktikan keaslian cat dari produk tersebut diatas mengenai kemurnian
cat yang akan digunakan. Pembuktian berupa segel kaleng, test BD, test laboratorium dan
hasil akhir pengecatan.
Biaya untuk pembuktian ini dibebankan kepada kontraktor. Hasil test kemurnian harus
mendapat rekomendasi tertulis dari produsen dan diserahkan kepada direksi/perencana untuk
persetujuan pelaksanaan.
e.3.5 Hasil akhir finishing melamic harus rata, permukaannya halus dan intensitas warna untuk
setiap bagian interior - furniture harus sama (disesuaikan colour scheme material).
Pasal 25
PEKERJAAN ATAP
1. Lingkup Pekerjaan
Gerakan yang terjadi akibat Gempa lebih besar kearah Gerak Horizontal, hal ini besar pengaruhnya terhadap kekuatan ikat
struktur atap khususnya dan bangunan umumnya.
Ada beberapa poin penting dalam struktur atap baja ringan yang perlu diperhatikan agar dapat meminimalisir bahaya gempa
disamping balok struktur penopang atap kuda kuda baja ringan itu sendiri, yaitu :
1. Ikatan antara frame dan Web harus kuat maka dari itu untuk konektor sambungan 1.2 Truss memakai sistem
konektor baut
2. Fisik sambungan mengarah ke pusat ( Web mengarah dan sejajar pada titik pusat ) untuk system jenis kuda –
kuda baja ringan 1.2 Truss lebih menekan kan pada pengoptimalan kekuatan web secara simetris sebagai pengaku
struktur kuda kuda tersebut
3. Aksesoris dan sambungan pada struktur kuda-kuda (baik struktur sambungan truss ketemu truss ataupun
truss ketemu struktur balok bangunan) harus kuat, Maka dari itu 1.2 truss menciptakan beberapa aksesoris sebagai
pendukung kekuatan bagi keseluruhan kuda-kuda tersebut agar kokoh, kuat, dan kaku .(lihat daftar dan fungsi
aksesoris)
4. Pengikat kuda-kuda terhadap balok struktur harus kuat (Angkur ) dalam hal ini 1.2 Truss menciptakan
aksesoris yang wajib dipakai yaitu T01 sebagai pengaku dudukan kuda -kuda baja ringan terhadap balok struktur
(lihat daftar dan fungsi aksesoris)
Merek dagang One Two Truss /1.2 TRUSS by Atap-Indonesia (Roofing Spesialities)
Hight Tensile Steel G550 (Hi-Ten)
Minimum Yield Strength : 550 MPa
Modulus Elasticity : 2,1 x 105 MPa
Shear Modulus 4
: 8 x 10 MPa
Lapis dasar material baja ringan dilapis dengan zinc, aluminium and silikon alloy
Rangka
Profil berbentuk S dan Web bentuk Capsule dengan pengiktat Baut-Mur
a. Frame : bentuk S 85.50 (Tinggi profil 85 mm dan tebal 0.75 - 08mm BMT)
b. Web : Capsule 62.27 (Tinggi 62 mm dan tebal 045 - 0,5 mm BMT)
c. Baut-Mur : Hexagonal Bolt, diameter 12mm
2. Pekerjaan Penutup Atap
Atap Genteng Metal Spanroof berpasir plus rubber coating Insulasi
2.1Produk
Atap Genteng Metal Spanroof bplus ruber coating insulasi Insulasi Harus memiliki
Uji Sertifikat kemampuan meredam panas sebesar 30% dan suara sebesar
6.5dByang dikeluarkan oleh badan uji material Sucofindo
Atap Genteng Spanroof berpasir plus rubber coating insulasi
Atap Genteng Spanroof berpasir plus coating insulasi berbahan dasar Metal Zinkalum
ZinkCoatid G550 serta pada bagian atasnya dilapisi Peredam Panas dan Suara yang
berbahan dari Rubber Powder dimana lapisan peredam ini menjadi satu kesatuan material
utuh dengan metal zinkalaum
Atap Genteng Metl Maha longspan Insulasi dapat di supply dengan ketentuan sebagai
berikut :
- Panjang Material : 1000 mm – 6000 mm
- Lebar material : 1040 mm
- Tinggi Gelombang : 35 mm
- Tebal : 0.35 mm
- Finishing metal atas : granules/ batuan
- Peredam dibagian bawah : rubber powder coating insulasi
- Garansi Material : 3 Tahun (perubahan warna )
1. Garansi Produk
Material Atap Genteng Maha Longspan Insulasi adalah satu kesatuan sistem antara penutup atap
asesorisnya dimana Sistem ini harus diaplikasikan bersama sma sehingga menjadi satu kesatuan utuh
untuk memberikan jaminan produk selama 3 tahun
PASAL 26
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
C. LINGKUP PEKERJAAN
7. Pemborong bertanggung jawab dalam pengawasan yang ketat terhadap jadwal atau urutan
pekerjaan, sehingga tidak mengganggu penyelesaian proyek secara keseluruhan pada waktu yang
telah ditetapkan.
8. Pemborong harus menyatakan secara tertulis bahwa bahan-bahan dan peralatan-peralatan yang
diserahkan oleh Pemborong harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, dan pelaksanaan
pekerjaan dilakukan dengan cara yang wajar dan terbaik. Dan bahwa instalasi yang dilakukan adalah
lengkap dan dapat bekerja dengan baik dalam kondisi yang terjelek sekalipun, tanpa mengurangi atau
menghilangkan bahan-bahan/peralatan-peralatan yang seharusnya disediakan, walaupun tidak
disebutkan secara nyata dalam Persyaratan Teknis ataupun tidak dinyatakan secara tegas dalam
Gambar-Gambar Teknis.
9. Pemborong harus dapat menunjukkan surat pernyataan dari pihak pemasok barang/komponen yang
akan terpasang kepada Konsultan, bahwa barang tersebut merupakan barang “original” dan bukan
barang produksi tiruan dengan menggunakan merek yang sama.
10. Semua peralatan dan bahan-bahan yang digunakan dan diserahkan untuk penyelesaian pekerjaan
harus dalam keadaan baru dan dari kualitas terbaik.
11. Pemborong harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada, agar dapat mengetahui hal-
hal yang akan mengganggu/mempengaruhi pekerjaan. Apabila timbul persoalan, Pemborong wajib
mengajukan saran penyelesaian kepada Konsultan, paling lambat satu minggu sebelum bagian
pekerjaan ini seharusnya dilaksanakan.
12. Pemborong harus memeriksa dengan teliti ruangan-ruangan dan syarat-syarat yang diperlukan
dengan Pemborong lainnya, sehingga peralatan-peralatan Elektrikal dapat dipasang pada tempat dan
ruang yang telah disediakan.
13. Sebelum memulai pekerjaan, Pemborong harus memeriksa dan memahami pekerjaan pelaksanaan
dari pihak lain yang ikut menyelesaikan proyek ini, apabila pekerjaan pelaksanaan dari pihak lain
tersebut dapat mempengaruhi kualitas pengerjaan Pemborong itu sendiri.
14. Sebelum memulai pekerjaan, Pemborong harus membuat Rencana Kerja dengan jadwal yang
disesuaikan dengan Pemborong yang lain. Apabila terjadi sesuatu perubahan, Pemborong wajib
memberitahukan secara tertulis kepada Konsultan dan mengajukan saran-saran
perubahan/perbaikan.
15. Pada waktu akan memulai pelaksanaan, Pemborong wajib menyerahkan Gambar-Gambar Kerja
(Shop Drawing) terlebih dahulu untuk memperoleh persetujuan dari Konsultan. Gambar-gambar
tersebut harus diserahkan kepada Konsultan minimal dalam waktu 2 (dua) minggu sebelum instalasi
dilaksanakan.
16. Pemasangan peralatan harus dilakukan sesuai dengan rekomendasi dari pabrik pembuat peralatan
tersebut. Untuk itu, Pemborong harus membuat dan menyerahkan gambar-gambar rencana instalasi
secara rinci sebelum melaksanakan pekerjaan.
17. Apabila terjadi sesuatu keadaan dimana Pemborong tidak mungkin menghasilkan kualitas pengerjaan
yang terbaik, maka Pemborong wajib memberitahukan secara tertulis kepada Konsultan dan
mengajukan saran-saran perubahan / perbaikan. Apabila hal ini tidak dilakukan, Pemborong tetap
bertanggung jawab atas kerugian-kerugian yang mungkin ditimbulkannya.
18. Selama pelaksanaan instalasi berlangsung, Pemborong harus memberi tanda-tanda (misalnya dengan
pensil atau tinta merah) pada dua set gambar pelaksanaan, atas segala perubahan pada rancangan
instalasi semula.
1.2. Standarisasi dan Aturan Yang Harus Diikuti
Seluruh pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor yang harus mengikuti segala aturan dan standar
yang berlaku dan dilengkapi dengan segala peralatan untuk kesempurnaan operasi, kemudahan
pengaturan dan perawatan, keamanan operasi sistem sesuai dengan salah satu atau lebih dari peraturan-
peraturan yang tertulis dibawah ini.
1. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) Edisi terbaru
2. Standar Nasional Indonesia ( SNI )
3. Standar Konnstruksi / Normalisasi PLN
4. Peraturan-peraturan PLN/Jawatan Keselamatan Kerja Setempat.
5. Memenuhi persyaratan DIN Standar
6. Memenuhi Standar yang dikeluarkan oleh International Electro-Technical Commision I.E.C.
7. SII, Standar Industri Indonesia
8. SKBI, Standar Kontruksi Bangunan Indonesia
9. Peraturan Depnaker tentang Keselamatan tenaga kerja
10. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
11. Peraturan dari Pemerintah Daerah
12. Data teknis dari produk dibidang Peralatan Tata Suara, Telepon, LAN (Line Area Network) dan
Fire Alarm yang dibuat oleh pabrik–pabrik di berbagai Negara.
13. Seluruh pekerjaan instalasi telepon harus dilaksanakan mengikuti standar dan peraturan dari ITU-T
atau PT. TELKOM.
14. Spesifikasi teknis juga harus memenuhi VDE Standar atau persyaratan internasional lain yang
ekifalen.
Kontraktor diwajibkan mentaati dan mengikuti tata cara pelaksanaan sesuai dengan yang tertulis pada
peraturan- peraturan tersebut dan disesuaikan dengan bahan, unit mesin atau peralatan yang
dipasangnya.
Bila terjadi kesimpang-siuran dalam hal standar yang harus diikuti, kontraktor harus melapor pada
Konsultan untuk mendapat kejelasan tentang hal tersebut.
Bila konsultan tidak dapat memutuskan hal tersebut maka pengambil keputusan akan diserahkan kepada
Instansi / Badan yang berwenang (local Authority Having Jurisdiction).
Penentuan standar yang :
a. Dalam penentuan dan persetujuan untuk standar yang diikuti atau standar yang disebut oleh material,
peralatan, unit mesin dan lainya, kontraktor harus dapat menunjukkan dan menyerahkan copy dari
standar yang dianut / disebut oleh material, peralatan, unit mesin dan lainnya untuk diperiksa dan
diteliti oleh konsultan sebelum dikeluarkan persetujuan.
b. Apabila standar yang diikuti ternyata memberikan persyaratan yang lebih ringan atau lebih rendah
maka standar tersebut dinyatakan sebagai standar yang tidak f dengan standar yang ditentukan oleh
persyaratan teknis ini.
c. Segala sesuatu yang diperlukan untuk pembuktian dan pemeriksaan ini menjadi tanggung jawab
kontraktor yang bersangkutan.
d. Apabila perlu pengujian oleh lembaga lain diluar proyek, kontraktor harus menyelesaikan segala
sesuatu yang diperlukan untuk mendapatkan hasil dari lembaga penguji tersebut dalam waktu
secepatnya sehingga tidak menghambat jadwal pelaksanaan proyek.
Urutan tata letak instalasi kabel pada peralatan listrik dilihat dari sisi muka peralatan.
Semua kabel yang terhubung mulai dari panel utama hingga panel penerangan, daya, kotak-kontak,
penerangan dan peralatan lainnya, urutan warna dari fungsi fasa harus sama hingga titik akhir.
1.12. Proteksi
1. Semua bahan dan peralatan sebelum dan sesudah pemasangan harus dilakukan proteksi yang baik
terhadap cuaca dan harus diusahakan agar selalu dalam keadaan bersih.
2. Semua ujung-ujung pipa konduit dan bagian-bagian peralatan yang tidak dihubungkan harus diberi
pelindung, disumbat, atau ditutup dengan baik untuk mencegah masuknya kotoran.
3. Menjadi tanggung jawab dan keharusan bagi kontraktor untuk melindungi peralatan-peralatan, bahan-
bahan baik yang sudah, maupun belum terpasang bila diperkirakan bisa rusak atau cacat karena tidak
dilakukan perlindungan yang benar adalah merupakan bagian instalasi yang tidak bisa diterima (serah
terima belum 100%)
4. Sebelum penyerahan, instalasi dibersihkan atau ditest dan di adjust kembali untuk membuktikan
bahwa peralatan dan bahan beroperasi dengan baik. Peralatan dan bahan yang rusak atau cacat
karena tidak dilakukan perlindungan yang benar adalah merupakan bagian instalasi yang tidak bisa
diterima (serah terima belum 100%).
1.13. Pengecatan
1. Semua peralatan dan bahan yang dicat, yang menjadi lecet karena pengangkutan / pengapalan atau
pemasangan harus segera diperbaiki dan dicat dengan warna aslinya sehingga nampak seperti baru
kembali.
2. Semua bagian-bagian pekerjaan yng menyangkut carbon steel atau seng yang di galvanis harus dicat
dasar dan cat finish.
3. Sebelum pengecatan dilakukan, bagian-bagian harus bebas dari grease, minyak dan segala kotoran
yang melekat.
4. Urut-urutan pengecatan adalah cat dasar anti karat (zincromate) dan cat finish terdiri atas 2 lapis cat
copolymer.
5. Untuk peralatan-peralatan yang cat pabriknya rusak/cacat dalam pengangkutan, penyimpanan dan
lain sebagainya harus dicat kembali sesuai aslinya atau sesuai dengan warna yang ditentukan Pihak
Owner.
6. Untuk jalur-jalur pipa, code warna disesuaikan dengan standart.
1.16. Penjagaan
1. Kontraktor wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus menerus selama berlangsungnya
pekerjaan atas bahan peralatan, mesin dan alat-alat kerja yang disimpan di tempat kerja (gudang
lapangan).
2. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-barang tersebut diatas, menjadi
tanggung jawab pemborong.
1.19. Asuransi
Kontraktor harus mengasuransikan secara total semua peralatan dan material mulai dari pabrik
pembuatnya, pengiriman ke lapangan, selama di gudang penyimpanan, sampai peralatan tersebut
terpasang. Kontraktor juga harus mengasuransikan seluruh tenaga yang melaksanakan pekerjaan di
lapangan.
b. Pada lembar pertama halaman dalam harus tertulis sama dengan tulisan pada cover tetapi
ditambahkan Nama „contact person‟ dan nomor telepon yang mudah dihubungi pada saat
emergency.
c. Daftar Isi
d. Penjelasan ringkas instalasi
e. Daftar peralatan lengkap peralatan instalasi yang dipasang
f. Petunjuk pemakaian secara detail
g. Petunjuk perawatan dan pelacakan kerusakan secara detail untuk seluruh instalasi, termasuk
rekomendasi skedul periode perawatan
h. Hasil Test and Commissioning
i. Daftar peralatan lengkap dengan alamat, nomor telepon dan contact person supliernya.
j. Data data teknis peralatan dalam ukuran maksimum A-3 misalnya, gambar dan wiring diagram,
kurva karakteristik / performance dari peralatan dll.
k. Daftar gambar „as build drawing‟.
3. Operation & Manual harus dibuat pada format kertas A-4 kecuali jika berupa gambar bisa ukuran
lain, mudah dibaca, susunan halaman dukumen harus konsisten terhadap urutan daftar isi. Operation
& Manual yang telah disetujui harus dijilid dengan „hard cover‟ dengan kualitas warna, tulisan dan
tinta copy yang baik untuk disimpan dalam jangka panjang.
4. Untuk gambar terlaksana harus termasuk gambar gambar diagram. Gambar yang berukuran diatas
A-3 harus diserahkan dalam bentuk 3 (tiga) copy ukuran A-3 dan 1 (satu) set asli sesuai ukuran.
Untuk ukuran besar harus digulung didalam tabung gambar dan dilengkapi dengan label gambar.
5. Digital file sebanyak 2 copy pada Compact Disk, dokumen yang berupa foto lengkap dengan
negative film / digital file nya harus termasuk yang harus disertakan pada Operation & Manual.
1.26. Penyerahan, Pemeliharaan, Pelatihan dan Jaminan
Penyerahan, Pemeliharaan, Jaminan dan Pelatihan harus dilakukan sebagaian dari rangkaian
penyelesaian pekerjaan.
1. Petunjuk Operasi, Pemeliharaan dan Pendidikan.
a. Pada saat penyerahan pekerjaan, Kontraktor harus:
Menyerahkan gambar-gambar jadi (as built drawing), dalam bentuk gambar cetak sebanyak 3
(tiga) set dan dalam bentuk soft copy (dalam media Compack Disk/Cad Drawing) kepada
Konsultan dan 2 (dua) set gambar jadi, bila gambar dan data-data tersebut belum lengkap
diserahkan maka pekerjaan Kontraktor belum bisa diprestasikan 100 %.
b. Training
Kontraktor harus memberikan training (teori dan praktek) mengenai cara pengoperasian
dan perawatan peralatan kepada minimal 3 orang petugas teknik yang ditunjuk oleh pemilik
sampai cakap menjalankan tugasnya.
Kontraktor harus mengajukan rencana training tersebut terlebih dahulu kepada Konsultan
dan mengajukan rencana pendidikan/training ini kepada Konsultan selambat-lambatnya 2
(dua) minggu sebelum waktu pelaksanaan.
Kontraktor harus bertanggung jawab atas segala biaya yang diperlukan untuk training
tersebut.
c. Gambar Terpasang, Petunjuk Operasi dan Pemeliharaan serta Katalog Suku Cadang
Kontraktor harus menyerahkan gambar terpasang kepada Konsultan sebagai berikut :
- 1 (satu) set Kertas Kalkir dan 5 (lima) set Cetak Biru, ukuran A1
- 1 (satu) set soft copy
Kontraktor harus menyerahkan 2 (dua) set buku petunjuk operasi dan perawatan
peralatan yang dibuat dalam bahasa Indonesia kepada Konsultan.
Kontraktor harus pula memberikan 2 (dua) set buku petunjuk operasi dan perawatan
peralatan yang terpasang yang dibuat dalam bahasa Indonesia kepada Konsultan, dan
sebuah singkatan dari buku petunjuk harus dipasang dalam suatu kaca berbingkai dan
ditempatkan pada dinding dalam ruang mesin utama atau tempat lain yang ditunjuk
Konsultan.
d. Gambar Terpasang, Petunjuk Operasi dan Pemeliharaan serta Katalog Suku Cadang
Kontraktor harus menyerahkan gambar terpasang kepada Konsultan sebagai berikut :
- 1 (satu) set Kertas Kalkir dan 5 (lima) set Cetak Biru, ukuran A1
- 1 (satu) set soft copy
Kontraktor harus menyerahkan 2 (dua) set buku petunjuk operasi dan perawatan peralatan
yang dibuat dalam bahasa Indonesia kepada Konsultan.
Kontraktor harus menyerahkan 2 (dua) set buku catalog suku cadang dari peralatan yang
dipasang kepada Konsultan.
e. Pemeliharaan dan Garansi:
Kontraktor harus menggaransi semua peralatan dan instalasi yang dipasang selama 1 (satu)
tahun setelah serah terima pertama.
Kontraktor harus bertanggung jawab atas seluruh peralatan yang rusak selama masa
garansi, termasuk penyediaan suku cadang. Segala biaya penggantian perawatan selama
masa garansi merupakan tanggung jawab Kontraktor.
Memberikan garansi terhadap seluruh peralatan yang disupply dan juga terhadap sistem,
minimal selama 1 (satu) tahun sejak serah terima kedua.
Pemilik dibebaskan dari segala bentuk pembayaran atas segala kerusakan untuk selama 1
(satu) tahun sesudah serah terima.
Kontraktor harus bertanggung jawab untuk tetap dapat melakukan garansi dengan
memperhitungkan kedalam harga satuan sebagai resiko keterlambatan dalam
menyelesaikan pembangunan.
Kontraktor wajib mengganti atas biaya sendiri setiap kelompok barang-barang atau sistem
yang tidak sesuai dengan persyaratan spesifikasi, akibat kesalahan pabrik atau pengerjaan
yang salah selama jangka waktu 180 (seratus delepan puluh) hari setelah proyek ini
diserahkan terimakan.
Kontraktor wajib menempatkan 2 (dua) orang pada setiap hari kerja selama masa
perawatan untuk mengoperasikan / merawat peralatan dan mendatangkan 1 (satu) orang
supervisor sekali seminggu untuk melakukan pemeriksaaan selama masa pemeliharaan.
Apabila terjadi gangguan dan atau kerusakan selama masa garansi, maka selambat-
lambatnya dalam waktu 2 x 24 jam Pemborong harus dapat mendatangkan tenaga ahlinya
untuk mengatasi gangguan tersebut setelah mendapatkan laporan / konfirmasi dari
Konsultan.
2. Perijinan.
a. Semua ijin-ijin dan persyaratan-persyaratan yang mungkin diperlukan untuk melaksanakan
instalasi ini harus dilakukan oleh Kontraktor atas tanggungan dan biaya Kontraktor.
b. Kontraktor harus bertanggung jawab atas penggunaan alat-alat yang dipatenkan serta
kemungkinan tututan ganti rugi dan biaya-biaya yang diperlukan untuk ini. Untuk hal ini
Kontraktor wajib menyerahkan Surat Pernyataan mengenai hal tersebut diatas.
c. Kontraktor harus menyerahkan semua perijinan atau keterangan resmi yang diperoleh mengenai
instalasi proyek ini kepada Konsultan atau pihak ditunjuk, sebelum penyerahan dilakukan.
d. Kontraktor harus memperoleh ijin terlebih dahulu dari Konsultan setiap akan memulai suatu
tahapan pekerjaan, demikian pula bila akan melaksanakan pekerjaan di luar jam kerja (kerja
lembur).
e. Kontraktor harus mendapatkan ijin-ijin yang berhubungan dengan pajak, pemerintahan setempat,
badan yang berwenang terhadap instalasi yang dikerjakan. Dalam hal ini, semua biaya yang
dikeluarkan sehubungan dengan permintaan ijin tersebut.
Pasal 2
INSTALASI PENERANGAN DAN DAYA
3. Karakteristik panel :
a. Tegangan kerja : 220-415 Volt
b. Tegangan Uji : 3.000 Volt
c. Tegangan Uji impuls : 20 kV
d. Frekuensi : 50 Hz.
4. Panel harus dilengkapi dengan master key.
5. Setiap panel harus dilengkapi dengan label, yang memberi nama pada setiap panel, misalnya Main
Panel (Panel Utama Tegangan Rendah dan sebagainya).
6. Untuk Panel Distribusi harus dilengkapi dengan peralatan ukur dan meter ukur Type “Moving Iron
Type” dengan ukuran yang proporsional dan peralatan lain misalnya lampu Indikator dan Minifuse.
7. Pada dinding panel bagian sisi kiri dan kanan, harus disediakan lubang ventilasi dengan dibagian
dalamnya diberi plat / lapisan pelindung, sehingga dapat dicegah kemungkinan terjadinya tusukan
secara langsung terhadap bagian-bagian dalam panel yang bertegangan.
8. Konstruksi dalam panel-panel serta tata letak komponen harus diatur sedemikian sehingga, apabila
perlu dilaksanakan perbaikan perbaikan, penyambungan kabel ke terminal CB dapat dilakukan
dengan mudah tanpa mengganggu komponen yang lain.
9. Pengaturan komponen panel, posisi dan ukuran ventilasi harus tidak menyebabkan temperatur
didalam panel 5 derajat lebih tinggi dari urara diluar panel.
10. Untuk pemasangan kabel incoming dan outgoing harus disediakan terminal penyambung yang disusun
rapi dan ditempatkan pada lokasi yang tepat dalam arti kata pada bagian panel dimana kabel
incoming itu datang dan kabel outgoing itu meninggalkan panel.
11. Panel jenis Free Standing dipasang pada lantai kerja dengan lokasi seperti pada gambar
perencanaan. Pemasangan panel harus menggunakan dudukan konstruksi baja dan harus diperkuat
dengan mur baut atai dinabolt sehingga tidak akan berubah posisi oleh gangguan mekanis.
12. Panel jenis wall mounting dipasang flush mouting pada dinding tembok dengan lokasi sesuai Gambar
perencanaan. Pemasangan panel pada dinding harus diperkuat dengan baut tanah (anchor bolt)
sehingga tidak tidak akan rusak oleh gangguan mekanis.
13. Box panel dan semua material yang bersifat konduktif yang berada disekitar panel harus
dihubungkan ke sistem pengaman pentanahan gambar skema rangkaian listrik panel harus dilengkapi
dengan gambar-gambar skema rangkai listrik, lengkap dengan keterangan mengenai bagian - bagian
intalasi yang diatur oleh panel tersebut. Gambar skema rangkai listrik dibuat dengan baik dan
dilaminasi plastik. Ditempatkan pada panel bagian dalam.
14. Panel mempunyai tutup bagian dalam dan pintu luar yang dilengkapi dengan kunci dan handle pintu.
Handle itu dipasang baik untuk tutup bagian dalamnya panel maupun tutup bagian luar (pintu) panel.
15. Pada bagian diatas panel (dari ambang atas sampai dengan 12 cm dibawah ambang atas panel)
harus disediakan tempat untuk pemasangan lampu, indikator, fuse dan alat-alat ukur. Bagian tersebut
merupakan bagan terpisah dari pintu panel dan kedudukannya menetap (fixed). Ukuran panel tidak
mengikat dan dapat disesuaikan dengan ukuran komponen yang dipilih dan standard pabrik pembuat.
16. Pada bagian dalam pintu panel harus digambarkan diagram sistim instalasi panel tersebut secara
lengkap dan baik serta harus dilaminasi.
17. Ukuran panel disesuaikan dengan kebutuhan sirkit atau disesuaikan dengan lapangan.
18. Perletakan komponen didalam panel harus mudah dilihat, mudah dilepas dan dipasang pada saat
penggantian komponen. Setiap kabel harus dipasang tanda warna phasa (marking colour end cup).
19. Pembuat panel harus memperhitungkan kemampuan panel menahan arus hubung singkat
berdasarkan level arus hubung singkat yang mungkin terjadi (short circuit prospective).
20. Setiap pintu panel harus disediakan tempat untuk menyimpan gambar/diagram panel. Gambar
diagram panel harus dibundel rapi dalam sampul plastik atau dilaminating.
21. Persyaratan Pemasangan :
a. Konstruksi, penempatan peralatan dan kabel harus rapi, kuat terpasang, aman dan mudah
diperbaiki.
b. Tiap–tiap panel harus ditanahkan dengan kawat BC / NYA dengan ukuran sesuai dengan
gambar perencanaan.
c. Panel-panel listrik baru adalah jenis In-door / outdoor type, terbuat dari plat baja.
d. Untuk type out-door ditambahkan konstruksi yang dibentuk sedemikian rupa sehingga air hujan
tidak dapat masuk.
e. Panel dipasang pada dinding dengan menggunakan Dynabolt 8 mm, konstruksi ini disesuaikan
dengan perlatan/komponen yang terpasang.
f. Semua bagian perlatan yang bertegangan harus mempunyai jarak yang cukup dengan bagian
peralatan yang lain. Apabila perlu harus diberi tambahan Isolator untuk menghindari adanya
hubung singkat.
g. Panel di cat dengan cat dasar (meni) tahan karat 2 kali cat akhir dari jenis cat bakar 2 kali yang
tahan gores. Sebelum di cat, panel termasuk rangkanya harus dibersihkan dari karat, bila perlu
digunakan bahan kimia penghilang karat (RUST REMOVER).
h. Panel harus dilengkapi mur-baut untuk terminal pentanahan, baut terminal harus dilas penuh
pada rangka panel. Ukuran mur-baut 3/8”.
i. Pintu Panel harus dihubungkan dengan rangka panel menggunakan kawat tembaga Flexible
(NYMHY 1 x 6 mm²) untuk pentanahan pintu panel.
j. Untuk masuk dan keluarnya kabel ke dan dari panel menggunakan wartel mur sesuai ukuran
kabel.
5. Setiap circuit breaker harus dilengkapi dengan proteksi arus lebih dan proteksi arus hubung singkat.
Untuk Panel penerangan dan daya kecil harus dapat bekerja pada sistem tegangan 230/400V, 3 fasa,
4 kawat, 50Hz serta dilengkapi dengan busbar untuk fasa, netral, pembumian dan peralatan
pengaman jaringan berupa MCB/ELCB/RCD/MCCB/FUSE dengan kapasitas sesuai kebutuhan.
Setiap panel harus dilengkapi dengan CB/MCCB utama 4 kutub dan untuk circuit cabang
mengunakan 2 kutub untuk satu fasa (MCB/ELCB/RCD) atau 4 pole untuk 3 fasa (MCB), jumlah
dan ukuran sesuai dengan kebutuhan. Circuit breaker cabang harus dilengkapi dengan pengaman
arus bocor dengan arus penala sebesar 30 mA dan diindikasikan berupa code atau tulisan. Panel
dapat dilengkapi dengan sikring pengaman utama sesuai kebutuhan serta telah di test dan disetujui
pabrik yang menyatakan test arus pemutusan hingga 50 kA RMS.
6. Pada circuit breaker dan terminal penyambung harus diberi indikasi / label / sign plates mengenai
nama beban atau kelompok beban yang dicatat daya listriknya. Label itu harus harus dibuat dari plat
aluminium atau standar DIN 4070.
7. Sekering/Fuse (jika ada) harus tipe HRC/HHC dan mampu menahan arus hubung singkat diatas 100
kA. Fuse harus dilengkapi dengan dudukan dan rumah sekering (Safety Fuse Holder).
8. Magnetik Kontaktor harus memiliki kemampuan sesuai dengan daya beban dan tidak kurang dari
yang tercantum pada gambar perencanaan.
9. Magnetik kontaktor harus mampu menahan arus gangguan sebelum peralatan pengaman gangguan
bekerja.
10. Outgoing circuit breaker dari Main Distribution Switch Board harus dilengkapi dengan proteksi
kehilangan arus satu phase.
11. Cirkuit Breaker untuk proteksi motor - motor listrik harus menggunakan Cirkuit Breaker yang
dirancang khusus untuk pengamanan.
12. Breaking Capacity dan rating Cicuit Breaker yang digunakan harus sebesar yang tercantum dalam
gambar Perencanaan.
13. Semua Circuit Breker harus diidentifikasi dengan jelas. Identifikasi ini meliputi Breaking Capacity-
nya, Voltage Rating dan Ampera Trip-nya sesuai dengan dinyatakan dalam gambar perencanaan.
14. Pemasangan MCB harus menggunakan omega rail sedangkan MCCB dan komponen-komponen lain
seperti relay contractor, time switch lain harus menggunakan dudukan plat.
15. Pemasangan komponen-komponen tersebut harus rapi dan kokoh sehingga tidak akan lepas oleh
gangguan mekanis dan thermis.
16. Jika dalam gambar perencanaan dinyatakan ada spare tersebut harus terpasang secara lengkap.
Semua CB harus diberi label / sign plate yang terbuat dari bahan yang sudah disetujui oleh
Konsultan.
2.9. Alat Ukur / Indikator
1. Panel Utama dilengkapi dengan alat – alat ukur seperti :
a. Volt meter
b. Ampere meter pada masing – masing phase
c. Frekuensi Meter
d. KW meter
e. Cos Phi Meter
f. RPR Meter
g. Selector switch
h. Trafo arus
i. Indicator lamp. & Fuse
2. Tidak semua panel dilengkapi peralatan diatas melainkan harus disesuaikan dengan gambar
perencanaan. Voltmeter dilengkapi dengan selector switch yang mempunyai mode 7 posisi.
a. 3 Kali phase terhadap netral
b. 3 Kali phase terhadap phase
c. Posisi Off
3. Alat ukur / metering yang digunakan adalah jenis „semi flush mounting‟ didalam kotak tahan getaran
ukuran 96x96mm dengan ketelitian skala 1% dan bebas dari pengaruh induksi serta memiliki
sertifikat tera dari LMK / PLN (minimum satu buah untuk setiap jenis alat ukur).
4. Ukuran peralatan ukur adalah 9 cm, surface mounted dilengkapi dengan pengaman arus lebih dan
arus hubung singkat.
5. Ampere meter yang digunakan mempunyai range pengukur sesuai dengan ranting incoming CBnya.
6. Lampu indikator yang digunakan adalah dari tipe LED :
a. Warna merah untuk phase R
b. Warna Kuning untuk phase S
c. Warna hijau untuk phase T
d. Lampu-lampu indikator harus diproteksi dengan menggunakan fuse jenis diazed.
d. Pasangan kabel dalam pipa PVC HI pada jarak maksimum 100 cm harus diberi klem.
e. Klem dibuat dari bahan plat logam digalvanis atau allumunium, pemasangan pada tembok harus
menggunakan vicher dan sekrup, pemasangan dengan menggunakan paku tidak dibenarkan.
Untuk kabel berpenampang 16 mm2 atau lebih harus dilengkapi dengan sepatu kabel untuk
terminasinya.
f. Pemasangan sepatu kabel untuk kabel berukuran 70 mm2 atau lebih harus menggunakan
hydraulic press kemudian di solder dengan timah pateri.
g. Sepatu kabel yang dipergunakan harus sesuai dengan besarnya kabel dan harus yang berkualitas
baik, standart produksi ex. GAE, 3M.
4. Tahanan Isolasi
a. Tahanan isolasi kabel yang dipersyaratkan sesuai pasal 213 sub pasal 213.B.2 PUIL 1987 adalah
minimum 1000OHM per satu volt tegangan nominal.
b. Tahanan isolasi kabel yang digunakan harus sedemikian rupa sehingga arus bocor yang terjadi
tidak melebihi 1 mA untuk setiap 100 m panjang kabel. Kecuali untuk instalasi yang harus
beroperasi pada keadaan darurat.
5. Kabel-kabel yang digunakan adalah kabel yang sesuai dengan fungsi dan lokasi pemasangannya
seperti table dibawah ini / sesuai dengan gambar Perencanaan :
Sebagai pengenal untuk inti kabel atau rel digunakan warna, lambang atau huruf seperti yang terdapat
dalam tabel Tabel PUIL 2000.
P engenal
Pengganti Inti Dengan Dengan Dengan warna
huruf lambang
Atau Rel
1 2 3 4
A. Instalasi arus bolak-balik :
Fase Satu L 1/R Merah
Fase Dua L 2/S Kuning
Fase Tiga L 3/T Hitam
Netral N Biru
B. Instalasi perlengkapan listrik :
Fase satu U/X Merah
Fase dua V/Y Kuning
Fase tiga W/Z Hitam
C. Instalasi arus searah :
Positif L+ + Tidak ditetapkan
Negatif L- - Tidak ditetapkan
Kawat tengah M Biru
D. Penghantar Pembumian HB Loreng hijau - kuning
Tabel Pengenal inti kabel atau rel
Warna kabel yang mengikat (harus ada) adalah biru (untuk netral) dan kuning / hijau (untuk ground).
Bila warna tersebut tidak ada maka pada ujung-ujung kabel harus diberi isolasi dengan warna yang
bersesuaian seperti butir di atas.
6. Pelaksanaan penanaman galian pada kondisi khusus dimana penanaman kabel tidak dapat
dilaksanakan dengan kedalaman 1,20 meter, maka pelaksanaannya sebagai berikut :
a. Minimum 0,80 meter di bawah permukaan tanah, pada jalan-jalan yang dilewati kendaraan .
b. Minimum 0,60 meter di bawah permukaan tanah, pada jalan-jalan yang tidak dilewati kendaraan
(pedestrian) dan diberi pelindung pipa galvanized dengan penampang minimum 2,5 kali
penampang kabel.
c. Pada kondisi dimana terdapat kabel PLN tegangan menengah/tinggi dan kabel telekomunikasi
maka kabel tanah harus ditempatkan di atas kabel PLN dengan jarak minimum 50 cm.
d. Pada persilangan antara kabel tanah dan kabel lainnya harus diambil salah satu tindakan
pengamanan, kecuali jika salah satu kabel tanah yang bersilangan itu terletak di dalam saluran
pasangan batu, beton atau semacam itu yang mempunyai tebal dinding sekurang-kurangnya 6
cm.
Di atas kabel tanah yang terletak di bawah, harus dipasang tutup pelindung dari lempengan
beton (concrete tile) atau pipa beton atau sekurang-kurangnya dari bahan tahan lama atau
yang sederajat.
Di atas kabel yang terletak di atas, dipasang pelindung beton, pipa beton belah atau dari
bahan lain yang cukup kuat tanah lama dan tahan api. Pipa belah ini harus dipasang
menjorok keluar sekurang-kurangnya 0,5 meter dari kabel yang terletak di bawah diukur
kabel sisi luar.
e. Pada tempat persilangan dengan kabel tanah telekomunikasi, kabel tanah harus dilindungi pada
bagian atasnya dengan pipa belah, plat atau pipa dari bahan bangunan yang tidak dapat terbakar.
Jika kabel tanah menyilang di atas kabel tanah telekomunikasi dengan jarak lebih kecil dari
0,3 meter maka pada bagian yang menghadap ke kabel tanah telekomunikasi dipasang alat /
pipa dari bahan bangunan yang tidak dapat terbakar. Perlindungan ini harus menjorok keluar
paling sedikit 0,5 meter dari kedua sisi persilangan.
Pelindung kabel tanah tersebut baik pada kabel tanah tersebut maupun pada kabel tanah
telekomunikasi harus menjorok keluar paling sedikit 0,5 meter dari kedua ujung tempat
persilangan dan pendekatan itu.
Kabel tanah telekomunikasi yang diletakkan di dalam jalur kabel dianggap telah terlindung.
f. Kontraktor wajib mengembalikan galian tanah dalam keadaan semula dengan seluruh biaya
menjadi kewajiban kontraktor.
7. Rak Kabel
a. Rak kabel digunakan untuk menunjang kabel-kabel utama (feeder cable), atau kabel lainnya yang
berada dalam jumlah yang cukup banyak.
b. Rak kabel umumnya buatan pabrik yang telah digalvanized dan dalam pemasangannya harus
dibumikan.
c. Dimensi rak kabel harus mencukupi kebutuhan kabel yang akan dilayaninya. Seluruh kabel yang
ada diatas rak kabel harus diikat dengan pengikat kabel (cable ties).
d. Penyusunan kabel didalam rak harus secara rapi dan tidak saling menyilang.
8. Seluruh bahan metal tidak bertegangan (rak kabel, panel dll) harus ditanahkan secara sempurna,
pada sambungan rak kabel dimana sambungan tersebut tidak menggunakan las maka kedua bagian
rak harus „jumper‟ dengan konduktor tembaga minimal berpenampang 2,5mm2.
9. Untuk galian kabel yang melalui jalur kabel existing/lama harus dikerjakan dengan extra hati-hati.
Bila terjadi kerusakan pada kabel existing karena terkena peralatan gali (pacul, ganco, dsb),
kontraktor harus mengganti kabel tersebut tanpa adanya tambahan biaya, termasuk biaya perawatan
pekerja yang mengalamai kecelakaan hingga sembuh benar.
10. Pengurusan Ijin Instalasi Listrik kepada Instansi yang berwenang (PLN) merupakan Pekerjaan dan
Tanggung Jawab dari Kontraktor.
11. Motor
a. Motor dengan kapasitas sama atau lebih kecil 5,5 Kw yang distart secara langsung atau Direct
On Line (DOL) starters.
b. Motor dengan kapasitas lebih besar 5.5 KW distart secara star delta (Y-) starters.
2.13. Armatur Lampu
1. Lampu dan armaturnya harus sesuai dengan yang dimaksudkan, seperti yang dilukiskan dalam
gambar-gambar detail Elektrikal.
a. Semua rumah lampu khususnya untuk kebutuhan penerangan general harus produksi di pabrik
yang berada di dalam negeri serta mempunyai jaringan distribusi penjualan atau kantor cabang
resmi yang berada disetiap wilayah kota di Indonesia.
b. Pabrikan rumah lampu bersedia memberi jaminan atas tersedianya barang dalam jangka waktu
minimal 5 tahun kedepan sehingga apabila ada beberapa produk membutuhkan sperpat
pengganti maka barang tersebut masih tersedia dan terjamin kontinuitasnya.
c. Pabrikan rumah lampu yang digunakan adalah pabrikan yang dapat memberikan garansi atas
produk yang dikeluarkanya minimal 1 tahun sejak barang terpasang di proyek.
d. Semua armatur lampu yang terbuat dari metal harus mempunyai terminal pentanahan
(grounding).
e. Semua lampu flourescent dan lampu discharge lainnya harus dikompensasi dengan kapasitor
yang cukup untuk mencapai faktor daya 90% - 95%.
f. Diffuser/reflector lampu-lampu harus terbuat dari bahan yang cukup kuat terhadap kenaikan
temperatur dan beban mekanis dari diffuser itu sendiri.
g. Reflektor harus mempunyai lapisan pemantul kualitas baik.
h. Box tempat ballast, kapasitor, dudukan starter dan terminal block harus cukup besar dan dibuat
sedemikian rupa sehingga panas yang ditimbulkan tidak mengganggu kelangsungan kerja dan
umur teknis komponen lampu. Ventilasi dalam box harus cukup.
i. Kabel-kabel dalam box harus diberikan saluran atau klem-klem tersendiri sehingga tidak
menempel pada ballast atau kapasitor.
j. Ballast harus mempunyai dudukan yang kuat dalam box lampu, tetapi mudah dibuka untuk
diperiksa atau diangkat.
2. Jenis dan type yang diperkenankan adalah sebagai berikut :
a. Armatur Lampu produksi ex. Artholite, Spectra, Phillips dan Interlite.
b. Type lampu tabung TLD, PLC, Halogen, PAR & SON produksi ex. Osram, Philips.
c. Ballast produksi ex. Osram, Philips, Schwabe .
Ballast harus leak proof, mempunyai temperatur kerja rendah, noiseless, rumahan dari bahan
polyester. Ballast harus dilengkapi dengan connection terminal.
d. Starter produksi ex. Osram, Philips.
Starter switch, terminal dan tube fitting, dengan sistem rotary lock. Stater untuk lampu
fluorescent mempunyai reability tinggi, terbuat dari high quality white polycarbonate. Rating
stater disesuaikan dengan rating lampu TL.
e. Kapasitor produksi ex. Phillips / Vosloh / Cambridge. Yang digunakan harus Kapasitor yang
dapat menghasilkan p.f. 0.95 (kapasitas + 3.25 s/d 4.5 micro farad).
f. Fitting/Lamp Holder dan starter holder ( sockets ) produksi ex. Vossloh. Material dari white
plastic polycarbonate dengan proteksi Uncorosive dan Touchproof. Lamp holder dan starter
holder anti vibrator contact.
3. Pemasangan Out-Bouw / Surface / Permukaan menempel plafond.
a. Armature terbuat dari plat baja putih dengan ketebalan minimal 0,6 mm atau ketebalan total
setelah finis sekitar +- 0,7 mm, pembuatan harus dengan mesin peralatan lampu Built-in dan
dengan proses melalui sistem Pre Treatment dengan penyempurnaan finishing cat powder
coating.
b. Konstruksi armature harus kuat dan kokoh serta dibuat sedemikian rupa agar dapat dibuka /
dilepas untuk perbaikan / penggantian komponen yang berada di dalamnya. Armature dan
reflektor harus dilengkapi dengan sekrup, agar dapat dilepas pada waktu memerlukan perbaikan.
Seluruh armature harus lengkap dengan rangka dudukan / gantungan.
4. Persyaratan pemasangan titik lampu dan Peralatannya :
a. Seluruh instalasi pekerjaan lampu dan peralatan pada dasarnya dilaksanakan dengan
menggunakan kabel jenis NYA, dengan luas penampang penghantar sekurang-kurangnya 2.5
mm2 dan pipa conduit PVC HI dengan diameter sekurang-kurangnya 20 mm².
b. Kontraktor diwajibkan mengkoordinasikan rencana kerjanya dengan disiplin lainnya, sehingga
kemungkinan timbulnya persilangan lintasan antar instalasi yang berlebihan dapat dihindarkan.
c. Pemasangan instalasi lampu dan peralatan tidak dibenarkan membebani kerangka ceilling yang
ada, melainkan harus dipasang pada cable tray yang tersedia atau dilekatkan langsung pada
bagian bawah dari plat dan, dengan menggunakan klem dan concrete fastener yang sesuai,
sekali-kali penggunaan paku sangat dilarang dalam pengerjaan ini.
d. Jarak pemasangan klem-klem pengikat pipa conduit tidak diperkenankan melebihi 100 cm.
e. Pekerjaan pencabangan, splicing dan lain sebagainya harus dilaksanakan dalam junction boxes
(Tdoos, Xdoos, dsb), yang terbuat dari bahan yang sejenis dengan pipa conduit yang dipakai,
dengan menggunakan sambungan puntir dengan lasdop, yang ukuran-ukuranya sesuai dengan
ukuran dan jumlah kabel yang ada. Penggunaan insulation tape sama sekali tidak diperbolehkan.
f. Kabel penghantar yang menghubungkan fixtures lampu dengan instalasi yang ada, harus
dilindungi dengan menggunakan flexibel conduit yang terbuat dari bahan (dan memiliki ukuran)
yang sama dengan pipa conduit yang dipakai.
g. Untuk membedakan instalasi lampu dan peralatan dengan instalasi yang lain, pipa conduit yang
terpasang harus diberi tanda (label) berwarna pada setiap jarak 2 meter. (dapat dengan
menggunakan insulation tape). Warna tanda/label yang dipakai harus dikonsultasikan terlebih
dahulu dengan Konsultan.
h. Untuk pemasangan armature lampu jenis (surface mounted), tidak dibenarkan dipasang pada
plafond secara langsung, harus dipasang pada rangka plafond yang diperkuat dengan konstruksi
tambahan (bisa terbuat dari kayu yang di cat meni 2 kali yang sesuai atau dengan menggunakan
hanger / penggantung.
i. Semua pekerjaan perbaikan bekas bobokan dilaksanakan oleh Kontraktor Bangunan yang beban
biayanya menkadi tanggung jawab dari Kontraktor Listrik.
Pasal 3
PEKERJAAN INSTALASI KOMUNIKASI DATA/LAN
3.1. Spesifikasi Umum
a. Kontraktor menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang sudah dijelaskan dalam spesifikasi dan
Gambar Rencana, dengan bahan-bahan, peralatan dan pengerjaan yang sesuai dengan yang tertera
dalam spesifikasi ini. Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang
dipasang dengan spesifikasi yang disyaratkan dalam pasal ini, maka Kontraktor wajib untuk
mengganti bahan atau peralatan tersebut sesuai ketentuan dengan tanpa adanya tambahan biaya.
b. Perencanaan dan pemasangan untuk structured cabling ini harus dilakukan oleh kontraktor spesialis
yang mempunyai tenaga ahli bersertifikasi Network Design and Installer dari pemegang merk
(principle), copy sertifikat harus dilampirkan pada saat penawaran tender dengan membawa aslinya
untuk ditunjukkan
3.2. Lingkup Pekerjaan
a. Kontraktor wajib memberikan alternatif sistem yang simple dalam hal maitenance dan mempunyai :
Performance minimal 100 Mbps untuk jalur data horizontal.
Performance mencapai 1000 Mbps untuk jalur data riser backbone.
b. Sebagaimana yang tertera pada Gambar Rencana, Kontraktor pekerjaan Jaringan Komputer harus
melakukan pengadaan, pemasangan dan pengujian sistem secara keseluruhan. Garis besar lingkup
pekerjaan Jaringan Komputer yang dimaksud adalah sebagai berikut :
c. Pengadaan, pemasangan dan pengujian perangkat Jaringan Komputer (network devices) yang
meliputi: Gigabit Ethernet Switch, Fast Ethernet Switch, Media transmisi, konektor dan aksesoris
tambahan lainnya.
d. Pengadaan, pemasangan dan pengujian jaringan kabel distribusi antar perangkat jaringan atau
perangkat jaringan ke konektor komputer di ruang-ruang yang ditentukan dengan menggunakan Alat
uji untuk UTP Cable Channel Link Category 6 (Microtest Omniscanner dengan firmware minimal
versi 6.10).
e. Pengesetan atau pemrograman perangkat Jaringan Komputer inti (Gigabit Ethernet Switch, Fast
Ethernet Switch) sesuai dengan feature-feature yang ditentukan.
f. Pemberian paket training kepada sekelompok Engineer/Teknisi pemilik dengan materi: pengesetan,
pemrograman serta trouble shooting sederhana dari Jaringan Komputer yang dipasang.
3.3. Bahan dan Peralatan
Bahan dan peralatan yang akan dipakai harus memenuhi atau mendekati persyaratan teknis sebagai
berikut:
a. Semua peralatan dan instalasi yang dipasang haruslah baru sama sekali dan tidak terdapat cacat
sedikitpun. Terhadap ketidak-sempurnaan/kekurangan-baikan barang/peralatan yang dikirim,
Konsultan berhak untuk menolak dan Kontraktor harus mengganti dengan yang baru sesuai
persyaratan.
b. Untuk alasan kompatibilitas dan keseragaman dalam pengesetan, seluruh perangkat jaringan inti
(Gigabit Ethernet Core Switch dan Fast Ethernet Edge Switch) harus memiliki standarisasi yang
sama.
c. Perangkat jaringan inti beserta dengan pengkabelan, konektor dan asesoris lainnya yang dibutuhkan
haruslah kompatibel satu sama lainnya, sehingga dapat menghasilkan unjuk kerja yang maksimum.
d. Kabel-kabel distribusi horizontaln Jaringan Komputer di dalam gedung menggunakan jenis UTP
Category-5e yang dijamin bekerja pada kecepatan sampai 100 MBPS. Kabel ditempatkan dalam
conduit dan diterminasi pada konektor Modular Jack yang dipasang secara inbow dan patch-panel
dalam rack 19”. Konektor Modular Jack yang digunakan harus memenuhi spesifikasi Category -5e.
e. Konduit: Jenis konduit yang dipakai adalah PVC conduit dengan diameter dalam minimum 20mm
high impact. Pipa, elbow, socket, junction box dan accessories lainnya haruslah sesuai satu dengan
lainnya.
f. Peralatan Active yaitu Active Switch dengan 12/24/48 port 10/100Base-TX dan 2 port 10/100/100
Base-T.
g. Perlengkapan lain yang belum disebutkan disini, namun merupakan kebutuhan pokok agar sistem
tersebut bisa beroperasi secara sempurna, harus dilengkapi oleh Kontraktor dan diinformasikan
kepada Konsultan.
Pasal 4
PEKERJAAN INSTALASI PENGINDERA KEBAKARAN
4.1. Umum
Pekerjaan ini mencakup penyediaan, pemasangan sistem system fire alarm, pengujian dan pemeliharaan
peralatan sistem deteksi dan alarm kebakaran yaitu seluruh detector, Junction Box Fire Alarm, Bell,
Break Glass / Manual Call Point, Indicator Lamp dll.
4.2. Ketentuan Umum
1. Yang diinginkan dalam instalasi alarm kebakaran adalah sistim / rangkaian alarm kebakaran yang
menggunakan detector panas ( Rate of Rise and Fixed Temperature Heat Detector ), detector asap (
Smoke Detector ) dan titik panggil secara manual (Break Glass) dan Alarm Bell serta perlengkapan
lainnya yang dipasang secara baik dan aman dan bekerja secara otomatis mendeteksi pada saat awal
kebakaraan dan lokasi kebakaran dapat langsung diketahui dari Control Panel Fire Alarm.
2. Sistem yang dapat digunakan harus dapat diperluas misalnya secara otomatis dapat memonitor
pompa kebakaran , mematikan AC termasuk instalasi dry contact di panel listrik / AC (Tripping
System AC), mematikan supply fan.
3. Sistim yang ditawarkan harus modular dapat mengarah ke Zone expantion (pengembangan) dan
dengan Sistem Semi Addressable dan Full Addressable.
4. Alarm Bell untuk yang didalam gedung dipasang pada box hydrant atau di dinding Weather proof,
Semi flush mounted, Vibrating type dan Diameter Ø 6 “
a. Nominal voltage : 24 VDC.
b. Operating voltage range : 19.2 to 26.4 VDC.
c. Average current draw : 0.03 A.
d. Sound output : 85 dB.
e. Operating temp. range : -31 °F (-35°C) to +140°F
(+60°C).
f. Protection rating : IP65
g. Housing colur : Red
5. Indicator Lamp
a. Bulb type : Luminus Bulb 30 V/2W or LED
b. Material : Lamp cover glass or fire proof plastic
c. Color : Red
6. Adressable Control Module
a. Normal operating voltage : 15 to 32 VDC
b. Maximum current draw : 5.1 mA (LED on)
c. Average operating current : 390 uA (LED flashing)
d. External supply voltage (between Terminals T3 and T4): maximum 80 volts (RMS or DC).
e. Drain on external supply : 2 mA maximum (using
internal EOL relay).
f. EOL resistance : 47K ohms.
g. Temperature range : 32°F to 120°F (0°C to 49°C).
h. Humidity range : 10% to 93% non-condensing.
7. Horn Strobe
a. Operating temp. indoor : 32°F to 120°F (0°C to 49°C)
b. ULC Canadian models : -40°C to +66° C.
c. Maximum humidity : 95% as tested per UL 464
d. Voltages : 12 or 24 VDC
8. Break Glass
a. The microswitch has silver contacts
b. Maximum contact resistance 50 milliohms
c. Minimum recommended voltage 12 volts AC or DC
d. Maks. voltages and currents for resistive loads 5.0 amp, 30 VDC resistive. 3.0 amp, 30 VDC
inductive.
9. Kabel dan Pipa lnstalasi:
a. Kabel harus cocok dan sama dengan instalasi deteksi dan alarm kebakaran lainnya (eksisting) di
proyek ini. Jenis dan tipe kabel seperti tertera pada gambar elektrikal.
b. Pipa instalasi pelindung kabel harus Flame Retardant PVC conduits.
c. Pipa, elbow, socket, junction box dan accessories lainnya harus sesuai yang satu dengan yang
lainnya, yaitu tidak kurang dari 3/4" diameter.
d. Flame retardant flexible conduits harus dipasang untuk melindungi kabel antara junction box dan
detektor.
Pasal 5
PEKERJAAN INSTALASI TELEPON
5.1 Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan instalasi telepon adalah pemasangan dan pengadaan termasuk testing dan comissioning peralatan
dan bahan, bahan-bahan utama, bahan-bahan pembantu dan lain-lainnya seperti yang diterangkan dalam
pasal terdahulu, sehingga diperoleh instalasi telepon yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama siap
untuk digunakan, yang terdiri dari :
1. Pemasangan Peralatan Key Telephone, material bantu, sistem yang dipasang harus mencakup :
a) Operator console lengkap dengan handset din pilihan headset tambahan yang ada.
b) Features telephone set
c) Biaya pemasangan dan semua peralatan tambahan harus mencakup pula biaya penyambungan dari
MDF.
d) Sistem proteksi terhadap petir dan tegangan surja.
e) Backup battery.
2. Pengadaan dan pemasangan Kerangka Distribusi Utama/saluran (MDF), Kerangka Distribusi
Lanjutan (IDF) dan kotak terminal.
3. Pemasangan instalasi kabel telepon dari Terminal Box (TB) ke outlet-outlet telepon seperti yang
tercantum pada gambar perencanaan.
4. Instalasi kabel dari MDF kesetiap Terminal Box (TB) yang ada disetiap lantai.
5. Pemasangan outlet–outlet telepon seperti yang tercantum pada gambar perencanaan.
6. Perawatan dan peralatan dari panel kepemakaian .
7. Pemasangan dan pengadaan soket & outlet serta kelengkapannya.
8. Pengadaan dan pemasangan instalasi grounding instalasi telepon.
9. Melakukan pengurusan izin-izin/sertifikat dengan pihak PT. Telkom setempat sehubungan dengan
pekerjaan ini.
10. Pemasangan instalasi lain yang belum tercantum didalam spesifikasi ini tetapi ada di gambar
perencanaan.
5.2 Syarat Umum
1. Keseluruhan peralatan pada system ini harus dari merk yang sama
2. Kontraktor harus merupakan dealer produk atau perusahaan yang mendapatkan Surat Dukungan dari
Dealer. Yang dimaksud Dealer adalah Perusahaan yang mendapatkan Surat Penunjukan dari
Distributor serta mendapatkan Surat Dukungan dari Principal (Agen Tunggal Pemegang Merk) di
Indonesia.
Pasal 8
SISTEM ISOLATION TRANSFORMER
8.1. Umum
Sistem ini adalah bersifat memonitor dan mengamankan terhadap terjadinya arus bocor pada system
instalasi listrik untuk pelayanan ke manusia (pasien).
Unit ini secara khusus di pasang di Ruang Operasi, Ruang ICU/ICCU/PICU/NICU, Ruang melahirkan
dan Ruang Gawat Darurat (Emergency).
8.2. Modul monitor isolasi „107TD47“:
Alat monitor isolasi ini adalah alat yang vital untuk menjamin keamanan dan kelangsungan supply listrik
medik, dimana alat tersebut harus dapat memonitor nilai isolasi secara akurat dan terus-menerus. A-
Isometer “107TD47” yang memiliki sistem pengukuran AMP dapat memantau nilai isolasi secara akurat,
walaupun pada jaringan listrik yang terkontaminasi dengan tegangan kotor (tegangan dc yang ditimbulkan
oleh power supply dari peralatan listrik). A-Isometer ini juga dilengkapi alat monitor beban arus, suhu
temperature, digital display dengan nilai/ data yang jelas, key pad dan tombol uji. Untuk memenuhi standar
internasional/nasional yang ada, maka “107TD47” memiliki spesifikasi sebagai berikut:
- Internal Impedans : > 240 KOhm (IEC60364-7-710: tdk boleh kurang dari
100 KOhm)
- Tegangan uji : < 12 V AMP (IEC 60364-7-710: tidak boleh lebih dari
25 V)
- Arus uji : < 0,05 mA (IEC60364-7-710: tidak boleh lebih dari 1
mA)
- Isyarat gangguan : > 50 – 500 KOhm (IEC60364-7-710: tdk boleh kurang dari
isolasi 50 KOhm)
- Tombol Uji : Tersedia (IEC60364-7-710: disyaratkan)
- Monitor koneksi kabel : Tersedia (IEC60364-7-710: disyaratkan)
- Monitor beban arus : Tersedia (IEC60364-7-710: disyaratkan)
- Monitor Suhu Trafo : Tersedia (IEC60364-7-710: disyaratkan)
- Sistem Pengukuran : AMP Measuring (IEC 61557-8) IT AC with galvanically
Principle DC circuit
8.3. Trafo Isolasi “ES710“
Sesuai dengan standard IEC60364-7-710 bag.512.1.6, dengan spesifikasi sbb:
- Reinforced isolated
- Fixing angles are isolated
- Windings‟re galvanically isolated protection by PTC-Resistor
- Arus input : 22,5 A
- Arus Output : 21,7 A
- Inrush current : 12 x În
- Leakage Current : < 0,5 mA
- No Load Input Current Io <=2,8 %
- Tegangan input : 230 VAC
- Tegangan output : 230 VAC
- Short circuit Voltage <=2,6 %
- Induction : 1T
- Resistancy of Primary <=0,1 Ohm
- Resistancy of secondary <=0,09 Ohm
- Efficiancy ≥ 96%
- Fe Loss : 80 W
- Cu loss : 125 W
- Full-load temperature rise: 68 grd C
8.4. Modul Isyarat MK 2007
Alat isyarat ini harus terpasang di tempat-tempat yang mudah terpantau oleh staff, agar supaya gangguan
pertama dapat diketahui sedini mungkin, sebelum terjadinya gangguan kedua yang dapat mengakibatkan
terputusnya listrik dan hal-hal yang tidak diinginkan. Alat isyarat ini telah dilengkapi dengan digital display
untuk menunjukan nilai isolasi secara jelas dan nilai beban arus dalam persen pemakaian. Untuk memenuhi
standar internasional/nasional yang ada, maka “MK2007” ini memiliki spesifikasi sebagai berikut :
U0 x 3
Zs ≤ ---------- , Jika netral tidak terdistribusi
2 Ia
U0
Z‟s ≤ ---------- , Jika netral terdistribusi
1.Ia
Untuk kedepannya jika diperlukan, bahwa setiap aplikasi monitoring pada masing-masing Sumber Listrik
IT-Medis dapat diintegrasikan secara keseluruhan dengan Bender-Gateway „OPC“, sehingga
memungkinkan untuk dapat dikembangkan pada pemantauan terpusat dengan jaringan berbasis PC via
ISDN, Ethernet TCP/IP dan mengunakan standard protokol OPC dengan Software-Visualisasi yang ada
dipasaran.
8.9. Persetujuan Pabrik Pembuat
a. Power system floor standing dims; 600w x 1800h x 400d mm produk ex. Bender, termasuk isolating,
A-isometer, load monitoring & breaker dan accessories.
b. Remote alarm indicator
Pasal 9
SISTEM PENANGKAL PETIR
1. U M U M
1.1. Pemborong wajib mengikuti/memenuhi semua persyaratan yang tertulis dalam buku ini, juga wajib
mengukuti/memenuhi persyaratan umum yang dikeluarkan oleh Pemberi Tugas.
1.2. Dalam penawaran, Pemborong wajib melampirkan daftar perincian peralatan/ bahan yang akan
dipasang.
1.3. Dalam penawaran, pemborong wajib menyertakan brosur, katalog, diagram, ukuran, keterangan-
keterangan lain yang diterbitkan oleh pabrik pembuat dan menandai spesifikasi peralatan/bahan yang
akan dipasang dengan jelas.
1.4. Pemborong wajib menyertakan ahli yang ditunjuk oleh pabrik pembuat peralatan yang dipasang untuk
mengawasi, memeriksa dan menyetel peralatan-peralatan sehingga sistem tersebut dapat bekerja
dengan sempurna.
1.5. Jika pemborong menemukan kesalahan dalam gambar perencana an atau spesifikasi teknis, maka
pemborong wajib memberitahukan kepada Direksi/ pengawas lapangan secara tertulis untuk mendapat
penjelasan.
1.6. Pemborong harus membuat gambar-gambar instalasi yang diperlukan sebelum memulai pekerjaan
untuk diperiksa dan disahkan oleh Konsultan Perencana, Direksi Pemberi Tugas (Shop Drawing).
1.7. Pemborong wajib memperlihatkan peralatan/bahan yang akan dipasang kepada Direksi/Pengawas
lapangan jika diminta.
1.8. Jika contoh yang diberikan ditolak oleh Direksi, Pemborong wajib mengganti dengan yang lainnya.
1.9. Peralatan/bahan yang dipasang harus memenuhi persyaratan-persyaratan pengujian dari pabrik dan
Instansi yang bersangkutan dengan pekerjaan tersebut.
1.10. Semua peralatan/bahan instalasi semua harus baru dan dirancang khusus untuk kebutuhan instalasi
penangkal petir dan mendapat jaminan tertulis dari pabrik pembuatnya.
1.11. Jika dikarenakan pekerjaan, Pemborong harus membongkar, membobok, menggali dan lain-lain,
Pemborong berkewajiban/harus mengembalikan kekeadaan seperti semula.
1.12. Pemborong harus memperhitungkan adanya pembobokan dinding untuk pemasangan pipa instalasi.
1.13. Pemborong harus membersihkan lingkungan kerja setelah pemasangan dianggap selesai.
1.14. Pemborong wajib menyediakan tenaga ahli yang ditempatkan dilapangan secara "Full Time".
1.15. Pemborong harus melakukan koordinasi dengan pemborong lainnya (sipil, mekanikal, arsitektur, dan
sebagainya) atas petunjuk Direksi/Pengawas lapangan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan
dilapangan. Penyediaan material dan pemasangan sleeves/sparing menjadi tanggung jawab pemborong.
1.16. Jika karena kesalahan kesalahan atau kelalaian pemborong, menyebabkan instalasi berbeda dengan
"Shop Drawing" yang sudah disetujui atau peralatan-peralatan yang dipasang tidak memenuhi
persyaratan, maka pemborong berkewajiban/harus membongkar, memperbaiki, mengganti
peralatan/bahan tersebut dan mengembalikan kekeadaan semula. Biaya-biaya yang ditimbulkan oleh
hal-hal tersebut diatas, menjadi tanggung jawab pemborong.
1.17. Pemborong wajib menyerahkan gambar terpasang ("As Built Drawing") kepada Pemberi
Tugas/Direksi sebanyak 1 (satu) set gambar "Asli"/kalkir dan 3 (tiga) set gambar cetak biru (blue print)
setelah disetujui oleh Pengawas Lapangan, untuk semua pekerjaan yang telah dilaksanakan.
1.18. Pemborong harus memperbaiki dan mengganti peralatan yang dipasang bila terjadi kerusakan pada
masa pemeliharaan dan perawatan. Masa pemeliharaan/ garansi adalah 1 (satu) tahun terhitung dari
persetujuan bersama penyerahan pertama.
1.19. Pemborong harus mempunyai Surat Izin Instalasi yang sesuai dengan kelas yang dipersyaratkan pada
instala sipenangkal petir dari Instansi Pemerintah yang berkaitan dengan pekerjaannya, dan masa
berlaku dari izin tersebut harus masih berlaku hingga pekerjaan tersebut diserahkan pada akhir
pekerjaan. Ketentuan-ketentuan, peraturan-peraturan dari daerah setempat harus dipenuhi oleh pihak
pemborong dan mendapat izin tertulis dari penguasa setempat.
1.20. Pemborong Pek. Sipil, Struktur dan seluruh pemborong yang mempunyai lingkup pekerjaan diluar
bangunan, diharuskan membuat penangkal petir sementara dengan ketinggian minimum 6 m¹ dari titik
pekerjaan tertinggi dari pekerjaan yang sedang dikerjakan.
2. LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan instalasi Penangkal Petir meliputi :
2.1. Pengadaan dan pemasangan titik penangkal petir type Non Radioaktip penangkal petir lengkap berikut
batang peninggi dan isolator kepala penangkal petir sesuai dengan gambar rencana lengkap dengan
peralatan penunjangnya (Reff. Penangkal Petir :LPI, EF Lightning Protector).
Radius pengamanan = 50 m.
2.2. Pengadaan dan pemasangan instalasi "Down Conductor" memakai kabel Coexial 70 mm² dalam PVC
dia 40 mm.
2.3. Pengadaan dan pemasangan pipa instalasi pelindung kabel memakai pipa PVC kelas AW (10 kg/cm²)
40 mm conduit yang biasa digunakan untuk instalasi air bersih.
Pipa, bends/elbows, sockets, clamps dan perlengkapan lainnya harus cocok satu dengan yang lainnya
yakni tidak kurang dari 40 mm.
PVC conduit harus dari merek Rucika, Wavin atau Paralon.
2.4. Pengadaan dan pemasangan peralatan penunjang yang dibutuhkan sehingga bekerjanya sistem tersebut
sekalipun tidak disebutkan pada lingkup pekerjaan ini.
3. PERSYARATAN-PERSYARATAN TEKNIS
Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut :
3.1. Kepala Penangkal Petir
Kepala penangkal petir harus dari type Non Radioaktif dengan radius penamanan 50 m dan batang
peninggi GIP dia. 24 mm dilengkapi dengan coupling isolator antara batang penangkal petir dengan
kepala penangkal petir.
3.2. Batang Peninggi
Batang peninggi harus terbuat dari pipa GS dia. 24 mm dan dilengkapi dengan isolator berkualitas isolasi
tinggi dan menghubungkan kepala penangkal petir dengan batang penyambung yang terbuat dari metal
(t = 6.00 m).
Konstruksi batang peninggi tersebut harus kuat dan diperhitungkan terhadap tiupan angin yang kencang
(Badai/Topan).
3.3. Down Conductor
Terdiri dari kabel Coexial dengan luas penampang penghantar bagian dalam tidak kurang dari 70 mm²
yang menghubungkan secara listrik dengan sempurna antara "Air Termination" tersebut diatas dengan
sistem pentanahan penangkal petir.
3.4. Sistem Pentanahan
Sistem pentanahan terdiri dari :
a. Terminal pengukuran pentanahan.
b. Elektroda pentanahan yang terbuat dari batang tembaga massif panjang 6 m dan diameter 25 mm.
c. Tahanan/hambatan/resistansi tanah tidak boleh lebih dari 1 ohm pada musim kemarau.
Bila tahanan tanah tersebut tidak dapat dicapai dengan 1 (satu) elektroda maka harus dibuatkan
elektroda lain yang dipasang secara paralel sampai tahanan tanah yang dipersyaratkan terpenuhi.
5. GAMBAR-GAMBAR RENCANA
Gambar-gambar secara umum menunjukkan, tata letak, instalasi dan lain-lain.
Penyesuaian harus dilakukan dilapangan, karena keadaan sebenarnya dari lokasi jarak-jarak dan ketinggian
ditentukan oleh kondisi lapangan.
8. P E N G U J I A N
Pengujian instalasi sistem penangkal petir meliputi :
8.1. Pengujian instalasi yang terdiri dari :
a. Insulation resistance test
b. Continuity test
8.2. Pengujian pentanahan dengan menggunakan peralatan benar-benar penggunaannya untuk keperluan
pengukuran tahanan tanah.
9. PENYERAHAN PEKERJAAN
Pekerjaan instalasi penangkal petir dapat dinyatakan selesai dan diterima oleh Pemberi Tugas bila telah
diperiksa bersama dan diuji oleh instansi berwenang yang berkaitan dengan pekerjaan ini, semua pernyataan
ditanda tangani bersama antara Pemberi Tugas, Pengawas Lapangan, Instansi P emerintah setempat dan
Pemborong.
Penyerahan pekerjaan dapat dilaksanakan setelah masa garansi dilewati.
PASAL 27
PEKERJAAN MEKANIKAL
Pasal 1
PEKERJAAN PLUMBING
1. SYARAT-SYARAT UMUM
1.1. Syarat-syarat umum merupakan bagian dari persyaratan teknis ini. Apabila ada beberapa klausul-
klausul dari syarat umum yang dituliskan kembali dalam persyaratan teknis ini, berarti menuntut
perhatian khusus pada klausul-klausul lainnya dari syarat-syarat umum.
1.2. Klausul-klausul dari syarat umum hanya dianggap tidak berlaku apabila dinyatakan secara tegas dalam
persyaratan teknis ini.
1.3. Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada, agar dapat mengetahui hal-hal
yang akan mempengaruhi atau mengganggu pekerjaan Mekanikal.
1.4. Apabila timbul persoalan, Kontraktor wajib mengajukan saran penyelesaian paling lambat seminggu
sebelum bagian pekerjaan ini seharusnya dilaksanakan.
1.5. Pada waktu akan memulai pelaksanaan, Kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar kerja (shop
drawing) terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan MK/Konsultan Perencana dan
gambar-gambar tersebut harus diserahkan minimal 2 minggu sebelum dilaksanakan.
1.6. Pemasangan instalasi, testing, dan desinfeksi pekerjaan plumbing mengikuti peraturan SNI 03-6481-
2000 sistem plambing 2000. dan SNI 03-7065-2005 Tata cara perencanaan sistem plumbing.
3. LINGKUP PEKERJAAN
3.1. Pekerjaan yang dimaksud disini adalah pengadaan material, penyimpanan, pemasangan,
penyambungan, tenaga kerja, peralatan bantu agar seluruh instalasi penyediaan air bersih dan
pembuangan dapat dipasang, diuji, dibersihkan dan siap untuk digunakan dengan kualitas bahan dan
kualitas pengerjaan pemasangan yang terbaik sesuai dengan gambar-gambar dan persyaratan yang
ditentukan dalam perencanaan ini.
3.2. Persyaratan teknis ini dan gambar-gambar yang menyertai dimaksudkan untuk menjelaskan dan
menegaskan tentang segala pekerjaan, bahan-bahan, peralatan-peralatan yang diperlukan untuk
pemasangan, pengujian dan penyetelan dari seluruh sistim agar lengkap dan siap untuk bekerja dan
dapat digunakan dengan baik.
3.3. Secara umum bagian-bagian pekerjaan utama yang termasuk dalam Persyaratan Teknis dan adalah
sebagai berikut :
3.4. Pemasangan, uji tekan, pembersihan dan disinsfeksi pipa-pipa, elbow, fitting-fiting, pemasangan support
atau gantungan, clamp pipa, pemasangan sanitary fixtures dan semua pekerjaan plambing yang
diperlukan untuk berfungsinya system distribusi air bersih.
3.5. Pemasangan, pembersihan dan uji kebocoran pipa-pipa, elbow, fitting-fitting, penyangga atau penahan
pipa air buangan, penyetelan kemiringan atau elevasi pipa buangan dan semua pekerjaan plambing
yang diperlukan untuk berfungsinya system pipa pembuangan.
3.6. Pengadaan, pemasangan sanitary fixture seperti washtafel, closet, service sink, slop sink, kitchen sink,
shower, faucet, floor drain, stop valve dan lain lain, dengan kualitas pemasangan yang baik dan benar
dari segi teknis maupun artistik.
3.7. Pengadaan, pemasangan, penyambungan, pengujian pipa-pipa, vent cup, elbow dan fiting pemipaan
vent.
4. KETENTUAN DAN PERSETUJUAN BAHAN-BAHAN DAN ALAT-ALAT
Dalam waktu yang secepat mungkin setelah Kontraktor memperoleh kontrak pekerjaan, Kontraktor harus
mengajukan contoh-contoh bahan dan alat yang lengkap dengan brosur dari pabrik-pabrik atau perusahaan-
perusahaan yang membuat bahan-bahan dan alat-alat yang akan dipasang dalam instalasi ini, untuk
memperoleh persetujuan dari Konsultan MK/ Konsultan Perencana.
Setelah daftar tersebut diatas disetujui dan sebelum melakukan pembelian atas bahan-bahan dan alat-alat,
Kontraktor harus menyerahkan kepada Konsultan daftar yang lengkap dari peralatan-peralatan dan bahan-
bahan yang akan digunakan dalam instalasi ini, lengkap dengan brosur dan atau gambar kerja dari pabrik atau
perusahaan yang membuat serta schedule pembelian, pengiriman dan pemasangannya.
PPR -PN10 20 80
25 85
32 100
40 110
50 125
63 140
75 155
90 165
110 185
5. TENAGA AHLI
Kontraktor harus menggunakan tenaga-tenaga yang ahli dalam bidangnya (skilled labour) agar dapat
memberikan jaminan hasil kerja yang terbaik dan rapih.
6. PEMASANGAN
6.1. Pemasangan hanya boleh dilakukan setelah ada izin tertulis dari Konsultan MK. Gambar-gambar
pemasangan instalasi secara mendetail harus dibuat oleh Kontraktor sambil melaksanakan
pembangunan struktur bangunan. Hal ini agar dapat diketahui dengan tepat letak atau ukuran lubang-
lubang pada dinding dan lantai yang diperlukan untuk lewatnya pipa-pipa.
6.2. Kontraktor bertanggung jawab atas ukuran (dimensi) dan lokasi lubang-lubang tersebut dan apabila
perlu harus melakukan pembobokan atau penambalan merupakan tanggungan Kontraktor dan tanpa
tambahan biaya.
6.3. Semua fixtures harus dipasang dengan baik dan harus bebas dari kotoran yang akan mengganggu
aliran atau kebersihan air.
6.4. Semua floor drain harus dilengkapi dengan u-trap.
6.5. Harus terpasang secara kokoh (tight) ditempatnya dengan tumpuan yang sesuai (bracket, cleat, plate,
anchor).
6.6. Kontraktor bertanggung jawab atas komponen-komponen yang perlu (misalnya: fixture fitting, seal,
elbow, cap) untuk melengkapi instalasi.
6.7. Semua sambungan yang menghubungkan pipa dengan luas penampang yang berbeda harus digunakan
"Reducer" atau "Increaser".
6.8. Sedapat mungkin harus digunakan belokan-belokan dengan "long radius". Belokan-belokan dari jenis
"short radius" hanya boleh digunakan apabila kondisi tempat tidak memungkinkan menggunaan
belokan jenis long radius, dan Kontraktor harus memberitahukan hal ini kepada Konsultan MK.
6.9. Fittings atau alat-alat yang akan menimbulkan tahanan aliran-aliran yang tidak wajar, tidak boleh
digunakan.
6.10. Pipa-pipa tidak boleh menembus kolom, kaki kolom, kepala kolom, ataupun balok, tanpa mendapat izin
tertulis dari Konsultan MK.
9. AS-BUILT DRAWINGS
9.1. Selama pelaksanaan pemasangan instalasi ini berjalan, Kontraktor harus memberikan tanda-tanda
dengan pensil atau tinta merah pada 2 set gambar plambing, atas segala perubahan, penghapusan atau
penambahan pada rencana instalasi atau dari gambar tersebut.
9.2. Kontraktor harus menyerahkan pada Konsultan MK gambar instalasi sesungguhnya sebagaimana yang
terpasang pada bangunan, memuat lengkap semua perubahan yang telah dilakukan atau as-built
drawing atau gambar terlaksana.
9.3. Ukuran kertas untuk as-built drawing adalah sesuai dengan ukuran kertas gambar rencana.
9.4. As-built drawing yang telah disetujui diserahkan lengkap dengan soft copynya dalam compact disk
(CD) atau DVD disk.
asal 2
PEKERJAAN TATA UDARA
1. PERSYARATAN UMUM
1.1. Semua persyaratan umum maupun suplementer yang ada merupakan pula bagian dari persyaratan
sistem instalasi Tata Udara ini sejauh yang berlaku bagi pekerjaan ini. Apabila ada beberapa hal dari
persyaratan umum yang dituliskan kembali dalam spesifikasi ini, berarti hanya menghilangkan hal-hal
lainnya dari persyaratan umum maupun suplementer tidak berlaku lagi untuk sistem instalasi ini.
1.2. Kontraktor atas bebannya harus melengkapi dan memasang seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk
melengkapi pekerjaan sehingga sistem dapat bekerja dengan baik.
1.3. Gambar-gambar rencana menunjukkan tata letak secara umum dari peralatan dan instalasi sistem.
Lokasi yang ditunjuk adalah merupakan posisi-posisi perkiraan. Kontraktor atas bebannya harus
memodifikasi tata letak tersebut sebagaimana yang dibutuhkan untuk mendapatkan pemasangan-
pemasangan yang sempurna/baik dari peralatan-peralatan sistem.
1.4. Setiap pekerjaan yang disebutkan dalam spesifikasi ini, tetapi tidak ditunjuk dalam gambar, atas beban
Kontraktor seperti pekerjaan lain yang disebut oleh spesifikasi dan ditunjukkan oleh Persyaratan umum
dari sistem Tata Udara.
2. LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup pekerjaan disini termasuk pengadaan, pemasangan, test, garansi, sertifikasi, service, maintenance,
mempersiapkan as-built drawings, operation and maintenance manual dan training untuk para staff
engineering .
Kontraktor bertanggung jawab atas semua persyaratan yang disebutkan dalam spesifikasi, termasuk gambar-
gambar, bills of quantity, standard dan peraturan yang terkait, instruksi dari pabrik pembuat, peraturan lokal,
kondisi lapangan untuk tujuan pengangkutan unit ke dalam ruangan atau lokasi dari pemasangan dan
pengarahan dari MK Lapangan selama berlangsungnya pekerjaan.
Semua claim yang tidak memenuhi hal di atas tidak akan diterima. Jika terdapat perbedaan antara spesifikasi
dari peralatan dan material yang terpasang dan spesifikasi yang diminta, Kontraktor bertanggung jawab untuk
mengganti semua peralatan dan material sesuai dengan spesifikasi yang diminta tanpa biaya tambahan.
4.1.Umum
Pekerjaan Testing, Adjusting dan Balancing (TAB) pada dasarnya mengikuti standard/instruksi umum
seperti NEBB, ASHRAE, dan SMACNA dengan menggunakan peralatan ukur yang sesuai untuk
pekerjaan TAB.
4.2.Peralatan Ukur
Kontraktor paling tidak harus mempunyai alat ukur sbb:
a. Pengukuran air flow velocity
- Pitot tube with inclined manometer
- Anemometer
- Hood untuk mengukur air flow di diffuser
b. Pengukuran temperatur udara
- Sling psychrometric
- Thermometer
c. Pengukuran rotasi (rpm)
- Tachometer atau sejenis
d. Pengukuran listrik
- Voltmeter
- Amperemeter
e. Pengukuran tekanan
- Barometer / pressure gauge
4.3.Pelaksanaan TAB
a. TAB harus dilaksanakan secara detail terhadap seluruh sistem dan bagiannya, sehingga
pengukuran seperti yang ada dalam rencana dapat tercapai atau mendekati.
b. Dalam pelaksanaan TAB, pengukuran dilakukan tidak hanya terhadap apa yang telah disebutkan
dalam rencana, tetapi juga terhadap apa yang dibutuhkan untuk menentukan posisi dan
kemampuan peralatan, dan yang diperlukan untk pemeliharaan dan operasi.
c. Semua pelaksanaan dan pengukuran terhadap hal yang tidak disebutkan dalam gambar rencana
harus dijelaskan dalam formulir, dimana formulir ini harus telah disetujui oleh Konsultan MK
sebelumnya.
d. Pelaksanaan TAB dilakukan oleh ahli yang berpengalaman dan mempunyai keahlian dalam bidang
masing-masing.
e. Konsultan MK harus hadir pada pelaksanaan TAB, dimana hasil pengukuran harus disaksikan dan
di tanda tangani oleh Konsultan MK.
f. Sebelum pelaksanaan TAB, Kontraktor harus mempersiapkan rencana kerja dari prosedur
pelaksanaan setiap pekerjaan, dan prosedur ini harus di diskusikan dan disetujui oleh Konsultan
MK.
g. Sebelum TAB, Kontraktor harus mempersiapkan semua hal yang akan diukur dalam sebuah
daftar.
a. Tahap 1
Buka semua valve fully open, termasuk valve dalam area cooling coil
Buka dan bersihkan semua strainer
Periksa apakah kondisi udara didalam sistem telah bersih dan treated.
Periksa rotasi underneath
Periksa apakah ada gelembung udara dalam expansion tank dan apakah air sudah penuh.
Periksa apakah ada udara yang terperangkap dalam sistem untuk seluruh ventilasi udara dalam
circuit.
Periksa apakah ada udara yang terperangkap dalam system circuit, jika ada, pasang air vent.
Setel semua temperature control sehingga cooling coil akan bekerja (control valve akan fully
open).
Sebelum pelaksanaan air flow balancing system ini, yakinkan bahwa air flow sebelumnya telah
di balance dengan benar.
b. Tahap 2
Chilled water flow sesuai design
Setel chilled water flow yang melalui FCU.
Lakukan balancing untuk mendapatkan jumlah aliran dalam coil.
Jika hasil balancing sesuai design, buat marking pada setting dan catat semua data.
c. Tahap 3
Setelah Tahap 1 dan 2 selesai dikerjakan, lakukan hal berikut :
Setelah semua adjustment pada cooling coil, periksa lagi setting di pompa. Adjust ulang jika
perlu.
Periksa dan catat kondisi berikut pada setiap cooling coil:
- Entering dan leaving chilled water temperature.
- Entering dan leaving air temperature pada cooling coil.
- Pressure drop pada setiap coil.
- Tekanan pada suction dan discharge dari pompa dan final t.d.h.
- Rated dan running ampere dari pompa.
5. SPESIFIKASI TEKNIS
No Deskripsi Spesifikasi
1 Air Handling Unit
Type DX System
Frame Anodized Thermal Break Extruded Aluminum
Finishing Precoated Galvanized/Polyester Powder Coating
Panel Thickness 2" Double Skin Polyurethane (INJECTED) Insulated Panel
Blower Centrifugal Backward Double Inlet/Plug Fan direct drive
(motor dan blower, dikopel secara langsung)
Motor TEFC Motor (Belt Drive Inside Installatio)
2 Outdoor Unit
Type Air Cooled Condensing Unit
Compressor Hermetic Scroll Type/ M
Fan Condensor Direct Driven Propeller
Control System HPS, LPS, Thermal Overload, Phase Failure Protection
3 Supply Fan Centrifugal Cabinet
4 Exhaust Fan Centrifugal Cabinet
5 Variable Speed Drive Altivar 2.1 (HVAC Application)
6 Flow Measuring System Magnasense
7 Differential Pressure Gauge Magnehelic, 0 – 60 Pa for room, 0 – 500 Pa for filter
8 Indoor Unit VRF
9 Outdoor Unit Air Cooled Condensing Unit VRF
10 Pre Filter Washable, efisiensi 25 – 45 %, Alumunium Frame with guard
11 Medium filter Efisiensi 85 – 95%, disposable, plastic frame
HEPA Filter (Ceiling Type) Micro fibre media, efisiensi 99.99% DOP Test @ 0.3 micron
12
(H13). Alumunium frame, dove tail interlocking gasket
13 HEPA Filter Ceiling Module
Body Material Zincalum 1.5 mm thickness powder coating finished
Perforated Material Mild Steel, powder coating
Insulation Material Laminated Foam with aluminum foil face
14 Pre/Medium Filter Housing
Frame Anodized Thermal Break Extruded Aluminum
Finishing Precoated Galvanized/Polyester Powder Coating
Panel Thickness 2" Double Skin Polyurethane (INJECTED) Insulated Panel
15 Ducting
Material Galvanized sheet
Thickness 0.5 ~ 0.8 mm
16 Duct Insulation (Supply AC) PE Insulation 20 mm
Duct Insulation (Return &
17
Exhaust) PE Insulation 13 mm
18 Return Air Grille SS304 Area OT & Isolasi
Fresh Air Grille Alluminum Natural Anodized Corridor Clean&Corridor Semi
19
Clean
20 Volume Damper Alluminum Natural Anodized
21 Refrigerant Pipe Copper Tube (ASTM B280)
22 Refrigerant Pipe Insulation Closed-cell elastomeric
23 Drainage Pipe Poly Vinile Chloride
24 Drainage Pipe Insulation Elastomeric Nitrile Foam, 10 mm thickness
25 Filter Drier Hermetic Liquid Line Filter Drier
26 Sight glass Hermetic Moisture Indicator
27 Refrigerant Suitable
28 Power Panel Box Mild Steel Powder Coating (tekstur kulit jeruk)
29 Main Component MCB, MCCB, Contactor
30 Power Cable NYY.NYM
31 Control Cable NYMHY/ Belden
32 Thermostat Digital
33 Kabel Leader Galvanil steel
Kontraktor harus memberikan Garansi-garansi berupa: Sertifikat of origin, jaminan ketersediaan spare part
selama minimal 10 tahun, jaminan atau garansi pabrik pembuat peralatan utama selama 5 tahun dan jaminan
masa pemeliharaan selama 1 tahun dan kontaktor harus memberikan buku buku panduan dan tata cara
standard untuk mengoperasikan (Standards Operational Procedures, SOP), tata cara standard
pengoperasian pada keadaan-keadaan emergensi atau darurat (Standards Emergency Procedures, SEP)
dan tata cara standard untuk perawatan (Standards Maintenance Procedures, SMP).
7. KONTRAKTOR
14.1. Kontraktor wajib mempelajari dan memahami semua undang-undang dan peraturan-peraturan,
persyaratan umum maupun suplementernya, persyaratan pabrik pembuat unit-unit Air Conditioning,
exhaust fan, ceiling fan, buku-buku dokumen pelelangan, bundel gambar-gambar serta petunjuk-
petunjuk tertulis yang telah dikeluarkan.
14.2. Kontraktor wajib mempelajari dan memeriksa juga pekerjaan pelaksanaan dari pihak-pihak Kontraktor
lain yang ikut mengerjakan proyek ini apabila pekerjaan pihak-pihak lain dapat mempengaruhi
kelancaran pekerjaannya. Bilamana sampai terjadi gangguan maka Kontraktor wajib memberikan
saran-saran perbaikan untuk segenap pihak.
14.3. Kontraktor harus memiliki sertifikasi iso untuk kualitas pekerjaan yang di laksanakan
8. KOORDINASI DENGAN PIHAK LAIN
9.1. Kontraktor wajib berkoordinasi dengan pihak-pihak lainnya demi kelancaran pelaksanaan pekerjaan
proyek ini. Terutama koordinasi dengan pihak kontraktor sipil, elektrikal, perlindungan terhadap
kebakaran dan interior.
9.2. Kontraktor wajib konsultasi dengan pihak-pihak lainnya agar supaya sejauh mungkin dipergunakan
peralatan-peralatan yang seragam dan merek yang sama untuk seluruh bangunan proyek ini agar
mudah pemeliharaannya, kecuali ditentukan lain oleh Konsultan MK.
9.3. Untuk semua peralatan dan mesin yang disediakan atau diselesaikan oleh pihak lain atau yang dibeli
dari pahak lain yang termasuk dalam lingkup instalasi ini, Kontraktor bertanggung jawab penuh atas
segala peralatan dan pekerjaan ini.
09.TESTING
Pekerjaan Testing, Adjusting dan Balancing (TAB) pada dasarnya mengikuti standard/instruksi umum seperti
NEBB, ASHRAE, dan SMACNA dengan menggunakan peralatan ukur yang sesuai untuk pekerjaan TAB.
10.AS-BUILT DRAWINGS
10.1.Selama pelaksanaan pemasangan instalasi ini berjalan, Kontraktor harus memberikan tanda-tanda
dengan pensil atau tinta merah pada 2 set gambar Air Conditioning system diantaranya pemipaan Chilled
water, ducting, electrical wire, BAS dan lainnya atas segala perubahan, penghapusan atau penambahan
pada rencana instalasi atau dari gambar tersebut.
10.2.Kontraktor harus menyerahkan pada Konsultan gambar instalasi sesungguhnya sebagaimana yang
terpasang pada bangunan, memuat lengkap semua perubahan yang telah dilakukan atau as-built drawing
atau gambar terlaksana.
10.3.Ukuran kertas untuk as-built drawing adalah sesuai dengan ukuran kertas gambar rencana.
10.4.As-built drawing yang telah disetujui diserahkan lengkap dengan soft copynya dalam compact disk
(CD) atau DVD disk.
11. PERSETUJUAN PABRIK PEMBUAT
12.1.Selama pelaksanaan pemasangan instalasi ini berjalan, Kontraktor harus memberikan tanda-tanda
dengan pensil atau tinta merah pada 2 set gambar Air Conditioning system diantaranya pemipaan Chilled
water, ducting, electrical wire, BAS dan lainnya atas segala perubahan, penghapusan atau penambahan pada
rencana instalasi atau dari gambar tersebut.
12.2.Kontraktor harus menyerahkan pada Konsultan gambar instalasi sesungguhnya sebagaimana yang
terpasang pada bangunan, memuat lengkap semua perubahan yang telah dilakukan atau as-built drawing atau
gambar terlaksana.
12.3.Ukuran kertas untuk as-built drawing adalah sesuai dengan ukuran kertas gambar rencana.
12.4.As-built drawing yang telah disetujui diserahkan lengkap dengan soft copynya dalam compact disk (CD)
atau DVD disk.
13.KONTRAKTOR
14.1. Kontraktor wajib mempelajari dan memahami semua undang-undang dan peraturan-peraturan,
persyaratan umum maupun suplementernya, persyaratan pabrik pembuat unit-unit Air Conditioning,
exhaust fan, ceiling fan, buku-buku dokumen pelelangan, bundel gambar-gambar serta petunjuk-
petunjuk tertulis yang telah dikeluarkan.
14.2. Kontraktor wajib mempelajari dan memeriksa juga pekerjaan pelaksanaan dari pihak-pihak Kontraktor
lain yang ikut mengerjakan proyek ini apabila pekerjaan pihak-pihak lain dapat mempengaruhi
kelancaran pekerjaannya. Bilamana sampai terjadi gangguan maka Kontraktor wajib memberikan
saran-saran perbaikan untuk segenap pihak.
14.3. Kontraktor harus memiliki sertifikasi iso untuk kualitas pekerjaan yang di laksanakan
15.TESTING
Pekerjaan Testing, Adjusting dan Balancing (TAB) pada dasarnya mengikuti standard/instruksi umum seperti
NEBB, ASHRAE, dan SMACNA dengan menggunakan peralatan ukur yang sesuai untuk
pekerjaan TAB.
2. Penjelasan Sistem
a. Sistem proteksi kebakaran untuk proyek ini terdiri atas sistem hydrant, sprinkler dan pemadam
kebakaran ringan.
b. Sistem hydrant yang diinginkan untuk proyek ini adalah menggunakan sistem pillar hydrant
(outdoor) dan fire landing valve (indoor).
c. Tipe dari sistem tersebut diatas direncanakan memakai "tipe basah" (wet system), ini berarti bahwa
semua katup penyediaan air untuk sistem harus dalam kondisi terbuka penuh dan tekanan dalam air
dalam jaringan pemipaan dijaga setiap saat.
d. Cara kerja sistem Hydrant :
Apabila tekanan dalam pipa turun sampai ambang batas yang telah ditentukan karena adanya
kebocoran, maka jockey pump akan hidup secara otomatis dan mati secara otomatis di
ambang batas tekanan yang juga telah ditentukan atau ketika pompa utama start.
Apabila tekanan air dalam pipa terus turun karena satu atau lebih katup hydrant dibuka maka
pompa kebakaran utama akan bekerja secara otomatis dan pompa Jockey mati secara
otomatis. Pompa kebakaran utama mati secara manual oleh operator.
Jika kedua pompa tersebut gagal bekerja, akan segera berbunyi dengan nada yang berbeda
dengan bunyi alarm system.
3. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini adalah pengadaan dan instalasi sistem fire hydrant dan instalasi fire sprinkler sesuai dengan
gambar perancangan dan meliputi antara lain :
- Pengadaan dan instalasi peralatan utama sistem Fire Hydrant yang meliputi instalasi Engine Fire
Hydrant Pump, dan Fire Control Panel dengan standard NFPA serta fixtures kebakaran beserta
pemipaannya.
- Pengadaan dan instalasi pemipaan sprinkler dari ruang pompa sampai dengan riser.
- Pengadaan dan instalasi pemipaan dan peralatan fire hydrant yang meliputi hydrant box
lengkap dengan peralatannya, hydrant pillar, hose rail cabinet, valve-valve dan perlengkapan
lainnya.
- Pengadaan dan Pemasangan Siamese Connection untuk Fire Hydrant type sesuai standard
Dinas Pemadam Kebakaran.
- Mengadakan Testing and Commissioning terhadap seluruh sistem fire hydrant hingga berfungsi
dengan baik serta memenuhi persyaratan untuk bangunan tinggi.
- Membantu mengurus proses perijinan serta persyaratan lain yang diperlukan untuk
mendapatkan persetujuan bahwa Instalasi sistem fire hydrant dan sprinkler dapat dinyatakan
baik dan layak pakai oleh Dinas Pemadam Kebakaran serta untuk Unit Pressure Tank harus
mendapat sertificate dari DEPNAKER.
- Mengadakan Training Operasional, waktu serta kesiapannya akan ditentukan kemudian
bersama Pemberi Tugas /Konsultan Pengawas.
1. Jockey Pump
Unit pompa terdiri dari :
- Cast iron casing
- Bronze impeller
- Heavy duty steel shaft
- Mechanical seal
- Heavy duty grease lubricated bearings
- Panel kontrol dengan kelengkapan standarnya
Data teknis pompa :
- Type : Vertical In Line
- Head : 140 M
- Debit : 50 LPM
- Power motor : ± 5.5 KW/3PH/50 Hz
- Speed : 3000 RPM
- Jumlah : 1 (Satu) Unit
- Kelengkapan : Fire Control Panel Pump NFPA Standard
Kelengkapan Engine :
- Accu 24 volt, 80 Amp, 2 buah type maintenance - free
- Flexible coupling
- Coupling guard
- Batteries
- Battery rack
- Battery cable
- Silencer
- Exhaust Pipe
- Flexible exhaust connector
- Pompa Hydrant Diesel merupakan back-up apabila pompa
kebakaran elektrik gagal beroperasi
4.2 Pemipaan
1. Material Pipa yang digunakan Black Steel Pipe schedule 40 untuk dalam
bangunan dan Black Steel Pipa ASTM A53 Galvanize untuk pemipaan diluar
gedung, atau SNI 07-0039-87 dan harus diusahakan semuanya berasal dari
satu merk.
2. Untuk fitting digunakan Black Steel Pipe class 16 K, Weld Type.
Valve - valve
1. Gate Valve :
Untuk diameter valve sampai dengan 50 mm menggunakan tipe bronze
body, non rising steam, screwed bonnet, solid wedge disk, screwed end.
atau bisa digunakan tipe Butterfly untuk diameter 15 mm sampai dengan
diameter 25 mm.
Untuk valve diameter lebih besar dari 50 mm menggunakan tipe flanged or
lugged body, stainless steel disk, stainless steel shaft, hand wheel operated
with position indicator.
Material body : carbon steel untuk tekanan 300 psi.
2. Check Valve :
Untuk diameter valve sampai dengan 50 mm menggunakan material
bronze body, swing type, Y pattern, screwed cup, metal disk, screwed
end.
Material body : swing silent type dengan stainless steel disk dengan body
material carbon steel untuk tekanan 300 psi.
Khusus untuk pompa-pompa hydrophor digunakan dual plate wafer type
check valve.
5.2 PIPA
1. Umum
Pemasangan pipa dan perlengkapannya serta peralatan lainnya harus sesuai dengan gambar
rencana dan harus dikerjakan dengan cara yang benar untuk menjamin kebersihan serta
kerapihan.
Pekerjaan harus ditunjang dengan suatu ruang yang longgar, tidak kurang dari 50 mm diantara
pipa-pipa atau dengan bangunan & peralatan
Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan teliti sebelum dipasang /
disambung.
Pekerjaan perpipaan harus dilengkapi dengan semua katup-katup yang diperlukan, antara lain
katup penutup, pengatur, katup balik dan sebagainya, sesuai dengan fungsi sistem dan yang
diperlihatkan pada gambar.
Semua perpipaan yang akan disambung dengan peralatan, harus dilengkapi dengan union
atau flange
Sambungan lengkung, reducer dan expander dan sambungan-sambungan cabang pada
pekerjaan perpipaan harus mempergunakan fitting buatan pabrik
Katup (valves) dan saringan (strainers) harus mudah dicapai untuk pemeliharaan dan
penggantian
Sambungan – sambungan fleksibel harus dipasang sedemikian rupa dan angkur pipa
secukupnya harus disediakan guna mencegah tegangan pada pipa atau alat- alat yang
dihubungkan oleh gaya yang bekerja kearah memanjang.
Pada pemasangan alat-alat pemuaian, angkur-angkur pipa dan pengarah-pengarah pipa harus
secukupnya disediakan agar pemuaian serta perenggangan terjadi pada alat-alat tersebut,
sesuai dengan permintaan & persyaratan pabrik.
Selama pemasangan, bila terdapat ujung-ujung pipa yang terbuka dalam pekerjaan pemipaan
yang tersisa pada setiap tahap pekerjaan, harus ditutup dengan menggunakan caps atau plug
untuk mencegah masuknya kotoran / benda-benda lain.
Semua pemotongan pipa harus memakai pipa cutter dan harus rapi dan tidak tajam
(diampelas).
Semua pipa harus dipasang lurus sejajar dengan dinding / bagian dari bangunan pada arah
horizontal maupun vertikal.
Semua pemipaan yang akan disambung dengan peralatan harus dilengkapi dengan wartel mur
atau flange.
Pekerjaan pemipaan tidak boleh digunakan untuk pentanahan listrik.
Pipa hisap menuju pompa diperlengkapi dengan stop valve (gate valve), penyaring (strainer),
flexible connection, dan manometer hisap. Pipa tekan dari pompa diperlengkapi dengan stop valve
(gate valve), non return valve (check valve), flexible connection, dan manometer tekan.
Pipa isap dan pipa tekan dicat dasar dan cat finishing warna merah.
5.8 SambunganPipa
Penyambungan antara pipa dan fitting mempergunakan sambungan las berlaku untuk
las. Kawat
las atau elektrode yang dipakai harus sesuai dengan jenis pipa yang dilas.
Sebelum pekerjaan las dimulai, Pelaksana Pekerjaan harus mengajukan kepada Konsultan
Pengawas contoh hasil las untuk mendapat persetujuan tertulis.
Tukang las harus mempunyai sertifikat pengelasan dan hanya boleh bekerja sesudah mempunyai
surat ijin tertulis dari Konsultan Pengawas
Setiap bekas sambungan las harus segera dicat dengan cat khusus untuk mencegah korosi.
Alat las yang boleh dipergunakan adalah alat las listrik yang berkondisi baik menurut penilaian
Konsultan Pengawas.
Penyambungan antara pipa dan fitting mempergunakan sambungan ulir berlaku untuk ukuran
Kedalaman ulir pipa harus dibuat sehingga fitting dapat masuk pada pipa dengan
diputar tangan sebanyak 3 ulir.
Semua sambungan ulir harus mempergunakan perapat Henep dan zink white dengan campuran
minyak.
Semua pemotongan pipa harus memakai pipe cutter dengan pisau roda.
Tiap ujung pipa bagian dalam harus dibersihkan dari bekas cutter dengan reamer. Semua pipa
harus bersih dari bekas bahan perapat sambungan.
Sambungan flexible harus disediakan dengan tujuan untuk menghilangkan getaran dari sumber
getaran.
Sambungan flanged harus dilengkapi rubber set/ring, seal dari karet secara homogen.
7. Testing
a. Seluruh sistem dilakukan percobaan sampai berfungsi dengan baik. Peralatan testing
disediakan oleh Kontraktor dan atau beban / biaya Kontraktor sendiri. Pada waktu
testing dan percobaan diawasi oleh wakil pemilik dan pengawas lapangan.
b. Kontraktor harus melaksanakan pengujian terhadap sistim instalasi yang telah
dipasang, baik secara sebagian maupun secara keseluruhan, sesuai dengan peraturan -
peraturan yang telah berlaku atau yang ditentukan oleh spesifikasi.
c. Kontraktor harus mengadakan pengujian pada waktu pihak pengawas lapangan hadir,
dan pihak pengawas lapangan akan menentukan apakah testing yang dilakukan cukup
baik atau diulang kembali. Kontraktor harus menanggung segala biaya yang timbul
dalam pengujian-pengujian ini.
d. Apabila didalam pengetesan instalasi ini menyangkut pihak lain, maka pihak lain
tersebut harus ikut menyaksikan pengetesan ini dan diminta memberikan saran-saran /
masukan agar jalannya testing aman.
e. Kontraktor harus memberikan hasil pengujian kepada pengawas lapangan. Hasil-hasil
pengujian akan dipakai untuk menentukan apakah sistim instalasi yang telah dipasang
berfungsi sebagaimana mestinya.
f. Pengujian oleh dinas kebakaran harus dilakukan sampai mendapatkan Surat Izin /
Rekomendasi untuk pengurusan IPB (Izin Penggunaan Bangunan) segala sesuatunya
merupakan tanggung jawab Kontraktor.
7.2 Pompa
Dapat bekerja secara otomatis dan manual
Dapat berfungsi dengan sumber daya dari PLN maupun dari genset.
8. Training
a. Kontraktor harus memberikan training bagi operator minimal 3 (tiga) orang yang ditunjuk oleh
pemberi tugas, sebelum diterbitkannya surat keterangan serah terima pekerjaan pertama.
b. Materi training teori dan praktek sampai dapat mengetahui operasi dan maintenance.
-
5 Hydrant Box Indoor uk: 750 x 1250 x 180 - Appron
mm - Ozeki
Outdoor uk: 660 x 950 x 200 - Yamato
mm
Lengkap dengan fire hose,
machino coupling, variable jet
spray
-
18 Expansion Joint Bahan stainless steel dengan - Yositake
flange mild steel atau ekivalen - Tozen
dengan mechanical grooved - Victaulic
coupling dengan bahan body
terbuat dari ductile iron yang
dilengkapi
EPDM grooved rubber
PASAL 28
PEKERJAAN PEMBONGKARAN, PENGAMAN & PEMBERSIHAN
SETELAH PEMBANGUNAN
1. Pembersihan Tapak konstruksi dan pada semua pekerjaan yang termasuk dalam Lingkup
Pekerjaan seperti tercantum di Gambar Kerja dan terurai dalam Buku RKS ini dari semua barang
atau bahan bangunan lainnya yang dinyatakan tidak digunakan lagi setelah pekerjaan selesai
menjadi tanggung jawab Kontraktor bersangkutan selesai.
2. Semua bekas bongkaran bangunan "Existing" pohon dan sebagainya, harus dikeluarkan dari
Tapak/Site konstruksi.
3. Selama pembangunan berlangsung, kontraktor harus menjaga keamanan bahan/ material,
barang maupun bangunan yang dilaksanakannya sampai tahap serah terima.
Pasal 29
PEKERJAAN LAIN-LAIN
1. Apabila terjadi kerusakan atas segala sesuatu yang dinyatakan dipertahankan, Kontraktor wajib
memperbaiki hingga keadaan semula atau kerusakan yang diakibatkan oleh pelaksanaan proyek ini
harus diperbaiki kembali seperti jalan atau paving yang rusak akibat alat berat yang masuk sehingga
harus diperbaiki kembali oleh kontraktor.
Dalam hal ini, biaya adalah tanggungjawab Kontraktor, tidak dapat diajukan sebagai "claim" biaya
pekerjaan tambah termasuk penyediaan direkskeet, los kerja, air kerja, listrik kerja.
2. Hal-hal yang timbul pada pelaksanaan yang memerlukan penyelesaian di lapangan akan akan
dibicarakan dan diatur oleh Konsultan Pengawas dan Kontraktor, bila diperlukan akan dibicarakan
bersama Konsultan Perencana.
3. Sebelum penyerahan pertama, kontraktor wajib meneliti semua bagian pekerjaan yang belum
sempurna, dan harus diperbaiki, semua ruangan harus bersih dipel, halaman harus ditata rapih dan
semua barang yang tidak berguna harus disingkirkan dari proyek.
4. Selama pemeliharaan, pemborong wajib merawat, mengamankan dan memperbaiki segala cacat
yang timbul, sehingga sebelum penyerahan kedua dilaksanakan pekerjaan benar-benar telah
sempurna.
Pasal 30
PENUTUP
Segala sesuatu yang belum tercantum di dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) ini, akan
ditentukan kemudian pada Rapat Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) dan akan dimuat dalam Berita
Acara Rapat Penjelasan