Anda di halaman 1dari 27

MODUL

PELATIHAN TAMBANG PRAKTIS (PTP)

DIVISI KEPROFESIAN HMT-ITB

2018
GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS)

GPS merupakan singkatan dari Global Position System. Selain GPS, ada beberapa sistem
navigasi satelit yang serupa yaitu seperti GLONASS milik Rusia, Galileo Uni Eropa dan IRNSS milik
India. Sedangkan GPS adalah sistem navigasi satelit yang dikembangkan dan dioperasikan dibawah
pemerintah Amerika Serikat, tepatnya dibawah tanggung jawab Angkatan Udara Amerika Serikat.

Pengertian GPS
Pengertian GPS adalah sistem untuk menentukan letak di permukaan bumi dengan bantuan
penyelarasan sinyal satelit.
Pengertian GPS Menurut Buku Location Based Service
Pengertian GPS adalah sistem navigasi yang menggunakan satelit yang didesain agar dapat
menyediakan posisi secara instan, kecepatan dan informasi waktu di hampir semua tempat di muka
bumi, setiap saat dan dalam kondisi cuaca apapun.
Sedangkan alat untuk menerima sinyal satelit yang dapat digunakan oleh pengguna secara umum
dinamakan GPS Tracker atau GPS Tracking, dengan menggunakan alat ini maka dimungkinkan user
dapat melacak posisi kendaraan, armada ataupun mobil dalam keadaan Real-Time.

Cara Kerja GPS


Bagian yang paling penting dalam sistem navigasi GPS adalah beberapa satelit yang berada di orbit
bumi atau yang sering kita sebut di ruang angkasa. Satelit GPS saat ini berjumlah 24 unit yang
semuanya dapat memancarkan sinyal ke bumi yang lalu dapat ditangkap oleh alat penerima sinyal
tersebut atau GPS Tracker. Selain satelit terdapat 2 sistem lain yang saling berhubungan, sehingga
jadilah 3 bagian penting dalam sistem GPS. Ketiga bagian tersebut terdiri dari: GPS Control Segment
(Bagian Kontrol), GPS Space Segment (bagian angkasa), dan GPS User Segment (bagian pengguna).

1.1 MENCARI SATELIT

 Bawa GPS Anda ke tempat terbuka (tidak di dalam ruang/gedung


tertutup) dan nyalakan GPS. Ucapan „Welcome‟ akan muncul
disusul oleh halaman satelit.

 Tunggu sejenak sementara GPS sedang mencari sinyal satelit. Dalam


proses ini Anda akan melihat tulisan‘Acquiring Satelite’ di layar.

 Begitu GPS telah mendapatkan sinyal dari satelit, koordinat lokasi


Anda akan muncul di atas layar.

~1~
Jika suatu saat GPS Anda tidak dapat mengumpulkan informasi satelit
yang dibutuhkan, cobalah untuk menghindar dari gedung tinggi,
pohon, atau gangguan lain.

1.2 MELIHAT HALAMAN UTAMA

GPS Anda menunjukkan semua informasi yang Anda perlukan untuk navigasi
pada halaman utama (pada layar) : seperti Halaman Satelite, Perjalanan
Komputer, Peta, Kompas, Altimeter, dan Halaman Utama. Tekan PAGE
untuk melihat masing-masing halaman yang diinginkan.

~2~
1.3 MENANDAI SEBUAH “WAYPOINT”

“Waypoint” adalah beberapa titik pada peta yang disimpan. Kita dapat membuat atau
menandai sebuah „waypoint‟ pada posisi saat ini dengan menulis „waypoint‟, dan
disimpan untuk digunakan dalam rute (lihat juga Membuat Rute).

Cara membuat “Waypoint”

 Pilih ikon Waypoint. Kemudian pilih „mark waypoint‟


 Untuk menamai „waypoint‟ Anda, gunakan tombol Navigasi untuk menyorot area
„NAME‟ dan tekan ENTER.
 Masukan sebuah nama untuk „waypoint‟.
 Pada keyboard dengan menggunakan tombol navigasi dan ENTER (lihat cara memasukan
data)
 Tekan „OK‟ dan tekan ENTER untuk menyimpan „waypoint‟.

~3~
1.4 MEMBUAT LINTASAN (TRACK)

 Pada halaman utama cari dan pilih ikon Track.


 Kemudian Pindahkan kursor ke SAVE lalu ENTER
 Pilih YES bila muncul pertanyaan Do You Want to Save the Entire track ?
 Isikan nama file atau menggunakan nama file otomatis berdasarkan tanggal-bulan- tahun dan
sesi pengukuran

1.5 MENEMUKAN SEBUAH „WAYPOINT‟

 Cari halaman „Find Page‟Sorot waypoint dan tekan ENTER

 Cari waypoint pada daftar dan sorot waypoint yang ingin Anda temukan, tekan
ENTER. Halaman „Waypoint Information‟ akan muncul

 Pilih „MAP‟ dantekan ENTER jika Anda ingin melihat waypoint pada peta.

Halaman waypoint memuat seluluh „waypoint‟ (titik) yang telah ditandai atau
dibuat.Tekan tombol ENTER untuk memilih sebuah waypoint kemudian pilih “Map”
untuk melihat waypoint di halaman peta atau pilih “Go To” untuk membuat rute. Rute
akan muncul pada halaman peta sebagai sebuah garis hitam dari titik semula ke
waypoint.

1.6 MEMBUAT RUTE (Route)

Sebuah rute memberikan Anda penunjuk garis lurus darisatu titik ke titik lain, atau satu

~4~
titik ke beberapa titik lain. Anda dapat membuat sebuah rute sederhana dengan
menemukan sebuah waypoint dan memilih “Go To”.

Membuat Sebuah Rute

 Pada halaman utama cari dan pilih icon Routes.

 Sorot dan pilih‘Select Next Point’untuk menambahkan sebuah Titik pada rute Anda,
„FIND PAGE‟ akan muncul.

 Temukan sebuah waypoint atau titik lain untuk menambah titik pada rute Anda. Ketika
Anda telah menemukan sebuah titik, pillih „USE‟ dari halaman „POINT
INFORMATION‟ untuk menambahkan titik kedalam rute Anda.

 Ulangi langkah ke-2 dan ke-3 untuk menambah titik-titik dalam rute Anda. Ketika Anda
telah selesai menambahkan titik, sorot „NAVIGATE‟ dan tekan ENTER untuk memulai
menggunakan rute.

~5~
TOTAL STATION
D.H, RevindaNiola, ShelvyElvina.S, dkk.2014.Laporan Praktikum Total Station.ITS Press.

2.1 DESKRIPSI
Total Station adalah suatu alat ukur (sudut dan jarak) survey digital elektronik yang
mampu memberikan data yang dibutuhkan di lapangan (di station alat). Bila
dibandingkan dengan alat ukur manual maka TS secara fisik merupakan gabungan dari
alat ukur sudut dan jarak ditambah unit processing dan perekaman. Sehingga metode
penentuan parameter posisi masih mengacu pada metode konvensional.

Gambar 1 Total Station Gambar 2 Komponen TS

~6~
Bagian- bagian dari total station :

Gambar1 Bagian-Bagian Total Station

1. Tampilan

a. Tampilan Layar
Tampilannya berupa LCD dot matrik 4 baris dan 20 karakter berbaris.Tiga baris
pertama menampilkan data ukuran dan baris paling bawah adalah tombol fungsi
F1 – F4 yang berubah sesuai dengan mode pengukuran.
b. Kontras dan Penerangan
Kontras dan penerangan dapat diatur tingkatannya.

2. Fungsi Tombol dan Softkey

Gambar 2 Tampilan Layar Total Station

{ON} : Tombol On
{ON} (Ketika ditekan) + Tombol OFF : Mengubah cahaya pada layar mati atau
menyala

~7~
{F1} sampai {F4} : Memilih menu yang sesuai dengan softkeys atau menginput
huruf
{FUNC} : Menuju ke menu lainnya
{BS} : Menghapus karakter yang ada di sebelah kiri
{ESC} : Membatalkan menginput data
{SFT} : Mengganti antara atas dan bawah menu

: Memilih atau menyetujui input data


3. Mode Pengukuran Sudut

Gambar 3 Tampilan Pengisian Sudut pada Total Station



Tekan {H. ANG} di halaman 2 pada mode MEAS

Tekan untuk memilih H angle

Tekan [1] “1” masukkan dan kursor akan berpindah ke posisi
berikutnya

Tekan [2]

Tekan {FUNC} untuk menampilkan halaman yang terdapat tombol [5]

Tekan [5]

Tekan {FUNC} untuk menampilkan halaman yang terdapat tombol [.]

Ketika penginputan data selesai tekan untuk menyetujuinya
4. Mode Pengukuran Jarak

Gambar 4 Tampilan Pengukuran Jarak pada Total station

o [DIST] : MengukurJarak

o : Merubah antara tampilan sudut dan tampilan jarak


o [OSET] : Mengatursudut horizontal menjadi 0
o [COORD] : Mengukurkoordinat

~8~
2.2 DIAGRAM MENU TOTAL STATION

Gambar 5 Diagram Menu Total Station

~9~
2.3 METODOLOGI
Berikut ini adalah beberapa metode yang kami gunakan dalam penggunaan Total
Station untuk pengukuran pemetaan :

2.3.1 Pengukuran Sudut


 Mengukur sudut horizontal

Gambar 6 Tampilan Pengukuran Sudut Horizontal pada Total Stasion


st
a. Bidik target pertama (1 target)

b. Di halaman pertama dari layar mode MEAS, tekan [OSET]. [OSET] akan
menyala, sehingga tekan [OSET] sekali lagi. Sudut horizontal di target pertama
o
akan menjadi 0

nd
c. Bidik target kedua (2 target)

d. Tampil horizontal angle (HAR) antara kedua titik tersebut

~ 10 ~
2.3.2 Pengukuran Jarak
 Pengukuran Jarak
a. Sentering alat di titik A dan target di titik B.
b. Hidupkan alat dengan menekan tombol POWER.
c. Bidik target
d. Di halaman pertama mode MEAS tekan [DIST] untk memulai pengukuran jarak

Gambar 7 Tampilan Mode MEAS

e. Ketika pengukuran mulai, informasi EDM (mode jarak, posisi prisma) akan
muncul dengan cahaya flash

Gambar 8 Tampilan Informasi EDM

f. Ketika terdengar suara beep maka data pengukuran jarak (S), sudut vertikal
(ZA) dan sudut horizontal (HAR) akan ditampilkan

Gambar 9 Tampilan Pengukuran Jarak dan Sudut

g. Tekan [STOP] untuk mennyelesaikan pengukuran jarak

Gambar 10 Tampilan Pengukuran Jarak dan Sudut yang Akhir

~ 11 ~
2.3.3 Mengatur Sudut Azimuth

Gambar 11 Sudut Azimuth

Koordinat stasiun dan koordinat stasiun backsight sudah ada, sudut azimuth dari
backsight stasiun sudah terhitung.
Langkah-langkahnya :
1) Pilih “Stn Orientation” kemudian “Set H angle” di <Coord>
2) Pilih „”Backsight” tekan [EDIT] kemudian masukkan koordinat stasiun backsight
Ketika ingin membaca dan mengatur koordinat dari kartu memori maka tekan
[READ]

Gambar 12 Tampilan Edit Koordinat

3) Tekan [OK] .Koordinat stasiun akan muncul


4) Tekan [OK] lagi untuk mengedit koordinat stasiun
5) Bidik stasiun backsight kemudian tekan [YES] untuk mengatur stasiun backsight.
<Coord> akan kembali
6) Tekan [NO] untuk kembali ke langkah 2

Gambar 13 Tampilan Untuk Mengatur Backsight Stasion

~ 12 ~
2.4 FLOW CHART

Persiapan K3(memakai peralatan & pakaian standard)

PengecekanAlat( TS, Prisma, Patok)

DasarTeori

PenggambaranSketsaLapangan

MenujuLapangan
SenteringAlat( TS )
Peralatan

PemasanganPrisma

Pengukuran

Poligon Detail

Bangunan Tiang

Pengambilan Data

Pengolahan Data

Penggambaran
PeyusunanL LAPORAN
aporan

~ 13 ~
2.5 METODE PELAKSANAAN

Dalam pelaksanaan pengukuran ini harus memperhatikan beberapa metode pelaksanaan :


1) Alat yang diperlukan
2) Langkah kerja

2.6 PERALATAN YANG DIPERLUKAN

1. Total Station 5. Roll Meter 9. Kompas

Gambar 14 Total Station Gambar 20 Roll Meter Gambar 24 Kompas

2. Statif 6. Unting-Unting

Gambar 15 Statif Gambar 21 Unting-Unting

3) Yalon 7. Payung

Gambar 16 Yalon Gambar 22 Payung

4) Prisma 8. Alat Tulis dan Buku Ukur

Gambar 17 Prisma Gambar 23 Alat Tulis dan Buku Ukur

~ 14 ~
2.7 LANGKAH KERJA
Berikut ini adalah langkah – langkah pengukuran poligon dan detail dengan
menggunakan Total Station (29652) :
1. Sentring, leveling, dan berdirikan ETS di titik Stn 1.
Gunakan Nivo Bulat, Nivo tabung, kemudian Nivo Digital.
2. Membuat job baru
MEM → JOB → JOB Selection
Pilih Job 1 atau Job 2,….dst yang masih kosong. (Nama Job : 7)
Samakan juga Coord search Job dengan Job selectionnya.
3. Mengisi Stn Data (Data tempat brdirina alat) (missal N0, E0, Z0= 0,0,0)
MEAS → REC→ Stn Data → isi (No, E0, Z0, Pt, Inst.h, code, operator) → OK
Isilah :
N0 = 0 →Y = 0
E0 = 0 →X = 0
Z0 = 0 →Z = 0
Inst. H → 1,47
Code → Pol 1
Operator →K1
0
4. Menjadikan titik Stn 1 sebagai back sight (BS) dengan azimuth 0 00‟00‟‟
Masih dalam Menu REC → Angle data → (arahkan ETS ke titik 00) → 0SET
2kali → REC → EDIT (Isi Pt = 1, Tgt. H = 1,50, Code = PL) → OK → Esc.
5. Membidik detail (situasi) yang diinginkan (missal titik PL 6).
→ Pindahkan prisma ke titik PL 6 (Ujung gedung ruang 1)
Masih dalam Menu REC → Dist data → arahkan ETS ke titik PL 5 → Dist →
REC → Edit (isi no Point= Pt.2, Tgt. H= 1,50, code= PL) → OK → Esc.
Catatan : ( Tgt. H = 1,62)
Ulang – ulangi langkah no.5 diatas untuk membidik titik detail lainnya (yang di
bidik dari titik Stn 1).
6. Membidik titik Stn 2 sebagai Foresight (FS)
→ Pindahkan prisma ke titik Stn 2
Masih dalam menu REC → Dist+coord. Data → arahkan ETS ke titik Stn 2
→ OBS → REC → (isi no point = 2, Tgt.h = 1,50 Code= PL6 ) → OK.
PINDAHKAN ETS DARI TITIK KE Stn 2

~ 15 ~
→ Buka Klep ETS dari tripod, Pindahkan ETS dari titik Stn 1 ke titik Stn 2
→ Prisma dari titik Stn 2 ke titik Stn 1
7. Sentring alat, panggil koordinat titik Stn 2 sebagai stn orientation dan masukkan
tinggi alat dan tinggi target.
Buka menu COORD → Stn Orientation → Stn Coordinate → Read → (cari titik
Stn 2) → isi (Inst.h= 1,385 Tgt.h=1,50 m) → REC (Untuk merecord Stn data) →
OK → Overwrite? → YES.
8. Membidik titik Stn 1 sebagai Backsight (BS) dan memanggil koordinat titik Stn 1
tersebut
→ Arahkan ETS ke titik Stn 1 → Sct H angle → backsight → READ → (cari
Stn 1) → OK → OK
→ (Pada “ Take BS”) → YES → Esc → Esc.
9. Membidik detail (situasi) yang diinginkan (misal titik PL 8)
→ Pindahkan prisma ke titik detail PL 8
Buka Menu REC → Dist Data → arahkan ETS ke detail (titik PL 8) → Dist →
REC → Edit (isi no Point= PL 8, TgtH= 1,50 Code=PL 10 ) → OK → Esc.
Ulang – ulangi langkah no 9 diatas untuk membidik titik detail lainnya (yang di
bidik dari titik Stn 2)
10. Membidik titik Stn 3 sebagai foresight (FS)
→ Pindahkan prisma ke titik polygon Stn 3
Masih dalam Menu REC → Dist+coord. Data → arahkan ETS ke titik Stn 3
→ OBS → REC → isi (no point= 3, Tgt.h= 1,50 Code= PL8 ) →OK
PINDAHKAN ETS DARI TITIK Stn 2 KE Stn 3
→ Buka Klep ETS dari tripod, Pindahkan ETS dari titik Stn 2 ke titik Stn 3
→ Prisma dari titik Stn 3 ke titik Stn 2
11. Ulangi langkah 7 – 10 untuk titik polygon Stn 3 dan Stn 4.
(AWAS!!.... sesuaikan nomor titiknya)
12. Dititik polygon terakhir (titik Stn 4), setelah melakukan pengambilan data titik tepi,
bidik titik Stn 1 sebagai control polygon.
Buka Menu REC → Coord Data
(Biasanya selisih koordinat titik Stn 1 awal akan selisih beberapa millimeter jika
dibandingkan dengan hasil koordinat yang dibidik dari titik Stn 4.

~ 16 ~
13. Untuk melihat hasil record pengamatan kita, baik berupa input point, bacaan raw
data maupun koordinat dapat dilihat dengan cara sbb:
MEAS → REC → View.

~ 17 ~
KOMPAS GEOLOGI
Latif, Muhammad Faisal Abdul. 2014. Modul Penggunaan Kompas Geologi. PGP Press.

3.1 Kompas Geologi dan Bagian – Bagiannya :

1. EngselPengintai

2. Garisvisir

3. KacaCermin

4. Lobangpengintai

5. Angkaderajat

6. NivoKotak (Bull Eye)

7. Angkaderajat/ % kemiringan

8. NivoTabung (Klinometer)

9. Lift pin

10. Lenganpengintai

Gambar 2.1 Bagian-Bagian Kompas

3.2 Cara menggunakan kompas geologi :

Untuk pengukuran komponen arah (azimuth, jurus, dll), bagian-bagian kompas yang
harus diperhatikan adalah lubang pengintip, nivo bulat, jarum kompas, klinometer,
~ 18 ~
lingkaran pembagian derajat. Di mana keadaan kompas harus selalu horizontal atau
mendatar.

3.2.1 Pengukuran Azimuth / Arah

1. Kompas dibuka dengan sudut ± 135, tangan telunjuk dibuat tegak, kompas dipegang di
pinggang. Sasaran dilihat melalui lubang tangan telunjuk di garis tengah cermin atau garis
visir. Setelah bull-eye berada di tengah, baca angka lingkaran. Pembagian derajat yang
berhimpit dengan jarum Utara kompas, sehingga didapatkan harga Azimuth / arah ke
depan.

2. Kompas geologi dibuka dengan sudut ±30, dipegang dekat mata, sasaran dilihat melalui
lubang pengintip dan jendela pandang, dan melalui cermin dibaca angka lingkaran
pembagian derajat yang berhimpit dengan jarum Utara kompas. Maka didapatkan harga
Back Azimuth / arah belakang.

PakuUkur

3.
PakuUkur

Gambar 2.2 Pengukuran Azimuth

3.2.2 Pengukuran Strike / Jurus

Kompas ditempel pada bidang lapisan atau bidang sesar bagian sebelah atas, dengan
bagian kompas yang ditempel adalah “E” (East/Timur), untuk kompas azimuth; sedangkan

~ 19 ~
untuk kompas kuadran, dapat di tempel untuk yang bertanda „E‟ atau „W‟ (West/Barat), hasil
pengukurannya sama tetapi penulisannya berbeda, seperti contoh :

Kompas azimuth (E yang ditempel) didapat = N 250° E

Kompas kuadran (E yang ditempel) didapat = S 070° W

Kompas kuadran (W yang ditempel) didapat = N 70° E

Gambar 2.3 Pengukuran Strike

3.2.3 Pengukuran dip

Kompas ditempel diatas lapisan batuan/bidang sesar dengan sisi „W‟ atau

(West/Barat), tegak lurus dengan jurus atau strike, angka derajat kemiringan, dan gelembung

udara berada di tengah (pengatur klinometer ada di bagian belakang kompas), lalu baca harga

derajat kemiringan.

~ 20 ~
Gambar 2.4 Pengukuran Dip

3.2.4 Pengukuran Penentuan Lokasi/Posisi (Ploting)


Penentuan lokasi/ploting dapat digunakan dengan metode sebagai berikut:

Resection : cara resection digunakan apabila kita ingin mengetahui posisi secara tepat
pada peta, yaitu dengan cara :

- Mengatur peta dengan benar (arah Utara peta disesuaikan dengan arah Utara
kompas).

- Memilih dua buah titik yang sudah dikenal dengan baik, pada peta ataupun
dilapangan, misalnya titik A dan B.

- Kemudian Bidik dengan kompas dan catat sudut-sudut yang didapat dari kedua
titik yang ditandai tersebut.

- Tentukan arah Utara peta pada titik yang ditandai tersebut caranya dengan
membuat garis lurus yang tegak lurus dengan sumbu Y

- Hitung dan gambarkan sudut yang didapatkan pada titik A dan B, perhitungan
sudutnya dimulai dari sudut kompas pembidikan ke titik A dan B.

- Perpotongan dua garis tersebut merupakan posisi kita.

~ 21 ~
Contoh :

A = 297°

B = 75°

Back Azimuth A (297° - 180°) = 117

Back Azimuth B (75° + 180°) = 255

Posisi

Gambar 2.5 Penentuan Lokasi (Plotting)


3.2.5 Pengukuran Ketinggian dari Suatu Objek
Dengan menggunakan kompas geologi, kita dapat menentukan ketinggian dari
suatu objek yang ingin kita tentukan misalnya gedung ataupun tiang, apabila di
lapangan, pengukuran ketinggian dapat digunakan untuk mencari tinggi gunung dan
sebagainya,
Adapun langkah untuk menentukan ketinggian objek tanpa mengetahui jarak kita
terhadap objek yang dituju:
1. Pegang kompas geologi dengan diputar 90° berlawanan dengan arah jarum jam.
2. Bidik titik tertinggi pada objek yang akan ditentukan ketinggiannya sehingga
berhimpit dengan garis visir (horizontal).
3. Atur nivo tabung sampai gelembung berada di tengah, angka derajat yang didapat
dari busur di dalam cermin menginterpretasikan sudut mata ke titik tertinggi terhadap
garis horizontal.
4. kemudian, hitung tinggi dari ujung kaki ke mata.
5. lalu, mundur sejauh y meter (dihitung) dan lakukan kembali langkah 2-3.
Maka, didapatkan ilustrasi seperti dibawah ini:

~ 22 ~
a
β

b
b b

x y

b = tinggi dari ujung kaki ke mata


α = sudut yang dibentuk mata dengan garis horizontal dalam jarak x
β = sudut yang dibentuk mata dengan garis horizontal dalam jarak x+y
a + b = ketinggian objek

cara mencari a
dengan menggunakan tangensial, didapatkan
𝑎
tan 𝛼 = , 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝑎 = 𝑥 . tan 𝛼
𝑥
𝑎
tan 𝛽 = , 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝑎 = (𝑥 + 𝑦). tan 𝛽
𝑥+𝑦
Dari dua persamaan a tersebut, dapat dibuat menjadi
𝑥 . tan 𝛼 = (𝑥 + 𝑦). tan 𝛽
𝑥. (tan 𝛼 − tan 𝛽) = 𝑦. tan 𝛽
𝑦 tan 𝛽
𝑥=
(tan 𝛼 − tan 𝐵)
𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑎 = 𝑥 tan 𝛼 , 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑎 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡, 𝑑𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖𝑎𝑛 𝑜𝑏𝑗𝑒𝑘 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑑𝑖𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡.

3.3 Cara Pembacaan Kompas Geologi


Kita mengenal adanya dua jenis skala kompas, yaitu azimuth dan kwadran. Pada
o
kompas Azimuth (pembagian lingkaran 360 ) selalu dibaca jarum Utara melalui timur,
dan kemudian diamati angka yang ditunjukannya. Biasanya jarum utara dibedakan
dengan jarum selatan dengan diberi tanda putih atau merah pada ujungnya.

~ 23 ~
Gambar 2.6 Dua Macam Pembagian Derajat
Pada Kompas Geologi, Yaitu Pembagian
o o
Kuadran (0 -90 ) Dan
Pembagian Azimuth

~ 24 ~
Untuk menyatakan arah, dibaca N 220 E, berarti arah yang ditunjukan kompas adalah
barat daya (pembacaan selalu mengikuti putaran N-E). Pada kompas kuadaran
o
(Pembagian lingkaran 90 ), dibaca jarum Utara, disebutkan angka yang ditunjukan,
o
dan letak kwadran yang ditujukan jarum utara, Umpamanya S 45 E, berarti arah yang
ditunjukan adalah tenggara.

Sebelum kompas digunakan di lapangan, hendaknya diperiksa trelebih dahulu apakah


inklinasi dan deklinasinya telah disesuaikan denga keadaan tempat pekerjaan. Inklinasi
adalah kecondongan jarum kompas yang disebabkan oleh perbedaan letak geografis
suatu daerah terhadap kutub bumi. Sudut kecondongan akan hampir 0 (horizontal)
apabila kita berada di dekat / di sekitar Equator, dan semakin bertambah besar apabila
mendekati kutub-kutub bumi. Dengan demikian, maka tiap tempat diatas muka bumi ini
akan mempunyai sudut deklinasi yang berbeda-beda. Pada dasarnya, sebelum kompas
geologi itu dapat digunakan dengan baik, kedudukan jarum harus horizontal. Untuk
menanganinya, bisa digunakan beban yang dapat digeser sepanjang jarum kompas dan
diletakan pada bagian jarum yang bermagnet.

~ 25 ~