Alkohol Fix
Alkohol Fix
1. Alkohol primer (1o ) alkohol dengan gugus fungsi OH pada atom karbon yang
mengikat satu atom karbon yanglain.
OH
H C H
R
2. Alkohol sekunder (2o ) alkohol dengan gugus fungsi OH pada atom karbon yang
mengikat dua atom karbon yanglain.
OH
R C H
R'
3. Alkohol tersier (3o ) alkohol dengan gugus fungsi OH pada atom karbon yang
mengikat tiga atom karbon yanglain (Matsjeh, 1993).
OH
R C R''
R'
Fenol ialah senyawa yang gugus –OH nya melekat langsung pada cincin
aromatic. Contoh yang paling sederhana ialah fenol itu sendiri (C6H5OH). Fenol
berbeda dari alcohol dalam sifat fisis dan kimianya. Perbedaan yang paling penting
adalah keasamannya.Fenol (juga disebut asam karbolat) memiliki tetapan ionisasi asam
1×10-10,jauh lebih besar daripada nilai Ka untuk alcohol pada umumnya, yang berkisar
dari 10-16 sampai 10-18. Alasan perbedaan ini ialah lebih tingginya kestabilan basa
terkonjugasi (ion fenoksida, C6H5O-) akibat muatan negatif yang tersebar di seluruh
cincin aromatik. Fenol, meskipun bukan asam kuat, mudah bereaksi dengan natrium
hidroksi dan untuk membentuk garam natrium fenoksida (Oxtoby,2004).
Adanya suatu gugus hidroksil dalam alkohol dan fenol memungkinkan terjadinya
ikatan hidrogen antara molekul-molekul tersebut dengan senyawa lain yang sejenis air
(H-OH). Hal tersebut menyebabkan golongan-golongan senyawa tersebut memiliki
kelarutan besar dalam air. Pengujian alkohol dan fenol :
1. Kelarutan
Alkohol berbobot molekul lebih rendah dalam air. Kelarutan dalam air ini
langsung menyebabkan ikatan hydrogen antara alcohol dan air (Fessenden &
Fessenden, 1994).
Bagian hidrokarbon suatu alkohol bersifat hidrofob yakni menolak molekul -
molekul air. Makin panjangbagian hidrokarbon makin rendah kelarutannya dalam air.
Bila rantai karbon cukup panjang, sifat hidrofob akan mengalahkan sifat hidrofil
gugus hidroksi (Fessenden & Fessenden, 1994).
Fenol memiliki kelarutan terbatas dalam air. Fenol memiliki sifat yang
cenderung asam artinya fenol dapat melepaskan ion H+ dari gugus hidroksil
(Fessenden & Fessenden, 1994).
2. Reaksi denganAlkali
Fenol lebih asam daripada alkohol dan dapat diubah menjadi garam natrium
bila direaksikan dengan larutan natrium hidroksida. Garam natrium itu biasanya larut
dalam air. Seperti air, atom hidrogen dari gugus hidroksil dalam alkohol dan fenol
dapat diganti oleh natrium (Tim Kimia Organik, 2017).
2 R-OH+2 Na→2R-ONa + H2 (Tim Kimia Organik, 2018).
3. Reaksi dengan Natrium
Dengan logam Na, alkohol membentuk garam alkoksida disertai pembebasan
hidrogen (Wahjudi & Parlan, 2003). Misalnya :
Dalam reaksi ini, laju reaksi alkohol 1o> alkohol 2o> alkohol 3o. Sedangkan
garam yang terbentuk dapat terhidrolisis dan menghasilkan alkohol kembali (Wahjudi
& Parlan, 2003). Reaksinya :
4. PengujianLucas
Pengujian Lucas didasarkan pada perbedaan kecepatan reaksi dari alkohol-
alkohol primer, sekunder, dan tersier untuk diubah menjadi alkil klorida
R-OH+HCl R-Cl+H2O
CCl4
Reagen dalam pengujian ini ialah larutan seng klorida dalam asam klorida pekat.
Alkohol tersier bereaksi dengan segera menghasilkan alkil klorida yang tidak larut
yang timbul sebagai suspensi keruh atau sebagai lapisan yang terpisah. Alkohol
sekunder akan larut menghasilkan suatu larutan bening, asalkan gugus R tidak
mempunyai banyak atom karbon dalam rantai, kemudian alkil klorida (larutan keruh)
dalam waktu lima menit. Alkohol primer tidak diubah menjadi alkil klorida selama
beberapa jam pada suhu kamar oleh reagen ini (Tim Kimia Organik, 2018).
5. Oksidasi dengan Asam Kromat
Reaksi oksidasi alkohol dengan asam kromat dapat dipakai untuk identifikasi
jenis alkohol yang ada. Alkohol primer akan dioksidasi menghasilkan asam
karboksilat sedangkan alkohol sekunder menghasilkan keton. Reaksi oksidasi dengan
asam kromat terjadi dalam waktu 15 detik dan memberikan perubahan warna yang
jelas dari orange ke biru (Anwar, Purwono, Pranowo, & Wahyuningsih, 1996).
6. Reaksi Fenol dengan Air Brom
Gugus –OH dalam fenol merupakan gugus pengaktif kuat dalam reaksi
subtitusi elektrofilik cincin aromatik dan pengarah orto-para (Wahjudi & Parlan,
2003). Misalnya reaksi fenol dengan air brom :
Cl2 +
+ Br2
0oC
1. Alat
1 Tabung Reaksi - 18
2 Pipet Tetes - 13
6 Gelas Kimia - 1
7 Spatula - 1
8 Gelas ukur 10 mL 1
9 Gelas ukur 25 mL 1
2. Bahan
No Bahan Jumlah
1 Etanol 2,5 ml
2 1-Propanol 2 ml
9 2-naftol 0,5 ml
15 Aquades 16 ml
16 2-butanol 5 tetes
F. ALUR PERCOBAAN
1. Kelarutan
Tabung 1 Tabung 2
Tabung 3 Tabung 4
Tabung 1 Tabung 2
0,5 mL n-butil alkohol 0,5 mL sikoheksanol
Tabung 3 Tabung 4
Tabung 1 Tabung 2
2 mL etanol 2 mL 1-propanol
- Dimasukkan ke dalam tabung reaksi - Dimasukkan ke dalam tabung reaksi
- Ditambahkan sepotong kecil logam - Ditambahkan sepotong kecil logam
Na Na
- Ditambahkan indiktaor pp - Ditambahkan indiktaor pp
- Diamati dan catat hasilnya - Diamati dan catat hasilnya
- -
2 mL 2-propanol
- Dimasukkan ke dalam tabung reaksi
- Ditambahkan sepotong kecil logam
Na
- Ditambahkan indiktaor pp
- Diamati dan catat hasilnya
-
Hasil pengamatan
4. Pengujian Lucas
Tabung 1 Tabung 2
2 mL 1-butanol - 2 mL 2-butanol
Tabung 3 Tabung 4
Hasil pengamatan
Hasil pengamatan
5. Reaksi Fenol dengan Air Brom
- Ditambahkan 3 ml air
Tabung 1 Tabung 2
Tabung 3
2 tetes 2-propanol
Hasil pengamatan
G. HASIL PENGAMATAN
1c Reaksi dengan natrium Etanol tidak 1. etanol + logam Tabung I: etanol + Na + Etanol, 1-
bewarna Na terdapat propanol, 2-
pp
Logam Na gelembung gas propanol
berwarna etanol + logam 2 CH3CH2OH (aq) + 2 bereaksi
kuning Na terdapat + dengan
Indikator pp indikator pp Na (s) 2 CH3CH2O- logam
tidak larutan bewarna Na+ (aq) + H2↑ natrium
bewarna (2 ungu muda dengan
tetes) 2. 1-propanol + Tabung II: 1-propanol + tingkat
1-propanol logam Na kereaktifan
tidak terdapat Na + pp alkohol > 1-
bewarna gelembung propanol >
2 CH3CH2CHOH (aq) +
2-propanol gas + indikator etanol > 2-
tidak pp larutan 2 Na (s) → 2 propanol
bewarna bewarna ungu
CH3CH2CHO-Na+ (aq) +
tua Tingkat
3. 2-propanol + H2↑ warna etanol
logam Na > 1-propanol
Tabung III: 2-propanol +
terdapat > 2-propanol
gelembung gas Na + pp
+ indikator pp
CH3CHOHCH3 (aq) + 2
larutan bewarna
ungu pekat Na (s) → 2
CH3CHONaCH3 (aq) +
H2↑
(aq) +
H2O (l)
4. Ter-butil alkohol
(CH3)3COH(aq) + HCl
𝑍𝑛𝐶𝑙2
(aq) →
(CH3)3CCl(aq)
1e Reaksi fenol dengan air brom Fenol tidak Fenol + aquades + OH
Fenol tidak
bewarna air brom larutan bereaksi
Aquades tidak bewarna dengan air
(aq) + Br2
tidak brom
bewarna (aq)
Air brom
tidak ↛
bewarna
(100 tetes)
1f Reaksi fenol dengan besi (III) klorida Fenol tidak 1. Fenol + aquades 1. fenol Fenol dan
bewarna + FeCl3 larutan resolsinol
Aquades bewarna violet bereaksi
tidak 2. Resolsiniol + dengan besi
bewarna aquades + FeCl3 (III) klorida.
Larutan larutan bewarna Sedangkan
FeCl3 kuning → propanol
berwarna kehitaman tidak
kuning 3. 2-propanol + bereaksi.
Resolsiniol aquades + FeCl3
berwarna larutan bewarna
kuning kuning pudar
kecoklatan + HCl (aq)
2-propanol
tidak 2. resolsinol
bewarna
3. 2-propanol
H. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Percobaan ini bertujuan agar mahasiswa dapat membedakan sifat-sifat antara
alkohol dan fenol serta dapat mengetahui jenis-jenis reaksi dan pereaksi yang dapat
digunakan untuk membedakan antara senyawa alkohol dan fenol.
1. Kelarutan
Percobaan pertama yakni uji kelarutan alkohol dan fenol. Air dan alkohol
mengandung gugus –OH sehingga keduanya dapat membentuk ikatan hidrogen.
Alkohol dapat larut dalam air karena membentuk ikatan hidrogen dengan air. Selain
itu, antar molekul alkohol sendiri juga membentuk ikatan hidrogen. Pada alkohol,
besarnya kelarutan dipengaruhi oleh faktor seperti jumlah karbon yang berikatan
dengan gugus alkohol. Semakin panjang gugus alkil maka semakin rendah
kelarutannya sehingga alkohol kurang larut dalam air. Kelarutan alkohol dalam air
berkurang dengan bertambah panjangnya rantai alkil. Alkohol dengan jumlah atom
karbon sedikit akan menjadikan alkohol mudah larut dalam air karena gugus hidroksi
pada alkohol dapat membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air. Sedangkan pada
alkohol yang memiliki jumlah atom karbon yang diikat oleh gugus hidroksi terbanyak
akan menjadikan alkohol sukar larut dalam air. Hal ini disebabkan oleh kemampuan
gugus alkil yang dapat mengganggu pembentukan ikatan hidrogen antara gugus
hidroksi dengan air. Pada umumnya alkohol yang mempunyai mempunyai jumlah
atom C 1-3 akan larut sempurna dalam air, jumlah atom C 4-5 akan sedikit larut dalam
air, dan jumlah atom C >6 umumnya akan tidak larut dalam air. Pada fenol,
merupakan gugus non polar yang terikat pada cincin aromatik, kelarutan fenol dalam
air akan berkurang sehingga senyawa seperti fenol dianggap menjadi alasan mengapa
gugus non polar disebut gugus hidrofob.
Pengujian pada percobaan ini dilakukan pada senyawa etanol, n-butil alkohol,
ter-butil alkohol, sikloheksanol, etilen glikol, dan fenol. Pada tabung pertama
dimasukkan 0,5 mL larutan etanol dengan kadar 70% yang tidak berwarna. Kemudian
ditambahkan 2 mL aquades, lalu dikocok dan diamati hasilnya. Maka menghasilkan
larutan tidak berwarna yang homogen, hal ini menunjukkan bahwa etanol mudah larut
secara sempurna dalam air karena tidak terdapat hablur(serbuk). Etanol mudah larut
dalam air karena hanya memiliki 2 atom C. Sebagian kecil alkohol larut dalam air, dan
pada umumnya alkohol yang mempunyai jumlah atom C 1-3 akan larut sempurna
dalam air. Struktur molekulnya sebagai berikut :
Pada tabung kedua dimasukkan 0,5 mL larutan n-butil alkohol yang tidak
berwarna. Kemudian ditambahkan 2 mL aquades, lalu dikocok dan diamati. Maka
menghasilkan larutan tidak berwarna. n-butil alkohol sedikit larut dalam air, karena
terbukti dengan terdapat sedikit keruh setelah dikocok. n-butil alkohol merupakan
senyawa alkohol dengan 4 atom C. Secara teori alkohol dengan jumlah atom C 4 -5
akan sedikit larut dalam air.
Pada tabung ketiga dimasukkan 0,5 mL larutan ter-butil alkohol yang tidak
berwarna. Kemudian ditambahkan 2 mL aquades, lalu dikocok dan diamati. Maka
menghasilkan larutan tidak berwarna. Ter-butil alkohol sedikit larut dalam air, karena
terbukti dengan terdapat sedikit keruh setelah dikocok. Ter-butil alkohol merupakan
senyawa alkohol dengan 4 atom C dan memiliki cabang berupa alkil. Secara teori
alkohol dengan jumlah atom C 4 -5 akan sedikit larut dalam air, selain itu senyawa
alkohol apabila memiliki cabang maka kelarutannya lebih kecil. Struktur molekulnya
sebagai berikut:
Dan pada tabung kelima, dimasukkan 0,5 mL larutan etilen glikol yang tidak
berwarna. Kemudian ditambahkan 2 mL air, lalu dikocok dan diamati. Etilen glikol
mudah larut secara sempurna karena tidak terdapat hablur. Etilen glikol mudah larut
dalam air karena hanya memiliki 2 atom C serta memiliki dua atom OH. Sebagian
kecil alkohol larut dalam air, dan pada umumnya alkohol yang mempunyai jumlah
atom C 1-3 akan larut sempurna dalam air. Struktur molekulnya sebagai berikut:
Pada tabung keenam, dimasukkan 0,5 mL larutan fenol yang tidak
berwarna.Kemudian ditambahkan 2 mL aquades, lalu dikocok dan diamati. Maka
menghasilkan larutan tidak berwarna dan larut dalam air. Berdasarkan gugus
fungsinya fenol tidak dapat larut dalam air karena fenol lebih bersifat asam dari
alkohol, dan air memiliki gugus hidrofob yakni cincin aromatik. Anion yang
dihasilkan oleh gugus hidroksil, didelokalisasi oleh cincin aromatik (distabilkan oleh
resonansi), dan salah satu sebab fenol bersifat asam. Pada percobaan ini tidak sesuai
dengan teori, karena fenol larut dalam air. Gambar strukturnya sebagai berikut :
Sehingga berdasarkan tingkat kelarutannya yakni etilen glikol > etanol > n-butil
alkohol > ter-butil alkohol >sikloheksanol > fenol.
OH
ONa
OH ONa
𝑍𝑛𝐶𝑙2
CH3(CH2)3OH (aq) + HCl (aq) → CH3(CH2)3Cl (aq)
Pada tabung reaksi kedua dimasukkan 1-2 tetes Reagen Lucas kemudian
ditambahkan 5 tetes 2-butanol tidak berwarna, menghasilkan larutan putih keruh.
Waktu yang dibutuhkan agar larutan keruh adalah 4 detik. Persamaan reaksinya
adalah :
𝑍𝑛𝐶𝑙2
CH3CH(OH)CH2CH3 (aq) + HCl (aq) → CH3CH(Cl)CH2CH3 (aq) +
H2O (l)
Pada tabung reaksi ketiga dimasukkan 1-2 tetes Reagen Lucas , kemudian
ditambahkan 5 tetes sikloheksanol tidak berwarna, menghasilkan larutan putih keruh.
Waktu yang dibutuhkan agar larutan keruh adalah 1 menit 20 detik.
Persamaan reaksinya adalah :
OH Cl
𝑍𝑛𝐶𝑙2
(aq) + HCl (aq) → (aq) + H2O (l)
Pada tabung reaksi keempat dimasukkan 1-2 tetes Reagen Lucas , kemudian
ditambahkan 5 tetes tersier butil alkohol tidak berwarna, menghasilkan larutan putih
keruh. Waktu yang dibutuhkan agar larutan keruh adalah 2 detik.
Persamaan reaksinya adalah :
𝑍𝑛𝐶𝑙2
(CH3)3COH(aq) + HCl (aq) → (CH3)3CCl(aq)
Reaksi yang terjadi adalah reaksi substitusi elektrofilik, karena gugus hidroksil
dari fenol mengakibatkan cincin benzena reaktif terhadap reaksi ini. Tetapi dalam
percobaan ini tidak ada reaksi antara larutan fenol dengan air brom dan tidak sesuai
dengan teori.
+ FeCl3 + HCl
Pada tabung reaksi II, dimasukkan 1-2 tetes resorsinol, kemudian dilarutkan
dalam 5 mL aquades serta ditambahkan 1-2 tetes larutan FeCl3 berwarna kuning.
Dikocok dan dimati. Larutan yang dihasilkan berwarna kuning kehitaman.
Resorsinol bereaksi dengan FeCl3 menghasilkan senyawa kompleks yang
ditunjukkan dengan adanya perubahan warna larutan menjadi berwarna coklat.
Reaksi fenol dan resorsinol dengan FeCl3 menghasilkan senyawa kompleks
yang ditandai dengan perubahan warna menjadi merah, ungu, atau hijau bergantung
struktur dari fenol dengan besi (lll) klorida, hal ini disebabkan karena terbentuknya
senyawa kompleks dengan besi. Persamaan reaksinya :
+ FeCl3 + HCl
Kemudian pada tabung reaksi III, dimasukkan 1-2 tetes 2-propanol yang tidak
berwarna, kemudian dilarutkan dalam 5mL aquades serta ditambahkan 1-2 tetes
larutan FeCl3 berwarna kuning. Dikocok dan dimati. Larutan yang dihasilkan
berwarna kuning pudar itu menandakan tidak ada reaksi. Persamaan reaksinya :
2CH3CHOCH3 (aq) + FeCl3 (aq) →
2-propanol tidak bereaksi dengan FeCl3. Hal ini ditunjukkan dengan tidak
terjadinya perubahan warna, karena tidak ada ikatan rangkap (bukan gugus enol).
Sehingga pengujian dengan FeCl3 hanya dapat digunakan untuk uji identifikasi fenol
dan senyawa enol.
I. DISKUSI
Pada tabung keenam ditambahkan 0,5 mL fenol dan 2 mL aquades, lalu
dikocok dan diamati. Maka menghasilkan larutan tidak berwarna dan larut dalam air.,
Namun berdasarkan teori fenol tidak dapat larut dalam air karena fenol lebih bersifat
asam dari alkohol, dan air memiliki gugus hidrofob yakni cincin aromatik
Faktor yang menyebabkan fenol larut di dalam air yaitu, konsentrasi dari fenol sangat
kecil sehingga perubahan yang terjadi sulit diamati, reagen dari larutan fenol juga
kadaluarsa, fenol yang sebelumnya berwana kuning berubah menjadi tidak berwarna,
hal tersebut membuktikan bahwa fenol yang digunakan sudah kadaluarsa.
Percobaan kelima yaitu reaksi fenol dengan air brom yang bertujuan untuk
mengetahui reaksi yang terjadi pada fenol yang dilkakukan dengan cara memasukkan
0,1 gram larutan fenol tidak berwarna kedalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan
3 mL aquades, ditambahkan 100 tetes air brom tidak berwarna menghasilkan larutan
tidak berwarna. Namun pada teori menghasilkan larutan dengan 2 lapisan. Lapisan
atas jernih tak berwarna, lapisan bawah berwarna jingga. Reaksi antara fenol dengan
air brom merupakan reaksi substitusi elektrofilik. . Persamaan reaksinya :
Pada percobaan yang kami lakukan tidak terbentuk 2 lapisan karena reagen brom yang
digunakan sudah kadaluarsa.
J. KESIMPULAN
1. Pada percobaan pertama, uji kelarutan dapat disimpulkan bahwa Semakin panjang
rantai hidrokarbon maka kelarutannya didalam air semakin sukar larut. Etilen glikol
lebih mudah larut dibandingkan dengan etanol, n-butil alkohol, sikloheksanol, dan
fenol karena etilen glikol memiliki 2 gugus OH-. Oleh karena itu, semakin banyak
gugus OH- larutan tersebut akan lebih mudah larut didalam air.
2. Pada percobaan kedua yaitu reaksi dengan alkali dapat disimpulkan bahwa fenol dan
naftol dapat bereaksi dengan NaOH menjadi garam natrium fenolat. Tingkat
keasamaan alkohol lebih kecil jika dibandingkan dengan fenol sehingga alkohol tidak
dapat bereaksi dengan NaOH karena NaOH merupakan basa kuat.
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
Kelarutan :
1. Rantai tertutup pada hidrokarbon (antara n-butil alkohol dengan sikloheksanol)
akan mengurangi kelarutan.
2. Semakin panjang rantai karbonnya (antara etanol dengan n-butil alkohol) maka
kelarutan semakin kecil.
3. Semakin banyak gugus hidroksil yang mengikuti rantai karbon (etilen glikol),
akan meningkatkan kelarutan.
Reaksi dengan Alkali :
Alkohol tidak dapat bereaksi dengan NaOH, karena alcohol merupakan asam
yang sangat lemah sedangkan NaOH bersifat basa kuat. Fenol dan naftol dapat
bereaksi dengan NaOH karena ion fenoksida distabilkan oleh resonansi, sehingga
bersifat lebih asam daripada alkohol.
Reaksi dengan Natrium :
Alkohol bersifat asam lemah dapat bereaksi dengan logam natrium
menghasilkan senyawa Alkoksida yang bersifat basa, ditandai dengan perubahan
warna menjadi ungu saat ditambahkan indikator PP.
Pengujian Lucas :
1. Alkohol rantai tertutup lebih lama bereaksi dengan reaksi Lucas dibandingkan
alkohol rantai terbuka.
2. Alkohol sekunder jauh lebih cepat bereaksi dengan reaksi Lucas dibandingkan
dengan alkohol primer.
Reaksi Fenol dengan Air Brom :
Fenol dapat bereaksi dengan air brom membentuk 1-bromo fenol dengan reaksi
substitusi elektrofilik.
Reaksi Fenol dengan FeCl3 :
Fenol dapat bereaksi dengan FeCl3 membentuk senyawa kompleks dengan
besi sedangkan alcohol yang tidak memiliki ikatan rangkap (enol), dan 2-propanol
tidak dapat bereaksi.
K. DAFTAR PUSTAKA
Anwar, C., Purwono, B., Pranowo, H. D., & Wahyuningsih, T. D. (1996). Pengantar
Praktikum Kimia Organik. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Fessenden, Ralph J& Fessenden, Joan S. 1994. Kimia Organik Jilid II Edisi tiga. Jakarta:
Erlangga.
Matsjeh, S. 1993. Kimia Organik Dasar I. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Oxtoby, David W. 2004. Prinsip-Prinsip Kimia Modern .Jakarta: Erlangga.
Tim Kimia Organik. 2018. Buku Petunjuk Praktikum Kimia Organik. Surabaya: Universitas
Negeri Surabaya.
Wahjudi, Iskandar, S. M., & Parlan. (2003). Common Text Book Kimia Organik II. Malang:
JICA.
Wahyuningrum, D.2014. Penentuan Praktikum Kimia Organik. Bandung: Penerbit ITB
Bandung.
L. LAMPIRAN
1. Jawaban pertanyaan
1) Manakah dari 1- pentanol dan 1- heptanol yang lebih sukar larut dalam air?
jelaskan
Jawab : Yang lebih sukar larut dalam air adalah 1- heptanol, karena 1- heptanol
mengandung gugus C sebanyak 6 sehigga rantai semakin panjang dan sukar larut
dalam air. Karena semakin pendek rantai C-nya maka semakin mudah larut dalam
air karena gugus hidroksi dapat membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air.
OH ONa
+ NaOH + H2O
3) Dari hasil percobaan di atas, manakah yang lebih bersifat asam, n-heksanol
atau fenol? Jelaskan alasannya!
Jawab :
Lebih asam fenol,karena fenol memiliki gugus – OH yang terikat pada rantai
siklik aromatis.Sehingga mudah bereaksi dengan basa kuat NaOH.Rantai siklis
aromatis lebih asam daripada alcohol alifatik karena rantai siklik dapat
beresonansi sehingga lebih stabil daripada alcohol alifatik.
4) Tuliskan persamaan reaksi antara etanol dan natrium! Apakah petunjuk yang
ada mengatakan hasil dari reaksi ini?
Jawab :
2 C2H5OH + 2 Na → 2 CH3CH2ONa + H2
Ketika ditetesi indikator PP larutan berubah merah muda, ada gelembung
dalam tabung, dan tabung terasa panas.
8) Tulislah persamaan reaksi antara fenol dan air brom! Sebutkan jenis reaksii
yang terjadi!
Jawab : Terjadi reaksi substitusi membentuk 2,4,6 tribromofenol.
Br
OH OH
+ Br2
Br Br
Br
2. Lampiran foto
No Percobaan No Percobaan
1 2
0,5 mL etilen glikol dimasukkan dalam 0,5 mL fenol dimasukkan dalam tabung
tabung reaksi, ditambahkan 2 mL air reaksi, ditambahkan 2 mL air lalu
lalu dikocok dan dicatat hasilnya dikocok dan dicatat hasilnya
7 8
Hasil pengamatan
naftol serbuk bewarna coklat n-butil alkohol dan sikloheksanol tidak
bereaksi dengan NaOH. Sedangkan
fenol dan naftol bereaksi dengan NaOH
11 12
Hasil pengamatan
2 mL reagen lucas, ditambahkan 5 tetes 1-butanol larutan jernih, 2-butanol
1-butanol, 2-butanol, Sikloheksanol, larutan putih keruh (4 detik),
Ter-butil alkohol lalu dikocok dan Sikloheksanol larutan putih keruh (1
dicatat waktunya menit 20 detik), Ter-butil alkohol
larutan putih keruh (2 detik)
15 16