Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

TEORI AKUNTANSI

LAPORAN ARUS KAS

DISUSUN OLEH KELOMPOK 4:

ANDREAS PRATAMA S C1C013091

ALAN PRATAMA PUTRA C1C016008

WILIYAN DARI C1C016079

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS JAMBI

2019
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,
karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas
makalah ini. Kami juga bersyukur atas berkat rezeki dan kesehatan yang
diberikan kepada kami sehingga kami dapat mengumpulkan bahan-bahan
materi makalah ini dari buku yang kami pelajari. Kami telah berusaha
semampu kami untuk mengumpulkan berbagai macam bahan tentang mata
TEORI AKUNTANSI yang berjudul “LAPORAN ARUS KAS”.
Kami sadar bahwa makalah yang kami buat ini masih jauh
dari kesempurnaan, karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang
membangun untuk menyempurnakan makalah ini menjadi lebih baik lagi.
Demikianlah makalah ini kami buat, apabila ada kesalahan dalam
penulisan, kami mohon maaf yang sebesarnya dan sebelumnya kami
mengucapkan terima kasih.

Jambi, 3 April 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................ i

DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1

1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah....................................................................................... 2

1.3 Tujuan Penulisan ........................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN ................................................................................... 4

2.1 Pengertian Laporan Arus Kas ................................................................... 4

2.2 Tujuan Laporan Arus Kas ......................................................................... 4

2.3 Pelaporan Arus Kas .................................................................................... 5

2.4 Pengelompokan Arus Kas .......................................................................... 7

2.5 Isi Dan Bentuk Laporan Arus Kas ......................................................... 10

BAB III PENUTUP ......................................................................................... 13

3.1 Kesimpulan ................................................................................................ 13

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 14

ii
iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Salah satu fungsi yang paling dominan dari laporan keuangan adalah untuk
tujuan stewardship function, yaitu laporan keuangan harus dapat memberikan
informasi sejauh mana mengelola sumber daya yang dipercayakan kepadanya oleh
para pemilik modal. Dalam konteks inilah konsep akuntansi yang dipakai lebih
tepat accrual basis accounting bukan cash basis accounting. Accrual basis
accounting ini merupakan bentuk pencatatan dimana transaksi yang dicatat tidak
hanya yang menyangkut transaksi yang meli-batkan penerimaan dan pengeluaran
kas, tetapi juga transaksi yang sudah terjadi dan menimbulkan hak (piutang) atau
kewajiban (hutang). Dalam sistem accrual ini intinya adalah konsep matching
antara revenue dan cost yang di dalamnya tidak melihat transaksi kas,tetapi
transaksi yang menimbulkan revenue atau cost yang melibatkan atau yang tidak
melibatkan kas.

Namun, konsep di atas telah ditentang oleh pendukung cash flow


accounting. Mulanya konsep ini menyatakan bahwa yang dicatat hanya transaksi
yang melibatkan kas saja, kendatipun kemudian disempurnakan sehingga menurut
konsep ini pencatatan tidak hanya pembayaran dan penerimaan kas pada periode
cash basis accounting, tertapi juga arus kas nanti (future cash flows) yang akan
dibayar atau diterima oleh perusahaan sebagai akibat transfer barang dan jasa
sebagaimana dalam accrual basis accounting. Menurut pendukung ini, informasi
yang disajikan cash flow accounting ini lebih bermanfaat dalam menilai atau
menganalisis keputusan tentang investasi saham maupun untuk tujuan peramalan
arus kas lainnya. Mereka yang paling getol memperjuangkan konsep ini antara
lain adalah T.A.Lee, B.E. Hick, dan R.H. Ashton.

Menurut pendukung cash flow accounting ini accrual basis accounting


sangat didominasi oleh alokasi terutama dalam melakukan matching concept.
Sementara itu, sistem alokasi apa pun dinilai arbitrer, incorrigible sehingga perlu

1
diminimalisasi. Beberapa keuntungan cash flow accounting dibanding
conventional accounting adalah (Lee, T.T., 1981) adalah sebagai berikut :

1. Dapat memberikan kerangka kerja untuk menghubungkan prestasi masa


lalu, saat sekarang, dan masa yang akandatang.

2. Menurut kaca mata investor, proyeksi arus kas akan menggambarkan


kemampuan perusahaan untuk membayar dan menggambarkan
perencanaankebujakan keuangannya.

3. Nilai discounted flow ratio lebih dipercaya untuk menjadi indikator


investasi daripada laba rasio dengan harga sekarang disebabkan sistem
alokasi yang dilakukan dalam menghitung laba seperti dalam accrual basis
accounting.

4. Akuntansi Arus Kas dapat digunakan untuk memperbaiki gap antara


bagaimana investasi dilakukan yang biasanya dengan dasar kas dengan
bagaimana hasil suatu investasi dinilai.

Govindarajan V (1980) menilai bahwa dari seluruh sistem pelaporan


keuangan yang ada,cash flow accounting merupakan salah satu sistem yang lebih
objektif dan mudah dimengerti.Laporan ini menyatakan fakta dalam indicator
akuntansi keuangan tanpa harus ada taksiran atau pertimbangan subjektif dari
akuntan pada suatu periode.Kemudian, istilah-istilah yang digunakan dalam
laporan itu juga lebih dikenal nonakuntan, arus kas adalah suatu hal yang dipakai
dalam setiap kegiatan ekonomi.Dus, laporan arus kas adalah metode yang lengkap
dan penggunaanya terus-menerus meningkat dari tahun ke tahun.

Akuntansi Arus Kas harus dibedakan dengan Laporan Arus Kas. Laporan
arus kas yang akan dibahas dibawah ini adalah laporan yang diolah dari akuntansi
akrual yang memiliki dasar-dasar yang berbeda dengan Akuntansi Arus Kas.

2
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan laporan arus kas ?

2. Apa tujuan laporan arus kas ?

3. Apa itu pelaporan arus kas ?

4. Bagaimana pengelompokan dalam laporan arus kas ?

5. Bagaimana isi dan bentuk laporan arus kas ?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui defisini laporan arus kas

2. Untuk memahami tujuan dari laporan arus kas

3. Untuk memahmi pelaporan arus kas

4. Untuk memahami pengelompokan dalam laporan arus kas

5. Untuk memahami isi dan bentuk laporan arus kas

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Laporan Arus Kas

Menurut Indra Bastian, 2006 Laporan arus kas merupakan laporan yang
menunjukkan aktivitas transaksi penambahan dan pengurangan kas selama
periode tertentu. Sumber penggunaan kas berasal dari aktivitas operasi, aktivitas
investasi, dan aktivitas pembiayaan.

Menurut sofyan syafari Harahap, 2006 Arus Kas adalah suatu laporan
yang memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran
suatu pembukuan pada suatu periode tertentu dengan mengklasifikasikan transaksi
pada kegiatan operasional,pembiayaan dan infestasi .

2.2 Tujuan Laporan Arus Kas

Tujuan menyajikan Laporan Arus Kas adalah memberikan informasi yang


relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas atau setara kas dari suatu
perusahaan pada suatu periode tertentu. Laporan ini akan membantu para investor,
kreditor, dan pemakai lainnya untuk:

1. Menilai kemampuan perusahaan untuk memasukan kas di masa yang


akan datang.

2. Menilai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya


membayar dividend dan keperluan dana untuk kegiatan ekstern.

3. Menilai alasan-alasan perbedaan antar laba berish dan dikaitakan


dengan dengan penerimaan dan pengeluaran kas.

4. Menilai pengaruh investasi baik kas maupun bukan kas dan transaksi
keuanga lainnya terhadap posisi keuangan perusahaan selama periode.

Maksud kas dalam laporan ini adalah kas yang bersifat jangka pendek, dan
surat-surat berharga yang sangat lancer yang memenuhi syarat:

4
1. Setiap saat dapat ditukar menjadi kas;

2. Tangal jatuh temponya sangat dekat, kecil resiko perubahan nilai yang
disebabkan perubahan terhadap bunga (investasi yang jatuh tempo
maksimal tiga bulang).

Menurut PSAK No.2, kas terdiri dari saldo kas, rekenong giro, asset,
setara kas, investasi yang sangat mudah diuangkan tanpa mengalami risiko
perubahan harga yang signifikan. Contoh-contohnya adalah sebagai berikut: Cash
on Hand and bank, Treasury Billls, Commercial Paper, Money Market Fund, dan
lain-lain. Sebaiknya perusahaan harus membuat rumusan yang baku tentang mana
yang masuk cash equivalent tersebut. Menurut PSAK No. 2 Setara kas adalah
aktiva yang dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek bukan untuk
dimaksudkan ke dalam investasi atau tujuan lain. Pos ini harus segera dapat
diubah menjadi kas dalam jumlah yang telah diketahui tanpa perubahan nilai yang
signifikan. Misalnya investasi surat berharga (saham/obligasi) yang akan segera
dijual.

2.3 Pelaporan Arus Kas

Laporan arus kas melaporkan arus kas masuk maupun arus kas keluar
perusahaan selama periode. Laporan arus kas ini memberikan informasi yang
berguna mengenai kemempuan perusahaan dalam menghasilkan kas dari aktivitas
operasi, melakukan investasi, meluasi kewajiban, dan membayar dividen. Laporan
arus kas digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi kegiatan operasional
yang telah berlangsung, dan merencanakan aktivitas investasi dan pembiayaan di
masa yang akan datang. Laporan arus kas juga digunakan oleh kreditor dan
investor dalam menilai tingkat likuiditas maupun potensi perusahaan dalam
menghasilkan laba ( keuntungan ). Dalam laporan arus kas, penerimaan dan
pembayaran kas diklasifikasikan menurut tiga kategori utama, yaitu aktivitas
operasi, investasi, dan pembiayaan.

Aktivitas operasi meliputi transaksi yang tergolong sebagai penentu


besarnya laba/rugi bersih. Penerimaan kas dari penjualan barang atau pembelian

5
jasa merupakan sumber arus kas masuk yang utama. Penerimaan kas lainnya
berasal dari pendapatan bunga, dividen, dan penjualan sekuritas yang
diperdagangkan. Adapun arus kas keluar meliputi pembayaran untuk membeli
barang dagangan, membayar gaji/upah, beban pajak, bunga, beban utilitas, sewa,
dan pembelian sekuritas yang diperdagangkan. Perlu diperhatikan disini, kas yang
diterima dari pendapatan bunga dan dividen tidaklah dikategorikan sebagai
aktivitas investasi, melainkan aktivitas operasi. Seluruh akun pendapatan dan
beban yang merupakan komponen penentu laba bersih menggambarkan ( indentik
dengan ) aktivitas operasi perusahaan. Pendapatan bunga dan dividen dilaporkan
dalam laporan laba rugi sebagai pendapatan lain-lain yang akan memengaruhi
besarnya laba/rugi bersih, sehingga kas yang diterima dari pendapatan bunga dan
dividen akan dilaporkan dalam laporan arus kas dari aktivitas operasi, bukan
aktivitas investasi.

Yang termasuk sebagai aktivitas investasi adalah member atau menjual


tanah, bangunan, dan peralatan. Di samping itu, aktivitas investasi juga meliputi
pembelian dan penjualan instrumen keuangan yang bukan untuk tujuan
diperdagangkan ( nontrading securities ), penjualan segmen bisnis, dan pemberian
pinjaman kepada entitas lain, termasuk penagihannya. Sedangkan aktivitas
pembiayaan meliputi transaksi-transaksi yang di mana kas diperoleh atau
dibayarkan kembali ke pemilik dana ( investor ) dan kreditor. Sebagai contoh, kas
bersih yang diterima dari penerbitan saham ( sekuritas modal ) atau obligasi (
sekuritas utang ), pembayaran untuk membeli kembali saham biasa ( sebagai
treasury stock ), atau untuk menembut kembali utang obligasi, dan pembayaran
dividen tunai. Jadi, yang termasuk ke dalam aktivitas pembiayaan adalah meliputi
transaksi-transaksi yang berkaitan dengan utang jangka panjang maupun ekuitas (
modal ) perusahaan. Pembayaran utang lancar tidak tergolong sebagai aktivitas
pembiayaan, melainkan aktivitas oparasi.

Untuk perusahaan yang baru berdiri dan sedang dalam proses


pertumbuhan, memerlukan arus kas masuk dari aktivitas pembiayaan ( seperti
menerbitkan obligasi atau saham ) untuk melakukan aktivitas investasi dan
mensubsidi arus kas operasi yang masih negative. Sedangkan untuk perusahaan

6
yang telah berhenti pertumbuhannya dan fokus pada mempertahankan posisi, arus
kas dari aktivitas operasi cukup tersedia untuk membiayai penggantian aktiva
tetap dan membayar dividen kepada investor. Akhirnya, untuk perusahaan yang
tergolong matang, perusahaan yang sukses ini mampu menghasilkan banyak kas
dari aktivitas operasinya, yang dapat digunakan untuk memperluas aktivitas
investasi dan masih menyisakan kas untuk melunasi pinjaman, membayar dividen
tunai, dan bahkan membeli kembali sahamnya.

Beberapa aktivitas investasi dan pembiayaan tidak memengaruhi arus kas


perusahaan ( noncash investing and financing activities ). Sebagai contoh dari
aktivitas investasi dan pembiayaan yang tidak memengaruhi arus kas adalah
penerbitan saham biasa atau surat utang dalam rangka pembelian aktiva tetap,
konversi obligasi menjadi saham biasa, pertukaran aktiva tetap, dan penerbitan
saham biasa untuk ditukar dengan saham preferen konvertibel.

2.4 Pengelompokan Arus Kas

Dalam laporan ini penerimaan dan pengeluaran kas dikelompokan dari


sumber sebagai berikut.

1. Arus Kas Dari Kegiatan Operasi Perusahaan (Operating)

Kegiatan yang termasuk dalam kelompok ini adalah aktivitas penghasil


utama pendapatan perusahaan dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas
investasi dan aktivitas pendanaan; Seluruh transaksi dan peristiwa-peristiwa lain
yang tidak dapat dianggap sebagai kegiatan ivestasi atau pembiayaan. Kegiatan
ini biasanya mencakup: Kegiatan produksi, pengiriman barang, pemberian servis.
Arus kas dari operasi ini umumnya adalah pengaruh kas dari transaksi dan
peristiwa lainnya yang ikut dalam menentukan laba.

Contoh Arus kas dari kegiatan Operasi adalah sebagai berikut:

1. Penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa termasuk penerimaan


dari piutang akibat penjualan, baik jangak panjang atau jangka pendek.

7
2. Penerimaan dari bunga pinjaman atas penerimaan dari surat berharga
lainnya sseperti bunga atau dividen.
3. Semua penerimaan yang bukan berasal dari sebagi yang sudah
dimasukan dalam kelompok investasi pembiayaan, seperti jumlah yang
yang diterima dari tuntutan di pengadilan, kalin auransi, kecuali yang
berhubungan dengan kegiatan investasi dan pembiayaan seperti
kerusakan gedung, pengembalian dana dari supplier (refund).

Contoh Arus Kas Keluar dari Kegiatan Operasi ini adalah sebagai berikut.

1. Pembayaran kas untuk membeli bahan yang akan digunakan untuk


produksi atau untuk dijual, termasuk pembayaran utang jangka pendek
atau jangka panjang kepada supplier barang tadi.

2. Pembayaran kas kepada supplier lain dan pegawai untuk kegitaran selain
produksi barang dan jasa.

3. Pembayaran kas kepada pemerintah untuk pajak, kewajiban lainnya, denda


dan lain-lain.

4. Pembayaran kepada pemberi pinjaman dan kreditur lainnya berupa bunga.

5. Seluruh pembayaran kas yang tidak berasal dari transaksi investasi atau
pembiayaan seperti pembayaran tuntutan di pengadilan, pengembalian
dana kepada langganan, dan sumbangan.

Semua transaksi yang mempengaruhi aktiva lancar dan utang lancer


biasanya termasuk ke dalam kelompok itu.

2. Arus Kas dari Kegiatan Pembiayaan/Pendanaan (Financing)

Kegiatan yang termasuk kegiatan pembiayaan adalah aktivitas yang


mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman
jangka panjang perusahaan, berupa kegiatan mendapatkan sumber-sumber dana
dari pemilik dengan memberikan prospek penghasilan dari sumber dana tersebut,

8
meminjam dan membayar utang kembali atau melakukan pinjaman jangak
panjang untuk membayar utang tertentu.

Contoh Arus kas Masuk dari Kegiatan Pembiayaan adalah sebagai berikut.

1. Penerimaan dan pengeluaran surat berharga dalam bentuk equity.


2. Penerimaan dan pengeluaran obligasi, hipotek, wesel, dan pinjaman
jangka pendek lainnya.

Contoh Arus Kas Keluar dari Kegiatan Pembiayaan adalah sebagai berikut.

1. Pembayaran deviden dan pembayaran bunga kepada pemilik akibat


adanya surat berharga saham (equity) tadi.
2. Pembayaran kembali utang yang dipinjam
3. Pembayaran utang kepda kreditor termasuk utang yang sudah
diperpanjang.

Semua transaksi yang mempengaruhi pos utang dimasukan dalam kelompok ini
termasuk yang jangka pendek.

3. Arus Kas dari Kegiatan Investasi

Kegiatan yang termasuk dalam Arus Kas Kegiatan invaestasi adalah


perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang baik yang berwujud maupun yang
tidak berwujud serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas, antara lain
menerima dan menagih pinjaman, utang, surat bergarga atau modal, aktiva tetap
dan aktiva produktif lainnya yang digunakan dalam proses produksi. Contih Arus
Kas Masuk dari Kegiatan Investasi adalah :

1. Penerimaan pinjaman luar baik yang baru maupun yang sudah lama.
2. Penjualan saham baik sendiri maupun saham dalam bentuk investasi.
3. Penerimaan dan penjualan aktiva tetap dan aktiva produktif dan tidak
berwujud lainnya.

Contoh Arus Kas Keluar dari Kegitan Investasi adalah:

9
1. Pembayaran utang perusahaan dan pembelian kembali surat utang
perusahaan.
2. Pembelian saham perusahaan lain atau perusahaan sendiri.
3. Perolehan aktiva tetap dan aktiva produktif lainnya. Pengeritan
perolehan di sini termasuk harga pembelian dan capital expenditure.

2.5 Isi Dan Bentuk Laporan Arus Kas

Ada 2 bentuk dalam menyajikan laporan arus kas, yaitu sebagai berikut.

1. Metode Langsung (Direct Method)

Dalam metode ini pelaporan arus kas dilakukan dengan cara melaporkan
kelompok-kelompok penerimaan kas dan pengeluaran kas dari kegiatan operasi
secara lengkap (gross), dan baru dilanjutkan dengan kegiatan investasi dan
pembayaran.

Format Laporan Arus Kas Metode Langsung:

PT. XXX
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN YANG BERKHIR 31 DESEMBER XXXX
(Dinyatakan dalam Rupiah)

Arus kas yang berasal dari kegiatan operasi :


Ditambah :
Kas yang diterima dari pelanggan xxx
Dikurangi :
Kas untuk membeli persediaan xxx
Kas untuk membayar biaya operasi xxx
Kus untuk membayar biaya bunga xxx
Kas untuk membayar pajak xxx xxx
Aliran kas bersih dari kegiatan operasi xxx
Aliran kas yang berasal dari kegiatan investasi :
Ditambah :
Kas masuk yang berasal dari penjualan investasi xxx
Dikurangi :
Kus keluar untuk membeli peralatan xxx
Aliran kas bersih untuk kegiatan investasi xxx
Aliran kas dari kegiatan Pembiayaan :

10
Ditambah :
Kas yang diterima dari penjualan saham xxx
Dikurangi :
Kas untuk membayar dividen xxx
Kas untuk membayar hutang obligasi xxx
Aliran kas masuk bersih dari kegiatan pembiayaan xxx
Kenaikan kas xxx
Saldo kas pada awal tahun xxx
Saldo kas pada akhir tahun xxx

Metode ini menghitung saldo kas operasi dari selisih kas masuk dan keluar
yang berasal dari pendapatan dan beban dalam usaha perusahaan. Arus investasi
dan pembiayaan dihitung dengan mencari selisih kas masuk dan keluar dari
masing-masing sumber kas. Arus kas bersih masing-masing dijumlahkan untuk
menghasilkan arus kas bersih total, kemudian ditambah dengan saldo awal
sehingga menghasilkan saldo akhir periode.

2. Metode Tidak Langsung (Indirect Method)

Dalam metode ini net income disesuaikan (reconcile) dengan menghilangkan:

1. Pengaruh transaksi yang masih belum direalisasi (deferral) dari arus kas
masuk dan keluar dari transaksi yang lalu seperti perubahan jumlah
persediaan deferral income, arus kas masuk dan keluar
yang accrued seperti piutang dan Utang.
2. Pengaruh perkiraan yang terdapat dalam kelompok investasi dan
pembiayaan yang tidak mempengaruhi kas seperti: Penyusutan,
Amortisasi, Laba Rugi dari penjualan Aktiva Tetap dan dari operasi
yang dihentikan (yang berkaitan dengan kegiatn investasi), Laba Rugi
pembatalan utang (transaksi pembiayaan).

Metode ini dimulai dengan laba bersih usaha dan merubah menjadi arus
kas bersih dari aktivitas operasi. Aktivitas investasi dan pembiayaan dihitung

11
dengan mencari selisih kas masuk dan keluar pada masing-masing sumber kas
tersebut. Arus kas bersih masing-masing dikategorikan dan dijumlahkan untuk
menghasilkan arus kas bersih total. Yang kemudian ditambah dengan saldo kas
pada awal periode dan menghasilkan saldo akhir periode.

Format penulisan laporan arus kas metode tidak langsung:

PT. XXX
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN YANG BERKHIR 31 DESEMBER XXXX
(Dinyatakan dalam Rupiah)

Arus kas yang berasal dari kegiatan operasi :


Laba bersih menurut laporan laba rugi xxx
Ditambah :
Biaya depresiasi xxx
Penurunan persediaan kantor xxx
Kenaikan hutang jangka pendek xxx
Kenaikan hutang biaya xxx xxx
Dikurangi :
Kenaikan biaya dibayar dimuka xxx
Kenaikan piutang usaha xxx
Penurunan hutang pajak xxx
Laba penjualan aktiva tetap xxx xxx
Aliran kas bersih dari kegiatan operasi xxx
Aliran kas yang berasal dari kegiatan investasi :
Ditambah :
Kas masuk yang berasal dari penjualan investasi xxx
Dikurangi :
Kas keluar untuk membeli peralatan xxx
Aliran kas keluar bersih untuk kegiatan investasi xxx
Aliran kas dari kegiatan pembiayaan :
Ditambah :
Kas yang diterima dari penjualan saham xxx
Dikurangi :
Kas untuk membayar dividen xxx
Kas untuk membayar hutang obligasi xxx
Aliran kas masuk bersih dari kegiatan pembiayaan xxx
Kenaikan kas xxx
Saldo kas pada awal tahun xxx
Saldo kas pada akhir tahun xxx

12
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan :

1. Dalam lapran arus kas terdapat 3 pengelompokan yaitu Arus Kas Dari
Kegiatan Operasi Perusahaan (Operating), Arus Kas dari Kegiatan
Pembiayaan/Pendanaan (Financing), Arus Kas dari Kegiatan Investasi
2. Penyusunan laporan arus kas dengan metode tidak langsung, adalah laporan
tentang aliran kas dengan berpatokan kepada laba bersih. Data tersebut akan
dikurangi dengan data laporan keuangan tahun sebelumnya yang kemudian
dilakukan perbandingan, apakah dari neraca tersebut mengalami kenaikan
ataupun penurunan nilai.
3. Penyusunan laporan arus kas dengan metode langsung akan lebih simple
dibanding laporan arus kas dengan metode tidak langsung. Metode ini
langsung meringkas semua transaksi yang berhubungan laporan tersebut
dengan cara melihat berapa kas yang diterima kemudian mengurangi dengan
pengeluaran kas yang berasal dari kas operasional. Metode ini nantinya akan
menambahkan atau mengurangi nilai kas apabila ada perubahan pada
aktivitas investasi dan juga pendanaan.

13
DAFTAR PUSTAKA

Harahap, Sofyan Syafri. 2012. Teori Akuntansi (Edisi Revisi 2012).


Jakarta:Rajawali

14