Anda di halaman 1dari 122

Volume 08 Nomor 01 Maret 2018

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN CORPORATE FINANCIAL


PERFORMANCE: INTELLECTUAL CAPITAL SEBAGAI VARIABEL MEDIASI

BURNOUT PADA KONSULTAN PAJAK PROVINSI BALI

PENGARUH CSR, GCG, INFLASI TERHADAP PROFITABILITAS PADA


PERUSAHAAN HIGH PROFILE DI INDONESIA

PERAN KOMPETENSI, INDEPENDENSI DAN PENGALAMAN


TERHADAP KUALITAS AUDIT

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA AUDITOR


KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI BALI

PENGUJIAN KEWAJIBAN MORAL DAN BIAYA KEPATUHAN TERHADAP


KEPATUHAN WAJIB PAJAK

PENGARUH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN BUDAYA


TRI HITA KARANA TERHADAP KINERJA MANAJERIAL LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD)

AUDIT OPERASIONAL TERHADAP FUNGSI PENJUALAN BARANG DAGANG UNTUK MENGUKUR


EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PADA KOPERASI UNIT DESA MAMBAL DI KABUPATEN BADUNG

PENGARUH LABA AKUNTANSI, EARNING PER SHARE (EPS) DAN LABA TUNAI TERHADAP DIVIDEN
KAS (STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)

PARTISIPASI DALAM PENGGANGGARAN DAN PRESTASI MANAJER: PENGARUH KOMITMEN


ORGANISASI DAN INFORMASI JOB-RELEVANT

KEMAMPUAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) MEMODERASI PENGARUH


GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) DAN PROFITABILITAS PADA NILAI PERUSAHAAN

KINERJA MANAJERIAL LPD DALAM PERSPEKTIF PARTICIPATIVE BUDGETING,


KOMITMEN ORGANISASI DAN MOTIVASI
Visi Prodi Akuntansi FE UNMAS Denpasar 2017-2021

Menjadi Program Studi Akuntansi yang bermutu, profesional dan berbudaya


dalam mengembangkan ilmu pengetahuan akuntansi melalui pelaksanaan
Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mampu menghadapi perubahan secara
nasional maupun global.

Misi Prodi Akuntansi FE UNMAS Denpasar 2017-2021

1. Menyelenggarakan sistem pembelajaran yang berkualitas dan relevan


yang didukung oleh pemanfaatan teknologi dan informasi dalam suasana
yang beretika dan bermartabat;
2. Melaksanakan penelitian untuk menciptakan sumber daya manusia yang
kreatif dan inovatif yang berlandaskan kompetensi, teknologi, etika dan
tanggungjawab sosial, serta memanfaatkan hasil-hasil penelitian dalam
proses pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat; dan
3. Menyelenggarakan pengabdian masyarakat dan mengembangkan
kemitraan dengan berbagai institusi pemerintah dan swasta untuk
meningkatkan kapasitas dan peran serta dalam pembangunan
masyarakat.

Tujuan

Tujuan Program Studi Akuntansi:


1. Menghasilkan sarjana akuntansi yang berkualitas dan relevan dengan
kebutuhan pasar kerja, mampu memanfaatkan informasi dan teknologi,
serta memiliki jiwa kewirausahaan;
2. Meningkatkan jumlah dan mutu penelitian yang hasilnya dapat disajikan
di berbagai forum ilmiah serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat;
3. Meningkatkan peran program studi dalam pembangunan masyarakat
melalui kegiatan kemitraan dengan instansi pemerintah dan swasta.
DAFTAR ISI
1 CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN CORPORATE FINANCIAL PERFORMANCE:
INTELLECTUAL CAPITAL SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
Zaky Machmuddah, Melati Oktafiyani (Universitas Dian Nuswantoro)
Kartika Hendra Titisari (Universitas Islam Batik)........................................................... 1

2 BURNOUT PADA KONSULTAN PAJAK PROVINSI BALI


Ketut Budiartha, I Gusti Ayu Nyoman Budiasih, Ida Bagus Darsana
(Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana)................................................... 10

3 PENGARUH CSR, GCG, INFLASI TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN


HIGH PROFILE DI INDONESIA
Riana Rachmawati Dewi, Dian Pitawati
(Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Batik Surakarta).................................................. 20

4 PERAN KOMPETENSI, INDEPENDENSI DAN PENGALAMAN TERHADAP KUALITAS AUDIT


Komang Krishna Yogantara, Gde Herry Sugiarto Asana, Luh Gede Made Laksminingsih
(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Triatma Mulya - Bali).................................................... 31

5 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA AUDITOR KANTOR


AKUNTAN PUBLIK DI BALI
I Dewa Nyoman Wiratmaja, Ketut Alit Suardana
(Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana)................................................... 42

6 PENGUJIAN KEWAJIBAN MORAL DAN BIAYA KEPATUHAN TERHADAP KEPATUHAN


WAJIB PAJAK
I Nyoman Putra Yasa
(Jurusan Akuntansi Program S1, Universitas Pendidikan Ganesha)............................. 50

7 PENGARUH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN BUDAYA TRI HITA


KARANA TERHADAP KINERJA MANAJERIAL LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD)
I Nyoman Raditya Suparsabawa, Ketut Tanti Kustina
(Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS) Denpasar)................................................58

8 AUDIT OPERASIONAL TERHADAP FUNGSI PENJUALAN BARANG DAGANG UNTUK MENGUKUR


EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PADA KOPERASI UNIT DESA MAMBAL DI KABUPATEN BADUNG
Luh Putu Virra Indah Perdanawati, Nyoman Dwika Ayu Amrita
(Universitas Ngurah Rai).............................................................................................. 69

9 PENGARUH LABA AKUNTANSI, EARNING PER SHARE (EPS) DAN LABA TUNAI
TERHADAP DIVIDEN KAS (STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG
TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)
Wiwin Leony Bidari, Putu Kepramareni, Ni Luh Gde Novitasari
(Universitas Mahasaraswati Denpasar)........................................................................ 75

10 PARTISIPASI DALAM PENGGANGGARAN DAN PRESTASI MANAJER: PENGARUH


KOMITMEN ORGANISASI DAN INFORMASI JOB-RELEVANT
Margareta Diana Pangastuti (Universitas Timor)
I Komang Arthana (Universitas Nusa Cendana)................................................................ 86

11 KEMAMPUAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) MEMODERASI PENGARUH GOOD


CORPORATE GOVERNANCE (GCG) DAN PROFITABILITAS PADA NILAI PERUSAHAAN
Sang Ayu Made Wiska, I Gede Cahyadi Putra, Luh Komang Merawati
(Universitas Mahasaraswati Denpasar)........................................................................ 96

12 KINERJA MANAJERIAL LPD DALAM PERSPEKTIF PARTICIPATIVE BUDGETING,


KOMITMEN ORGANISASI DAN MOTIVASI
Desy Wedasari, I Putu Edy Arizona (Universitas Mahasaraswati Denpasar)................ 108
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN CORPORATE FINANCIAL PERFORMANCE:
INTELLECTUAL CAPITAL SEBAGAI VARIABEL MEDIASI

Zaky Machmuddah1
Melati Oktafiyani2
(Universitas Dian Nuswantoro)
Kartika Hendra Titisari3
(Universitas Islam Batik)
3
email: kartikatitisari@yahoo.com

Abstract

Corporate Social Responsibility Practice, intellectual capital and corporate financial performance
are the main issues of the research. The aims of the current research are to prove the effect of Cor-
porate Social Responsibility Practice on Corporate Financial Performance with IC as a mediating
variable. All companies listed in Indonesian Stock Exchange, from 2012-2014 are the population
of the research. The total of research samples are 21 companies with 63 annual reports conduc-
ted by using purposive sampling method. Data analysis used is warpPLS version 4.0 with direct
effect models and indirect effect models. The research findings indicated that Corporate Social
Responsibility Practice positively and significantly affected to Intellectual Capital, Corporate Soci-
al Responsibility Practice positively and significantly affected to Corporate Financial Performance,
Intellectual Capital positively and significantly affected to Corporate Financial Performance and
Intellectual Capital mediated the effect of Corporate Social Responsibility Practice to Corporate Fi-
nancial Performance. The practical implication of the research is to give suggestions to all compa-
nies about the role of Corporate Social Responsibility Practice and intellectual capital to increase
Corporate Financial Performance. It can be used to companies to increase the Corporate Financial
Performance.

Keywords: Corporate Social Responsibility Practice, Intellectual Capital, Corporate Financial


Performance.

I. PENDAHULUAN simalkan laba sehingga kinerja keuangan


Keberadaan perusahaan dapat membe- meningkat, maka perusahaan akan menga-
rikan dampak positif maupun negatif bagi lokasikan lebih banyak sumberdaya dalam
masyarakat di sekelilingnya. Dampak positif kegiatan tersebut. Sebaliknya, jika kegiatan
yang dapat dirasakan dari keberadaan per- memberikan pengaruh negatif maka peru-
usahaan bagi lingkungan sekelilingnya an- sahaan akan lebih berhati-hati (Lin, et. al.,
tara lain: menciptakan lapangan pekerjaan, 2015).
meningkatkan pendapatan negara dari pun- Pandangan akademisi terdahulu meng-
gutan pajak, memberikan sumbangan bagi anggap bahwa investasi berlebihan yang
lingkungan sekitar, dan sebagainya. Namun dilakukan dalam kegiatan Corporate Social
demikian, masyarakat sekeliling perusaha- Responsibility akan mengurangi peluang un-
an juga akan merasakan dampak negatif tuk memanfaatkan sumber daya dalam me-
dari perusahaan, seperti polusi udara, keru- maksimalkan keuntungan (Friedman, 1970).
sakan lingkungan, kebisingan, dan lainnya. Kondisi ini memicu konflik kepentingan an-
Lapindo dan Freeport adalah contoh kasus tar pemangku kepentingan (Barnett, 2007).
kerusakan lingkungan yang sampai saat ini Sebaliknya, berdasarkan perspektif te-
belum selesai masalahnya. Fenomena ini se- ori pemangku kepentingan, investasi dalam
harusnya memberikan pandangan kepada kegiatan Corporate Social Responsibility Prac-
perusahaan untuk lebih memperluas tang- tice dapat meningkatkan hubungan antara
gungjawabnya. Tanggungjawab dimaksud perusahaan dan pemangku kepentingan, se-
adalah tanggungjawab sosial dan lingkungan hingga dapat membantu perusahaan menga-
(Corporate Social Responsibility Practice). mankan sumberdaya yang dikendalikan oleh
Dilema perusahaan akan terjadi ketika pemangku kepentingan (Bitecktine & Haack,
kegiatan Corporate Social Responsibility Prac- 2015; Tu & Huang, 2015). Selain itu, berda-
tice diimplementasikan. Jika kegiatan ini sarkan pandangan berbasis sumber daya,-
memberikan pengaruh positif untuk memak- sumber daya perusahaan sangat berharga,

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 1


langka, mudah ditiru, dan tidak dapat di- II. KAJIAN PUSTAKA DAN
gantikan (Barney, 1991). Jika sumber daya PENGEMBANGAN HIPOTESIS
ini dialokasikan untuk kegiatan Corporate 2.1 Teori Stakeholder (Stakeholder
Social Responsibility Practice, maka kegiatan Theory)
tersebut akan memperbaiki citra dan repu- Hubungan antara pemangku kepenting-
tasi perusahaan di mata publik(Orlitzky, et. an dan informasi yang diterima dijelaskan
al., 2003; Brown & Dacin, 1997), meningkat- dalam teori ini (Hill dan Jones (1992). De-
kan daya tarik terhadap karyawan, mening- ngan demikian, membangun dan memper-
katkan kepercayaan pelanggan (Greening & tahankan hubungan baik dengan para pe-
Tuban, 2000), dan akibatnya dapat mening- mangku kepentingan harus dilakukan oleh
katkan keunggulan kompetitif (Al Sharairi, perusahaan (Freeman dan Vea, 2001). Tanpa
2005) dan meningkatkan kinerja keuangan partisipasi dari para pemangku kepenting-
perusahaan (Bird, et. al., 2007). an diyakini bahwa perusahaan tidak akan
Pernyataan tersebut sejalan dengan Hart dapat bertahan lama, karena pemangku ke-
(1995), bahwa berdasar pandangan berbasis pentingan adalah sebuah elemen sosial dan
sumber daya hal ini akan menjadi tantangan lingkungan. Semakin kuat para pemangku
dari lingkungan yang mau tak mau memak- kepentingan maka perusahaan harus sema-
sa perusahaan untuk mengembangkan sum- kin beradaptasi dengan para pemangku ke-
ber daya tidak berwujud, yang akan menjadi pentingan, Grey, et. al. (2005).
sumber keunggulan kompetitif. Pandangan
ini berasumsi bahwa Intellectual capital me- 2.2 Resource Based Theory
mediasi hubungan antara Corporate Social Chang et. al., 2011 menjelaskan bahwa
Responsibility Practice dan kinerja keuangan resource based theory merupakan kemam-
(Lin, et. al., 2015). puan perusahaan untuk merakit dan meng-
Konsisten dengan pandangan teoritis da- kombinasikan sumber daya yang tepat un-
lam literatur sebelumnya, hasil empiris se- tuk mencapai keunggulan kompetitif. Kinerja
belumnya juga menunjukkan hasil yang be- yang optimal dan keunggulan kompetitif
ragam. Beberapa ilmuwan mengungkapkan akan dicapai oleh perusahaan jika perusaha-
bahwa Corporate Social Responsibility Practice an memiliki sumber daya dan pengetahuan
berpengaruh positif terhadap kinerja keuang- yang dikelola dengan baik serta memiliki ke-
an perusahaan (Bird, et. al., 2007), sementara unikan yang tidak dimiliki oleh perusahaan
yang lain melaporkan hubungan negatif an- yang lain. Sehingga mampu menciptakan
tara Corporate Social Responsibility Practice nilai bagi perusahaan. Lev (1987) berpenda-
dan kinerja keuangan (Barnett & Solomon, pat bahwa untuk memperoleh keunggulan
2006; Babalola, 2012; Orlitzky, 2003; Jensen, kompetitif dan kinerja yang optimal dengan
2002,). Hubungan antara Corporate Social mengakuisisi, menggabungkan dan menggu-
Responsibility Practice dan kinerja keuang- nakan aset-aset penting.
an, menyiratkan hal yang tidak teridentifikasi
dan membingungkan (Surroca, 2010). 2.3 Praktek Tanggungjawab Sosial
Untuk menjelaskan sudut pandang teo- Perusahaan (Corporate Social
ritis yang kontradiktif dan hasil empiris yang Responsibility Practice)
tidak konsisten dalam literatur, beberapa pe- Intinya konsep Corporate Social Responsi-
neliti telah berusaha memasukkan variabel bility Practice mencerminkan seluruh kewa-
lain, seperti biaya periklanan, biaya R & D jiban perusahaan kepada pemangku kepen-
(McWilliams & Siegel, 2000), dan tingkat per- tingan internal, termasuk pemegang saham,
tumbuhan industri (Russo & Fouts, 1997). karyawan, dan pemangku kepentingan eks-
Sedangkan penelitian lain telah menggali le- ternal, seperti pelanggan, pemasok, dan ma-
bih lanjut efek terbalik dari kinerja keuangan syarakat (Orlitzky, et. al., 2011). Berdasarkan
pada Corporate Social Responsibility Practice sudut pandang teori pemangku kepentingan,
(Surroca, 2010). bertahan di lingkungan sosial, mendapatkan
Pentingnya hubungan corporate social legitimasi, dan mengamankan sumber daya
responsibility practicedan corporatefinancial sehingga mengharuskan perusahaan untuk
performance, serta hasil penelitian sebelum- berusaha keras membangun dan memelihara
nya yang kontradiktive penelitian ini akan hubungan dengan pemangku kepentingannya
menguji kembali hubungannya dengan me- (Russo & Perrinni, 2010). Hubungan yang baik
masukkan intellectual capital sebagai varia- dengan pemangku kepentingan akan tercapai
bel mediasi. nilai positif mempengaruhi kinerja keuang-

2 CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN CORPORATE FINANCIAL PERFORMANCE: INTELLECTUAL


CAPITAL SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
an dalam jangka panjang (Brown & Forster, mengetahuipengaruh Corporate Social Res-
2013). Misalnya, membangun pabrik baru ini ponsibility Practice dan Intellectual Capital se-
lebih mudah bagi perusahaan yang memiliki bagai aset tidak berwujud yang dimiliki oleh
hubungan baik dengan pemangku kepenting- perusahaan dalam menghasilkan return bagi
an dan masyarakat, ketika pabrik dibangun, perusahaan.
akan mengurangi biaya akibat peraturan pe-
merintah, atau bahkan mencapainya keri- 2.6 Pengembangan Hipotesis
nganan pajak dari pemerintah (Parmar, et. Perspektif teori pemangku kepentingan
al., 2010). Umumnya, perusahaan dengan menyatakan bahwa investasi dalam kegiatan
tingkat Corporate Social Responsibility Practice Corporate Social Responsibility Practice dapat
yang tinggi cenderung lebih atraktif terhadap meningkatkan hubungan antara perusahaan
karyawan dan memiliki tingkat turnover yang dan pemangku kepentingan, sehingga dapat
rendah terhadap karyawan baru, sehingga me- membantu perusahaan mengamankan sum-
ngurangi biaya perekrutan dan pelatihan kar- berdaya yang dikendalikan oleh pemangku
yawan (Albinger & Freeman, 2000). kepentingan (Bitecktine & Haack, 2015; Tu
& Huang, 2015). Berdasarkan pandangan
2.4 Intellectual Capital berbasis sumber daya, sumber daya perusa-
Secara umum, para peneliti mengidenti- haan yang berharga, langka, sulit ditiru, dan
fikasi tiga elemen utama dari IC, yaitu: hu- tidak dapat digantikan bisa berkontribusi
man capital (HC),structural capital (SC), dan pada pencapaian keunggulan kompetitif per-
customer capital(CC) (Bontis et. al., 2001). usahaan (Barney, 1991). Jika sumber daya
IC™ adalah metode yang dikembangkan ini dialokasikan untuk kegiatan Corporate
oleh Pulic, 1998, untuk menyajikan informa- Social Responsibility Practice, maka kegiatan
si tentang value creation efficiency dari aset tersebut akan memperbaiki citra dan repu-
berwujud dan aset tak berwujudyang dimi- tasi perusahaan di mata publik (Orlitzky, et.
liki oleh perusahaan. Metode IC™ mengukur al., 2003; Brown & Dacin, 1997), meningkat-
intellectual capital dengan cara menghitung kan daya tarik terhadap karyawan, mening-
value added yang dihasilkan dari tiga kom- katkan kepercayaan pelanggan (Greening &
binasi rasio yaitu value added of capital em- Tuban, 2000), sebagai akibatnya dapat me-
ployed (VACA), value added human capital ningkatkan keunggulan kompetitif (Al Shara-
(VAHU) dan structural capital value added iri, 2005) dan meningkatkan kinerja keuang-
(STVA). VACA merupakan indikator dari VA an perusahaan (Bird, et. al., 2007).Corporate
yang diciptakan oleh satu unitphysical ca- Social Responsibility Practice meningkatan ki-
pital. Kontribusi yang diberikan dari setiap nerja ekonomi perusahaan (Titisari & Alviana,
rupiah atas investasi HC terhadap VA orga- 2012). Dengan investasi yang berhubungan
nisasi yang direpresentasikan oleh karyawan dengan Corporate Social Responsibility Prac-
melalui individual knowledge stock adalah tice perusahaan akan meningkatkan modal
penjelasan dari VAHU. Sedangkan STVA, intelektualnya.
merupakan kontribusi yang diberikan dari Kegiatan Corporate Social Responsibility
setiap rupiah SC dalam penciptaan nilai. Practice dilakukan untuk menjalin hubung-
an perusahaan dengan karyawan, masyara-
2.5 Kinerja Keuangan Perusahaan kat sekitar, lingkungan sekitar dan untuk
Kinerja keuangan merupakan gambaran memperbaiki tata kelola perusahaan, se-
keberhasilan perusahaan yang mengukurda- hingga pengeluaran biaya perusahaan akan
ri kualitas laba yang dihasilkan perusahaan. meningkat, yang mengakibatkan pergeser-
Tolok ukur kualitas laba dapat dilihat dari an fokus perusahaan dari memaksimalisasi
analisis rasio keuangan. Rasio-rasio dalam nilai pemegang saham terhadap kemajuan
pengukuran kinerja keuangan perusaha- kepentingan para pemangku kepentingan
an dapat dihitung melalui: Return on assets yang lebih luas. Namun demikian, hal ter-
(Corporate Financial Performance), Return on sebut akan memberikan efek positif terha-
Equity (ROE), revenue growth, dan produk- dap kinerja perusahaan (Preston & Bannom,
tivitaspegawai (Chen et al, 2005). Alat peng- 1997). Kegiatan Corporate Social Responsi-
ukuran kinerja perusahaan pada penelitian bility Practice akan berkontribusi terhadap
ini menggunakan Return on assets (Corpora- pengembangan citra perusahaan sehingga
te Financial Performance). Alasan pengguna- dapat meningkatkan produktivitas karyawan
an alat pengukuruan kinerja ini adalah ka- (Greening & Tuban, 2000).
rena adanya kepentingan penelitian untuk IC merupakan salah satu sumber daya

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 3


tidak berwujud terpenting dalam menghasil- III. METODE PENELITIAN
kan nilai perusahaan (Ethiraj, et. al., 2005; Perusahaan-perusahaan yang terdaftar
Haas & Hansen, 2005). Carmeli & Tishler di Bursa Efek Indonessia (BEI) adalah po-
(2004) menyatakan bahwa nilai sebuah per- pulasi yang digunakan dalam penelitian ini.
usahaan adalah fungsi investasi dari intel- Agar memperoleh sampel sesuai dengan ha-
lectual capital . Beberapa peneliti menyim- rapan penelitian, metode purposive sampling
pulkan bahwa dibandingkan dengan sumber dengan kriteria sampel (1) perusahaan per-
daya lainnya, intellectual capital adalah sa- bankan yang terdaftar di BEI untuk periode
lah satu sumber utama yang memiliki keung- tahun 2012-2014 (2) kurs mata uang rupiah
gulan kompetitif (Bontis, 2001). Nuryaman digunakan di dalam penyajian laporan keu-
(2015) menemukan IC memiliki efek positif angan serta mempunyai data yang lengkap
pada nilai perusahaandan berdampak positif terkait dengan penelitian.
pada profitabilitas sehingga berdampak posi- Pengukuran Corporate Social Responsi-
tif padanilai pasar dan kinerja keuangan dan bility Practicedalam penelitian ini menggu-
dapat menjadi indikator kinerja keuangan nakan total biaya Corporate Social Responsi-
masa depan. bility Practice yang dikeluarkan oleh perusa-
Dari penelitian sebelumnya diketahui haan dalam satu periode. Pengukuran IC
bahwa temuan perihal pengaruh langsung dalam penelitian ini sesuai dengan yang di-
Corporate Social Responsibility Practice ter- kembangkan oleh Public (1998):
hadap kinerja perusahaan cenderung tidak VA = OUT – IN………… (1)
konsisten dan beragam. Namun demikian,
investasi dalam kegiatan Corporate Social VACE = VA/CE……..……. (2)
Responsibility Practice tidak hanya berpe- VAHC = VA/HC…………… (3)
ngaruh langsung terhadap kinerja perusa- VASC = SC/VA…………… (4)
haan, tetapi juga memiliki pengaruh tidak
langsung terhadap kinerja keuangan melalui ICTM = VACE + VAHC + VASC… (5)
beberapa variabel mediasi, karena sifat yang
mendasari konsep Corporate Social Responsi- OUT = total penjualan dan pendapatan lain
bility Practice (McWilliams & Siegel, 2000). IN = beban dan biaya-biaya (selain beban
Hasil ini menyiratkan bahwa hubungan an- karyawan)
tara Corporate Social Responsibility Practice CE = dana yang tersedia (ekuitas, laba
dan kinerja perusahaan akan dimediasi oleh bersih)
beberapa variabel lain (Surroca, et. al., 2010). HC = beban Karyawan
Mc Williams & Siegel, 2000; Surroca, et. al., SC = selisih antara VA dengan HC
2010; Lin, et. al., 2015) menyatakan bahwa Corporate Financial Performance meru-
perusahaan yang berinvestasi di kegiatan pakan cerminan kinerja perusahaan dalam
Corporate Social Responsibility Practice akan menghasilkan keuntungan dari sumber daya
meningkatkan modal intelektual sebuah per- (aset) yang dimilikinya. Pengukuran Corpora-
usahaan, yang karenanya akan meningkat- te Financial Performance menggunakan rasio
kan kinerja perusahaan. antara laba/rugi bersih yang dihasilkan per-
Hipotesis penelitian ini dirumuskan se- usahaan terhadap total aset yang digunakan
bagi berikut: perusahaan. Teknik analisis yang di gunakan
H1: Corporate Social Responsibility Practice adalah PLS-SEM dengan menggunakan apli-
berpengaruh positif dan signifikan terha- kasi warpPLS versi 4.0.
dap Intellectual Capital
H2: Corporate Social Responsibility Practice IV. HASIL PENELITIAN DAN
berpengaruh positif dan signifikan ter- PEMBAHASAN
hadap Corporate Financial Performance Berdasarkan data yang diperoleh dari
H3: Intellectual Capital berpengaruh positif Indonesia Capital Market Directory (ICMD)
dan signifikan terhadap Corporate Finan- 2014,dari 496 perusahaan yang listing di BEI
cial Performance terdapat tiga puluh delapan perusahaan ber-
H4: Intellectual Capital memediasi pengaruh gerak di sektor perbankan. Berdasarkan kri-
Corporate Social Responsibility Practi- teria pengambilan sampel sebanyak 21 bank
ce terhadap Corporate Financial Perfor- memenuhi kriteria. Observasi selama tahun
mance 2012-2014 sebanyak 63 annual report. Daf-
tar sampel tersaji pada tabel 1 (lampiran).

4 CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN CORPORATE FINANCIAL PERFORMANCE: INTELLECTUAL


CAPITAL SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
4.1 Pengaruh Corporate Social al Performance diperoleh hasil signifikansi se-
Responsibility Practice terhadap besar <0,001 dan pada nilai b (koefisien jalur)
intellectual capital bernilai positif sebesar 0,360. Hal ini berarti
Hasil pengujian terhadap Corporate Soci- bahwa terdapat pengaruh positif dan signifi-
al Responsibility Practice yang tersaji dalam kan antara intellectual capital terhadap Cor-
tabel 2 (lampiran), diperoleh hasil signifikan- porate Financial Performance. Dari hasil terse-
si sebesar <0,001 danpada nilai b (koefisien but dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian
jalur) bernilai positif sebesar 0,441. Hal ini mampu menerima hipotesis ketiga.Nilai koefi-
berarti bahwa terdapat pengaruh positif dan sien jalur untuk intellectual capital terhadap
signifikan antara Corporate Social Responsi- Corporate Financial Performance mempunyai
bility Practice terhadap intellectual capital. nilai positif sebesar 0,360, yang memberikan
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bah- pengertian bahwa semakin tinggi nilai Intel-
wa pengujian yang dilakukan dapat meneri- lectual capital, maka semakin tinggi pula Cor-
ma hipotesis pertama. Semakin tinggi biaya porate Financial Performance. Hasil penelitian
Corporate Social Responsibility Practice yang ini sejalan dengan penelitian Lin, et. al., 2015;
dikeluarkan oleh perusahaan, maka akan Ariantini, et. al., 2017; Faradina & Gayatri,
menaikkan nilai intellectual capital . Hasil 2016.
penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian
Lin, et. al., 2015 yang dapat membuktikan 4.4 Intellectual capital Memediasi
bahwa Corporate Social Responsibility Practi- Corporate Social Responsibility
ce berpengaruh positif signifikan terhadap in- Practice terhadap Corporate
tellectual capital. Artinya semakin meningkat Financial Performance
Corporate Social Responsibility Practice maka Hasil pengujian menunjukkan bahwa
intellectual capital akan semakin meningkat. koefisien direct effect Corporate Social Res-
ponsibility Practice terhadap Corporate Fi-
4.2 Pengaruh Corporate Social nancial Performance (jalur c) pada model (1);
Responsibility Practice terhadap Gambar 1 adalah sebesar 0,460 dan signi-
Corporate Financial Performance fikan. Hasil estimasi model (2); Gambar 2
Hasil pengujian Corporate Social Res- menunjukkan koefisien indirect effect Corpo-
ponsibility Practice terhadap Corporate Finan- rate Social Responsibility Practice terhadap
cial Performance pada tabel 2 (lampiran), di- Corporate Financial Performance turun men-
peroleh hasil signifikansi sebesar <0,001 dan jadi 0,339 namun tetap signifikan. Hal ini
pada nilai b (koefisien jalur) bernilai positif menunjukkan bentuk partial mediation atau
sebesar 0,339. Hal ini berarti bahwa terda- dengan kata lain Intellectual capitalmemedi-
pat pengaruh positif dan signifikan antara asi secara parsial pengaruh Corporate Soci-
Corporate Social Responsibility Practice ter- al Responsibility Practice terhadap Corporate
hadap Corporate Financial Performance. Ha- Financial Performance. Bentuk partial media-
sil tersebut dapat disimpulkan bahwa peng- tion ini menunjukkan bahwa Intellectual ca-
ujian mampu menerima hipotesis kedua. pitalbukan satu-satunya pemediasi hubung-
Nilai koefisien jalur untuk Corporate Social an Corporate Social Responsibility Practice
Responsibility Practice terhadap Corporate Fi- terhadap Corporate Financial Performance.
nancial Performance diperoleh nilai koefisien Hasil pada Tabel 2 (lampiran) menunjukkan
jalur positif sebesar 0,339, yang memberikan bahwa persyaratan untuk pengujian media-
pengertian bahwa semakin tinggi Corporate si telah terpenuhi yaitu koefisien jalur a, b,
Social Responsibility Practice yang dikeluar- dan c signifikan dengan masing-masing nilai
kan oleh perusahaan, maka nilai Corporate koefisien adalah sebesar 0,441; 0,360; dan
Financial Performance juga semakin tinggi. 0,339. Temuan penelitian ini sejalan dengan
Temuan penelitian ini mendukung penelitian hasil penelitian dari Lin, et. al., 2015.
Lin, et. al., 2015; Ariantini, et. al., 2017; Su-
ciwati, et. al., 2016; Yudharma, et. al., 2016; V. SIMPULAN, KETERBATASAN
dan Bird, 2007. PENELITIAN, DAN SARAN
Hasil penelitian menunjukkan Corporate
4.3 Pengaruh Intellectual capital Social Responsibility Practice berpengaruh po-
terhadap Corporate Financial sitif signifikan terhadap Corporate Financial
Performance Performance dan Intellectual capital memedi-
Pada tabel 2 (lampiran), hasil pengujian asi hubungan Corporate Social Responsibility
Intellectual capitalterhadapCorporate Financi- Practice dan Corporate Financial Performance.

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 5


Hal ini mengindikasikan masyarakat semakin 2006. Beyond Dichotomy: The Culvili-
melihat aktivitas Corporate Social Responsibi- near Relationship Between Social Res-
lity Practice dalam menggunakan produk per- ponsibility and Financial Performance.
bankan sehingga pada akhirnya semakin me- Strategic Management Journal, ISSN:
ningkatkan Corporate Financial Performance. 1101-1122 Issue 27 (2006).
Dalam pelaksanaan Corporate Social Responsi- Barney, J. 1991.Firm resources and sustai-
bility Practice diperlukan Intellectual capital se- ned competitive advantage.J. Manag.,
hingga Corporate Social Responsibility Practice 17, 99–120.
yang di jalankan perusahaan sesuai dengan Bird, R., Hall, A., Momente, F., Reggiani, F.
yang di harapkan dan pada akhirnya mening- 2007. What Corporate Responsibility Ac-
katkan Corporate Financial Performance. tivities Are ValuedBy the Market? J. Bus.
Penelitian ini memiliki beberapa keter- Ethics, 76, 189–206.
batasan yaitu: 1) nilai adjusted R square dari Bitecktine, A., Haack, P. 2015. The macro and
ketiga model penelitian terlalu kecil, 2) sampel micro of legitimacy: Toward a multilevel
yang digunakan dalam penelitian ini hanya theory of thelegitimacy process. Acad. Ma-
perusahaan perbankan dengan periode peng- nag. Rev, 40, 49–75.
amatan tiga tahun. Berdasarkan keterbatasan Bontis, N. 2001. Assessing knowledge assets:
tersebut maka saran untuk penelitian di masa A review of the models used to measure
mendatang adalah: 1) menambahkan variabel intellectualcapital. Int. J. Manag. Rev., 3,
yang lain sangat disarankan untuk penelitian 41–60.
berikutnya, 2) dapat memilih jenis perusahaan Brown, T.J., Dacin, P.A. 1997. The company
yang berbeda dalam pemilihan sampel peneli- and the product: Corporate associati-
tian terutama perusahaan yang lebih sensitif ons and consumerproduct responses.J.
terhadap kegiatan CSRP. Mark, 61, 68–84.
Brown, J.A., Forster, W.R. 2013. corporate
Referensi social responsibility practiceand stake-
Albinger, H.S., Freeman, S.J. 2000.Corpora- holder theory: A tale of Adam Smith.J.
te social performance and attractiveness Bus. Ethics, 112, 301–312.
as an employer todifferent job seeking Carmeli, A., Tishler, A. 2004. The relati-
populations.J. Bus. Ethics, 28, 243–253. onships between intangible organi-
Al Sharairi, Jamal Adel. 2005. The impact of zational elements andorganizational
Environmental Costs on the Competitive performance. Strateg. Manag. J., 25,
Advantage of Pharmaceutical Compani- 1257–1278.
es in Jordan.Middle Eastern Finance and Chang, William S. dan Jasper J, Hsieh. 2011.
Economics, ISSN: 1450-2889 Issue 15 Intellectual Captal and Value Creation Is
(2011). Innovation Capital a missing Link?.Inter-
Ariantini, I.G.A., Yuniarta, G.A., Sujana, E. national Journal of Bussiness and Manage-
2017. Pengaruh Intellectual Capital, Cor- ment, Vol. 6, No. 2.
porate Social Responsibility, dan Good Chen, M.C., Cheng, S.J, and Hwang, Y. 2005.
Corporate Governance Terhadap Kinerja An empirical investigation of the relati-
Perusahaan (Studi Kasus Padda Perusa- onship betweenintellectual capital and
haan Manufactur yang Terdaftar di Bur- firms’ market value and financial perfor-
sa Efek Indonesia Tahun 2011-2015). mance.Journal of IntellectualCapital 6 (2).
E-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ethiraj, S.K., Kale, P., Krishnan, M.S., Singh,
Ganesha Jurusan Akuntansi Program S1. J.V. 2005. Where do capabilities come
Vol. 7, No. 1. from and how dothey matter? A study in
Babalola, Yisau Abiodun. 2012. The impact the software services industry. Strateg.
of Corporate Social Responsibility on Fir- Manag. J., 26, 25–45.
ms Profitability in Nigeria. European Jo- Faradina, I. dan Gayatri. 2016. Pengaruh In-
urnal of Economics, Finance and Adminis- tellectual Capital dan Intellectual Capital
trative Sciences, ISSN: 1450-2275 Issue Disclosure Terhadap Kinerja Keuangan
45 (2012). Perusahaan. E-Jurnal Akuntansi Univer-
Barnett, M. 2007. Stakeholder influence ca- sitas Udayana, Vol. 15.2, Mei, 1623-1653.
pacity and the variability of financial re- Freeman, R.E., and J. McVea. 2001. A Stake-
turns to corporatesocial responsibility. holder Approach to Strategi Manage-
Acad. Manag. Rev. Arch, 32, 794–816. ment, http://www.ssrn.com.
Barnett, Michael L., Robert M. Solomon. Friedman, M. 1970. A friedman doctrine: The

6 CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN CORPORATE FINANCIAL PERFORMANCE: INTELLECTUAL


CAPITAL SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
social responsibility of business is to in- ponsibility and environmental sustaina-
crease it profits. The New York Times Ma- bility. Bus. Soc., 50, 6–27.
gazine, 13 September 1970. Parmar, B.L., Freeman, R.E., Harrison, J.S.,
Gray, R. 2005. Taking a Long View on What Wicks, A.C., Purnell, L., Colle, S.D. 2010.
We Now Know About Social and Environ- State holdertheory: State of the arts.”A-
mental Accountability and Reporting, cad. Manag. Ann., 4, 403–445.
Electronic Journal of Radical Organisation Preston, L.E., O’Bannon, D.P. 1997. The cor-
Theory, Vol. 9, pp. 1-31. porate social-financial performance rela-
Greening, D.W., Turban, D.B. 2000. Corpo- tionship.Bus. Soc., 36, 419–429.
rate social performance as a competitive Pulic, A. 1998. Measuring the performance of
advantage in attractinga quality workfor- intellectual potential in knowledge eco-
ce. Bus. Soc., 39, 254–280. nomy. the 2nd McMaster Word Congress
Haas, M.R., Hansen, M.T. 2005. When using on Measuring and Managing Intellectual
knowledge can hurt performance: The va- Capital, the Austrian Team for Intellec-
lue of organizational capabilities in a ma- tual Potential.
nagement consulting company. Strateg. Russo, A., Perrini, F. 2010. Investigating
Manag. J., 26, 1–24. stakeholder theory and social capital:
Hart, S.L. 1995. A natural-resource-based corporate social responsibility practice in
view of the firm. Acad. Manag. Rev., 20, large firms andSMEs. J. Bus. Ethics, 91,
986–1014. 207–221.
Hill, C.W. and Jones, T.M. 1992. Stakeholder Suciwati, D.P., Pradnyan, D.P.A, Ardina,
Agency Theory, Journal of Management C. 2016. Pengaruh corporate social res-
Studies, Vol. 29, pp. 131-154. ponsibility practiceTerhadap Kinerja Ke-
Jensen, M.C. 2002. Value maximization, uangan. Jurnal Bisnis dan Kewirausaha-
stakeholder theory, and the corporate an, Vol. 12., No. 2, Juli, hal 104-113.
objective function. Bus. Ethics Q., 12, Surroca, J., Tribo, J.A., Waddock, S.
235–256. 2010.“Corporate responsibility and fi-
Lin, C.S., Chang, R.Y., Dang, V.T. 2007. nancial performance: The roleof intang-
Stakeholder influence capacity and the ible resources.”Strateg. Manag. J., 31,
variability of financial returns to corpora- 463–490.
tesocial responsibility. Acad. Manag. Rev. Titisari, Kartika Hendra dan Alviana, Khara.
Arch, 32, 794–816. 2012. Pengaruh environmental perfor-
McWilliams, A., Siegel, D. 2000. Corporate mance terhadap ecomomic performance.
social responsibility and financial perfor- Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia,
mance: Correlationor misspecification? Juni 2012, Volume 9 - No. 1, hal 56 – 67.
Strateg. Manag. J., 21, 603–609. Tu, J.C., Huang, H.S. 2015.Analysis on the
Nuryaman. 2015. The Influence of Intellec- relationship between green accounting
tual Capital on The Firm’s Value with and green design forenterprises.Sustai-
The Financial Performance as Interve- nability,7, 6264–6277.
ning Variable. 2nd Global Conference on Yudharma, A.S., Nugrahanti, Y.W., Kristanto,
Business and Social Science, Bali, Indo- A. B. 2016. Pengaruh Biaya corporate so-
nesia. cial responsibility practice Terhadap Ki-
Orlitzky, M., Schmidt, F.L., Rynes, S.L. 2003. nerja Keuangan dan Nilai Perusahaan.,
Corporate social and financial perfor- Derema Jurnal Manajemen, Vol. 11 No. 2,
mance: A meta-analysis. Organ. Stud., September, hal 171-190
24, 403–441.
Orlitzky, M., Siegel, D.S., Waldman, D.A. www.idx.co.id
2011. Strategic corporate social res- http://www.ssrn.com

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 7


LAMPIRAN

Tabel 1. Daftar Sampel


NO. KODE NAMA BANK
1. AGRO PT. BRI Agroniaga, Tbk
2. BAEK PT. Bank Ekonomi Raharja, Tbk
3. BBCA PT. Bank Central Asia, Tbk
4. BBKP PT. Bank Bukopin, Tbk
5. BBNI PT. Bank Negara Indonesia, Tbk
6. BBNP PT. Bank Nusantara Parahyangan, Tbk
7. BBRI PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk
8. BBTN PT. Bank Tabungan Negara (Pesero), Tbk
9. BDMN PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk
10. BJBR PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat, Tbk
11. BMRI PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk
12. BNII PT. Bank Internasional Indonesia, Tbk
13. BSIM PT. Bank Sinarmas, Tbk
14. BSWD PT. Bank Swadesi, Tbk
15. BTPN PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk
16. BVIC PT. Bank Victoria International, Tbk
17. INPC PT. Bank Artha Graha Internasional, Tbk
18. MEGA PT. Bank Mega, Tbk
19. PNBN PT. Bank Pan Indonesia, Tbk
20. SDRA PT. Bank Woori Saudara Indonesia, Tbk

Tabel 2. Hasil Pengujian Hipotesis: Pengaruh Mediasi


Direct Effect Indirect Effect
Jalur Remark
Coefficient p-value Coefficient p-value
CSRP IC 0, 441 <0,001 H1 is accepted
IC  CFP 0,360 <0,001 H2 is accepted
CSRP CFP 0,461 <0,01 0,339 <0,001 H3 is accepted
Indikator Model Fit
Average Path Coefficient (APC) 0,461 <0,001 0,380 <0,001
Average R-square (ARS) 0,212 0,006 0,261 0,001
Average Variance Inflation 1,000 1,128
Factor (AVIF)
Sumber: Hasil olahan warpPls (2017)

Catatan: *, **, and *** menunjukkan tingkat signifikansi (one-tailed) at the 0,10; 0,05;
and 0,01.

8 CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN CORPORATE FINANCIAL PERFORMANCE: INTELLECTUAL


CAPITAL SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
CSRP β=0.46 CFP
(F)1i (P</01) (F)1i
R2=0.21

Gambar 1. Model Pertama : Pengujian Pengaruh Mediasi


(Pengaruh Langsung Corporate Social Responsibility Practice terhadap Corporate
Financial Performance)

IC
(F)1i
R2=0.19
β=0.44 β=0.36
(P</01) (P</01)

CSRP β=0.34 CFP


(F)1i (P</01) (F)1i
R2=0.33

Gambar 2. Model Kedua: Pengujian Pengaruh Mediasi


(Pengaruh Tidak Langsung Corporate Social Responsibility Practice terhadap
Corporate Financial Performance Melalui IC)

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 9


BURNOUT PADA KONSULTAN PAJAK PROVINSI BALI

Ketut Budiartha1
I Gusti Ayu Nyoman Budiasih2
Ida Bagus Darsana3
1,2,3
(Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana)
1
email: budiartha_iketut@yahoo.co.id

Abstract

The type of stress that affects negative or dysfunctional (distress) on performance is called bur-
nout. Role stressors as the cause of stress due to the role of role conflict, role ambiguity, and
role overloads are factors that can affect burnout. This study aims to provide empirical evidence
and discuss about the influence of role conflict, role ambiguity, and role overloads on burno-
ut experienced by tax consultants. Role theory is used as the main theory that learned about
the behavior in accordance with the position performed in the work environment and society.
Population in this research is all tax consultants who work at Tax Consultant Office in Bali Pro-
vince which have license of practice according to IKPI Directory year 2015. The research sample
is determined by choosing purposive sampling method. The measurement instrument used in
this research is questionnaire. Multiple linear regression analysis is a data analysis technique
used in this study. The results showed tax consultants who experienced a burnout due to tax
consultants experience role conflict, role ambiguity, and role overload in running the profession.

Keywords: burnout, role conflict, role ambiguity, role overload, tax consultant

I. PENDAHULUAN Peranan Konsultan Pajak sangat diharapkan


Self assessment system membebaskan oleh masyarakat untuk dapat membantu
wajib pajak untuk melakukan sendiri proses memenuhi hak dan kewajiban perpajakan
perhitungan, pembayaran, serta pelaporan bagi wajib pajak. Sebagai pihak yang profe-
pajak terutangnya. Kondisi tersebut mem- sional, konsultan pajak akan memberikan
buat banyak wajib pajak yang melakukan pemahaman, pembinaan serta perencanaan
kewajiban pajak tidak sesuai dengan atur- yang matang sehingga kewajiban perpajakan
an perpajakan dan banyak juga wajib pajak dapat terlaksana dengan baik.
yang kurang memahami aturan perpajakan. Berdasarkan fenomena tersebut banyak
Hal ini mengakibatkan sering terjadi salah wajib pajak yang memerlukan konsultan
tafsir atas aturan perpajakan. Selain itu juga pajak untuk mengarahkan dan membantu
dikarenakan terlalu banyaknya aturan per- wajib pajak menangani kewajiban perpajak-
pajakan dan seringnya perubahan aturan annya. Kondisi tersebut akan membuat kon-
perpajakan. sultan pajak memerlukan waktu extra dalam
Minimnya informasi tentang perpajakan, membina wajib pajak yang menjadi kliennya.
pandangan masyarakat yang menganggap Hal tersebut menyebabkan terjadinya overlo-
pajak tersebut sesuatu hal yang menakut- ad beban kerja bagi konsultan pajak. Kon-
kan dan merugikan mengakibatkan rendah- sultan pajak secara langsung dan tidak lang-
nya kesadaran wajib pajak untuk memenuhi sung memberikan edukasi mengenai aturan
kewajiban perpajakannya. Mengatasi hal ter- perpajakan. Banyak hal yang dihadapi kon-
sebut, maka diperlukan bantuan konsultan sultan pajak dalam mengedukasi wajib pa-
pajak untuk dapat memberikan solusi atas jak, di antaranya keinginan setiap wajib pa-
permasalahan wajib pajak. Konsultan pajak jak, masalah perpajakan yang dihadapi oleh
membantu wajib pajak melakukan kewajiban wajib pajak dan karakter wajib pajak yang
perpajakan berupa perhitungan, pembayar- berbeda-beda, sehingga hal tersebut menja-
an dan pelaporan kewajiban perpajakannya. di salah satu pemicu stress. Selain tuntutan
Selain itu konsultan pajak juga dapat mewa- dari wajib pajak tersebut, perbedaan penda-
kili wajib pajak dalam hal pemeriksaan pajak pat antara wajib pajak dengan pihak fiskus
ataupun pengadilan pajak. Bantuan konsul- juga merupakan situasi di mana konsultan
tan pajak juga berperan dalam peningkatan pajak tidak dapat lepas dari tekanan peran
kesadaran wajib pajak dalam memahami (role stress) dalam pekerjaan.
kewajiban perpajakannya (Ernawati, 2008). Konsultan pajak merupakan individu

10 BURNOUT PADA KONSULTAN PAJAK PROVINSI BALI


yang sangat rentan terhadap gejala stress dapat mencari solusi untuk mencegah ter-
karena seringkali giat bekerja, agresif, per- jadinya burnout sehingga kinerja konsultan
feksionis dan bertanggungjawab pada pe- pajak akhirnya tidak mengalami penurunan.
kerjaannya. Konsultan pajak berada di Berdasarkan latar belakang masalah ter-
bawah tekanan untuk menyajikan peker- sebut, maka dapat dirumuskan permasalah-
jaan yang berkualitas dan seringkali beker- an penelitian ini adalah bagaimanakah pe-
ja dalam batasan anggaran yang ketat un- ngaruh role conflict, role ambiguity, dan role
tuk menyelesaikan pekerjaan dengan waktu overload pada burnout yang dihadapi konsul-
yang sesingkat mungkin. Hal tersebut me- tan pajak di Kantor Konsultan Pajak se-Pro-
rupakan pemicu terjadinya stress bagi para vinsi Bali?
konsultan pajak.
Tipe stress yang berdampak negatif atau II. TINJAUAN TEORETIS DAN
disfungsional (distress) pada kinerja disebut PENGEMBANGAN HIPOTESIS
dengan istilah burnout (Utami dan Nahartyo, Teori yang mendukung penelitian ini
2013). Burnout merupakan istilah yang per- adalah teori peran (role theory) yang dike-
tama kali dikemukakan oleh Freudenberger mukakan oleh Kahn dkk. (1964). Teori Peran
(1974) yang merupakan representasi dari menjelaskan interaksi yang dilakukan oleh
sindrom stres secara psikologis. Burnout me- individu yang memainkan perannya dalam
rupakan sindrom kelelahan, baik secara fi- sebuah organisasi. Teori Peran mempelajari
sik maupun mental yang termasuk di dalam- perilaku sesuai dengan posisi yang dilaku-
nya berkembang konsep diri yang negatif, kan di lingkungan kerja maupun masyara-
kurangnya konsentrasi serta perilaku kerja kat. Model ini didasarkan pada pengamatan
yang negatif (Pines dan Maslach, 1993). Bur- bahwa orang berperilaku dengan cara yang
nout menyebabkan performance seseorang dapat diprediksi, dan bahwa perilaku indi-
menurun (Cordes dan Dougherty, 1993). vidu adalah konteks tertentu, berdasarkan
Faktor penyebab burnout adalah role cha- posisi sosial dan faktor lainnya. Mereka me-
racteristic, yang dibagi menjadi tiga, yaitu (1) nyatakan perilaku peran dan harapan akan
role conflict, yang berkaitan dengan konflik suatu peran seseorang dapat dipengaruhi
jabatan atau peran dalam pekerjaan dengan oleh lingkungan organisasi.
harapan diri; (2) role ambiguity, berkaitan Profesi akuntan merupakan salah satu
dengan kejelasan akan tugas yang harus di- dari sepuluh profesi yang mengandung ting-
kerjakan sesuai dengan deskripsi kerja, dan kat stress tertinggi di Amerika Serikat (Cohen
(3) role overloads/underload, berhubungan et al., 1988). Penyebab stress yang dialami
dengan banyak dan sedikitnya pekerjaan oleh profesi akuntan adalah terperangkap
yang diberikan (Greenhaus et al., 2000). Jadi dalam situasi yang tidak dapat lepas dari te-
kecenderungan konsultan pajak mengalami kanan peran (role stress) dalam pekerjaan.
burnout disebabkan ketiga karakteristik te- Kondisi ketidakberdayaan untuk memperta-
kanan peran yang terdiri dari role conflict, hankan kelanjutan pekerjaan karena an-
role ambiguity, dan role overload yang dia- caman situasi dari suatu pekerjaan dapat
lami dalam menjalankan profesinya. menjadi pemicu stress. Praktisi pajak meru-
Stres yang berdampak negatif (burnout) pakan komponen integral dari profesi akun-
bagi para konsultan pajak tersebut yang di- tan, sehingga konsultan pajak juga rentan
perkirakan dipengaruhi oleh tekanan peran- mengalami stress dalam menjalankan profe-
annya haruslah diketahui penyebab masa- sinya (Stuebs et al., 2010). Fenomena stress
lahnya dengan pasti sehingga nantinya di- yang dialami oleh para profesi akuntan dapat
harapkan dapat diberikan solusi pemecahan dicermati di lingkungan kerjanya, salah satu-
masalahnya. Burnout dapat dialami oleh se- nya adalah Kantor Konsultan Pajak. Bervari-
seorang yang mengalami sindrom kelelahan asinya jasa yang dapat diberikan oleh kon-
hingga menyebabkan kinerja yang kurang sultan pajak dapat menimbulkan terjadinya
produktif dan perilaku kerja cenderung ne- berbagai macam tekanan kerja. Konsultan
gatif. Temuan ini diharapkan dapat menja- pajak merupakan individu yang sangat ren-
di pertimbangan pihak manajemen Kantor tan terhadap gejala stres karena seringkali
Konsultan Pajak (KKP) untuk membuat atur- giat bekerja, agresif, perfeksionis dan ber-
an atau pola kerja yang dapat meminimalisir tanggungjawab terhadap pekerjaannya. Kon-
terjadinya burnout. Dengan mengetahui dan sultan pajak berada di bawah tekanan untuk
memahami faktor yang dapat mempengaruhi menyajikan pekerjaan yang berkualitas dan
terjadinya burnout, nantinya diharapkan seringkali bekerja dalam batasan anggaran

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 11


yang ketat untuk menyelesaikan pekerjaan ngurasan energi dan kelelahan mental yang
dengan waktu yang sesingkat mungkin (Seti- berakibat pada peningkatan tingkat emosi-
awan Imam, 2009). onal seseorang yang diakibatkan tingginya
Burnout adalah tipe stress yang dapat role ambiguity yang dialami (Maslach, 1982).
menimbulkan dampak negatif (distress) da- Role ambiguity berpengaruh positif pada bur-
lam kinerja seseorang (Utami dan Nahrtyo, nout (Murtiasri dan Ghozali, 2006; Jones et
2013). Burnout dapat dialami oleh seseorang al., 2010; Forgaty et al., 2000).
yang mengalami sindrom kelelahan hing- H2: Role ambiguity berpengaruh positif pada
ga menyebabkan kinerja yang kurang pro- burnout konsultan pajak
duktif dan perilaku kerja cenderung negatif Tipe konflik peran yang terjadi ketika harap-
(Pines dan Maslach, 1993). Faktor penye- an untuk pemegang peran dapat digabung-
bab burnout adalah role characteristic, yang kan tetapi kinerjanya sudah melebihi waktu
dibagi menjadi tiga, yaitu role conflict yang yang ditentukan untuk melaksanakan kegi-
berkaitan dengan konflik jabatan atau peran atan tersebut disebut role overload (Mondy et
dalam pekerjaan dengan harapan diri, role al., 1990). Fogarty et al. (2000), Murtiasri dan
ambiguity berkaitan dengan kejelasan akan Ghozali (2006) dan Jones et al. (2010) mem-
tugas yang harus dikerjakan sesuai dengan berikan dukungan empiris pada hubungan
deskripsi kerja dan role overload/underload antara role overloads dan kelelahan. Dalam
berhubungan dengan banyak dan sedikitnya profesi akuntan, peningkatan beban kerja
pekerjaan yang diberikan (Greenhaus et al., terjadi pada beberapa periode kritis (saat au-
2000). dit terjadi, pelaporan pajak yang jatuh tem-
Role conflict terjadi ketika antara harapan po, dan layanan profesional dalam tuntutan
peran yang dimainkan seseorang mengalami tinggi) adalah penyebab utama stres. Akun-
ketidakcocokan sehingga pemenuhan harap- tan pada masa sibuk ini bekerja lebih dari
an untuk satu peran mengakibatkan kesulit- sepuluh jam sehari selama sebulan (Jones
an untuk memenuhi peran lainnya (Wiryathi, et al., 2010). Sweeney dan Summer (2002)
2014). Role Conflict merupakan konflik atau menemukan bahwa pada akhir musim sibuk
kebingungan yang terjadi karena munculnya bagi profesi akuntan mengalami peningkat-
dua perintah atau lebih yang datang secara an emotional exhaustion secara signifikan.
berturut turut tetapi tidak konsisten. Hal ini Penelitian yang menemukan adanya penga-
akan membuat seseorang akan bekerja lebih ruh positif role overload pada burnout seperti
extra dari biasanya untuk memenuhi kebu- dalam penelitian Forgaty et al. (2000) serta
tuhan tersebut. Jika keadaan seperti itu te- Murtiasri dan Ghozali (2006).
rus berlanjut, maka seseorang dapat meng- H3: Role overloads berpengaruh positif pada
alami burnout (Maslach, 1982 dalam Forgaty burnout konsultan pajak
et al., 2000). Role conflict berpengaruh positif Penelitian ini dilakukan untuk menguji pe-
dengan kelelahan emosional yang dirasakan ngaruh role conflict, role ambiguity, dan role
ketika mengalami burnout (Maslach dan Jac- overloads pada burnout yang dialami konsul-
kson, 1981). Role conflict berpengaruh positif tan pajak di Kantor Konsultan Pajak Provin-
pada burnout (Murtiasri dan Ghozali, 2006; si Bali. Alasan dipilihnya konsultan pajak
Forgaty et al., 2000). pada Kantor Konsultan Pajak (KKP) sebagai
H1: Role conflict berpengaruh positif pada responden dikarenakan konsultan pajak me-
burnout konsultan pajak rupakan salah satu profesi akuntan yang
Tidak memiliki arah yang jelas mengenai mengalami tingkat stress yang cukup tinggi.
harapan akan perannya dalam suatu or-
ganisasi merupakan salah satu gejala ambi- III. METODE PENELITIAN
guitas peran (Yousef, 2002). Role ambiguity Penelitian ini merupakan penelitian em-
merupakan kondisi stress yang di sebabkan piris untuk menguji pengaruh role stress
oleh kebingungan karena ekspektasi peran yang diproksikan oleh role conflict, role am-
tidak dipahami secara jelas dan tidak adanya biguity, dan role overloads pada burnout. Va-
informasi yang memadai yang diperlukan riabel-variabel dalam penelitian sebelumnya
seseorang untuk memenuhi peran mereka dikombinasikan dalam penelitian ini guna
secara memuaskan (Wiryathi, 2014). Jack- memperoleh hasil penelitian dengan dimensi
son et al. (1986) dalam Utami dan Nahartyo objek, waktu dan tempat yang berbeda (con-
(2013) menyatakan role ambiguity yang ting- firmatory research).
gi mengarah pada kelelahan emosional yang Berdasarkan pokok permasalahan dan
merupakan salah satu dimensi burnout. Pe- hipotesis yang dirumuskan, maka variabel

12 BURNOUT PADA KONSULTAN PAJAK PROVINSI BALI


yang dianalisis dalam penelitian ini ada dua sa lelah. Syndrom lainnya yang dirasakan
jenis yaitu variabel bebas (independent vari- oleh fisik antara lain mudah terserang sa-
able) yaitu variabel yang mempengaruhi atau kit kepala, sulit tidur dan perubahan pada
menjadi penyebab berubahnya atau tim- pola makan. Emotional exhaustion ditandai
bulnya variabel terikat (dependent variable) dengan depresi, merasa tidak berdaya, dan
yaitu suatu variabel yang dipengaruhi atau merasa terkukung dengan pekerjaannya;
menjadi akibat adanya variabel bebas. Pada (2) Depersonalization. Depersonalisasi ada-
penelitian ini variabel bebas yang digunakan lah suatu kondisi yang dialami oleh pende-
yaitu: Role Conflict, Role Ambiguity, dan Role rita burnout di mana munculnya kelelahan
Overloads. Variabel terikat yang digunakan dalam melakukan hubungan sosial dengan
adalah Burnout konsultan pajak se-provinsi orang lain. Penderita biasanya menunjukkan
Bali. sikap negatif seperti sinis, apatis pada orang
Brief et al. (1980) dalam Nimran lain; (3) Feeling of low personal accomplish-
(2004:101) mendefinisikan Role Conflict se- ment. Orang yang mengalami burnout merasa
bagai the incongruity of expectation associ- bahwa dirinya tidak mampu menyelesaikan
ated with a role. Jadi Role Conflict adalah tugas-tugasnya, tidak mampu memberikan
adanya ketidakcocokan antara harapan- yang terbaik dari dirinya dan merasa bahwa
harapan yang berkaitan dengan suatu pe- tidak akan mungkin meraih sukses di masa
ran. Secara lebih spesifik Leigh et al. (1988) depan.
dalam Nimran (2004:102) menyatakan Role Penelitian ini menggunakan seluruh kon-
conflict is the result of an employee facing sultan pajak pada Kantor Konsultan Pajak
the inconsistent expectations of various par- (KKP) Provinsi Bali sebagai populasi dalam
ties or personal needs, values, etc. Artinya, penelitian ini. KKP di Provinsi Bali yang telah
Role Conflict itu merupakan hasil dari keti- memiliki izin praktek sesuai Direktori IKPI
dakkonsistenan harapan-harapan berbagai (2015), serta masih berstatus aktif dan tidak
pihak atau persepsi adanya ketidakcocokan dibatasi jabatannya, baik sebagai Part-
antara tuntutan peran dengan kebutuhan, ner, Manajer/Asisten Manajer, Supervisor,
nilai-nilai individu dan sebagainya. dan konsultan junior. Pengambilan sampel
Yousef (2002) mendeskripsikan ambigu- menggunakan purposive sampling method,
itas peran sebagai situasi di mana individu yaitu pengambilan sampel secara tidak acak
tidak memiliki arah yang jelas mengenai ha- dengan berdasarkan atas kriteria–kriteria ter-
rapan akan perannya dalam organisasi. Am- tentu. Adapun kriteria yang dijadikan dasar
biguitas peran muncul ketika seorang karya- pemilihan anggota sampel pada penelitian
wan merasa bahwa terdapat banyak sekali ini adalah sebagai berikut: (1) masih bersta-
ketidakpastian dalam aspek-aspek peran tus aktif yang tidak dibatasi jabatannya, baik
atau keanggotaan karyawan tersebut dalam sebagai Partner, Manajer/Asistant manager,
kelompok (Lapopolo, 2002). Supervisor, maupun konsultan junior; (2)
Role overloads merupakan tipe konflik sekurang-kurangnya memiliki masa kerja
peran yang lebih kompleks, terjadi ketika minimal 1 tahun karena menurut Sweeney
harapan yang dikirimkan pada pemegang dan Summer (2002) bahwa pada akhir musim
peran dapat digabungkan akan tetapi kiner- sibuk bagi profesi akuntansi mengalami pe-
janya melampaui jumlah waktu yang terse- ningkatan emotional exhaustion secara signi-
dia bagi orang yang melaksanakan aktivitas fikan. Apabila sudah bekerja minimal 1 tahun
yang diharapkan (Mondy et al., 1990:490). maka sudah pernah mengalami pelaporan
Burnout adalah sindrom psikologis SPT tahunan yang dimana merupakan mu-
yang disebabkan adanya rasa kelelah- sim sibuk bagi konsultan pajak.
an yang luar biasa baik secara fisik, men- Lokasi penelitian dilakukan pada Kantor
tal, maupun emosional, yang menyebabkan Konsultan Pajak (KKP) Provinsi Bali. Waktu
seseorang terganggu dan terjadi penurunan penelitian adalah tahun 2015. Pengambilan
pencapaian prestasi pribadi. Maslach dan lokasi penelitian di KKP Provinsi Bali, dika-
Jackson (Reggio, 1993) menyebutkan tiga in- renakan konsultan pajak merupakan salah
dikator burnout, yaitu emotional exhaustion, satu profesi akuntan yang mengalami ting-
depersonalization, dan low of performance. kat stress yang cukup tinggi.
Baron dan Grenberg (2003) membagi burno- Syarat agar teknik analisis data dapat
ut menjadi tiga, yaitu: (1) Physical exhaustion berjalan dengan baik dan akurat, terlebih
dan Emotional exhaustion. Ditandai dengan dahulu dilakukan pengujian instrumen pe-
penurunan energi tubuh dan mudah mera- nelitian. Hal tersebut menjadi syarat agar

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 13


teknik analisis data dapat berjalan dengan esioner yang digunakan pada penelitian ini
baik dan semestinya. Model regresi harus merupakan kuesioner yang diadopsi dari pe-
diuji terlebih dahulu melalui uji asumsi kla- nelitian terdahulu. Pengujian konflik peran
sik sebelum dianalisis dengan teknik regresi (role conflict), ambiguitas peran (role ambigu-
agar memenuhi kriteria Best Linear Unbia- ity), kelebihan beban kerja (role overloads),
sed Estimator (BLUE). Model regresi dapat dan Burnout diukur dengan mengadopsi
dinyatakan baik apabila telah memenuhi kuesioner dari Wiryathi (2014). Skala peng-
kriteria tersebut. Penelitian ini mengguna- ukuran instrumen didasarkan pada tang-
kan analisis regresi linier berganda. Uji re- gapan subjek dengan penilaian pada skala
gresi linier berganda dalam penelitian me- Likert-type tujuh poin. Skala pengukuran di-
rupakan alat untuk menghitung besarnya mulai dari angka 1 (sangat tidak setuju atau
pengaruh role conflict, role ambiguity, dan sangat kecil atau jarang sekali) sampai ang-
role overloads pada burnout. ka 7 (sangat setuju atau sangat besar atau
Uji regresi linier berganda dalam pene- hampir setiap hari). Alasan menggunakan
litian ini digunakan untuk menghitung be- skala Likert 7 poin, pemilihan kategori dalam
sarnya pengaruh role conflict, role ambiguity, kuesioner akan menjadi lebih spesfik (Mus-
dan role overloads pada burnout. Pengolah- tafa, 2009).
an analisis regresi linier berganda menggu-
nakan program Statistical Package for Social IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Science (SPSS) for Windows dengan rumus Konsultan Pajak adalah reponden dalam
menurut Sugiyono (2012): penelitian ini, sebanyak 244 kuesioner dise-
barkan dan hanya 185 kuesioner yang dapat
Y = a + b1X1+ b2X2+ b3X3+ e..…..1) digunakan dalam penelitian ini. Sugiyono
Keterangan: (2010) menyatakan bahwa ukuran sampel
Y = Burnout minimum yang layak dalam penelitian ada-
a = Nilai Konstanta lah 30, sehingga penelitian ini layak untuk
X1 = role conflict dilanjutkan.
X2 = role ambiguity Statistik deskriptif dapat memberikan
X3 = role overloads informasi tentang karateristik variabel pe-
b = koefisien regresi nelitian khususnya mengenai mean dan
standard deviation. Tabel 1 menunjukkan
Instrumen pengukuran yang digunakan statistik deskriptif dari variabel-variabel
dalam penelitian ini adalah kuesioner. Ku- yang diteliti.

Tabel 1
Hasil Statistik Deskriptif
Variabel N Min. Max. Mean Standar deviation
Role Conflict (X1) 190 7 29 13,38 6,06
Role Ambiguity (X2) 190 6 23 10,33 5,49
Role Overload (X3) 190 3 12 5,34 2,76
Burnout (Y) 190 22 87 41,44 18,38
Sumber: Data primer, 2017

Hasil statistik deskriptif pada Tabel 1 me- 3, nilai maksimum 12 serta nilai rata-rata
nunjukkan kecenderungan variabel role con- sebesar 5,34. Memiliki arti bahwa rata-rata
flict memiliki nilai minimum sebesar 7, nilai responden cenderung mengalami role overlo-
maksimum 29 serta nilai rata-rata sebesar ad yang rendah. Nilai standar deviation tidak
13,38. Memiliki arti bahwa rata-rata respon- mendekati atau melebihi nilai mean, dapat di-
den cenderung mengalami role conflict yang interpretasikan bahwa responden dalam pe-
rendah. Variabel role ambiguity memiliki nilai nelitian ini memiliki persepsi yang cenderung
minimum sebesar 6, nilai maksimum 23 ser- sama terhadap variabel role conflict, role ambi-
ta nilai rata-rata sebesar 10,33. Memiliki arti guity, dan role overload dan burnout.
bahwa rata-rata responden cenderung meng- Semua butir pernyataan dalam penelitian
alami role ambiguity yang rendah. Variabel ini dinyatakan valid untuk digunakan. Instru-
role overload memiliki nilai minimum sebesar men penelitian yang valid berarti instrumen

14 BURNOUT PADA KONSULTAN PAJAK PROVINSI BALI


yang tepat untuk mengukur sesuatu yang dak layak untuk dilanjutkan atau digunakan
akan diukur. Alat ukur dalam penelitian ini jika tidak lolos uji asumsi klasik Pengujian
sudah reliabel (andal). Uji ini menggunakan normalitas, multikolinearitas dan heteroke-
uji statistik Cronbach Alpha. Suatu varia- dastisitas yang menunjukan tidak terdapat
bel dikatakan reliabel jika memberikan nilai masalah data dari segi normalitas, multikoli-
Cronbach Alpha (α) > 0,70 (Ghozali, 2013). neritas, dan heteroskedastisitas.
Alat ukur dalam penelitian ini sudah reli- Pengujian hipotesis dapat dilihat pada
abel (andal). Uji ini menggunakan uji statistik Tabel 2 dengan menggunakan analisis re-
Cronbach Alpha. Suatu variabel dikatakan re- gresi linier berganda. Pengolahan analisis
liabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha regresi berganda dengan menggunakan Sta-
(α) > 0,70 (Ghozali, 2013). tistical Package for Social Science (SPSS) for
Model regresi yang baik diharapkan ti- Windows. Hasil dari analisis menunjukkan
dak menghasilkan hasil yang bias, sehing- adanya pengaruh positif role conflict, role am-
ga sebelum dianalisis dengan teknik regresi biguity, dan role overload pada burnout yang
maka model persamaan regresi harus mela- dialami konsultan pajak di Provinsi Bali da-
lui uji asumsi klasik. Suatu model regresi ti- lam menjalani profesinya.

Tabel 2
Hasil Regresi Linear Berganda
Unstandardized Standardized
Hasil Uji
Variabel coefficients coefficients P - Value
Hipotesis
B Std. Error Beta
Constant 2,513 1,116 0,026
Berpengaruh
Role Conflict (X1) 0,684 0,124 0,225 0,000
Signifikan
Berpengaruh
Role Ambiguity (X2) 1,106 0,142 0,330 0,000
Signifikan
Berpengaruh
Role Overload (X3) 1,057 0,273 0,159 0,000
Signifikan
R-square 0, 896
Adjusted R-square 0, 894
F-hitung 384,883
Signifikansi 0,000
Sumber: Data Primer diolah, 2017

Persamaan regresi berganda yang dapat arti bahwa role conflict berpengaruh positif
dijabarkan dari Tabel 2 sebagai berikut: pada burn­out, atau semakin tinggi role confli-
Y = 2,513 + 0,684X1 + 1,106X2+ 1,057X3 ct yang dialami konsultan pajak maka sema-
Nilai konstanta positif (2,513), memiliki kin tinggi kecenderungan terjadinya burn­out,
arti bahwa jika nilai variabel bebas sama de- maka hipotesis pertama (H1) diterima.
ngan nol, maka konsultan pajak di Provinsi Role Conflict merupakan konflik atau ke-
Bali sudah mengalami burnout. Nilai signifi- bingungan yang terjadi karena munculnya
kasi F sebesar 0,000 lebih kecil dari α = 0,05, dua perintah atau lebih yang datang secara
yang berarti model yang digunakan dalam berturut turut tetapi tidak konsisten. Hal ini
penelitian ini telah layak (fit). Besarnya Ad- akan membuat seseorang akan bekerja lebih
justed R2 adalah sebesar 0,894. Nilai tesebut extra dari biasanya untuk memenuhi kebu-
menunjukkan bahwa 89,4% dari burnout tuhan tersebut. Konflik peran juga terjadi ke-
yang dialami konsultan pajak di Bali dijelas- tika dilaksanakan satu peran tertentu mem-
kan oleh variabel role conflict, role ambiguity, buatnya kesulitan memenuhi harapan peran
dan role overload. Sedangkan sisanya tidak yang satunya karena cara untuk memenuhi
dijelaskan dalam model penelitian ini. setiap peran tersebut saling bertentangan
Hipotesis pertama (H1) menyatakan bah- (Koustelios et al., 2004)
wa Role conflict berpengaruh positif pada bur- Konsultan pajak mengalami situasi Bo-
nout konsultan pajak. Hasil uji statistik pada undary Spanning Activites (BSA) yang sangat
Tabel 2 menunjukkan nilai koefisien regresi berpotensi mengalami tekanan peran. Sese-
sebesar 0,684 dan P-Value 0,000. Memiliki orang yang berada dalam situasi boundary

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 15


spanning activites akan berpotensi untuk dan tidak adanya informasi yang memadai.
mengalami tekanan peran (Agustina, 2009). Maslach et al. (2001) berpendapat bahwa
Hal tersebut disebabkan karena interaksi arahan dan tujuan yang tidak jelas berkon-
yang dilakukan dengan berbagai macam in- tribusi terhadap timbulnya burnout.
dividu yang memiliki berbagai harapan dan Penelitian ini memberikan hasil senada
keinginan. Hal tersebut dapat memicu ter- dengan penelitian Maslach (1981) dengan ha-
jadinya konflik peran di mana pemenuhan sil role ambiguity berpengaruh positif dengan
harapan dari suatu peran akan membuat kelelahan emosional yang dirasakan ketika
pemenuhan terhadap peran lain lebih su- mengalami burnout. Serta penelitian Jones et
lit. Jika keadaan seperti itu terus berlanjut, al. (2010), Forgaty et al. (2000) serta Murtias-
maka seseorang dapat mengalami burnout ri dan Ghozali (2006) yang memberikan hasil
(Maslach, 1982 dalam Forgaty et al., 2000). senada dengan penelitian ini. Secara umum,
Penelitian ini memberikan hasil senada hasil penelitian ini menunjukkan semakin
dengan penelitian yang dilakukan oleh Mas- tinggi role ambiguity yang dialami konsultan
lach dan Jackson (1981) ditemukan hubung- pajak, maka semakin tinggi kecenderungan
an antara tingginya role conflict dengan aspek terjadinya burnout.
kelelahan emosional dalam burnout. Serta Hipotesis ketiga (H3) menyatakan bahwa
penelitian Jones et al. (2010), Forgaty et al. role overload berpengaruh positif pada bur-
(2000) serta Murtiasri dan Ghozali (2006) nout konsultan pajak. Hasil uji statistik pada
yang memberikan hasil senada dengan pe- Tabel 2 menunjukkan nilai koefisien regresi
nelitian ini. Secara umum, hasil penelitian sebesar 1,057 dan P-Value 0,000. Hal terse-
ini menunjukkan semakin tinggi role conflict but memiliki arti bahwa role overload berpe-
yang dialami konsultan pajak, maka sema- ngaruh positif pada burnout, atau semakin
kin tinggi kecenderungan terjadinya burnout. tinggi role overload yang dialami konsultan
Hipotesis kedua (H2) menyatakan bahwa pajak maka semakin tinggi kecenderungan
role ambiguity berpengaruh positif pada bur- terjadinya burnout, maka hipotesis ketiga
nout konsultan pajak. Hasil uji statistik pada (H3) diterima.
Tabel 2 menunjukkan nilai koefisien regresi Role overloads terjadi ketika pekerja be-
sebesar 1,106 dan P-Value 0,000. Memiliki kerja melebihi waktu yang sudah ditetap-
arti bahwa role ambiguity berpengaruh posi- kan akibat tingginya beban dalam pekerjaan
tif pada burnout, atau semakin tinggi role am- (Robbins dan Judge, 2009). Hal tersebut me-
biguity yang dialami konsultan pajak maka nyebabkan tuntutan dalam pekerjaan men-
semakin tinggi kecenderungan terjadinya jadi tinggi dan mengakibatkan pekerja akan
burnout, maka hipotesis kedua (H2) diterima. melakukan lembur untuk memenuhi tun-
Role ambiguity merupakan kondisi stress tutan tersebut. Pada profesi akuntansi, pe-
yang di sebabkan oleh kebingungan karena ningkatan beban kerja terjadi pada beberapa
ekspektasi peran tidak dipahami secara jelas periode kritis (saat audit terjadi, pelaporan
dan tidak adanya informasi yang memadai pajak yang jatuh tempo, dan layanan profesi-
yang diperlukan seseorang untuk memenuhi onal dalam tuntutan tinggi) adalah penyebab
peran mereka secara memuaskan (Wiryat- utama stres.
hi 2014). Jackson et al. (1986) dalam Utami Akuntan pada masa sibuk ini bekerja le-
dan Nahartyo (2013) menyatakan role ambi- bih dari sepuluh jam sehari selama sebulan
guity yang tinggi mengarah pada kelelahan (Jones et al., 2010). Sweeney dan Summer
emosional yang merupakan salah satu di- (2002) menemukan bahwa pada akhir mu-
mensi burnout. Menurut Robbin dan Judge sim sibuk bagi profesi akuntansi mengalami
(2009), role ambiguity dirasakan di mana su- peningkatan emotional exhaustion secara
atu ekspektasi peran tidak dapat dipahami signifikan. Role overloads akan terjadi keti-
dengan jelas dan pekerja merasa bingung ka konsultan pajak berada pada keadaan di
dalam mengambil suatu tindakan. Rizzo et mana tuntutan dan beban dalam pekerjaan
al. (1970) menyatakan tugas dan tanggung- yang dilakukan tidak sesuai dengan waktu
jawab setiap posisi dalam suatu organisasi yang dimiliki.
formal harus dijabarkan dengan jelas. Penelitian ini memberikan hasil senada
Kurangnya arahan dan bimbingan dari dengan penelitian yang menemukan adanya
supervisor atau atasan dapat membuat sese- pengaruh positif role overloads pada burnout
orang mengalami role ambiguity. Hal itu di- seperti dalam penelitian Forgaty et al. (2000),
sebebkan karena kebingungan untuk meme- Utami dan Nahartyo (2013) serta Murtias-
nuhi ekspektasi peran yang tidak dipahami ri dan Ghozali (2006). Secara umum, hasil

16 BURNOUT PADA KONSULTAN PAJAK PROVINSI BALI


penelitian ini menunjukkan semakin tinggi pat dikembangkan melalui studi laboratori-
role overloads yang dialami konsultan pajak, um (eksperimen). Hal itu merupakan saran
maka semakin tinggi kecenderungan terjadi- yang dapat diberikan kepada peneliti selan-
nya burnout. jutnya berdasarkan kendala-kendala serta
keterbatasan dalam penelitian ini.
V. SIMPULAN DAN SARAN Peluang bagi penelitian selanjutnya
Simpulan yang dapat diambil berdasar- untuk mengembangkan penelitian terkait
kan hasil penelitian ini berupa role conflict faktor-faktor yang mempengaruhi kecende-
berpengaruh positif pada burnout, dapat di- rungan konsultan pajak mengalami burno-
artikan jika konsultan pajak dalam menja- ut dengan mengekplorasi penyebab burnout
lani profesinya semakin tinggi mengalami di luar faktor organisasional dan pekerjaan
role conflict maka kecenderungan terjadinya yang dilakukan seperti kehidupan berumah
burnout juga semakin tinggi. Role ambiguity tangga (non work pressure). Selain itu pene-
berpengaruh positif pada burnout, hasil pe- liti selanjutnya juga dapat mengembangkan
nelitian ini memiliki arti jika semakin tinggi penelitian terkait dengam menambahkan
role ambiguity yang dialami konsultan pajak faktor-faktor yang mereduksi dan mence-
dalam menjalankan profesinya maka sema- gah terjadinya burnout, misalnya kecerdasan
kin tinggi kecenderungan terjadinya burno- emosional atau religiusitas.
ut. Role overloads berpengaruh positif pada
burnout, artinya dalam menjalankan profesi- DAFTAR RUJUKAN
nya apabila role overloads yang dialami kon- Agustina, Lidya. 2009. Pengaruh Konflik Pe-
sultan pajak semakin tinggi maka semakin ran, Ketidakjelasan Peran, dan Kelebih-
tinggi pula kecenderungan akan terjadinya an Peran terhadap Kepusan Kerja dan
burnout. Kinerja Auditor (Penelitian Pada Kantor
Saran yang dapat diberikan untuk ma- Akuntan Publik yang Bermitra dengan
najemen KKP yang didasarkan dari jawaban Kantor Akuntan Publik Big Four di Wila-
responden sebaiknya dalam setiap penugas- yah DKI Jakarta). Jurnal Akuntansi Vol.1
an alangkah baiknya diberlakukan standart No.1 p. 40-69.
operating procedure (SOP) yang sama untuk Ernawati, Emi. 2008. Pengaruh Bantuan
prosedur kerja setiap penugasan. Hal ini da- Konsultan Pajak Terhadap Peningkatan
pat meminimalisir terjadinya konflik peran, Kesadaran Wajib Pajak Dalam Memba-
ambiguitas peran, antara satu penugasan yar Pajak (Studi Empiris Terhadap Per-
dengan penugasan yang lainya. Hal tersebut usahaan Yang Pembayaran Pajaknya
juga akan membuat efesiensi waktu dalam Menggunakan Jasa Kantor Konsultan
setiap penugasan untuk menghindari overlo- Pajak Fiska Pratama Malang). E-Jurnal
ad kerja. Hal ini dikarenakan jawaban dari Universitas Muhamadyah Malang.
responden penelitian cenderung tinggi pada Ferdiansyah. 2011. Pengaruh Role Ambigu-
item yang menyatakan cara melakukan pe- ity, Role Conflict Dan Role Overload Ter-
kerjaan yang tidak sama antar suatu tim dan hadap Burnout. Jurnal Sains Manajemen
merasa dalam setiap penugasan kekurangan & Akuntansi, Vol. 3, No. 2.
sumber daya. Fogarty, T.J, J. Singh, G.K. Roads and R.K.
Pada setiap penugasan yang membentuk Moore. 2000. Antesedent and Consequ-
sebuah tim kerja alangkah baiknya dileng- ences of Burnout In Accounting: Beyond
kapi dengan time schedule yang jelas. Hal ini the Role Stress Model. Behavioral Rese-
bertujuan untuk mengetahui batas waktu arch In Accounting. Vol. 12. p. 31-67.
dari masing-masing penugasan. Sehingga Freudenberger , H. 1974. Staf Burnout. Jour-
nantinya tidak akan kesulitan dalam menga- nal of Social Issues. Vol. 30. p. 159-165.
tur waktu dalam menyelesaikan penugasan. Ghorpade, Jai. 2011. Personality As A Medi-
Fokus penelitian ini adalah konsultan ator Of The Relationship Between Role
pajak yang bekerja di KKP Provinsi Bali, se- Conflict, Role Ambiguity And Burnout.
hingga penelitian lain dapat menggunakan Journal of applied social Physology. Vol.
responden profesi akuntan yang berbeda. 41, Issue 6. p. 1275-1298.
Penelitian ini menggunakan kuisioner yang Greenhalgh L, Rosenblatt Z. 1984. Job in-
bersifat self assesment (responden menilai security: toward conceptual clarity. Aca-
dirinya sendiri), jadi dikhawatirkan respon- demy of Management Review 9. p. 438-
den hanya akan mengarahkan responnya ke 448.
arah yang positif. Penelitian selanjutnya da- Greenhaus, Jeffrey H., Callanan Gerad A.,

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 17


and Godshalk, Veronica M, 2000. Career ons Perspectives, edited W Paine. : 29-
Management. Third Edition. The Dryden 40. Beverly Hills. CA: Sage Publishers.
Press. Harcourt College Publishers. Miller, G Springen. A Mur dan D. Cohen.
Hair, J.F, RE. Anderson, R.L Tatham and 1988. Stress on the Job. Newsweek Vol.
W.C. Black. 1995. Multivariate Data 116. p. 40-45.
Analysis With Reading. Indianapolis, IN: Mondy, R. Wayne & Noe M. Robert. 1990.
Mac.Millan Publising Company. Human Resource Management, Allyn and
Hair, J. F. 2007. Multivariate Data Analysis. Bacon.
6 th Edition. New Jersey: Pearson Educa- Murtiasari, Eka. 2007. Anteseden dan Kon-
tion Inc. sekuensi Burnout pada Auditor: Pengem-
Hobfoll SE. 1989. Conservation of resources: bangan terhadap Role Stress model. Sim-
a new attempt at conceptualizing stress. posium Nasional Akuntansi 9 Padang.
American Psychologist, Vol. 44. p. 513-524. Murtiasri, Eka dan Ghozali, Imam. 2006. An-
Imam Ghozali. 2002. Aplikasi Analisis Multi- teseden dan Konsekuensi Burnout pada
variate Dengan Program SPSS. Badan Pe- Auditor: Pengembangan terhadap Role
nerbit Universitas Diponegoro Semarang. Stress Model. Simposium Nasional Akun-
Irene, Jesica.2008. Hubungan antara Occu- tansi IX. Padang.
pational Self Efficacy & Job Insecurity Mustafa Hasan. 2009. Metodologi Penelitian.
pada Tenaga Kerja Outsorching.Depok: Cetakan kesepuluh. Jakarta; Bumi Ak-
E-Jurnal Fakultas Psikologi UI. sara.
Izzo, J. 1987. Organizational Behavior. New Novita, Dian Iva Prestiana dan Trias, Xan-
York: Mc. Graw Hill dria Andari Putri. 2013. Internal Locus
Jackson, Jeane. 1998. Contemporary Criti- Of Control Dan Job Insecurity Terhadap
cisms of Role Theory. Journal of Occupa- Burnout Pada Guru Honorer Sekolah
tional Science, Los Angeles Dasar Negeri Di Bekasi Selatan. Jurnal
Jackson, S.E and Schuler. 1986. Toward an Soul. Vol .6. No. 1
Understanding of the Burnout Phenome- Noviarini, Ni Made. 2013. ‘Peran Locus Of
non. Journal of Applied Psychology 71 (4). Control Dalam Hubungan Job Insecu-
p. 630-640. rity Dengan Komitmen Organisasi Dan
Jogiyanto. 2007. Metodologi Penelitian Bis- Kepuasan Kerja Studi Kasus: Karyawan
nis: Salah Kaprah dan Pengalaman-peng- PLN Denpasar’. Tesis. Universitas Uda-
alaman. Cetakan pertama. Yogyakarta: yana
BPFE. Nurjayadi, Rostiana. 2005. Kejenuhan Kerja
Jones, Ambrose. 2010. Healthy Lifesty­le as (Burnout) pada Karyawan. Jurnal Phro-
a Coping Mechanism for Role Stress in nesis.
Public Accounting. Behavioral Research Oberlechner, T., dan Nimgade, A. 2005. Work
In Accounting, Vol. 22, No. 1. p. 21–41. Stress and Performance Among Financial
Kahn, R.L, D.M. Wolve, R.P Quin, J.D. Sno- Traders. Stress and Health, Vol. 21. Pp.
eck and R.A. Rosenthal. 1964. Organiza- 285-293.
tional Stress: Studies in Role Conflict and Pines, A., & Maslach, C. 1979. Experiencing
Role Ambiguity. Wiley social psychology: Readings and projects.
Kantz, D and R.L. Kahn. 1978. The Social New York: A. A. Knopf.
Psychology of Organization, 2nd Edition. Rahayu, Dyah Sih. 2002. Anteseden dan
John Willey And Son. New York. Konsekuensi Tekanan Peran (Role Stres)
Leiter, Maslach. 1999. Six Area of Worklife: pada Auditor Independen. Jurnal Riset
Model of The Organization Context of Bur- Akuntansi Indonesia. Vol. 5. No. 2.
nout. JHHSA Spring Ratnawati, Vince dan Indra Wijaya kusuma.
Macslah, C and S. Jackson. 1981. Burnout 2002. Pengaruh Job Insecurity, Faktor
in Organizational Settings. Applied So- Anteseden, dan Konsekuensinya Terha-
cial psychology Annual. Vol. 5. 133-153. dap Keinginan Berpindahnya Karyawan:
Contributors of Behavioral Research In Studi Empiris pada Kantor Akuntan Pub-
Accunting 1989-1998. Behavioral Rese- lik di Indonesia, Jurnal Riset Akuntansi
arch In Accounting, Vol.13. p. 253-278. Indonesia, Vol. 5. No. 3. Pp. 277-290.
Masclah, C. 1982. Understanding Burnout: Resmi, Siti. 2011. Perpajakan Teori dan Ka-
Definitional Issues in Analyzing a Com- sus. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
plex Phenomenon. In Job stress and Bur- Rizzo, J, J House and S Lirtzman. 1970. Role
nout: Research, Theory and Interventi- Conflict and Ambiguity in Complex Orga-

18 BURNOUT PADA KONSULTAN PAJAK PROVINSI BALI


nization. Administrative Science Quar- 223-245.
tely. Vol. 15. Pp. 150-163. Utami, Intiyas dan Nahartyo, Ertambang.
Robbins, Stephen P & Judge, Timothy A. 2013. The Effect Of Type A Personality
2009. Organizational Behavior. 13th Editi- On Auditor Burnout: Evidence From In-
on. New Jersey: Prentice Hall.Inc donesia. Individual Issues & Organizatio-
Schaufeli, W.B., Maslach, C., Marek T. 1993. nal Behaviour eJournal. Vol. 14, No. 25.
Professional burnout: Recent developmen- Wikaningtyas, Theresa Sila. 2007. Hubungan
ts in theory and research. Washington, Antara Perilaku Tipe A dan Tipe B dengan
DC: Taylor & Francis. Stres Kerja, E-Jurnal Fakultas Psikologi,
Schick, A, L. Gordon, and S. Haka. 1990. In- Universitas Indonesia.
formation Overload: A Temporal Appro- Westman, Mina, Etzion, Dalia and Danon,
ach. Accounting, Organizations and Soci- Esti. 2001. Job insecurity and crossover
ety. Vol. 15. Pp. 199-220 of burnout in married couples. Wiley Peri-
Setiawan, Imam. 2009. Analisis Pengaruh odicals Inc.
Faktor-Faktor Pemicu Stres (Stressors) Wiryathi, Ni Made. 2014. Pengaruh Role
Terhadap Stres Kerja Internal Auditorpt Stressors Pada Burnout Auditor Dengan
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Te- Kecerdasan Emosional Sebagai Variabel
sis. Universitas Diponogoro. Pemoderasi. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Universitas Udayana 3 (5). p. 227-244.
Kualitatif dan R&B. Bandung: Alfabeta. Wolfe, DM and Snoek. 1962. A Study of Ten-
Stuebs, Martin and Wilkonson, Brett. 2010. sion and Adjustment Under Role Conflict
Ethics and the Tax Profession: Restoring Journal of Social Issue. July. p. 102-121.
the Public Interest Focus. American Acco- Yousef, Darwis A. 2002. Job Satisfaction as
unting Association a Mediator of The Relationship between
Sweeney, J. T. and S. L. Summers. 2002. The Role Stressors and Organizational Com-
Effect of the Busy Season Workload on mitment: A Study fron An Arabic Cultu-
Public Accountants’ Job Burnout, Beha- ral Perspective. Journal of Management
vioral Research in Accounting. Vol.14. Pp. Psychology, Vol.17, No.4. p. 250-266.

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 19


PENGARUH CSR, GCG, INFLASI TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN
HIGH PROFILE DI INDONESIA

Riana Rachmawati Dewi1), Dian Pitawati2)


(Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Batik Surakarta)
Email: 1)riana_rd40@yahoo.co.id; 2)diannajah.da@gmail.com

Abstract

The problem presented in this research is how the influence that occurs between CSR, GCG,
Inflation on profitability at companies that berkatagori high profile in Indonesia. The expected
goal is to know CSR, GCG, Inflation on profitability measured using ROA, ROE, EPS and NPM
ratio in high profile companies in Indonesia. This study has a population of 179 companies
with high profile category in 2013-2015. Sampling using purposive sampling method. Testing
of research hypothesis using multiple linear method. The results showed that Corporate Social
Responsibility Disclosure does not affect profitability measured using ROA, ROE and NPM, whi-
le the disclosure of Corporate Social Responsibility affects the profitability measured using EPS.
GCG measured by board size has an effect on profitability measured using ROA, ROE, EPS, and
NPM. Inflation did not affect profitability. Disclo sure of CSR, GCG, and Inflation together affects
profitability measured using ROA, ROE, EPS, and NPM.

Keywords: CSR, GCG, Inflation, Profitability

I. PENDAHULUAN tem dalam sebuah perusahaan yang meng-


Tanggung jawab sosial perusahaan atau atur, mengelola dan berupaya menambah
dikenal dengan Corporate Social Responsibi- nilai di suatu perusahaan dengan berbagai
lity (CSR) menjadi topik yang penting un- inovasi. Rosafitri (2017) GCG merupakan
tuk selalu diteliti. Semakin banyak perusa- aturan dan susunan yang setiap langkah-
haan di Indonesia yang secara sadar meng- nya akan dilakukan pertanggung jawab-
ungkapkan Corporate Social Responsibility an oleh perusahaan (Corporate Social Res-
dalam laporan tahunannya. Banyak alasan ponsibility) kepada pemangku kepentingan
yang disampaikan seperti untuk meningkat- terkait (stakeholders).
kan citra perusahaan, menghasilkan inova- Inflasi yang didefinisikan dengan me-
si, menarik calon investor, dan agar dapat ningkatnya harga secara umum dan terus
menjamin keberlangsungan perusahaan. menerus dan proses menurunnya nilai mata
Praktik pengungkapan CSR di Indonesia di- uang (Dewi, 2016) merupakan hal yang pa-
atur dalam Pernyataan Standar Akuntansi tut untuk diwaspadai. Perkembangan ting-
Keuangan (PSAK) No.1 (revisi 2009) paragraf kat inflasi di Indonesia selama periode 3
12, dan Undang-Undang Nomor 40 Pasal tahun berturut-turut yang cenderung stabil
74 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (BPS, 2016) ikut menyumbang secara tidak
(UUPT). Dunia bisnis terutama perusahaan langsung perkembangan perkonomian di In-
yang berkembang pesat, dituntut untuk ber- donesia.
saing secara sehat, tidak menyalahi aturan Undang-Undang nomor 40 tahun 2007
atau norma yang sudah ada, dan tanpa me- tentang PerseroanTerbatas yang mewajibkan
rusak lingkungan, dan apabila perusahaan mengungkapkan CSR juga tuntutan untuk
melakukan hal-hal tersebut, maka ada san- menggunakan prinsip GCG dalam mengelola
ksi hukum yang harus dipertanggungjawab- perusahaan. Hal ini untuk memenuhi tun-
kan. Tanggung jawab utama suatu perusa- tutan masyarakat akan layanan yang cepat
haan tidak hanya terfokus pada peningkatan dan kepastian hokum atas jasa/produk yang
laba saja, tetapi perusahaan harus memper- dikelolanya. Untuk melaksanakan CSR akan
timbangkan resiko produksi yang mungkin membutuhkan dana yang tidak sedikit dan
akan menimpa lingkungan dan sosial (Res- berakibat pada pengurangan laba perusaha-
pati dan Hadiprajitno, 2015). an. Hal ini masih ditambah dengan tingkat
Dibalik perkembangan CSR terdapat inflasi yang dapat menurunkan daya beli
tata kelola perusahaan atau lebih dikenal masyarakat sehingga dapat mengurangi pen-
dengan sebutan Good Corporate Gover- jualan dan menurunkan laba perusahaan
nance (GCG), GCG merupakan suatu sis- juga. Dewi (2016) menjelaskan bahwa setiap

20 PENGARUH CSR, GCG, INFLASI TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN HIGH PROFILE DI
INDONESIA
peningkatan inflasi akan mengakibatkan pe- dan Sukirno (2013). Sulistiyanti (2014),
nurunan ROA. Return on Equity (rentabilitas modal sen-
Berdasarkan hal tersebut diatas, perma- diri) adalah kemampuan dari modal sen-
salahan yang diajukan dalam penelitian ini diri untuk menghasilkan keuntungan
adalah bagaimana pengungkapan Corporate bagi para pemegang saham. Jadi, setiap
Social Responsibility, Good Corporate Gover- rupiah modal sendiri menghasilkan ke-
nance dan Inflasi serta pengaruhnya ter- untungan netto yang tersedia bagi pe-
hadap profitabilitas pada perusahaan high megang saham. Return On Equity (ROE)
profile yang listing di Bursa Efek Indonesia yang tinggi mencerminkan kemampuan
tahun 2013-2015. perusahaan dalam menghasilkan keun-
tungan yang tinggi bagi pemegang sa-
II. KAJIAN PUSTAKA DAN ham.
PENGEMBANGAN HIPOTESIS 3) Earning Per Share (EPS)
1. Profitabilitas EPS menggambarkan jumlah rupiah
a. Pengertian Profitabilitas yang diperoleh untuk setiap lembar sa-
Menurut Munawir (2014) rentabilitas ham biasa. Para calon pemegang saham
atau profitability adalah menunjukkan tertarik dengan EPS yang besar, karena
kemampuan perusahaan untuk meng- hal ini merupakan salah satu indicator
hasilkan laba selama periode tertentu. keberhasilan suatu perusahaan (Putri
b. RasioProfitabilitas dkk., 2014).
Menurut Faser (dalam Sugiono dan 4) Net Profit Margin (NPM)
Untung) dalam Putri dan Christiawan NPM menunjukkan rasio antara laba
(2014) rasio profitabilitas (efisiensi dan bersih setelah pajak atau nett income ter-
kinerja keseluruhan) yaitu rasio untuk hadap total penjualan (Ang, 1997) dalam
mengukur kinerja perusahaan secara Candrayanthi dan Saputra (2013). Dar-
keseluruhan dan efisiensi dalam penge- sono dan Ashari (2005:56) dalam Almar.,
lolaan aktiva, kewajiban dan kekayaan dkk (2012), mendefinisikan NPM sebagai
yang terdiri dari Gross Profit Margin, Ope- berikut:
rating Profit Margin, Net Profit Margin, “NPM adalah laba bersih dibagi penju-
Cash Flow Margin, ROA, ROE dan Cash alan bersih. Rasio ini menggambarkan
Return On Asset (2008, p. 61). besarnya laba bersih yang diperoleh oleh
1) Return on Asset (ROA) perusahaan pada setiap penjualan yang
Nur dan Priantinah (2012) menjelaskan dilakukan. Rasio ini tidak menggambar-
bahwa Return on asset (ROA) merupa- kan besarnya persentase keuntungan
kan ukuran efektifitas perusahaan di da- bersih yang diperoleh perusahaan un-
lam menghasilkan keuntungan dengan tuk setiap penjualannya karena adanya
memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. unsur pendapatan dan biaya non-opera-
Sedangkan menurut Sudana (2011:22) sional”.
dalam Winda dkk.,(2016), Return On
Asset menunjukkan kemampuan peru- 2. Corporate Social Responsibility
sahaan dengan menggunakan seluruh a. Pengertian Corporate Social Responsibi-
aktiva yang dimiliki untuk menghasil- lity
kan laba setelah pajak. Rasio ini penting Corporate Social Responsibility (CSR) me-
bagi pihak manajemen untuk mengeva- nurut Wikipedia CSR dapat dikatakan
luasi efektivitas dan efisiensi manajemen sebagai kontribusi perusahaan ter-
perusahaan dalam mengelola seluruh hadap tujuan pembangunan berkelan-
aktiva perusahaan. Semakin besar Re- jutan dengan cara manajemen dampak
turn On Asset, berarti semakin efisien (minimisasi dampak negative dan maksi-
penggunaan aktiva perusahaan artinya misasi dampak positif) terhadap seluruh
dengan jumlah aktiva yang sama bisa pemangku kepentingannya.
dihasilkan laba yang lebih besar, dan se- b. Pengungkapan Corporate Social Res-
baliknya. ponsibility
2) Return on Equity (ROE) Sulistiyanti (2014) menjelaskan peng-
Return on Equity (ROE) yaitu tingkat ungkapan tanggung jawab sosial peru-
pengembalian ekuitas dari aktifitas in- sahaan yang sering disebut juga sebagai
vestasi dan penjualan yang dilakukan Corporate Social Responsibility Disclosure
(Rangkuti, 2005:154) dalam Priyanka (CSRD) merupakan proses komunikasi

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 21


dampak sosial dan lingkungan dari ke- Kerangka berpikir penelitian digambar-
giatan ekonomi organisasi terhadap ke- kan sebagai berikut:
lompok khusus yang berkepentingan
dan terhadap masyarakat secara keselu- CSR (x1)
ruhan.
GCG (x2) Profitabilitas
3. Good Corporate Governance Inflasi (x3)
a. Pengertian Good Corporate Governance
Menurut Effendi (2009) dalam Djazilah 7. Pengembangan Hipotesis
dan Kurniawan (2016), Good Corporate Profitabilitas diukur menggunakan
Governance didefinisikan sebagai suatu Return On Asset (ROA), Return On Equty
system pengendalian internal perusaha- (ROE), Earning Per Share (EPS), dan Net Pro-
an yang memiliki tujuan utama mengelo- fit Margin (NPM). Pengungkapan CSR akan
la resiko yang signifikan guna memenuhi meningkatkan profit bagi perusahaan dan
tujuan bisnisnya melalui pengamanan kinerja financial yang lebih baik karena
aset perusahaan dan meningkatkan nilai banyak perusahaan besar yang mengung-
investasi pemegang saham dalam jangka kapkan program CSR menunjukkan keun-
panjang. tungan yang nyata terhadap peningkatan
b. Mekanisme Good Corporate Governance nilai saham sehingga menarik minat inves-
Mekanisme dalam pengawasan Good tor untuk menanamkan modalnya. Bagi in-
Corporate Governance dibagi menjadi vestor dan pemilik perusahaan hal ini akan
dua, yaitu mekanisme internal dan eks- memberikan keuntungan (Suciwati dkk.,
ternal (Lastanti, 2004) dalam Djazilah 2016). Semakin tinggi tingkat profitabili-
dan Kurniawan (2016). tas perusahaan maka akan semakin besar
pula pengungkapan informasi sosialnya
4. Inflasi (Respati dan Hadiprajitno, 2015). Penelitian
Inflasi adalah kecenderungan ter- Gunawan dan Utami dalam Priyanka dan
jadinya peningkatan harga produk-pro- Sukirno (2013) menjelaskan Corporate So-
duk secara keseluruhan sehingga ter- cial Responsibility memiliki implikasi positif
jadi penurunan daya beli masyarakat terhadap nilai perusahaan. Tingginya nilai
(Tandelilin, 2010:342). Tingkat inflasi NPM perusahaan menandakan bahwa se-
yang tinggi biasanya dikaitkan dengan tiap penjualan dalam perusahaan untuk
kondisi ekonomi yang terlalu panas (over menghasilkan keuntungan bersih semakin
heated). Artinya, kondisi ekonomi meng- baik (Almar dkk., 2012). Anggraini (2006)
alami permintaan atas produk yang me- dalam Kurniasih dkk., (2015), semakin ting-
lebihi kapasitas penawaran produknya, gi tingkat profitabilitas maka semakin rinci
sehingga harga-harga cenderung meng- pula informasi yang diberikan oleh manajer,
alami kenaikan. Akibat dari inflasi seca- sebab pihak manajemen ingin meyakinkan
ra umum adalah melemahnya daya beli investor tentang keuntungan yang dipero-
masyarakat karena secara riil tingkat leh perusahaan. Berdasarkan hal tersebut
pendapatannya juga menurun (Putong, maka dirumuskan hipotesis sebagai beri-
2002:254). kut:
H1:Pengungkapan Corporate Social Responsi-
5. Perusahaan High Profile bility berpengaruh terhadap profitabilitas
Industri high profile umumnya merupa- yang diukur menggunakan ROA, ROE, EPS,
kan industry yang memperoleh sorotan NPM
dari masyarakat karena aktivitas ope- Menurut IICG (2002) dalam Retno dkk.,
rasinya memiliki potensi bersinggungan (2012) menyatakan bahwa kinerja keuang-
dengan kepentingan pihak luar (stake- an perusahaan ditentukan sejauh mana
holder) sehingga memberikan informasi keseriusan dalam menerapkan Good Cor-
sosial yang lebih banyak. Perusahaan porate Governance (GCG). Penerapan GCG
high profile juga lebih sensitive terhadap adalah untuk meningkatkan kinerja peru-
keinginan konsumen atau pihak lain sahaan, meminimalkan pembiayaan dalam
yang berkepentingan terhadap produk- perusahaan dan meningkatkan kepercayaan
nya (Priyanka dan Sukirno, 2013). investor untuk menanamkan modalnya da-
lam perusahaan (Ferial dkk., 2016). Good
6. Kerangka Berpikir Penelitian Corporate Governance yang baik akan mem-

22 PENGARUH CSR, GCG, INFLASI TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN HIGH PROFILE DI
INDONESIA
berikan dampak yang baik pula bagi perusa- itu 179 perusahaan. Kriteria untuk menen-
haan sehingga secara tidak langsung dapat tukan perusahaan berkategori high-profile
meningkatkan kinerja keuangan dan dapat dan low profile menggunakan pengelompok-
menaikkan citra suatu perusahaan dimata an Roberts (1992) dan Hackston dan Milne
para investor dan pihak-pihak yang memin- (1996) dalam Priyanka dan Sukirno (2013).
jamkan uang pada perusahaan tersebut ka- Perusahaan yang termasuk dalam industry
rena faktor kepercayaan sehingga perusaha- migas, kehutanan, pertanian, pertambang-
an tersebut dapat lebih mudah mendapatkan an, perikanan, kimia, otomotif, tembakau
pinjaman jika perusahaan tersebut mem- dan rokok, makanan dan minuman, kertas,
butuhkan uang untuk menjalankan proses farmasi, media, komunikasi, transportasi
operasionalnya, mengurangi resiko untuk dan pariwisata sebagai industry yang high-
para pemegang saham dan mampu mening- profile (Subiantoro dan Mildawati, 2015).
katkan kemampuan bersaing dipasar global Sampel dalam penelitian ini menggunakan
(Rosdwianti dkk., 2016). Dari uraian terse- metode Purpossive Sampling dengan kriteria
but didapat hipotesis sebagai berikut : sebagai berikut:
H2: Good Corporate Governance berpengaruh a. Perusahaan berkategori high profile ta-
terhadap profitabilitas yang diukur menggu- hun 2013-2015.
nakan ROA, ROE, EPS, NPM b. Mempunyai laba positif dari tahun 2013-
Tinggi rendahnya inflasi perusahaan menen- 2015.
tukan pertumbuhan sector produksi pada c. Konsisten mencantumkan laporan per-
tingkat aset makro ekonomi (Kalengkongan, tanggungjawaban sosial dalam annual
2013). Uche dkk., (2006) dan Ali dkk., (2011) report dari tahun 2013-2015.
mengemukakan bahwa inflasi berpengaruh d. Perusahaan menyajikan laporan tahun-
negatif dan signifikan terhadap ROA, bah- an dan keuangan dalam mata uang ru-
wa inflasi yang tinggi akan berdampak pada piah.
kinerja bank dan menjadi salah satu sebab Berdasarkan kriteria yang telah dibuat
utama kesulitan dalam institusi keuangan, dan yang memenuhi kriteria, maka diperoleh
inflasi yang tinggi mengakibatkan ketidak- sampel berjumlah 10 perusahaan.
stabilan ekonomi makro, meningkatkan risi-
ko bank, dan menurunkan profit bank. Hal 2. Pengukuran dan Definisi Operasional
ini berarti setiap peningkatan inflasi akan Variabel
mengakibatkan penurunan pada ROA (Dewi, a. Variabel Independen
2016). Inflasi berpengaruh positif dan signi- 1) Pengungkapan CSR yang diukur
fikan terhadap ROE (Adestian, 2015) artinya menggunakan CSRDI (Corpora-
Bank syariah harus mengukur tingkat inflasi te Social Responsibility Disclosure
agar para debitur mau meminjam dana dari Index) berdasarkan indicator GRI
bank dan dapat meningkatkan profitabilitas (Global Reporting Initiatives) G4 de-
bank syariah sehingga laba bank syariah se- ngan rumus (Wulolo dan Rahma-
makin besar dan mendapatkan keuntungan. wati (2017) :
Dari uraian tersebut didapat hipotesis seba-
gai berikut :
∑ Xij
CSRDIj = x 100%
H3: Inflasi berpengaruh terhadap profitabi- Nj
litas yang diukur menggunakan ROA, ROE,
EPS, NPM Keterangan :
CSRDIj = CorporateSocial Responsibility
III. METODE PENELITIAN Disclosure Indexperusahaan
1. Metode Penelitian dan Pengumpulan Σxij = Jumlah pengungkapanCSR per-
Data usahaan
Metode Deskriptif (mendeskripsikan), Nij = Jumlah item untuk perusahaan
yaitu metode yang digunakan untuk men- yaitu 149 indikator
cari unsur-unsur, ciri-ciri, sifat-sifat suatu
fenomena. Metode ini dimulai dengan me- 2) Good Corporate Governance yang
ngumpulkan data, menganalisis data dan diukur menggunakan ukuran de-
menginterprestasikannya. wan komisaris.
Populasi yang menjadi objek penelitian Indikator GCG sesuai dengan yang
ini adalah perusahaan berkategori high profi- dipergunakan oleh Ferial dkk
le yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ya- (2016) sebagai berikut:

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 23


Ukuran Dewan Komisaris = Jumlah dilakukan setelah lolos memenuhi
anggotaDewan Komisaris syarat -syarat uji asumsi klasik. Per-
syaratan uji bahwa data harus ter-
3) Inflasi distribusi secara normal dan tidak
Menggunakan data tingkat inflasi mengandung unsur heteroskedas-
yang dikeluarkan oleh BPS seti- tisitas,autokorelasi, dan multikoline-
ap bulan dalam tahun 2013, 2014 aritas.
dan 2015 dan dibuat rata-rata da- b. Uji Model Regresi
lam setiap tahun (dalam %). Data 1) Persamaan Regresi Linier Berganda
BPS tahun 2017 menjelaskan bah- Regresi linier berganda bertujuan
wa Inflasi tahun 2013 = 8,38%, ta- untuk mengetahui pengaruh vari-
hun 2014 = 8,36% dan tahun 2015 abel independen terhadap variabel
=3,35%. dependen, penelitian ini menguji
pengaruh pengungkapan CSR, GCG
b. Variabel Dependen dan Inflasi terhadap ROA, ROE,
1) Return On Assets (ROA) EPS, dan NPM. Persamaan regresi
Return On Asset (ROA) dihitung de- linier berganda sebagai berikut:
ngan rumus sebagai berikut (Mu- Y1= a+β1CSRDI+β2GCG+β3I+€
nawir, 2014) (dalam %): Y2= a+β1CSRDI+β2GCG+β3I+€
ROA=Laba bersih sesudah pajak Y3= a+β1CSRDI+β2GCG +β3I+€
Jumlah Aktiva Y4= a+β1CSRDI+β2GCG +β3I+€
Keterangan :
2) Return On Equity (ROE) Y =Variabel dependen
Return on Equity (ROE) yaitu ting- a =Konstanta, nilai YjikaX =0
kat pengembalian ekuitas dari ak- β1- β2-β3 =Koefisien Regresi
tifitas investasi dan penjualan yang CSRDI =Corporate Social
dilakukan (Rangkuti, 2005:154) ResponsbilityDisclosure
dalam Priyanka dan Sukirno Index
(2013). Rumus perhitungannya se- GCG =UkuranDewan Komisaris
bagai berikut (dalam %): I =Inflasi
ROE=Laba bersih sesudah pajak € =error
Jumlah modal
2) Uji F/Uji Kelayakan Model
3) Earning Per Share (EPS) Uji F digunakan untuk mengetahui
EPS menggambarkan jumlah ru- ada tidaknya pengaruh secara ber-
piah yang diperoleh untuk setiap sama-sama variable independen
lembar saham biasa (Putri dkk., terhadap variable dependen dan
2014). EPS dapat dihitung sebagai sekaligus digunakan untuk me-
berikut: ngetahui bahwa model memenuhi
EPS = Laba bersih uji kelayakan.
Jumlah saham biasa c. Uji Hipotesis
dalam peredaran 1) Uji-t
Uji-t digunakan untuk mengeta-
4) Net Profit Margin (NPM) hui apakah CSR, GCG, dan Inflasi
NPM menunjukkan rasio antara berpengaruh signifikan atau tidak
laba bersih setelah pajak atau nett terhadap profitabilitas yang diukur
income terhadap total penjualan menggunakan ROA, ROE, EPSdan
(Ang, 1997) dalam Candrayanthi NPM secara parsial.
dan Saputra (2013). Rumus untuk 2) Koefisien Determinasi
menghitung NPM sebagai berikut Koefisien Determinasi atau R2me-
(dalam %): rupakan persentase sumbangan
NPM=Laba bersih sesudah pajak pengaruh variabel independen ter-
Penjualan hadap variabel dependen.

3. Metode Analisis Data IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


a. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Asumsi Klasik
Pengujian regresi berganda dapat a. Uji Normalitas

24 PENGARUH CSR, GCG, INFLASI TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN HIGH PROFILE DI
INDONESIA
Uji normalitas dalam penelitian ini nov Test. Hasilnya dijelaskan pada ta-
menggunakan uji Kolmogorov-Smir- bel di bawah ini:

Tabel 1. Hasil Uji Normalitas


Keterangan Asymp.Sig.(2-tailed Tk Sign Hasil
ROA 0,052 0,05 Distribusi normal
ROE 0,053 0,05 Distribusi normal
EPS 0,482 0,05 Distribusi normal
NPM 0,143 0,05 Distribusi normal

Berdasarkan tabel terlihat jelas bah- semua variabel bebas dan nilai tole-
wa variabel ROA,ROE,EPS dan NPM rance mendekati 1. Kesimpulan dari
berdistribusi normal karena tingkat tabel adalah variabel CSR (x1), GCG
signifikansi > 0,05 (x2), dan inflasi (x3) terhadap profi-
b. Uji Multikolinieritas tabilitas (y) tidak terjadi multikolini-
Berdasarkan uji multikolinieritas ha- eritas antar variabel bebas. Hasilnya
silnya nilai VIF mendekati 1 untuk dijelaskan pada tabel di bawah ini:

Tabel 2. Hasil Uji Multikolinieritas


Keterangan Tollerance VIF Hasil
CSR 0,863 1,159 Tidak terjadi multikolinieritas
GCG 0,955 1,047 Tidak terjadi multikolinieritas
Inflasi 0,879 1,137 Tidak terjadi multikolinieritas

c. Uji Autokorelasi regresi antara variable bebas CSR (x1),


Hasil perhitungan koefisien Durbin-Wat- GCG (x2), dan inflasi (x3) terhadap profi-
son besarnya 2,067 dan mendekati ang- tabilitas (y) tidak terjadi autokorelasi. Ha-
ka 2. Dapat disimpulkan bahwa dalam silnya dijelaskan pada tabel di bawah ini:

Tabel 3. Hasil Uji Autokorelasi


Keterangan NilaiDurbin-Watson Nilai du Hasil
ROA 2,207 1,836 Tidak terjadi autokorelasi
ROE 2,457 1,836 Tidak terjadi autokorelasi
EPS 2,201 1,836 Tidak terjadi autokorelasi
NPM 2,108 1,836 Tidak terjadi autokorelasi

d. Uji Heteroskedastisitas
1) Return On Asset (ROA) 2) Return On Equity

Grafik 1. Hasil Uji Heteroskedastisi- Grafik 2. Hasil Uji Heteroskedastisi-


tas atas ROA tas atas ROE

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 25


3) Earning Per Share (EPS) 4) Net Profit Margin (NPM)

Grafik 3. Hasil Uji Heteroskedastisi-


tas atas EPS
Grafik 4. Hasil Uji Heteroskedastisi-
tas atas NPM

Gambar 1 sampai dengan 4 merupa- Dapat disimpulkan bahwa tidak ter-


kan grafik hasil uji heteroskedasti- jadi heteroskedastisitas dalam model
sitas variabel CSR, GCG dan Inflasi regresi.
terhadap ROA, ROE,EPS, dan NPM.
Dari output dapat diketahui bahwa 2. Uji Kelayakan Model
titik-titik tidak membentuk pola yang Hasil uji kelayakan model menggunakan
jelas. Titik-titik itu menyebar di atas uji F dan hasilnya tampak pada tabel di-
dan dibawah angka 0 dan sumbu Y. bawah ini.

Tabel 4. Hasil Uji F


Keterangan F Hitung F Tabel Sign Hasil
ROA 7,684 2,991 0,001 Memenuhi uji kelayakan
ROE 4,383 2,991 0,013 Memenuhi uji kelayakan
EPS 3,483 2,991 0,030 Memenuhi uji kelayakan
NPM 6,505 2,991 0,002 Memenuhi uji kelayakan

Berdasarkan tabel 4 diatas atas hasil uji 3. Uji Hipotesis


F dapat disimpulkan bahwa Pengungkapan a. Pengungkapan Corporate Social Res-
CSR, GCG dan Inflasi secara bersama-sama ponsibility berpengaruh terhadap
berpengaruh terhadap ROA, ROE, EPS dan profitabilitas (ROA, ROE, EPS dan
NPM dan model memenuhi uji kelayakan. NPM).

Tabel 5 Hasil Uji– t Pengungkapan CSR


Keterangan T Hitung T Tabel Sign Hasil
CSR terhadap ROA -1,289 2,056 0,209 H1 ditolak
CSR terhadap ROE -0,496 2,056 0,624 H1 ditolak
CSR terhadap EPS 2,846 2,056 0,09 H1 diterima
CSR terhadap NPM -1,705 2,056 0,100 H1 ditolak

26 PENGARUH CSR, GCG, INFLASI TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN HIGH PROFILE DI
INDONESIA
Berdasarkan tabel diatas dijelaskan EPS, dan NPM).
bahwa CSR mempunyai pengaruh Berdasarkan tabel 6 terlihat bah-
yang signifikan terhadap EPS, dan wa GCG yang diukur menggunakan
pengungkapan CSR tidak berpenga- ukuran dewan komisaris mempunyai
ruh terhadap ROA,ROE dan NPM. pengaruh yang signifikan terhadap
b. Good Corporate Governance berpenga- ROA, ROE, dan NPM sedangkan tidak
ruh terhadap profitabilitas (ROA, ROE, berpengaruh terhadap EPS.

Tabel 6 Hasil Uji– t GCG


Keterangan T Hitung T Tabel Sign Hasil
GCG terhadap ROA 4,205 2,056 0 H2 diterima
GCG terhadap ROE 3,337 2,056 0,003 H2 diterima
GCG terhadap EPS 1,984 2,056 0,058 H2 ditolak
GCG terhadap NPM 3,644 2,056 0,001 H2 diterima

c. Inflasi berpengaruh terhadap profitabilitas (ROA, ROE, EPS dan NPM)

Tabel 7 Hasil Uji– t Inflasi

Keterangan tHitung t Tabel Sign Hasil


Inflasi terhadap ROA 0,711 2,056 0,484 H3 ditolak
Inflasi terhadap ROE 0,846 2,056 0,405 H3 ditolak
Inflasi terhadap EPS 1,524 2,056 0,140 H3 ditolak
Inflasi terhadap NPM 0,096 2,056 0,924 H3 ditolak

Berdasarkan Tabel 7 terlihat bahwa In- oleh variabel lain yang tidak dimasukkan da-
flasi tidak mempunyai pengaruh yang signifi- lam model ini. Nilai Adjusted R Square ROE
kan terhadap ROA, ROE, EPS dan NPM. sebesar 25,9%, artinya variable ROE dapat
dijelaskan oleh variable pengungkapan CSR,
4. Koefisien Determinasi GCG dan Inflasi sebesar 25,9%, sedangkan
R Square (R2) atau kuadrat R menunjuk- sisanya sebesar 74,1% dipengaruhi oleh va-
kan koefisien determinasi. Angka ini akan di- riabel lain yang tidak dimasukkan dalam mo-
ubah ke bentuk persen, yang artinya persen- del ini. Nilai Adjusted R Square EPS sebesar
tase sumbangan pengaruh variabel indepen- 20,4%, artinya variabel EPS dapat dijelaskan
den terhadap variabel dependen. Hasilnya oleh variable pengungkapan CSR, GCG dan
dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Inflasi sebesar 20,4%, sedangkan sisanya se-
besar 79,6% dipengaruhi oleh variabel lain
Tabel 8 Hasil Koefisien Determinasi yang tidak dimasukkan dalam model ini. Ni-
Adjusted R lai Adjusted R Square NPM sebesar 36,3%,
Keterangan % Sign artinya variable NPM dapat dijelaskan oleh
Square
ROA 0,409 40,9 0,01 variabel pengungkapan CSR, GCG dan In-
flasi sebesar 36,3%, sedangkan sisanya se-
ROE 0,259 25,9 0,013
besar 63,7% dipengaruhi oleh variable lain
EPS 0,204 20,4 0,030 yang tidak dimasukkan dalam model ini.
NPM 0,363 36,3 0,002
5. Pembahasan
Tabel 8 pada bagian Adjusted R Square a. Hipotesis Pertama, hasil penelitian ini
dapat dilihat nilai ROA sebesar 0,409 atau menunjukkan bahwa pengungkapan CSR
40,9%, hal ini berarti bahwa variable ROA tidak berpengaruh terhadap profitabilitas
dapat dijelaskan oleh variabel pengungkap- yang diukur menggunakan ROA, sehingga
an CSR, GCG dan Inflasi sebesar 40,9%, se- dapat diambil kesimpulan bahwa hipote-
dangkan sisanya sebesar 59,1% dipengaruhi sis H1 ditolak. Hasil penelitian ini berbeda

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 27


dengan penelitian Almar dkk., (2012), Putri kan bahwa tidak ada pengaruh Inflasi terha-
dkk., (2014) dan Suciwati, dkk., (2016). Pe- dap profitabiltas. Penelitian ini tidak mendu-
nelitian ini mendukung penelitian Subianto- kung penelitian Ali dkk.,(2011) yang menya-
ro dan Mildawati (2015). Hasil penelitian ini takan bahwa inflasi berpengaruh signifikan
menunjukkan bahwa pengungkapan CSR negatif terhadap profitabilitas. Kalengkongan
tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (2013) menyatakan bahwa inflasi berpenga-
yang diukur menggunakan ROE. Penelitian ruh positif terhadap ROA. Inflasi dapat ber-
ini berbeda dengan penelitian yang telah di- pengaruh buruk bagi perekonomian. Apabi-
lakukan oleh Sulistiyanti (2014), tetapi pe- la terjadi inflasi yang parah tak terkendali
nelitian ini mendukung penelitian Novrizal (hiperinflasi) maka keadaan perekonomian
dan Fitri (2016). Hasil penelitian ini menun- menjadi kacau dan perekonomian dirasakan
jukkan bahwa pengungkapan CSR berpe- lesu. Apabila negara mengalami inflasi ting-
ngaruh terhadap profitabilitas yang diukur gi akan menyebabkan naiknya konsumsi, se-
menggunakan EPS. Penelitian ini mendu- hingga akan mempengaruhi pola saving dan
kung penelitian yang telah dilakukan oleh pembiayaan pada masyarakat. (Sutrisno,
Priyanka dan Sukirno (2013) dan Rosdwianti 2006:15)
dkk.,(2016), tetapi hasil penelitian ini tidak
mendukung penelitian yang dilakukan oleh V. SIMPULAN, KETERBATASAN
Yaparto dkk.,(2013). Hasil penelitian ini me- PENELITIAN, DAN SARAN
nunjukkan bahwa pengungkapan CSR tidak 1. Simpulan
berpengaruh terhadap profitabilitas yang di- Berdasarkan hasil dan pembahasan
ukur menggunakan NPM. Penelitian ini tidak maka dapat ditarik kesimpulan bahwa per-
mendukung penelitian yang dilakukan oleh usahaan yang berkatagori Industri high
Almar dkk.,(2012), dan Putra (2015), tetapi profile umumnya merupakan industri yang
penelitian ini mendukung penelitian Candra- memperoleh sorotan dari masyarakat kare-
yanthi dan Saputra (2013). Pengungkapan na aktivitas operasinya memiliki potensi ber-
CSR yang kurang baik maka akan berdam- singgungan dengan kepentingan luas (stake-
pak pada menurunnya minat investor dalam holder). Segala aktifitasnya menjadi sorotan
berinvestasi, hal ini menyebabkan keuang- public sehingga pengungkapan CSR menjadi
an perusahaan menurun dan pada akhir- sangat penting dalam laporannya setiap ta-
nya berdampak pada menurunnya tingkat hun. Pengungkapan CSR menjadi wajib bagi
profitabilitas perusahaan. Citraningrum, tipe perusahaan jenis ini. Hasil penelitian
dkk.,(2014) karena pihak eksternal seperti pengungkapan Corporate Social Responsi-
investor tidak hanya memandang dari pro- bility (CSR) tidak berpengaruh terhadap
fitabilitas perusahaan, tetapi aktivitas CSR profitabilitas (ROA, ROE, NPM) tetapi Peng-
yang diungkapkan dalam laporan tahunan ungkapan CSR berpengaruh terhadap profi-
juga dipertimbangkan oleh investor. tabilitas yang diukur menggunakan Earning
b. Hipotesis kedua, hasil penelitian penga- PerShare (EPS). Hasil penelitian ini juga me-
ruh GCG terhadap ROA mendukung peneli- nunjukkan bahwa GCG yang diukur meng-
tian Rosalia dkk.,(2016), tetapi penelitian ini gunakan ukuran dewan komisaris berpenga-
tidak mendukung penelitian yang dilakukan ruh terhadap profitabilitas (ROA,ROE,EPS
Utami (2012). Hasil penelitian ini juga men- dan NPM). Inflasi ternyata tidak berpengaruh
dukung penelitian Ferial dkk., (2016), tetapi terhadap profitabilitas.
penelitian ini tidak mendukung penelitian
Nugroho dan Rahardjo (2014) atas penga- 2. Keterbatasan Penelitian
ruh GCG terhadap ROE. Utami (2012) men- a. Penelitian hanya terbatas pada perusaha-
jelaskan terdapat pengaruh GCG terhadap an yang berkatagori high profile yang terdaf-
Profitabilitas juga yang diukur dengan EPS tar di BEI.
dan NPM. Dengan banyaknya jumlah de- b. Untuk indikator Good Corporate Gover-
wan komisaris maka nasihat atau masuk- nance yang digunakan adalah ukuran De-
an yang diberikan kepada direksi semakin wan Komisaris.
banyak, sehingga mempermudah direksi
untuk mengambil suatu keputusan dan ki- 3. Saran
nerja manajemen yang lebih baik akhirnya a. Bagi peneliti selanjutnya hendaknya meng-
menyebabkan peningkatan kinerja keuang- ambil tahun penelitian yang lebih panjang
an perusahaan. dan obyek penelitian yang lebih luas atau
c. Hipotesis ketiga, hasil penelitian menjelas- tidak hanya terbatas pada perusahaan ber-

28 PENGARUH CSR, GCG, INFLASI TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN HIGH PROFILE DI
INDONESIA
kategori high profile, agar hasil penelitian Sektor Kimia yang Terdaftar di BEI peri-
selanjutnya menjadi lebih tepat dan akurat. ode 2009-2013. Proceeding KRA II.
b. Bagi peneliti selanjutnya hendaknya meng- Kalengkongan, 2013. Tingkat Suku Bunga
gunakan variabel lainnya yang dapat mem- Dan Inflasi Pengaruhnya Terhadap Re-
pengaruhi pengungkapan CSR dan GCG. turn On Asset (Roa) Pada Industri Per-
bankan Yang Go Public Di Bursa Efek In-
DAFTAR PUSTAKA donesia. Jurnal EMBA 737. Vol 1 No. 4.
Almar, Multafia, Rima Rachmawati dan As- Lindayani, Dewi. 2016. Dampak Struktur
fia Murni. 2012. Pengaruh Pengungkap- Modal Dan Inflasi Terhadap Profitabilitas
an Corporate Social Responsibility (CSR) Dan Return Saham Perusahaan Keuang-
terhadap Profitabilitas Perusahaan. Se- an Sektor Perbankan. E-Jurnal Manaje-
minar Nasional Akuntansi dan Bisnis men UNUD. Vol 5 No. 8.
(SNAB) 2012. Bandung: Universitas Wid- Munawir, S. 2014. Analisa Laporan Keuang-
yatama. an. Yogyakarta:Liberty.
Ali, et.al, Khizer. 2011. Bank-Specific and Nur, Marzully dan Denies Priantinah. 2012.
Macroeconomic Indicators of Profitability Analisis Faktor-Faktor Yang Mempenga-
Empirical Evidence from the Commercial ruhi Pengungkapan Corporate Social
Banks of Pakistan. International Journal Responsibility di Indonesia (Studi Em-
of Business and Social Science,(Online). piris pada Perusahaan Berkategori High
Vol 2 No. 6. Profile yang listing di Bursa Efek Indone-
Candrayanthi,A.A.Alit dan I D.G. Dharma sia). Jurnal Nominal. Vol 1 No. 1.
Saputra. 2013. Pengaruh Pengungkap- Novrizal, Muhammad Fajrul dan Meutia Fitri.
an CSR Terhadap Kinerja Perusahaan 2016. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
(Studi Empiris Pada Perusahaan Pertam- Pengungkapan Corporate Social Respon-
bangan Di Bursa Efek Indonesia). E-Jur- bility pada Perusahaan yang Terdaftar di
nal Akuntansi Universitas Udayana. Vol Jakarta Islamic Index tahun 2012- 2015
4 No. 1. dengan Menggunakan Islamic Social
Citraningrum, Dwi Ayu, Siti Ragil Handayani Reporting Index sebagai Tolok Ukur. Jur-
dan Nila Firdausi Nuzula. 2014. Penga- nal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntan-
ruh CSR terhadap Financial Performance si (JIMEKA). Vol 1 No. 2:177-189.
dan Firm Value (Studi pada Perusahaan- Nugroho, Faizal Adi dan Shiddiq Nur Rahar-
Perusahaan yang Terdaftar pada Indeks djo. 2014. Analisis Pengaruh Corporate
SRIKEHATI Periode 2010-2012). Jurnal Social Responsibility dan Karakteristik
Administrasi Bisnis (JAB). Vol 14 No.1. Good Corporate Governance Terhadap
Djazilah, Rachma dan Kurnia. 2016. Penga- Kinerja Perusahaan. Diponegoro Journal
ruh Mekanisme GCG Dan Pengungkapan Of Accounting. Vol 2 No. 2:1-10.
CSR Terhadap Kinerja Keuangan. Jurnal Priyanka, Felyna dan Sukirno. 2013. Pe-
Ilmu dan Riset Akuntansi. Vol 5 No.10. ngaruh Pengungkapan Corporate Social
Ferial, Fery, Suhadak dan Siti Ragil Han- Responsibility (CSR) Terhadap Profitabi-
dayani. 2016. Pengaruh GCG Terhadap litas Pada Perusahaan High Profile. Jur-
Kinerja Keuangan Dan Efeknya Terha- nal Profita.
dap Nilai Perusahaan (Studi Pada Ba- Putri, Fitria Ayuning, Darminto dan Dwiat-
dan Usaha Milik Negara Yang Terdaftar manto. 2014. Pengaruh CSR terhadap
Di Bursa Efek Indonesia Periode 2012- Profitabilitas Perusahaan (Studi pada
2014). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB). Indeks SRI- KEHATI yang Listing di BEI
Vol. 33 No.1. Periode 2010-2012). Jurnal Administrasi
Indraswari, Gusti Ayu Dyah dan Ida Bagus Bisnis (JAB). Vol 13 No. 1.
Putra Astika. 2015. Pengaruh Profitabi- Putri, Rafika Anggraini dan Yulius Yogi Ch-
litas, Ukuran Perusahaan Dan Kepemi- ristiawan. 2014. Pengaruh Profatibilitas,
likan Saham Publik Pada Pengungkap- Likuiditas dan Leverage Terhadap Peng-
an CSR. E-Jurnal Akuntansi Universitas ungkapan CSR (Studi Pada Perusahaan
Udayana. Vol 9 No. 3. yang Mendapat Penghargaan Isra Dan
Kurniasih, Dwi, Wulan Retnowati dan Dina Listed di Bursa Efek Indonesia 2010-
Fajrin Maulina. 2015. Pengaruh Ukuran 2012. Business Accounting Review. Vol 2
Perusahaan dan Profitabilitas terhadap No. 1.
Corporate Social Responsibility Disclo- Putong, Iskandar. 2002. Ekonomi mikro dan
sure pada Perusahaan Manufaktur Sub Makro. Jakarta :Ghalia

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 29


Putra, Anggara Satria. 2015. Pengaruh Cor- ruh Corporate Social Responsibility ter-
porate Social Responsibility terhadap hadap Kinerja Keuangan (Pada Perusa-
Profitabilitas Perusahaan (Studi Empiris haan Sektor Pertambangan di BEI tahun
pada Perusahaan Sektor Industri Barang 2010-2013). Jurnal Bisnis Dan Kewirau-
Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek sahaan. Vol 12 No.2.
Indonesia tahun 2010-2013). Jurnal No- Sulistiyanti, Umi.. 2014. Pengaruh Pengung-
minal. Vol 4 No. 2. kapan Tanggung Jawab Sosial Perusaha-
Respati, Rheza Dwi dan Paulus Basuki Hadi- an terhadap Kinerja Perusahaan (Studi
prajitno. 2015. Analisis Pengaruh Profi- Empiris pada Perusahaan Manufaktur
tabilitas, Leverage, Ukuran Perusahaan, yang tercatat di Bursa Efek Indonesia ta-
Tipe Industri, Dan Pengungkapan GCG hun 2006-2008). Aplikasi Bisnis. Vol 15
Terhadap Pengungkapan Corporate So- No. 9.
cial Responsibility (Studi Empiris pada Sutrisno. 2006. Manajemen Keuangan, Teo-
Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar ri, Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: UII
di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014). Press.
Diponegoro Journal Of Accounting. Vol 4 Tandelilin, Eduardus. 2010. Portofolio Dan
No. 4: 1-11. Investasi: Teori dan aplikasi. Yogyakar-
Retno M, Reny Dyah dan Denies Priantinah. ta:Kanisius.
2012. Pengaruh Good Corporate Gover- Utami, Nurina. 2012. Pengaruh GCG Terha-
nance dan Pengungkapan Corporate dap Kinerja Keuangan pada Perusahaan
Social Responsibility terhadap Nilai Per- yang Terdaftar di Corporate Governance
usahaan (Studi Empiris pada Perusaha- Perception Index (CGPI). Universitas
an yang terdaftar di Bursa Efek Indone- Gunadarma, Fakultas Ekonomi. Artikel.
sia periode 2007-2010). Jurnal Nominal. Uche, C.U. 1996. The Nigerian Failed Banks
Vol 1 No. 1. Decree: A Critique. Journal Of Internasi-
Rosafitri, Citra. 2017. Interaksi Good Corpo- onal Banking Law. Diunduh tanggal 10
rate Governance, Corporate Social Res- Januari 2009. Http://Papers.Ssrn.Com/.
ponsibility, Intellectual Capital Dan Pe- Winda, Syarifah Shelpia., Tumpal Manik
ngaruhnya Terhadap Kinerja Keuangan dan Iranita. 2016. Pengaruh Corporate
Perusahaan. Journal Of Accounting Sci- Social Responsibility, Gross Profit Mar-
ence. Vol. 1 No.1. gin, Return On Asset Terhadap Nilai Per-
Rosdwianti, Mega Karunia, Moch. Dzulkirom usahaan Pada Perusahaan Manufaktur
AR dan Zahroh Z.A. 2016. Pengaruh Cor- Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
porate Social Responsibility (CSR) ter- Periode 2011-2014. Artikel Universitas
hadap Profitabilitas Perusahaan. Jurnal Maritim Raja Ali Haji.
Administrasi Bisnis (JAB). Vol 38 No.2. Wulolo, Crista Fianica dan Isna Putri Rah-
Rosalia, Budi, Ratnasari, Kartika Hendra mawati. 2017. Analisis Pengungkapan
dan Riana R Dewi. 2016. Value Added Corporate Social Responsibility Berda-
Intelectual Capital, GCG dan Struktur sarkan Global Reporting Initiative G4.
Kepemilikan atas Kinerja Keuangan. Jurnal Organisasi dan Manajemen, Vol 3
KRA III Tahun 2016 Jember Raya. No. 1:53-60.
Subiantoro, Okky Hendro dan Titik Mildawa- Yaparto,Marissa.,Dianne Frisko K dan Riz-
ti. 2015. Pengaruh Karakteristik Perusa- ky Eriandani. 2013. Pengaruh Corpora-
haan terhadap Pengungkapan Corporate te Social Responsibility terhadap Kinerja
Social Responsibility. Jurnal Ilmu dan Ri- Keuangan pada Sektor Manufaktur yang
set Akuntansi. Vol 4 No. 9. terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada
Suciwati, Desak Putu, Desak Putu Arie Prad- periode 2010-2011. Jurnal Ilmiah Maha-
nyan dan Cening Ardina. 2016. Penga- siswa Universitas Surabaya. Vol 2 No. 2.

30 PENGARUH CSR, GCG, INFLASI TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN HIGH PROFILE DI
INDONESIA
PERAN KOMPETENSI, INDEPENDENSI DAN PENGALAMAN TERHADAP
KUALITAS AUDIT

Komang Krishna Yogantara1


Gde Herry Sugiarto Asana2
Luh Gede Made Laksminingsih3
(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Triatma Mulya - Bali)
1
email: krisna.yogan69@gmail.com

Abstract

The purpose of this study is to find the influence of competence , independence of , experience
and ethics auditor on the quality of audit .As for population in research it is a whole auditor the
office public accountant se-bali which consisted of 88 auditor to technique the sample collection
using a technique probability of sampling that is simple random sampling. Independent vari-
able the research is competence, independence, experience and ethics auditors and variable
dependennya is the quality of the audit.For methods data collection was carried out by using a
questionnaire and testing hypothesis done by using analysis of multiple regression.Based on
the results of the conducted then we can conclude that both a partial simultaneous and compe-
tence, independence, experience and ethics auditors it has some positive effects on the quality
of audit.

Keywords: competence, independence, experience, ethics auditors, the quality of audit.

PENDAHULUAN jasa pihak ketiga yaitu auditor independen.


Profesi akuntan publik merupakan pro- Tanpa menggunakan jasa auditor indepen-
fesi kepercayaan masyarakat. Masyarakat den, manajemen perusahan tidak akan da-
mengharapkan profesi akuntan publik mem- pat meyakinkan pihak luar bahwa laporan
berikan penilaian yang bebas dan tidak me- keuangan yang disajikan manajemen peru-
mihak terhadap informasi yang disajikan sahaan berisi informasi yang dapat diperca-
oleh manajemen perusahaan dalam lapor- ya. Karena dari sudut pandang pihak luar,
an keuangan. Audit merupakan salah satu manajemen mempunyai kepentingan baik
bentuk dari pengawasan yang terdiri dari kepentingan keuangan maupun kepenting-
tindakan mencari keterangan tentang ke- an lainnya.
giatan yang dilakukan suatu instansi yang Akuntan publik selaku auditor yang in-
diperiksa, membandingkan hasil yang diper- dependen akan menyediakan jasa kepada
oleh dengan kriteria yang telah ditetapkan masyarakat umum terutama dalam bidang
serta memberikan pendapat dengan mem- audit atas laporan keuangan yang dibuat
berikan rekomendasi mengenai tindakan- oleh kliennya. Akuntan publik berperan se-
tindakan perbaikan yang dapat dilakukan. bagai pihak ketiga yang menghubungkan
Secara umum audit merupakan suatu pro- manajemen perusahaan dengan pihak luar
ses sistematis untuk memperoleh dan meng- yang berkepentingan untuk memberi jamin-
evaluasi bukti yang objektif mengenai per- an bahwa laporan keuangan tersebut relevan
nyataan-pernyataan terkait aktivitas dan dan dapat diandalkan, sehingga dapat me-
kejadian-kejadian ekonomi dengan menetap- ningkatkan kepercayaan semua pihak yang
kan tingkat kesesuaian antara kriteria yang berkepentingan dengan perusahaan terse-
ditetapkan dengan pernyataan. but. Tugas auditor adalah memeriksa dan
Dua karakteristik terpenting yang harus memberikan opini terhadap kewajaran lapor-
ada dalam laporan keuangan adalah relevan an keuangan yang disajikan oleh kliennya
(relevance) dan dapat diandalkan (reliable). berdasarkan standar yang telah ditentukan
Kedua karakteristik tersebut sangatlah su- oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
lit untuk diukur, sehingga para pemakai Salah satu kasus pelanggaran tentang
informasi seperti calon investor, kreditor, standar profesional akuntan publik dan kode
Bapepam, dan pihak lain yang terkait un- etik IAI yang terjadi adalah pada kasus akun-
tuk menilai perusahaan dan mengambil tan publik Djoko Sutardjo yang izinnya dibe-
keputusan-keputusan yang berhubungan kukan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri
dengan perusahaan tersebut membutuhkan Mulyani Indrawati sejak 4 Januari 2007 se-

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 31


lama 18 bulan. Pembekukan izin dilakukan kai laporan keuangan dan jasa lainnya yang
karena akuntan publik tersebut melakukan diberikan oleh akuntan publik harus mem-
pelanggaran atas pembatasan penugasan perhatikan kualitas audit yang dihasilkan.
audit oleh Djoko Sutardjo dengan hanya me- Kualitas audit ini penting karena dengan ku-
lakukan audit umum atas laporan keuangan alitas audit yang tinggi maka akan mengha-
PT Myoh Technology Tbk (MYOH). Pembeku- silkan laporan keuangan yang dapat diper-
an izin oleh Menkeu ini merupakan tindak caya sebagai dasar pengambilan keputusan.
lanjut atas surat Ketua Bapepam-LK nomor Kualitas audit menurut Badjuri (2011)
S-348/BL/2006 tertanggal 6 Juni 2006. Ber- diukur dengan pendapat profesional audi-
kenaan dengan hal tersebut, AP telah me- tor yang tepat dan didukung oleh bukti dan
lakukan pelanggaran terhadap Keputusan penilaian objektif. Seorang auditor membe-
Menkeu nomor 359/KMK.06/2003 dan dika- rikan pelayanan yang berkualitas kepada
tegorikan sebagai pelanggaran berat sehing- pemegang saham jika mereka memberikan
ga dikenakan sanksi pembekuan izin. Kasus laporan audit yang independen, dapat di-
ini muncul ketika Djoko melakukan audit la- andalkan dan didukung dengan bukti audit
poran keuangan MYOH tahun 2005. Dalam yang memadai. Kualitas Audit yang diha-
audit itu terdapat kesalahan dalam hal pen- silkan auditor juga dapat dipengaruhi oleh
jumlahan dan penyajian arus kas yang ber- beberapa faktor, antara lain kompetensi diri
akhir pada 31 Desember 2005. Kemudian, auditor, independensi yang tinggi dari audi-
Direksi MYOH meminta Djoko untuk meng- tor, pengalaman kerja yang dimiliki auditor
audit ulang dan merevisi laporan keuang- serta etika yang harus dipatuhi oleh auditor.
an tersebut. Revisi kembali dilakukan pada Kompetensi merupakan kemampuan
Juni 2006. Hasil revisi ini telah disampaikan seorang auditor untuk mengaplikasikan pe-
ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lemba- ngetahuan dan pengalaman yang telah di-
ga Keuangan (Bapepam-LK) dan Bursa Efek milikinya dalam melakukan audit, sehingga
Surbaya (Hukum online, 2007). auditor dapat melakukan audit dengan teliti,
Selain kasus akuntan publik Djoko Su- cermat dan objektif (Carolita dan Rahardjo,
tardjo, terdapat juga pelanggaran kualitas 2012). Independen merupakan sikap yang ti-
audit yang dilakukan oleh KAP Budiman, dak mudah dipengaruhi dan tidak memihak
Wawan, Pamudji & Rekan. Diduga ada ke- kepada siapapun. Akuntan publik tidak di-
terlibatan Kantor Akuntan Publik tersebut benarkan memihak kepentingan siapapun.
dalam melakukan audit atas laporan keu- Akuntan publik berkewajiban untuk jujur
angan PT Katarina Utama pada tahun 2008 tidak hanya kepada manajemen dan pemilik
(Hukum online, 2010). PT Katarina Utama perusahaan, namun juga kepada kreditur
melakukan pemalsuan Laporan Keuangan dan pihak lain yang meletakkan kepercaya-
tahun 2008 dan 2009. Pemalsuan terse- an atas pekerjaan akuntan publik (Ardini,
but dilakukan dengan menaikkan jumlah 2010).
pendapatan dan aset, guna menarik inves- Kompetensi dan independensi yang di-
tor yang akan membeli saham PT katarina miliki auditor dalam penerapannya akan ter-
Utama. Dugaan keterlibatan pihak auditor kait dengan etika. Akuntan mempunyai ke-
semakin diperkuat setelah Kantor Akuntan wajiban untuk menjaga standar perilaku etis
Publik Akhyadi Wadisono melakukan au- tertinggi mereka kepada organisasi dimana
dit atas laporan keuangan tahun 2010 dan mereka bernaung, profesi mereka, masyara-
memberikan opini disclaimer, karena tidak kat dan diri mereka sendiri dimana akuntan
dapat melakukan konfirmasi atas transak- mempunyai tanggungjawab menjadi kompe-
si yang ada. Hal ini karena hasil audit yang ten dan untuk menjaga integritas dan objek-
dikeluarkan Kantor Akuntan Publik Budi- tivitas mereka.
man, Wawan, Pamudji dan Rekan justru Pengalaman adalah keterampilan dan
menyatakan opini wajar padahal ada duga- pengetahuan yang diperoleh seseorang se-
an laporan keuangan tersebut telah diman- telah mengerjakan sesuatu hal. Pengalam-
ipulasi (Hukum Online, 2010). an seorang auditor akan terus meningkat
Laporan keuangan yang telah diaudit seiring dengan semakin banyaknya waktu
oleh akuntan publik seharusnya kewajaran- untuk melakukan audit serta semakin kom-
nya lebih dapat dipercaya dan manfaat dari pleks transaksi keuangan perusahaan yang
jasa audit tersebut dapat memberikan infor- diaudit agar memperluas pengetahuan di bi-
masi yang akurat untuk pengambilan kepu- dangnya (Carolita dan Rahardjo, 2012).
tusan. Kepercayaan yang besar dari pema- Etika merupakan komitmen moral yang

32 PERAN KOMPETENSI, INDEPENDENSI DAN PENGALAMAN TERHADAP KUALITAS AUDIT


tinggi yang dituangkan dalam bentuk aturan litas audit pada Kantor Akuntan Publik
khusus. Aturan ini merupakan aturan main se-Bali?
dalam menjalankan atau mengemban profe-
si tersebut, yang biasanya disebut kode etik. KAJIAN PUSTAKA
Kode etik harus dipenuhi dan ditaati oleh se- 1. Teori keagenan
tiap profesi yang memberikan jasa pelayanan Teori keagenan (agency theory) menje-
kepada masyarakat dan merupakan alat ke- laskan adanya konflik antara manajemen
percayaan bagi masyarakat luas (Lubis, 2010). selaku agen dengan pemilik selaku prinsipal
Berdasarkan uraian yang telah dipa- (Bastian, 2006:213). Prinsipal ingin mengeta-
parkan di atas, maka peneliti tertarik untuk hui segala informasi termasuk aktivitas ma-
melakukan penelitian ulang tentang kualitas najemen, yang terkait dengan investasi atau
audit, karena dengan adanya kasus pelang- dananya dalam perusahaan. Hal ini dilaku-
garan kode etik IAI yang kerap terjadi maka kan dengan meminta laporan pertanggung-
profesi akuntan publik kembali menjadi so- jawaban pada agen (manajemen), tetapi yang
rotan masyarakat dan banyak menimbul- sering terjadi adalah kecenderungan mana-
kan pertanyaan yang menyangkut tentang jemen melakukan tindakan yang membuat
kualitas audit yang dihasilkan oleh akuntan laporannya kelihatan baik, sehingga kinerja
publik. Penelitian ulang dilakukan dengan dianggap baik. Untuk mengurangi atau me-
mereplikasi penelitian yang dilakukan oleh minimalkan kecendrungan yang dilakukan
Putri (2013) yang meneliti mengenai Penga- oleh manajeman dan membuat laporan keu-
ruh Kompetensi, Independensi, dan Penga- angan yang dibuat manajemen lebih reliabel
laman Terhadap Kualitas Audit (Studi Pada diperlukan auditor independen.
Auditor di KAP Wilayah Surakarta dan Yog- Pengguna informasi laporan keuangan
yakarta). akan mempertimbangkan pendapat auditor
Perbedaan penelitian ini dengan pene- sebelum menggunakan informasi tersebut
litian sebelumnya terletak pada objek dan sebagai dasar dalam pengambilan keputus-
variabel yang akan diteliti. Objek yang di- an ekonomis. Pengguna informasi laporan
gunakan dalam penelitian ini yaitu Kantor keuangan akan lebih mempercayai informasi
Akuntan Publik se-Bali sedangkan peneliti- yang disediakan oleh auditor yang kredibel.
an sebelumnya menggunakan objek Kantor Auditor yang kredibel dapat memberikan in-
Akuntan Publik wilayah Surakarta dan Yog- formasi yang lebih baik kepada pengguna in-
yakarta. Dalam penelitian ini ditambahkan formasi, karena dapat mengurangi asimetris
satu variabel yaitu etika auditor untuk dia- informasi antara pihak manajemen dengan
nalisis pengaruhnya terhadap kualitas au- pihak pemilik.
dit. Hasil penelitian ini penting karena dapat
dijadikan masukkan bagi auditor, sehingga 2. Auditing
tingkat kepercayaan klien terhadap auditor Menurut (Arens dkk., 2009:4) auditing
semakin meningkat. adalah pengumpulan dan penilaian buk-
Berdasarkan latar belakang yang telah ti mengenai informasi untuk menentukan
diuraikan sebelumnya, maka pokok masalah dan melaporkan tingkat kesesuaian antara
yang akan dibahas dalam penelitian ini ada- informasi tersebut dan kriteria yang ditetap-
lah sebagai berikut: kan. Auditing harus dilakukan oleh orang
1) Apakah terdapat pengaruh kompeten- yang kompeten dan independen. Sedangkan
si terhadap kualitas audit pada Kantor menurut Halim (2008:1) definisi audit yang
Akuntan Publik se-Bali? berasal dari ASOBAC (A Statement of Basic
2) Apakah terdapat pengaruh independen- Accounting Concepts) adalah suatu proses
si terhadap kualitas audit pada Kantor sistematis untuk menghimpun dan menge-
Akuntan Publik se-Bali? valuasi bukti-bukti secara objektif mengenai
3) Apakah terdapat pengaruh pengalam- asersi-asersi tentang berbagai tindakan dan
an terhadap kualitas audit pada Kantor kejadian ekonomi untuk menentukan ting-
Akuntan Publik se-Bali? kat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut
4) Apakah terdapat pengaruh etika audi- dengan kriteria yang telah ditetapkan de-
tor terhadap kualitas audit pada Kantor ngan menyampaikan hasilnya kepada para
Akuntan Publik se-Bali? pemakai yang berkepentingan.
5) Apakah terdapat pengaruh kompetensi,
independensi, pengalaman, dan etika 3. Standar Auditing
auditor secara simultan terhadap kua- Standar auditing berkenaan dengan kri-

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 33


teria atau ukuran mutu pelaksanaan audit seiring dengan banyaknya audit yang dilaku-
serta dikaitkan dengan tujuan yang hen- kan serta kompleksitas transaksi keuangan
dak dicapai. Standar auditing merupakan perusahaan yang diaudit, sehingga akan me-
pedoman bagi auditor dalam menjalankan nambah dan memperluas pengetahuannya di
tanggungjawab profesionalnya. Standar ini bidang akuntansi dan auditing. Pengalaman
meliputi pertimbangan kualitas profesional memberikan dampak terhadap setiap kepu-
auditor, seperti keahlian dan independensi, tusan yang diambil dalam pelaksanaan audit
persyaratan pelaporan serta bahan bukti. sehingga diharapkan setiap keputusan yang
Standar auditing terdiri dari sepuluh standar diambil merupakan keputusan yang tepat.
yang dikelompokkan menjadi tiga kelompok
besar, yaitu: standar umum, standar peker- 7. Etika Auditor
jaan lapangan dan standar pelaporan IAI. Kode etik auditor merupakan aturan pe-
rilaku auditor sesuai dengan tuntutan pro-
4. Kompetensi fesi dan organisasi serta standar audit yang
Kompetensi merupakan karakteristik merupakan ukuran mutu minimal yang ha-
yang mendasari seseorang berkaitan dengan rus dicapai oleh auditor dalam menjalankan
efektivitas kinerja individu dalam pekerjaan- tugas auditnya, apabila aturan ini tidak di-
nya atau karakteristik dasar yang memiliki penuhi berarti auditor tersebut bekerja di
hubungan sebab-akibat dengan kriteria yang bawah standar dan dapat dianggap melaku-
dijadikan acuan, efektif, dan memiliki kiner- kan malpraktek (Sari, 2011). Etika dapat di-
ja prima di tempat kerja dalam situasi terten- definisikan sebagai serangkaian prinsip atau
tu (Mulyadi, 2012). Kompetensi ditunjukkan nilai moral yang dimiliki oleh setiap orang.
dengan keharusan bagi setiap auditor untuk Lestari (2012) mengemukakan bahwa etika
memiliki ketrampilan dan kemahiran profesi adalah seperangkat aturan atau norma atau
auditor yang diakui umum untuk melakukan pedoman yang mengatur perilaku manusia,
audit. Seorang auditor dalam melaksanakan baik yang harus dilakukan maupun yang ha-
audit, harus bertindak sebagai seorang yang rus ditinggalkan yang dianut oleh sekelom-
ahli dibidang akuntansi dan auditing (Ardini, pok atau segolongan manusia atau masya-
2010). rakat atau profesi. Menurut Halim (2008:29)
salah satu faktor yang berpengaruh terha-
5. Independensi dap kualitas audit adalah ketaatan auditor
Profesi auditor harus bersifat indepen- terhadap kode etik.
den dan berkomitmen dalam melayani ke-
pentingan publik. Menurut Badjuri (2011), 8. Kualitas Audit
independensi secara umum mencangkup 2 Berkualitas atau tidaknya pekerjaan au-
(dua) aspek, yaitu independensi dalam fakta ditor akan mempengaruhi kesimpulan akhir
(in fact) dan independensi dalam penampilan auditor dan secara tidak langsung akan
(in apperance). Sedangkan menurut Mulyadi mempengaruhi tepat atau tidaknya keputus-
(2010:26-27) independensi diartikan sebagai an yang diambil oleh pihak luar perusahaan.
sikap mental yang bebas dari pengaruh, ti- Seorang auditor dituntut harus memiliki rasa
dak dikendalikan oleh pihak lain, dan tidak bertanggungjawab (akuntabilitas) dalam se-
tergantung pada orang lain. Akuntan publik tiap melaksanakan pekerjaannya dan memi-
berkewajiban untuk jujur tidak hanya ke- liki sikap profesional, agar dapat mengurangi
pada manajemen dari pemilik perusahaan, pelanggaran atau penyimpangan yang dapat
namun juga kepada kreditur dan pihak lain terjadi pada proses pengauditan. Auditor
yang meletakkan kepercayaan atas pekerja- dengan kemampuan profesionalisme tinggi
an akuntan publik. Seorang auditor dalam akan melaksanakan audit secara benar dan
melakukan audit harus berpegang teguh cenderung menyelesaikan setiap tahapan
pada prinsip-prinsip yang berlaku. proses audit secara lengkap dan memperta-
hankan sikap skeptisme dalam mempertim-
6. Pengalaman bangkan bukti-bukti audit yang kurang me-
Menurut (Sukriah dkk., 2009) menya- madai yang ditemukan selama proses audit
takan bahwa pengalaman merupakan sua- untuk memastikan agar menghasilkan kua-
tu proses yang membawa seseorang kepada litas audit yang baik (Ardini, 2010).
suatu pola tingkah laku yang lebih tinggi.
Sedangkan menurut Mulyadi (2012) penga- 9. Kajian Empiris
laman akuntan publik akan terus meningkat Beberapa penelitian mengenai pengaruh

34 PERAN KOMPETENSI, INDEPENDENSI DAN PENGALAMAN TERHADAP KUALITAS AUDIT


kompetensi, independensi, pengalaman dan pengalaman yang diperlukan dalam melaku-
etika auditor terhadap kualitas audit antara kan audit. Auditor yang berpendidikan tinggi
lain telah dilakukan oleh Putri (2013), Pra- akan mempunyai pandangan yang luas me-
hayuningtyas dan Sudarma (2014), Wardani ngenai berbagai hal. Selain itu dengan ilmu
(2013) dan Restuwati (2015). Hasil penelitian pengetahuan yang cukup luas, auditor akan
Putri (2013) menunjukan bahwa kompeten- lebih mudah dalam mengikuti perkembang-
si, independensi dan pengalaman berpenga- an yang semakin kompleks.
ruh signifikan terhadap kualitas audit dan Auditor yang berpengalaman mempu-
hasil penelitian Prahayuningtyas dan Sudar- nyai pemahaman yang lebih baik. Mereka
ma (2014) menunjukan bahwa pengalaman juga lebih mampu memberikan penjelasan
dalam melaksanakan audit berpengaruh ter- yang masuk akal atas kesalahan-kesalahan
hadap kualitas audit. Sedangkan hasil pe- dalam laporan keuangan dan dapat menge-
nelitian Wardani (2013) menunjukan bahwa lompokkan kesalahan berdasarkan pada tu-
independensi dan pengalaman berpengaruh juan audit. Sedangkan independensi menun-
secara simultan terhadap kualitas audit. Se- jukkan seorang auditor tidak memiliki sifat
lain itu, independensi berpengaruh secara yang memihak salah satu pihak. Auditor
parsial terhadap kualitas audit, sedangkan akan menghasilkan laporan keuangan yang
pengalaman tidak berpengaruh secara parsi- berkualitas, jika seorang auditor tersebut
al terhadap kualitas audit. Serta hasil pene- menjadikan etika sebagai dasar atau pedo-
litian Restuwati (2015) menunjukan bahwa man moral dalam melaksanakan pengaudi-
etika auditor dan pengalaman berpengaruh tan.
signifikan terhadap kualitas audit. Selain Uraian di atas dapat dituangkan dalam
itu, penelitian ini juga membuktikan bahwa rancangan penelitian sebagai berikut:
etika auditor secara parsial berpengaruh ter-
hadap kualitas audit, sedangkan pengalam- Gambar 1. Rancangan Penelitian
an secara parsial tidak berpengaruh terha-
dap kualitas audit. Kompetensi
(X1)
10. Hipotesis
Berdasarkan kajian teoritis dan kajian H1
empiris, maka hipotesis secara parsial dan Independensi
(X2) H2
simultan dalam penelitian ini adalah sebagai
Kualitas Audit
berikut: H3 (Y)
H1: Kompetensi auditor berpengaruh posi- Pengalaman
(X3) H4
tif terhadap kualitas audit pada Kantor
Akuntan Publik se-Bali.
H2: Independensi auditor berpengaruh posi- Etika Auditor
tif terhadap kualitas audit pada Kantor (X4)
Akuntan Publik se-Bali
H5
H3: Pengalaman auditor berpengaruh posi-
tif terhadap kualitas audit pada Kantor
Akuntan Publik se-Bali. Sumber: data diolah, 2016
H4: Etika auditor berpengaruh positif terha-
dap kualitas audit pada Kantor Akuntan : Pengaruh secara parsial masing-
Publik se-Bali. masing variabel independen kompetensi (X1),
H5: Kompetensi, independensi, pengalaman independensi (X2), pengalaman (X3) dan etika
dan etika auditor berpengaruh positif auditor (X4), terhadap kualitas audit (Y).
secara simultan terhadap kualitas audit : Pengaruh secara simultan varia-
pada Kantor Akuntan Publik se-Bali. bel kompetensi (X1), independensi (X2), peng-
alaman (X3) dan etika auditor (X4), terhadap
METODE PENELITIAN kualitas audit (Y).
Rancangan penelitian
Dalam menunjang kualitas audit yang Populasi dan Sampel
baik, terdapat beberapa faktor yang mem- Menurut Sugiyono (2014:148) populasi
pengaruhi, yaitu kompetensi, independensi, adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas
pengalaman dan etika yang dimiliki auditor. objek/subjek yang mempunyai kuantitas
Kompetensi menerapkan pengetahuan dan dan karakteristik tertentu yang ditetapkan

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 35


oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian (2012), yaitu hubungan dengan klien, inde-
ditarik kesimpulannya. Populasi dalam pe- pendensi pelaksanaan pekerjaan dan inde-
nelitian ini adalah seluruh auditor yang be- pendensi laporan. Indikator yang digunakan
kerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di untuk mengukur independensi terdiri dari 7
Bali yang berjumlah 88 orang. (tujuh) item pertanyaan. Masing-masing item
Untuk menentukan sampel yang akan pertanyaan tersebut diukur dengan menggu-
digunakan dalam penelitian ini, mengguna- nakan skala likert 5 (lima) poin.
kan teknik probability sampling yaitu simple
random sampling. Simple random sampling Pengalaman
merupakan pengambilan anggota sampel dari Pengalaman merupakan suatu proses
populasi secara acak tanpa memperhatikan pembelajaran dan penambahan perkem-
strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyo- bangan potensi bertingkah laku baik dari
no:2014). Jadi sampel yang digunakan ada- pendidikan formal maupun non formal atau
lah sebanyak 69 orang. dapat pula diartikan sebagai suatu proses
yang membawa seseorang kepada pola ting-
Teknik Pengumpulan Data kah laku yang lebih tinggi. Pengalaman au-
Metode pengumpulan data yang digu- ditor di ukur dengan indikator yang menga-
nakan dalam penelitian ini adalah observasi cu pada instrumen milik Putra (2012), yaitu
dan kuesioner. Observasi merupakan teknik lamanya bekerja dan banyaknya tugas pe-
pengumpulan data dengan cara melakukan meriksaan. Indikator yang digunakan untuk
pengamatan secara langsung terhadap ob- mengukur pengalaman auditor terdiri dari 8
jek yang akan diteliti. Objek dari penelitian (delapan) item pertanyaan. Masing-masing
ini adalah Kantor Akuntan Publik yang ada item pertanyaan tersebut diukur dengan
di Bali. Sedangkan kuesioner merupakan menggunakan skala likert 5 (lima) poin.
teknik pengumpulan data dengan membu-
at daftar pertanyaan yang berkaitan dengan Etika Auditor
objek yang diteliti dan diberikan kepada pi- Etika sebagai seperangkat aturan atau
hak yang berkaitan dengan penelitian yang norma atau pedoman yang mengatur perilaku
dilakukan. manusia baik yang harus dilakukan maupun
yang harus ditinggalkan yang dianut oleh se-
Pengembangan Instrumen kelompok atau segolongan manusia atau ma-
Berdasarkan variabel yang ada dalam pe- syarakat atau profesi. Etika auditor di ukur
nelitian ini, maka pengembangan instrumen dengan indikator yang mengacu pada instru-
variabel dapat diuraikan sebagai berikut: men milik Putra (2012), yaitu tanggungjawab
profesi auditor, integritas dan objektifitas.
Kompetensi Indikator yang digunakan untuk mengukur
Kompetensi auditor adalah kualifikasi etika auditor terdiri dari 13 (tiga belas) item
yang dibutuhkan oleh auditor untuk melak- pertanyaan. Masing-masing item pertanyaan
sanakan audit dengan benar pada Kantor tersebut diukur dengan menggunakan skala
Akuntan Publik se-Bali. Kompetensi auditor likert 5 (lima) poin.
di ukur dengan indikator yang mengacu pada
instrumen milik Putra (2012), yaitu mutu per- Kualitas Audit
sonal, pengetahuan umum dan keahlian khu- Kualitas audit berhubungan dengan se-
sus. Indikator yang digunakan untuk meng- berapa baik sebuah pekerjaan diselesaikan
ukur kompetensi terdiri dari 12 (dua belas) dibanding dengan kriteria yang telah ditetap-
item pertanyaan. Masing-masing item perta- kan. Untuk auditor kualitas audit yang di-
nyaan tersebut diukur dengan menggunakan hasilkan dinilai dari seberapa banyak respon
skala likert 5 (lima) poin. yang benar dari setiap pekerjaan yang dise-
lesaikan. Kualitas audit di ukur dengan in-
Independensi dikator yang mengacu pada instrumen milik
Independensi adalah sikap yang diha- Putra (2012), yaitu kesesuaian pemeriksaan
rapkan dari seorang akuntan publik untuk dengan standar audit dan kualitas laporan
tidak mempunyai kepentingan pribadi dalam hasil audit. Indikator yang digunakan untuk
pelaksanaan tugasnya yang bertentangan mengukur kualitas audit terdiri dari 12 (dua
dengan prinsip integritas dan objektifitas. In- belas) item pertanyaan. Masing-masing item
dependensi auditor di ukur dengan indikator pertanyaan diukur dengan menggunakan
yang mengacu pada instrumen milik Putra skala likert 5 (lima) poin.

36 PERAN KOMPETENSI, INDEPENDENSI DAN PENGALAMAN TERHADAP KUALITAS AUDIT


Teknik Analisis bel bebas terhadap variabel terikat. Dengan
Penelitian ini menggunakan SPSS 16.0 bantuan SPSS 16,0 model regresi berganda
for windows untuk melakukan pengujian dalam penelitian ini ditunjukan sebagai ber-
statistik. Adapun teknik analisis yang digu- ikut:
nakan adalah sebagai berikut:
Y = a + β1X1+ β2X2+ β3X3+ β4X4+e
Uji kualitas data Keterangan:
Dalam penelitian ini dilakukan pengujian a = nilai konstanta
apakah instrumen data penelitian berupa ja- β1 - β4 = koefisien regresi dari masing-
waban responden telah dijawab dengan benar masing variabel bebas
atau tidak. Pengujian tersebut meliputi peng- X 1 = kompetensi auditor
ujian validitas dan pengujian reliabilitas. X2 = independensi auditor
X 3 = pengalaman auditor
Uji asumsi klasik X 4 = etika auditor
Pengujian asumsi klasik ini bertujuan e = standar error
untuk mengetahui dan menguji kelayakan
atas model regresi yang digunakan dalam pe- HASIL DAN PEMBAHASAN
nelitian ini. Uji asumsi klasik yang meliputi Uji Kualitas Data
uji normalitas, uji multikolinieritas dan uji Dari pengujian validitas data, semua item
heteroskedastisitas. pertanyaan untuk seluruh variabel dependen
dan independen memiliki kriteria valid untuk
Analisis uji t setiap item pertanyaan dengan nilai kolerasi
Uji t dilakukan untuk menguji signifi- lebih besar dari 0,3. Hal ini berarti setiap item
kansi variabel bebas terhadap variabel teri- pertanyaan yang digunakan dalam penelitian
kat secara individual, hal ini dilakukan de- ini mampu mengungkapkan sesuatu yang di-
ngan melihat nilai signifikan 0,025 pada ukur dalam kuesioner tersebut.
tabel Coefficients. Dari pengujian reliabilitas menunjukkan
nilai cronbacht’s alpha seluruh variabel de-
Analisis uji F penden dan independen di atas 0,60. Dengan
Uji F dilakukan dengan tujuan untuk demikian dapat disimpulkan bahwa pernya-
menguji pengaruh variabel independen seca- taan dalam kuesioner ini reliabel karena me-
ra bersama-sama terhadap variabel depen- miliki nilai cronbacht’s alpha lebih besar dari
den yang diuji pada tingkat signifikansi 0,05. 0,60. Hal ini menunjukkan bahwa setiap
item pertanyaan yang digunakan akan mam-
Analisis regresi linier berganda pu memperoleh data yang konsisten.
Analisis regresi linier berganda digu-
nakan untuk mengetahui pengaruh varia- Uji Asumsi Klasik

Tabel 3. Hasil Uji Normalitas


One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Etika Kualitas
Kompetensi Independensi Pengalaman
Auditor Audit
N 69 69 69 69 69

Normal Mean 52.13 30.55 34.57 56.36 52.41


Parametersa Std. Deviation 4.325 3.094 2.831 4.777 4.323
Absolute .109 .148 .122 .124 .116
Most Extreme
Positive .095 .099 .122 .124 .106
Differences
Negative -.109 -.148 -.085 -.098 -.116
Kolmogorov-Smirnov Z .904 1.229 1.013 1.033 .963
Asymp. Sig. (2-tailed) .387 .097 .257 .237 .311
Sumber: Data diolah, 2016

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 37


Berdasarkan Tabel 3 menunjukkan nilai pat disimpulkan penelitian ini telah meme-
Asymp. Sig. (2-tailed) seluruh variabel inde- nuhi uji normalitas.
penden dan dependen di atas 0,05. Maka da-

Tabel 4. Hasil Uji Multikolinieritas


Coefficientsa
Unstandardized Standardized Collinearity
Coefficients Coefficients Sig. Statistics
Model t
Std. Tolerance
B Beta VIF
Error

(Constant) 1.369 2.869 .477 .635

Kompetensi .290 .091 .290 3.172 .002 .292 3.420


1 Independensi .376 .117 .269 3.217 .002 .348 2.874
Pengalaman .383 .133 .251 2.884 .005 .323 3.095
Etika Auditor .199 .068 .220 2.912 .005 .429 2.330
a. Dependent Variable: Kualitas Audit
Sumber: Data diolah, 2016

Berdasarkan Tabel 4 di atas terlihat bah- demikian dapat disimpulkan bahwa model re-
wa nilai tolerance di atas 0,1 untuk seluruh gresi tidak terdapat masalah multikolinieritas
variabel dan nilai VIFnya di bawah 10. Dengan dan dapat digunakan dalam penelitian ini.

Tabel 5. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Sumber: Data diolah, 2016

38 PERAN KOMPETENSI, INDEPENDENSI DAN PENGALAMAN TERHADAP KUALITAS AUDIT


Berdasarkan Tabel 5 di atas grafik scat- berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada
terplot menunjukkan bahwa data tersebar di model persamaan regresi, sehingga model
atas dan di bawah angka 0 (nol) pada sumbu regresi layak digunakan untuk mempredik-
Y dan tidak terdapat suatu pola yang jelas si kualitas audit berdasarkan variabel yang
pada pada penyebaran data tersebut. Hal ini mempengaruhinya.

Tabel 6. Hasil Uji t


Coefficientsa
Model Standardized
Unstandardized Coefficients
Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
(Constant) 1.369 2.869 .477 .635
Kompetensi .290 .091 .290 3.172 .002
1 Independensi .376 .117 .269 3.217 .002
Pengalaman .383 .133 .251 2.884 .005
Etika Auditor .199 .068 .220 2.912 .005
a. Dependent Variable: Kualitas Audit
Sumber: Data diolah, 2016

1) Pengaruh kompetensi terhadap kualitas 0,002 yang lebih kecil dari tingkat α
audit (0,025). Hal tersebut menunjukkan bah-
Berdasarkan hasil uji t pada Tabel 6 wa variabel independensi berpengaruh
kompetensi yang dimiliki seorang audi- positif terhadap kualitas audit.
tor mempunyai koefisien regresi sebesar 3) Pengaruh pengalaman terhadap kualitas
0,290 dan tingkat signifikansi sebesar audit
0,002 yang lebih kecil dari tingkat α Berdasarkan hasil uji t pada Tabel 6 peng-
(0,025). Hal tersebut menunjukkan bah- alaman kerja yang dimiliki seorang auditor
wa variabel kompetensi berpengaruh po- mempunyai koefisien regresi sebesar 0,383
sitif terhadap kualitas audit. dan tingkat signifikansi sebesar 0,005 yang
2) Pengaruh independensi terhadap kuali- lebih kecil dari tingkat α (0,025). Hal ter-
tas audit sebut menunjukkan bahwa variabel peng-
Berdasarkan hasil uji t pada Tabel 6 in- alaman berpengaruh positif terhadap kua-
dependensi yang dimiliki seorang audi- litas audit.
tor mempunyai koefisien regresi sebesar 4) Pengaruh etika auditor terhadap kuali-
0,376 dan tingkat signifikansi sebesar tas audit

Tabel 7. Hasil Uji F


ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Regression 1072.053 4 268.013 86.376 .000a
1 Residual 198.585 64 3.103
Total 1270.638 68
a. Predictors: (Constant), Etika Auditor, Kompetensi, Independensi, Pengalaman
b. Dependent Variable: Kualitas Audit
Sumber: Data diolah, 2016

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 39


Berdasarkan hasil uji t pada Tabel 6 eti- berpengaruh terhadap kualitas audit.
ka yang dimiliki seorang auditor mempu- 4) Koefisien regresi variabel etika auditor
nyai koefisien regresi sebesar 0,199 dan (X4) diperoleh sebesar 0,199 dengan arah
tingkat signifikansi sebesar 0,005 yang koefisien positif. Hal ini menunjukkan
lebih kecil dari tingkat α (0,025). Hal ter- bahwa etika yang dimiliki auditor da-
sebut menunjukkan bahwa variabel eti- pat meningkatkan kualitas audit. Hasil
ka auditor berpengaruh positif terhadap penelitian ini sejalan dengan Restuwa-
kualitas audit. ti (2015) yang menyatakan bahwa etika
Berdasarkan hasil uji F pada Tabel 7 auditor berpengaruh signifikan terhadap
menunjukkan bahwa variabel kompetensi, kualitas audit.
independensi, pengalaman dan etika auditor
berpengaruh secara simultan atau bersama- SIMPULAN DAN SARAN
sama terhadap kualitas audit. Hal ini dibuk- Simpulan
tikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 Penelitian ini bertujuan untuk menge-
dalam pengujian F yang lebih kecil dari nilai tahui seberapa besar pengaruh kompetensi,
α (0,05). independensi, pengalaman dan etika auditor
terhadap kualitas audit. Berdasarkan data
Analisis Regresi Linier Berganda yang sudah dikumpulkan dan diolah meng-
Hasil pengujian model regresi linier ber- gunakan model regresi berganda, maka da-
ganda ditunjukkan pada Tabel 6 dilihat pada pat diambil kesimpulan sebagai berikut:
nilai β. 1) Hasil pengujian secara parsial membuk-
Berdasarkan Tabel 6 di atas, maka dida- tikan bahwa variabel kompetensi, inde-
pat persamaan garis regresi sebagai berikut: pendensi, pengalaman dan etika auditor
berpengaruh positif terhadap kualitas
Y = 1,369 + 0,290X1 + 0,376X2 + 0,383X3 audit pada Kantor Akuntan Publik se-
+ 0,199X4 + e Bali dengan nilai signifikan ≤ 0,025.
2) Hasil pengujian secara simultan mem-
Model persamaan garis regresi di atas buktikan bahwa variabel kompetensi,
dapat diinterprestasikan sebagai berikut: independensi, pengalaman dan etika
1) Koefisien regresi variabel kompetensi (X1) auditor secara bersama-sama berpenga-
diperoleh sebesar 0,290 dengan arah ruh positif terhadap kualitas audit pada
koefisien positif. Hal ini menunjukkan Kantor Akuntan Publik se-Bali dengan
bahwa kompetensi yang dimiliki seorang nilai signifikan ≤ 0,05 dan mempunyai
auditor dapat meningkatkan kualitas kontribusi sebesar 84,4 % dan sisanya
audit. Hasil penelitian ini sejalan dengan dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak
penelitian Putri (2013) yang menyatakan diteliti.
bahwa kompetensi berpengaruh signifi-
kan terhadap kualitas audit. Saran
2) Koefisien regresi variabel independen- Berdasarkan simpulan dan hasil peneli-
si (X2) diperoleh sebesar 0,376 dengan tian di atas, maka saran yang diajukan sehu-
arah koefisien positif. Hal ini menunjuk- bungan dengan penelitian ini adalah:
kan bahwa independensi yang dimiliki 1) Bagi Kantor Akuntan Publik di wilayah
seorang auditor dapat meningkatkan ku- Bali disarankan untuk tetap memperta-
alitas audit. Hasil penelitian ini sejalan hankan dan meningkatkan kompetensi,
dengan penelitian Wardani (2013) yang independensi, pengalaman dan etika au-
menyatakan bahwa independensi berpe- ditor sehingga dapat menunjang kualitas
ngaruh secara parsial terhadap kualitas audit yang dihasilkan.
audit. 2) Bagi penelitian selanjutnya, diharapkan
3) Koefisien regresi variabel pengalam- menggunakan variabel yang berbeda se-
an (X3) diperoleh sebesar 0,383 dengan perti faktor-faktor lain yang mempengaruhi
arah koefisien positif. Hal ini menunjuk- kualitas audit, salah satunya yaitu objek-
kan bahwa pengalaman kerja yang lebih tivitas dan integritas serta dapat mengga-
tinggi dapat meningkatkan kualitas au- bungkan objek penelitian di luar Bali.
dit. Hasil penelitian ini sejalan dengan
penelitian Prahayuningtyas dan Su- DAFTAR PUSTAKA
darma (2014) yang menyatakan bahwa Ardini, Lilis. 2010. Pengaruh Kompetensi, In-
pengalaman dalam melaksanakan audit dependensi, Akuntabilitas dan Motivasi

40 PERAN KOMPETENSI, INDEPENDENSI DAN PENGALAMAN TERHADAP KUALITAS AUDIT


terhadap Kualitas Audit. Majalah Ekono- ngaruh Kompetensi dan Independensi
mi Tahun XX, No. 3, Desember 2010. Auditor Terhadap Kualitas Audit (Studi
Arens, Elder, Beasly dan jusuf. 2009. Audi- Empiris Pada KAP di Kota Malang).
ting and Assurance ServicesAn Integrated Putra, Nugraha Agung Eka. 2012. Pengaruh
Approach: An Indonesian Adaptation.13th Kompetensi, Tekanan Waktu, Pengalam-
edition. Salemba Empat:Jakarta. an Kerja, Etika dan Independensi Au-
Badjuri, Achmat. 2011. Faktor-Faktor yang ditor Terhadap Kualitas Audit. Skripsi.
Berpengaruh terhadap Kualitas Audit Fakultas Ekonomi Universitas Negeri
Auditor Independen pada Kantor Akun- Yogyakarta.
tan Publik (KAP) di Jawa Tengah. Dina- Putri, Sheila Wikanov. 2013. Pengaruh Kom-
mika Keuangan dan Perbankan Vol. 3, petensi, Independensi dan Pengalaman
No. 2, p. 183 – 197. Terhadap Kualitas Audit (Studi Pada Au-
Bastian, Indra. 2006. Akuntansi Sektor Pub- ditor Di KAP Wilayah Surakarta dan Yog-
lik: Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga. yakarta).
Carolita dan Rahardjo. 2012. Pengaruh Peng- Restuwati, Martin. 2015. Pengaruh Etika
alaman Kerja, Independensi, Objektifitas, Auditor, Pengalaman, Due Professional
Integritas, Kompetensi dan Komitmen Or- Care, dan Perilaku Disfungsional Terha-
ganisasi terhadap Kualitas Hasil Audit. Di- dap Kualitas Audit. (Studi Empiris pada
ponogoro Journal of Accounting Vol. 1, No. Auditor KAP di Jawa Tegah dan DIY).
2, p.1-11. Sari, Nungky Nurmalita. 2011. Pengaruh
Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Mul- Pengalaman Kerja, Independensi, Objek-
tivariat Dengan Program SPSS. Cetakan tivitas, Integritas, Kompetensi, dan Eti-
VII. Semarang : Badan Penerbit Univer- ka Terhadap Kualitas Audit (Studi pada
sitas Diponogoro. KAP Big Four di Indonesia). Simposium
Halim, Abdul. 2008. Auditing. Yogyakarta : Nasional Akuntansi XIII Purwokerto.
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN. Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Manaje-
Lestari, Novianty Eka Putri. 2012. Pengaruh men. Bandung : Alfabeta.
Kompetensi, Independensi dan Etika Sukriah, Akram dan Biana Adha Inapty.
Auditor terhadap Kualitas Audit : Studi 2009. Pengaruh Pengalaman Kerja, In-
Empiris Pada Kantor Akuntan Publik di dependensi, Obyektivitas, Integritas dan
Jakarta. Jakarta : Program sarjana Uni- Kompetensi terhadap Kualitas Hasil Pe-
versitas Kristen Krida Kencana. Skripsi. meriksaan. Simposium Nasional Akun-
Lubis, Arfan Ikhsan. 2010. Akuntansi Kepri- tansi XII.
lakuan Edisi 2. Jakarta : Salemba Em- Wardani, Amalia. 2013. Pengaruh Indepen-
pat. dens, Pengalaman, Due Professional Care
Mulyadi. 2010. Auditing. Edisi Keenam. dan Akuntabilitas Terhadap Kualitas Au-
Buku 1. Jakarta : Salemba Empat. dit. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Mulyadi. 2012. Pengaruh Pengalaman Kerja, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Kompetensi, Independensi, Akuntabili- www.hukumonline.com/berita/baca/
tas, Profesionalisme, dan Kompleksitas hol16106/akuntan-publik-djoko-sutardjo
Tugas Auditor terhadap Kualitas Audit. dibekukan.
Dosen S1 Akuntansi. Surakarta : STIE www.hukumonline.com/berita/baca/lt-
Adi Unggul Bhirawa Surakarta. 4c7e0833c3fa9/bei-hentikan-sementara
Prahayuningtyas dan Sudarma. 2014. Pe- operasional-katarina-utama.

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 41


ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA AUDITOR KANTOR
AKUNTAN PUBLIK DI BALI

I Dewa Nyoman Wiratmaja1


Ketut Alit Suardana2
1,2
(Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana)
1
email: trunelare@yahoo.com

Abstract

This study aims to analyze the factors that affect the performance of auditors. Factors studied
are organizational commitment, education level, amounts of fee and time budget pressure. The
study population is all auditors in the Public Accounting Firm registered in Indonesian Institute
of Certified Public Accountants of Bali in 2015. The sample is determined by non probabilty
sampling method with purposive sampling technique. Selection of study respondents is deter-
mined by certain criteria. This study uses quantitative data sourced from primary data. Primary
data is obtained from the spread of questionnaires on respondents and analyzed by using mul-
tiple linear regression analysis techniques. This research gives analysis result that organizatio-
nal commitment have positive effect on auditor performance, education level have positive effect
on auditor performance, fee has negative effect on auditor performance, and time pressure have
positive effect on auditor performance.

Keywords: auditor performance, organizational commitment, education level, fee, time pressure

I. PENDAHULUAN Suatu gambaran kasus kecurangan


Pada era globalisasi ini perusahaan ha- dapat ditunjukkan dengan skandal lapor-
rus membuat laporan keuangan sebagai an keuangan yang terjadi pada kasus Lip-
media pertanggungjawaban dari segala ak- po BAPEPAM yang menemukan tiga buah
tivitasnya yang menyediakan informasi yang versi laporan keuangan untuk tahun 2002.
dibutuhkan pihak internal dan eksternal Laporan keuangan pertama diiklankan me-
perusahaan. Pihak internal mencakup ma- lalui media masa untuk ditunjukan kepada
najemen dan individu lain dalam internal publik pada bulan November 2002. Lapor-
perusahaan yang biasa menggunakan lapor- an keuangan kedua diterbitkan pada bu-
an keuangan sebagai pembanding atas pe- lan Desember 2002 yang diberikan kepada
rencanaan dan hasil, media untuk melihat BEJ. Sedangkan laporan keuangan ketiga
kondisi keuangan dan pengambilan kepu- pada tanggal 6 Januari 2003 diberikan ke-
tusan untuk menambah nilai perusahaan. pada akuntan publik untuk diperiksa, da-
Pihak eksternal yaitu pihak di luar perusa- lam hal ini auditor yang menangani kasus
haan, menggunakan laporan keuangan su- tersebut adalah Ruchjat Kosasih yang bera-
atu entitas untuk melihat kemampuan en- da di bawah naungan KAP Prasetio, Sarwo-
titas membayar kewajiban, kebenaran data ko dan Sadjaja. Hal yang sejenis tergambar
keuangan entitas sebagai wajib pajak, media pada kasus Kimia Farma dan Lippo (Sekar,
informasi penelitian, dan kondisi kesehatan 2003). Pada kasus Kimia Farma tahun 2001
keuangan perusahaan yang berdampak pada terjadi manipulasi laba sebesar 33 Milyar,
pengambilan keputusan investasi. di mana Kimia Farma mencantumkan laba
Laporan keuangan yang disajikan ha- pada laporan keuangannya sebesar 132 Mil-
rus menjelaskan prinsip akuntabilitas dan yar, padahal jumlah laba yang sesungguh-
transparansi. Akuntan publik merupakan nya sebesar 99 Milyar (Syahrul, 2002).
pihak independen yang diharapkan mampu Gambaran kedua kasus tersebut me-
menengahi pihak internal dan pihak ekster- nimbulkan pertanyaan di mata masyarakat.
nal suatu entitas dengan mampu menemu- Apabila auditor tidak dapat mendeteksi ke-
kan salah saji material dan memberikan in- curangan yang terkandung dalam laporan
formasi kewajaran suatu laporan keuangan. keuangan, maka kompetensinya perlu di-
Akuntan publik juga berfungsi mendeteksi pertanyakan. Apabila kecurangan dalam la-
kejanggalan laporan keuangan yang mung- poran keuangan telah terdeteksi oleh audi-
kin dilakukan oleh manajemen untuk meng- tor, namun auditor enggan untuk mengung-
hindari kerugian prinsipal (Pratistha, 2014). kapkannya, maka sikap auditor perlu dira-

42 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA AUDITOR KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI BALI
gukan. Hal tersebut akan dapat menurun- sar sehingga mengganggu independensinya
kan kualitas kinerja auditor bersangkutan (Jong-Hag et al., 2010).
bahkan KAP naungannya ikut tersangkut. Pelaksanaan tugas audit tentu membu-
Saat ini perkembangan jasa akuntan tuhkan waktu yang panjang, tetapi tekan-
publik semakin pesat dan bersaing seiring an waktu dibutuhkan untuk menghindari
dengan pesatnya kemajuan kegiatan ekono- penundaan untuk penyelesaian tugas tepat
mi. Untuk itu seorang auditor dituntut un- waktu. Auditor akan membutuhkan rentang
tuk memiliki kinerja yang baik dan dapat waktu dalam melaksanakan tugas audit. Te-
menghasilkan laporan audit yang berkuali- kanan waktu merupakan kondisi tuntutan
tas. Beberapa faktor diduga dapat mempe- pada auditor untuk mengefisiensikan ang-
ngaruhi dalam peningkatan kinerjanya un- garan waktu yang disusun (Ahituv, 1998).
tuk menambah kualitas pemeriksaan, yaitu: Tekanan waktu cenderung membuat penu-
komitmen organisasi, tingkat pendidikan, runan kualitas audit (Simanjutak, 2008).
besaran fee, dan tekanan anggaran waktu. Kemajuan kegiatan ekonomi menye-
Komitmen organisasi merupakan si- babkan perkembangan jasa akuntan publik
kap senang dan peduli seorang anggota semakin pesat dan bersaing. Menuntut seo-
pada organisasinya (Robbins, 2002). Keter- rang auditor memiliki kinerja yang baik dan
libatan auditor pada KAP dijadikan untuk dapat menghasilkan laporan audit yang ber-
mengidentifikasi komitmen yang dimiliki kualitas. Oleh sebab itu auditor perlu me-
auditor tersebut. Seorang auditor yang me- ngetahui hal-hal yang mampu meningkat-
miliki komitmen yang tinggi dapat menim- kan kinerjanya untuk menambah kualitas
bulkan rasa memiliki pada organisasi ter- pemeriksaan.
sebut, sehingga auditor lebih bersemangat Seorang profesional diharuskan memi-
dan berusaha meningkatkan kinerjanya liki kinerja yang baik dengan memberikan
(Wati dkk., 2010). dampak positif pada organisasinya. Kinerja
Auditor harus memiliki kemampuan dan merupakan hasil pencapaian individu ma-
keterampilan dalam memeriksa dan menga- upun organisasi dalam penyelesaian tugas
tasi masalah dalam tugas audit yang dapat didasarkan pengalaman, kecakapan dan
diperoleh dari proses pendidikan formal ma- tepat waktu. Peningkatan kinerja auditor
upun non-formal. Standar Profesional Akun- merupakan pencapaian kualitas pemerik-
tan Publik (SPAP) menyatakan audit per- saan yang efektif dan efisien. Pencapaian
lu dilakukan individu atau organisasi yang tersebut menjadi satu keharusan untuk
mempunyai spesialisasi dan pendidikan tek- penilaian kemampuan pemeriksaan indivi-
nis yang cukup sebagai auditor. Tingkat pen- du auditor yang berdampak pada kredibili-
didikan auditor akan menambah kualitasnya tas organisasi KAP tempatnya bekerja.
karena pendidikan tinggi cenderung menam- Adanya inkonsistensi hasil penelitian
bah wawasan dan keahlian untuk bertang- dan ditambah adanya perbedaan penda-
gung jawab dan berperan dalam menjalan- pat beberapa auditor dengan beberapa ha-
kan tugas (Futri, 2014). Namun pendapat sil penelitian yang ditemukan di lapangan
yang berbeda bahwa hasil kinerja yang baik mengenai pengaruh komitmen organisasi,
bukan ditentukan oleh jenjang pendidikan tingkat pendidikan, besaran fee, dan tekan-
(Albar, 2009). Hal ini disebabkan karena te- an anggaran waktu pada kinerja auditor.
ori pendidikan memiliki perbedaan pada pe- Berdasarkan hal-hal tersebut maka perlu
nerapannya di lapangan. dilakukan penelitian kembali mengenai se-
Sering terjadi konflik keagenan yang di- berapa jauh pengaruh komitmen organisa-
sebabkan oleh sistem kelambagaan yang si, tingkat pendidikan, besaran fee, dan te-
dibentuk auditor dan manajemen (Gavious, kanan anggaran waktu pada kinerja auditor
2007). Manajemen menunjuk auditor untuk Kantor Akuntan Publik di Bali.
memeriksa laporan keuangan perusahaan-
nya, di sisi lain manajemen membayar jasa II. TINJAUAN TEORETIS DAN
yang dilakukan oleh auditor. Mekanisme ter- PENGEMBANGAN HIPOTESIS
sebut menimbulkan dilematis auditor yang Penelitian ini menggunakan teori peng-
berimplikasi pada kualitas auditnya, serta harapan untuk menjelaskan tentang harap-
fee audit yang besar akibat waktu audit yang an atau motivasi seseorang untuk mencapai
panjang menyebabkan manajemen memilih sesuatu. Di samping itu juga menggunakan
auditor yang kompetitif. Auditor menyetujui teori U terbalik untuk menjelaskan tentang
intervensi dari klien akibat fee audit yang be- kinerja yang menurun apabila seseorang

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 43


mengalami suatu tingkatan stress yang ting- mampu melakukan tugas dengan baik dan
gi karena suatu tekanan seperti tekanan benar.
anggaran waktu. H2: tingkat pendidikan berpengaruh positif
Berdasarkan teori pengharapan yang pada kinerja auditor Kantor Akuntan Publik
dikemukakan oleh Vroom (1964) dalam bu- di Bali
kunya yang berjudul “Work and Motivation” Atas jasa pemeriksaan audit yang telah dila-
yang mengetengahkan suatu teori yang di- kukan oleh auditor maka klien wajib membe-
sebut dengan “Teori Pengharapan”. Menurut rikan fee audit. Besaran fee ditentukan mela-
teori ini, motivasi merupakan akibat suatu lui proses negoisasi antara klien dan auditor
hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang yang didasarkan atas panduan penentuan
dan perkiraan yang bersangkutan bahwa fee yang berlaku. Klien beranggapan bahwa
tindakannya mengarah kepada hasil yang di- tingginya fee akan berbanding lurus dengan
inginkannya itu. Artinya, apabila seseorang kualitas hasil auditnya. Tingginya fee dapat
sangat menginginkan sesuatu, dan jalan menyebabkan auditor menerima tekanan
tampaknya terbuka untuk memperolehnya, yang diberikan klien sehingga mmberikan
yang bersangkutan akan berupaya menda- dampak pada kualitas auditnya (Jong-Hag
patkannya. et al., 2010). Fee tinggi akibat jangka waktu
Berdasarkan teori U terbalik yang dipa- pemeriksaan yang panjang membuat klien
parkan oleh Robbins (2006) dalam Ratna- akan beralih pada KAP yang lebih kompetitif.
ningtias (2014) menyebutkan logika yang H3: besaran fee berpengaruh negatif pada ki-
mendasari teori U terbalik adalah bahwa nerja auditor Kantor Akuntan Publik di Bali
stress pada tingkat rendah sampai sedang Anggaran waktu adalah alokasi waktu yang
merangsang tubuh dan meningkatkan ke- dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas
mampuan bereaksi. Tetapi sebaliknya, apa- pengauditan. Tekanan anggaran waktu dapat
bila tingkat stres dianggap berlebihan maka dijadikan sebagai pengendalian penugasan
akan menempatkan tuntutan yang tidak audit dalam menyelesaikan tugas audit yang
dapat dicapai, yang mengakibatkan kiner- kompleks. Tekanan anggaran waktu mampu
ja menurun. Seorang akuntan yang profe- memberikan dorongan untuk meningkatkan
sional dapat terlihat dari kinerjanya dalam kinerja dengan mampu menyelesaikan tugas
menjalankan tugas yang diberikan dan juga yang diberikan sesuai dengan anggaran wak-
fungsinya. Faktor yang dapat mempenga- tu yang direncanakan (Setyorini, 2011). Da-
ruhi kinerja auditor adalah tekanan anggar- lam praktiknya seorang auditor seringkali di-
an waktu (time budget pressure) yang dibe- hadapkan pada situasi yang dapat membuat
rikan oleh KAP dan juga besaran fee audit. kualitas audit menurun (Prabowo, 2010).
Komitmen organisasi harus dimiliki oleh Penurunan kualitas audit tersebut disebab-
setiap auditor melalui sikap loyal dan me- kan karena adanya tekanan anggaran wak-
nunjukkan keterlibatannya dalam organisasi tu. Tekanan anggaran waktu akan membuat
KAP. Ikut serta dalam mencapai tujuan orga- kinerja auditor menurun.
nisasinya secara tidak langsung akan menja- Fungsi anggaran waktu dalam KAP adalah
ga keberlangsungan auditor tersebut untuk untuk mengestimasi biaya audit, sebagai ba-
bisa bekerja pada KAP. Auditor yang berko- han untuk mengevaluasi kinerja auditor dan
mitmen akan timbul rasa memiliki dan ikut dapat digunakan untuk mengalokasikan staf
menjaga organisasinya dengan memberikan ke masing-masing pekerjaan (Suryanita dkk.,
kinerja yang baik (Wati dkk., 2010). 2006). Anggaran waktu sangat diperlukan
H1: komitmen organisasi berpengaruh positif oleh auditor untuk memenuhi permintaan
pada kinerja auditor Kantor Akuntan Publik klien agar dapat menyelesaikan pekerjaan-
di Bali nya tepat waktu. Anggaran waktu juga dapat
Pendidikan yaitu aktivitas pengembangan digunakan sebagai salah satu kunci keber-
sumber daya manusia melalui peningkatan hasilan auditor di masa mendatang. Apabila
keahlian dan wawasan serta keterampilan auditor tidak dapat menyelesaikan tugasnya
dalam memecahkan masalah (Gorda, 2004 tepat waktu, maka akan cenderung dinilai
dalam Laksmi, 2010). Semakin tinggi pen- memiliki kinerja yang buruk oleh atasannya
didikan yang dimiliki auditor maka semakin atau lebih susah untuk mendapatkan pro-
tinggi pula kinerja yang dihasilkannya (Wati mosi (Indra, 2014).
dkk., 2010). Pendidikan yang tinggi auditor Tekanan anggaran waktu yang dirasakan
diharapkan mampu mempunyai keterampil- oleh auditor akan membuat auditor ter-
an dan wawasan lebih mengenai audit agar gesa-gesa dalam bekerja dengan tujuan agar

44 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA AUDITOR KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI BALI
anggaran waktu yang telah ditetapkan bisa sampel jenuh atau menggunakan keselu-
tercapai. Keadaan tersebut mengakibatkan ruhan populasi sebagai sampelnya. Peneliti-
auditor kurang teliti dalam bekerja dan ber- an ini menggunakan metode survei dengan
dampak pada kinerja auditor di mana kiner- teknik kuesioner yang diukur menggunakan
ja auditor yang mengalami tekanan anggaran skala Likert 4.
waktu akan menurun dibandingkan dengan Kuesioner merupakan metode pengum-
kinerja auditor yang tidak mengalami tekan- pulan data dalam penelitian ini. Kuesioner
an anggaran waktu. dalam penelitian ini menggunakan empat
H4: tekanan anggaran waktu berpengaruh skala likert. Peneliti menggunakan empat
positif pada kinerja auditor Kantor Akuntan skala likert dalam penelitian ini dengan tuju-
Publik di Bali an untuk meminimalisir jawaban netral atau
ragu-ragu sehingga hasil jawaban responden
III. METODE PENELITIAN tidak bias.
Penelitian ini menggunakan desain pene- Lokasi penelitian ini yaitu pada Kantor
litian asosiatif untuk mengetahui pengaruh Akuntan Publik (KAP) yang terdaftar di In-
komitmen organisasi, tingkat pendidikan, stitut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) wila-
besaran fee, dan tekanan anggaran waktu yah Bali tahun 2015. Terdapat sembilan KAP
sebagai variabel bebas pada kinerja auditor yang terdaftar pada IAPI untuk wilayah Pro-
sebagai variabel terikatnya. Objek peneliti- vinsi Bali tahun 2015.
annya adalah kinerja auditor pada KAP yang Intervalisasi data yaitu mentransforma-
terdaftar di Direktori Ikatan Akuntan Publik si data ordinal (skor kuesioner) menjadi data
Indonesia (IAPI) tahun 2015. interval dengan Method Successive of Internal
Penelitian ini terdiri dari variabel bebas (MSI), dengan rumus:
(independent variable) dan variabel terikat
(dependent variable). Independent variable Z riil (1−i) – Z riil (i)
penelitian ini terdiri dari: komitmen organi- Skala (i) = ____________________ ………(1)
sasi (X1), yang merupakan sikap senang dan Prop.Kum (i) – Prop.Kum (i−1)
peduli seorang anggota pada organisasinya
(Robbins, 2002); tingkat pendidikan (X2), Setelah melalui proses intervalisasi maka
merupakan jenjang pendidikan formal dan selanjutnya data dapat dianalisis. Untuk
kompetensi yang dimiliki seorang auditor, di pengujian kualitas instrumen data diguna-
mana tingkat pendidikan akan menambah kan uji validitas dan reliabilitas. Untuk me-
kualitasnya karena pendidikan tinggi cende- menuhi syarat dan ketentuan dalam regresi
rung menambah wawasan dan keahlian un- menggunakan uji asumsi klasik yang terdiri
tuk bertanggung jawab dan berperan dalam dari (1) uji normalitas, (2) uji multikolineari-
menjalankan tugas (Futri, 2014); besaran tas dan (3) uji heteroskedastisitas. Uji hipo-
fee (X3), adalah besaran balas jasa yang di- tesis dipakai untuk menjawab rumusan ma-
terima seorang auditor dalam melaksanakan salah dengan dibantu menggunakan analisis
proses audit; dan tekanan anggaran waktu regresi linier berganda. Adapun persamaan
(X4) yang mampu memberikan dorongan un- regresi untuk penelitian ini yaitu:
tuk meningkatkan kinerja dengan mampu
menyelesaikan tugas yang diberikan sesuai Y = α + β1X1 + β1X1+ β2X2+ β3X3+ β4X4 + e..
dengan anggaran waktu yang direncanakan .................................................(2)
(Setyorini, 2011). Dependent variablenya Keterangan:
adalah kinerja auditor (Y); yang merupakan Y = kinerja auditor
tindakan atau pelaksanaan penugasan pe- X1 = komitmen organisasi
meriksaan (examination) secara objektif atas X2 = tingkat pendidikan
laporan keuangan suatu perusahaan atau X3 = besaran fee
organisasi lain yang telah diselesaikan oleh X4 = tekanan anggaran waktu
auditor dalam kurun waktu tertentu (Mulya- β1 = Koefisien regresi X1
di, 1998:11). β2 = Koefisien regresi X2
Populasi penelitian ini adalah seluruh β3 = Koefisien regresi X3
auditor yang ada di seluruh KAP di Provin- β4 = Koefisien regresi X4
si Bali yang terdaftar di IAPI tahun 2015. α = nilai konstanta
Sampel merupakan bagian dari karakteristik ε = eror time
yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2013:
116). Penentuan sampelnya menggunakan Komitmen organisasi diukur dengan

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 45


menggunakan 12 pernyataan (Trisnaning- ini mencakup uji validitas dan realibilitas.
sih (2007). Instrumen yang digunakan un- Uji validitas dilakukan dengan tujuan untuk
tuk mengukur tingkat pendidikan terdi- menguji ketepatan pernyataan dalam kue-
ri dari enam pernyataan (Suarniti, 2010). sioner, sedangkan uji realibilitas dilakukan
Pernyataan yang dipakai untuk mengukur dengan tujuan untuk menguji konsistensi
besaran fee audit diadopsi dari Abdulah pernyataan dalam kuesioner bila digunakan
(2012) yang menggunakan 6 pernyataan. dari waktu ke waktu. Instrumen dikatakan
Tekanan anggaran waktu diukur dengan valid apabilai nilai r pearsoncorrelation lebih
menggunakan 9 pernyataan yang diadopsi besar dari 0,3 dan isntrumen dikatakan re-
dari Prasita (2007). Pendekatan operasio- liabel jika nilai Cronbach’s alphanya di atas
nal variabel untuk masing-masing varia- atau sama dengan 0,6.
bel dalam penelitian diukur dengan empat
skala Likert yaitu: sangat tidak setuju (STS) IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
= skor 1, tidak setuju = skor 2, setuju (S) = Analisis Regresi Linier Berganda yang di-
skor 3, dan sangat setuju (SS) = skor 4. olah dengan bantuan software SPSS for Win-
Pengukuran instrumen dalam penelitian dows dijabarkankan pada Tabel 1 berikut.

Tabel 1
Analisis Regresi Linier Berganda
Unstandardized Standardized
Variabel Coefficients Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
(Constant) 4,817 4,370 1,102 0,277
Komitmen Organisasi (X1) 0,450 0,141 0,509 3,186 0,003
Tingkat Pendidikan (X2) 0,785 0,277 0,382 2,828 0,007
Besaran Fee (X3) -1,050 0,340 -0,431 -3,085 0,004
Tekanan Waktu (X4) 0,448 0,189 0,301 2,378 0,023
Adjusted R2 0,540
F Hitung 13,309
Sig. F 0,000
Sumber: Data Primer Diolah, 2017

Berdasarkan Tabel 1 dapat dibuat persa- Nilai koefisien β3 = -1,050 berarti menun-
maan regresi: jukkan bila nilai besaran fee (X3) mening-
Y = 4,817 + 0,450 X1 + 0,785 X2 – 1,050X3 kat, maka nilai dari kinerja auditor (Y) akan
+ 0,448X4 + ε ………………..(1) mengalami penurunan sebesar 1,050 dengan
Nilai konstanta 4,817 menunjukkan asumsi variabel bebas lainnya konstan.
bahwa nilai komitmen organisasi (X1), ting- Nilai koefisien β4 = 0,448 berarti menun-
kat pendidikan (X2), dan tekanan waktu (X4) jukkan bila nilai tekanan waktu (X4) mening-
sama dengan nol, maka kinerja auditor me- kat, maka nilai dari kinerja auditor (Y) akan
ningkat sebesar 4,817 satuan. Nilai besaran mengalami peningkatan sebesar 0,448 de-
fee (X2) sama dengan nol, maka nilai kinerja ngan asumsi variabel bebas lainnya konstan.
auditor menurun sebesar 4,817. Pada model summary besarnya Adjusted
Nilai koefisien β1 = 0,450 berarti menun- R2 adalah 0,540, ini berarti kinerja auditor
jukkan bila nilai komitmen organisasi (X1) dapat dijelaskan oleh variasi komitmen orga-
meningkat, maka nilai dari kinerja auditor nisasi, tingkat pendidikan, besaran fee, dan
(Y) akan mengalami peningkatan sebesar tekanan waktu sebesar 54 persen, sedang-
0,450 dengan asumsi variabel bebas lainnya kan sisanya sebesar 46 persen dijelaskan
konstan. oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasuk-
Nilai koefisien β2 = 0,785 berarti menun- kan ke dalam model penelitian. Pada uji F
jukkan bila nilai tingkat pendidikan (X2) me- menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar
ningkat, maka nilai dari kinerja auditor (Y) 13,309, signifikan F atau P value 0,000<0,05
akan mengalami peningkatan sebesar 0,785 berarti bahwa model regresi tersebut layak
dengan asumsi variabel bebas lainnya kon- digunakan dalam penelitian ini. Hasil ini
stan. memberikan makna bahwa paling tidak satu

46 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA AUDITOR KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI BALI
di antara keempat variabel independen mam- pengetahuan teori dan keterampilan untuk
pu memprediksi atau menjelaskan fenomena mempermudah memecahkan setiap perma-
kinerja auditor oleh auditor Kantor Akuntan salahan yang ada.
Publik di Bali. Besaran fee berpengaruh negatif
Hasil uji t (uji hipotesis) menunjukan pada kinerja auditor Kantor Akuntan Publik
besar pengaruh variabel independen secara di Bali. Hal ini berarti besar kecilnya fee yang
individual dalam menerangkan variasi vari- diterima auditor tidak berpengaruh terhadap
abel dependen. Tingkat signifikansi t uji dua kinerjanya, namun ada kecenderungan fee
sisi untuk variabel komitmen organisasi se- audit yang besar menyebabkan auditor me-
besar 0,003 dan signifikansi t pada uji satu nyetujui tekanan dan intervensi dari klien
sisi adalah 0,0015 lebih kecil dari 0,05. Ini yang mempengaruhi independensi auditor
menunjukan H1 diterima, hal ini menjelas- dan berimplikasi pada kinerja auditor, sela-
kan bahwa komitmen organisasi berpenga- in itu tingginya fee akibat jangka audit yang
ruh positif pada kinerja auditor. panjang akan berdampak pada auditor ka-
Tingkat signifikansi t uji dua sisi untuk rena manajemen akan memilih klien yang
variabel tingkat pendidikan sebesar 0,007. lebih kompetitif. Besaran fee seharusnya ti-
Maka tingkat signifikansi t pada uji satu sisi dak terlalu tinggi atau tidak terlalu rendah
adalah 0,0035 < 0,05. Ini menunjukan H2 dengan tetap mengacu pada kesepakatan
diterima, yang berarti bahwa tingkat pendi- manajemen dan auditor yang berdasarkan
dikan berpengaruh positif pada kinerja au- atas kompleksitas tugas, dead-line waktu
ditor. Hipotesis kedua (H2) yang menyatakan dan faktor lainnya, bukan sebagai alat mem-
tingkat pendidikan berpengaruh positif pada permudah intervensi manajemen kepada au-
kinerja auditor diterima. ditor untuk dapat memanipulasi hasil audit
Tingkat signifikansi t uji dua sisi un- laporan keuangan.
tuk variabel besaran fee sebesar 0,004 dan Tekanan waktu berpengaruh positif
signifikansi t pada uji satu sisi adalah 0,002 pada kinerja auditor Kantor Akuntan Pub-
< 0,05. Ini menunjukan H3 diterima, hal ini lik di Bali. Semakin tinggi tekanan terhadap
menjelaskan bahwa besaran fee berpenga- waktu yang diberikan untuk penyelesaian
ruh negatif pada kinerja auditor. tugas audit maka semakin baik kinerja audi-
Tingkat signifikansi t uji dua sisi un- tor. Adanya tekanan waktu dapat memban-
tuk variabel tekanan waktu sebesar 0,023 tu pengawasan kinerja agar tidak terjadi pe-
dan signifikansi t pada uji satu sisi adalah nundaan, sehingga tugas dapat diselesaikan
0,0115 lebih kecil dari 0,05. Ini menunjukan pada waktu yang telah ditentukan. Tekanan
H4 diterima, yang menjelaskan bahwa tekan- waktu yang diberikan pada pelaksanan tugas
an waktu berpengaruh positif pada kinerja pengauditan harus disikapi dengan positif
auditor. oleh auditor, karena tekanan waktu merupa-
Berdasarkan hasil analisis telah dilaku- kan kendali dari audit untuk mengidentifika-
kan maka dapat memberikan pembahasan si lingkup masalah yang mampu merangsang
bahwa komitmen organisasi berpengaruh staf auditor untuk mendapatkan kinerja yang
positif pada kinerja auditor Kantor Akun- efisien.
tan Publik di Bali. Artinya, semakin tinggi
komitmen auditor terhadap organisasi KAP V. SIMPULAN DAN SARAN
tempatnya bekerja maka semakin tinggi ki- Sesuai dengan pengujian dan pemba-
nerja auditor. Auditor dituntut selalu berko- hasan hasil penelitian maka dapat disimpul-
mitmen dengan bersungguh-sungguh dalam kan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh
melakukan tugas pemeriksaan. Sikap komit- positif pada kinerja auditor, besaran fee ber-
men terhadap organisasi mendorong auditor pengaruh negatif pada kinerja auditor, ko-
untuk bekerja dengan penuh dan sungguh- mitmen organisasi berpengaruh positif pada
sungguh demi menghasilkan kualitas audit kinerja auditor, dan tekanan waktu berpe-
yang baik. ngaruh positif pada kinerja auditor.
Tingkat pendidikan berpengaruh positif Berdasarkan atas simpulan tersebut
pada kinerja auditor Kantor Akuntan Publik maka dapat diberikan saran untuk peneliti
di Bali. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat selanjutnya dapat memperluas wilayah pe-
pendidikan auditor yang sesuai bidang audit nelitian di luar Bali yang dapat menggene-
akan semakin baik kinerja auditor. Pendidik- ralisasikan hasil penelitian. Hal ini karena
an merupakan pengembangan kemampuan kemungkinan adanya perbedaan hasil jika
sumber daya manusia dengan meningkatkan diterapkan pada KAP di luar Bali. Peneliti se-

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 47


lanjutnya juga dapat menggunakan metode ves to Deal with Auditor’s Agency Prob-
pengamatan langsung atau metode lainnya, lem. Critical Perspectives on Accounting,
karena terkadang responden metode kuesio- 18, pp: 451-467.
ner memberikan pernyataan dengan asal dan Jong-Hag Choi, Jeong-Bon Kim, dan Yoonse-
tidak menggambarkan kondisi sebenarnya. ok Zan. 2010. “Do Abnormally High Au-
Penelitian ini menggunakan kuisioner yang dit Fees Impair Audit Quality?”. Auditing.
bersifat self assesment (responden menilai A journal of Practice & Theory.
dirinya sendiri), jadi dikhawatirkan respon- Prabowo, Tri Jatmiko Wahyu dan Samsudin,
den hanya akan mengarahkan responnya ke Deni. 2010. Pengaruh Tekanan Manaje-
arah yang positif. Penelitian selanjutnya da- men Klien dan Audit Time Budget Pres-
pat dikembangkan melalui studi laboratori- sure terhadap Independensi Auditor. Jur-
um (eksperimen). Hal itu merupakan saran nal Maksi, 10(1), pp: 74-88.
yang dapat diberikan kepada peneliti selan- Prasita, A., dan Adi, P.H. 2007 Pengaruh
jutnya berdasarkan kendala-kendala serta kompleksitas Audit dan Tekanan Ang-
keterbatasan dalam penelitian ini. garan Waktu terhadap Kualitas Audit
Dalam proses rekrutmen KAP sebaiknya dengan Moderasi Pemahaman terhadap
memperhatikan klasifikasi calon auditor dan Sistem Informasi. Jurnal Ekonomi dan
juga komitmennya serta tidak terpengaruh Bisnis, 8(1), pp: 54-78.
besaran fee untuk menjaga independensi. Pratistha, K. Dwiyani. 2014. Pengaruh Inde-
Penentuan fee yang sesuai diimbangi de- pendensi Auditor dan Besaran Fee Audit
ngan hasil pemeriksaan yang baik mampu terhadap Kualitas Proses Audit. E-Jur-
menjaga kredibelitas KAP itu sendiri. Kan- nal Akuntansi Universitas Udayana 6.3
tor Akuntan Publik juga perlu memfasilitasi (2014). 419-428.
auditornya untuk menempuh pendidikan le- Primastuti, Fransiska Desi dan Suryandari
bih dengan memberikan pelatihan-pelatihan Dhini. 2014. Pengaruh Time Budget Pres-
berkala, seminar atau menempuh jenjang sure terhadap Kualitas Audit dengan In-
pendidikan formal yang lebih tinggi. Upaya dependensi sebagai Variabel Intervening
ini mampu meningkatkan keterampilan dan (Studi Kasus pada BPK RI Perwakilan
keahlian serta pengetahuan auditor dalam Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta).
melaksanakan tugas pengauditan. Adanya Accounting Analysis Journal, 3(4), pp:
tekanan waktu seharusnyaa dapat disikapi 446-456.
dengan positif, bahwa tekanan waktu meru- Ratih Cahya Ningsih, A.A. Putu. 2013. Pe-
pakan salah satu pengendalian untuk men- ngaruh Kompetensi, Independensi, dan
capai penyelesaian tugas tepat waktu. Time Budget Presurre terhadap kualitas
audit. E-Jurnal Akuntansi Universitas
DAFTAR RUJUKAN Udayana. 4(1), pp: 92-109.
Ahituv, Niv dan Igbaria, Magid. 1998. The Ef- Robbins, P. Stephen. 2002. Prinsip-prinsip
fect of Time Pressure and Completeness Perilaku Organisasi. Edisi Kelima. Pener-
of Information on Decision Making. Jour- bit Erlangga, Jakarta.
nal Management Information Systems. P: Saputra, I Gede Widya. Pengaruh Indepen-
153-172. densi, Profesionalisme, Tingkat Pendidik-
Albar, Zulkifli. 2009. Pengaruh Tingkat Pendi- an dan Pengalaman Kerja pada Kinerja
dikan, Pendidikan Berkelanjutan, Komit- Auditor BPK RI Perwakilan Provinsi Bali.
men Organisasi, Sistem Reward, Penga- E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana
laman dan Motivasi Auditor terhadap Ki- Vol. 3 No.1.
nerja Auditor Inspektorat Provinsi Suma- Sekar M. 2003. Analisis Pengaruh Indepen-
tera Utara. Tesis, Program Pasca Sarjana densi, Kualitas Audit, serta Mekanisme
Fakultas Ekonomi Departemen Akuntan- Corporate Governance terhadap Integri-
si Universitas Sumatera Utara. Master tas Laporan Keuangan. Proceeding SNA
Theses (MT) USU Institutional Repository. VI, Surabaya.
Futri, Putu Septiani. 2014. Pengaruh Indepen- Trisnaningsih, Sri. 2007. Independensi Au-
densi, Profesionalisme, Tingkat Pendidikan, ditor Dan Komitmen Organisasi Sebagai
Etika Profesi, Pengalaman dan Kepuasan Mediasi Pengaruh Pemahaman Good Go-
Kerja Auditor Terhadap Kualitas Audit pada vernance, Gaya Kepemimpinan Dan Bu-
Kantor Akuntan Publik di Bali. E-Jurnal daya Organisasi Terhadap Kinerja Aud-
Akuntansi Universitas Udayana 8.1 h: 41-58. tor. Jurnal Akuntansi Volume 2 (2).h:1-
Gavious, Ilanit. 2007. Alternative Perspecti- 56. Simposium Nasional Akuntansi X,

48 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA AUDITOR KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI BALI
Unhas Makassar. 26-27 Juli 2007. Kinerja Auditor Pemerintah (Studi pada
Wati, Elya. Lismawati, dan Nila A. 2010. Pe- Auditor Pemerintah di BPKP Perwakilan
ngaruh Independensi, Gaya Kepemim- Bengkulu). Simposium Nasional Akun-
pinan, Komitmen Organisasi, dan Pe- tansi XIII Purwokerto.Universitas Jende-
mahaman Good Governance terhadap ral Soedirman Purwokerto.

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 49


PENGUJIAN KEWAJIBAN MORAL DAN BIAYA KEPATUHAN TERHADAP KEPATUHAN
WAJIB PAJAK

I Nyoman Putra Yasa


Jurusan Akuntansi Program S1
Universitas Pendidikan Ganesha
email : putrayasainym@undiksha.ac.id

Abstract

This research aims to know the influence of moral obligation and the cost of compliance with taxpa-
yer compliance. Research done by the method of survey through the dissemination of questionna-
ires to taxpayers people personal at tax service office (kpp) east of denpasar. Further data obtained
were analyzed quantitatively using SPSS assistance 16.
Research results show that the positive effect significant moral obligation towards the taxpayer
compliance, while the costs of compliance negative effect against a compliance by tax payers.

Keywords: moral obligation, compliance, compliance costs taxpayers

I. PENDAHULUAN dangkan tingkat kepatuhan wajib pajak Indo-


Pajak merupakan alat bagi pemerintah nesia yang dilihat dari tax ratio adalah sebesar
dalam mencapai tujuan untuk mendapat- 11% yang merupakan ratio terendah di Dunia
kan penerimaan, baik yang bersifat lang- (Mulyani, 2018).
sung maupun tidak langsung dari masyara- Penelitian kali ini dilakukan untuk
kat guna membiayai pengeluaran rutin serta menguji kepatuhan wajib pajak dilihat dari
pembangunan nasional dan ekonomi ma- beberapa faktor eksternal. Terdapat 2(dua)
syarakat. Dalam struktur penerimaan nega- variabel yang digunakan dalam penelitian ini
ra, penerimaan pajak mempunyai peranan yaitu variabel kewajiban moral dan biaya ke-
yang strategis dan merupakan komponen patuhan. Pertimbangan ini didasarkan apa-
terbesar serta sumber utama penerimaan bila wajib pajak memiliki moral yang baik,
dalam negeri yang menopang pembiayaan maka hal ini berdampak terhadap kepatuh-
penyelenggaraan pemerintahan dan pem- an wajib pajak (Wanzel, 2002). Hal berbeda
bangunan nasional (Riharjo, 2007:289). terkait dengan biaya kepatuhan, semakin
Berdasarkan data yang yang diperoleh dari besar wajib pajak mengeluarkan uang (bia-
www.kemenkeu.go.id tanggal 19 Januari ya) terkait dengan perpajakan, maka kepa-
2018, jumlah penerimaan Negara yang dibu- tuhan wajib pajak akan semakin kecil (Pre-
at dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja setyo,2008).
Negara (APBN) tahun 2018 adalah sebesar Penelitian kali ini diharapkan dapat
Rp. 1.894,7 Triliun dengan rincian sumber memberi kontribusi secara teoretis berupa
penerimaan sebagai berikut : 1) Penerimaan sumbangsih pemikiran pada bidang Akun-
Negara dari sector pajak adalah sebesar Rp. tansi dan Perpajakan terkait kepatuhan wajib
1.618,1 Triliun, 2) Penerimaan Negara Bu- pajak dalam memenuhi kewajiban perpajak-
kan Pajak sebesar Rp. 275,4 Triliun dan 3) annya. Melalui pertimbangan atas pengaruh
Hibah sebesar Rp. 1,2 Triliun. Melihat data kewajiban moral dan biaya kepatuhan ter-
ditas, pajak merupakan sumber penerima- hadap kepatuhan perpajakan. Secara prak-
an terbesar Negara yaitu sebesar 85,40% sis, temuan-temuan dalam penelitian kali ini
dari total seluruh penerimaan Negara. diharapkan dapat menjadi input bagi para
Berdasarkan hal tersebut, kepatuhan wa- penyusun kebijakan dalam rangka mening-
jib pajak sangatlah penting untuk menjaga katkan kepatuhan wajib pajak demi memak-
penerimaan pajak. Apalagi dalam sistem pe- simalkan besaran penerimaan negara.
mungutan self assesmen system yang mem-
berikan kebebasan wajib pajak untuk menghi- II. KAJIAN PUSTAKA DAN
tung, membayarkan dan melaporkan pajaknya PENGEMBANGAN HIPOTESIS
sendiri. Menurut International Monetary Found 2.1 Definisi Pajak
(IMF, 2011) Besaran penerimaan pajak untuk Pajak adalah iuran rakyat kepada kas
wajib pajak orang pribadi hanya sebesar 1% negara berdasarkan Undang-undang (yang
dari angka Produk Domestik Bruto dan se- dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat

50 PENGUJIAN KEWAJIBAN MORAL DAN BIAYA KEPATUHAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK
jasa timbal (kontra prestasi) yang langsung penyelesaian, penulisan berkas pajak pen-
dapat ditunjukkan dan yang digunakan un- dapatan, biaya konsultasi pajak, dan biaya
tuk membayar pengeluaran umum (Yasa, tak terduga (surat-menyurat, telepon perja-
2016). lanan, dan komunikasi dengan pejabat per-
pajakan).
2.2 Wajib Pajak 2) Time cost
Menurut pasal 1 ayat 1 UU KUP No. 28 Waktu yang terpakai oleh wajib pajak da-
tahun 2007 wajib pajak adalah orang pri- lam memenuhi kewajiban perpajaknnya, mu-
badi atau badan, meliputi pembayar pajak, lai dari waktu membaca formulir surat pem-
pemotong pajak, dan pemungut pajak yang beritahuan dan buku petunjuknya, waktu
mempunyai hak dan kewajiban perpajakan untuk berkonsultasi dengan konsultan pajak,
sesuai dengan ketentuan peraturan perun- waktu yang terpakai untuk pergi ke kantor
dang-undangan perpajakan. Berdasarkan pajak, serta waktu untuk menyetorkan lapor-
pengertian tersebut terdapat tiga jenis wajib an pajak.
pajak. 3) Physic or psychological cost
1) Wajib pajak badan Kecemasan karena telah melakukan
2) Wajib pajak orang pribadi penggelapan pajak (tax evasion) juga rasa
3) Wajib pajak pemotong/pemungut pajak. cemas dan rasa keingintahuan wajib pajak
timbul pada saat menunggu hasil pemerik-
2.3 Kewajiban Moral saan atau hasil pengajuan keberatan dan
Kewajiban moral adalah moral individu banding.
yang dimiliki oleh seseorang, namun ke-
mungkinan tidak dimiliki oleh orang lain. 2.5 Pengaruh Kewajiban Moral terhadap
Dalam hal ini, yang dimaksud adalah kepa- Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi
tuhan wajib pajak. Seperti misalnya etika, Kewajiban moral adalah moral individu
prinsip hidup, perasaan bersalah, melaksa- yang dimiliki oleh seseorang, namun kemung-
nakan kewajiban perpajakan dengan sukare- kinan tidak dimiliki oleh orang lain (Agustini,
la dan benar yang nantinya dikaitkan terha- 2008). Seperti misalnya etika, prinsip hidup,
dap pemenuhan kewajiban (Agustini, 2008). perasaan bersalah yang nantinya dikaitkan
dengan pemenuhan kewajiban perpajakan
2.3 Biaya Kepatuhan Pajak dalam hal ini untuk kepatuhan Wajib Pajak
Salah satu faktor yang menentukan tinggi Orang Pribadi. Hasil penelitian yang dilaku-
rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak da- kan oleh Pramitari (2010), dan Santosa (2011)
lam rangka melakukan pemenuhan kewajiban menunjukan bahwa variabel kewajiban mo-
pajak adalah jumlah biaya-biaya yang harus ral berpengaruh positif dan signigfikan pada
dikeluarkan oleh wajib pajak yang dalam ber- kepatuhan Wajib Pajak. Berdasarkan uraian
bagai literature disebut dengan compliance cost tersebut, maka hipotesis yang diajukan ada-
(Nurmantu, 2003:160). Menurut Sapiei dan lah sebagai berikut :
Abdullah (2007: 342) menyatakan bahwa: H1 : Kewajiban moral wajib pajak orang pri-
“Compliance costs of taxation are also badi berpengaruh positif terhadap kepatuh-
known as a hidden cost of taxation or the an wajib pajak orang pribadi pada Kantor Pe-
excess burden of taxation”, layanan Pajak Pratama Denpasar Timur.
Artinya :
Biaya-biaya pemenuhan perpajakan 2.6 Pengaruh Biaya Kepatuhan Pajak
wajib pajak yang juga dikenal sebagai sua- terhadap Kepatuhan Wajib Pajak
tu biaya perpajakan yang tersembunyi atau Orang Pribadi
beban kelebihan perpajakan selain pokok Biaya kepatuhan pajak adalah biaya yang ha-
pajak yang terutang. rus ditanggung oleh wajib pajak dalam meme-
Menurut Rahayu (2009: 151) biaya kepa- nuhi kewajiban pajaknya diluar pajak yang
tuhan (compliance cost), dibagi menjadi tiga : terhutang (Devano, 2006:122). Biaya-biaya
1) Direct money cost tersebut adalah biaya uang tunai, waktu, dan
Biaya-biaya uang tunai (cash money) psikologi. Pramitari (2010) dalam penelitian-
yang dikeluarkan wajib pajak dalam rang- nya menemukan hasil bahwa biaya kepatuh-
ka pemenuhan kewajiban pajak yang ber- an pajak berpengaruh negatif dan signifikan
hubungan dengan penghitungan pajak, bi- pada kepatuhan wajib pajak orang pribadi.
aya pengarsipan (kuitansi-kuitansi, tanda Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis
terima, dan catatan-catatan penting), biaya yang diajukan adalah sebagai berikut :

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 51


H2 : Biaya kepatuhan pajak berpengaruh an dengan rentang jawabannya mengguna-
negatif pada kepatuhan wajib pajak orang kan skala likert, dengan 5 gradasi yaitu :
pribadi pada Kantor Pelayanan Pajak Prata- 1 = sangat tidak setuju / sangat tidak
ma Denpasar Timur. dipertimbangkan
2 = tidak setuju / Tidak dipertimbangkan
III. METODE PENELITIAN 3 = ragu-ragu
3.1 Desain Penelitian 4 = setuju / dipertimbangkan
Penelitian ini menggunakan pende- 5 = sangat setuju / sangat dipertim-
katan penelitian kuantitatif dengan metode bangkan
survei melalui penyebaran kuesioner sebagai
instrumen pengumpulan data. Kuesioner di- 3.5 Metode Analisis Data
tujukan kepada Informasi yang ingin dipero- Penelitian ini menggunakan teknik
leh dari responden (subyek penelitian) ada- analisis regression, yang kemudian data-
lah sejauh mana kewajiban moral dan biaya nya akan diolah dengan bantuan program
kepatuhan mempengaruhi kepatuhan wajib SPSS (Statistical Package for Social Scien-
pajak. Data-data yang diperlukan untuk pe- ce). SPSS digunakan untuk input data yang
nelitian ini dikumpulkan dengan mengguna- diperoleh dari hasil penelitian.
kan instrumen.
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.2 Populasi dan Sampel Hasil Uji Instrumen
Menurut Simamora (2004) Populasi ada-
lah kumpulan dari seluruh elemen (unit atau Tabel 1. Hasil Uji Validitas
individu) sejenis yang dapat dibedakan men- Instru- Koe- Kete­
jadi objek penelitian. Populasi dalam pene- No. Variabel
men fisien rangan
litian ini adalah seluruh wajib pajak orang X1.1 0.849 Valid
pribadi yang terdaftar di Kantor Pajak Prata- X.1.2 0.709 Valid
ma Denpasar Timur yang berjumlah 62.886 Kewajiban X.1.3 0.806 Valid
1.
wajib Pajak. Moral (X1) X.1.4 0.843 Valid
Sampel adalah bagian kecil dari popu- X.1.5 0.867 Valid
X.1.6 0.689 Valid
lasi yang karakteristiknya hendak diselidiki.
Sampel dalam penelitian ini adalah wajib X.2.1 0.797 Valid
pajak orang pribadi yang terdaftar di KPP X.2.2 0.751 Valid
Biaya X.2.3 0.653 Valid
Denpasar Timur. Dengan menggunakan ru-
2. Kepatuhan X.2.4 0.612 Valid
mus Slovin adapun jumlah sampel yang di- Pajak (X2) 0.753 Valid
X.2.5
pergunakan adalah sebanyak 100 orang. X.2.6 0.765 Valid
X.2.7 0.577 Valid
3.3 Metode Pengumpulan Data Y.1 0.839 Valid
Adapun metode pengumpulan data yang Y.2 0.634 Valid
digunakan dalam penelitian ini adalah de- Kepatu-
Y.3 0.581 Valid
3. han Wajib
ngan menggunakan kuisioner (daftar perta- Y.4 0.638 Valid
Pajak (Y)
nyaan). Kuisioner yang digunakan dalam pe- Y.5 0.894 Valid
nelitian ini adalah kuisioner Prastya (2015). Y.6 0.756 Valid
Kuisioner diberikan pada sampel atau res- Sumber : Data diolah (2018)
ponden yaitu wajib pajak orang pribadi yang
terdaftar di KPP Denpasar Timur untuk di- Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel
jawab, yang mana berisi mengenai penilai- 1, seluruh koefisien korelasi setiap butir per-
an mereka tentang variabel-variabel dalam tanyaan yang terdapat pada kuesioner me-
penelitian ini. Instrumen pengumpulan data miliki nilai > 0,05. Bedasarkan hal tersebut,
dalam penelitian ini adalah daftar pernyata- maka data dinyatakan valid.

Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas


No Variabel Croncbach Alpha Keterangan
1. Kewajiban Moral 0.876 Reliabel
2. Biaya Kepatuhan 0.820 Reliabel
3. Kepatuhan Wajib Pajak 0.802 Reliabel
Sumber : Data diolah (2018)

52 PENGUJIAN KEWAJIBAN MORAL DAN BIAYA KEPATUHAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK
Berdasarkan hasil pengujian pada kuesioner memiliki nilai > 0,7. Bedasar-
Tabel 2, seluruh koefisien korelasi seti- kan hal tersebut, maka data dinyatakan
ap butir pertanyaan yang terdapat pada reliabel.

4.2 Analisis Statistik Deskriptif

Tabel 3. Uji analisis deskriptif

Kisaran Kisaran Hasil Standar


Variabel N Mean
Teoritis Penelitian deviasi

Kewajiban Moral 100 6-24 16-24 19,80 2,274

Biaya Kepatuhan 100 7-28 7-28 15,43 3,276

Kepatuhan WPOP 100 6-24 14-24 20,39 2,399

Variabel kewajiban moral mempunyai 6 menjawab dengan skor tertinggi (4) untuk se-
pernyataan dengan skor terendah bernilai 1 mua butir pernyataan. Rata-rata responden
dan skor tertinggi bernilai 4 memiliki kisaran mempunyai persepsi tentang biaya kepatuh-
teoritis 6 – 24, yang dimana dalam peneliti- an pajak yang rendah dan dapat ditunjukkan
an ini kisarannya adalah 16 – 24 yang berarti dengan skor rata-rata 15,43 atau 15,43/7 =
tidak ada responden yang menjawab dengan 2,204 dengan standar deviasi 3,276.
skor terendah (1) dan ada responden yang Variabel kepatuhan wajib pajak orang
menjawab dengan s kor tertinggi (4) untuk se- pribadi mempunyai 6 pernyataan dengan
mua butir pernyataan. Rata-rata responden skor terendah bernilai (1) dan skor tertinggi
memiliki kewajiban moralyang tinggi yang di- bernilai (4), memiliki kisaran teoritis 6 – 24,
tunjukkan dengan skor rata-rata 19,80 atau yang dimana dalam penelitian ini kisarannya
19,80/6= 3,3 dengan standar deviasi 2,274. adalah 14 - 24 yang berarti tidak ada respon-
Variabel biaya kepatuhan pajak mempu- den yang menjawab dengan skor terendah (1)
nyai 7 pernyataan dengan skor terendah ber- dan ada responden yang menjawab dengan
nilai (1) dan skor tertinggi bernilai (4), memi- skor tertinggi (4) untuk semua butir pernya-
liki kisaran teoritis 7 – 28, yang dimana dalam taan. Rata-rata responden mempunyai ke-
penelitian ini kisarannya adalah 7 – 28 yang patuhan yang tinggi dan dapat ditunjukkan
berarti ada responden yang menjawab dengan dengan skor rata-rata 20,39 atau 20,39/6 =
skor terendah (1) dan ada responden yang 3,398 dengan standar deviasi 2,399.

4.3 Uji Asumsi Klasik


1) Uji Normalitas

Tabel 4. Uji Normalitas


Unstandardized Residual
N 100
Normal Parametersa-b Mean .0000000
Std.Deviation 1.07010888
Most Extreme Differences Absolute .122
Positive .064
Negative -.122
Kolmogorov-Smirnov Z 1.215
Asymp. Sig. (2-tailed) .104
Sumber : Data diolah (2018)

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 53


Berdasarkan Tabel 4 dapat dilihat bah- menunjukkan bahwa seluruh variabel ber-
wa nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,104 dimana distribusi normal.
nilai tersebut lebih besar dari 0,05, hal ini

2) Uji Multikolonieritas
Tabel 5. Uji Multikolonieritas

Collinearity Statistics
Model
Tolerance VIF
(Constant)
Kewajiban_Moral 1.857 1.167
Biaya Kepatuhan 1.771 1.297

Berdasarkan Tabel 5 dapat dilihat bahwa factor (VIF) tidak ada yang lebih dari 10, ber-
nilai tolerance variabel bebas tidak ada yang arti tidak ada multikolonieritas.
kurang dari 0,10 dan nilai variance inflation

3) Hasil Uji Heteroskedastisitas


Tabel 6 Uji Heteroskedastisitas

Model Sig.
(Constant) .360
Kewajiban_Moral .152
Biaya Kepatuhan .186

Sumber : Data diolah (2018)

Berdasarkan Tabel 6 menunjukkan de- atas 0,05. Hal ini berarti bahwa model regre-
ngan jelas bahwa seluruh variabel indepen- si tidak mengandung adanya heteroskedas-
den penelitian ini tingkat signifikansinya di tisitas.

Tabel 7. Hasil Analisis Regresi

Unstandardized Standardized
Model Coefficients Coefficients T Sig.
B Std. Eror Beta
(Constant) 7.165 2.013 3.559 .0001
Kewajiban Moral .133 .065 .146 2.044 .044
Biaya Kepatuhan -.128 .044 -.220 -2.919 .004
Sumber : Data diolah (2018)

4.4 Uji Regresi Linier Berganda

Unstandardized Standardized
Model T Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Eror Beta
(Constant) 7.165 2.013 3.559 .0001
Kewajiban Moral .133 .065 .146 2.044 .044
Biaya Kepatuhan -.128 .044 -.220 -2.919 .004

54 PENGUJIAN KEWAJIBAN MORAL DAN BIAYA KEPATUHAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK
Berdasarkan hasil analisis regresi pada wajiban moral meningkat/bertambah satu
Tabel 7, maka diperoleh model regresi seba- satuan maka nilai kepatuhan wajib pajak
gai berikut. orang pribadi akan meningkat sebesar 0,133
Y = 7,165 + 0,133 X1 + 0,105 X2 + 0,100 dengan syarat variabel kualitas pelayanan,
X3 - 0,128 X4 + 0,274 X5 sosialisasi perpajakan, biaya kepatuhan pa-
Sehingga dapat disusun analisis regresi jak dan persepsi wajib pajak tentang sanksi
sebagai berikut: perpajakan tetap (konstan).
1) Nilai konstanta alpha = 7,165 artinya 3) Nilai koefisien biaya kepatuhan pajak
apabila variabel kewajiban moral (X1), kualitas = -0,128 berarti bahwa, apabila variabel bi-
pelayanan (X2), sosialisasi perpajakan (X3), bi- aya kepatuhan pajak meningkat/bertambah
aya kepatuhan pajak (X4) persepsi wajib pajak satu satuan maka nilai kepatuhan wajib pa-
tentang sanksi perpajakan(X5), sama dengan jak orang pribadi akan menurun/berkurang
0 (nol) maka nilai Y (kepatuhan wajib pajak sebesar 0,128 dengan syarat variabel kewa-
orang pribadi) meningkat sebesar 7,165. jiban moral, kualitas pelayanan, sosialisasi
2) Nilai koefisien kewajiban moral = perpajakan dan persepsi wajib pajak tentang
0,133 berarti bahwa, apabila variabel ke- sanksi perpajakan tetap (konstan).

4.5 Uji Kelayakan Model

Tabel 8. Hasil Koefisien Determinasi


Adjusted R Std. Error of the
Model R R Square
Square Estimate
1 ,766 ,587 ,565 1,033
Sumber : Data diolah (2018)

Berdasarkan Tabel 8, angka R sebesar dangkan sisanya 43,5% dapat dijelaskan oleh
0,766 menunjukkan bahwa hubungan antara faktor-faktor lain diluar model. Standard Error
kepatuhan wajib pajak orang pribadi dengan of Estimate (SEE) sebesar 1,033 satuan. Sema-
kewajiban moral, dan biaya kepatuhan pajak kin kecil nilai SEE akan membuat nilai model
mempunyai hubungan yang cukup tinggi ka- regresi semakin tepat dalam memprediksi va-
rena > 0,5 (50%) yaitu 76%. Nilai Adjusted R riabel dependen, jadi dalam penelitian ini nilai
Square adalah 0,565 hal ini berarti 56,5% va- SEE tinggi berarti ketepatan dalam mempre-
riasi kepatuhan wajib pajak dapat dijelaskan diksi variabel dependen rendah.
oleh kedua variabel independen yaitu kewa- Berdasarkan Tabel 9 dapat dilihat hasil
jiban moral dan biaya kepatuhan pajak, se- analisis sebagai berikut :

4.6 Uji Hipotesis


Tabel 9. Hasil Uji Statistik t
Unstandardized Standardized
Model
Coefficients Coefficients T Sig.
B Std. Eror Beta
(Constant) 7.165 2.013 3.559 .0001
Kewajiban Moral .133 .065 .146 2.044 .044
Biaya Kepatuhan -.128 .044 -.220 -2.919 .004

Sumber : Data diolah (2018)

1) Nilai hitung pada nilai kewajiban mo- 4.7 Pembahasan


ral sebesar 2,044 dengan nilai sig sebesar Berdasarkan uji statistik t adapun hasil
= 0,044 lebih kecil dari level of significant = penelitian adalah sebagai berikut:
0,05 hal ini berarti hipotesis 1 (H1) diterima. 1) Nilai t hitung pada nilai kewajiban mo-
2) Nilai thitung pada biaya kepatuhan pa- ral sebesar 2,044 dengan nilai sig sebesar
jak sebesar -2,919 dengan nilai sig = 0,004 lebih = 0,044 lebih kecil dari level of significant
kecil dari level of significant = 0,05 hal ini berarti = 0,05 hal ini berarti hipotesis 1 (H1) dite-
hipotesis 2 (H2) diterima. rima. Pada hasil analisis linier berganda di-

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 55


peroleh nilai koefisien regresi sebesar 0,133 nelitian ini adalah sebagai berikut :
tanda koefisien yang positif pada kewajiban 1) Bagi masyarakat diharapkan meningkat-
moral berpengaruh positif dan signifikan kan kesadarannya untuk membayar pajak,
secara individu terhadap kepatuhan wajib karena pajak sangat penting terutama dalam
pajak orang pribadi atau semakin tinggi ke- mendukung penerimaan Negara yang dipro-
wajiban moralnya maka semakin tinggi pula yeksikan untuk kepentingan pembangunan
kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Wajib infrastruktur dan kepentingan masyarakat
pajak merasa memiliki perasaan bersalah lainnya.
apabila tidak memenuhi kewajibannya ter- 2) Bagi penelitian selanjutnya seperti meng-
hadap perpajakan. Hasil penelitian ini juga ganti lokasi penelitiannya dengan lokasi lain-
mendukung hasil penelitian Pramiati (2010) nya, seperti Kantor Pelayanan Pajak (KPP) la-
dan Santosa (2011) yang menyatakan bahwa innya yang masih jarang digunakan sebagai
kewajiban moral berpengaruh secara positif lokasi penelitian baik KPP Pratama ataupun
dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pa- KPP Madya dan menggunakan faktor-faktor
jak orang pribadi. lainnya dalam penelitian yang dapat mempe-
2) Nilai t hitung pada biaya kepatuhan pajak ngaruhi kepatuhan wajib pajak seperti kesa-
sebesar -2,919 dengan nilai sig = 0,004 lebih daran wajib pajak, sikap wajib pajak, tingkat
kecil dari level of significant = 0,05 hal ini ber- pendidikan, dan pemahaman terhadap self
arti hipotesis 4 (H4) diterima, Pada hasil ana- assessment.
lisis linier berganda diperoleh nilai koefisien
regresi sebesar -0,128 tanda koefisien yang DAFTAR PUSTAKA
negatif pada biaya kepatuhan, maka biaya Agustini, I.G.A.Pratama. 2008. Pengaruh
kepatuhan pajak berpengaruh secara negatif Norma Subjektif, Kewajiban Moral dan
dan signifikan secara parsial terhadap kepa- Kualitas Pelayanan Terhadap Kepatuh-
tuhan wajib pajak orang pribadi atau biaya an Pelaporan Wajib Pajak Badan pada
kepatuhan pajak berlawanan dengan ke- KPP Pratama Denpasar Barat (Studi Ka-
patuhan wajib pajak orang pribadi, dengan sus Pada Perusahaan Konstruksi di Kota
kata lain biaya kepatuhan pajak yang tinggi Denpasar). Skripsi. Fakultas Ekonomi
akan mengakibatkan rendahnya kepatuhan universitas Udayana
wajib pajak orang pribadi. Koefisien regresi Devano, Sony. 2006. Perpajakan: Konsep,
yang bertanda negatif tersebut mendukung Teori, dan Isu. Jakarta: Predana Media
penelitian Pramitari (2010) yang menyatakan Group
bahwa biaya kepatuhan pajak berpengaruh Direktorat Jendral Pajak. 2008. Undang-
negatif dan signifikan pada kepatuhan wajib Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang
pajak orang pribadi. Hal ini dikarenakan bia- Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpa-
ya kepatuhan pajak adalah biaya yang harus jakan.
ditanggung oleh wajib pajak dalam memenu- IMF. 2011. Indonesia: 2011 Article IV Consul-
hi kewajiban pajaknya diluar pajak yang ter- tation-Staff Report. IMF Country Report
hutang (Devano, 2006:122). No.11/309. International Monetary Fund,
Washington.
V. SIMPULAN DAN SARAN Nurmantu, Safri. 2003. Pengantar Perpajak-
5.1 Simpulan an. Jakarta : Granit
Berdasarkan hasil dan pembahasan, Pramitari, I.G.A.Astri. 2010. Pengaruh Ku-
adapun simpulan dan saran dari penelitian alitas Pelayanan, Kewajiban Moral, dan
ini adalah sebagai berikut : Biaya Kepatuhan Pajak Pada Kepatuhan
1) Kewajiban moral berpengaruh positif Pelaporan Wajib Pajak di KPP Pratama
dan signifikan pada kepatuhan wajib pajak Denpasar Barat. Skripsi. Fakultas Eko-
orang pribadi. Hasil penelitian ini sejalan de- nomi Universitas Udayana
ngan penelitian Pramiati (2010) dan Santosa Prasetya, Gede Agus. 2015. Pengaruhf aktor-
(2011). Faktor Eksternal Terhadap Kepatuhan
2) Biaya kepatuhan pajak berpengaruh nega- Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor
tif dan signifikan pada kepatuhan wajib pa- Pelayanan Pajak Denpasar. Skripsi. Uni-
jak orang pribadi. Hasil penelitian ini sejalan versitas Mahasaraswati Denpasar.
dengan penelitian Pramitari (2010) Prasetyo Adinur (2008), Pengaruh Uniformity
dan Kesamaan Persepsi, Serta Ukuran
5.2 Saran Perusahaan Terhadap Kepatuhan Pajak,
Adapun saran yang diajukan dalam pe- Disertasi UI, Jakarta, 2008

56 PENGUJIAN KEWAJIBAN MORAL DAN BIAYA KEPATUHAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK
Rahayu, Siti kurnia. 2009. Perpajakan Indo- Sapiei, Noor Sharoja dan Abdulah Mazni
nesia: Konsep dan Aspek Formal. Graha binti. 2007. Example Of Malaysia. Proce-
Ilmu: Yogyakarta. edings of the 13th Asia Pacific Manage-
Riharjo, Ikhsan Budi. 2007. Kajian Terhadap ment Conference, Melbourne, Australia,
Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Ke- 2007, 338-343
patuhan Wajib Pajak. Jurnal Akuntansi, Sri Mulyani. 2018. Tax Ratio Indonesia Te-
Manajemen Bisnis dan Sektor Pblik (JAM- rendah. Dikutip dari www.wartaekono-
BSP), 3(3): hal: 288-310 mi.co.id tanggal 19 Januari 2018
Santosa, Made Edi Septian. 2011. Pengaruh Wenzel, Michael. 2002. The Impact of Out-
Kewajiban Moral, Kualitas Pelayanan, come Orientation and Justice Concern
dan Sanksi Perpajakan Pada Kepatuhan on Tax ompliance: The Role of Tax Pa-
Pelaporan Wajib Pajak Badan Koperasi yers Identity. Journal of Applied Psycho-
di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ba- logy, 87: p:629-645
dung Utara. Skripsi. Fakultas Ekonomi Yasa, I Nyoman Putra. 2016. Perpajakan: Te-
Universitas Udayana ori dan konsep. Istiqlal Publiser: Buleleng

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 57


PENGARUH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN BUDAYA TRI HITA
KARANA TERHADAP KINERJA MANAJERIAL LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD)

I Nyoman Raditya Suparsabawa1


Ketut Tanti Kustina2
(Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS) Denpasar)
1
email: suparsabawa@gmail.com
2
email: tantikartika16@yahoo.com

Abstract

This study aims to determine the effect of the implementation of good corporate governance and
culture tri hita karana to managerial performance in nine Lembaga Perkreditan Desa (LPD) in
North Kuta District. Types of data used in this study are primary and secondary data. Sample
determination technique used in this research is saturated sampling technique by using qu-
estionnaire. The data testing technique used multiple linear regression with the first classical
assumption test consisting of normality test, multicolinearity test, and heteroscedasticity test.
The results showed that the principles of good corporate governance (X1) and tri hita karana cul-
ture (X2) had a significant positive effect on LPD Managerial Performance in North Kuta District.
Good corporate governance has important principles that must be implemented in each agency
as one form of corporate governance towards achieving a succession of agencies and gain high
confidence. Each value of the philosophy of tri hita karana must be a guideline to form a mental
attitude, work ethic and character of human resources noble character so that it can change the
performance of Lembaga Perkreditan Desa (LPD) grow better and gain public confidence. It is
suggested that LPD in South Kuta Subdistrict and in Bali can make the principles of good corpo-
rate governance and culture of tri hita karana as work guidance in LPD management.

Keyword: Principles Good Corporate Governance, Tri hita karana culture, Managerial Perfo-
mance, LPD

I. PENDAHULUAN masing instansi sebagai salah satu bentuk


Lembaga Perkreditan Desa (LPD) meru- tata kelola perusahan menuju pencapaian
pakan salah satu lembaga keuangan mikro suksesi suatu instansi. LPD sebagai salah
yang di Bali yang didirikan oleh desa adat Lembaga Keuangan mikro yang tumbuh
yang memiliki fungsi untuk wadah investa- bersama desa adat juga harus menerapkan
si desa adat dan sebagai pengawas pereko- prinsi-prinsip good corporate governance da-
nomian masyarakat desa. Dalam kegiatan lam lingkungan kerjanya. Prinsip-prinsip
operasionalnya LPD dibantu oleh seorang good corporate governance tersebut adalah
ketua, sekretaris dan bendahara yang da- independensi, akuntabilitas, transparansi,
pat dilengkapi dengan sejumlah kepala sek- responsibilitas, kesetaraan dan kewajaran,
si dan karyawan sesuai dengan kebutuhan yang sangat diperlukan untuk mencapai
LPD setempat (Gunawan, 2009). Selain itu suatu Kinerja Manajerial yang baik, berke-
juga, LPD mengelola sumber daya keuangan lanjutan dan memperoleh kepercayaan ma-
dan investasi jangka panjang milik desa adat syarakat dan keuntungan yang bermartabat
yaitu dalam bentuk simpan pinjam, untuk dalam jangka panjang (sustainable) serta
keperluan pembiayaan kehidupan anggota diharapkan dapat lebih memperhatikan ke-
masyarakat desa adat, baik secara Indivi- pentingan pihak yang bersangkutan (stake-
dui maupun secara Kelompok, dalam rangka holder) dan masyarakat desa adat. Prinsip-
pengembangan fungsi-fungsi sosio-kultural prinsip good corporate governance harus
dan keagamaan masyarakat desa adat. LPD dikelola secara professional dan tidak me-
dalam kegiatan operasionalnya juga telah mihak hanya pada satu pihak saja agar se-
berlandaskan hukum yaitu PERDA No.8 Ta- luruh stuktural LPD dapat berfungsi tanpa
hun 2002, PERDA No. 3 Tahun 2007 dan pe- saling mendominasi dan dan tanpa adanya
rarem di masing-masing desa. tekanan dari pihak.
Tata kelola perusahaan yang baik (Good Budaya tri hita karana merupakan kon-
Corporate Governance) memiliki prinsip- sep kehidupan yang harmonisasi dimana
prinsip yang harus dijalankan di masing- setiap filosofinya selalu dijaga dan ditaati

58 PENGARUH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN BUDAYA TRI HITA KARANA TERHADAP
KINERJA MANAJERIAL LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD)
masyarakat Hindu yang terdiri dari : parah- vernance diambil dari kata latin, yaitu gube-
yangan (hubungan manusia dengan Tuhan), mane yang artinya mengarahkan (directing)
pawongan (hubungan manusia dengan ma- dan mengendalikan (control). Dalam Ilmu
nusia), dan palemahan (hubungan manusia Manajemen Bisnis, kata tersebut diadaptas-
dengan lingkungan) yang bersumber dari ki- ikan menjadi Corporate Governance dan di
tab suci agama Hindu Bhagawad Gita. Oleh artikan sebagai upaya mengarahkan (direc-
karena itu, budaya tri hita karana yang tum- ting) dan mengendalikan (control) kegiatan
buh dan berkembang di kehidupan modern organisasi, termasuk perusahaan. Sedang-
masyarakat desa adat di Bali, merupakan kan menurut (Zarkasyi, 2008), GCG meru-
konsep budaya yang berakar dari ajaran aga- pakan suatu sistem (input, process, output)
ma hindu (Riana, 2010 dan Adiputra, 2014). dan seperangkat peraturan yang mengatur
Konsep harmonisasi hubungan masyarakat hubungan antara berbagai pihak yang ber-
Bali pada filosofi tri hita karana diyakini me- kepentingan (stakeholders) terutama dalam
ngandung nilai-nilai sebagai berikut (Guna- arti sempit hubungan antara pemegang sa-
wan, 2012) yaitu unsur parahyangan, unsur ham, dewan komisaris, dan dewan direksi
ini mengandung nilai integritas yang terdiri demi tercapainya tujuan perusahaan. Selain
dari bertakwa, penuh dedikasi dan kejujur- itu penerapan GCG juga perlu didukung oleh
an kepada sang pencipta. Unsur pawongan, tiga pilar yang saling berhubungan, yaitu
unsur ini mengandung nilai etos kerja, yang negara dan perangkatnya sebagai regulator,
terdiri dari kreativitas, bekerja keras dalam dunia usaha sebagai pelaku pasar, dan ma-
bekerja, menghargai waktu, bekerja sama se- syarakat sebagai pengguna produk dan jasa
cara harmonis, setia kepada janji, bertindak dunia usaha.
efisien, dan penuh prakarsa. Unsur palemah-
an, prinsip ini mengandung nilai kelestarian 2.2 Prinsip-prinsip Good Corporate
lingkungan yang terdiri dari membangun, Governance
memelihara, dan mengamankan. Setiap perusahaan harus memastikan
Adanya Prinsip-prinsip good gorporate bahwa prinsip-prinsip GCG diterapkan pada
governance dan budaya tri hita karana di da- setiap aspek bisnis dan di semua jajaran per-
lam lingkungan kerja LPD diharapkan mam- usahaan. Prinsip-prinsip GCG yaitu trans-
pu menciptakan suasana kerja yang tersu- paransi, akuntabilitas, responsibilitas, in-
ktur, transparan, harmonis dan mengubah dependensi serta kewajaran dan kesetaraan
pola pikir modernisasi dan globalisasi yang diperlukan untuk mencapai kesinambungan
berdasarkan kepentingan individual, dan usaha (sustainability) perusahaan dengan
materialisme dalam pola pikir pegawai LPD memperhatikan pemangku kepentingan
dalam melaksanakan fungsi manajerial yang (stakeholders). Berikut ini merupakan pen-
merupakan pilar untuk menunjang kreabi- jelasan prinsip-prinsip GCG menurut buku
litas dan sinergitas LPD sehingga, dapat te- pedoman KNKG (Komite Nasional Kebijakan
rus bertumbuh lebih baik dan memperoleh Governanc, 2006):
kepercayaan dalam lingkungan masyarakat 1) Transparansi (Transparency) meru-
desa adat. pakan prinsip GCG Untuk menjaga obyekti-
Berdasarkan latar belakang yang telah vitas dalam menjalankan bisnis. Prinsip ini
diuraikan maka perumusan masalah dalam mewajibkan perusahaan harus menyediakan
penelitian ini adalah Apakah Prinsip Good informasi yang material dan relevan dengan
Corporate Governance dan Budaya Tri hita cara yang mudah diakses dan dipahami oleh
karana berpengaruh terhadap Kinerja Mana- pemangku kepentingan. Selain itu perusa-
jerial Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di haan juga dituntut untuk memiliki inisiatif
Kuta Selatan. tinggi untuk mengungkapkan tidak hanya
masalah yang disyaratkan dan diatur oleh
II. KAJIAN PUSTAKA peraturan perundang-undangan, tetapi juga
2.1 Good Corporate Governance hal-hal yang penting untuk pengambilan ke-
Tata kelola perusahaan yang baik (Good putusan oleh pemegang saham, kreditur dan
Corporate Governance) diperlukan untuk pemangku kepentingan lainnya. Pedoman
mendorong terciptanya pasar yang efsien, pokok pelaksanaan : (a) Perusahaan harus
transparan dan konsisten dengan peratur- menyediakan informasi secara tepat waktu,
an perundang-undangan. Menurut Siswan- memadai, jelas, akurat dan dapat diperban-
to sutojo dan John Aldiren dalam bukunya dingkan serta mudah diakses oleh pemang-
Good Corporate Governance (2015) kata Go- ku kepentingan sesuai dengan haknya. (b)

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 59


Informasi yang harus diungkapkan meliputi, matuhi peraturan perundang-undangan ser-
tetapi tidak terbatas pada, visi, misi, sasaran ta melaksanakan tanggung jawab terhadap
usaha dan strategi perusahaan, kondisi keu- masyarakat dan lingkungan sekitar sehingga
angan, susunan dan kompensasi pengurus, dapat terpelihara kesinambungan, adanya
pemegang saham pengendali, kepemilikan simbiosis mutualisme usaha dalam jangka
saham oleh anggota Direksi dan anggota De- panjang, mendapat pengakuan sebagai good
wan Komisaris beserta anggota keluarganya corporate citizen dan meraih kembali keper-
dalam perusahaan dan perusahaan lainnya, cayaan masyarakat.Pedoman pokok pelak-
sistem manajemen risiko, sistem pengawas- sanaannya : (a) Organ perusahaan harus
an dan pengendalian internal, sistem dan pe- berpegang pada prinsip kehati-hatian dan
laksanaan GCG serta tingkat kepatuhannya, memastikan kepatuhan terhadap peraturan
dan kejadian penting yang dapat mempenga- perundang-undangan, anggaran dasar dan
ruhi kondisi perusahaan.(c) Prinsip keter- peraturan perusahaan (by-laws).(b)Perusa-
bukaan yang dianut oleh perusahaan tidak haan harus melaksanakan tanggungjawab
mengurangi kewajiban untuk memenuhi social dengan antara lain peduli terhadap
ketentuan kerahasiaan perusahaan sesuai masyarakat dan kelestarian lingkungan ter-
dengan peraturan perundang-undangan, ra- utama di sekitar perusahaan dengan mem-
hasia jabatan, dan hak-hak pribadi.(d)Kebi- buat perencanaan dan pelaksanaan yang
jakan perusahaan harus tertulis dan secara memadai.
proporsional dikomunikasikan kepada pe- 4) Independensi (Independency) Prinsip
mangku kepentingan. Dasar Untuk melancarkan pelaksanaan asas
2) Akuntabilitas (Accountability) meru- GCG, perusahaan harus dikelola secara inde-
pakan prinsip GCG dimana perusahaan ha- penden sehingga masing-masing organ peru-
rus dapat mempertanggungjawabkan kiner- sahaan tidak saling mendominasi dan tidak
janya secara transparan dan wajar. Untuk dapat diintervensi oleh pihak lain.Pedoman
itu perusahaan harus dikelola secara benar, pokok pelaksanaannya : (a) Masing-masing
terukur dan sesuai dengan kepentingan per- organ perusahaan harus menghindari terja-
usahaan dengan tetap memperhitungkan ke- dinya dominasi oleh pihak manapun, tidak
pentingan pemegang saham dan pemangku terpengaruh oleh kepentingan tertentu, be-
kepentingan lain. Akuntabilitas merupakan bas dari benturan kepentingan (con ict of in-
prasyarat yang diperlukan untuk mencapai terest) dan dari segala pengaruh atau tekan-
kinerja yang berkesinambungan. Pedoman an, sehingga pengambilan keputusan dapat
pokok pelaksanaan nya adalah : (a) Perusa- dilakukan secara obyektif.(b)Masing-masing
haan harus menetapkan rincian tugas dan organ perusahaan harus melaksanakan
tanggung jawab masing-masing organ per- fungsi dan tugasnya sesuai dengan anggaran
usahaan dan semua karyawan secara je- dasar dan peraturan perundang-undangan,
las dan selaras dengan visi, misi, nilai-nilai tidak saling mendominasi dan atau melem-
perusahaan (corporate values), dan strategi par tanggung jawab antara satu dengan yang
perusahaan. (b) Perusahaan harus meyakini lain.
bahwa semua organ perusahaan dan semua 5)Kewajaran dan Kesetaraan (Fairness)
karyawan kemampuan sesuai dengan tugas, Prinsip Dasar Dalam melaksanakan kegiat-
tanggung jawab, dan perannya dalam pelak- annya, perusahaan harus senantiasa mem-
sanaan GCG.(c)Perusahaan harus memas- perhatikan kepentingan pemegang saham
tikan adanya sistem pengendalian internal dan pemangku kepentingan lainnya berda-
yang efektif dalam pengelolaan perusahaan. sarkan asas kewajaran dan kesetaraan. Pe-
(c)Perusahaan harus memiliki ukuran kiner- doman Pokok Pelaksanaannya : (a) Perusa-
ja untuk semua jajaran perusahaan yang haan harus memberikan kesempatan kepada
konsisten dengan sasaran usaha perusaha- pemangku kepentingan untuk memberikan
an, serta memiliki sistem penghargaan dan masukan dan menyampaikan pendapat bagi
sanksi (reward and punishment system). (d) kepentingan perusahaan serta membuka ak-
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung ses terhadap informasi sesuai dengan prin-
jawabnya, setiap organ perusahaan dan se- sip transparansi dalam lingkup kedudukan
mua karyawan harus berpegang pada etika masing-masing. (b) Perusahaan harus mem-
bisnis dan pedoman perilaku (code of con- berikan perlakuan yang setara dan wajar
duct) yang telah disepakati. kepada pemangku kepentingan sesuai de-
3) Responsibilitas (Responsibility) meru- ngan manfaat dan kontribusi yang diberikan
pakan GCG dimana perusahaan harus me- kepada perusahaan. (c) Perusahaan harus

60 PENGARUH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN BUDAYA TRI HITA KARANA TERHADAP
KINERJA MANAJERIAL LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD)
memberikan kesempatan yang sama dalam akan dapat mengetahui tingkat pencapaian
penerimaan karyawan, berkarir dan melak- misi yang telah ditetapkan sebelumnya. De-
sanakan tugasnya secara profesional tanpa ngan adanya responsibility diharapkan akan
membedakan suku, agama, ras, golongan, menyadarkan manajer dalam melaksanakan
gender, dan kondisi fisik. kegiatannya agar menjadi lebih professional
dan penuh etika, terhindar dari penyalahgu-
2.3 Kinerja Manajerial naan kekuasaan dan dapat meningkatkan
Kinerja Manajerial yang dicapai mana- kinerjanya. Dengan dukungan semua pihak,
jer merupakan faktor yang dapat digunakan penerapan prinsip GCG akan lebih menjamin
untuk meningkatkan keefektifan organisasi. kinerja manajerial secara kuat dan berkelan-
Menurut Tjiptono dan Diana (dalam Anggra- jutan. Hal tersebut menunjukan bahwa GCG
eni, 2010) menyatakan kinerja manajerial merupakan instrumen pokok entitas dalam
yaitu kemampuan manajer dalam menggu- mencapai kinerja manajerial yang baik.
nakan pengetahuan, perilaku, dan bakat da-
lam melaksanakan tugasnya sehingga terca- 2.5 Tri Hita Karana
pai sasaran dan tugas dari manajer tersebut. Konsep kosmologi tri hita karana menu-
Tujuan pokok penilaian kinerja manajerial rut (Wiana, 2004) merupakan falsafah hidup
adalah untuk memotivasi bawahan dalam tangguh. Falsafah tersebut memiliki konsep
mencapai sasaran organisasi dan dalam yang dapat melestarikan keanekaragaman
mematuhi standar perilaku yang telah dite- budaya dan lingkungan di tengah hantaman
tapkan sebelumnya agar membuahkan tin- globalisasi dan homogenisasi. Sebuah falsa-
dakan dan hasil yang diinginkan (Mulyadi: fah kultur Bali yaitu tri hita karana yang me-
2001). nekankan pada teori keseimbangan menya-
Pengukuran kinerja manajerial merupa- takan bahwa masyarakat Hindu cenderung
kan suatu proses yang harus dilakukan da- memandang diri dan lingkungannya sebagai
lam pengendalian manajemen. Pengukuran suatu sistem yang dikendalikan oleh nilai
tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan keseimbangan dan diwujudkan dalam ben-
informasi yang akurat dan valid tentang pe- tuk prilaku.
rilaku dan kinerja anggota organisasi. Tri hita karana, secara etimologi ter-
bentuk dari kata : tri yang berarti tiga, hita
2.4 Pengaruh Good Corporate Governance berarti kebahagiaan, dan karana yang berar-
terhadap Kinerja Manajerial ti sebab atau yang menyebabkan, dapat di-
Emye 2009) menyatakan bahwa dengan maknai sebagai tiga hubungan yang harmo-
dukungan semua pihak, penerapan prinsip nis yang menyebabkan kebahagian. Prinsip
GCG dalam perusahaan akan lebih menja- pelaksanaannya harus seimbang, selaras an-
min kinerja manajerial secara kuat dan ber- tara satu dan lainnya. Apabila keseimbangan
kelanjutan. Dari hasil penelitian terdahu- tercapai, manusia akan hidup dengan me-
lu (Triadi dan Suputra, 2016) memberikan ngekang dari pada segala tindakan berekses
indikasi bahwa semakin baik pelaksanaan buruk. Hidupnya akan seimbang, tenteram,
good corporate governance maka akan mem- dan damai. Hubungan antara manusia de-
berikan implikasi terhadap semakin baiknya ngan alam lingkungan perlu terjalin secara
kinerja manajerial. Masing-masing prinsip harmonis, bilamana keharmonisan tersebut
GCG perlu diterapkan dengan baik agar GCG di rusak oleh tangan- tangan jahil, bukan
dalam perusahaan tersebut dapat dijalankan mustahil alam akan murka dan memusuh-
dengan baik. Dengan adanya transparansi inya. Jangan salahkan bilamana terjadi mu-
yang ditunjang dengan payung hukum yang sibah, kalau ulah manusia suka merusak
jelas maka akan menambah wawasan dan alam lingkungan. Tidak disadari bahwa alam
pengetahuan masyarakat terhadap penye- lingkungan telah memberikan kebebasan ke-
lenggaraan perusahaan sehingga keperca- pada manusia untuk dimanfaatkan sebesar-
yaan publik terhadap perusahaan semakin besarnya guna kesejahteraan hidupnya.
baik. Dengan adanya fairness maka semua Penjelasan lainya mengenai Hakikat
hak dan kepentingan publik akan terpenuhi mendasar tri hita karana juga dikemukakan
tanpa ada perbedaan sehinga tidak ada ben- oleh (Wiana, 2004) Hakikat mendasar tri hita
turan-benturan kepentingan yang terjadi dan karana mengandung pengertian tiga penye-
target perusahaan dapat tercapai dengan bab kesejahteraan itu bersumber pada kehar-
baik. Dengan adanya accountability publik monisan hubungan antara manusia dengan
sebagai pihak yang memerlukan informasi Tuhan nya, manusia dengan alam lingkung-

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 61


annya, dan manusia dengan sesamanya. De- nilai kelestarian lingkungan yang terdiri dari
ngan menerapkan falsafah tersebut diharap- membangun, memelihara, dan mengaman-
kan dapat menggantikan pandangan hidup kan.
modern yang lebih mengedepankan individu- H2 : Penerapan budaya tri hita karana ber-
alisme dan materialism. pengaruh positif dan signifikan terhadap Ki-
Membudayakan tri hita karana akan nerja Manajerial Lembaga Perkreditan Desa
dapat memupus pandangan yang mendo- (LPD) di Kecamatan Kuta Selatan.
rong konsumerisme, pertikaian dan gejolak.
Konsep tri hita karana, oleh masyarakat Bali III. METODELOGI PENELITIAN
dirumuskan dan diilmplementasikan dalam 3.1 Penentuan Sumber Data dan Jenis
bentuk awig-awig. Awig-awig yaitu berupa Data
suatu ketentuan yang mengatur tata krama Adapun sumber data yang digunakan
pergaulan hidup dalam masyarakat untuk dalam penelitian ini yaitu data primer. yang
mewujudkan tata kehidupan yang ajeg di menjadi data primer dalam penelitian ini
masyarakat. Kenyataan yang ada bahwa ke- adalah hasil dari jawaban kuisioner atau-
hidupan masyarakat di Bali tersusun dalam pun wawancara dari responden. Adapun je-
satu kesatuan desa adat (desa pakraman) nis data yang digunakan dalam penelitian ini
yang mempunyai hukum sendiri yang dise- yaitu data kuantitatif. Data kuantitatif dalam
but awig-awig. Setiap desa adat mempunyai penelitian ini yaitu hasil dari kuisioner yang
awig- awig, yang berlandaskan falsafah tri sesuai dengan indikator yang telah dirumus-
hita karana (tiga dasar kebahagian) yakni kan dan mengacu pada pengukuran variable
parhyangan, palemahan, pawongan. dengan bantuan skala likert.

2.6 Pengembangan Hipotesis 3.2 Populasi dan Sampel Penelitian


Good corporate governance memiliki prin- Populasi dalam penelitian ini adalah
sip-prinsip penting yang harus dijalankan di LPD yang berada di Kecamatan Kuta Se-
masing-masing instansi sebagai salah satu latan, dimana wilayah Kuta Selatan meru-
bentuk tata kelola perusahan menuju pen- pakan wilayah yang perkembangan pere-
capaian suksesi suatu instansi. LPD sebagai konomiannya sangat pesat, perkembangan
salah Lembaga Keuangan mikro yang tum- kehidupan modernisasi masuk dengan per-
buh bersama desa adat juga harus menerap- kembangan budaya asing, tetapi masyara-
kan prinsi-prinsip GCG dalam lingkungan kat yang masih berpegang teguh terhadap
kerjanya. konsep kehidupan hamonisasi di bali yaitu
H1 : Penerapan prinsip-prinsip good corpora- Tri hita karana dan warisan budaya serta
te governance berpengaruh positif dan signi- logat bahasa yang masih kental di lingkung-
fikan terhadap kinerja manajerial Lembaga an masyarakat.
Perkreditan Desa (LPD) di Kecamatan Kuta Teknik sampling yang peneliti gunakan
Selatan. dalam penelitian ini yaitu teknik sampling
Gunawan (2012), menyatakan filosofi tri jenuh. Teknik sampling jenuh adalah teknik
hita karana diyakini mengandung nilai-nilai penentuan sampel bila semua anggota po-
sebagai berikut yaitu unsur parahyangan, pulasi digunakan sebagai sampel. Jadi, yang
unsur ini mengandung nilai integritas yang akan dijadikan sampel dalam penelitian ini
terdiri dari bertakwa, penuh dedikasi dan yaitu nama-nama LPD di Kecamatan Kuta Se-
kejujuran kepada sang pencipta. Unsur pa- latan yaitu sebanyak 9 sampel. Jadi Jumlah
wongan, unsur ini mengandung nilai etos responden pada penelitian ini yaitu sebanyak
kerja, yang terdiri dari kreativitas, beker- 36 responden, dimana setiap LPD akan diam-
ja keras dalam bekerja, menghargai waktu, bil 4 responden dari masing-masing sampel
bekerja sama secara harmonis, setia kepada untuk mengisi kuisioner yaitu Kepala LPD,
janji, bertindak efisien, dan penuh prakarsa. Sekretaris, Pengawas LPD dan Kepala seksi
Unsur palemahan, prinsip ini mengandung Lapangan.

62 PENGARUH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN BUDAYA TRI HITA KARANA TERHADAP
KINERJA MANAJERIAL LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD)
Tabel 3.1
Daftar LPD di kecamatan Kuta Selatan
NO NAMA LPD ALAMAT

Lembaga Perkreditan Desa (LPD)


1. Jalan Uluwatu I No. 26 Jimbaran
Desa adat Jimbaran
Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa
2. Jalan Raya Uluwatu Pecatu No. 6
adat Pecatu
Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa
3. Jalan Pratama Bualu Nusa Dua
adat Bualu
Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa
4. Jalan Pura Batu Pageh Ungasan
adat Ungasan
Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa
5. Jalan Dharmawangsa No.108z, Benoa
adat Kampial
Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa
6. Jalan Segara Ening No. 17 A Tanjung Benoa
adat Tanjung Benoa
Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa
7. Jalan Raya Siligita Nusa Dua
adat Peminge
Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa
8. Jalan Pantai Pandawa, Kutuh
adat Kutuh
Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Jalan Setra Gandha Mayu No. 33,
9.
adat Tengkulung Tengkulung

3.3 Teknik Pengumpulan Data bagai bagian dari budaya Organisasi dalam
Penelitian ini menggunakan teknik pe- pemahaman konsep nasional. Budaya orga-
ngumpulan data kuisioner. Teknik pengum- nisasi merupakan nilai-nilai yang menjadi
pulan data kuisioner dilakukan dengan cara pedoman sumber daya manusia untuk meng-
memberi daftar pertanyaan dan pernyataan hadapi permasalahan eksternal dan usaha
sesuai indikator yang telah disusun dan di penyesuaian integrasi ke dalam perusahaan
sebarkan di lingkungan kerja internal LPD. sehingga masing-masing anggota organisasi
Sebelum menyebarkan kuisioner peneliti harus memahami nilai-nilai yang ada dan
akan menjelaskan terlebih dahulu tentang sebagaimana mereka harus bertingkah laku
indikator-indikator penting yang ada dalam atau berprilaku. Dari hasil pemaparan dan
kuisioner. Data akan diperoleh dari hasil penjelasan keperluan variabel-variabel da-
pengisian kuisioner oleh ketua, sekretaris, lam penelitian ini, maka variabel-variabel
bendahara, kepala divisi dan koordinator tersebut akan dijabarkan kedalam bentuk
lapangan pada Lembaga LPD di Kecamatan indikator pengukuran yaitu parahyangan,
Kuta Selatan. pawongan dan palemahan (Cahyani: 2016)

3.4 Variabel Penelitian Variabel Dependen (Variabel Y)


Variabel Independen (Variabel X1) Yang menjadi variabel dependen dalam
Yang menjadi variabel independen perta- penelitian ini yaitu kinerja manajerial yang
ma dalam penelitian ini adalah prinsip-prin- diperoleh dari hasil data kuisioner menggu-
sip good corporate governance yang menu- nakan tolak ukur dari indikator kinerja ma-
rut Komite Nasional Kebijakan Governance najerial menurut Anwar (2010) yaitu perenca-
(KNKG) diukur dengan menggunakan indika- naan, invertigasi, pengkoordinasian, evaluasi,
tor pengukuran dalam prinsip-prinsip GCG, pengawasan, pemilihan staf, perwakilan dan
yaitu transparansi, akuntabilitas, pertang- negosiasi.
gungjawaban, independensi, dan kesetaraan
dan kewajaran. 3.5 Analisis Data
Analisis Data menggunakan metode ana-
Variabel Independen (Variabel X2) lisis regresi linear berganda (multiple regres-
Budaya tri hita karana dalam penelitian sion analysis) yang terdapat dalam program
ini merupakan variabel independen kedua, SPSS (Statistical Program for Social Science).
dimana budaya tri hita karana diadopsi se- Analisis yang dipergunakan dalam peneli-

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 63


tian ini adalah analis regresi linier bergan- bel independen terhadap variabel dependen,
da dengan menggunakan program aplikasi nampun apabila adjusted R2 semakin besar
SPSS (Statistical Program for Social Science). mendekati, menunjukkan semakin kuatnya
Model regresi linier berganda ini digunakan pengaruh variabel independen terhadap vari-
untuk mengetahui pengaruh variabel terikat abel terikat dependen dan apabila adjusted R2
dengan dua atau lebih variabel bebas, baik semakin kecil mendekati 0, maka dapat dika-
secara simultan mau­pun parsial. takan semakin kecil pengaruh variabel inde-
Persamaan regresi yang digunakan adalah: penden terhadap variabel dependen.
Persamaan regresi liner berganda :
Y = a + b 1 X 1 + b2 X 2 + e 3.9 Pengujian Hipotesis
Keterangan : Pengujian hipotesis dilakukan dengan
Y = Kinerja Manajerial Lembaga Perkredi- cara uji parsial yaitu untuk mengetahui hu-
tan Desa bungan masing-masing variabel independen
a = Konstanta terhadap variabel dependen dengan menggu-
b = Koefisien Regresi nakan uji-t.
X1 = Prinsip Good Corporate Governance Pengujian Koefisien Regresi Parsial (Uji-t)
X2 = Budaya Tri hita karana Uji statistik t disebut sebagai uji signifi-
e = Error kan individual. Uji ini menunjukkan sebera-
pa jauh pengaruh variabel bebas (indepen-
3.6 Uji Instumen den) secara parsial terhadap variabel terikat
Uji instrument menggunakan 2 tahap (dependen). Bentuk pengujiannya adalah :
pengujian yaitu uji validitas dan uji reabilitas. H0 : b1 = 0, Artinya suatu variabel in-
Uji Validitas merupakan derajat ketepatan an- dependen secara parsial tidak berpengaruh
tara data yang sesungguhnya yang terjadi pada terhadap variabel dependen.
obyek penelitian dengan data yang dapat di- H0 : b1 0, Artinya suatu variabel inde-
sajikan oleh peneliti. Uji Reabilitas berkenaan penden secara parsial berpengaruh terhadap
dengan derajat konsistensi dan stabilitas data variabel dependen.
atau temuan. Bila ada peneliti lain mengu- Kriteria pengambilan keputusan :
langi atau memprediksi dalam penelitian pada Jika probabilitas ≤ 0,05 maka Ha diteri-
obyek yang sama dengan metode yang sama ma atau H0 ditolak.
maka akan menghasilkan data yang sama. Jika probabilitas > 0,05 maka Ha ditolak
atau H0 diterima.
3.7 Uji Asumsi Klasik
Pengujian ini bertujuan untuk menge- IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
tahui hasil regresi yang telah dilakukan 4.1 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
sebelumnya bebas dari gejala-gejala nor- Pengujian validitas dan reliabilitas ter-
malitas data, Multikolinearitas dan hetero- hadap instrumen – instrumen di dalam kuesi-
skedastisitas. Uji normalitas bertujuan un- oner sangatlah penting dilakukan untuk mem-
tuk menguji apakah dalam model regresi, peroleh hasil penelitian yang valid dan reliabel.
variabel pengganggu atau residual memiliki Dengan demikian instrumen yang valid dan
distribusi normal. Uji Multikolinearitas ber- reliabel merupakan syarat mutlak untuk men-
tujuan untuk menguji apakah model regresi dapatkan hasil penelitian yang valid dan relia-
ditemukan adanya kolerasi antar variabel in- bel. Pengujian validitas disini dilakukan pada
dependen. Uji heteroskedastisitas bertujuan 30 responden dengan taraf signifikan 5% dan
untuk menguji apakah model regresi terjadi r table = 0.3. setelah dilakukan uji validitas
ketidaksamaan variance dari residual satu maka diperolehlah hasil yaitu seluruh instru-
pengamatan ke pengamatan yang lain. ment yang terdapat di dalam kuisioner dapat
dikatakan valid karena koefisien korelasinya
3.8 Uji Koefisien Determinasi lebih besar dari nilai rtabel = 0,3. Dengan demi-
Menurut Ghozali (2013), Pengujian ad- kian seluruh instrumen penelitian yang digu-
justed R2 digunakan untuk mengukur pro- nakan adalah valid selanjutnya instrument-
porsi atau presentase sumbangan variabel instrument tersebut dapat digunakan untuk
independen)yang diteliti terhadap variasi naik menganalisis statistik lebih lanjut.
turunnya variabel dependen. Adjusted R2 ber- Menurut Nunnally dalam Ghozali
kisar antara 0 sampai 1. Hal itu berarti bila (2001:133) mengatakan bahwa variabel di-
adjusted R2 = 0 maka hal tersebut menun- katakan reliable jika memberikan nilai Alpha
jukkan tidak adanya pengaruh antara varia- Cronbach > 0,60.

64 PENGARUH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN BUDAYA TRI HITA KARANA TERHADAP
KINERJA MANAJERIAL LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD)
Tabel 4.1
Hasil Uji Reliabilitas
No Item Pertanyaan Koefisien Korelasi Keterangan
1 GCG 0,997 Reliabel
2 Budaya tri hita karana 0,995 Reliabel
3 Kinerja 0,88 Reliabel
Sumber : Data Diolah, 2017

Semua instrumen memiliki nilai al­pha simpulkan bahwa semua variabel tersebut
cronbach lebih dari 0,6 sehingga dapat di- reliabel.

4.2 Hasil Uji Regresi Linier Berganda

Tabel 4.2
Hasil Uji Regresi Linier Berganda
Unstandardized Standardized
Model
Coefficients Coefficients
t Sig.
Std.
B Beta
Error
Prinsip GCG 0,221 0,032 0,757 6,899 0,00
Budaya Tri hita karana 0,367 0,062 0,648 5,903 0,00
Konstanta = 5,499
R Square 0,651
Fhitung 30,761
Sig. Fhitung 0,00
Sumber : Data diolah 2017

Berdasarkan Tabel 4.2 diperoleh suatu sebesar 1 satuan, maka nilai kinerja mana-
persamaan regresi berganda sebagai berikut. jerial LPD meningkat sebesar 0,367 dengan
Y = α + β1X1 + β2X2 asumsi variabel lain konstan.
= 5,499 + 0,221X1 + 0,367X2
1) Koefisien konstanta adalah sebesar 4.3 Hasil Uji Koefisien Determinasi
5,499, artinya bila variabel prinsip GCG Tabel 4.3
(X1), budaya tri hita karana (X2), konstan Hasil Uji Koefisien Determinasi
pada angka 0 (nol) maka kinerja manajerial
LPD (Y) adalah sebesar 5,499. Model Summaryb
2) Nilai koefisien regresi prinsip GCG Adjusted Std. Error of
(X1) = 0,221 secara statistik menunjukkan Model R R Square R Square the Estimate
1 ,807a ,651 ,630 2,49573
bahwa ada pengaruh positif variabel prinsip
a. Predictors: (Constant), Tri Hita Karana, GCG
GCG terhadap kinerja manajerial LPD. Ni-
lai koefisien sebesar 0,221 memiliki arti jika b. Dependent Variable: Kinerja

nilai prinsip GCG naik sebesar 1 satuan, Sumber: data diolah, 2017
maka nilai kinerja manajerial LPD mening-
kat sebesar 0,221 dengan asumsi variabel Berdasarkan Tabel 4.3 diperoleh besar-
lain konstan. nya koefisien determinasi sebesar 0,651 atau
3) Nilai koefisien regresi budaya tri hita 65,1%. Ini menunjukkan pengaruh prinsip
karana (X2) = 0,367, secara statistik menun- GCG (X1) dan budaya Tri hita karana (X2)
jukkan bahwa ada pengaruh positif variabel memberikan kontribusi naik turunnya kiner-
budaya Tri hita karana terhadap kinerja ma- ja manajerial LPD sebesar 65,1% dan 34,9
najerial LPD. Nilai koefisien sebesar 0,367 disebabkan oleh faktor lain yang tidak diba-
memiliki arti jika budaya Tri hita karana naik has dalam penelitian ini.

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 65


4.4 Pengaruh Prinsip GCG Terhadap d. Keputusan
Kinerja Manajerial LPD Nilai sig lebih kecil dari nilai 0,05, se-
Uji t digunakan untuk menguji signifika- hingga HO ditolak dan Ha diterima. Ini ber-
si masing-masing koefisien regresi, sehingga arti bahwa budaya Tri hita karana (X2) ber-
diketahui apakah secara parsial prinsip GCG pengaruh positif signifikan terhadap kinerja
berpengaruh terhadap kinerja manajerial manajerial LPD (Y)
LPD adalah memang nyata terjadi (signifi-
kan) atau hanya diperoleh secara kebetulan. V. SIMPULAN, IMPLIKASI,
Langkah-langkah uji statistiknya adalah: KETERBATASAN PENELITIAN DAN
a. Membuat Formulasi Hipotesis SARAN
H0 : β1 = 0, berarti tidak ada pengaruh yang 5.1 Simpulan
nyata antara prinsip GCG (X1) secara parsial ter- Hasil penelitian ini menyatakan bahwa
hadap kinerja manajerial LPD (Y) prinsip GCG dan budaya tri hita karana,
Ha : β1 > 0, berarti; ada pengaruh positif berpengaruh positif signifikan secara par-
yang nyata antara prinsip GCG (X1) secara sial terhadap kinerja manajerial LPD kar-
parsial terhadap kinerja manajerial LPD (Y) yawan di Kecamatan Kuta Selatan dengan
b. Menghitung t-hitung dan signifikasi nilai sig < 0,05. Hasil penelitian menunjuk-
Diketahui: kan bahwa semakin baik penerapan GCG
t-hitung = 6,899, sig = 0,00 dan kuatnya Budaya Tri hita karana maka
c. Kriteria Pengujian kinerja manajerial semakin baik, LPD yang
1) Jika sig < 0,05 maka Ho ditolak, ber- menerapkan prinsip-prinsip GCG dengan
arti pengaruh tersebut signifikan tepat dan berkesinambungan akan mampu
2) Jika sig > 0,05 maka Ho diterima, meningkatkan kinerja Lembaga Perkreditan
berarti pengaruh tersebut tidak signifikan Desa (LPD) saat ini dan jangka panjang dan
d. Keputusan terciptanya suatu lingkungan kerja yang ter-
Nilai sig lebih kecil dari nilai 0,05, se- struktur serta transparan. Dan peran dari
hingga HO ditolak dan Ha diterima. Ini ber- kuatnya budaya Tri hita karana dalam ling-
arti bahwa prinsip GCG (X1) berpengaruh kungan kerja wajib dijadikan suatu pedo-
positif signifikan terhadap kinerja manajerial man untuk membentuk sikap mental, etos
LPD (Y) kerja, sikap toleransi dan karakter sumber
daya manusia yang berbudi pekerti luhur
4.5 Pengaruh Budaya Tri Hita Karana sehingga hal tersebut dapat mengubah ki-
Terhadap Kinerja manajerial LPD nerja Lembaga Perkreditan Desa (LPD) ber-
Uji t digunakan untuk menguji signifikasi tumbuh lebih baik dan memperoleh keper-
masing-masing koefisien regresi, sehingga di- cayaan karma desa adat.
ketahui apakah secara parsial budaya Tri hita
karana berpengaruh terhadap kinerja mana- 5.2 Implikasi Penelitian
jerial LPD adalah memang nyata terjadi (signi- Diharapkan hasil penelitian ini dapat di-
fikan) atau hanya diperoleh secara kebetulan. jadikan acuan tentang penerapan teori-teo-
Langkah-langkah uji statistiknya adalah: ri akuntansi manajemen dan implementasi
a. Membuat Formulasi Hipotesis praktek secara nyata di LPD khususnya pada
H0 : β2 = 0, berarti tidak ada pengaruh kinerja manajerial dan memberikan pema-
yang nyata antara budaya Tri hita karana haman bagi LPD di kecamatan Kuta Selatan
(X2) secara parsial terhadap kinerja manajer- untuk lebih meningkatkan Kinerja Manajer-
ial LPD (Y) ial berlandaskan prinsip-prinsip GCG dan
Ha : β2 > 0, berarti; ada pengaruh posi- budaya tri hita karana serta memberi penge-
tif yang nyata antara budaya Tri hita kara- tahuan terhadap pola pikir masyarakat ten-
na(X2) secara parsial terhadap kinerja mana- tang LPD yang kualitasnya mulai terjamin.
jerial LPD (Y)
b. Menghitung t-hitung dan signifikasi 5.3 Keterbatasan Penelitian
Diketahui: Penelitian ini dalam teknik pengumpulan
t-hitung = 5,903, sig = 0,00 data hanya menggunakan data primer yang
c. Kriteria Pengujian bersumber dari kuisioner dan wawancara
1) Jika sig < 0,05 maka Ho ditolak, ber- yang tidak mendalam. Pemahaman mengenai
arti pengaruh tersebut signifikan good corporate governance masih sedikit di ke-
2) Jika sig > 0,05 maka Ho diterima, tahui oleh Pengurus LPD, maka dalam pene-
berarti pengaruh tersebut tidak signifikan litian ini peneliti harus menjelaskan terlebih

66 PENGARUH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN BUDAYA TRI HITA KARANA TERHADAP
KINERJA MANAJERIAL LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD)
dahulu mengenai good corporate governance Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan
dan prinsip-prinsipnya. Penelitian ini terba- (Studi Kasus Pada PT. JAMSOSTEK Kan-
tas hanya mencari pengaruh prinsip GCG tor Cabang II Bandung). Skripsi. Ban-
(X1) dan budaya Tri Hita Karana (X2) terhadap dung. Universitas Widyatama.
kontribusi naik turunnya kinerja manajerial Gunawan, Ketut. 2009. Analisis Faktor Ki-
LPD sebesar 65,1% dan 34,9 disebabkan oleh nerja Organisasi LPD di Bali. Jurnal Ma-
faktor lain yang tidak dibahas dalam peneli- najemen dan Wirausaha, Vol 11, No. 2,
tian ini. September 2009, pp:172-182
Hamid, Amita Zainuddin. 2002. Pengaruh Bu-
5.4 Saran Untuk Peneliti Selanjutnya daya Organisasi Terhadap Motivasi Kerja
Diharapkan penelitian ini dapat terus Dan Prestasi di PTP Nusantara (Persero)
berlanjut dengan menggunakan metode pene- Sumatera Utara. Disertasi Tidak Dipubli-
litian yang berbeda yaitu dengan melakukan kasikan. Universitas Airlangga
wawancara langsung (metode kualitatif) dan Hamid, Amita Zainuddin. 2002. Pengaruh Bu-
dilakukan pada lokasi penelitian da waktu pe- daya Organisasi Terhadap Motivasi Kerja
nelitian yang berbeda. Penelitian selanjutnya Dan Prestasi di PTP Nusantara (Persero)
dapat menambahkan variabel-variabel lain Sumatera Utara. Disertasi Tidak Dipubli-
yang mempengaruhi kinerja manajerial LPD kasikan. Universitas Airlangga
seperti CSR, auditor internal, sistem pengen- Jensen, Michael C., William H. Meckling. 1976.
dalian internal, gaya kepemimpinan dan pe- Theory of The Firm: Managerial Behavior,
ngembangan variabel lainnya. Agency Costs and Ownership Structure,
The Journal of Financial Economics.vol. 3
DAFTAR PUSTAKA issue 4, pp : 305-360.
Astuti, Feni. 2010. Analisis Pengaruh Pe- Kaler. 2000. Keseimbangan antar unsur Tri
ngendalian Intern, Budaya Organisasi, hita karana, IKIP Negeri Singaraja
dan Penerapan Penerapan Prinsip Good Kusumawati, Dwi Novi. 2006. Profitability and
Corporate Governance Terhadap Kinerja Corporate Governance Disclosure: An In-
Perusahaan (Studi empiris pada PT Bank donesia Study.Simposium Nasional Akun-
Mandiri (Persero) Tbk cabang Banyuwa- tansi IX, Padang, 23-26 Agustus 2006.
ngi). Skripsi. Universitas Jember. Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Ta-
Bulandari, I Gusti Agung Wita. 2014. Penga- hun 2002 Tentang Lembaga Perkreditan
ruh Prinsip-prinsip Good Corporate Go- Desa .
vernance pada Kinerja Keuangan Lem- Peraturan Daerah Provinsi Bali Tentang Per-
baga Perkreditan Desa di Kabupaten ubahan Kedua atas Peraturan Daerah
Badung. E-Jurnal Akuntansi Universitas Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2002 Ten-
Udayana 8.2 (2014):641-659. tang Lembaga Perkreditan Desa
Cahyani, Trisna. 2016. Pengaruh Prinsip- Purwarni, Tri.2010. Pengaruh Good Corpora-
Prinsip Good Corporate Governance Fi- te Governance terhadap Kinerja Perusa-
losofi Tri hita karana Terhadap Kinerja haan. Majalah Informatika, vol. 1 tanggal
Keuangan (Studi Pada LPD se-Kota Den- 2 mei 2010.
pasar). Skripsi. Denpasar. Universitas Ristifani. 2009. Analisis Implementasi Prin-
Pendidikan Nasional. sip-Prinsip GCG dan Hubungannya Ter-
Dewi, Made Rusmala. 2014. Analisis Kinerja hadap Kinerja PT. Bank Rakyat Indone-
Kesehatan LPD dan Pengaruhnya terha- sia Tbk. Skripsi tidak dipublikasikan.
dap Pertumbuhan Aset LPD Kabupaten Universitas Gunadarma.
Badung. Jurnal Manajemen Strategi Bis- Rustiana, Siti Hamidah. 2004. Pengamh
nis dan Kewirausahaan Vol.8 No.1, Feb- Strategi dan Budaya Perusahaan Ter-
ruari 2014. hadap Kinerja Manajer PT Kinia Farma
Dwi Hastuti, Theresia. 2005. “Hubungan Apotek: Good Corporate Governance Se-
Antara Good Corporate Governance dan bagai Variabel Intervening. Tesis. Univer-
Struktur Kepemilikan Dengan Kinerja sitas Sumatera Utara.
Keuangan (Study Kasus Pada Perusaha- Sastra, I Made Bhaskara. 2017. Pengaruh Pe-
an Yang Listing di Bursa Efek Indone- nerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate
sia”. Simposium Nasional Akuntansi VIII, Governance dan Budaya Tri hita karana
Solo, 15-16 September 2005. Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Pada
Frediawan, Ridwan. 2008. Pengaruh Pene- LPD Kecamatan Abiansemal Kabupaten
rapan Prinsip Good Corporate Governance Badung). E-Jurnal Akuntansi Universitas

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 67


Udayana, Vol.19.1. April (2017): 421-451 Pemerintah Kota Kupang). Jurnal Ilmiah
Subagia, Ni Komang Wisesa. 2016. Persep- Indonesia, Vol. 13. No. 3: 363-369. Ku-
si Masyarakat Terhadap Konsep Tri hita pang. Politeknik Kupang.
karana Sebagai Implementasi Hukum Tugiman, Hiro. 2000. Pengaruh Peran Audi-
Alam Pada Adat Bali di Desa Bedeng 10 tor Intern Serta Faktor-Faktor Terhadap
Kecamatan Trimurjo Kecamatan Lam- Peningkatan Pengendalian Intern dan
pung Tengah. Skripsi. Bandar Lampung. Kinerja Perusahaan. Desertasi Doktor.
Universitas Lampung. Universitas Padjadjaran. Bandung.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Bisnis. Wardani, Mira Laksmi. 2010. Analisis Ki-
Bandung: Alfabeta. nerja Berdasarkan Komitmen Organisa-
Tawas, N Hendra. 2009. Hubungan Kepe- si, Pengendalian Intern, dan Penerapan
mimpinan, Budaya Organisasi, Strategi Prinsip-prinsip Good Corporate Gover-
Bisnis, Dan Kinerja Perusahaan. Jurnal nance pada Perum Perhutani KPH Jem-
Manajemen, Akuntansi, dan Bisnis.Vol 6. ber. Skripsi. UniversitasJember.
Universitas Sam Ratulangi. Wibowo, Edi. 2006. Ketidakpastian Lingkungan
Triadi, A.A. Lina. 2016. Pengaruh Pengenda- Sebagai Variabel Pemodersasi Lingkungan
lian Intern dan Penerapan Prinsip-Prin- Antara Penyusunan Anggaran Pastisipatif
sip Good Corporate Governance Terha- Dengan Kinerja Manajerial (Studi Empiris
dap Kinerja Manajerial (Studi Pada PT Pada Universitas Slamet Riyadi Surakana.
BRI Persero Tbk. Cabang Denpasar). E- Jurnal Akuntansi Dan Ststem Teknologi In-
Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, formasi. Vol.5 No.l
Vol.16.2. Agustus (2016): 895-920 Wilson Arafat. 2010. Good Corporate Gover-
Tuali, Nance F. 2007. Pengaruh Desentrali- nance (Pedoman Komprehensif Mengu-
sasi Dan Pengendalian Intern Terhadap kur Kinerja Penerapan GCG). Jakarta:
Kinerja Manajerial (Studi Empiris Pada ANDI Jogjakarta.

68 PENGARUH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN BUDAYA TRI HITA KARANA TERHADAP
KINERJA MANAJERIAL LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD)
AUDIT OPERASIONAL TERHADAP FUNGSI PENJUALAN BARANG DAGANG UNTUK
MENGUKUR EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PADA KOPERASI UNIT DESA MAMBAL DI
KABUPATEN BADUNG

Luh Putu Virra Indah Perdanawati


Nyoman Dwika Ayu Amrita
(Universitas Ngurah Rai)
1
Email: virraindah30@gmail.com

Abstract

Economic is growing rapidly creates business opportunities for cooperatives in an effort to ma-
nage and expand its business operations. Cooperative operational development requires an
internal control system by cooperative management so that cooperative can generate maximum
profit, especially in the sales process. Internal control of the sales process is important becau-
se sales are one of the elements of property in the component of profit and loss. The internal
control system in the sales function is conducted through internal audit, especially the sales
operation examination, which aims to assess the compliance with the policies or sales proce-
dures established by the cooperative, evaluate the level of efficiency and effectiveness so that
the cooperative can know the constraints and weaknesses encountered in sales activities. KUD
Mambal is a cooperative that has a main field in the process of selling rice transactions, while
for penjulan fertilizer only get a fee only from each transaction. This study aims to determine
the efficiency and effectiveness of the sales function of the operational audit of Mambal Village
Unit Cooperative and to know the analysis of operational audit results of the Village Unit Coope-
rative Mambal. Methods of data collection is a systematic way through Library Studies (Library
Research and Field Studies (Field Research), namely by direct observation (observation), and
interviews directly (interview). Data analysis techniques carried out were preliminary surveys,
planned audits, conducted audits and reported findings in the form of audit reports. Based on
the research found the problem is the absence of written SOP, the dual position between the tre-
asurer doubles as head of sales. Nevertheless it can be concluded that KUD Mambal has done
a good internal control related to the sales function is indicated by the use fomulir barupa note
sheet and evidence of cash expenditure on each transaction and the pricing of a price using a
price based on the price of PERPADI Badung regency, and has been internal monitoring through
periodic evaluations every 3 (three) months against the target penjulannya so that operational
audit of the sales function merchandise has an important role in measuring the efficiency and
effectiveness seen from the survey and questionnaire research.

Keywords: sales operational inspection, efficiency, effectiveness, effectiveness

I. PENDAHULUAN menghadapi tantangan atau kondisi ling-


1.1 Latar Belakang kungan internal maupun eksternal terutama
Berkembangnya perekonomian yang se- dalam kegiatan penjualan yang memerlukan
makin pesat dari berbagai macam jenis pe- pengendalian internal oleh manajemen kope-
ngelolaan yang telah dikembangkan oleh su- rasi karena proses penjualan merupakan sa-
atu koperasi pasti akan menghadapi sebuah lah satu unsur harta dalam komponen laba
persaingan yang cukup ketat. Koperasi diha- rugi bagi kelangsungan koperasi.
ruskan memiliki keterampilan dan kompe- Penelitian yang dilakukan Bertha Elvina
tensi dalam menjalankan suatu usaha bisnis tahun 2008 mengambil masalah dengan fo-
agar koperasi mampu menghadapi tantang- kus pemanfaatan anggaran penjualan dalam
an, baik dalam lingkungan internal maupun mendukung efektivitas penjualan, penelitian
lingkungan eksternal. Penilaian tersebut da- ini menilai bagaimana koperasi menyusun
pat dilakukan dengan cara melakukan audit anggaran penjualannya, proses penjualan
manajemen atau audit operasional. Peran apakah sudah efektif dalam pencapain tuju-
dari auditor sangat diperlukan untuk menga- an koperasi. Widya R (2008) dalam penelitian
tasi berbagai situasi atau kondisi yang terja- yang dilakukannya hampir serupa dengan
di di dalam koperasi, hal ini bertujuan untuk penelitiaan yang diangkat Bertha Elvina ya-
menilai efektivitas sehingga koperasi mampu itu mengangkat masalah pemanfaatan ang-

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 69


garan penjualan yang berbeda dari penelitian kan informasi atau masukan terhadap pene-
yang dilakukan Widya anggaran penjualan litian selanjutnya.
digunakan dalam pengendalian penjualan
dengan metode analisis data deskriptif da- II. TINJAUAN PUSTAKA
lam bentuk studi kasus, dengan kesimpulan 2.1 Audit Operasional
penelitian yang melihat tercapainya efektivi- Audit merupakan suatu tindakan yang
tas dari segi proses penyusunan anggaran membandingkan antara fakta atau keadaan
penjualan dan tercapainya juga efektivitas yang sebenarnya (kondisi) dengan keada-
dari segi pengendalian penjualan. an yang seharusnya ada (kriteria). Menurut
Penelitian ini dilakukan di Koperasi Unit Arens dan Amir Abadi Yusuf, Randal J. El-
Desa (KUD) Mambal. Koperasi tersebut meru- der, Beasley, Mark S. Alvin A. (2011:4), men-
pakan koperasi jasa yang beroperasi di Bali. definisikan auditing sebagai:
KUD Mambal memiliki bidang utama dalam “Pengumpulan dan evaluasian bukti me-
proses transaksi penjualan adalah beras. Iri- ngenai informasi untuk menentukan dan
yadi (2004) mengatakan bahwa pemeriksaan melaporkan derajat kesesuaian antara infor-
intern khususnya pemeriksaan operasional masi tesebut dengan kriteria yang telah di-
penjualan bertujuan untuk menilai ketaatan tetapkan. Audit harus dilakukan oleh orang
pada kebijakan atau prosedur penjualan yang yang kompeten dan independen”.
ditetapkan oleh koperasi, mengevaluasi ting-
kat efisiensi dan efektivitas dalam mengelola
kegiatan penjualan, untuk mengetahui ham-
batan-hambatan dan kelemahan-kelemahan
yang ditemui pada kegiatan penjualan serta
untuk mengetahui hasil dan dampak dari pe-
meriksaan operasional dan memberikan ma-
sukan serta saran guna meningkatkan efekti-
vitas kegiatan penjualan.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian dari latar belakang
sebelumnya, penulis mengidentifikasi masa-
lah yang diangkat dalam peneltian ini ada-
lah: Sumber : diolah oleh penulis
1) Bagaimana efisiensi dan efektivitas fungsi
penjualan pada Koperasi Unit Desa Mambal? Definisi auditing tersebut memiliki un-
2) Bagaimana hasil audit operasional fungsi sur-unsur penting yang diuraikan sebagai
penjualan Koperasi Unit Desa Mambal? berikut: (1) Informasi dan kriteria yang telah
ditetapkan; (2) Mengumpulkan dan menge-
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian valuasi bukti; (3) Kompeten dan independen;
1) Untuk mengetahui efisiensi dan efektivitas (4) Pelaporan.
fungsi penjualan terhadap audit operasional Menurut Caler dan Crochett yang di-
Koperasi Unit Desa Mambal. kutip oleh Amin Widjaja Tunggal (2012:13)
2) Untuk mengetahui hasil audit operasional pengertian audit operasional adalah sebagai
Koperasi Unit Desa Mambal. berikut:
Sedangkan manfaat dari penelitian ini “Operational auditing is a sistematic pro-
adalah sebagai berikut: cess of evaluating an organisation’s effecti-
Bagi koperasi yaitu sebagai bahan per- veness, eficiency, and economy of operation
timbangan dalam mengatasi masalah dan under management’s control and reporting to
membantu dalam peranan audit operasional appropriate person the result of the evaluati-
untuk mengukur efisiensi dan efektivitas Ko- on along with recommendations for improve-
perasi Unit Desa Mambal ment”.
Bagi penulis yaitu dapat menambah pe- Menurut IBK. Bayangkara (2008:2)
ngetahuan dan pengalaman dalam audit in- pengertian audit operasional adalah sebagai
ternal pada pengendalian internal penjualan berikut :
Koperasi Unit Desa Mambal. “Audit operasional (audit manajemen)
Bagi pembaca yaitu dapat menambah adalah pengevaluasian terhadap efisiensi
wawasan dan pengetahuan serta memberi- dan efektivitas operasi suatu badan usaha”.

70 AUDIT OPERASIONAL TERHADAP FUNGSI PENJUALAN BARANG DAGANG UNTUK MENGUKUR EFISIENSI
DAN EFEKTIVITAS PADA KOPERASI UNIT DESA MAMBAL DI KABUPATEN BADUNG
Dari pengertian di atas, penulis dapat antar manajemen mengemukankan bahwa
mengambil kesimpulan bahwa audit opera- efektivitas berarti menjalankan pekerjaan
sional merupakan pengkajian terhadap kegi- yang benar. Efektivitas berarti kemampuan
atan operasi suatu organisasi untuk menge- untuk memilih sasaran yang tepat. Manajer
valuasi efisiensi dan efektivitas kinerja suatu yang efektif adalah manajer yang memilih
bagian dalam Koperasi Unit Desa Mambal. pekerjaan yang benar untuk dijalankan. Se-
dangkan menurut Miller (dalam Tangkilisan,
2.2 Pengertian Penjualan 2007:138) mengemukakan bahwa:
Menurut Mulyadi (2001), kegiatan penju- “Effectiveness be define as the degree to
alan terdiri dari tranksaksi penjualan barang which a social system achieve its goal. Effec-
dan jasa, baik secara kredit maupun tunai. tiveness must be distinguished from efficien-
Pendapatan diperoleh dengan melakukan cy. Efficiency is mainly concerned with goal
penjualan baik penjulan penjualan langsung attainments”.
ataupun jasa. Menurut Kumaat (2010), pen-
jualan dan pelayanan adalah garda terdepan 2.5 Peranan Efektivitas Penjualan
di mana para konsumen (pelanggan/klien) Dalam rangka menetapkan strategi penju-
akan dengan menilai kapabilitas dan kredi- alan yang sudah ada, koperasi unit desa harus
bilitas perusahaan. mempertimbangkan biaya dari berbagai alter-
natif yang tersedia, hambatan masuk di pasar,
2.3 Pengertian efisiensi orientasi perantara, kemampuan saluran un-
Pengertian efisiensi adalah ukuran pen- tuk mendistribusikan rentang produk, serta
capaian terbaik dari perbandingkan antara karakteristik produk/jasa dan pelanggan.
usaha yang dilakukan dalam kegiatan pen- Selain itu, biaya atau investasi yang di-
capaian tujuan dengan hasil yang dicapai. butuhkan untuk mengembangkan dan mem-
Ukuran pencapaian terbaik dari perban- pertahankan saluran distribusi juga perlu
dingan antara biaya yang dikeluarkan untuk dikelola secara efisien. Koperasi unit desa
usaha mendapatkan calon pembeli. Usaha berusaha meminimumkan biaya seperti itu
menawarkan produk kepada pembeli se- yang biasanya bersifat variabel dan tergan-
hingga terjadi penjualan sampai pada usaha tung pada tingkat penjualan.
untuk pengiriman barang kepada pembeli
dengan pencapaian hasil yang sudah diraih. III. METODOLOGI PENELITIAN
Perbandingan terbaik yang dimaksud adalah 3.1 Lokasi Penelitian
jika hasil yang dicapai lebih besar dari biaya Penelitian ini dilakukan pada Kopera-
yang dikeluarka.Atau jika biaya telah dike- si Unit Desa Mambal yang terletak di Desa
luarkan memberikan kontribusi hasil yang Mambal Kecamatan Abiansemal Kabupaten
lebih optimal. Badung.Desa Mambal terletak kurang lebih
15 Km dari pusat Kota Denpasar. Adapun
2.4 Pengertian Efektivitas Biaya lokasi penelitian berdasarkan peta sebagai
Siswanto (2007:55) dalam bukunya peng- berikut:

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 71


3.2 Metode Pengumpulan Data ngan apa saja yang dilakukan dan yang dite-
Metode pengumpulan data ini dilakukan mukan selama melaksanakan tahapan audit
dengan cara :
1. Studi Pustaka (Library Research) de- IV. PEMBAHASAN
ngan cara membaca literature, bahan refe- 4.1 Melaksanakan Survei Pendahuluan
rensi, bahan kuliah dan hasil penelitian la- KUD Mambal terletak di Desa Mambal
innya yang ada hubungannya dengan objek Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung,
yang diteliti. Desa Mambal terletak kurang lebih 15 Km
2. Studi Lapangan (Field Research) de- dari pusat Kota Denpasar. Pengelolaan Ma-
ngan cara melakukan pengataman langsung najemen Operasional KUD Mambal dilaku-
pada Koperasi Unit Desa Mambal melalui kan oleh seorang manger yang dianggkat
(observasi), dan wawancara langsung pada oleh pengurus KUD Mambal. Berikut nama
pihak-pihakyang berkaitan dengan koperasi pengelola KUD Mambal yaitu:
yang dikerjakan (interview). Manager : I Gusti Made Susila
Teknik pengumpulkan data meliputi: (1) Juru Buku: I Made Langgeng
Observasi, sebagai tindakan awal yang akan Kepala Unit SP : Desak Ketut Sugiartini
dilakukan di KUD Mambal sebagai obyek pe- Kasir : Ida Ayu Rai
nelitian; (2) Checklist dengan menggunakan
sebuah daftar, dimana responden tinggal
membubuhkan tanda check (P) pada kolom
yang sesuai (Arikunto, 2016); (3) Dokumen-
tasi, berupa laporan dan catatan yang mem-
berikan informasi terkait dengan pengendali-
an internal fungsi penjualan di KUD Mambal
tersebut; (4) Wawancara dengan melakukan
komunikasi langsung dengan pihak terkait
di KUD Mambal

3.3 Sumber Data dan Jenis Data


1. Sumber data yaitu data sekunder be-
rupa dokumen-dokumen dan bahan tertulis,
laporan keuangan yang dipublikasikan.
2. Jenis data yaitu data kualitatif beru- KUD Mambal sebagai Koperasi Unit Desa
pa struktur organasasi, formulir yang berka- memiliki bidang utama dalam proses trans-
itan dengan penjualan dan data kuantitatif aksi penjualan adalah beras sedangkan utuk
berupa laporan penjualan, laporan realisasi penjulan pupuk hanya memperoleh fee saja
target penjualan. dari setiap transaksinya. Layanan yang di-
berikan adalah menjual beras yang bekerja
3.4 Teknik Analisis Data sama dengan PERPADI Kab Badung. Beras
Berapa tahapan pelaksanaan audit me- diperoleh dari hasil pengilingan gabah yang
liputi: (1) Melakukan survei pendahuluan dimiliki oleh para petani anggota koperasi
berdasarkan pengamatan dan wawacara tersebut untuk dimenuhi permintaan pa-
pada pihak terkait; (2) Merencanakan audit sokan beras sebesar 3000 ton stahun. Ha-
berdasarkan rancangan pertanyaan men- sil penjualan beras ini dikelola penuh oleh
dalam yang dituangkan pada kertas kerja Koperasi Unit Desa Mambal sedangkan dari
audit berupa kuesioner terkait fungsi pen- penjulan pupuk, pihak KUD Mambal hanya
jualan; (3) Melaksanakan audit berdasarkan memperoleh fee dari setiap transaksi yang
beberapa tahapan: membuat checklist un- dilakukan oleh anggotanya.
tuk mencocokan keterangan pimpinan KUD Belum ada SOP di KUD Mambal teruta-
Mambal dengan kejadian riil pada kegiatan ma untuk prosedur penjualan ini mengaki-
fungsi penjualan, melakukan audit operasi- batkan tidak bisa diketahui dengan pasti di-
onal pada fungsi penjualan berdasarkan ICQ mana kendala atau kelemahan proses penju-
(Internal Control Quesionnaries) yang diam- alan pada saat pelaksanaan riil di lapangan.
bil dari Agoes (2012); (4) Melaporkan Temuan
dalam bentuk Laporan Audit, menurut Ba- 4.2 Merencanakan Audit
yangkara (2008), auditor harus mengorgani- Peneliti telah merancang program audit
sasikan laporan hasil temuannya sesuai de- sebagai auditee: manager, kepala penjualan,

72 AUDIT OPERASIONAL TERHADAP FUNGSI PENJUALAN BARANG DAGANG UNTUK MENGUKUR EFISIENSI
DAN EFEKTIVITAS PADA KOPERASI UNIT DESA MAMBAL DI KABUPATEN BADUNG
staf admin penjualan berdasarkan keterang- - Kepala penjualan melakukan penca-
an mengenai alur penjualan beras dari hasil tatan jumlah penjualan, menyiapkan stok se-
wawancara pendahuluan dengan manager suai dengan permintaan, mengirim ke PERPA-
KUD Mambal dan juga disesuikan dengan DI, menerima dana dari transaksi umum
hasil studi pendahuluan yang telah dilaksa- - Buku penjualan tertulis manual
nakan oleh peneliti. tanpa ada pencatatan yang menggunakan
sistem
4.3 Melaksanakan Audit - Dapat terjadi traud data penjualan
a. Menuliskan proses penjualan di KUD dan ketidaksesuaian jumlah dan uang yang
Mambal berdasarkan keterangan manager diterima
KUD Mambal karena SOP tidak tertulis. Rekomendasi
b. Melakukan audit operasional pada - Disarankan ada SOP yang disepakai
fungsi penjualan dengan kuesioner (terlam- sebagai pedoman pelaksanaan kerja
pir). - Mengurangi rangkap pekerjaan se-
c. Analisis Hasil Audit hingga beban kerja lebih ringan dalam pem-
KUD Mambal telah melakukan pengen- buatan laporan kerja sesuai bidang masing-
dalian internal yang cukup baik terkait de- masing
ngan fungsi penjualan. Pengendalian inter- - Dapat menerapkan prosedur kerja
nal pada fungsi penjualan ini ditunjukkan seuai dengan SOP yang berlaku
dengan:
- Digunakan fomulir barupa lembar DAFTAR PUSTAKA
Nota dan Bukti Pengeluaran Kas pada setiap Agoes, S. (2012). Auditing: Pemeriksaan
transaksi yang terjadi. Akuntan oleh Akuntan Publik. Jakarta:
- Penetapan harga menggunakan Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi
satu harga berdasarkan ketetapan harga Universitas Indonesia.
dari PERPADI Alvin. A. Arens, Randal J. Elder, Mark S. Be-
- Adanya rencana anggaran dan be- asley, Amir Abadi Jusuf, 2011, Audit dan
lanja KUD Jasa Assurance: Pendekatan Terpadu
- Adanyana evaluasi yang dilakukan (AdaptasiIndonesia), Penerbit Salemba
secara berkala setiap 3 (tiga) bulannya terha- Empat, Jakarta.
dap target penjulan yang telah dicapai Arikunto, S. (2016). Prosedur Penelitian Su-
- Adanya bukti transaksi yang dilaku- atu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka
kan via bank Cipta.
Bayangkara, IBK. 2008. Audit Manajemen
4.4 Melaporkan Temuan Audit dalam Prosedur dan Implementasi. Jakarta: Sa-
Bentuk Laporan Audit lemba Empat.
Kondisi: Bertha Elvina, 2008. Pemanfaatan Anggaran
- Dalam struktur organisasi, tidak Penjualan Sebagai Alat Bantu Manaje-
ada fungsi penjualan dimana bendahara me- men Dalam Mendukung Efektivitas Pen-
rangkap sebagai kepala penjualan jualan Pada CV. Metro aya Lestari Ban-
- Pembagian tugas hanya pada kepala dung.
penjualan dan buruh, dimana kepala penju- Iriyadi, 2004, Peranan Internal Auditor Dalam
alan mengerjakan semua aktivitas penjualan Menunjang Efektivitas Sistem Pengenda-
termasuk penerimaan dana saat transaksi lian Internal Penggajian PT. Organ Jaya,
umum Jurnal Ilmiah. Vol.2.No.2. Sekolah Tinggi
- Pencatatan penjualan masih secara Ilmu Ekonomi Kesatuan Bogor.
manual Kumaat, Valery G. 2010. Internal Audit. Pe-
Kriteria: nerbit Erlangga. Jakarta.
- Tidak ada formulir (Bukti Pengeluaran Mulyadi, 2001. Sistem Akuntansi, Penerbit
Kas) dengan nomer urut tercetak Salemba Empat. Jakarta.
Penyebab: Tunggal Amin Widjaja, 2008. Audit Operasio-
- Keterbatasan pegawai nal. Jakarta Harvarindo.
- Kepala penjualan tidak menguasai Siswanto, 2007. Pengantar Manajemen. Ja-
komputer karta: PT. Bumi Aksara.
- Nomer sudah ditentukan sebelumnya Tangkilisan, Hessel Nogi.S., Drs.M.Si. (2007).
Akibat: Manajemen Publik. Jakarta. PT.Grasindo.

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 73


Lampiran Kuesioner

Nama Perusahaan: KUD MAMBAL Periode Audit: 2016

Program yang diaudit: Fungsi Penjualan


No Pernyataan YA TIDAK Keterangan
Apakah setiap transaksi penjualan telah Oleh Manager KUD
1 ü
diotorisasi pejabat yang berwenang? Mambal
Apakah perusahaan menggunakan daftar
Harga ditetapkan oleh
2 harga (price list) tertulis yang telah ditetapkan ü
PERPADI
oleh pihak yang berwenang?
Tidak ada harga lain
Apakah penyimpangan dari daftar harga harus
3 ü (satu harga ditetapkan
disetujui oleh staf yang berwenang?
oleh PERPADI)
Apakah ada pembagian tugas pada bagian Kepala Penjualan
4 ü
penjualan? Karyawan (buruh)
Apakah fungsi penjualan terpisah dari bagian
5 ü -
akuntansi dan keuangan?
Apakah admin sales membuat laporan
Laporan kepada Manager
6 hasil penjualan dan melaporkannya kepada ü
KUD Mambal
manager penjualan?
Apakah perusahaan membuat target penjualan Rencana Anggaran dan
7 ü
secara tertulis? Belanja KUD
- PERPADI: pembayaran
Apakah penjualan kepada Perpadi prosedurnya
bulan berikutnya
8 berbeda dengan penjualan kepada konsumen ü
- UMUM: pembayaran
umum?
tunai saat transaksi
Apakah penggunaan formulir atas setiap
Ada nomer urut tetapi
transaksi penjualan terkontrol dengan
9 ü tidak tercetak pada
pemberian nomor urut terlebih dahulu (pre
fomulir
numbered)?
Apakah untuk setiap penjualan diminta surat Permintaan ditentukan
10 ü
pesanan (sales order) dari pembeli? oleh PERPPADI
Apakah setiap pengiriman barang didasarkan
11 ü Ada Formulir
pada Deliver Order (DO)?
Apakah bagian penjualan setelah menerima Jumlah permintaan dan
12 pesanan dari pelanggan terlebih dahulu ü harga dari PERPADI
mengecek stok dan harga? (tetap setiap bulannya)
Apakah bagian penjualan membuat form
13 nota pesanan sesuai dengan pesanan dari ü -
pelanggan?
Apakah bagian penjualan meminta persetujuan
Persetujuan dari Manager
14 kepada bagian collection untuk setiap nota ü
KUD Mambal
pesanan (NP)?
Apakah bagian penjualan mengevaluasi Dievaluasi setiap 2 (dua)
15 ü
penjualan dengan target yang dicapai? bulan sekali
Internal dan eksternal
16 Apakah terdapat pemeriksaan secara berkala? ü
KUD Mambal
Apakah pemeriksaan dilakukan oleh pihak
17 ü Dari Dinas Pertanian
luar dari fungsi penjualan?
Apakah ada bukti transaksi untuk transaksi
18 ü Buku Tabungan BPD
via bank?
Apakah bagian penagihan melakukan
pengecekan kembali atas faktur penjualan, Bagian utama adalah
19 ü
surat jalan, PO, terhadap Invoice Total Report Kasir
yang diberikan oleh bagian invoice?
Diaudit oleh: Luh Putu Virra Indah P Catatan: SOP tidak tertulis, SPI Penjuan
Tanggal: --- tidak ada

74 AUDIT OPERASIONAL TERHADAP FUNGSI PENJUALAN BARANG DAGANG UNTUK MENGUKUR EFISIENSI
DAN EFEKTIVITAS PADA KOPERASI UNIT DESA MAMBAL DI KABUPATEN BADUNG
PENGARUH LABA AKUNTANSI, EARNING PER SHARE (EPS) DAN LABA TUNAI
TERHADAP DIVIDEN KAS (STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG
TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)

Wiwin Leony Bidari1


Putu Kepramareni2
Ni Luh Gde Novitasari3
(Universitas Mahasaraswati Denpasar)
1
email: wienlola96@gmail.com

Abstract

The manufacture dividend’s policy is very important for the investors. Those because the com-
pany’s profits will be used more to pay dividend than retained earnings or vice versa. In case
of dividend’s policy, the most concerned factor by management is the amount of profit that ear-
ns by the company, such as accounting earnings, Earning Per Share (EPS), and cash income.
This study aimed to know the effect of accounting earnings, earning per share (EPS), and cash
income to cash dividend in Indonesia Stock Exchange (BEI). Sample selected using Purposive
Sampling Method, with total sample 37 companies that registered in Indonesia Stock Exchange
on period year 2014 to 2016. Multiple linear regression analysis used to test the hypothesis.
The results show that accounting earnings and earning per share (EPS) have no effect to cash
dividend, but cash income have positive determination to cash dividend in manufacture compa-
nies that registered in Indonesia Stock Exchange (BEI) year period 2014 – 2016.

Keywords: accounting earnings, earning per share (EPS), cash income, cash dividend.

I PENDAHULUAN membayar dividen dibanding retained ear-


Investor sebelum bertransaksi di pasar ning atau sebaliknya.
modal, terlebih dahulu melakukan penilaian Menurut Muqodim (2005:114) pengerti-
terhadap perusahaan yang menerbitkan (me- an akuntansi konvensional dinyatakan bah-
nawarkan) sahamnya di bursa efek. Akun- wa laba akuntansi adalah perbedaan antara
tansi berfungsi sebagai penyedia informasi. pendapatan yang dapat direalisir yang diha-
Laporan keuangan inilah yang menjadi da- silkan dari transaksi dalam suatu periode
sar bagi investor untuk membuat keputus- dengan biaya yang layak dibebankan kepa-
an apakah harus membeli, menahan, atau danya. Penelitian yang dilakukan oleh Feb-
menjual investasi tersebut. Kinerja perusa- rianti (2010) dan Indah (2009) menyatakan
haan yang sering menjadi indikator kinerja bahwa laba akuntansi berpengaruh positif
adalah laba yang terdapat dalam laporan terhadap dividen kas.
laba rugi yang merupakan salah satu bagian Menurut Darmadji dan Hendy
dari laporan keuangan. Menurut Baridwan (2001)  pengertian laba per lembar saham
(2000:434) Dividen adalah proporsi laba atau atau EPS yaitu merupakan rasio yang me-
keuntungan yang dibagikan kepada para pe- nunjukkan berapa besar keuntungan (laba)
megang saham dalam jumlah yang sebanding yang diperoleh investor atau pemegang sa-
dengan jumlah lembar saham yang dimiliki- ham atas per lembar sahamnya. Peneliti-
nya. Semua keuntungan ataupun kerugian an yang dilakukan oleh Wirjolukito (2003),
yang diperoleh perusahaan selama berusaha menyatakan bahwa Earning per Share
dalam satu periode tersebut dilaporkan oleh berpengaruh positif terhadap dividen kas.
direksi kepada para pemegang saham dalam Purnamasari (2009) dalam penelitiannya,
suatu rapat pemegang saham. menyatakan bahwa EPS tidak berpengaruh
Berdasarkan sisi investor dividen meru- terhadap dividen kas.
pakan salah satu motivator untuk menanam- Menurut Evan (2003:199) laba tunai
kan dana dipasar modal. Selain itu investor adalah laba akuntansi setelah diperhitung-
juga dapat mengevaluasi kinerja perusahaan kan dengan beban – beban non kas seperti
dengan menilai besarnya dividen yang diba- beban amortisasi, beban penyusutan. Pe-
gikan. Kebijakan dividen sangat penting bagi nelitian yang dilakukan oleh Hermi (2004),
mereka, apakah sebagai keuntungan peru- menyatakan bahwa laba tunai berpengaruh
sahaan akan lebih banyak digunakan untuk positif terhadap dividen kas. Niken (2015),

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 75


menyatakan bahwa laba tunai tidak berpe- bisnis sebagai alat komunikasi oleh pihak
ngaruh terhadap dividen kas. internal yaitu manajemen dengan pihak eks-
ternal seperti kreditor, investor dan peme-
II KAJIAN PUSTAKA DAN rintah. Seluruh bagian laporan keuangan
PENGEMBANGAN HIPOTESIS seperti neraca, laporan laba rugi, laporan
2.1 Teori Agensi (Agency Theory) perubahan ekuitas atau perubahan laba di-
Menurut Anthony dan Govindarajan tahan, laporan arus kas dan catatan lapor-
(2005), agency theory adalah hubungan an keuangan perusahaan merupakan bagian
atau kontrak antara principal (Pemegang penting dari laporan keuangan perusahaan.
Saham) dan agent (Manajer). Dimana prin- Laporan keuangan tidak dirancang untuk
cipal adalah pihak yang memberikan ama- mengukur nilai suatu perusahaan secara
nat kepada agent untuk melakukan suatu langsung tetapi informasi yang disediakan
jasa atas nama principal, sementara agent dimaksudkan untuk mengestimasi nilai per-
bertindak sebagai pihak yang berwenang usahaan oleh pihak-pihak yang membutuh-
mengambil keputusan, sedangkan principal kannya.
ialah pihak yang mengevaluasi informasi
(Lestari, 2010). 2.6 Pengaruh Laba Akuntansi Terhadap
Dividen Kas
2.2 Laporan Keuangan Febrianti (2010) menyatakan bahwa per-
Menurut PSAK No. 1 (2015:1), “Laporan usahaan yang sukses memperoleh laba ter-
keuangan adalah penyajian terstruktur dari masuk dalam laba akuntansi dalam aktivitas
posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu operasinya, maka laba tersebut dapat diin-
entitas”. Laporan ini menampilkan sejarah vestasikan kembali dalam aktiva-aktiva ope-
entitas yang dikuantifikasi dalam nilai mo- rasinya, digunakan untuk melunasi utang
neter. Menurut Kieso, dkk (2007:2) pengerti- atau didistribusikan kepada pemegang sa-
an laporan keuangan adalah sebagai berikut: ham berupa dividen. Terdapat pengaruh
Laporan keuangan merupakan sarana yang positif laba akuntansi terhadap dividen kas
bisa digunakan oleh entitas untuk mengko- sehingga ketika laba akuntansi naik maka
munikasikan keadaan terkait dengan kon- dividen kas yang dibagikan perusahaan akan
disi keuangannya kepada pihak-pihak yang naik, sebaliknya jika laba akuntansi turun
berkepentingan baik yang berasal dari inter- maka dividen kas yang dibagikan akan turun
nal entitas maupun eksternal entitas. (Elizabeth 2000). Hasil penelitian dari Niken
(2015), Indah (2009), Febrianti (2010), Ari-
2.3 Tujuan Laporan Keuangan fin (2013) dan Elizabeth (2000) menyatakan
Tujuan laporan keuangan menurut bahwa laba akuntansi berpengaruh positif
Pernyataan Standar Akuntansi Keuang- terhadap dividen kas. Sehingga dirumuskan
an (PSAK) No. 1 (2015:3) adalah : Tujuan hipotesis sebagai berikut :
laporan keuangan adalah memberikan in- H1 = Laba akuntansi berpengaruh positif ter-
formasi mengenai posisi keuangan, kiner- hadap dividen kas
ja keuangan dan arus kas entitas yang
bermanfaat bagi sebagian besar kalangan 2.7 Pengaruh EPS Terhadap Dividen Kas
pengguna laporan dalam pembuatan kepu- Menurut Tandelilin (2001 : 241) infor-
tusan ekonomi. masi EPS suatu perusahaan menunjukan
besarnya laba bersih perusahaan yang siap
2.4 Manfaat Laporan Keuangan dibagikan bagi semua pemegang saham per-
Laporan keuangan merupakan alat yang usahaan. Terdapat pengaruh positif EPS ter-
sangat penting untuk mendapatkan infor- hadap dividen kas sehingga ketika EPS naik
masi sehubungan dengan posisi keuangan maka dividen kas yang dibagikan perusaha-
dan hasil-hasil yang dicapai oleh perusa- an juga akan naik, sebaliknya jika EPS turun
haan. Data keuangan tersebut akan lebih maka dividen kas yang dibagikan akan tu-
berarti jika diperbandingkan dan dianalisis run (Wirjolukito 2003). Hasil penelitian dari
lebih lanjut sehingga dapat diperoleh data Wirjolukito (2003), Sagala (2006) dan Nurhi-
yang dapat mendukung keputusan yang di- dayati (2006) menyatakan bahwa EPS berpe-
ambil. ngaruh positif terhadap dividen kas. Sehing-
ga dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
2.5 Studi Kandungan Informasi Atas Laba H2 = EPS berpengaruh positif terhadap di-
Laporan keuangan merupakan bahasa viden kas

76 PENGARUH LABA AKUNTANSI, EARNING PER SHARE (EPS) DAN LABA TUNAI TERHADAP DIVIDEN KAS
(STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)
2.8 Pengaruh Laba Tunai Terhadap III METODE PENELITIAN
Dividen Kas 3.1 Pemilihan Sampel
Penetapan kebijaksanaan mengenai Menurut Sugiyono (2014:115), populasi
pembagian dividen, faktor yang menjadi per- adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas
hatian manajemen adalah besarnya laba obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan
yang dihasilkan perusahaan. Namun, ke- karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh pe-
banyakan perusahaan juga sering memper- nelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik
timbangkan laba tunai yang pada dasarnya kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini
merupakan laba akuntansi setelah diper- adalah laporan keuangan perusahaan manu-
hitungkan dengan beban – beban non kas faktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
(Murtanto dan Febby, 2004). Terdapat pe- tahun 2014 sampai tahun 2016. Populasi per-
ngaruh positif laba tunai terhadap dividen usahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia
kas sehingga ketika laba tunai naik maka berjumlah 143 perusahaan manufaktur. Tek-
dividen kas yang dibagikan perusahaan juga nik penentuan sampel penelitian ini adalah
akan naik, sebaliknya jika laba tunai turun dengan menggunakan metode Purposive Sam-
maka dividen kas yang dibagikan akan tu- pling, yaitu pengambilan sampel penelitian se-
run (Agung, 2014). Hasil penelitian dari Her- cara non random (tidak acak) sehingga setiap
mi (2004), Agung (2014), Fitri (2007), Mum- anggota populasi memiliki peluang yang sama
maiza (2008) dan Rosna (2007) menyatakan akan terpilih menjadi sampel penelitian (Su-
bahwa laba tunai berpengaruh positif terha- pardi, 2005:114). Penyeleksian sampel peneli-
dap dividen kas. Sehingga dirumuskan hipo- tian menggunakan teknik purposive sampling
tesis sebagai berikut : dimana terdapat kriteria-kriteria tertentu. Kri-
H3 = Laba tunai berpengaruh positif terha- teria dalam penentuan sampel berdasarkan
dap dividen kas teknik purposive sampling antara lain:

Tabel 3.1
Kriteria Sampel
No Kriteria Jumlah
Perusahaan Manufaktur yang telah terdaftar di BEI dari tahun 2014 143
1
sampai tahun 2016.
Perusahaan Manufaktur tersebut tidak menerbitkan laporan keuangan
2 (6)
pada tahun terakhir, yaitu tahun 2014 sampai dengan tahun 2016.
Perusahaan Manufaktur yang mengalami rugi pada tahun 2014 sampai
3 (29)
tahun 2016.
Perusahaan Manufaktur yang tidak memiliki data lengkap pada tahun
4 (5)
2014 sampai tahun 2016.
Perusahaan Manufaktur tersebut tidak membayar dividen kas pada
5 (66)
tahun 2014 sampai tahun 2016.
Total Sampel 37 x 3 = 111

Sumber : data diolah (2017)

3.2 Definisi Operasional Variabel adalah laba bersih yang didapat dari selisih
1) Laba Akuntansi antara pendapatan yang operatif dan selu-
Suwardjono (2005:455) mendefinisikan ruh biaya operatif. Ukuran laba bersih seba-
laba sebagai pendapatan dikurangi biaya gai variabel laba akuntansi mendasar pada
merupakan pendefinisian secara struktu- penelitian Elizabeth (2000) dan Murtanto
ral atau sintaktik karena laba tak didefinisi (2004). Alasan penggunaan laba bersih seba-
secara terpisah dari pengertian pendapatan gai variabel laba akuntansi dikarenakan laba
dan biaya. Pengertian laba yang dianut oleh bersih adalah laba yang menunjukan kinerja
struktur akuntansi sekarang ini adalah laba dan pertanggungjawaban manajemen.
yang merupakan selisih pengukuran penda- 2) EPS
patan dan biaya secara akrual. Laba akun- Menurut Brigham (2006:196) EPS meru-
tansi yang digunakan dalam penelitian ini pakan rasio yang menunjukkan bagian laba

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 77


untuk setiap saham. EPS menggambarkan da. Sebelum model regresi linier berganda
profitabilitas perusahaan yang tergambar digunakan, maka terlebih dahulu dilakukan
pada setiap lembar saham. Semakin tinggi pengujian asumsi klasik sebelum digunakan
nilai EPS akan menyebabkan semakin besar untuk menguji hipotesis. Pengujian ini bertu-
laba dan kemungkinan peningkatan jum- juan untuk mengetahui hubungan antara va-
lah deviden yang diterima pemegang saham. riabel independen dengan variabel dependen
Dalam menentukan besarnya dividen yang sehingga hasil analisis dapat diinterpretasi-
akan dibagikan, perusahaan juga memper- kan dengan lebih akurat, efisien, dan terbatas
timbangan EPS yang merupakan tingkat dari kelemahan-kelemahan yang terjadi kare-
keuntungan bersih tiap lembar saham yang na masih adanya gejala-gejala asumsi klasik.
mampu diraih perusahaan pada saat men- Dalam penelitian ini, teknik analisis data di-
jalankan operasinya. Informasi EPS suatu lakukan dengan bantuan program Statistical
perusahaan menunjukan besarnya laba ber- Package for Social Science (SPSS). Menurut
sih perusahaan yang siap dibagikan untuk Ghozali (2016:103) uji asumsi klasik yang di-
semua pemegang saham perusahaan. Me- lakukan adalah sebagai berikut.
nurut Baridwan (2004 : 450) EPS dapat diru- a) Uji Normalitas
muskan sebagai berikut : Uji normalitas yaitu suatu pengujian
untuk mengetahui apakah dalam model re-
Laba Bersih Setelah Pajak gresi, variabel pengganggu atau residual me-
EPS = miliki distribusi normal atau tidak (Ghozali,
Jumlah Lembar Saham Yang Beredar 2016:154). Pengujian normalitas distribusi
data populasi dilakukan dengan mengguna-
3) Laba Tunai kan statistik Kolmogorov-Smirnov. Data po-
Menurut Evan (2003) “Cash income is pulasi dikatakan berdistribusi normal jika
strictly objective, it is based on cash inflow koefisien Asymp. Sig (2-tailed) lebih besar
and outflows. Cash realization is the only dari α = 0,05.
trigger for recognition of income.” Laba tunai b) Uji Multikolinearitas
adalah laba akuntansi setelah disesuaikan Uji multikolinearitas bertujuan untuk
dengan transaksi non kas, seperti beban pe- menguji apakah model regresi ditemukan
nyusutan. Laba tunai yang digunakan dalam adanya korelasi antar variabel bebas (inde-
penelitian ini adalah laba akuntansi setelah pendent) (Ghozali, 2016:103). Model regre-
ditambahkan dengan beban-beban non kas si yang baik adalah tidak terjadi korelasi di
dalam hal ini adalah beban penyusutan dan antara variable bebas. Jika terdapat korelasi
beban amortisasi. antara variabel-variabel ini tidak orthogonal.
4) Dividen Kas Untuk mendeteksi ada tidaknya multikoline-
Menurut Sandjaja dan Barlian (2002) aritas dalam model regresi dapat dilihat dari
dividen kas adalah sumber dari aliran kas tolerance value atau variance inflation factor
untuk pemegang saham dan memberikan (VIF). Sebagai dasar acuannya dapat disim-
informasi tentang kinerja perusahaan saat pulkan :
ini dan akan datang. Menurut Martono dan a. Jika nilai tolerance> 0,1 dan nilai VIF
Harjito (2004:253) Dividen kas dapat dihi- < 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak
tung dengan cara : ada multikolinieritas antar variabel indepen-
Total Dividen Kas den dalam model regresi.
Dividen Kas = b. Jika nilai tolerance< 0,1 dan nilai VIF
Jumlah Lembar Saham > 10, maka dapat disimpulkan bahwa ada
multikolinieritas antar variabel independen
3.3 Teknik Analisis Data dalam model regresi.
1) Uji Statistik Deskriptif c) Uji Autokorelasi
Statistik deskriptif memberikan gam- Uji Durbin-Watson (Dw Test) diguna-
baran atau deskripsi suatu data yang dili- kan untuk autokorelasi tingkat satu dan
hat dari nilai rata-rata (mean), standar de- mensyaratkan adanya intercept (konstanta)
viasi, varian, maksimum, minimum, sum, dalam model regresi dan tidak ada varia-
range, dan skewness (kemencengan distri- bel lag antara variabel independen (Ghozali,
busi) (Ghozali, 2016:19). 2016:107). 1) Bila dU< dw< 4<dU, maka tidak
2) Uji Asumsi Klasik terjadi autokorelasi, 2) Bila 0 <dw < dl, maka
Teknik analisis data yang digunakan terjadi autokorelasi positif 3) Bila 4 - dl<dw<4,
adalah teknik analisis regresi linear bergan- maka terjadi autokorelasi negatif, 4) Bila dl<

78 PENGARUH LABA AKUNTANSI, EARNING PER SHARE (EPS) DAN LABA TUNAI TERHADAP DIVIDEN KAS
(STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)
dw < dU atau (4-dU) < dw < (4-dt), maka tidak penden (terikat). Jika hasil Anova atau F-test
dapat ditarik kesimpulan mengenai ada ti- menunjukkan tingkat signifikansi dibawah
daknya autokorelasi. 0,05 berarti variabel independen secara ber-
d) Uji Heteroskedastisitas sama-sama atau simultan berpengaruh ter-
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk hadap variabel dependen.
menguji apakah dalam model regresi terjadi c) Uji Secara Parsial (Uji Statistik t)
ketidaksamaan varians dari residual suatu Uji statistik t pada dasarnya menun-
pengamatan dengan pengamatan yang lain jukkan seberapa jauh pengaruh satu vari-
(Ghozali, 2016:69). Tingkat signifikansi yang abel independen secara individual dalam
digunakan adalah 0,05. Jika model regresi menerangkan variabel dependen (Ghozali,
lebih besar dari tingkat signifikan yang di- 2016:98). Penerimaan atau penolakan hipo-
gunakan maka model regresi tidak mengan- tesis dilakukan dengan kriteria :
dung heteroskedastisitas. Sebaliknya jika a. Jika nilai signifikan < 0,05 berarti va-
model regresi lebih kecil dari tingkat signifi- riabel independen berpengaruh signifikan
kan yang digunakan maka model regresi me- terhadap variabel dependen.
ngandung heteroskedastisitas. b. Jika nilai signifikan > 0,05 berarti va-
3) Regresi Linier Berganda riabel independen tidak berpengaruh signifi-
Analisis regresi linier berganda diguna- kan terhadap variabel dependen.
kan untuk mengetahui atau memperoleh
gambaran mengenai pengaruh variabel inde- IV HASIL DAN PEMBAHASAN
penden pada variabel dependen dan bertuju- 4.1 Uji Statistik Deskriptif
an untuk mengestimasi dan atau mempre- Hasil perhitungan Laba akuntansi me-
diksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata miliki nilai terendah 0,67 dan nilai terting-
variabel dependen berdasarkan nilai vari- gi 10064,87, nilai rata-rata 745,7873 pada
abel independen yang diketahui (Ghozali, variabel laba akuntansi dan standar deviasi
2016:93). Model regresi berganda ditunjukan pada variabel ini sebesar 1902,13515. EPS
dalam persamaan sebagai berikut: memiliki nilai terendah 6,00 dan nilai ter-
DK = a + β1LA+ β2EPS + β3LT+ e. tinggi 25921,00, nilai rata-rata 1534,7530
Dimana : pada variabel EPS dan standar deviasi pada
DK = Dividen Kas variabel ini sebesar 4325,92936. Laba tu-
a = Konstanta nai memiliki nilai terendah 1,88 dan nilai
LA = Laba Akuntansi tertinggi 6672,68, nilai rata-rata 645,8654
EPS =Earning Per Share pada variabel laba tunai dan standar deviasi
LT = Laba Tunai pada variabel ini sebesar 1537,24724. Divi-
e = error den kas memiliki nilai terendah 0,32 dan ni-
4) Uji Kelayakan Model (Goodness of Fit Test) lai tertinggi 5783,5, nilai rata-rata 187,0461
Ketepatan dari fungsi regresi sampel da- pada variabel dividen kas dan standar devia-
lam menaksir nilai aktual dapat diukur dari si pada variabel ini sebesar 881,60131.
goodness of fit-nya. Secara statistik diukur
dari nilai koefisien determinasi (R2), uji F, dan 4.2 Uji Asumsi Klasik
uji t (uji secara parsial) (Ghozali, 2016:97). a) Uji Normalitas
a) Koefisien Determinasi Uji normalitas yaitu suatu pengujian untuk
Menurut Ghozali (2016:97) koefisien de- mengetahui apakah dalam model regresi,
terminasi (R2) merupakan suatu ukuran yang variabel pengganggu atau residual memi-
penting dalam regresi karena dapat mengin- liki distribusi normal atau tidak (Ghozali,
formasikan baik tidaknya model regresi yang 2016:154). Hasil uji normalitas Kolmogorov-
terestimasi. Nilai koefisien determinasi (R2) Smirnov Test nilai sig sebesar 0.281 lebih be-
mencerminkan seberapa besar variasi dan sar (0,05), sehingga dapat disimpulkan bah-
variabel terikat dapat diterangkan oleh vari- wa risidual dalam model regresi berdistribusi
abel bebas. Pada penelitian ini, koefisien de- normal.
terminasi diukur dengan Adjusted R2. b) Uji Multikolinearitas
b) Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F) Uji multikolinearitas bertujuan untuk meng-
Menurut Ghozali (2016:98) uji statistic uji apakah model regresi ditemukan adanya
F pada dasarnya menunjukkan apakah se- korelasi antar variabel bebas (independent).
mua variabel independen (bebas) yang dima- Nilai tolerance> 0,10 atau sama dengan nilai
sukkan dalam model mempunyai pengaruh VIF < 10 (Ghozali, 2016:105). Masing-masing
secara bersama-sama terhadap variabel de- variabel bebas memiliki nilai tolerance, Laba

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 79


Akuntansi yaitu 0,383, EPS yaitu 0,999 dan b) Koefisien Variabel Laba Tunai (X3)
Laba Tunai yaitu 0,383 lebih besar dari 0,10 Laba Tunai (X3) memiliki koefisien regre-
dan nilai VIF masing-masing variabel bebas si sebesar 0,371. Hal ini menunjukan bahwa
tersebut adalah Laba Akuntansi yaitu 2,609, satu satuan Laba Tunai akan menaikan Di-
EPS yaitu 1,001, dan Laba Tunai yaitu 2,608 viden Kas (Y) sebesar 0,371 dengan asumsi
lebih kecil dari 10. Berdasarkan nilai toleran- variabel lain adalah konstan atau sama de-
ce dan nilai VIF dari masing-masing variabel ngan nol.
bebas, maka dapat disimpulkan bahwa mo-
del regresi berganda bebas dari gejala multi- 4.4 Uji Kelayakan Model (Goodness of Fit
kolinearitas. Test)
c) Uji Autokorelasi a) Koefesien Determinasi
Uji Durbin-Watson (Dw Test) digunakan un- Menurut Ghozali (2016:97) koefisien de-
tuk autokorelasi tingkat satu dan mensya- terminasi (R2) merupakan suatu ukuran yang
ratkan adanya intercept (konstanta) dalam penting dalam regresi karena dapat mengin-
model regresi dan tidak ada variabel lag anta- formasikan baik tidaknya model regresi yang
ra variabel independen (Ghozali, 2016:107). terestimasi. Nilai koefisien determinasi (Ad-
Diperoleh bahwa nilai Durbin-Waston untuk justed R Square) R2 adalah 0,364, ini berarti
persamaan regresi adalah 2,009. Nilai du 36,4 persen variasi naik turunnya Dividen
sebesar 1,7463 dengan presentase 5 persen Kas mampu dijelaskan olehLaba Akuntan-
untuk n = 111 dan k = 3. Oleh karena ni- si(X1), EPS (X2), dan Laba Tunai (X3), sisanya
lai dw dari persamaan tersebut berada pada 63,6 persen dipengaruhi oleh variabel lain
du<dw<4-du atau 1,7463<2,009<2,2537, hal diluar model.
tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat b) Uji F
autokorelasi. Menurut Ghozali (2016:98) uji statistik F
d) Uji Heteroskedastisitas pada dasarnya menunjukkan apakah semua
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk variabel independen (bebas) yang dimasuk-
menguji apakah dalam model regresi terjadi kan dalam model mempunyai pengaruh seca-
ketidaksamaan varians dari residual suatu ra bersama-sama terhadap variabel dependen
pengamatan dengan pengamatan yang lain (terikat). Diperoleh F hitung 22,026 dengan
(Ghozali, 2016:69). Variabel bebas lebih dari signifikansi 0,000 < 0,05 maka model regresi
0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa mo- bisa dipakai untuk memprediksi Deviden Kas.
del regresi dalam penelitian ini bebas dari he- Maka dapat dikatakan bahwa variabel bebas
teroskedastisitas. yang terdiri dari Laba Akuntansi, Earning Per
Share dan Laba Tunai secara bersama-sama
4.3 Analisis Regresi Liner Berganda (simultan) berpengaruh terhadap Dividen Kas.
Analisis regresi linier berganda diguna- c) Uji t
kan untuk mengetahui atau memperoleh Uji statistik t pada dasarnya menun-
gambaran mengenai pengaruh variabel inde- jukkan seberapa jauh pengaruh satu vari-
penden pada variabel dependen dan bertuju- abel independen secara individual dalam
an untuk mengestimasi dan atau mempre- menerangkan variabel dependen (Ghozali,
diksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata 2016:98). Variabel Laba Akuntansi (X1) di-
variabel dependen berdasarkan nilai vari- peroleh t hitung sebesar -0,301 dengan nilai
abel independen yang diketahui (Ghozali, signifikansi 0,764. Karena nilai signifikansi
2016:93). hasil pengujian dengan regresi li- jauh lebih besar dari 0,05 maka H1 ditolak.
near berganda sebagai berikut : Hal ini berarti bahwa Laba Akuntansi tidak
DK =-41,652 –0,017LA+0,001EPS + berpengaruh terhadap Deviden Kas. Varia-
0,371LT bel EPS (X) diperoleh t hitung sebesar 0,084
Persamaan regresi linier berganda diatas dengan nilai signifikansi 0,933. Karena nilai
dapat dijelaskan sebagai berikut : signifikansi jauh lebih besar dari 0,05 maka
a) Konstanta H2 ditolak. Hal ini berarti bahwa EPS tidak
Nilai konstanta bernilai negatif sebe- berpengaruh terhadap Deviden Kas. Vari-
sar -41,652, artinya jika nilai variabel Laba abel Laba Tunai (X3) diperoleh t hitung se-
Akuntansi (X1), EPS (X2) dan Laba Tunai (X3) besar 5,268 dengan nilai signifikansi 0,000.
dianggap tidak ada atau sama dengan 0, Karena nilai signifikansi jauh lebih kecil dari
maka nilai Dividen Kas (Y) nilainya akan se- 0,05 maka H3 diterima. Hal ini berarti bah-
makin berkurang atau mengalami kenaikan wa Laba Tunai berpengaruh positif terhadap
nilai Dividen Kas negatif yaitu -41,652. Deviden Kas.

80 PENGARUH LABA AKUNTANSI, EARNING PER SHARE (EPS) DAN LABA TUNAI TERHADAP DIVIDEN KAS
(STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)
V PENUTUP Pada Perusahaan Manufaktur di BEI,
5.1 Kesimpulan Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas
Penelitian ini bertujuan untuk mengeta- Mahasaraswati Denpasar.
hui pengaruh Laba Akuntansi, Earning Per Ariyanti, Fitri, 2007. Analisis Hubungan An-
Share (EPS), dan Laba Tunai terhadap Divi- tara Laba Akuntansi dan Laba Tunai De-
den Kas pada perusahaan Manufaktur yang ngan Dividen Kas Pada Industri Barang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan pe- Konsumsi di Indonesia, Skripsi. Fakultas
riode penelitian selama tiga tahun dari tahun Ekonomi, Universitas Islam Indonesia,
2014-2016, dengan meneliti 37 perusaha- Yogyakarta.
an manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Anthony dan Govindarajan. 2005, Manage-
Indonesia, sehingga memiliki jumlah amat- ment Control System, Edisi Pertama, Pe-
an 111. Penelitian ini menggunakan teknik nerbit Salemba Empat, Jakarta.
analisis regresi linier berganda. Berdasarkan Arifin, Zainal. 2005. Hubungan antara Cor-
hasil analisis data dan pembahasan hasil pe- porate Governance dan Variabel Pengu-
nelitian yang telah dilakukan, maka dapat di- rang Masalah Agensi. Jurnal Ekonomi
simpulkan sebagai berikut : dan Bisnis. No.10 vol. 1. Fakultas Eko-
1) Laba Akuntansi tidak berpengaruh nomi Universitas Islam Indonesia.
terhadap Dividen Kas. Arifin, 2013. Pengaruh Laba Akuntansi, Eps
2) Earning Per Share (EPS) tidak berpe- dan Laba Tunai Terhadap Dividen Kas
ngaruh terhadap Dividen Kas. Pada Perusahaan Manufaktur di BEI,
3) Laba Tunai berpengaruh positif ter- Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas
hadap Dividen Kas. Mahasaraswati Denpasar.
Baridwan, Zaki, 2004. Intermediate Accoun-
5.2 Saran ting, Edisi Kedelapan, Yogyakarta; BPFE.
Berdasarkan hasil analisis dan simpul- Brigham, Eugene F and Joel F.Houston,
an, adapun saran-saran yang diberikan oleh 2006. Dasar-Dasar Manajemen Keuang-
peneliti adalah sebagai berikut : an, alih bahasa Ali Akbar Yulianto, Buku
1) Berdasarkan hasil uji koefisien deter- satu, Edisi sepuluh, PT. Salemba Empat,
minasi dalam penelitian ini, pengaruh Laba Jakarta.
Akuntansi, EPS dan Laba Tunai terhadap Di- Darmadji T dan Hendy M. Fakhruddin. 2001.
viden Kas pada perusahaan manufaktur di Pasar Modal Di Indonesia. Jakarta: Sa-
Bursa Efek Indonesia periode 2014 sampai lemba Empat.
dengan 2016 sebesar 36,4 persen sedangkan Elizabeth, 2000. Analisis Hubungan Laba
sisanya 63,6 persen dividen kas dipengaruhi Akuntansi dan Laba Tunai Dengan Dividen
oleh variabel lain yang tidak dijelaskan pada Kas pada Perusahaan yang Go Publik di
model penelitian ini. Oleh karena itu selanjut- BEI Periode 1999-2001, Skripsi, Fakultas
nya diharapkan mempertimbangkan adanya Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam
penambahan variabel independen lainnya Negeri Sultan Syarif Kasim Pekanbaru.
yang berhubungan dengan dividen kas seper- Evans, Thomas G, 2003. Accounting Theory:
ti misalnya arus kas, return saham, current contemporary Accounting Issues, South-
ratio, cash ratio, serta variabel lain yang didu- Western, Ohio.
ga dapat mempengaruhi dividen kas. Febrianti, 2010. Pengaruh Laba Akuntansi,
2) Untuk penelitian selanjutnya, sebaik- Terhadap Dividen Kas Pada Perusahaan
nya melakukan penelitian dilakukan dengan Manufaktur di BEI, Skripsi, Fakultas Eko-
bermacam sektor perusahaan agar dapat me- nomi Universitas Mercu Buana Jakarta
munculkan hasil yang lebih baik dan macam Akuntansi, Terhadap Dividen Kas Pada Per-
– macam sektor perusahaan dapat dibanding- usahaan Manufaktur di BEI, Skripsi, Fa-
kan antara satu dengan yang lainnya. kultas Ekonomi Universitas Mercu Bua-
na Jakarta
DAFTAR PUSTAKA Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Mul-
Agung, Dwi Cahyo. 2014. Pengaruh Laba tivariate dengan Program IBM 23 SPSS .
Bersih, Arus Kas Operasi dan Investment Semarang: Badan Penerbit Universitas
Opportunity set Terhadap Kebijakan Di- Diponogoro.
viden. Skripsi, Universitas Maritim Raja Harahap, Sofyan Syafri. 2008. Analisis Kritis
Ali Haji Tanjung Pinang. Atas Laporan Keuangan. Raja Grafindo
Agung, 2014. Pengaruh Laba Akuntansi, Eps Persada, Jakarta.
dan Laba Tunai Terhadap Dividen Kas Hermi, 2004. Hubungan Laba Bersih Dan

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 81


Arus Kas Operasi Terhadap Dividen Kas Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas
Pada Perusahaan Perdagangan Besar Ba- Mahasaraswati Denpasar.
rang Produksi Di BEJ Pada Periode 1999- Purnamasari, 2009. Analisis Hubungan An-
2002, Media Riset Akuntansi, Auditing tara Laba Akuntansi dan Laba Tunai
dan Informasi, Vol.4, No.3, Hal 247-257. Dengan Dividen Kas, Jurnal Media Riset
Husnan, Suad. 2002. Manajemen Keuangan Te- Akuntansi, Auditing & Informasi, Vol.4,
ori dan Penerapan (Keputusan Jangka Pan- No.2, hal. 85-105.
jang). Buku 1. Edisi 4. Yogyakarta: BPFE. Rahmat, Febrianto.2006. Kemampuan Pre-
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), 2004. Stan- diktif Earnings Dan Arus Kas Dalam
dar Akuntansi Keuangan 2004, PSAK No. Memprediksi Arus Kas Masa Depan. Uni-
17, Penerbit Salemba Empat, Jakarta. versitas Andalas.
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), 2015. PSAK Rosna, 2007. Faktor-faktor Yang Mempenga-
No.1 : Penyajian Laporan Keuangan. ruhi Praktik Perataan Laba Pada Perusa-
Jakarta. haan Asing dan Non Asing Di Indonesia,
Indah, 2009. Pengaruh Laba Akuntansi, Eps Jurnal Akuntansi Indonesia, Vol.8, No.1,
dan Laba Tunai Terhadap Dividen Kas Hal 102.
Pada Perusahaan Manufaktur di BEI, Supardi, 2005. Metodologi Penelitian Ekonomi
Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas dan Bisnis, Cetakan Pertama, UII Press.
Mahasaraswati Denpasar. Suwardjono, 2005. Teori Akuntansi Pereka-
Lestari, Dewi. (2010). Analisis Faktor-Faktor yasaan Pelaporan Keuangan, Edisi ke-3,
yang Mempengaruhi Audit Delay : Studi BPFE, Yogyakarta.
Empiris pada Perusahaan Consumer Go- Tandelilin, Eduardus, 2001. Analisis Inves-
ods yang Terdaftar di Bursa Efek Indone- tasi dan Manajemen fortofolio, Yogyakar-
sia. Universitas Diponegoro. Semarang. ta: BPFE.
Muqodim, 2005. Teori Akuntansi, Edisi ke- 1, Wirjolukito, 2013. Pengaruh Laba Akuntan-
Ekonisia, Yogyakarta. si dan Laba Tunai Terhadap Dividen Kas
Murtanto, 2004. Analisis Hubungan Antara Pada Industri Manufaktur di BEI, Skrip-
Laba Akuntansi dan Laba Tunai Dengan si, Fakultas Ekonomi Dan Ilmu Sosial
Dividen Kas, Jurnal Media Riset Akuntan- Universitas Islam Negeri Sultan Syarief
si, Auditing & Informasi, Vol.4, No.1, hal. Kasim, Pekanbaru.
85-105. Sagala, 2006. Laba Akuntansi dan Laba Tu-
Nurhidayati, 2006. Analisis Faktor – Faktor nai dengan Dividen Kas, Jurnal Akuntan-
Yang Mempengaruhi Dividen Kas Di Bur- si, Vol. IV, No. 2:36 – 49.
sa Efek Jakarta, Skripsi, Fakultas Eko- Sugiyono, 2014, Metode Penelitian Kuantita-
nomi Universitas Islam Indonesia : Yog- tif, Kualitatif, R&D, Bandung: Alfabeta.
yakarta. Wahana, Bagus Pandu. 2009. Pengaruh
Niken, 2015. Pengaruh Laba Akuntansi, Eps Yusuf, Ahmad. 2002. Manajemen Laba Da-
dan Laba Tunai Terhadap Dividen Kas lam Tinjauan Etika Bisnis Islam. Skripsi,
Pada Perusahaan Manufaktur di BEI, Program Studi Akuntansi STIENU Jepara.

82 PENGARUH LABA AKUNTANSI, EARNING PER SHARE (EPS) DAN LABA TUNAI TERHADAP DIVIDEN KAS
(STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)
Lampiran 1 : Daftar Sampel Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia tahun 2014 sampai dengan 2016

Kode Nama
No
Perusahaan Perusahaan
1 INTP PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA, Tbk
2 SMGR PT SEMEN INDONESIA, Tbk.
3 WTON PT WIJAYA KARYA BETON, Tbk.
4 AMFG PT ASAHIMAS CITRA MULIA,Tbk.
5 ARNA PT ARWANA CITRA MULIA, Tbk.
6 BTON PT BETON JAYA MANUNGGAL, Tbk.
7 CTBN PT CITRA TURBINDO,Tbk.
8 INAI PT INDAL ALUMINIUM INDUSTRI, Tbk.
9 LION PT LION METAL WORKS, Tbk.
10 LMSH PT LIONMESH PRIMA, Tbk.
11 BUDI PT BUDI STARCH AND SWEETWNER, Tbk.
12 EKAD PT EKADHARMA INTERNATIONAL, Tbk.
13 TPIA PT CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL, Tbk.
14 AKPI PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRI, Tbk.
15 TALF PT TUNAS ALFIN, Tbk.
16 TRST PT TRIAS SENTOSA, Tbk.
17 ALDO PT ALKINDO NARATAMA, Tbk.
18 ASII PT ASTRA INTERNATIONAL, Tbk.
19 AUTO PT ASTRA AUTO PART, Tbk.
20 BRAM PT INDO KORDSA, Tbk.
21 SMSM PT SELAMAT SEMPURNA, Tbk.
22 SRIL PT SRI REJEKI ISMAN, Tbk.
23 BATA PT SEPATU BATA, Tbk.
24 IKBI PT SUMI INDO KABEL, Tbk.
25 SCCO PT SUPREME CABLE MANUFACTURING & COMMERCE, Tbk.
26 DLTA PT DELTA DJAKARTA, Tbk.
27 ICBP PT INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR, Tbk.
28 MLBI PT MULTI BINTANG INDONESIA,Tbk.
29 ROTI PT NIPPON INDOSARI CORPORINDO, Tbk.
30 SKLT PT SEKAR LAUT, Tbk.
31 GGRM PT GUDANG GARAM, Tbk.
32 HMSP PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA, Tbk.
33 DVLA PT DARYA VAIA LABORATORIA, Tbk.
34 KLBF PT KALBE FARMA, Tbk.
35 TSPC PT TEMPO SCAN PASIFIC,Tbk.
36 UNVR PT UNILEVER INDONESIA, Tbk.
37 CINT PT CHITOSE INTERNATIONAL,Tbk.

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 83


Lampiran 2 : Hasil Analisis Data

84 PENGARUH LABA AKUNTANSI, EARNING PER SHARE (EPS) DAN LABA TUNAI TERHADAP DIVIDEN KAS
(STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)
Lampiran 2 (Lanjutan) : Hasil Analisis Data

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 85


PARTISIPASI DALAM PENGGANGGARAN DAN PRESTASI MANAJER: PENGARUH
KOMITMEN ORGANISASI DAN INFORMASI JOB-RELEVANT

Margareta Diana Pangastuti1


(Universitas Timor)
I Komang Arthana2
(Universitas Nusa Cendana)
2
email: fenkqajuz@gmail.com

Abstract

Budgetary Participation and manager’s Performance: The Influence of


Organizational Commitment and Job-Relevant Information

Some previous studies stated that he relationship between budgetary participation and mana-
gers’ performance was positive and significant, and the others confirmed otherwise. Inserting
intervening or moderating variables in that relationship, could solve the difference. This resear-
ch analyzes the influence of participation budget arrangement on the managers’ performance,
in which the organizational commitment and job-relevant information is treated as the interve-
ning variable. There in the direct, positive, and significant influence of the participation on the
managers performance. The more intense the budgetary participation, the higher his/her work
performance will be. Moreover, when the organizational commitment and job-relevant informa-
tion are the intervening variables, the recent influence of the participation on he manager’s per-
formance become weaker. This indicates that the strength of that influence is indirect, through
the organizational commitment and job relevant information.

Keyword: budgetary participation, komitmen organisasi, informasi Job-relevant, variable antara.

I. PENDAHULUAN atau bottom-up memungkinkan terjadinya


Persaingan yang semakin global menun- negosiasi di antara para manajer untuk
tut manajemen untuk mengelola perusaha- mencapai tujuan organisasi. Partipasi ma-
an atau unit-unit usahanya secara efisien. najer menengah dan bawah dalam penyu-
Terwujudnya efisiensi bagi perusahaan ti- sunan anggaran akan memberikan manfaat:
dak terlepas dari kemampuan manajemen (1) mengurangi ketimpangan informasi da-
dalam perencanaan, pengkoordinasian, dan lam organisasi; (2) Menimbulkan komitmen
pengendalian berbagai aktivitas dan sumber yang lebih besar kepada para menajer un-
daya yang dimiliki perusahaan. Penganggar- tuk melaksanakan dan memenuhi anggaran
an (budgeting) merupakan salah satu alat (Wellsch, 1988:98), dan dapat menciptakan
perencanaan dan pengendalian menajemen lingkungan yang mendorong perolehan dan
perusahaan (Marhan, 1982; Welsch et al., penggunaan informasi job-relevanr (Kren,
1988:1). 1992).
Efektivitas pelaksanaan anggaran ter- Partisipasi dalam penyusunan anggar-
wujud bilamana didukung oleh orang-orang, an menimbulkan suatu komitmen. Menu-
baik para manajer maupun karyawan, yang rut Shaub, Finn, & Munter (1993:148), ko-
ada dalam organisasi. Para manajer maupun mitmen adalah intensitas seseorang untuk
karyawan secara bersama-sama atau sen- mengidentifikasi dirinya, serta tingkat keter-
diri-sendiri mempunyai kepentingan terha- libatannya dalam suatu organissi atau pro-
dap pencapaian tujuan organisasi. Oleh ka- fesi. Dengan komitmen berarti terdapat upa-
renanya, efektivitas dalam penyusunan staf, ya yang sungguh-sungguh dan keterikatan
Penciptaan iklim kerja yang baik , dan pem- untuk melaksanakan dan mencapai target
berian motivasi secara positif bisa membawa anggaran yang telah disepakati bersama.
sukses bagi kebanyakan perusahaan. Tercapainnya target anggaran adalah sebu-
Penyusunan anggaran dapat dilaku- ah prestasi, mengingat bahwa dalam ang-
kan dengan pendekatan top-down dan/atau garan memuat tujuan organisasi. Jadi bisa
bottom-up (Chandra, 1992). Pendekatan top- dinyatakan bahwa partisipasi mempunyai
down bisa menimbulkan perilaku disfun- hubungan positif dengan prestasi.
ctional, sementara pendekatan partisipasi Beberapa studi sebelumnya telah mem-

86 PARTISIPASI DALAM PENGGANGGARAN DAN PRESTASI MANAJER: PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI


DAN INFORMASI JOB-RELEVANT
buktikan hubungna positif antara partisipasi terlibat dalam penyusunan anggaran (manajer
tersebut diatas dengan prestasi (Brownell & produksi, manajer penjualan/pemasaran, dan
McInnes, 1986; Indiantoro, 1992; Roekhu- manajer keuangan/akuntansi). Unit penga-
din, 1993), namun ada pula yang menun- matannya adalah persepsi responden.
jukkan hubungan yang sebaliknya (Stedry, Untuk memenuhi kebutuhan analisis,
1960; Bryan & Locke, 1967). Kesimpulan peneliti mengirimkan 144 kuesioner dijawab
yang kontradiktif ini tentunya membingung- kemudian dikirim kembali kepada peneliti.
kan, bisa diselesaikan melalui pendekatan Namun, 3 minggu setelah pengiriman, hanya
kontinjensi (Govindarajan, 1986). Pendekat- 18 responden yang mengirimkannya kembali.
an ini dilakukan dengan cara memasukkan Rendahnya tingkat pengembalian ini mung-
variabel lain diantara partisipasi. Hasilnya kin disebabkan tingginya tingkat kesibukan
menunjukkan hubungan yang positif dan kerja responden. Meskipun demikian., sela-
signifikan. ma menunggu pengembalian kuesioner, pe-
Dalam artikel ini, peneliti mengembang- neliti mengirimkan kuesioner dan mengam-
kan studi tentang bagaimanakah pengaruh bil langsung jawaban kuesioner di beberapa
partisipasi terhadap komitmen organisasi perusahaan yang berlokasi di Jawa Timur.
dan terhadap informasi job-relevant. Adakah Cara kedua ini berhasil mengumpulkan 30
pengaruh positif antara partisipasi terhadap jawaban kuesioner, sebab peneliti dapat ber-
komitmen organisasi dan terhadap informasi tatap muka dengan responden seraya mem-
job-relevant. Adakah pengaruh positif partisi- berikan pandangan yang lebih rinci dan jelas
pasi terhadap prestasi? Jika variable komit- mengenai tujuan penelitian. Dengan kedua
men dan informasi job-relevant dimasukkan teknik tersebut, jumlah kuesioner yang teri-
sebagai variable antara (intervening variabel), si adalah 48 buah. Karena 1 buah jawaban
yang menjadi persoalan disini adalah, “Ba- kuesioner tidak lengkap, maka yang diproses
gaimanakah pengaruh partisipasi terhadap dalam penelitian ini menjadi 47 buah.
prestasi?” apakah partisipasi berpengaruh Daftar pertanyaan disusun dalam perta-
langsung ataukah tidak terhadap presta- nyaan tertutup (closed-ended questionaire).
si? Variable antara menjadi penting artinya Jenis pertanyaan ini untuk memudahkan
mengingat apabila ia masuk diantara dua responden memberikan jawabannya sesing-
variabel tersebut yang semula nampak men- kat mungkin. Daftar pertanyaan terdiri dari
jadi lemah atau bahkan lenyap (Hagul et al., lima bagian. Bagian pertama berkenaan de-
1981:39). Variabel antara yang dipilih pene- ngan identitas responden, dan bagian kedua
liti adalah komitmen dan informasi job-rele- sampai bagian kelima berisi sejumlah perta-
vant. nyaan yang berkenaan dengan persepsi res-
ponden terhadap setiap variabel penelitian.
II. METODE PENELITIAN
Objek Penelitian Variabel dan Pengukurannya
Populasi penelitian- ini berjumlah 144 Berdasarkan kerangka pemikiran yang
perusahaan - adalah perusahaan manufak- telah dikemukakan sebelumnya, ada 4 (em-
tur yang go public dan terdaftar di Bursa pat) variabel yang dipelajari, yaitu partisipasi
Efek Indonesia sebagimana dilaporkan da- dalam penyusunan anggaran, komitmen or-
lam Indonesia Capital market Directorat 2008. ganisasi, informasi job-relevant, dan prestasi
Dipilihnya perusahaan manufaktur sebagai manajer. Untuk maksud uji hipotesis, varia-
objek peneliti adalah dengan pertimbangan bel antara akan diubah menjadi variabel be-
bahwa (1) mereka tercantum dalam Direc- bas. Agar tidak menimbulkan persepsi yang
tory berikut alamatnya sehingga memper- keliru, kiranya perlu pendefenisian variabel
cepat proses pengiriman daftar pertanyaan; operasional sebagai berikut.
(2) perusahaan yang go public; lebih terbuka
dibandingkan dengan perusahaan yang be- 1. Partisipasi dalam Penyusunan Anggaran
lum go public; dan (3) perusahaan manufak- Partisipasi merupakan suatu proses ker-
tur relatif lebih kompleks dalam penyusunan jasama dalam pengambilan keputusan oleh
anggaran. dua kelompok atau lebih yang berpengaruh
Sampel peneliti adalah sama dengan popu- terhadap pengambil keputusan itu sendiri di
lasi. Sebab, berdasarkan penelitian terdahulu, masa yang akan datang (Leung 1990 : 15 )
responden yang mengirim kembali jawaban Variabel partisipasi dalam banyak peneliti-
kuesioner Via pos berkisar 20-25% saja. an akuntansi adalah partisipasi penyusunan
Responden studi ini adalah para manajer yang anggarannya di mana manajer sebagai pusat

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 87


pertanggungjawaban. Untuk mengukur se- nelitian ini adalah dimensi dari output yang
jauhmana keterlibatan dan pengaruh mana- dicapai manajer secara individual dalam me-
jer dalam penyusunan anggaran digunakan laksanakan tugas-tugas manajerial. Ada 8
instrument yang dikembangkan oleh Milani (delapan) pertanyaan yang berkaitan dengan
(1975). Instrumen ini sering dipakai oleh para tugas manajeral dan 1 (satu) pertanyaan
peneliti sebelumnya (Brownell, 1982; Brow- yang menggambarkan rata-rata kedelapan
nell & MCInnes, 1986; Kren, 1992; Indrianto- pertanyaan tersebut (Peno, 1990).
ro, 1992; Roekhudin, 1993), dan telah teruji Kedelapan pertanyaan tersebut adalah
validitas dan reliabilitasnya. Instrumen parti- mengenal perencanaan (planning), investigasi
sipasi terdiri dari 5 ( lima) pertanyaan dengan (investigasi), pengkoordinasian (coordinating),
skala pengukuran dari skala satu (sangat ti- evaluasi (evaluating), dan perwakilan (repre-
dak setuju) hingga tujuh (sangat setuju) sentating). Instrumen ini telah digunakan dan
dibuktikan reabilitas dan validitasnya oleh
2. Informasi job-Relevant Govindarajah (1986), satu (sangat di bawah
Informasi job-Relevant merupakan infor- rata-rata) hingga tujuh (sangat diatas rata-
masi untuk memudahkan pengambilan ke- rata).
putusan (decision-facilitas) yang berkenaan
dengan pekerjaan atau jabatan. Variabel ini Hipotesis
untuk menangkap persepsi manajer atas ke- Menurut Wallace (1995:232), partisipasi
tersediaan informasi untuk keputusan-kepu- yang lebih besar akan menghasilkan komit-
tusan yang berhubungan dengan pekerjaan- men organisasi yang lebih besar pula. Par-
nya. Pengukuran variabel ini menggunakan tisipasi dalam penyusunan anggaran akan
kuesioner yang dikembangkan oleh O’Relly menimbulkan komitmen yang lebih besar
(1980), yang kemudian digunakan oleh Kren dari para manajer untuk melaksanakan dan
(1992) dan Muslimah (1998), instrumen ini memenuhi anggaran bahwa partisipasi da-
terdiri 3 (tiga) pertanyaan, meliputi pema- lam pengambilan keputusan akan mengu-
haman dan kemampuan memperoleh infor- rangi kegelisahan individu, menciptakan ko-
masi stratejik. Skala pengukurannya adalah mitmen, dan berdampak terhadap prestasi.
dari skala satu (sangat tidak setuju) sehing- Di samping itu, partisipasi dalam pe-
ga tujuh (sangat setuju). nyusunan anggaran dapat menimbulkan
komitmen dari para manajer untuk menca-
3. Komitmen Organisasi pai tujuan organisasi. Sehingga proses ini
Komitmen organisasi didefenisikan se- mendorong manajer yang terlibat untuk ikut
bagai intensitas seseorang untuk mengiden- bertanggung jawab dan terikat untuk melak-
tifikasi dirinya serta tingkat keterlibatannya sanakan anggaran. Para manajer tentunya
dalam organisasi. Variabel ini adalah untuk akan berupaya mengefektifkan dan menge-
mengetahui komitmen manajer terhadap or- fisienkan anggaran yang telah mereka sepa-
ganisasi tempat bekerja. Instrumen yang di- kati, bila tidak maka prestasi mereka diang-
gunakan adalah kuesioner yang dikembang- gap kurang memuaskan.
kan oleh Porter et al. (1974), yang kemudian Partisipasi juga akan mengurangi ketim-
digunakan untuk penelitian akuntansi (Ferris pangan informasi. Informasi yang diperlu-
& Aranya, 1983). Instrumen ini-yang berisi kan manajer adalah informasi yang relevan
16 (enam belas) pertanyaan-berkaitan de- dengan pekerjaannya. (job-Relevant informa-
ngan tingkat affective commitment dan tingkat tion). Kren (1992:513) mengemukakan bah-
contituence commitment. Affective commitment wa partisipasi dalam penyusunan anggaran
berkaitan dengan sikap emosional individu akan menciptakan lingkungan yang mendo-
(manajer) sebagai anggota organisasi, dan rong perolehan dan penggunaan informasi
continuance commitment berkaitan dengan job-Relevant sebagai intervening variable da-
keinginan untuk mempertahankan keanggo- pat menjelaskan hubungan antara partisipa-
taan dalam organisasi. Skala pengukurannya si dan prestasi. Komitmen manajer juga akan
satu (sangat tidak setuju) hingga tujuh (sa- mendorong perolehan informasi job-Relevant.
ngat tujuh). Uraian diatas menunjukkan bahwa par-
tisaipasi para manajer dalam penyusunan
4. Prestasi anggaran, mempunyai hubungan positif de-
Prestasi merupakan suatu faktor yang ngan prestasi manajer, meskipun ada peneli-
dapat meningkatkan efektivitas organisasi. tian sebelumnya juga menemukan hubungan
Yang dimaksud dengan prestasi dalam pe- negatif. Govindarajan (1986) menganjurkan

88 PARTISIPASI DALAM PENGGANGGARAN DAN PRESTASI MANAJER: PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI


DAN INFORMASI JOB-RELEVANT
untuk menyelesaikan perbedaan hasil pene- riabel antara di antara variabel partisipasi dan
litian tersebut dengan pendekatan kontinjen- variabel prestasi. Dengan demikian, kerangka
si, yaitu dengan menambah variabel-variabel pemikiran studi ini dapat dimodelkan seperti
lain diantara dua variabel tersebut sebagai va- pada Gambar 1.

Gambar 1
Kerangka Penelitian

Mengacu pada Gambar 1, hipotesis yang Analisis Jalur (Path Analysis)


akan diuji dalam penelitian ini adalah: Analisis jalur (Path-analysis) dimaksu-
H1: Terdapat pengaruh positif dari partisi- kan untuk mengetahui pengaruh langsung
pasi terhadap komitmen organisasi. dan pengaruh tidak langsung dari variabel
H2: Terdapat pengaruh positif dari partisi- yang diamati. Langkah-langkah dalam ana-
pasi terhadap informasi job-Relevant. lisis jalur adalah (L1, 1975:100): Pertama,
H3: Terdapat pengaruh positfif dari par- menstandardisasi seluruh data penelitian.
tisipasi terhadap prestasi. Variabel dalam penelitian ini adalah partisi-
H4: Partisipasi, komitmen dan informasi job- pasi (X1), komitmen (X2), informasi job-rele-
Relevant secara bersama-sama berpengaruh po- vant (X3) dan prestasi (X4).
sitif terhadap prestasi. Kedua, membuat diagram jalur yang
H5: Kuatnya pengaruh dari partisipasi menggambarkan pola hubungan antar varia-
terhadap prestasi,diduga karena adanya pe- bel. Telah dikemukakan bahwa pola hubung-
ngaruh tidak langsung dari komitmen dan an antar variabel dalam penelitian ini adalah
informasi job-Relevant. pengaruh partisipasi terhadap prestasi, di
mana dapat dilihat pada gambar 2 berikut.

Gambar 2
Diagram Analisis Jalur

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 89


di mana, X1 adalah Partisipasi, X2 adalah yang diamati, diperoleh dengan mengkombi-
Komitmen Organisasi, X3 adalah Informasi nasikan koefisien path dan koefisien korelasi
job-relevant, X4 adalah prestasi, dan adalah ε zero order. Hal ini mengacu pada teknik ana-
variabel lain yang tidak di teliti. Simbol β me- lisis yang dilakukan Kren (1992:519) untuk
nunjukkan pengaruh langsung sedangkan r melalui total hubungan antara variabel parti-
adalah koefisien korelasi. sipasi dan prestasi melalui informasi job-rele-
vant. Model persamaannya adalah
Ketiga melakukan analisis regresi untuk
mengestimasi koefisien path (Pij). Koefisien r14= p41+p42+r12+p43+r13
regresi dari data yang distandarkan adalah di mana r14 adalah total pengaruh vari-
ekuivalen dengan koefisien regresi dari data abel X1 terhadap X4; P41, P42, dan P43 adalah
yang distandarkan adalah ekuivalen dengan koefisien korelasi X1 dan X3.
koefisien path dan juga sama dengan koefisi-
en korelasi dari dua variabel (Li, 1975;103). III. BUKTI EMPIRIS DAN ANALISIS
Model persamaan regresi berganda dari data Responden penelitian ini adalah para ma-
yang distandarkan adalah najer menengah pada departemen produksi,
penjualan/pemasaran, dan departemen ke-
X4 =β1 X1+β2X2+β3X3+ε uangan/akuntansi. Rata-rata pengalaman
di mana β = koefisien regresi atau koefi- mereka adalah 4,1 tahun, dengan rentang
sien path (P1) 1 sampai 14 tahun. Ini cukup menandakan
bahwa mereka telah memiliki pengalaman
Untuk mengetahui keeratan hubungan dalam menyusun anggaran.
antar variabel, digunakan analisis korelasi. Hasil analisis korelasi di antara variabel
Koefisien antara variabel sesuai dengan Gam- yang diamati (Tabel 1) menunjukkan bahwa
bar 2 diatas adalah r (X1,X2)= r12, r(X1,X3) = r13, keempat variabel penelitian memiliki saling
r(X2X3) = R23, dan r (X1,X4)= r14. Total hubung- keterkaitan yang signifikan. Sedangkan ha-
an baik langsung tidak langsung dari variabel sil analisis regresi dilaporkan pada tabel 2.

Tabel 1
Korelasi Antar Variabel

Variabel X₁ X₂ X₃ X₄
Partisipasi (X1) 1,000 - - -
Komitmen (X2) 0,632** 1,000 - -
Informasi Job-Relevant (X3) 0,725** 0,741** 1,000 -
Prestasi (X4) 0,802** 0,834** 0,841** 1,000

Tabel 2
Hasil Pengujian Regresi Linear

Hubungan Variabel Β SE Nilai t


X1 dengan X2 0,632 0,116 5,467
X1 dengan X3 0,725 0,103 7,064
X1 dengan X4 0,802 0,089 9,008

Dari Tabel 2 diketahui bahwa koefisien intense partisipasi manajer dalam mengam-
regresi (β) dari hubungan X1 dengan X2 sebe- bil keputusan, khususnya dalam menyusun
sar 0,632 dengan standar error (SE) 0,116 dan anggaran, semakin meningkat komitmennya
thitung = 5,467. Ini menunjukkan bahwa parti- terhadap organisasi. Ini memberikan infor-
sipasi berpengaruh positif dan signifikan ter- masi bahwa untuk meningkatkan komitmen
hadap komitmen organisasi. Ini mendukung para menejemen terhadap organisasi, perlu
H1, karena thitung lebih besar dari ttabel strategis untuk mengembangkan partisipasi
(5,647>1,684). Dengan kata lain, semakin manajer dalam penyususnan anggaran yang

90 PARTISIPASI DALAM PENGGANGGARAN DAN PRESTASI MANAJER: PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI


DAN INFORMASI JOB-RELEVANT
menjadi tanggung jawabnya. Temuan ini ter- dengan apa yang dikemukakan akan me-
nyata mendukung pendapat Welsch et al. gurangi ketimpangan informasi, dan selaras
(1988) bahwa partisipasi dalam penyusunan pula dengan studi Kren (1992) bahwasannya
aggaran dapat memperbesar komitmennya partisipasi berpengaruh positif terhadap infor-
terhadap organisasi. Ini memberikan infor- masi job-relevant utamanya dalam lingkungan
masi bahwa untuk meningkatkan komitmen yang mempunyai volaltility tinggi.
para manajer terhadap organisasi, perlu Menurut Tabel 2, partisipasi (X1) juga
strategi untuk mengembangkan partisipasi berpengaruh positif dan signifikasi terha-
manajer dalam penyusunan anggaran yang dap prestasi (X4), dengan koefisien regre-
menjadi tanggung jawabnya. si sebesar 0,802, se = 0,089, dan thitung
Temuan ini ternyata mendukung pen- (9,008.> 1,684). ini memberikan gfanbarab
dapat Welsch et al. (1988) bahwa partisipasi bahwa partisipasi manajemer dalam pe-
dalam penyusunan anggaran dapat mem- nyusunann anggaran akan meningkatkan
perbesar komitmen para manajer yang lebih prestasinya, karena dalam partisipasi ter-
rendah untuk memenuhi dan melaksana- jadi internalisasi tujuan (Chandra, 1992),
kan anggaran. temuan ini konsisten dengan dan penerimaan tanggung jawab sehingga
hasil studi Burawoy (1979) dan Hackman mendorong mereka berprestasi tinggi. ha-
& Oldham (1980). Perlu kiranya diketahui sil studi ini searah dengan temuan sebe-
bahwa komitmen terhadap organisasi tum- lumnya (Indriantoro, 1992; Roekhudin,
buh karena banyak faktor, seperti otonomi 1993), meskipun ada juga hasil penelitian
atau otoritas yang lebih besar, kesempatan sebelumnya menghasilkan temuan yang
berkarier, spesialisasi, dan kebersamaa; se- bertolak belakang (Bryan & Locke, 1967)
mentara partisipasi merupakan salah satu dan tidak signifikan (Milani, 1975; Riyan-
elemen dari otonomi atau otoritas (Wellace, to,1996).
1995:231).
Selanjutnya, pengukuran komitmen dalam Pengaruh Partisipasi, Komitmen, dan
penelitian ini mengacu pada instrumen yang di- Informasi Job-Relevant terhadap Prestasi
kembangkan oleh porter et al. (1974), dimana Tabel 3 melaporkan bahwa koefisien re-
komitmen organisasi dipandang sebagai sua- gresi X2 (β1) adalah 0,325 dengan SE = 0,053
tu unidimensial construst. sedangkan perkem- dengan asumsi yang lainb tetap, akan me-
bangan terakhir menunjukkan bahwa dimensi ningkatkan prestasi sekitar 0,272 dan 0,378
komitmen organisasi yang terkait dengan akun- unit. dengan thitung lebih besar dari ttabel
tansi bersifat multidimensional, seperti etika, (3,770 > 1,684), maka partisaipasi berpenga-
profesionalisme,opportunity, dan sebagaiman- ruh positif dan signifikan terhadap prestasi.
anya. dengan demikian pemelitian selanjutnya Koefisien regresi dari X2 (β2) adalah
hendaknya diarahkan pada kerangka multidi- 0,399 denga SE = 0,123. ini berarti bahwa
mensional dari komitmen organisasi. kenaikan komitmen sebesar 1 unit, dengan
Partisipasi (X1) berpengaruh positif dan asumsi variabel yang lain konstan, maka
signifikan terhadap informasi job-relevant. (X1), prestasi akan menuingkat anatara 0,276
dengan koefisien regresi sebesar 0,725,se = sampai 0,522 unit. dengan inilai thitung le-
0,116, dan thitung = 5, 467 (tabel 2). ini men- bih besar dari tabel (4,501 > 1,684), maka
dukung H2, karena nilai thitung lebih besar komitmen berpengaruh positif dan signifi-
dari ttabel (7,064>1,684). temuan ini selaras kan terhadap prestasi.

Tabel 3
Hasil Pengujian Regresi Berganda
Variabel Koefisien β SE Thitung
Partisipasi (x) 0,325 0,053 3,770
Komitmen (X) 0,123 0,123 4,051
Informasi Job-Relevant 0,310 0,072 3,106
R²(X₁,X₂,X₃) = 0,854, F = 84,070

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 91


Selanjutnya koefisien regresi dari X () makin menunjang pencapaian prestasi ma-
adalah 0,310 dengan SE = 0,072, berarti seti- najerial. dengan nilai F lebih besar dari pada
ap peningkatan informasi Job-Relevant sebe- F (84,070 > 2,832), berarti hasil pengujian ini
sar 1 unit, dengan asumsi yang lain konstan menerima H4)
maka prestasi akan meningkat sekitar 0,238
dan 0,382 unit. Dengan demikian nilai t lebih Komitmen Organisasi dan Informasi Job-
besar dari t (3,106 > 1,684), maka informasi Relevant sebagai Variabel Antara
Job-Relevant berpengaruh positif dan signifi- Seperti telah dikemukakan bahwa masih
kan terhadap prestasi. dengan demikian va- ada peredaan hasil studi mengenai hubungan
riabel partisipasi, komitmen dan inforasi Job- partisipasi dan prestasi. untuk merendahkan
Relevant secara bersama berpengaruh positif perbedaan ini dapat dilakukan denga pende-
dan signifikan terhadap prestasi (R = 0,854). katan kontinjensi, yaitu dengan menambah
Semakin besar tingkat partisipasi, komitmen, variabel-variabel intervening di antara dua
dan ketersediaan informasi Job-Relevant, se- variabel menggunakan dua variabel antara
makin besar tingkat partisipasi, komitmen yaitu komitmen dan informasi Job-Relevant di
dan ketersediaan informasi Job-Relevant, se- antara variabel partisipasi dan prestasi.

Tabel 4
Tabel Langsung dan Tidak Langsung
Korelasi Pengaruh tidak
Pengaruh Langsung Total
Hubungan Variabel yang
Langsung Pengaruh
diamati X₂ X₃
X₂ dengan X₂ r₁₂ 0,632 - - 0,632
X₂ dengan X₃ r₁₃ 0,725 - - 0,725
X₂ dengan X₄
r₁₄ 0,325 0,252 0,252 0,802
(Melalui X₁ & x₂)

Tabel 4 merupakan kombinasi hasil peng- koefisien path. Koefisien path menunjukkan
ujian regresi dan analisis korelasi. tabel 4, de- pengaruh langsung dari suatu variabel terha-
mikian pula Gambar 3, menunjukkan bahwa dap variabel yang lain. Dengan demikian pe-
total pengaruh dari partisipasi terhadap pres- ngaruh langsung dari partisipasi (X) terhadap
tasi adalah 0,802. angka ini ekulvalen dengan prestasi (X) adalah sebesar 0,802

Gambar 3
Hasil Analisis Jalur

92 PARTISIPASI DALAM PENGGANGGARAN DAN PRESTASI MANAJER: PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI


DAN INFORMASI JOB-RELEVANT
Total pengaruh tersebut terdiri dari pe- informasi Job Relevant merupakan merupa-
ngaruh langsung 0,325 dan pengaruh tidak kan variabel penting untuk mendukung pen-
langsung dari komitmen (X2) 0,252 (=0,399 capaian prestasi.
x 0,632) dan pengaruh tidak langsung dari Partisipasi – yang diartikan sebagai ke-
informasi Job-Relevant (X) 0,225 (=0,310 X terlibatan dan pengaruh manajer dalam me-
0,725). Jadi total pengaruh tidak langsung nentukan anggarannya – meberikan dam-
sebesar 0,477 (=0,252 + 0,225). Dengan ke- pak positif dalam menumbuhkan komitmen
luarnya variabel komitmen dan informasi terhadap organisasi, dan pada gilirannya
Job-Relevant sebagai variabel antara, pe- berdampak positif terhadap prestasi. Temu-
ngaruh partisipasi terhadap prestasi sema- an ini konsisten dengan pendapat Burowoy
kin lemah, yaitu antara, pengaruh partispasi (1979), Hackman & Oldham (1980), dan
terhadap prestasi semakin lemah, yeitu dari Wallace (1995). Di samping itu, partisipasi
0,802 menjadi 0,325 (=0,802 – 0,477). ini dapat meningkatkan informasi Job Relevant,
berarti bahwa kuatnya pengaruh tidak lang- partisipasi dapat meningkatkan prestasi
sung dari komitmen atau informasi Job-Rele- (Kren, 1992). Hal ini selaras dengan pen-
vant. Dengan demikian hasil uji ini mendu- dapat Welsch et al (1988) bahwa partisipasi
kung H5. dapat mengurangi ketimpangan informasi.
Temuan ini menjelaskan bahwa kuat- Secara umum, disimpulkan bahwa dapat
nya hubungan antara partisipasi dan pres- mengurangi ketimpangan informasi. Secara
tasi karena adanya pengaruh tidak langsung umum, disimpulkan bahwa ada hubungan
yang positif dari komitmen dan informa- yang kuat antara partisipasi dengan presta-
si Job-Relevant. Dengan kata lain, bahwa si, yang disebabkan adanya pengaruh tidak
pencapaian prestasi tidak semata-mata oleh langsung dari komitmen dan informasi Job
partisipasi manajer dalam penyusunan ang- Relevant.
garan akan tetapi adanya variabel lain ya- Para praktis atau pengelola suatu or-
itu komitmen dan informasi Job-Relevant. ganisasi dapat mengambil manfaat, paling
Sedangkan dalam penelitian ini, terbukti tidak untuk justifikasi dalam proses peng-
bahwa hubungan partisipasi dan prestasi, ambilan keputusan di bidang penganggaran
dapat dijelaskan tidak hanya karena adanya khususnya. Proses partisipasi dalam penyu-
informasi Job-Relevant tetapi juga komitmen sunan anggaran, perlu diarahkan pada kon-
organisasi. disi yang menumbuhkan dorongana positif,
Pada penelitian selanjutnya mengenai dan bisa mencegah terjadinya anggaran yang
hubungan partisipasi dalam penyusunan longgar (padding budget). Bagi perkembang-
anggaran dengan prestasi manajerial, perlu an ilmu, khususnya di bidang perencana-
dikembangkan lagi variabel-variabel lain se- an dan pengendalian manajemen, studi ini
bagai variabel antara sehingga lebih memper- dapat menjadi referensi untuk mendukung
jelas hubungan kedua variabel yang masih bahwa aspek perilaku merupakan aspek
diselimuti perbedaan itu. Variabel-variabel penting yang harus dipertimbangkan dalam
lain yang dapat digunakan sebagai variabel pengembangna system penganggaran.
antara, seperti imbalan yang memadai dan Ada sedikit masalah dalam studi ini,
adil, kepuasan kerja, dan sebagainya. yang kelak perlu diperhatikan dalam studi-
Yang perlu dicermati dalam penyusunan studi berikutnya, Pertama, cakupan sampel-
anggaran partisipasi adalah adanya kecen- nya dibatasi hanya pada perusahaan manu-
derungan umum manajer untuk mencipta- faktur yang go public di Bursa Efek Indonesia
kan slack budget (Merchant, 1985), Slack ini dan respondennya adalah manajer mene-
penting karena pengukuran prestasi menja- ngah perusahaan manajer tersebut. Bisa
di tidak optimal. Bagi penelitian selanjutnya jadi hasil penelitian akan berbeda jika ca-
menjadi kajian yang menarik dalam hubung- kupan sampel diperluas atau respondennya
annya dengan studi partisipasi dan prestasi. meliputi semua level manajer. Kedua, dalam
menilai prestasi manajer, para responden di-
IV. KESIMPULAN minta menilai sendiri prestasinya, sehingga
Penelitian ini dimaksudkan untuk men- mungkin terjadi overestimated dalam meni-
jelaskan hubungan antara partisipasi dan lai prestasinya.
prestasi manajer secara individual dengan Para peneliti berikutnya dapat menambah
memasukkan komitmen dan informasi job variabel-variabel lain atau memperluas vari-
Relevant sebagai intervening variabel. Hasil abel intervening guna menjelaskan hubung-
studi ini menunjukkan bahwa komitmen dan an antara partisipasi dan prestasi, misalnya

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 93


dengan menambah variable system imbalan, Hackman, J.r & Oldam, G. R. (1980). Work
kepuasan kerja, dan/atau variabel lain yang Redesign. Reading, MA: Addision Wesley.
relevan. Disamping itu dalam pengukuran ko- Hagul, P.,Manning, C., & Singarimbun, M.
mitmen hendaknya diarahkan pada multidi- (1982). Penentuan Variabel Penelitian
mensional, mengingat perkembangan akun- dan Hubungan antara Varabel. Dalam M.
tansi pada akhir-akhir ini mengarah pada hal Singarimbun & S. Effendi, S, (eds), Meto-
tersebut. Cakupan sampel penelitian tidak de Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES.
hanya terbatas pada perusahaan-perusaha- Indriantoro, N. (1993). The Accountancy
an manufaktur tetapi diperluas pada bidang Development in indonesia: The effect of
lain, dan responden diperluas pada semua participative Budgenting on Job Perfor-
level menajemen; sehingga hasil penelitian mance and Job Satisfaction witch Locus
selanjutnya diharapkan dapat memberikan of Control and Cultural Dimensions as
kontribusi yang lebih berarti dalam mening- Moderating Variables. Tim Koordinasi Pe-
katkan pemahaman dan kemampuan terha- ngembangan Akuntansi (TKPA). Jakarta:
dap pengembangan system perencanaan dan LPFEUI.
pengendalian manajemen khususnya dibi- Kren, L. (1992). Budgetary Participation and
dang pengganggaran. Managerial Performance : The Impact of
Information and Environmental Vola-
Daftar Pustaka tility. The Accounting Review. 67 (Juli),
Burowoy, M. (1979) Manufacturing Consent; 511-526.
Changes in the Labor Force under Mono- Leung, M. (1990). The Effect of Managerial
poly Capitalism. Chicago: University of Role on the Relationship between Budge-
Chicango Press. tary Participation aand Job Satisfaction.
Brownell, P. (1981). Participation in Budgen- Tesis. Monash University, Australia.
ting,Locus of Control and Organizational Li, C. C. (1975). Pathss Analysis: A primer.
Effwctiveness.The Accounting Review. 56 California: Pacific Grove
(Oktober), 844-860. Peno, M. (1990). Accounting System, Parti-
_______.(1982). Participation in the Accoun- cipation in Budgeting, and Performance
ting Liturature. 741 (Spring), 124-153. Evaluation. The Design Accounting Revi-
Brownell, P. & mnInnes. (1986). Budgetary ew. 65 (Apri), 303-314.
Participation Motivational Managerial Merchant, K.A. (1982) The Design bof The
Performance. “The Accounting Review. 61 Corporate Budgentung System: Influen-
(oktober),587-600. ces on Managerial Behavior and Perfor-
Bryan, J.F. & Locke, E.A (1967). “Goal Set- mance. Dalam W.E Thomas (ed.), Read
ting as a Means of Increasing Mitivation. ing in Acounting, Budgeting and control.
Journal of Applied Phsycologi. 52 (Juni), Edisi VII, 1988, 60-80, Cinncinati, Ohip:
274-27. South-Western Publishing.
Chadra, G. (1992). The Behavioral Aspects _________. (1985). Budgeting and the Propen-
of Budgeting, Dalam H. W. Sweeny & R. sity to Create Budgetary Slank. Accoun-
Rachlin (eds), Handbook of Budgeting. ting, Organisations, and Society. Vol. 10,
New York: John Willey & Sons. 201-210.
Erez, M. & Kanfer, F. h. (1983). The Role Milani. K. (1975). The Relationship of Par-
of Goal Acceptence in Goal Setting end tisipation In Budget-Setting to Industri
Task Performance. Dalam W.E Thomas Supervisor Performance and Attitudes:
(ed), Reading in Accounting, Budgeting A. Field Study. The Accounting Review,
and Control. Edisi VII, (1988),134-150, 50 (April), 274-284.
Cincinnati, Ohio: South-Western Publis- Muslimah, S. (1998). Dampak Gaya Kepe-
hing. mimpinan, ketidakpastian Lingkungan,
Ferris, K.R. & Aranya, N. (1983). a Compa- dan Informasi Job Relevant terhadap
rison of Two Organisational Commitment perceived Youselfullness Sistem Anggar-
Scales. Personel Psychology. 36 (Sring), an. Jurnal Riset dan akuntansi Indone-
87-98. sia. Vol. 1, No. 2 (Juli).
Govindarajan, V (1986) Impact of Participati- O’Reilly, C.A. (1980). Individual and Informa-
on in the udgetary Process on Managerial tion Overloand in Organization: Is More
Attitudes and Performance: Universalis- Necessarily Better .Academy of Manage-
tic and Contingensy Perspective. Decisi- ment Journal. Desember, 684-696.
on Sciences, 17 (Fall), 496-516. Poter, L.W. Steer, R., Mowday, R., & Boulian,

94 PARTISIPASI DALAM PENGGANGGARAN DAN PRESTASI MANAJER: PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI


DAN INFORMASI JOB-RELEVANT
P. (1974), Organizational Commitment, sutas Gadja Mada.
Job SATISFATION AND Tournover among Shaub, M. K. Finn, D. W., and & Munter, P.
Psychistric Technians, Journal of Applied (1993). The Effect of Audotors Ethical
Psycology. 59 (Oktober), 603-609. sectivity. Bahavioral Research in Accoun-
Riyanto. B. (1997). Strategy. Unsertainty, ting, Vol. 5,145-169, New York: Academic
Management Accounting Systems and Press.
Performance: An Empricial Investigation Stedry, A.c. (1990). Budget Control and Cost Ba-
of A Contingency Theory in Filrm Level. havior. Englewood Cliff, N. J: Prentice Hall.
Disertasi. Philadhelpia: School of Bu- Wallace, J. E. (1995) Organizational and
siness and Management, Template Uni- Commitment in Orofesional nad Nonpro-
versity. fesional Organizations. Administratif sci-
Roekhudin (1993). Pengaruh Partisipasi dan ense Quarterly. Vol. 40, 228-225.
Instrumentalitas Anggaran terhadap Wselsch, G. a. Hilton, R. W., & Gordon, P.N.
Prestasi dan Kepuasan Kerja. Tesis. Yog- (1988). Budgeting: Proft Planning and
yakarta: Program Pasca Sarjana Uniber- Control. Edisi V, New York: Prentice-Hall.

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 95


KEMAMPUAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) MEMODERASI PENGARUH
GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) DAN PROFITABILITAS PADA NILAI
PERUSAHAAN

Sang Ayu Made Wiska1


I Gede Cahyadi Putra2
Luh Komang Merawati3
(Universitas Mahasaraswati Denpasar)
1
email: atheywhiska@gmail.com

Abstract

Company value as an investor’s view of the company’s success rate. Good corporate governance
and profitability can affect the value of the company. Beside that, corporate social responsibi-
lity strategy could provide a good corporate image to external parties and support the value of
the company. This study aimed to test and obtained empirical evidence the ability of corporate
social responsibility to moderate the influence of good corporate governance and profitability
on company value. The population are real estate and property companies listed on Indonesia
Stock Exchange in the period 2013-2015. Determination of sample using purposive sampling
technique. The analysis technique used in this research is multiple linear analysis with Mo-
derated Regression Analysis (MRA). The results showed that the variables of good corporate
governance and profitability have a positive effect on company value. However, corporate social
responsibility is statistically unable to moderate the influence of good corporate governance and
profitability on company value.

Keywords: GCG, profitability,company value,CSR

I. PENDAHULUAN temuan bahwa GCG berpengaruh negatif


Pada dasarnya, tujuan utama perusaha- terhadap nilai perusahaan. Penelitian lain-
an adalah memperoleh laba yang maksimal. nya yang dilakukan oleh Febhiant dan Set-
Perolehan laba saja tidak cukup untuk men- yaningrum (2013) menemukan bahwa GCG
jaga keberlanjutan hidup perusahaan dalam tidak mempengaruhi nilai perusahaan seca-
jangka panjang. Oleh karena itu, perusaha- ra signifikan.
an memiliki tujuan lain yaitu meningkatkan Faktor lain yang dapat mempengaruhi
nilai perusahaan yang tercermin dari harga nilai perusahaan, salah satunya adalah
sahamnya. (Haruman, 2008). Nilai perusa- profitabilitas perusahaan. Semakin tinggi
haan merupakan pandangan investor terha- profitabilitas perusahaan, semakin tinggi
dap tingkat keberhasilan perusahaan. Nilai return yang diharapkan oleh para investor,
perusahaan yang tinggi dapat meningkatkan sehingga nilai perusahaan akan mening-
kemakmuran bagi para pemegang saham, kat. Penelitian yang dilakukan oleh Saride-
sehingga para pemegang saham akan mengi- wi, dkk (2016) dan Ayuningtias (2013) me-
vestasikan modalnya pada perusahaan ter- nemukan bahwa profitabilitas berpengaruh
sebut. positif signifikan terhadap nilai perusaha-
Kepemilikan institusional, kepemilik- an. Namun, hasil yang berbeda diperoleh
an manajerial, komisaris independen, dan oleh Pranata (2004) serta Kaaro (2002) da-
komite audit sebagai mekanisme GCG ini lam Yuniasih dan Wirakusuma (2009) me-
diyakini dapat membuka jalan perusaha- nemukan bahwa profitabilitas berpengaruh
an ke arah pencapaian tujuan perusaha- negatif terhadap nilai perusahaan.
an yaitu maksimalisasi nilai perusahaan. Berdasarkan hasil yang belum konsis-
Beberapa penelitian berupaya mengetahui ten yang ditemukan pada penelitian-pene-
keterkaitan GCG dengan nilai perusahaan. litian sebelumnya tentang pengaruh GCG
Retno dan Priantinah (2012) menemukan dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan
bahwa GCG berpengaruh positif terhadap serta mengingat masih pentingnya faktor-
nilai perusahaan. Hasil yang tidak konsis- faktor yang mempengaruhi nilai perusaha-
ten ditunjukan oleh beberapa penelitian ter- an, maka penelitian ini dilakukan untuk
kait dengan GCG tersebut. Penelitian yang meneliti kembali menambahkan variabel pe-
dilakukan oleh Amanti (2012) memperoleh moderasi yaitu Corporate Social Responsibi-

96 KEMAMPUAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) MEMODERASI PENGARUH GOOD CORPORATE


GOVERNANCE (GCG) DAN PROFITABILITAS PADA NILAI PERUSAHAAN
lity (CSR). Adanya pengungkapan item CSR ka mengembangkan perusahaan kedepan.
dalam laporan keuangan diharapkan akan Hal itu dapat dijadikan sebagai wahana
menjadi nilai plus yang akan menambah ke- untuk mengonstruksi strategi perusahaan,
percayaan para investor, bahwa perusahaan terutama terkait dengan upaya memposi-
tersebut akan terus berkembang dan ber- sikan diri ditengah lingkungan masyarakat
kelanjutan (sustainable). Hal ini akan ber- yang semakin maju (Hadi, 2011). Legitimasi
dampak positif terhadap perusahaan, selain organisasi dapat dilihat sebagai sesuatu yang
membangun image yang baik di mata para diinginkan atau dicari perusahaan dari
stakeholder karena kepedulian perusahaan masyarakat. Dengan demikian, legitimasi
terhadap sosial lingkungan, juga akan me- merupakan manfaat atau sumber daya po-
naikkan laba perusahaan melalui pening- tensial bagi perusahaan untuk bertahan
katan penjualan. Dengan demikian nilai hidup atau going concern (Hadi, 2011).
profitabilitas akan tinggi, dan akan menarik Gray et. al (2001) berpendapat bah-
perhatian para investor untuk berinvestasi wa legitimasi merupakan sistem pengelo-
serta berpengaruh bagi peningkatan kinerja laan perusahaan yang berorientasi pada
saham di bursa efek. keberpihakan terhadap masyarakat (soci-
Penelitian ini menggunakan populasi ety), pemerintah, individu dan kelompok
pada perusahaan real estate dan proper- masyarakat. Untuk itu, sebagai suatu sis-
ti yang terdaftar di Bursa Efek pada tahun tem yang mengedepankan keberpihakan
2013-2015. Sektor real estate dan properti kepada society, operasi perusahaan harus
merupakan salah satu sektor yang meru- sesuai dengan harapan masyarakat. Teori
pakan ladang investasi yang memberikan legitimasi dalam bentuk umum memberikan
keuntungan bagi para investor karena nilai pandangan yang penting terhadap praktik
atau harga properti setiap tahunnya cende- pengungkapan sosial perusahaan.
rung meningkat. Selain itu, perusahaan real
estate dan Properti juga sangat terkait de- 2.3 Good Corporate Governance
ngan lingkungan dan masyarakat. Umum- Corporate governance merupakan salah
nya perusahaan real estate dan properti satu elemen penting dalam perusahaan yang
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) meliputi serangkaian hubungan antara ma-
merupakan perusahaan-perusahaan besar. najemen perusahaan, dewan komisaris, pe-
Perusahaan besar tentu menjanjikan laba megang saham, dan stakeholders lainnya.
yang lebih tinggi, oleh sebab itu banyak ca- Corporate governance menyediakan pedoman
lon investor yang tertarik pada perusahaan bagaimana mengendalikan dan mengarah-
real estate dan properti. kan perusahaan sehingga dapat memenuhi
tujuan dan sasaran yang dapat menambah
II. KAJIAN PUSTAKA DAN nilai perusahaan dan dapat bermanfaat un-
PENGEMBANGAN HIPOTESIS tuk seluruh stakeholder dalam jangka pan-
2.1 Teori Keagenan (Agency Theory) jang. Stakeholder dalam hal ini, termasuk
Teori keagenan (agency theory) menjelas- semua pihak dari dewan direksi, manaje-
kan bahwa hubungan agensi muncul ketika men, pemegang saham, karyawan dan ma-
satu orang atau lebih (principal) mempeker- syarakat. Proksi GCG yang digunakan dalam
jakan orang lain (agen) untuk memberikan penelitian ini adalah kepemilikan manajerial,
suatu jasa dan kemudian mendelegasikan kepemilikan institusional, komisaris inde-
wewenang pengambilan keputusan kepada penden dan komite audit.
agen tersebut (Jensen dan Meckling,1976).
Terjadinya konflik kepentingan antara pe- 2.4 Profitabilitas
milik dan agen karena kemungkinan agen Menurut Petronila dan Mukhlasin dalam
bertindak tidak sesuai dengan kepentingan Wahidahwati (2002) profitabilitas merupa-
prinsipal, sehingga memicu biaya keagenan. kan gambaran dari kinerja manajemen da-
Sebagai agen, manajer bertanggung jawab lam mengelola perusahaan. Ukuran profita-
secara moral untuk mengoptimalkan keun- bilitas dapat berbagai macam seperti: laba
tungan para pemilik dengan memperoleh operasi, laba bersih, tingkat pengembalian
kompensasi sesuai dengan kontrak. investasi atau aktiva, dan tingkat pengem-
balian ekuitas pemilik. Ang (1997) dalam
2.2 Teori Legitimasi Wahidahwati (2002) mengungkapkan bah-
Legitimasi masyarakat merupakan fak- wa rasio profitabilitas atau rasio rentabili-
tor strategis bagi perusahaan dalam rang- tas menunjukkan keberhasilan perusahaan

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 97


dalam menghasilkan keuntungan. Profita- 3.1 Lokasi Penelitian
bilitas dalam penelitian ini diproksikan me- Penelitian ini dilakukan pada perusaha-
lalui Return on Asset (ROA). ROA merupa- an real estate dan properti yang terdaftar
kan ukuran efektifitas perusahaan didalam di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode
menghasilkan keuntungan dengan meman- 2013-2015.
faatkan asset yang dimilikinya. ROA diukur
dengan membagi laba bersih setelah pajak 3.2 Identifikasi Variabel
dan total aktiva. Variabel-variabel yang dianalisis dalam
penelitian ini dapat diidentifikasikan, dian-
2.5 Nilai Perusahaan taranya:
Nilai perusahaan merupakan persepsi 1) Variabel bebas atau independent
investor terhadap perusahaan, yang sering variable adalah merupakan variabel yang
dikaitkan dengan harga saham. Harga sa- mempengaruhi atau yang menjadi sebab
ham yang tinggi membuat nilai perusahaan perubahannya variabel dependen atau ter-
juga tinggi. Tujuan utama perusahaan me- ikat (Sugiono, 2015: 39). Dalam penelitian
nurut theory of the firm adalah untuk me- ini yang menjadi variabel bebas adalah Good
maksimumkan kekayaan atau nilai peru- Corporate Governance (GCG) dan Profitabili-
sahaan (value of the firm) (Salvatore,2005). tas (ROA).
Memaksimalkan nilai perusahaan sangat 2) Variabel terikat atau dependent vari-
penting artinya bagi suatu perusahaan, ka- able merupakan variabel yang dipengaruhi
rena dengan memaksimalkan nilai perusa- atau yang menjadi akibat, karena adanya
haan berarti juga memaksimalkan kemak- variabel bebas (Sugiyono, 2015: 39). Dalam
muran pemegang saham yang merupakan penelitian ini yang menjadi variabel terikat
tujuan utama perusahaan. adalah nilai perusahaan pada perusahaan
real estate dan properti yang terdaftar di
2.6 Corporate Social Responsibility (CSR) bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2013-
Menurut Boone dan Kurtz (2007) dalam 2015.
Harmoni dan Andriyani (2008), pengertian 3) Variabel moderasi adalah variabel
tanggung jawab sosial (social responsibility) yang mempengaruhi (memperkuat atau
secara umum adalah dukungan manaje- memperlemah) hubungan langsung antara
men terhadap kewajiban untuk memper- variabel independen dengan variabel de-
timbangkan laba, kepuasan pelanggan dan penden (Sugiyono, 2015: 39). Variabel mo-
kesejahteraan masyarakat secara setara derasi dalam penelitian ini adalah Corporate
dalam mengevaluasi kinerja perusahaan. Social Responsibility (CSR).
Milne (1996) dalam Setianingrum (2015),
menyatakan bahwa corporate social responsi- 3.3 Definisi Operasional Variabel
bility merupakan proses pengkomunikasian 1) Nilai Perusahaan (Y)
dampak sosial dan lingkungan dari kegiat- Menurut Hardi dan Hanung (2007) da-
an ekonomi organisasi terhadap kelompok lam Nica (2010) nilai perusahaan adalah ni-
khusus yang berkepentingan dan terhadap lai jual perusahaan atau nilai tumbuh dari
masyarakat keseluruhan. Standar pengung- pemegang saham, karena nilai perusahaan
kapan CSR yang berkembang di Indonesia akan tercrmin dari harga pasar sahamnya.
adalah merujuk standar yang dikembang- Dalam penelitian ini nilai perusahaan diukur
kan oleh Global Reporting Initiatives (GRI). dengan menggunakan Price to Book Value
(PBV). Rumus dari PBV (Brigham dan Ehr-
2.7 Hipotesis hardt, 2006) adalah:
H1: GCG berpengaruh positif pada nilai
perusahaan Harga Pasar Per Lembar Saham
H2: Profitabilitas berpengaruh positif PBV =
pada nilai perusahaan Nilai Buku Per Lembar Saham
H3: CSR berpengaruh positif pada hubung-
an antara GCG dan nilai perusahaan 2) Good Corporate Governance (X1)
H4: CSR berpengaruh positif pada hu- Good Corporate Governance dalam pene-
bungan antara profitabilitas dengan nilai litian ini diukur menggunakan proksi kepe-
perusahaan milikan manajerial, kepemilikan institusio-
nal, komisaris independen dan komite audit.
III. METODE PENELITIAN Rumus perhitungannya adalah:

98 KEMAMPUAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) MEMODERASI PENGARUH GOOD CORPORATE


GOVERNANCE (GCG) DAN PROFITABILITAS PADA NILAI PERUSAHAAN
∑ Saham yang Dimiliki Manajemen Corporate Social Responsibilily Disclosure In-
KM = x 100% dex (CSRDI) berdasarkan Global Reporting
∑ Saham yang Beredar Initiatives (GRI) generation 3.1 yaitu:

∑ Saham yang Dimiliki Institusi ∑ Xij


KI = x 100% CSRDIj =
∑ Saham yang Beredar nj
Keterangan:
∑ Komisaris Independen CSRDIj = Corporate Social Responsibility
IN = x 100% Disclosure Index Perusahaan j
∑ Anggota Dewan Komisaris ∑Xij = Jumlah item yang digunakan, dummy
variable:1 = jika item i diungkapkan dan 0 =
KA= ∑ Komite Audit jika item i tidak diungkapkan
nj = Jumlah item untuk perusahaan, n ≤ 84
3) Profitabilitas (X2)
Dalam penelitian ini profitabilitas diukur 3.4 Metode Penentuan Sampel
dengan mengunakan rumus Return on Assets Teknik pengambilan sampel yang digu-
(ROA). ROA menunjukan kemampuan peru- nakan adalah non probability sampling. Non
sahaan dalam menghasilkan laba dari aktiva probability sampling adalah teknik pengam-
yang digunakan. Rumus profitabilitas, yaitu: bilan sampel yang tidak memberikan pelu-
ang yang sama pada setiap anggota populasi
Laba Bersih setelah Pajak untuk dipilih sebagai sampel penelitian.
ROA = x 100% Teknik yang diguanakan dalam non pro-
Total Asset bability sampling adalah teknik purposive
sampling, yakni teknik penentuan sampel
4) Corporate Social Responsibility (CSR) dengan pertimbangan tertentu. Sehingga
Menurut Untung (2008), Corporate Social sampel yang diperoleh adalah 15 perusaha-
Responsibility (CSR) adalah komitmen perusa- an dengan pertimbangan sebagai berikut:
haan atau dunia bisnis untuk berkontribusi 1) Perusahaan real estate dan properti
dalam pengembangan ekonomi yang berkelan- yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan
jutan dengan memperhatikan tanggung jawab mempublikasikan laporan keuangan tahun
sosial perusahaan yang menitikberatkan pada 2013-2015.
keseimbangan antara perhatian terhadap as- 2) Memiliki periode laporan keuangan
pek ekonomis, sosial, dan lingkungan. yang berakhir 31 Desember.
Dalam penelitian ini menurut Permana 3) Data-data mengenai variabel yang
(2013) CSR diukur dalam jumlah pengung- akan diteliti tersedia lengkap dalam laporan
kapan CSR dengan menggunakan proksi keuangan.

Tabel 3.1
Ringkasan Perolehan Sampel Penelitian
No Keterangan Jumlah
Perusahaan real estate dan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan
1 49
mempublikasikan laporan keungan tahun 2013-2015
2 Tidak memiliki periode laporan keuangan yang berakhir 31 Desember (0)
Data-data mengenai variabel yang akan diteliti tidak tersedia lengkap dalam laporan
3 (34)
keuangan
4 Jumlah perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini 15

3.5 Metode Pengumpulan Data diamati (Sugiyono, 2015: 145). Pada pene-
Metode pengumpulan data yang digu- litian ini peneliti melakukan pengamatan
nakan adalah metode observasi non parti- pada data yang bersumber dari situs resmi
sipan yaitu pengamatan terhadap suatu Bursa Efek Indonesia, hasil-hasil peneliti-
objek yang tidak melibatkan peneliti dalam an sebelumnya, dan berbagai jurnal akun-
mengumpulkan data pada kegiatan yang tansi yang berkaitan dengan penelitian ini.

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 99


3.6 Teknik Analisis Data gunakan sebagai aplikasi dari regresi linier
3.6.1Uji Statistik Deskriptif berganda (perkalian dua atau lebih variabel
Menurut Sugiyono (2015: 147) statistik independen) yang mempunyai unsur interak-
deskriptif adalah statistik yang digunakan si, dengan persamaan sebagai berikut adalah:
untuk menganalisa data dengan cara men-
deskripsikan atau menggambarkan data NP = α + β1CG + β2ROA + β3CSR +
yang telah terkumpul sebagaimana adanya β4CG*CSR + β5ROA*CSR + e
tanpa bermagsud membuat kesimpulan Keterangan:
yang berlaku untuk umum atau generalisasi. NP = nilai perusahaan
α = konstanta
3.6.2 Analisis Faktor β1 – β5 = koefisien regresi
Tujuan utama dari analisis faktor ada- CG = good corporate governance
lah mendefinisikan struktur suatu data ROA = profitabilitas
matrik dan menganalisis struktur saling CSR = corporate social reponsibility
hubungan (korelasi) antar sejumlah besar CG*CSR = intraksi antara good corporate
variabel (test scire, test item, jawaban ku- governance dan CSR
esioner) dengan cara mendefinisikan satu ROA*CSR = interaksi antara profitabilitas
set kesamaan variabel atau dimensi dan dan CSR
sering disebut dengan faktor atau kompo- e = eror
nen. Jadi analisis faktor atau komponen
ingin menentukan suatu cara meringkas 3.8.5 Menilai Kelayakan Model
(summarize) informasi yang ada dalam va- 1) Koefisien Determinasi (Adjusted R2)
riabel asli (awal) menjadi satu set dimensi Koefisien determinasi pada intinya
baru atau variate (Ghozali, 2016: 377). mengukur seberapa jauh kemampuan model
Analisis faktor dalam penelitian ini digu- dalam menerangkan variasi variabel depen-
nakan untuk mereduksi variabel independen den (Ghozali, 2016: 95). Nilai koefisien de-
yaitu kepemilikan manajerial, kepemilikan terminasi adalah antara nol dan satu. Nilai
institusional, komisaris independen, dan ko- yang kecil berarti kemampuan variabel-vari-
mite audit menjadi satu faktor yang diberi abel independen dalam menjelaskan variasi
nama Good Corporate Governance (CG) ser- variabel dependen amat terbatas. Nilai yang
ta menghitung skor faktor yang akan digu- mendekati satu berarti variabel-variabel in-
nakan dalam analisi regresi. Penelitian ini dependen memberikan hampir semua infor-
menggunakan Confirmatory Factor Analiysis masi yang dibutuhkan untuk memprediksi
(CFA), yaitu analisis faktor yang digunakan variasi variabel dependen. Dalam penelitian
untuk mengiji apakah suatu konstruk mem- ini koefisien determinasi diukur dengan Ad-
punyai unidimensionalitas atau apakah in- justed R2.
dikator-indikator yang digunakan dapat
mengkonfirmasikan sebuah konstruk atau 2) Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik
variabel (Ghozali, 2016: 55). Asumsi yang F)
mendasari dapat tidaknya digunakan ana- Uji simultan pada dasarnya menunjuk-
lisi faktor adalah data matrik harus memiliki an apakah semua variabel independen atau
korelasi yang cukup dan nilai KMO (Kaiser- bebas yang dimasukan dalam model mempu-
Meyer-Olkin) yang dikehendaki harus > 0.5. nyai pengaruh bersama-sama terhadap varia-
bel dependen atau terikat (Ghozali, 2016: 96).
3.6.3 Uji Asumsi Klasik Hasil uji statistik F dapat diketahui dari tabel
Model regresi yang baik adalah model re- analisis varians (ANOVA). Untuk menguji ke-
gresi yang terbebas dari masalah normalitas benaran koefisien regresi secara keseluruhan,
data, multikolineritas, heteroskedastisidas, nilai F hitung dibandingkan dengan tingkat
dan autokorelasi. Untuk itu, maka perlu di- signifikansi 5% atau 0,05. Jika sig < 0,05,
lakukan pengujian terhada model regresi maka ada pengaruh secara bersama-sama
yang akan digunakan pada penelitian. Ada- variabel independen pada variabel dependen
pun pengujian tersebut terdiri dari uji nor- atau model fit dengan data observasinya.
malitas, heteroskedastisitas, multikolineari-
tas dan uji autokorelasi. 3) Uji Signifikan Parameter Induvidu
(Uji Statistik t)
3.6.4 Moderated Regression Analysis Uji statistik t pada dasarnya menunjuk-
Moderated Regression Analysis (MRA) di- an seberapa jauh pengaruh satu variabel

100 KEMAMPUAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) MEMODERASI PENGARUH GOOD CORPORATE
GOVERNANCE (GCG) DAN PROFITABILITAS PADA NILAI PERUSAHAAN
penjelasan atau independen secara induvi- Berdasarkan Tabel 4.2 terlihat bahwa dari
dual dalam menerangkan variasi variabel de- empat variabel yang akan dianalisis, terdapat
penden (Ghozali, 2016: 97). Dasar pengam- tiga variabel yang memiliki nilai Measures of
bilan keputusan adalah dengan melihat nilai Sampling Adequacy (MSA) < 0,5 yaitu varia-
signifikansi t masing-masing variabel pada bel kepemilikan manajerial (KM), kepemilikan
output hasil regresi menggunakan SPSS de- institusional (KI), dan komisaris independen
ngan level signifikasi 0,05 (α = 5%). Jika nilai (IN). Karena terdapat tiga variabel yang nilai
signifikansi lebih besar dari α maka hipotesis MSA nya < 0,5 maka variabel yang akan di-
ditolak, artinya variabel independen secara keluarkan adalah variabel yang memiliki nilai
parsial tidak berpengaruh terhadap variabel MSA paling kecil yaitu variabel kepemilikan
dependen. manajerial (KM) sebesar 0,308. Selanjutnya
dilakukan pengujian ulang terhadap ketiga
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN variabel lainnya. Adapun hasil KMO and Bart-
4.1 Analisis Faktor lett’s Test setelah variabel kepemilikan mana-
Analisis faktor digunakan untuk men- jerial (KM) dikeluarkan pada Tabel 4.3 sebagai
definisikan struktur suatu data matrik dan berikut:
menganalisis struktur saling hubungan (ko-
relasi) antar sejumlah besar variabel (test Tabel 4.3
scire, test item, jawaban kuesioner) dengan Hasil Uji Kaiser-Mayers-Olkin dan
cara mendefinisikan satu set kesamaan va- Bartlett’s (Analisis II)
riabel atau dimensi dan sering disebut de-
ngan faktor atau komponen. Asumsi yang KMO and Bartlett's Test
KMO and Bartlett's Test
mendasari dapat tidaknya digunakan ana- Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling
lisi faktor adalah data matrik harus memi- Adequacy. ,625
liki korelasi yang cukup dan nilai KMO (Ka-
Bartlett's Test of Approx. Chi-Square 12,413
iser-Meyer-Olkin) yang dikehendaki harus > Sphericity df 3
0.5. Sig. ,006

Tabel 4.1 Berdasarkan Tabel 4.3, nilai KMO me-


Hasil Uji Kaiser-Mayers-Olkin dan ningkat menjadi 0,625 > dari 0,5 dan tingkat
Bartlett’s (Analisis I) signifikansi 0,006 < 0,05 menunjukan bahwa
syarat kecukupan data terpenuhi.
KMO and
KMO andBartlett's Test
Bartlett's Test
Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling 4.2 Uji Asumsi Klasik
Adequacy. ,419
4.2.1 Uji Normalitas
Bartlett's Test of
Sphericity
Approx. Chi-Square 27,149 Uji normalitas digunakan untuk meng-
df 6
Sig. ,000
uji apakah residual dari persamaan regresi
mempunyai distribusi normal atau tidak.
Berdasarkan Tabel 4.1 nilai KMO yang Model regresi yang baik memiliki ditribusi
dihasilkan sebesar 0,419 < 0,5. Hal terse- normal atau mendekati normal. Metode yang
but berarti syarat kecukupan data tidak di- digunakan dalam menguji normalitas adalah
penuhi. Selanjutnya dilakukan pengecekan One-Sample Kolmogarov-Smirnov Test dapat
Anti Image Matrices untuk mengeluarkan dilihat pada Tabel 4.4 sebagai berikut:
salah satu variabel yang secara parsial tidak
layak untuk dianalisis, yaitu sebagai berikut: Tabel 4.4
Hasil Uji Normalitas
Tabel 4.2 Asymp.
Model K-S Z
Hasil Uji Anti-Image Matrices (Analisis I) Sig.
NP = α + β1CG + β2ROA + β3CSR +
1,135 0,152
Anti-Image Matrices
Anti-image Matrices
β4CG*CSR + β5ROA*CSR + e
KM KI IN KA
Anti-image Covariance KM
KI
,701
,285
,285
,661
,331
,295
,065
-,151
Hasil uji normalitas dengan menggu-
IN ,331 ,295 ,630 ,134 nakan Kolmogarov-Smirnov Test pada Tabel
KA ,065 -,151 ,134 ,860
Anti-image Correlation KM ,308a ,419 ,497 ,084 4.4 menunjukan bahwa Asymp.Sig (2-tailed)
KI
IN
,419
,497
,429a
,457
,457
,402a
-,200
,182
sebesar 0,152 > 0,05 sehingga disimpulkan
KA ,084 -,200 ,182 ,701a data residual terdistribusi secara normal
a. Measures of Sampling Adequacy(MSA)
atau asumsi normalitas terpenuhi.

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 101
4.2.2 Uji Heteroskedastisitas 4.2.4 Uji Autokorelasi
Uji heteroskedastisistas dilakukan un- Uji autokorelasi dilakukan untuk meng-
tuk mengetahui bahwa pada model regresi uji apakah dalam model regresi ada korelasi
terjadi ketidaksamaan varian. Untuk men- kesalahan pada periode t dengan periode t-1
deteksi ada atau tidaknya heteroskedasti- (sebelumnya). Pengujian autokorelasi dilaku-
sitas digunakan model Glejser. Hasil uji he- kan melalui Durbin Watson Test, dimana mo-
teroskedastisitas dapat dilihat pada Tabel del regresi dikatakan terbebas dari autoko-
4.5 sebagai berikut: relasi apabila sesuai dengan kriteria du < dw
< (4-du). Hasil uji autokorelasi dapat dilihat
Tabel 4.5 pada Tabel 4.7 sebagai berikut:
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Variabel B T Sig. Tabel 4.7
Hasil Uji Autokorelasi
α 2,170 0,904 0,372
CG -0,163 -0,474 0,638 Durbin-
Model
ROA 0,031 0,276 0,784 Watson
CSR -3,651 -0,474 0,638 NP = α + β1CG + β2ROA + β3CSR + 1,949
CG*CSR 0,009 0,130 0,897 β4CG*CSR + β5ROA*CSR + e
ROA*CSR -0,026 -0,077 0,939
Hasil pengujian pada Tabel 4.7 menun-
Berdasarkan uji heterokesdastisitas jukan bahwa nilai dw sebesar 1,949 dimana
pada Tabel 4.5 memperlihatkan hasil yang nilai du didapatkan dari tabel statistik Durbin
diperoleh bebas dari heteroskedastisitas ka- Watson dengan banyaknya observasi (n) se-
rena semua variabel memiliki nilai signifi- banyak 45 observasi dan banyaknya variabel
kansi lebih besar dari 0,05. bebas (k’) yaitu 5 variabel, sehingga dida-
patkan du sebesar 1,776. Dengan demikian
4.2.3 Uji Multikolinieritas hasil uji autokorelasi dengan kriteria du < dw
Uji multikolinieritas bertujuan untuk < (4-du) adalah 1,776 < 1,949 < 2,224. Hasil
menguji apakah model regresi ditemukan ini membuktikan bahwa model regresi yang
adanya korelasi antar variabel bebas (inde- disusun bebas dari autokorelasi.
penden). Model regresi yang baik seharus-
nya tidak terjadi kolerasi diantara variabel 4.3 Moderated Regression Analysis
independen. Untuk menditeksi ada tidaknya Penelitian ini menggunakan Moderated
multikolinieritas maka dapat dilihat dari tole- Regression Analysisi (MRA) dalam model
rance dan variance inflation factor (VIF). Bila persamaan regresi linier berganda untuk
tolerance > 0,10 atau 10% dan nilai VIF < mengetahui kemampuan CSR memoderasi
dari 10 berarti tidak terjadi multikolinieritas. pengaruh GCG dan profitabilitas pada nilai
Hasil uji multikolinieritas dapat dilihat pada perusahaan. Hasil uji interaksi dalam peneli-
Tabel 4.6 sebagai berikut: tian ini dapat dilihat pada Tabel 4.8 sebagai
berikut:
Tabel 4.6
Hasil Uji Multikolinieritas Tabel 4.8
Hasil Uji Moderated Regression Analysis
Collinearity Statistics (MRA)
Variabel
Tolerance VIF Variabel B t Sig.
CG 0,247 4,050 α 0,569 0,656 0,515
ROA 0,282 3,551 CG 0,344 2,808 0,008
CSR 0,749 1,334 ROA 0,084 2,095 0,043
CG*CSR 0,354 2,821 CSR 1,694 0,612 0,544
ROA*CSR 0,426 2,348 CG*CSR -0,037 -1,519 0,137
ROA*CSR -0,032 -0,263 0,794
Berdasarkan uji multikolinieriras pada
Tabel 4.6 diperoleh nilai tolerance masing- Berdasarkan hasil yang diperoleh dari
masing variabel independen lebih besar dari hasil analisis pada Tabel 5.12 diketahui
10% atau 0,10 dan VIF kurang dari 10 maka persamaan regresi sebagai berikut:
hasil tersebut tidak menunjukan adanya NP = 0,569 +0,344CG + 0,084ROA +
multikolinieritas. 1,694CSR – 0,037CG*CSR – 0,032ROA*CSR

102 KEMAMPUAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) MEMODERASI PENGARUH GOOD CORPORATE
GOVERNANCE (GCG) DAN PROFITABILITAS PADA NILAI PERUSAHAAN
4.4 Menilai Kelayakan Model CSR, dan interaksi profitabilitis dengan CSR
4.4.1 Koefisien Determinasi (Adjusted R2) berpengaruh signifikan pada nilai perusaha-
Koefisien determinasi digunakan untuk an. Dengan demikian, persamaan model re-
mengukur kemampuan model dalam mene- gresi ini bersifat fit atau layak digunakan.
rangkan variasi variabel dependen. Koefisien
determinasi pada penelitian ini diukur de- 4.4.3 Uji Signifikansi Parameter Induvidu
ngan menggunakan Adjusted R Square. Hasil (Uji Statistik t)
uji koefisien determinasi dapat dilihat pada Uji statistik t dilakukan untuk mengeta-
Tabel 4.9 sebagai berikut: hui seberapa besar pengaruh variabel inde-
penden terhadap variabel dependen secara
Tabel 4.9 parsial. Uji ini dilakukan dengan memban-
Hasil Uji Koefisien Determinasi dingkan nilai signifikansi yang dihasilkan
Adjusted dengan α=0,05. Hasil uji statistik t dapat di-
Model lihat pada Tabel 4.8 yang terdapat pada hasil
R Square
NP = α + β1CG + β2ROA + β3CSR MRA yang dapat menunjukkan bahwa hasil
0,493 masing-masing variabel independen terha-
+ β4CG*CSR + β5ROA*CSR + e
dap variabel dependen serta pengaruh dari
variabel moderasi adalah sebagai berikut:
Berdasarkan Tabel 4.9 dapat dilihat koe- 1) Pengaruh Good Corporate Governance
fisien determinasi model regresi ini diperoleh pada Nilai Perusahaan
nilai adjusted R square sebesar 0,493 atau Hipotesis pertama (H1) adalah GCG ber-
49,3 persen, artinya bahwa variasi dari nilai pengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
perusahaan mampu dijelaskan sebesar 49,3 Dari hasil pengujian analisis regresi menun-
persen oleh GCG, profitabilitas, CSR, inter- jukan bahwa variabel GCG memiliki nilai t
aksi GCG dengan CSR, dan interaksi pro- hitung sebesar 2,808 terhadap nilai perusa-
fitabilitas dengan CSR sedangkan sisanya haan dengan signifikansi 0,008 yang lebih
sebesar 50,7 persen dipengaruhi oleh faktor- kecil dari α = 0,05. Ini berarti bahwa variabel
faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam GCG berpengaruh positif terhadap nilai per-
model. usahaan, dapat disimpulkan bahwa H1 dite-
rima.
4.4.2 Uji Signifikansi Simultan (Uji Statis- 2) Pengaruh Profitabilitas pada Nilai Per-
tik F) usahaan
Uji pengaruh simultan digunakan untuk Hipotesis kedua (H2) adalah profitabilitas
mengetahui apakah variabel independen se- berpengaruh positif terhadap nilai perusaha-
cara bersama-sama atau simultan mempe- an. Dari hasil pengujian analisis regresi me-
ngaruhi variabel dependen. Adanya kriteria nunjukan bahwa variabel profitabilitas me-
pengambilan keputusan yang digunakan miliki nilai t hitung sebesar 2,095 terhadap
adalah jika probabilitas signifikansi < 0,05 nilai perusahaan dengan signifikansi 0,043
maka variabel independen secara simultan yang lebih kecil dari α = 0,05. Ini berarti bah-
atau secara bersama-sama berpengaruh ter- wa variabel profitabilitas berpengaruh positif
hadap variabel dependen. Hasil uji statistik F terhadap nilai perusahaan, dapat disimpul-
dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel kan bahwa H2 diterima.
4.10 berikut: 1) Pengaruh CSR pada Hubungan Anta-
ra GCG dengan Nilai Perusahaan
Tabel 4.10 Hipotesis ketiga (H3) adalah CSR berpe-
Hasil Uji Statistik F ngaruh positif pada hubungan antara GCG
Model F Sig. dengan nilai perusahaan. Dari hasil penguji-
an analisis regresi menunjukan bahwa nilai
NP = α + β1CG + β2ROA
+ β3CSR + β4CG*CSR + 9,558 0,000a t hitung sebesar -1,519 dengan signifikansi
β5ROA*CSR + e 0,137 yang lebih besar dari α = 0,05. Ini ber-
arti bahwa variabel CSR tidak berpengaruh
Berdasarkan hasil uji statistik F pada pada hubungan antara GCG dengan nilai
Tabel 4.10 menunjukan nilai F sebesar 9,558 perusahaan,dapat disimpulkan bahwa H3 di-
dengan signifikansi sebesar 0,000. Dengan tolak.
nilai signifikansi < 0,05, berarti bahwa seca- 2) Pengaruh CSR pada Hubungan Anta-
ra bersama-sama variabel bebas yaitu GCG, ra Profitabilitas dengan Nilai Perusahaan
profitabilitas, CSR, interaksi GCG dengan Hipotesis keempat (H4) adalah CSR ber-

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 103
pengaruh positif pada hubungan antara bahwa perusahaan menghasilkan dalam
profitabilitas dengan nilai perusahaan. Dari kondisi yang menguntungkan. Hal ini men-
hasil pengujian analisis regresi menunjukan jadi daya tarik investor untuk memiliki sa-
bahwa nilai t hitung sebesar -0,263 dengan ham perusahaan. Permintaan saham yang
signifikansi 0,794 yang lebih besar dari α = tinggi akan membuat para investor meng-
0,05. Ini berarti bahwa variabel CSR tidak hargai nilai saham lebih besar dari pada ni-
berpengaruh pada hubungan antara profi- lai yang tercatat pada neraca perusahaan,
tabilitas dengan nilai perusahaan, dapat di- sehingga PBV perusahaan tinggi dan nilai
simpulkan bahwa H4 ditolak. perusahaan pun tinggi. Dengan demikian
maka profitabilitas memiliki pengaruh positif
4.5 Pembahasan Hasil Penelitian terhadap nilai perusahaan.
4.5.1 Pengaruh Good Corporate Hasil penelitian ini sejalan dengan ha-
Governance pada Nilai Perusahaan sil penelitian yang dilakukan oleh Deriya-
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa so (2014), Septia (2015), dan Setianingrum
semakin tinggi GCG maka akan menyebab- (2015) yang menyatakan profitabilitas ber-
kan semakin meningkatnya nilai perusaha- pengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
an. Implementasi penerapan GCG yang ba- Hasil penelitian ini tidak mendukung peneli-
gus menandakan bahwa perusahaan sudah tian yang dilakukan oleh Pranata (2004) serta
dikelola dengan efisien sesuai dengan kei- Kaaro (2002) yang menyatakan profitabilitas
nginan pemegang saham. Beberapa hal yang berpengaruh negatif pada nilai perusahaan.
dapat menyebabkan corporate governance
berpengaruh pada nilai perusahaan yaitu: 4.5.3Pengaruh CSR pada Hubungan
(1) tingginya kesadaran perusahaan untuk Antara GCG dengan Nilai Perusahaan
menerapkan GCG sebagai suatu kebutuhan, Hasil penelitian ini menunjukkan bah-
bukan sekedar kepatuhan terhadap regulasi wa CSR tidak mampu memoderasi hubung-
yang ada, (2) manajemen perusahaan terta- an antara GCG dan nilai perusahaan. Peng-
rik manfaat jangka panjang penerapan GCG, ungkapan CSR yang menunjukan kontribusi
(3) meningkatnya kepemilikan saham oleh perusahaan terhadap masyarakat ternyata
manajemen dan investor institusi menye- tidak dapat mempengaruhi hubungan antara
babkan tekanan kepada perusahaan untuk GCG dengan nilai perusahaan. Adanya peran
menerapkan GCG pun semakin besar, (4) ke- GCG yang baik di perusahaan dinilai sudah
beradaan dewan komisaris dan komite audit cukup membuat para investor tertarik me-
dalam perusahaan dapat memantau perusa- nanamkan modalnya pada perusahaan yang
haan dalam melaksanakan GCG, (5) unsur nantinya akan berpengaruh pada peningkat-
budaya yang berkembang di lingkungan usa- an nilai perusahaan, sehingga adanya CSR
ha nasional sangat menunjang perkembang- tidak mampu memoderasi hubungan antara
an penerapan GCG. GCG dengan nilai perusahaan. Hal tersebut
Hasil penelitian ini sejalan dengan ha- juga mungkin karena terdapat anggapan
sil penelitian yang dilakukan oleh Retno bahwa para investor tidak akan memper-
dan Prianditah (2012) dan Julianti (2015) dulikan pengungkapan CSR karena mereka
yang menyatakan GCG berpengaruh positif menganggap bahwa semua perusahaan real
pada nilai perusahaan. Hasil penelitian ini estate dan properti telah mengungkapkan
tidak mendukung penelitian yang dilakukan CSR dengan baik, mengikuti ketentuan yang
oleh Amanti (2012) yang menemukan GCG terdapat pada undang – undang tentang Per-
berpengaruh negatif pada nilai perusahaan. seroan Terbatas yaitu UU No 40 Tahun 2007.
Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Penelitian ini mendukung penelitian Amanti
Febhiant dan Setyaningrum (2013) menemu- (2012) yang menunjukkan CSR tidak mam-
kan bahwa GCG tidak berpengaruh pada ni- pu memoderasi pengaruh GCG pada nilai
lai perrusahaan. perusahaan.

4.5.2 Pengaruh Profitabilitas pada Nilai 4.54 Pengaruh CSR pada Hubungan
Perusahaan Antara Profitabilitas dengan Nilai
Hasil penelitian ini menunjukkan bah- Perusahaan
wa semakin tinggi profitabilitas maka akan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
menyebabkan semakin meningkatnya nilai CSR tidak mampu memoderasi hubungan
perusahaan. Profitabilitas yang tinggi akan antara profitabilitas dengan nilai perusahaan.
memberikan sinyal positif bagi investor Ketidaksesuaian dengan teori ini disebabkan

104 KEMAMPUAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) MEMODERASI PENGARUH GOOD CORPORATE
GOVERNANCE (GCG) DAN PROFITABILITAS PADA NILAI PERUSAHAAN
oleh rendahnya kualitas pengungkapan CSR 5.5 Saran
pada perusahaan real estate dan properti Penelitian ini memiliki keterbatasan
yang terdaftar di BEI. Hal ini dapat dilihat dari yang dapat diperbaiki dalam penelitian se-
presentase CSR yang dibawah nilai 50 persen. lanjutnya. Keterbatasan dalam penelitian
Adanya profitabilitas yang tinggi dinilai sudah ini adalah penggunaan indikator GRI selain
cukup untuk meningkatkan nilai perusaha- memiliki keunggulan, namun juga memiliki
an. Selain itu dalam UU Perseroan Terbatas kelemahan, yaitu perusahaan tidak sepe-
No. 40 Tahun 2007 mengenai tanggung ja- nuhnya dapat mengiplementasikan seluruh
wab sosial dan lingkungan disebutkan bahwa item-item yang terdapat dalam GRI, hal ter-
perseroan menjalankan kegiatan usahanya sebut dikarenakan GRI merupakan pedoman
dibidang dan/atau berkaitan dengan sumber internasional dalam laporan keberlanjutan,
daya alam wajib melaksanakan tanggung ja- yang tidak seluruhnya dapat dimplementa-
wab sosial dan lingkungan. Terdapat indikasi sikan di Indonesia karena perbedaan budaya
bahwa para investor tidak perlu melihat peng- dan adat istiadat. Saran -saran yang dapat
ungkapan CSR yang dilakukan oleh perusa- disampaikan bagi peneliti selanjutnya dan
haan, karena terdapat jaminan yang tertera perusahaan adalah:
pada UU Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 1) Penelitian selanjutnya dapat menggu-
2007, bahwa perusahaan pasti melaksana- nakan populasi yang berbeda untuk mem-
kan CSR dan pengungkapanya, karena apa- buktikan apakah pengungkapan tanggung
bila perusahaan tidak melaksanakan CSR, jawab sosial perusahaan mampu menjadi
maka perusahaan akan terkena sanksi sesu- variabel pemoderasi, misalnya sektor pertam-
ai dengan peraturan perundang-undangan. bangan yang terdiri dari perusahaan-perusa-
Hal ini mungkin yang menyebabkan investor haan yang memiliki GCG yang baik dengan
tidak merespon atas pengungkapan CSR yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan
telah dilakukan. hidup.
Penelitian ini mendukung penelitian Ko- 2) Tidak seluruh perusahaan yang ter-
mariyah (2015) yang menunjukkan CSR ti- daftar di real estate dan properti mengung-
dak mampu memoderasi pengaruh profitabi- kapkan informasi mengenai tanggung jawab
litas pada nilai perusahaan. Hasil penelitian sosial secara terpisah melalui sustainability
ini tidak mendukung penelitian yang dilaku- report, diharapkan perusahaan dapat meng-
kan oleh Yuniasih dan Wirakusuma (2009) ungkapkan informasi mengenai tanggung
yang menunjukkan bahwa CSR mampu me- jawab perusahaan secara terpisah dalam
moderasi hubungan antara profitabilitas de- sustainability report agar informasi tersebut
ngan nilai perusahaan. dapat direspon secara baik dan positif oleh
stakeholder.
5 PENUTUP
5.4 Simpulan DAFTAR PUSTAKA
Tujuan penelitian ini adalah untuk Amanti, Lutfilah. 2012. Pengaruh Good Cor-
menguji dan memperoleh bukti empiris pe- porate Governance Terhadap Nilai Peru-
ngaruh GCG dan profitabilitas pada nilai sahaan dengan Pengungkapan Corporate
perusahaan, serta pengaruh CSR pada hu- Social Responsibility sebagai Variabel Pe-
bungan antara GCG dan profitabilitas de- moderasi (Studi Kasus pada Perusahaan
ngan nilai perusahaan. Pemilihan sampel Rokok yang Terdaftar di Bursa Efek Indo-
dengan menggunakan teknik purposive sam- nesia). AKTUAL. Vol. 1 (1). Universitas Ne-
pling dan diperoleh sebanyak 15 perusaha- geri Surabaya.
an real estate dan kontruksi yang memenuhi Ayuningtyas, Dwi. 2013. Pengaruh Profita-
kriteria sampel. Teknik analisis data dalam bilitas Terhadap Nilai Perusahaan: Kebi-
penelitian ini menggunakan modereted re- jakan Deviden dan Kesempatan Investasi
gression analysis. sebagai Variabel Antara. Jurnal Ekonomi
Berdasarkan hasil analisis dalam bab Keuangan (EKUITAS). Vol. 1 (1). STIESIA
sebelumnya maka dapat disimpulkan bah- Surabaya.
wa GCG dan profabilitas yang diproksikan Chan, Kam.C and Joanmen Li. 2008. Au-
dengan ROA berpengaruh positif terhadap diting Committee and Firm Value: Evi-
nilai perusahaan. Sedangkan CSR tidak ber- dence on Outside Top Executive as
pengaruh pada hubungan antara GCG dan Expert-Independent Directors. Corporate
profitabilitas dengan nilai perusahaan. Governance: An International Riview. Vol.
16 (1).

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 105
Deriyaso, Irvan. 2014. Pengaruh Profitabili- Permana, Desak Made Riza Amelia. 2013. Ke-
tas Terhadap Nilai Perusahaan dengan mampuan Pengungkapan Tanggung Ja-
Corporate Sosial Responsibility sebagai wab Sosial Perusahaan dalam Memode-
Variabel Moderating (Studi Empiris pada rasi Hubungan antara Kinerja Keuangan
Perusahaan Manufaktur yang terdaftar dengan Nilai Perusahaan yang Terdaftar di
di Bursa Efek Indonesia). Skripsi. Fakul- Indeks Kompas 100. Tesis. Fakultas Eko-
tas Ekonomi UNDIP Semarang. nomi dan Bisnis Universitas Udayana.
Febhiant, Cindy dan Dyah Setyaningrum. Purwaningtyas, Frysa Praditha. 2011. Ana-
2013. Pengaruh Corporate Governance lisis Pengaruh Mekanisme Good Corpo-
dan Kepemilikan Keluarga Terhadap Ni- rate Governance terhadap Nilai Perusa-
lai Perusahaan (Studi Empiris Perusa- haan (Studi Empiris pada Perusahaan
haan Manufaktur yang terdaftar di Bur- Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek
sa Efek Indonesia Periode 2010-2011). Indonesia tahun 2007-2009). Jurnal Ma-
Jurnal Akuntansi Universitas Indonesia najemen, Akuntansi dan Sistem Informasi
(JARI). Universitas Indonesia Jakarta. (MAKSI). Universitas Diponogoro Sema-
Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Mul- rang.
tivariete dengan Program IBM SPSS 23. Retno, Reny Dyah dan Denies Priantinah.
Edisi 8.Semarang: Badan Penerbit Uni- 2012. Pengaruh Good Corporate Gover-
versitas Diponogoro. nance dan Pengungkapan Corporate So-
Gray, R, et. Al. 2001. Social and Environ- cial responsibility Terhadap Nilai Peru-
mental Dislosure and Corporate Charac- sahaan (Studi Empiris pada Perusahaan
teristic: A Reserch Note and Extention. yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Jurnal Businees Finance and Accounting. Peroade 2007-2010). Jurnal Nominal.
Vol. 28 (3). Vol. 1 (1). Universitas Negeri Yogyakarta.
Hadi, Nor. 2011. Corporate Social Responsibi- Saridewi, Sisca Pradntyamita, Gede Putu
lity. Yogyakarta: Graha Ilmu. Agus Jana Susila, dan Fridayana Yudiat-
Harmoni, Ati dan Ade Andriyani. 2008. Peng- maja. 2016. Pengaruh Profitabilitas dan
ungkapan Corporate Sosial Responsi- corporate Social Responsibility Terhadap
biliry pada Official Website Perusahaan Nilai Perusahaan. Jurnal Ilmiah Akuntan-
(Studi pada PT. Unilever Indonesia Tbk. si (JIA). Vol. 4. Universitas Pendidikan
Proceeding Disajikan dalam Seminar Il- Ganesha.
miah Nasional Komputer dan Sistem Salvatore, Dominick. 2005. Managerial Eco-
Intelijen (KOMMIT 2008), Auditorium nomic Fith Edition. Singapore. Thomson
Universitas Gunadarma Depok, 20-21 Learning.
Agustus. Setianingrum, Wahyuning Ambar. 2015.
Haruman, Tedi. 2008. Pengaruh Struktur Pengaruh Corporate Social Responsibi-
Kepemilikan Terhadap Keputusan Keu- lity Terhadap Nilai Perusahaan dengan
angan dan Nilai Perusahaan. Simposium Profitabilitas sebagai Variabel Moderasi
Nasional Akuntansi XI. Pontianak. (Studi pada Perusahaan Manufaktur
Jensen, M.C. and Meckling, W.H. 1976. Theory yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Of The Firm: Managerial Behavior, Agency Periode 2011-2013). Jurnal Ekonomi dan
Cost, and Ownership Structure. Jurnal of Fi- Kebijakan (JEJAK). Universitas Negeri
nancial Economic 3. Semarang.
Julianti, Defy Kurnia. 2015. Pengaruh Meka- Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Bisnis.
nisme Good Corporate Governance Ter- Bandung. Alfabeta.
hadap Nilai Perusahaan dengan Profita- Tarigan, Josua dan Yulius Jogi Christiawan.
bilitas sebagai Variabel Intervening pada 2007. Kepemilikan Manajerial: Kebijak-
Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar an Hutang, Kinerja dan Nilai Perusaha-
di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010- an. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vil.
2013. Skripsi. Fakultas Ekonomi Univer- 9 (1). Universitas Kristen Petra.
sitas Negeri Semarang. Untung H. B. 2008. Corporate Social Res-
Nica, Febrina. 2010. Pengaruh Komisaris In- ponsibility. Jakarta: Sinar Grafika.
dependen dan Kinerja Keuangan Terha- Wahidawati. 2002. Pengaruh Kepemilikan
dap Nilai Perusahaan (Studi Empiris pada Manajerial dan Kpemilikan Institusional
Perusahaan Wholesale yang Terdaftar di pad Kebijakan Hutang Perusahaan.: Se-
Bursa Efek Indonesia). Jurnal Ilmiah Eko- buah Perspektif Theory Agency. Jurnal
nomi Bisnis. Universitas Gunadarma. Riset Akuntansi Indonesia. Vol. 5 (1).

106 KEMAMPUAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) MEMODERASI PENGARUH GOOD CORPORATE
GOVERNANCE (GCG) DAN PROFITABILITAS PADA NILAI PERUSAHAAN
Widarjo, Wahyu. 2010. Pengaruh Ownership Yuniasih, N. W. Dan Wirakusuma, M. Gede.
Retention Investasi dari Proces dan Re- 2009. Pengaruh kinerja Keuangan Ter-
putasi Auditor Terhadap Nilai Perusaha- hadap Nilai Perusahaan dengan Peng-
an dengan Kepemilikan Manajerial dan ungkapan Corporate Social Responsi-
Institusional sebagai Variabel Pemode- bility dan Good Corporate Governance
rasi. Tesis. Fakultas Ekonomi Universi- sebagai Variabel Pemoderasi. Denpasar.
tas Sebelas Maret Surakarta. E- Jurnal Akuntansi Universitas Udaya-
www.idx.co.id na. Denpasar.

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 107
KINERJA MANAJERIAL LPD DALAM PERSPEKTIF PARTICIPATIVE BUDGETING,
KOMITMEN ORGANISASI DAN MOTIVASI

Desy Wedasari1
I Putu Edy Arizona2
(Universitas Mahasaraswati Denpasar)
1
email: desywedasari@yahoo.com

Abstract

Lembaga Perkreditan Desa (LPD) is a village-owned financial institution that is required for its
managerial management. Some of the factors that can affect managerial performance are the
participation of budgeting where by participating in the budgeting managers will feel responsib-
le so that will improve managerial performance. Another factor that can affect is organizational
commitment that is a belief not to leave the organization and motivation which is the impetus
to work harder. This study aims to determine and prove empirically the influence of budge-
tary participation, organizational commitment, and motivation to managerial performance on all
LPDs in Denpasar City and Badung regency. Data collection techniques using survey method
and data analysis used is multiple linear regression. The results showed that the variable of
budgetary participation, organizational commitment and motivation had a significant positive
effect on the managerial performance of LPD.

Keywords: budget participation, commitment, motivation, LPD

I. PENDAHULUAN sudah mencapai 930 LPD dan meningkat


Lembaga Perkreditan Desa (LPD) meru- lagi menjadi 1.304 LPD pada tahun 2005.
pakan lembaga keuangan milik desa yang Memasuki tahun 2015, jumlah LPD tercatat
melaksanakan kegiatan usaha di lingkung- mencapai 1.432 LPD dan bertambah menjadi
an desa dan untuk krama desa yang berada 1.433 pada tahun 2016 lalu.
di Provinsi Bali. LPD dibentuk berdasarkan Namun perkembangan jumlah LPD yang
adanya warisan budaya berupa desa pakra- meningkat pesat ini juga diselimuti oleh per-
man yang merupakan suatu bentuk peme- masalahan terkait pengelolaan dan aspek ma-
rintahan tingkat desa yang terdiri dari ikat- najerial. Beberapa LPD menghadapi masalah
an kekeluargaan. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra kebangkrutan dan kondisi tidak sehat. Feno-
sebagai tokoh yang sangat memperhatikan mena terakhir adalah kasus LPD Kapal yang
kelangsungan adat dan budaya serta pereko- cukup mencuat dan menimbulkan gejolak,
nomian masyarakat Bali telah menciptakan dua LPD lainnya juga disebut-sebut sedang ti-
gagasan ide untuk mengembangkan pola se- dak sehat alias sakit yakni LPD Desa Adat Ker-
kaa atau kelompok simpan pinjam menjadi ta Bujangga (Mengwi), dan LPD Desa Adat Abi-
sebuah lembaga yang dapat mendorong per- ansemal. Bahkan yang mengejutkan, dari 122
ekenomian masyarakat sekaligus dapat me- LPD di Kabupaten Badung, hanya 83 LPD yang
lestarikan adat dan budaya Bali. masuk kategori sehat. Sedangkan sisanya 27
Perkembangan Lembaga Perkreditan LPD kategori cukup sehat, 9 LPD kurang sehat
Desa (LPD) di Bali cukup pesat. Buktinya, dan tiga LPD dinyatakan tidak sehat.
dari hanya sebanyak 8 LPD pada tahun 1984 Permasalahan yang dihadapi oleh LPD
lalu, pada tahun 2016 jumlahnya sudah ini kebanyakan disebabkan oleh oknum
mencapai 1.443 LPD. Ribuan LPD ini terse- pengurus dan pengawasan yang tidak fair.
bar di 9 kabupaten/ kota di Bali. Menariknya Oleh karenanya pengelolaan secara manajer-
dalam setiap tahun, penambahan jumlah ial sangatlah diperlukan oleh LPD. Hal yang
LPD ini cukup signifikan. Dari hanya 8 LPD sama juga dinyatakan oleh Bapak Walikota
tahun 1984 misalnya, meningkat menjadi 24 Denpasar I.B Dharmawijaya Mantra yang
LPD tahun 1985 dan 71 LPD tahun 1986. Se- menegaskan bahwa meskipun LPD memiliki
lanjutnya pada tahun 1990, jumlah LPD su- karakteristik tradisional namun manajerial-
dah mencapai angka 341 dan bahkan menja- nya harus mampu mengikuti perkembangan
di 849 LPD lima tahun berselang (1995). Tak zaman sehingga mampu menghadapi persa-
berhenti sampai di sana, sebab pada tahun ingan di era pasar MEA (Masyarakat Ekono-
2000 data menunjukkan jumlah LPD di Bali mi ASEAN).

108 KINERJA MANAJERIAL LPD DALAM PERSPEKTIF PARTICIPATIVE BUDGETING, KOMITMEN ORGANISASI
DAN MOTIVASI
Kinerja manajerial merupakan salah satu an yang dilakukan oleh Octavia (2009) dan
faktor yang dapat dipakai untuk meningkat- Nugrahani (2009) bahwa partisipasi anggar-
kan efektivitas organisasi (Sumadiyah dan an tidak berpengaruh terhadap kinerja ma-
Susanta, 2004) untuk tetap bertahan di te- najerial. Bahkan penelitian yang dilakukan
ngah persaingan usaha yang semakin tinggi. Bryan dan Locke dalam Hafiz (2007) menya-
Hehanusa (2010) menyatakan bahwa kinerja takan bahwa partisipasi anggaran berpenga-
berdasarkan pada kemampuan manajer da- ruh negatif terhadap kinerja manajerial.
lam melaksanakan tugas manajerial. Kiner- Faktor lain yang mendukung kinerja ma-
ja manajerial meliputi kemampuan manajer najerial adalah komitmen organisasi. Komit-
dalam perencanaan, investigasi, pengkoor- men organisasi merupakan dorongan dari
dinasian, evaluasi, pengawasan, pemilihan dalam individu untuk berbuat sesuatu agar
staff, negosiasi, dan perwakilan. dapat menunjang keberhasilan organisasi
Pencapaian kinerja manajerial yang tinggi sesuai dengan tujuan dan lebih mengutama-
tidak lepas dari usaha organisasi untuk be- kan kepentingan organisasi dibandingkan
kerja dengan efektif dan efisien. Karenanya di- kepentingan sendiri. Manajer akan menge-
perlukan suatu cara agar perusahaan dalam sampingkan kepentingan pribadinya, agar
melakukan kegiatannya tidak mengeluarkan dapat memenuhi kepentingan organisasi-
sumber daya secara berlebihan yaitu dengan nya terlebih dahulu. Manajer yang memiliki
penyusunan anggaran. Anggaran merupakan komitmen yang tinggi pada organisasinya
pernyataan mengenai estimasi kinerja yang dapat meningkatkan kinerja manajerialnya
hendak dicapai selama periode waktu terten- demi kelangsungan organisasi tersebut.
tu yang dinyatakan dalam ukuran financial Penelitian yang dilakukan Haryanti dan
(Mardiasmo, 2009:61). Anggaran sering digu- Othman (2012) menyatakan komitmen orga-
nakan untuk menilai kinerja para manajer. nisasi dan kinerja manajerial memiliki hu-
Ada dua pertimbangan utama harus diperha- bungan positif dan signifikan. Semakin tinggi
tikan agar dapat digunakan dalam evaluasi komitmen terhadap organisasi, maka semakin
kinerja. Pertama adalah menetapkan jumlah tinggi pula kinerja manajerial setiap manajer
yang dianggarkan seharusnya dibandingkan dalam organisasi tersebut. Berbeda dengan
hasil aktual. Pertimbangan kedua melibatkan penelitian yang dilakukan oleh Nugrahani
dampak anggaran atas partisipasi manusia (2009), Wigati (2012), dan Dewi dkk (2017)
(Hansen dan Mowen, 2011:442). dimana komitmen organisasi tidak berpenga-
Participative budgeting atau partisipasi ruh terhadap kinerja manajerial.
dalam penyusunan anggaran merupakan ke- Selain komitmen organisasi yang meru-
terlibatan antara atasan dan bawahan dalam pakan dorongan dari dalam individu itu sen-
menentukan proses penggunaan sumber diri, terdapat faktor lain yang dapat mempe-
daya pada kegiatan dan operasi perusahaan ngaruhi kinerja manajerial, yaitu motivasi.
(Eker, 2007). Menurut Ratri (2010), partisi- Menurut Robbins (2015:127), motivasi me-
pasi penyusunan anggaran adalah tingkat rupakan proses yang menjelaskan mengenai
keterlibatan dan pengaruh seseorang dalam kekuatan, arah, dan ketekunan seseorang
proses penyusunan anggaran. Adanya parti- dalam upaya untuk mencapai tujuan. Oleh
sipasi anggaran, akan meningkatkan tang- karena motivasi secara umum adalah ber-
gung jawab serta kinerja dari manajer level kaitan dengan upaya menuju setiap tujuan
bawah dan menengah. Manajer dapat me- organisasi. Pentingnya motivasi disebabkan
nyampaikan ide-ide kreatif yang dimilikinya oleh karena motivasi adalah hal yang menye-
kepada manajer atas, yang mana ide tersebut babkan, menyalurkan dan mendukung peri-
mempunyai tujuan untuk mencapai tujuan laku manusia, supaya mau bekerja giat dan
perusahaan. Keikutsertaan para manajer le- antusias mencapai hasil yang optimal.
vel menengah dan bawah dalam penentuan Ferawati (2011) menyatakan bahwa motiva-
anggaran, maka akan didapatkan keputusan si berpengaruh positif terhadap kinerja ma-
yang lebih realistis sehingga tercipta kesesu- najerial, semakin tinggi motivasi seseorang
aian tujuan perusahaan yang lebih besar. dalam bekerja maka semakin tinggi pula ki-
Berdasarkan penelitian sebelumnya yang di- nerja manajerial. Sesuai dengan teori moti-
lakukan oleh Maisyarah (2008) dan Nurcah- vasi, seseorang berperilaku untuk dapat me-
yani (2010) yang menemukan bahwa terda- menuhi kebutuhan pada dirinya. Untuk itu,
pat hubungan positif dan signifikan antara dirinya akan termotivasi untuk mencapai tu-
partisipasi dalam penyusunan anggaran dan juan perusahaan karena penilaian prestasi
kinerja manajerial. Berbeda dengan peneliti- dan kemungkinan penghargaan atas presta-

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 109
si dinilai dari pencapaian tujuan perusaha- semakin tinggi pula kinerja manajerial peru-
an tersebut. Oleh karena itu, dengan adanya sahaan. Berdasarkan uraian diatas maka hi-
motivasi ini para manajer dan supervisor potesis yang dikembangkan dalam penelitian
akan bekerja lebih giat agar dapat mencapai ini adalah sebagai berikut:
tujuan perusahaan. Berbeda dengan pene- H1: Partisipasi anggaran berpengaruh positif
litian yang dilakukan oleh Tornado (2014) terhadap kinerja manajerial.
yang menemukan tidak ada pengaruh antara Komitmen organisasi merupakan suatu
motivasi dengan kinerja manajerial. keadaan di mana individu memiliki keperca-
Penelitian ini akan dilakukan untuk yaan, keterikatan, serta perasaan memiliki
menguji kembali pengaruh partisipasi pe- atas organisasi, sehingga individu tersebut
nyusunan anggaran, komitmen organisasi akan lebih mementingkan kepentingan or-
dan motivasi terhadap kinerja manajerial ganisasi dibandingkan kepentingan priba-
pada LPD di Kota Denpasar dan Kabupaten dinya (Sunjoyo, 2008). Manajer bawah yang
Badung. Penelitian ini menjadi menarik un- memiliki komitmen terhadap organisasinya
tuk dilakukan karena pentingnya eksplorasi akan berusaha lebih keras dan kreatif untuk
atas aspek manajerial pada LPD di Kota Den- membuat organisasinya berkembang dan le-
pasar sebagai ibukota Provinsi Bali dan Ka- bih mementingkan kepentingan organisasi
bupaten Badung dengan trademark sebagai daripada kepentingan pribadinya. Dengan
kabupaten “terkaya” di Provinsi Bali. Hasil demikian manajer yang memiliki komitmen
dari penelitian ini diharapkan dapat membe- yang tinggi pada organisasinya akan mening-
rikan masukan mengenai faktor-faktor yang katkan kinerja manajerialnya demi kelang-
dapat mempengaruhi kinerja manajerial LPD sungan organisasi tersebut.
sehingga dapat meningkatkan pengelolaan Dalam penelitian yang dilakukan Har-
LPD secara mandiri dan professional. yanti dan Othman (2012), komitmen orga-
nisasi dan kinerja manajerial memiliki hu-
II. KAJIAN PUSTAKA DAN bungan positif signifikan. Semakin tinggi
PENGEMBANGAN HIPOTESIS komitmen terhadap organisasi, maka se-
Hubungan Partisipasi Penyusunan makin tinggi pula kinerja manajerial setiap
Anggaran, Komitmen Organisasi, dan manajer dalam organisasi tersebut. Peneliti-
Motivasi Terhadap Kinerja Manajerial an tersebut sejalan dengan penelitian yang
Setiadi (2013) menyebutkan bahwa par- dilakukan Octavia (2009) dimana terdapat
tisipasi penyusunan anggaran merupakan hubungan positif dan signifikan antara ko-
proses yang melibatkan individu-individu mitmen organisasi dan kinerja manajerial.
secara langsung di dalamnya dan mempu- Berdasarkan uraian diatas maka hipotesis
nyai pengaruh dalam penyusunan tujuan yang dikembangkan dalam penelitian ini
anggaran yang prestasinya akan dinilai dan adalah sebagai berikut:
kemungkinan akan dihargai atas dasar pen- H2: Komitmen organisasi berpengaruh posi-
capaian tujuan anggaran mereka. Partisipasi tif terhadap kinerja manajerial.
anggaran berkaitan dengan seberapa jauh Menurut Robbins (2015:127-128) mo-
keterlibatan manajer dalam menentukan tivasi merupakan proses yang menjelaskan
atau menyusun anggaran yang ada dalam mengenai kekuatan, arah dan ketekunan se-
perusahaan atau organisasinya, baik secara seorang dalam upaya untuk mencapai tujuan.
periodik maupun tahunan. Tingkat partisi- Motivasi secara umum adalah berkaitan de-
pasi penyusunan anggaran yang tinggi akan ngan upaya menuju setiap tujuan organisasi.
menghasilkan kinerja manajerial yang tinggi Para individu yang termotivasi akan bertahan
pula, partisipasi dalam penyusunan anggar- cukup lama dengan tugasnya untuk menca-
an akan menimbulkan tanggung jawab yang pai tujuan mereka. Pentingnya motivasi dise-
lebih besar dari para manajer untuk dapat babkan oleh karena motivasi adalah hal yang
memenuhi anggaran sehingga kinerja mana- menyebabkan, menyalurkan dan mendukung
jerialnya akan meningkat. perilaku manusia, supaya mau bekerja giat
Penelitian yang dilakukan Eker (2007), dan antusias mencapai hasil yang optimal.
Hafiz (2007) dan Suryanawa (2008) menemu- Sesuai dengan teori motivasi, seseorang
kan hubungan yang positif signifikan anta- berperilaku untuk dapat memenuhi kebu-
ra partisipasi penyusunan anggaran dengan tuhan pada dirinya. Untuk itu, dirinya akan
kinerja manajerial. Sehingga dapat disim- termotivasi untuk mencapai tujuan perusa-
pulkan semakin tinggi partisipasi manajer haan karena penilaian prestasi dan kemung-
dalam penyusunan anggaran, maka akan kinan penghargaan atas prestasi dinilai dari

110 KINERJA MANAJERIAL LPD DALAM PERSPEKTIF PARTICIPATIVE BUDGETING, KOMITMEN ORGANISASI
DAN MOTIVASI
pencapaian tujuan perusahaan tersebut. atau kriteria tertentu (Sugiyono, 2014:156).
Oleh karena itu, dengan adanya motivasi ini Kriteria yang digunakan adalah pengurus
para manajer dan supervisor akan bekerja le- LPD yang terlibat langsung dalam penyu-
bih giat agar dapat mencapai tujuan perusa- sunan anggaran dan ikut bertanggung jawab
haan. Hal ini tentunya akan meningkatkan dengan pelaksanaan anggaran, yaitu Ben-
kinerja manajerial perusahaan. dahara LPD
Penelitian Ferawati (2011) menyatakan Teknik pengumpulan data mengguna-
bahwa motivasi berpengaruh positif terha- kan metode survei yaitu dengan mengajukan
dap kinerja manajerial, demikian pula de- kuesioner yang secara langsung dibagikan
ngan penelitian yang dilakukan Narmodo di masing-masing kantor LPD di setiap desa.
dan Wadji (2007) yang menemukan ada pe- Metode survei merupakan metode pengum-
ngaruh positif antara motivasi dan kinerja pulan data primer yang menggunakan per-
manajerial. Jadi, semakin tinggi motivasi se- tanyaan lisan ataupun tertulis. Metode ini
seorang dalam bekerja maka semakin tinggi memerlukan kontak dan komunikasi lang-
pula kinerja manajerial. Berdasarkan uraian sung antara peneliti dengan subyek peneliti-
diatas maka hipotesis yang dikembangkan an (responden) untuk memperoleh data yang
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: diperlukan.
H3: Motivasi berpengaruh positif terha- Teknik analisis data yang digunakan
dap kinerja manajerial. adalah uji instrument dan analisis regresi
berganda. Menurut Ghozali (2016:93) secara
III. METODE PENELITIAN umum, analisis regresi pada dasarnya ada-
Penelitian ini dilakukan di LPD yang lah studi mengenai ketergantungan variabel
tersebar di Kota Denpasar dan Kabupaten dependen (terikat) dengan satu atau lebih
Badung. Objek dalam penelitian adalah par- variabel independen (bebas) dengan tujuan
tisipasi penyusunan anggaran, komitmen untuk mengestimasi dan/atau memprediksi
organisasi, motivasi, dan kinerja manajerial. rata-rata populasi atau nilai rata-rata varia-
Variabel independen terdiri atas Participative bel dependen berdasarkan nilai variabel in-
budgeting/partisipasi penyusunan anggar- dependen yang diketahui. Persamaan regresi
an (X1) merupakan proses penentuan peng- berganda dirumuskan:
gunaan sumber daya pada aktivitas dan
operasi perusahaan, diukur menggunakan KM = α + b1PA + b2KO + b3MV +
instrumen oleh Octavia (2009); komitmen or- e…………………………(1)
ganisasi (X2) adalah keadaan dimana indivi- Keterangan:
du memiliki kepercayaan, keterikatan, serta KM : Kinerja Manajerial
perasaan memiliki atas perusahaan sehingga α : Konstanta
individu tersebut akan mengutamakan ke- b1b2b3 : Koefisien regresi
pentingan perusahaan dibandingkan kepen- PA : Partisipasi Anggaran
tingan pribadi, diukur dengan menggunakan KO : Komitmen Organisasi
instrumen Krismayani (2015); Motivasi (X3) MV : Motivasi
berkaitan dengan upaya menuju setiap tuju- e : Error
an organisasi, diukur dengan instrumen oleh
Krismayani (2015). Skala pengukuran meng- IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
gunakan skala likert 5 poin. Bendahara LPD/bagian akuntansi ada-
Variabel dependen dalam penelitian ini lah responden dalam penelitian ini, dengan
adalah kinerja manajerial yang didefinisikan jumlah sebanyak 110 responden dari 157
sebagai tindakan-tindakan atau pelaksa- kuesioner yang disebarkan. Hasil pengujian
naan-pelaksanaan tugas yang dapat diukur instrument pada variabel partisipasi penyu-
(Sardjito, 2005). Variabel kinerja manajeri- sunan anggaran, komitmen organisasi, mo-
al diukur dengan menggunakan instrument tivasi dan kinerja manajerial menunjukkan
self rating dari Hehanusa (2010) dengan ska- semua butir pernyataan dalam penelitian ini
la likert 5 poin. dinyatakan valid dan reliabel untuk diguna-
Populasi dalam penelitian ini adalah 35 kan. Instrumen penelitian yang valid berarti
LPD yang tersebar di Kota Denpasar dan 122 instrumen yang digunakan sudah tepat un-
LPD yang tersebar di Kabupaten Badung. tuk mengukur sesuatu yang akan diukur, di-
Teknik penentuan sampel yang digunakan tunjukkan dengan nilai pearson correlation <
adalah purposive sampling merupakan tek- 0,30. Sedangkan uji reliabilitas ditunjukkan
nik penentuan sampel dengan perhitungan dengan nilai Cronbach Alpha (α) > 0,70

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 111
Model regresi yang baik diharapkan teroskedastisitas.
tidak menghasilkan hasil yang bias, se- Pengujian hipotesis dapat dilihat pada
hingga sebelum dianalisis dengan teknik Tabel 1 dengan menggunakan analisis regre-
regresi maka model persamaan regresi ha- si linier berganda. Pengolahan analisis regre-
rus melalui uji asumsi klasik. Suatu mo- si berganda dengan menggunakan Statistical
del regresi tidak layak untuk dilanjutkan Package for Social Science (SPSS) for Win-
atau digunakan jika tidak lolos uji asumsi dows. Hasil dari analisis menunjukkan ada-
klasik Pengujian normalitas, multikolinea- nya pengaruh positif partisipasi penyusunan
ritas dan heterokedastisitas menunjukan anggaran, komitmen organisasi dan motiva-
bahwa tidak terdapat masalah data dari si terhadap kinerja manajerial pada LPD di
segi normalitas, multikolineritas, dan he- kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Tabel 1
Hasil Regresi Linear Berganda
Unstandardized Standardized
Variabel coefficients coefficients Hasil Uji
B Std. Error Beta P - Value Hipotesis
Constant 4,156 3,826 0,280
Participative Berpengaruh
0,280 0,066 0,323 0,000
Budgeting (X1) Signifikan
Komitmen Berpengaruh
0,242 0,105 0,220 0,022
Organisasi (X2) Signifikan
Berpengaruh
Motivasi (X3) 0,723 0,223 0,320 0,001
Signifikan

R-square 0, 449
AdjustedR-
0,434
square
F-hitung 28,840
Signifikansi 0,000

Sumber: Data Primer diolah, 2017

Persamaan regresi berganda yang dapat berpengaruh positif pada kinerja manajeri-
dijabarkan dari Tabel 2 sebagai berikut: al atau semakin tinggi penyusunan anggar-
Y = 4,156 + 0,280X1 + 0,242X2+ 0,723X3 an secara partisipasi maka semakin tinggi
kinerja manajerial, maka hipotesis pertama
Nilai signifikasi F sebesar 0,000 lebih ke- (H1) diterima.
cil dari α = 0,05, yang berarti model yang di- Tingkat partisipasi penyusunan anggar-
gunakan dalam penelitian ini telah layak (fit). an yang tinggi akan menghasilkan kinerja
Besarnya Adjusted R2 adalah sebesar 0,434. manajerial yang tinggi pula, partisipasi da-
Nilai tesebut menunjukkan bahwa 43,4 % lam penyusunan anggaran akan menimbul-
variabel kinerja manajerial dapat dijelaskan kan tanggung jawab yang lebih besar dari
oleh variabel partisipasi anggaran, komitmen para manajer untuk dapat memenuhi ang-
organisasi dan motivasi, sedangkan sisanya garan sehingga kinerja manajerialnya akan
sebesar 56,6 % dijelaskan oleh variabel lain meningkat. Hasil penelitian ini mendukung
yang tidak dimasukkan ke dalam model pe- temuan Eker (2007), Hafiz (2007) dan Sur-
nelitian. yanawa (2008) yang membuktikan hubung-
Hipotesis pertama (H1) menyatakan bah- an yang positif signifikan antara partisipasi
wa participative budgeting berpengaruh posi- penyusunan anggaran dengan kinerja mana-
tif pada kinerja manajerial. Hasil uji statistik jerial.
pada Tabel 1 menunjukkan nilai koefisien Hipotesis kedua (H2) menyatakan bah-
regresi sebesar 0,280 dan P-Value 0,000. wa komitmen organisasi berpengaruh positif
Memiliki arti bahwa participative budgeting pada kinerja manajerial. Hasil uji statistik

112 KINERJA MANAJERIAL LPD DALAM PERSPEKTIF PARTICIPATIVE BUDGETING, KOMITMEN ORGANISASI
DAN MOTIVASI
pada Tabel 1 menunjukkan nilai koefisien Jakarta: Salemba Empat.
regresi sebesar 0,242 dan P-Value 0,022. Me- Ardhani, Dian Ayu. 2015. Pengaruh Parti-
miliki arti bahwa komitmen organisasi berpe- sipasi Anggaran, Ketidakpastian Ling-
ngaruh positif pada kinerja manajerial, atau kungan, Desentralisasi dan Komitmen
semakin tinggi komitmen organisasi maka Organisasi Terhadap Kinerja Manajerial
semakin tinggi kinerja manajerial, maka hi- Pada DPRD Kabupaten Blora. Skripsi.
potesis kedua (H2) diterima. Hasil penelitian Program Studi Akuntansi Fakultas Eko-
ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan nomi Universitas Dian Nuswantoro, Se-
Octavia (2009) dimana terdapat hubungan marang.
positif dan signifikan antara komitmen orga- Eker, Melek. 2007. The Impact of Budget
nisasi dan kinerja manajerial. Participation On Managerial Perfor-
Hipotesis ketiga (H3) menyatakan bahwa mance Via Organizational Commitment :
motivasi berpengaruh positif pada kinerja A Study On The Top 500 Firms In Tur-
manajerial. Hasil uji statistik pada Tabel 1 key. Faculty of Economy, Ankara Univer-
menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar sity Turkey.
0,723 dan P-Value 0,001. Hal tersebut me- Ferawati, Galuh. 2011. Pengaruh Partisipasi
miliki arti motivasi berpengaruh positif pada Penyusunan Anggaran, Komitmen Orga-
kinerja manajerial atau semakin tinggi moti- nisasi dan Motivasi terhadap Kinerja Ma-
vasi maka semakin tinggi kinerja manajerial, najerial (Studi pada PT. ASKES (Persero)
maka hipotesis ketiga (H3) diterima. Cabang Kediri. Skripsi. Program Studi
Penelitian ini memberikan hasil senada Akuntansi Fakultas Ekonomi Universi-
dengan penelitian Ferawati (2011) menya- tas Jember.
takan bahwa motivasi berpengaruh positif Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Mu-
terhadap kinerja manajerial, demikian pula livariate dengan Program IBM SPSS 23.
dengan penelitian yang dilakukan Narmodo, Edisi ke-8 Semarang: Universitas Dipo-
Wadji (2007), Dewi dkk (2017) yang mene- negoro.
mukan ada pengaruh positif antara motivasi Hafiz, Frisilia Wihasfina. 2007. Pengaruh
dan kinerja manajerial. Jadi, semakin tinggi Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja
motivasi seseorang dalam bekerja maka se- Manajerial PT Cakra Compact Allumini-
makin tinggi pula kinerja manajerial. um Industries. Skripsi. Program Studi
Akuntansi Fakultas Ekonomi Universi-
V. SIMPULAN DAN SARAN tas Sumatera Utara, Medan.
Penelitian ini berhasil membuktikan Hansen, Don R.dan Marryane M. Mowen.
bahwa partisipasi penyusunan anggaran, 2011. Akuntansi Manajerial, Edisi Dela-
komitmen organisasi dan motivasi berpenga- pan. Jakarta: Salemba Empat.
ruh positif terhadap kinerja manajerial pada Haryanti, Ida dan Radiah Othman. 2012. Bud-
LPD kota Denpasar dan Kabupaten Badung. getary Participation: How it Affects Perfor-
Hal ini menunjukkan bahwa ketiga faktor di mance and Commitment. Working Paper.
atas penting untuk diperhatikan dalam pe- School of Accountancy, College of Business
ningkatan kinerja LPD. Massey University, New Zealand.
Penelitian ini tak lepas dari keterbatasan Hehanusa, Maria. 2010. Pengaruh Partisipa-
diantaranya adalah menggunakan kuisioner si Penganggaran Terhadap Kinerja Apa-
yang bersifat self assesment (responden me- rat: Integrasi Variabel Intervening dan
nilai dirinya sendiri), jadi dikhawatirkan res- Variabel Moderating Pada Pemerintah
ponden hanya akan mengarahkan responnya Kota Ambon dan Pemerintah Kota Sema-
ke arah yang positif. Penelitian selanjutnya rang. Skripsi. Program Pascasarjana Ma-
dapat dikembangkan melalui studi laborato- gister Akuntansi Universitas Diponegoro,
rium (eksperimen). Peluang bagi penelitian Semarang.
selanjutnya untuk mengembangkan peneliti- Mardiasmo. 2009. Akuntansi Sektor Publik.
an terkait faktor-faktor yang mempengaruhi Andi. Yogyakarta
kinerja manajerial yaitu gaya kepemimpinan Octavia, Diyah. 2009. Pengaruh Partisipasi
dan budaya organisasi. Penyusunan Anggaran, Gaya Kepemim-
pinan, dan Komitmen Organisasi Terha-
DAFTAR PUSTAKA dap Kinerja Manajerial pada PT Pos Indo-
Anthony, Robert N, Vijay Govindarajan. nesia (Persero) Medan. Skripsi. Program
2005. Management Control System (Sis- Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Uni-
tem Pengendalian Manajemen). Buku 2. versitas Sumatera Utara, Medan.

JUARA Vol. 08 No. 1, Maret 2018 Jurnal Riset Akuntansi JUARA 113
Pramesthiningtyas, Arisha Hayu. 2011. Pe- Kinerja Manajerial (Studi Kasus Pada
ngaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Karyawan Tree Hotel Makassar). Skripsi.
Kinerja Manajerial Melalui Komitmen Program Studi Manajemen Fakultas Eko-
Organisasi dan Motivasi Sebagai Vari- nomi Universitas Hasanudin, Makassar.
abel Intervening (Studi Kasus Pada 15 Wigati, Lia Ayu. 2012. Pengaruh Komitmen
Perusahaan Di Kota Semarang). Skripsi. Organisasi, Gaya Kepemimpinan dan Pe-
Program Studi Akuntansi Fakultas Eko- ran Manajer Pengelola Keuangan Daerah
nomi Universitas Diponegoro, Semarang. Terhadap Kinerja Manajerial (Studi Ka-
Ratri, Nanda H.A. 2010. Pengaruh Partisipasi sus pada DPPKAD di Kabupaten Wono-
Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja giri). Skripsi. Program Studi Akuntansi
Manajerial Dengan Komitmen Organsasi Fakultas Ekonomi Universitas Muham-
dan Locus of Control Sebagai Variabel Mo- madiyah, Surakarta.
derating (Studi Kasus Pada PT Adhi Karya Krismayani, Kadek Devi. 2015. Pengaruh
(Persero) Tbk. Divisi Konstruksi I). Skripsi. Partisipasi Penyusunan Anggaran, Ko-
Program Studi Akuntansi Fakultas Ekono- mitmen Organisasi dan Motivasi Terha-
mi Universitas Diponegoro, Semarang. dap Kinerja Manajerial (Studi Pada Lem-
Robbins, S.P. dan Timothy A. Judge. 2015. baga Perkreditan Desa Se-Kabupaten
Organizational Behaviour. Jakarta: Sa- Badung). Skripsi. Program Studi Akun-
lemba Empat. tansi Fakultas Ekonomi Universitas Ma-
Rudianto. 2006. Akuntansi Manajemen: In- hasaraswati, Denpasar.
formasi untuk Pengambilan Keputusan Nurcahyani, Kunvawiyah. 2010. Pengaruh
Manajemen. Jakarta: PT Grasindo. Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja
Suryanawa, I Ketut dan Kadek Juli Suarda- Manajerial Melalui Komitmen Organisasi
na. 2008. Pengaruh Partisipasi Penyu- dan Persepsi Inovasi Sebagai variabel In-
sunan Anggaran Pada Kinerja Manajerial tervening. Skripsi. Program Studi Akun-
Dengan Komitmen Organisasi Sebagai tansi Fakultas Ekonomi Universitas Di-
Variabel Moderasi. Skripsi. Program Stu- ponegoro, Semarang.
di Akuntansi Universitas Udayana. Maisyarah, Renny. 2008. Pengaruh Partisi-
Susanta, Sumadiyah. 2004. Job Relevant In- pasi Penyusunan Anggaran Terhadap
formation dan Ketidakpastian Lingkung- Kinerja Manajerial Dengan Komunikasi
an Dalam Hubungan Partisipasi Penyu- dan Komitmen Organisasi Sebagai Vari-
sunan Anggaran dan Kinerja Manajerial. abel Moderating Pada PDAM Sumatera
Simposium Nasional Akuntansi VII. Utara. Skripsi. Sekolah Pasca Sarjana
Sunjoyo, dan Merry Christiana.2008. Penga- Universitas Sumatera Utara, Medan.
ruh Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Setiadi, Hidayat. 2013. Pengaruh Partisipa-
Organisasional yang Dimediasi Oleh si Anggaran Terhadap Kinerja Manajer-
Identifikasi Organisasional.Jurnal Mana- ial Melalui Komitmen Organisasi dan
jemen, Volume 7 Nomor 2, halaman 157- Budget Emphasis Sebagai Variabel In-
170. tervening (Studi Kasus pada SKPD Pe-
Narmodo, Hernowo dan M. Farid Wajdi.2007. merintah Kabupaten Boyolali). Skripsi.
Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terha- Program Studi Akuntansi Fakultas Eko-
dap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian nomi Universitas Diponegoro, Semarang.
Daerah Kabupaten Wonogiri.Tidak di- Dewi, Ni Ketut Sari Sukma, I Gede Cahyadi
publikasikan. Putra dan Luh Komang Merawati.2017.
Nugrahani, Tri Siwi. 2009. Pengaruh Parti- Pengaruh Partisipasi Penyusunan Ang-
sipasi Penyusunan Anggaran, Komitmen garan, Komitmen Organisasi dan Moti-
Organisasi dan Self-Efficacy Terhadap vasi Terhadap Kinerja Manajerial. Jur-
Kinerja Manajerial. Universitas PGRI nal Riset Akuntansi Volume 7 No.2 Edisi
Yogyakarta. September 2017 Program Studi Akun-
Tornado, Randy Mars. 2014. Pengaruh Gaya tansi Fakultas Ekonomi Universitas Ma-
Kepemimpinan dan Motivasi Terhadap hasaraswati, Denpasar.

114 KINERJA MANAJERIAL LPD DALAM PERSPEKTIF PARTICIPATIVE BUDGETING, KOMITMEN ORGANISASI
DAN MOTIVASI
PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL JURNAL RISET AKUNTANSI (JUARA)
UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR

Berikut ini merupakan pedoman penulisan artikel dalam JUARA untuk menjadi pertimbangan
bagi penulis.

Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dalam artikel terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut:

1. Halaman muka (cover)

Bagian ini memuat judul dan nama penulis (ditulis lengkap tanpa gelar), dan institusi asal
penulis.

2. Abstrak

a. Abstrak disajikan di awal teks dan merupakan ringkasan penelitian yang berisi
permasalahan, tujuan, metode, hasil, dan pembahasan hasil penelitian.

b. Bagi naskah berbahasa Indonesia, abstrak sebaiknya dibuat dalam bahasa Inggris. Bagi
naskah berbahasa Inggris, abstrak dibuat dalam bahasa Indonesia. Abstrak ditulis
menggunakan huruf miring (italic).

c. Abstrak ditulis dengan panjang sekitar 150 s/d 400 kata serta memuat sedikitnya empat
keywords (kata kunci) untuk memudahkan penyusunan indeks artikel.

3. Batang tubuh

Batang tubuh memuat I. Pendahuluan (latar belakang dan masalah), II. Kajian Pustaka dan
Pengembangan Hipotesis, III. Metode Penelitian (metode seleksi dan pengumpulan data,
pengukuran dan definisi operasional variabel, dan metode analisis data), IV. Hasil dan
Pembahasan, V. Simpulan, Keterbatasan Penelitian, dan Saran.

4. Daftar pustaka dan lampiran

Daftar pustaka memuat sumber-sumber yang dikutip dalam penulisan artikel. Lampiran
memuat tabel, gambar, dan instrumen yang digunakan. Tabel dan gambar sebaiknya
disajikan pada halaman terpisah dari badan tulisan (umumnya di bagian akhir naskah).
Penulisan cukup menyebutkan pada bagian di dalam teks tempat pencantuman tabel atau
gambar. Setiap tabel dan gambar diberikan nomor urut, judul yang sesuai, dan sumber
kutipan.

Format Penulisan

1. Naskah merupakan hasil penelitian dalam bidang akuntansi.


2. Naskah belum pernah dipublikasikan atau tidak dalam proses penyuntingan di
jurnal/media berkala lain.

3. Naskah dapat ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.

4. Naskah diketik dengan MS Word, pada kertas ukuran A4, menggunakan spasi ganda,
ukuran font 11, huruf Bookman Old Style, dengan batas margin atas, bawah, kanan, dan
kiri adalah 1 inchi.

5. Panjang naskah yang diserahkan adalah 16-25 halaman (termasuk daftar pustaka dan
lampiran). Semua halaman termasuk daftar pustaka, lampiran (tabel dan gambar) harus
diberi nomor urut halaman.

6. Penulisan Judul, Sub Judul, dan Anak Sub Judul

a. Judul ditulis seluruhnya dengan huruf kapital dan diketik rata tengah, serta tebal.

b. Sub judul diketik rata kiri dan semua diketik tebal tanpa diakhiri dengan titik. Semua
kata menggunakan huruf kapital. Penulisan sub judul menggunakan angka romawi I,
II, III, IV, dan V.

c. Anak Sub Judul diketik rata kiri dan semua kata diawali huruf kapital tanpa diakhiri
dengan titik. Penulisan anak sub judul menggunakan angka Arab dan seterusnya.

7. Kutipan dalam teks sebaiknya ditulis diantara kurung buka dan kurung tutup yang
menyebutkan nama akhir penulis, tahun, dan nomor halaman (jika dipandang perlu).

Contoh:

a. Satu sumber kutipan dengan satu penulis (Jensen, 1976). Jika disertai nomor halaman
(Jensen, 1976:840) atau (Jensen, 1976:840-842).

b. Satu sumber kutipan dengan dua penulis (Jensen dan Meckling, 1976).

c. Satu sumber kutipan dengan lebih dari dua penulis (Dewi dkk., 2005 atau Hotstede et
al., 2000).

d. Dua sumber kutipan dengan penulis yang berbeda (David, 2005; Dina, 2006).

e. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama (Brownell, 1981, 1983). Jika tahun
publikasi sama (Brownell, 1982a, 1982b).

f. Sumber kutipan berasal dari pekerjaan suatu institusi sebaiknya menyebutkan


akronim institusi yang bersangkutan, misalnya (IAI, 2007).

8. Setiap artikel harus ditulis memuat daftar pustaka (hanya yang menjadi sumber kutipan)
dengan ketentuan penulisan sebagai berikut:
a. Disusun alphabetis sesuai dengan nama akhir/keluarga (tanpa gelar akademik), baik
untuk penulis asing maupun penulis Indonesia.

b. Susunan setiap referensi: nama penulis, tahun publikasi, judul buku teks atau judul
jurnal, tempat terbit : nama penerbit.

Contoh:

Hartono, Jogiyanto. 2000. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta:BPFE.

Ikatan Akuntan Indonesia. 2007. Standar Profesional Akuntan Publik. Jakarta:Salemba


Empat.

Hartono, Jogiyanto dan Bambang Riyanto. 1997. The Effect of Asymetrical Information and
Risk Attitude on Incentive Scheme: A Contigency Approach. Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Indonesia. Vol 12 No. 1 : 1-12.

Andayani, Wuryan. 2010. Analisis Empiris Pergantian Kantor Akuntan Publik Setelah Ada
Kewajiban Rotasi Audit. Makalah disampaikan pada Simposium Nasional Akuntansi
XIII, Purwokerto:13-15 Oktober 2010.

Albanese. 2009. Fairer Compensation for Travellers. Diunduh tanggal 30 Januari 2009.
http://www.minister.gov.au

9. Naskah dapat diserahkan langsung atau dikirimkan ke sekretariat redaksi dalam bentuk
hard copy (dua eksemplar) dan soft copy (dalam flashdisk/CD) atau attachment file(s)
melalui email.
10. Mencantumkan CV dan alamat korespondensi (disajikan dalam halaman terpisah).

11. Naskah dikirimkan paling lambat 1 (satu) bulan sebelum bulan penerbitan (Februari dan
Agustus) ke alamat redaksi Jurnal Riset Akuntansi (JUARA) di bawah ini:

Program Studi Akuntansi


Fakultas Ekonomi Universitas Mahasaraswati Denpasar
Jl. Kamboja No. 11 A Denpasar, Bali - Indonesia
Telp. (0361) 262725, Fax. 0361 (262725)

Email: juara_feunmas@yahoo.co.id