Anda di halaman 1dari 9

Obsidian

A. Pengenalan Obsidian
Obsidian merupakan jenis batuan beku luar, hasil pembekuan magma
yang kaya silika. Secara genesanya obsidian terbentuk dari proses pembekuan
magma yang terjadi sangat cepat sehingga mineral pembentuknya tidak sempat
mengkristal dengan baik dan kedudukan kristalnya pun tidak beraturan.
Berikut deskripsi batu Obsidian:
1. Warna : Putih keabu-abuan hingga hitam, Kehijauan, ungu
ataupun warna perak
2. Jenis Batuan : Batuan beku basa
3. Struktur : Amegdaloidal
4. Tekstur : - Kristalinitas : Holohyalin
- Granularitas : Afanitik
- Bentuk kristal : Anhedral
- Relasi : Equigranular
5. Komposisi : Komposisi Mafik > Komposisi Felsik
Mineral
6. Nama Batuan : Obsidian
Batu obsidian dipercayai memiliki pengaruh-pengaruh antara lain;

1. Menyembuhkan penyakit yang terdapat di area sirkulasi darah


2. Sebagai bahan baku beton ringan, isolasi bangunan, plesteran, isolator
temperatur tinggi/rendah, bahan penggosok, saringan/filter, bahan pembawa
(media) dan campuran makanan ternak.
3. Sebagai adsorben logam-logam berat dalam limbah cair.

Penelitian menunjukkan kemampuan Obsidian dalam menyerap limbah logam Pb,


Cu, Cr, Cd, Fe, Mg, Ca dan Zn berkisar antara 60 sampai dengan 96 % (Adinal et al,
1999).

B. Tempat Ditemukan
Kebanyakan obsidian didapatkan sebagai batuan beku luar pada gua api
Indonesia yang berumur relative muda (Pleistosen Kuarter). Tempat
diketemukannya obsidian antara lain:
1. Jambi: Gua Gantung, Sungai Purgut dan Sungai Penuh (pada batuan lava
andesit)
2. Jawa Barat: Nagreg Kabupaten Bandung (berupa sisipan dan bongkah pada
batuan tras); Gua Ciamis Kabupaten Garut (terdapat selang-seling dengan
perlit diatas andesit); Ciasmara Kabupaten Bogor: Leuwiliang, Gua
Kiaraberes, kurang lebih 6 km sebelah barat Gua Salak (merupakan lava dan
kurang lebih panjang 2 km dan aliran lava yang merupakan susunan balok
berwarna abu-abu dengansteroida); Terogog, Priangan (singkapan 100 – 150
panjang, tebal 1 – 5 m); Anyer, Gua Barengkong sebelah selatan/barat
Barengkok, Banten.
3. Lampung: Pulau Krakatau, Pulau Panjang, Wai Seputih (merupakan
singkapan bulat sepanjang 1 km).
4. Kalimantan: Sampit
5. Sulawesi Utara: Tataaran, Tomohon Kabupaten Minahasa
6. Irian Barat: P. Namotote

C. Teknik Penambangan
Obsidian memiliki kandungan silika sebagai komposisi utama yang
mempunyai kekerasan lebih dari 6 menurut Mohs. Oleh karena itu obsidian
merupakan tubuh batuan yang keras. Sistem penambangan yang digunkan adalah
sistem penambangan kuari dengan peralatan yang sederhana. Pada tahap awal
penambangan untuk memperoleh blok-blok yang cukup besar maka dimulai
dengan proses peledakan.
Tahap-tahap penambangan obsidian:
1. Persiapan lahan
Penambangan batu obsidian dimulai dengan penyiapan lahan, meliputi
aktivitas pembukaan lahan, pembersihan vegetasi, pengupasan tanah pucuk
atau tanah penutup, penyiapan sarana dan prasarana.
Pembukaan lahan dilakukan dengan penebangan pohon-pohon yang
ada dikawasan tambang, baik berupa vegetasi hutan primer, hutan sekunder,
ataupun perkebunan. Kegiatan ini diikuti dengan pembersihan vegetasi dan
pengupasan tanah pucuk di areal tambang yang bertujuan untuk menyingkap
deposit batu obsidian.
Sebagian dari areal yang telah dibuka digunakan untuk membangun
sarana dan prasarana seperti jalan proyek, kantor, bengkel, instalasi
pengolahan, kantin, penginapan, tempat penumpukan, dan lain-lain.
2. Penggalian (eksploitasi)
Tahapan kegaitan berikutnya adalah penambangan/penggalian batu
obsidian, kegiatan ini didahului dengan pengeboran untuk membuat lubang
ledak. Ukuran diameter lubang ledak disesuaikan dengan dalam lubang dan
ukuran pecahan hasil peledakan yang akan dihasilkan. Peledakan diawali
dengan pengeringan lubang bor dengan kompresor, setalah kering lubang
ledak diisi dengan bahan peledak.
Pada saat peledakan, kawasan tambang dikosongkan kecuali pekerja
bagian peledakan. Seringkali dari peledakan primer (primary blasting) masih
tersisa bongkahan-bongkahan dengan ukuran besar yang harus dilakukan
peledakan sekunder (secondary blasting) sebelum bongkahan batu tersebut
masuk ke dalam mesin pemecah.
3. Pemuatan dan Pengangkutan
Selanjutnya tumpukan bongkahan batuan obsidian hasil peledakan
dimuat ke dalam dump truck kemudian dibawa ke pusat pengolahan
(pemecahan).
4. Pengolahan
Proses-proses dalam pengolahan batu obsidian yaitu proses
pemecahan (crushing), pengayakan (screening) yang memisahkan batuan
dengan berbagai ukuran, pengangkutan (transporting) dan penumpukan (stock
pilling).

D. Manajemen Penambangan
Indikator keberhasilan perusahaan pertambangan (Acredited Mining
Enterprise) obsidian menyangkut indikator keberhasilan manajemen keuangan
dan indikator keberhasilan manajemen usaha pertambangan.
Indikator manajemen keuangan dapat mencakup perihal berikut:

1. Sebagai perusahaan yang berkarakter good governance dan clean


management, dengan dukungan sistem manajemen keuangan yang
sistemis/professional, akuntabel , transparan/auditable.
2. Sistem penggalangan dana.

a. Debt equity
b. Pengembalian hutang.

c. Diversifikasi usaha.

d. Pengembangan jasa.

3. Sistem pembukuan keuangan.

4. Sistem audit.

Indikator keberhasilan manajemen usaha pertambagan dapat meliputi dari


kegiatan hulu (manajemen cadangan), manajemen kegiatan produksi, sampai
dengan kegiatan hilir (manajemen pasar) serta masalah yang berhubungan
dengan lingkungan termasuk CSR (corporate social responsibity).

Inilah berbagai nalisis finansial/keuangan secara dasar dan pokok yang perlu
dihitung dalam management perusahaan obsidian:

Item/Year 0 1 ...... n Total

Cost Savings

Net income (Loss)

(Depreciation)

Pre Tax Income


(Loss)

Tax

Net After Tax

Dprec. add back


Cash income

Capital cost

Working capital

Cash flow

PV factor (%)

Present value

DCFROR

Payout period

Annual benefit

NPV @ (…%)
Aliran Kas Dalam Industri Mineral
Pendapatan dari paten, perekayasaan,
Dividen utk pemegang saham R&D dll
Kapital dipinjam R&D
Kontribusi kapital Investasi di luar
Kas
Aliran kas
Perusahaan

Modal kerja Investasi langsung

Perolehan
penjualan
Operasi Masukan operasi

- Penyusutan
- Amortisasi
-Deplesi
- Pengurangan

Pendapatan terpajak

Pajak pendapatan
Untung neto

Gambar 2.1. Aliran Kas Dalam Industri Mineral

E. Hitungan Ekonomi Commented [E1]: Hitungan ekonomi membahas perhitungan


suatu penambangan atau suatu contoh pemanfaatannya?
Pengrajin batu mulia lokal belum banyak yang melirik kerajinan batu
obsidian. Pasalnya, batu hasil percepatan pendinginan lahar gunung berapi ini
sering disetarakan dengan kaca biasa. Padahal, peluang ekspornya tinggi,
terutama ke Eropa. Menurut pemilik workshop kerajinan batu obsidian di
Lombok, sebagian orang Eropa yang masih percaya klenik, meminati batu
obsidian. "Di Prancis, Italia, dan Belanda batu ini dipercaya jadi salah satu jimat
pengusir roh jahat yang harus ada di tiap rumah," ujarnya. Tak heran, pasar
terbesar kerajinan batu obsidian ialah kawasan Eropa. Bahkan, bisnis ekspor batu
obsidian ke kawasan tersebut tak terpengaruh krisis. "Walau permintaan Eropa
untuk kerajinan lain turun, tapi minat mereka terhadap batu obsidian tetap tinggi,"
ajar Agung.
Hingga kini, perajin batu obsidian masih fokus menggarap pasar Eropa.
Mereka belum mampu menembus pasar Amerika Serikat (AS). Pasalnya, AS
belum menerima 16 jenis warna obsidian Indonesia. Pasar AS, saat ini cuma mau
menerima obsidian warna hitam saja. "Karena sering dikira kaca biasa, mereka
tak mau beli”. Agung terjun ke dunia kerajinan batu obsidian sejak 2003 di bawah
bendera CV Buana Lima. Dia menawarkan aneka produk batu obsidian. Misal
bentuk mini aneka hewan, asbak, perhiasan, sampai batu obsidian yang hanya
dipoles karena bentuknya sudah unik.
Agung menjual produknya dengan harga Rp 50.000 sampai Rp 300.000
per unit. Padahal harga batu mentahnya, yakni batu obsidian bongkahan dari
pengepul di Jawa hanya Rp 5.000 per kilogram. "Harga batu obsidian itu naik 900
persen setelah dibentuk," ujar pemuda 32 tahun ini.
Lantaran warna batu obsidian tak pernah sama, Agung selalu
menyediakan stok bahan baku. Sekali pesan, Agung bisa membeli sampai satu
ton. "Kalau ada warna yang unik, saya langsung main borong biar perajin lain
nggak ada yang punya," katanya.
Agung memanfaatkan internet untuk menjual produknya. Tak disangka,
sambutan pasar Eropa meriah. Tiap bulan, dia bisa mengirim dua boks aneka
macam produk ke Belanda, Italia, dan Prancis. "Nilainya Rp 10 juta sampai Rp 16
juta sekali kirim," ujarnya. Saat ini, meski krisis, penjualannya ke Eropa relatif
stabil.
Agung juga pernah mengirim dua ton batu obsidian poles natural ke
Jepang senilai Rp 60 juta. Tak hanya Agung, perusahaan penjual kerajinan PT
Habbamas belakangan juga menggeluti bisnis ini. Sejak lima bulan lalu,
perusahaan yang sudah berusia tiga tahun ini membuka unit usaha kerajinan batu
obsidian.
Habbamas masuk ke bisnis batu obsidian ini lantaran peminat dari Jepang
dan Eropa begitu banyak. "Orang sana sudah bisa membedakan mana yang kaca
dan mana yang obsidian. Karena dari massa beratnya saja sudah kelihatan
beranya," ujar Sekretaris Perusahaan PT Habbamas Bersama Ricka Noviyant.
Untuk urusan bahan baku, Habbamas menggandeng pemasok tetap di
Jambi. Perusahaan ini membeli sekitar lima ton bahan baku batu obsidian per
bulan. Produk buatan Habbamas antara lain replika hewan mini, tugu monas,
sampai patung abstrak dan obdisian poles natural. Harganya Rp 28.000 sampan
Rp 500.000 per unit.
Tetapi, Ricka tidak mau menyebut omset perusahaannya. "Yang bisa kami
bilang, pasar produk ini sangat bagus ke depan," ucapnya. Dia mencontohkan,
saat pameran Inacraft pekan lalu di Jakarta, beberapa ratus produk batu obsidian
mereka ludes terjual.
Dari pembahasan yang telah di paparkan diatas dapat disimpulkan bahwa
bila melakukan usaha dibidang mineral obsidian ini dapat kita nyatakan bahwa
usaha obsidian ini bernilai ekonomis dan menguntungkan cukup besar terlebih
apabila obsidian itu diolah atau dibentuk sebelum dijual karena peminat dari
obsidian ini cukup banyak terlebih dari luar negeri.