Anda di halaman 1dari 6

PERKEMBANGAN STANDAR PROFESIONAL AKUNTAN

PUBLIK (TUGAS 8)
Tahun 1972, pertama kalinya ikatan Akuntan Indonesia berhasil menerbitkan Norma
Pemeriksaan Akuntan, yang disahkan dalam Kongres ke III Ikatan Akuntan Indonesia.
Norma Pemeriksaan Akuntan tersebut mencakup tanggung jawab akuntan publik, unsur-
unsur norma pemeriksaan akuntan yang antara lain meliputi: pengkajian dan penilaian
pengendalian intern, bahan pembuktian dan penjelasan informatif, serta pembahasan
mengenai peristiwa kemudian, laporan khusus dari berkas pemeriksaan. Pada Kongres IV
Ikatan Akuntan Indonesia tanggal 25-26 Oktober 1982, Komisi Norma Pemeriksaan Akuntan
mengusulkan agar segera dilakukan penyempurnaan atas buku Norma Pemeriksaan Akuntan
yang lama, dan melengkapinya dengan serangkaian suplemen yang merupakan penjabaran
lebih lanjut norma tersebut. Untuk melaksanakan tugas tersebut, telah dibentuk Komite
Norma Pemeriksaan Akuntan yang baru untuk periode kepengurusan 1982-1986, yang
anggotanya berasal dari unsur-unsur akuntan pendidik, akuntan publik dan akuntan
pemerintah. Komite ini telah menyelesaikan konsep Norma Pemeriksaan Akuntan yang
disempurnakan pada tanggal 11 Maret 1984. Pada tanggal 19 April 1986, Norma
Pemeriksaan Akuntan yang telah diteliti dan disempurnakan oleh Tim Pengesahan, disahkan
oleh Pengurus Pusat Ikatan Akuntan Indonesia sebagai norma pemeriksaan yang berlaku
efektif selambat-lambatnya untuk penugasan pemeriksaan atas laporan keuangan yang
diterima setelah tanggal 31 Desember 1986. Tahun 1992, Ikatan Akuntan Indonesia
menerbitkan Norma Pemeriksaan Akuntan, Edisi revisi yang memasukkan suplemen No.1
sampai dengan No.12 dan interpretasi No.1 sampai dengan Nomor.2. Dalam Kongres ke VII
Ikatan Akuntan Indonesia tahun 1994, disahkan Standar Profesional Akuntan Publik yang
secara garis besar berisi:

1. Uraian mengenai standar profesional akuntan publik.


2. Berbagai pernyataan standar auditing yang telah diklasifikasikan.
3. Berbagai pernyataan standar atestasi yang telah diklasifikasikan.
4. Pernyataan jasa akuntansi dan review.

Pertengahan tahun 1999 Ikatan Akuntan Indonesia merubah nama Komite Norma
Pemeriksaan Akuntan menjadi Dewan Standar Profesional Akuntan Publik. Selama tahun
1999 Dewan melakukan perubahan atas Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Agustus
1994 dan menerbitkannya dalam buku yang diberi judul “Standar Profesional Akuntan Publik
per 1 Januari 2001”. Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001 terdiri dari lima
standar, yaitu:

1. Pernyataan Standar Auditing (PSA) yang dilengkapi dengan Interpretasi Pernyataan


Standar Auditing (IPSA).
2. Pernyataan Standar Atestasi (PSAT) yang dilengkapi dengan Interpretasi Pernyataan
Standar Atestasi (IPSAT).
3. Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Review (PSAR) yang dilengkapi dengan
Interpretasi Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Review (IPSAR).
4. Pernyataan Standar Jasa Konsultasi (PSJK) yang dilengkapi dengan Interpretasi
Pernyataan Standar Jasa Konsultasi (IPSJK).
5. Pernyataan Standar Pengendalian Mutu (PSPM) yang dilengkapi dengan Interpretasi
Pernyataan Standar Pengendalian Mutu (IPSM).
Selain kelima standar tersebut masih dilengkapi dengan Aturan Etika Kompartemen Akuntan
Publik yang merupakan aturan normal yang wajib dipenuhi oleh akuntan publik.
PERKEMBANGAN STANDAR PROFESIONAL
AKUNTAN PUBLIK (SPAP)

Tahun 1972, pertama kalinya ikatan Akuntan Indonesia berhasil menerbitkan Norma Pemeriksaan
Akuntan, yang disahkan dalam Kongres ke III Ikatan Akuntan Indonesia. Pada Kongres IV Ikatan
Akuntan Indonesia tanggal 25-26 Oktober 1982, Komisi Norma Pemeriksaan Akuntan mengusulkan
agar segera dilakukan penyempurnaan atas buku Norma Pemeriksaan Akuntan yang lama. Komite ini
telah menyelesaikan konsep Norma Pemeriksaan Akuntan yang disempurnakan pada tanggal 11
Maret 1984.

Tahun 1992, Ikatan Akuntan Indonesia menerbitkan Norma Pemeriksaan Akuntan, Edisi revisi yang
memasukkan suplemen No.1 sampai dengan No.12 dan interpretasi No.1 sampai dengan Nomor.2.
Dalam Kongres ke VII Ikatan Akuntan Indonesia tahun 1994, disahkan Standar Profesional Akuntan
Publik.

Pemeriksaan Akuntan menjadi Dewan Standar Profesional Akuntan Publik. Selama tahun 1999
Dewan melakukan perubahan atas Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Agustus 1994 dan
menerbitkannya dalam buku yang diberi judul “Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Januari
2001”.

JENIS PENUGASAN AUDIT

1. Audit Keuangan

Audit keuangan adalah pemeriksaan atas laporan keuangan Pemeriksaan keuangan tersebut
bertujuan untuk memberikan keyakinan yang memadai (reasonable assurance) apakah laporan
keuangan telah disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum di Indonesia atau basis akuntansi komprehensif selain
prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

2. Audit Kepatuhan

Audit kepatuhan adalah pemeriksaan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-


undangan serta pengendalian intern. Audit kepatuhan ini biasanya dilakukan bersama dengan audit
kinerja.

3. Audit Kinerja

Audit kinerja adalah pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara yang terdiri atas pemeriksaan
aspek ekonomi dan efisiensi serta pemeriksaan aspek efektivitas.

STANDAR PEMERIKSAAN KEUANGAN NEGARA

(SPKN)

SPKN berlaku untuk semua pemeriksaan yang dilaksanakan terhadap entitas, program, kegiatan
serta fungsi yang berkaitan dengan pelaksanaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

Pemeriksaan yang dimaksud terdiri dari:


» Pemeriksaan Keuangan

Pemeriksaan keuangan adalah pemeriksaan atas laporan keuangan yang bertujuan untuk
memberikan keyakinan yang memadai apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar, dalam
semua hal yang material sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia atau basis
akuntansi komprehensif selain prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

» Pemeriksaan Kinerja

Pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara yang terdiri atas pemeriksaan aspek ekonomi dan
efisiensi serta pemeriksaan aspek efektivitas.

» Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu

Pemeriksaan dengan tujuan tertentu bertujuan untuk memberikan simpulan atas suatu hal yang
diperiksa. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu dapat bersifat: eksaminasi (examination), reviu
(review), atau prosedur yang disepakati (agreed-upon procedures). Pemeriksaan dengan tujuan
tertentu meliputi antara lain pemeriksaan atas hal-hal lain di bidang keuangan, pemeriksaan
investigatif, dan pemeriksaan atas sistem pengendalian intern.

SPKN berlaku bagi:

» Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Akuntan publik atau pihak lainnya yang melakukan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung
jawab Keuangan Negara, untuk dan atas nama BPK.
PERKEMBANGAN STANDAR
PROFESIONAL AKUNTAN
1972 : Norma Pemeriksaan Akuntan (NPA)

1986 : penambahan 2 suplemen

1990 : penambahan 1 suplemen

1992 : penambahan 9 suplemen

1994 : kodifikasi NPA menjadi Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) per 1 Juli 1994

2001 : kodifikasi SPAP per 1 Januari 2001

Dalam tahun 1972 untuk pertama kalinya Ikatan Akuntan Indonesia berhasil menerbitkan Norma
Pemeriksaan Akuntan (NPA). NPA ini disahkan dalam kongres ke-3 Ikatan Akuntan Indonesia. Norma
Pemeriksaan Akuntan tersebut mencakup :

1. Tanggung jawab akuntan publik.


2. Unsur-unsur norma pemeriksaan akuntan yang antara lain meliputi:
1. pengkajian dan penilaian pengendalian intern,
2. bahan pembuktian dan penjelasan informatif,
3. pembahasan mengenai peristiwa kemudian, laporan khusus dan berkas pemeriksaan.

Dalam kongres ke-4 Ikatan Akuntan Indonesia, Komisi Norma Pemeriksaan Akuntan mengusulkan
agar segera dilakukan penyempurnaan atas buku Norma Pemeriksaan Akuntan yang lama, dan
melengkapinya dengan serangkaian suplemen yang merupakan penjabaran lebih lanjut norma
tersebut. Pada tahun 1986 : penambahan 2 suplemen, lalu pada tahun 1990 : penambahan 1
suplemen, kemudian pada tahun 1992 : penambahan 9 suplemen.

Hingga dalam kongres ke-7 Ikatan Akuntan Indonesia tahun 1994, disahkan Standar Profesional
Akuntan Publik yang secara garis besar berisi:

1. Uraian mengenai standar professional akuntan publik


2. Berbagai pernyataan standar auditing yang telah diklasifikasikan
3. Berbagai pernyataan standar atestasi yang telah diklasifikasikan
4. Pernyataan jasa akuntansi dan review

Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001 terdiri dari lima standar,yaitu :
1. Pernyataan Standar Auditing (PSA) yang dilengkapi dengan interpretasi Pernyataan Standar Auditing.
2. Pernyataan Standar Atestasi (PSAT) yang dilengkap dengan interpretasi Pernyataan Standar Atestasi
(IPSAT)
3. Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Review (PSAR ) yang dilengkapi dengan interpretasi Pernyataan
Standar Jasa Akuntansi dan Review (IPSAR)
4. Pernyataan Standar Jasa Konsultasi (PSJK) yang dilengkapi interpretasi Pernyataan Standar Jasa
Konsultasi (IPSJK)
5. Pernyataan Standar Pengendalian Mutu (PSPM) yang dilengkapi interpretasi Pernyataan Standar
Pengendalian Mutu ( IPSM)

Selain kelima standar tersebut masih dilengkapi dengan aturan etika Kompartemen Akuntan Publik
yang merupakan aturan normal yang wajib dipenuhi oleh akuntan publik.