Anda di halaman 1dari 2

proses pembuatan koran

Kunjungan ke Magelang Ekspres


Koran adalah alat komunikasi massa yang menggunakan jasa media cetak. Berdasarkan
jangkauannya koran dibedakan atas koran lokal dan koran nasional. Koran lokal adalah koran
yang hanya menjangkau suatu wilayah yang sempit, sedangkan koran nasional menjangkau
wilayah yang cukup luas, misalnya sebuah negara.
Berbicara tentang koran, Rabu 4 Maret 2015 saya dan tim yang merupakan gabungan dari
Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muhammadiyah Borobudur
dan tim jurnalistik melakukan kunjungan ke kantor Magelang Ekspres (ME) di Jalan Ahmad
Yani Magelang, untuk melihat bagaimana proses pembuatan koran. Dari penjelasan narasumber,
Bapak Joko Suroso selaku redaktur pelaksana, kami tahu bahwa Magelang Ekspres adalah koran
lokal sekedu yang tergabung dalam grup Jawa Pos. Kantor yang didirikan pada 5 Juli 2010 ini
memiliki visi dan misi yaitu memenuhi keinginan sebagian masyarakat, menjadi bagian dari
masyarakat, dan bisa sebagai rujukan masyarakat. Adapun divisi kantor Magelang Ekspres
adalah:
1. Redaksional
Tugasnya bertanggungjawab terhadap bagus tidaknya koran yang akan diterbitkan. Divisi ini
memiliki beberapa anggota, yakni:
· Wartawan : Bertugas mencari, mengumpulkan, dan membuat berita.
· Redaktur(editor) : Mengedit dan menyunting berita.
· Layout : Menentukan perwajahan dan tata letak foto dalam koran.
2. Percetakan
Di divisi ini, koran akan dicetak setelah melalui layout.
3. Pemasaran
Koran akan dipasarkan. Di pemasaran ada orang yang khusus mengantarkan koran.
4. Iklan
Tugas divisi ini mencari pemasukkan dari orang yang hendak memasang iklan. Pemasaran
koran sangat mempengaruhi, karena orang cenderung memilih memasang iklan di koran yang
laris di pasaran.
Dalam melaksanakan tugasnya, wartawan Magelang Ekspres diharuskan mencari sedikitnya 5
sampai 6 berita setiap harinya, dan dalam menuliskan berita seorang wartawan harus netral,
dalam arti lain dia tidak boleh memihak apalagi menghakimi.
Setelah selesai sesi penjelasan dan tanya jawab, saya dan tim dipersilahkan masuk ke
ruang layout. Seperti yang tadi sudah saya sebutkan bahwa tugas dari tim layout adalah
menentukan perwajahan dan tata letak foto dalam koran. Ibarat dalam sebuah pertunjukan,
tim layout adalah tim yang menata panggungnya seperti apa, kostumnya yang bagaimana, barang
ini diletakkan di mana, barang itu di letakkan di mana, agar pertunjukkan itu menjadi lebih
menarik dan enak dipandang. Meski begitu, tim layouttidak memiliki hak untuk memotong
berita, karena itu sudah menjadi tugas editor. Satu orang bisa diserahi 2 sampai 6 halaman,
tergantung keahlian yang dimiliki.
Keluar dari ruang layout, kami masuk ke ruang percetakan. Tentu saja mesin cetak yang selesai
dirangkai dalam waktu 3 bulan ini membuat kami terheran-heran. Bagaimana tidak? Dengan
daya 3000 volt kecepatan mencetak mesin raksasa ini mencapai 30 ribu eksemplar per jam.
Berita yang selesai di mounting, dicetak di kertas kalkir(bolister) atau mika untuk kemudian
dimasukkan ke plat(harga sebuah plat sekali pakai ini 25 ribu) dan dicuci. Baru setelah dicuci,
berita dapat tercetak ke kertas cetak. Kertas cetaknya pun khusus, didatangkan langsung dari
Semarang dengan harga 4 juta untuk semalam habis. Selanjutnya, koran yang sudah tercetak
secara otomatis telah melewati 4 tahap pewarnaan,
yaitu sciene(magenta), black(hitam),yellow(kuning), dan blue(biru).
Yang sangat disayangkan adalah kami tidak dapat melihat proses pencetakan, karena dilakukan
pada pukul 03.00 dini hari sebelum tim pemasaran datang untuk membawa koran yang sudah
tercetak. Meski begitu, tak mengurangi rasa senang kami telah mengetahui bagaimana proses
pembuatan koran. Terimakasih Magelang Ekspres sudah berkenan mengantarkan kami dari
pukul 10.00 pagi hingga menjelang makan siang. Pengalaman ini sangat berkesan dan berguna
bagi kami