Anda di halaman 1dari 7

TUGAS INDIVIDU

KLIEN SEBAGAI PESERTA DIDIK DAN KEBUTUHAN PENDIDIKAN KESEHATAN


KLIEN

DISUSUN OLEH :

NOOR HALIMATUS SA’DIYAH, AMK

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN CENDIKIA UTAMA

KUDUS

2019
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Diera globalisasi sekarang ini bidang kesehatan banyak mengalami pemuktahiran dan
pekembangan-perkembangan ilmu yang mencuri perhatian masyarakat dunia. Seiring
dengan itu banyak pula masalah-masalah yang tentunya mampu membuat derajat kesehatan
manusia menurun. Dengan adanya masalah-masalah tersebut maka status kesehatan
masyarakat juga mengalami degradasi, maka pada masa sekarang status kesahatan menjadi
suatu keharusan yang harus dipertahankan bagi setiap orang. Satus kesehatan bisa didapat
jika seorang masyarakat/klien dapat dengan melalui suatu Pendidikan Kesehatan. Dimana
pendidikan kesehatan ini mencakup semua instasi kesehatan. Status kesehatan dapat
diketahui dengan mengetahui Kebutuhan Dasar Manusia. Dalam makalah ini akan dibahas
tentang klien sebagai sebagai peserta didik dan kebutuhan dasar klien.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian klien?
2. Apa Pengertian pendidikan klien?
3. Apa Tujuan Pendidikan Klien?
4. Apa Saja Standar Untuk Pendidikan Klien?
5. Apa SajaKebutuhan Kesehatan Klien?
6. Bagaimana Penggabungan Proses Keperawatan dan Proses Pengajaran?
BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Klien
Menurut KBBI (2001) Klien adalah orang yang memperoleh bantuan, orang
yang membeli sesuatu atau memperoleh layanan.Menurut fundamental keperawatan
(Potter; Perry) Klien ialah orang yang mencari pelayanan kesehatan dan anggota
keluarga atau orang yang berarti bagi orang yang mencari pelayanan kesehatan
tersebut.
Dalam keperawatan, yang menjadi klien bisa saja individunya itu sendiri
maupun keluarga atau kerabatnya. Jenis jenis klien yang disebutkan dalam Neuman
System Model juga bisa dalam bentuk individu maupun kelompok. Klien sebagai
individu yaitu seseorang yang mendapatkan asuhan keperawatan. Klien sebagai
keluarga ialah keluarga tersebut yang diberikan asuhan keperawatan/apabila seorang
anggota dari keluarga tersebut mengalami suatu penyakit atau kelemahan pada
tubuhnya yang mengakibatkan ia tidak dapat memberikan keterangan secara jelas
kepada perawat maka ia dibantu oleh keluarganya. Sedangkan klien sebagaik
kelompok atau masyarakat ialah klien yang ruang lingkupnya lebih luas daripada
keluarga.
2. Pengertian Pendidikan Kesehatan
Dalam keperawatan, pendidikan kesehatan merupakan satu bentuk intervensi
keperawatan yang mandiri untuk membantu klien baik individu, kelompok, maupun
masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya melalui kegiatan pembelajaran,
yang didalamnya perawat berperan sebagai perawat pendidik. Pelaksanaan pendidikan
kesehatan dalam keperawatan merupakan kegiatan pembelajaran dengan langkah-
langkah sebagai berikut : pengkajian kebutuhan belajar klien, penegakan diagnose
keperawatan, perencanaan pendidikan kesehatan, implementasi pendidikan kesehatan,
evaluasi pendidikan kesehatan, dan dokumentasi pendidikan kesehatan (Suliha, 2002).
Pendidikan kesehatan merupakan tindakan mandiri perawat dalam
memberikan asuhan keperawatan untuk meningkatan derajat kesehatan masyarakat
melalui kegiatan pembelajaran sehingga dari yang tidak tahu jadi tahu,yang tidak mau
jadi mau dan yang tidak mampu menjadi mampu untuk menjaga dan mempertahankan
kesehatannya atau mencegah terjadinya penyakit dan tingkat keparahan sakit pada
dirinya dan proses pemulihan kesehatan dari sakit untuk mencapai kesehatan yang
optimal.
3. Tujuan Pendidikan Klien
Pada dasarnya pendidikan kesehatan ditujukan agar klien dapat
meningkatkan, memperbaiki dan mempertahankan status kesehatannya. Pendidikan
pasien/klien yang komprehensif terdiri dari tiga tujuan, yaitu:
a) Pencegahan penyakit, pemeliharaan serta peningkatan kesehatan
b) Perbaikan kesehatan
c) Koping terhadap gangguan fungsi
4. Standar Untuk Pendidikan Klien
Menurut The Joint Commisson on Accreditation of Healthcare Organization
(JCAHO) (1995) (dalam Potter dan Pery, 2005: 337), standar untuk pendidikan
klien/keluarga adalah sebagai berikut:
a) Klien/keluarga diberi pendidikan yang dapat meningkatkan pengetahuan,
keterampilan dan perilaku yang diperlukan untuk memberikan keuntungan penuh
dari intervensi kesehatan yang dilakukan oleh institusi.
b) Organisasi merencanakan dan mendorong pengawasan dan koordinasi aktivitas
dan sumber pendidikan klien/keluarga.
c) Klien/keluarga mengetahui kebutuhan belajar mereka, kemampuan, dan kesiapan
untuk belajar.
d) Proses pendidikan klien/keluarga bersifat interdisiplin sesuai dengan rencana
asuhan keperawatan.
e) Klien/keluarga mendapatkan pendidikan yang spesifik sesuai dengan hasil
pengkajian kemampuan dan kesiapannya. Pendidikan kesehatan meliputi
pemberian obat-obatan, penggunaan alat medis, pemahaman tentang interaksi
makanan/obat dan modifikasi makanan, rehabilitasi, serta bagaimana melakukan
pengobatan selanjutnya.
f) Informasi mengenai instruksi pulang yang diberikan pada klien/keluarga diberikan
institusi atau individu tertentu yang bertanggung jawab terhadap kesinambungan
perawatan klien.
Keberhasilan untuk mencapai stadar di atas tergantung pada keikutsertaan seluruh
tenaga kesehatan profesional.
5. Kebutuhan kesehatan klien
Kebutuahan kesehatan klien merupakan kebutuhan yang berpatokan pada
kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan manusia/klien merupakan unsur-unsur yang
dibutuhkan oleh manusia/klien dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis
maupun psikologis, yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan
dan kesehatan. Walaupun setiap orang mempunyai sifat tambahan, kebutuhan yang
unik, setiap orang mempunyai kebutuhan dasar manusia yang sama. Besarnya
kebutuhan dasar yang terpenuhi menentukan tingkat kesehatan dan posisi pada rentang
sehat-sakit. Hierarki kebutuhan manusia menurut Maslow adalah sebuah teori yang
dapat digunakan perawat untuk memahami hubungan antara kebutuhan dasar manusia
pada saat memberikan perawatan. Hierarki kebutuhan manusia mengatur kebutuhan
dasar dalam lima tingkatan prioritas yaitu:
a) Kebutuhan Fisiologis (Physiologic Needs)
Kebutuhan fisiologis memiliki prioritas tertinggi dalam hirarki Maslow. Seorang
yang beberapa kebutuhannya tidak terpenuhi secara umum akan melakukan
berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan fisiologisnya terlebih dahulu.
Manusia memiliki delapan macam kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan akan
oksigen dan pertukaran gas, kebutuhan cairan dan elektrolit, kebutuhan nutrisi,
kebutuhan eliminasi urin dan fekal, kebutuhan istirahat dan tidur, kebutuhan
tempat tinggal, kebutuhan temperatur, serta kebutuhan seksual.
b) Kebutuhan Keselamatan dan Rasa Aman (Safety and Security Needs)
Kebutuhan keselamatan dan rasa aman yang dimaksud adalah keselamatan dan
rasa aman dari berbagai aspek, baik fisiologis maupun psikologis yang
mengancam diri.
c) Kebutuhan Rasa Cinta, Memiliki, dan Dimiliki (Love and Belonging Needs)
Kebutuhan ini meliputi memberi dan menerima kasih sayang, perasaan dimiliki
dan hubungan yang berarti dengan orang lain, kehangatan, persahabatan, serta
mendapat tempat atau diakui dalam keluarga, kelompok dan lingkungan sosialnya.
d) Kebutuhan Harga Diri (Self Esteen Needs)
Kebutuhan ini meliputi perasaan tidak bergantung pada orang lain, kompeten,
serta penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain.
e) Kebutuhan Aktualisasi Diri (Need for Self Actualization)
Kebutuhan ini meliputi kemampuan untuk dapat mengenal diri dengan baik
(mengenal dan memahami potensi diri), belajar memenuhi kebutuhan sendiri –
sendiri, tidak emosional, mempunyai dedikasi yang tinggi, kreatif, serta
mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dan sebagainya.
Menurut teori Maslow seseorang yang seluruh kebutuhannya terpenuhi
merupakan orang yang sehat, dan sesorang dengan satu atau lebih kebutuhan yang
tidak terpenuhi merupakan orang yang berisiko untuk sakit atau mungkin tidak sehat
pada satu atau lebih dimensi manusia

Penggabungan Proses Keperawatan dan Proses Pengajaran

Berikut ini adalah tabel perbandingan antara proses keperawatan dan pengajaran menurut
Potter dan Pery (2005:349)
Langkah
Proses Keperawatan Proses Pengajaran
Dasar

Pengkajian Kumpulkan data mengenai Kumpulkan data mengenai kebutuhan


kebutuhan fisik psikologis, sosial, belajar klien, motivasi, kemamuan
kultural, perkembangan dan spiritual untuk belajar serta sarana pengajaran
pasien itu sendiri, keluarga, tes dari klien, keluarga, lingkungan
diagnostik, catatan medis, riwayat belajar, catatan medis, riwayat
keperawatan dan literatur. keperawatan, dan literatur.
Diagnosa Identifikasidiagnosa keperawatan Identifikasi kebutuhan pengajaran
keperawatan yang tepat. klien mengaccu pada tiga domain
pengajaran.

Perencanaan Kembangkan rencana asuhan secara Tetapkan tujuan pengajaran.


individual. Tetapkan prioritas Rumuskan dalam terminologi tingkah
diagnosa berdasarkan kebutuhan laku. Identifikasi prioritas yang
segera klien. Rundingkan rencana berhubungan dengan kebutuhan
asuhan dengan klien. belajar. Rundingkan dengan klien
tentang rencana pengajaran.
Identifikasi metode pengajaran yang
digunakan.

Implementasi Lakukan terapi asuhan keperawatan. Implementasikan metode pengajaran.


Libatkan klien sebagai peserta aktif Secara aktif libatkan klien dalam
dalam asuhan keperawatan. Libatkan aktivitas pengajaran. Libatkan
keluarga dalam asuhan sesuai partisipasi keluarga sesuai kebutuhan.
kebutuhan.

Evaluasi Identifikasi keberhasilan dalam Nilai hasil proses belajar mengajar.


memenuhi hasil yang diharapkan Ukur kemampuan klien untuk
serta keberhasilan asuhan mencapai tujuan pengajaran. Ulangi
keperawatan. pengajaran bila dibutuhkan.
DAFTAR PUSTAKA

http://klik-sini-sob.blogspot.com/2013/10/konsep-belajar-mengajar-pembelajaran.html

http://visiuniversal.blogspot.co.id/2014/03/pengertian-belajar-dan-macam-macam.html

http://ridalatifah.blogs.uny.ac.id/2015/11/18/pengertian-belajar-dan-macam-macam-teori-belajar/