Anda di halaman 1dari 8

Makalah

“Teknik ASP, Akuntansi Sektor Publik”


Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah
akuntansi sektor publik

DISUSUN OLEH:
1. Cindy Mauline Juaztika
2. Hilman Hakim
3. Nia Noviani
4. Nurhayati
5. Siti sa’adah

PROGRAM DIPLOMA TIGA (D3)


JURUSAN AKUNTANSI
AKADEMI AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN INDONESIA 2018

1
Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang mana berkat rahmat kesehatan,

keselamatan dan juga kesempatannyalah kami bisa menyusun makalah ASP tentang

Akuntansi Komitmen ini dengan semaksimal mungkin dan untuk mendapatkan hasil

yang sebaik – baiknya.

Makalah ini kami susun dengan cara mencari – cari data dari buku referensi dan

internet. Semoga dengan diberikannya tugas ini kami akan mendapatkan wawasan

yang lebih luas lagi, karena kami menyadari bahwa wawasan dan pengetahuan yang

kami miliki sekarang masih sangat minim.

Semoga dengan selesinya Makalah Tentang Akuntansi Komitmen ini dapat

membantu kami untuk mendapatkan nilai yang baik, dan juga dapat dibaca oleh orang

lain sehingga dapat menambah wawasan bagi sipembaca itu sendiri. Dan kami juga

ingin meminta maaf kepada bapak Ir. Ahmad Rohendi,.M.Aki apabila makalah yang

kami buat ini masih jauh dari sempurna dan tidak sesuai dengan yang bapak harapkan.

Serang, 07 November 2018

Pemakalah

2
Daftar Isi
Kata Pengantar ........................................................................................... 1
Teknik Akuntansi Sektor Publik................................................................... 4
Latar Belakang ......................................................................................... 4
Akuntansi Komitmen (Commitment Accounting) ...................................... 4
Tujuan ...................................................................................................... 4
Contoh Praktek Akuntansi Komitmen ....................................................... 5
kesimpulan ............................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 8

3
Teknik Akuntansi Sektor Publik

Teknik-teknik akuntansi sektor publik merupakan teknik-teknik akuntansi keuangan


yang diadopsi oleh organisasi sektor publik. Teknik akuntansi sektor publik meliputi
akuntansi dana, akuntansi anggaran dan akuntansi komitmen. Pada dasarnya, teknik-
teknik akuntansi tersebut tidak bersifat mutually exclusive yaitu penggunaan salah satu
teknik akuntansi tidak menolak penggunaan teknik lainnya. Oleh karena itu, suatu
organisasi sektor publik dapat menggunakan teknik akuntansi yang berbeda-beda dan
bahkan dapat menggunakan teknik akuntansi yang berbeda secara bersama-sama.

Latar Belakang

Akuntansi Komitmen (Commitment Accounting)


Akuntansi komitmen adalah sistem akuntansi yang mengakui transaksi dan
mencatatnya pada saat order dikeluarkan. Sistem akuntansi akrual mengakui biaya
pada saat faktur diterima dan mengakui pendapatan ketika faktur dikeluarkan.
Akuntansi komitmen dapat digunakan bersama-sama dengan akuntansi kas atau
akuntansi akrual. Akuntansi komitmen terkadang hanya menjadi sub sistem dari sistem
akuntansi utama yang dipakai organisasi. Akuntansi komitmen mengakui transaksi
ketika organisasi melakukan transaksi tersebut. Hal ini berarti bahwa transaksi tidak
diakui ketika kas telah dibayarkan atau diterima, tidak juga ketika faktur diterima atau
dikeluarkan, akan tetapi pada waktu yang lebih awal, yaitu ketika order dikeluarkan atau
diterima.

Tujuan

Tujuan utama akuntansi komitmen adalah untuk pengendalian anggaran. Agar manajer
dapat mengendalikan anggaran, ia perlu mengetahui berapa besar anggaran yang telah
dilaksanakan atau digunakan jika dihitung berdasarkan order yang telah dikeluarkan.
Dengan menerima akun atas faktur yang diterima atau dibayarkan, ia dapat dengan
mudah menghabiskan anggaran (over commited). Tentu saja manajer yang teliti akan
tahu bahwa akun-akun tidak memasukan order yang dikeluarkan yang mana faktur

4
belum diterima dan oleh karena itu ia membuat catatan sendiri agar ia tidak melakukan
pemborosan anggaran (Over commited the budget).

Akuntansi komitmen berfokus pada order yang dikeluarkan. Order yang diterima
yang terkait dengan pendapatan tidak akan dicatat sebelum faktur dikirimkan. Akun
yang dicacat hanya didukung oleh order yang dikeluarkan. Pada umumnya tidak ada
kewajiban hukum (legal liability) untuk patuh terhadap order yang terjadi dan order
tersebut dapat dengan mudah dibatalkan. Hal ini menjadikan sulit untuk mengakui
biaya-biaya untuk periode akuntansi yang bersangkutan yang mana hanya
mendasarkan pada order yang dikeluarkan.

Sistem akuntansi yang diterapkan oleh beberapa pemerintah mengakui transaksi


ketika organisasi berkomitmen terhadap transaksi tersebut, artinya transaksi tidak
diakui ketika kas dibayarkan atau diterima atau bon ketika faktur diterima atau
dikirimkan, tetapi pada di titik yang lebih awal ketika pesanan dibuat atau diterima.

Contoh Praktek Akuntansi Komitmen


Sebagai contoh, sebuah unit pemerintah melakukan pemesanan atas perlengkapan
kantor. Melalui proses dan tahapan yang biasanya telah ditentukan unit tersebut
menentukan pemasok yang akan dipilih pada harga saat pemilihan pemasok dilakukan,
yaitu Rp.200.000.000. Saat itu, dicatat sebuah akun yang setara dengan akun belanja
dan menggambarkan pemesanan tersebut, misalnya beban pemesanan. Secara teknis,
pemesanan tersebut juga langsung dicatat sebagai pengurang ekuitas dana yang
dalam beberapa praktik dilakukan melalui akun cadangan pemesanan.

Pencatatan tersebut bertujuan sebagai encumbrance atau penghalang atas


dilakukannya belanja pada jenis atau kelompok yang sama sehingga menyebabkan
terlampaunnya anggaran belanja yang bersangkutan. Hal ini dilakukan sebagai
implikasi dari anggaran belanja yang kita persepsikan sebagai sebuah batas atas
(plafon), bukan sekedar estimasi perencanaan. Misalnya, sebuah unit pemerintah
menganggarkan belanja perlengkapan kantor sebesar RP.500.000.000 dan terjadi
pemesanan seperti contoh di atas sebesar Rp.200.000.000. Pada kasus ini, sisa plafon
belanja sebenarnya tinggal Rp.300.000.000, tetapi akuntansi anggaran memberikan
informasi bahwa sisa plafon belanja adalah Rp.500.000.000 karena belum ada realisasi

5
belanja sama sekali. Permasalahan akan muncul jika tiba-tiba terdapat pemesanan
kedua senilai Rp.350.000.000. Oleh karena itu, akuntansi komitmen menyediakan
sebuah mekanisme penghalang untuk menghindari hal tersebut.

Ketika transaksi atas pemesanan tersebut terealisasi, pencatat beban pemesanan


tersebut dihapus atau dibalik. Selanjutnya, dilakukan pencatatan belanja sebagaimana
biasa berdasarkan dokumen sumber yang terkait.

Ilustrasi pencatatan atas akuntansi komitmen ini dapat dilihat pada beberapa contoh
jurnal berikut ini.

Beban pemesanan Rp.200.000.000

Cadangan pemesanan Rp.200.000.000

(Jurnal pada saat melakukan pesanan)

Cadangan pemesanan Rp.200.000.000

Beban pemesanan Rp.200.000.000

(Jurnal balik untuk menghapus beban pemesanan ketika transaksi rill telah
dilaksanakan)

Belanja perlengkaran Rp.190.000.000

Beban pemesanan Rp.190.000.000

(Jurnal untuk mencatat transaksi pembelian perlengkapan berdasarkan dokumen


transaksi)

kesimpulan
Fungsi utama akuntansi komitmen adalah dalam control anggaran. Gagasannya
adalah akun-akun bulanan yang hanya mencatat faktur yang diterima atau dibayar
hanya memberikan sedikit nilai terhadap proses pengambilan keputusan. Agar manajer
dapat mengendalikan anggaran, mereka perlu mengetahui besarnya anggaran yang
telah menjadi komitmen dalam hubungan dengan pesanan yang dibuat. Kalau manajer
hanya menerima akun-akun yang mencakup penerimaan dan pembuatan faktur,
manajemen dapat mudah menjadi terlalu terpaku atau terlalu berkomitmen (over
6
committed) pada anggarannya. Manajer yang berhati-hati tentu akan mengetahui
bahwa akun-akun tersebut tidak memasukan pesanan yang telah dibuat, tetapi
fakturnya belum diterima, dan akan membuat catatan mereka sendiri mengenai hal ini.
Dengan demikian, mereka tidak membuat anggaran mereka (over committed).
Pertanyaan yang muncul adalah ”Jika informasi akuntansi ini sangat relevan untuk
manajer, mengapa tidak dimasukan dalam akun-akun?”

Karena berkaitan dengan fungsi utamanya, akuntansi komitmen berfokus pada


pesanan yang telah dibuat. Pesanan yang diterima dan berhubungan dengan
pendapatan tidak akan dicatat sampai faktur telah dikirimkan. Masalah pengendalian
anggaran tidak mempengaruhi pendapatan dengan cara yang sama seperti halnya ia
mempengaruhi beban.

7
DAFTAR PUSTAKA
Nurdiawan. Deddi, 2011 Akuntansi Sektor Publik

Jagakarsa. Jakarta Selatan Salemba Empat