Anda di halaman 1dari 4

Kertas Kerja

-47. Penyiapan Kertas Kerja adalah bagian integral dari suatu audit atas laporan keuangan yang
dilakukan akuntan publik. Pada penugasan ulangan, untuk merencanakan program
pemeriksaan dan kertas kerja untuk tahun yang diperiksa, auditor mereview program
pemeriksaan dan kertas kerja tahun lalu untuk menentukan kegunaannya dalam audit tahun
yang diperiksa.
Diminta:
a. Tujuan dan Fungsi Kertas Kerja
 Tujuan Kertas Kerja
Empat tujuan penting pembuatan kertas kerja adalah untuk:
1. Mendukung pendapat auditor atas laporan keuangan auditan.
Kertas kerja dapat digunakan oleh auditor untuk mendukung pendapatnya,
dan merupakan bukti bahwa auditor telah melaksanakan audit yang memadai.
2. Menguatkan simpulan-simpulan auditor dan kompetensi auditnya.
Auditor dapat kembali memeriksa kertas kerja yang telah dibuat dalam
auditnya, jika di kemudian hari ada pihak-pihak yang memerlukan penjelasan
mengenai simpulan atau pertimbangan yang telah dibuat oleh auditor dalam
auditnya.
3. Mengkoordinasi dan mengorganisasi semua tahap audit.
Audit yang dilaksanakan oleh auditor terdiri dari berbagai tahap audit yang
dilaksanakan dalam berbagai waktu, tempat, dan pelaksana. Setiap audit
tersebut menghasilkan berbagai macam bukti yang membentuk kertas kerja.
Pengkordinasian dan pengorganisasian berbagai tahap audit tersebut dapat
dilakukan dengan menggunakan kertas kerja.
4. Memberikan pedoman dalam audit berikutnya.
Dari Kertas Kerja dapat diperoleh informasi yang sangat bermanfaat untuk
audit berikutnya jika dilakukan audit yang berulang terhadap klien yang sama
dalam periode akuntansi yang berlainan, auditor memerlukan informasi
mengenai sifat usaha klien, catatan klien, pengendaian intern klien, dan
rekomendasi perbaikan yang diajukan kepada klien dalam audit yang lalu,
jurnal-jurnal adjustment yang disarankan untuk menyajikan secara wajar
laporn keuangan yang lalu.
 Fungsi Kertas Kerja
o Kertas kerja dapat dimanfaatlan untuk menghubungkan catatan klien dengan
laporan audit yang dihasilkan oleh auditor.
o Kertas kerja dapat dimanfaatlan oleh auditor untuk mendukung pendapatnya
dan merupakan bukti bahwa auditor telah melaksanakan audit yang memadai.
o Kertas kerja dapat dimanfaatlan untuk menguatkan simpulan-simpulan
auditor dan kompetensi auditnya dalam membuktikan telah dilaksanakannya
dengan baik audit atas laporan keuangan.
o Kertas kerja dapat dimanfaatlan untuk mengkoordinasi dan mengorganisasi
semua tahap audit yang terdiri dalam berbagai waktu, tempat, dan pelaksana.
o Kertas kerja dapat dimanfaatlan untuk memberikan pedoman dalam audit
berikutnya.
o Sebagai dasar perencanaan audit tahun selanjutnya.
o Sebagai catatan bahan bukti dan hasil pengujian yang telah dilakukan.
o Sebagai dasar untuk menentukan jenis laporan audit yang pantas.
o Sebagai dasar untuk supervisi audit oleh supervisor dan partner.
b. Catatan-catatan yang biasanya dimasukkan ke dalam kertas kerja
 Daftar laporan audit.
 Laporan keuangan auditing.
 Ringkasan informasi bagi penelaah.
 Program audit.
 Laporan keuangan atas neraca lajur yang dibuat klien.
 Ringkasan jurnal penyesuaian.
 Working Trial Balance.
 Daftar utama.
 Daftar pendukung
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertimbangan auditor dalam menentukan jenis dan
isi kertas kerja untuk suatu penugasan tertentu
Kecakapan teknis dan keahlian professional seorang auditor independen akan
tercermin pada kertas kerja yang dibuatnya. Untuk membuktikan bahwa seseorang
merupakan auditor yang kompeten dalam melaksanakan pekerjaan lapangan sesuai
dengan standar auditing, ia harus dapat menghasilkan kertas kerja yang benar-benar
bermanfaat. Untuk memenuhi tujuan ini ada lima faktor yang harus diperhatikan:
1. Lengkap, kertas kerja harus lengkap dalam arti:
a) Berisi semua informasi yang pokok. Auditor harus dapat menentukan
komposisi semua data penting yang harus dicantumkan dalam kerta kerja.
b) Tidak memerlukan tambahan penjelasan secara lisan karena kertas kerja akan
diperiksa oleh auditor senior untuk menentukan cukup atau tidaknya
pekerjaan audit yang telah dilaksanakan oleh stafnya dan bahkan ada
kemungkinan kertas kerja tersebut akan diperiksa oleh pihak luar, maka
kertas kerja hendaknya berisi informasi yang lengkap, sehnggga tidak
memerlukan tambahan penjelasan lisan. Kertas kerja harus dapat “berbicara”
sendiri, harus berisi informasi yang lengkap, tidak berisi informasi yang
masih belum jelas atau pertanyaan yang belum terjawab.
2. Teliti, dalam pembuatan kertas kerja, auditor harus memperhatikan ketelitian
dalam penulisan dan perhitungan sehingga kertas kerjanya bebas dari kesalahan
tulis dan perhitungan.
3. Ringkas, Kadang-kadang auditor yang belum berpengalaman melakukan
kesalahan dengan melaksanakan audit yang tidak relevan dengan tujuan audit.
Akibatnya, ia membuat atau mengumpulkan kertas kerja dalam jumlah yang
banyak dan cenderung tidak bermanfaat dalam auditnya. Oleh karena itu, kertas
kerja harus dibatasi pada informasi yang pokok saja dan yang relevan dengan
tujuan audit yang dilakukan serta disajikan secara ringkas. Auditor harus
menghindari rincian yang tidak perlu. Analisis yang dilakukan oleh auditor harus
merupakan ringkasan dan penafsiran data dan bukan hanya merupakan penyalinan
catatan klien ke dalam kertas kerja.
4. Jelas, Kejelasan dalam menyajikan informasi kepada pihak-pihak yang akan
memeriksa kertas kerja perlu diusahakan oleh auditor. Penggunaan istilah yang
menimbulkan arti ganda perlu dihindari. Penyajian informasi secara sistematik
perlu dilakukan.
5. Rapi, Kerapian dalam pembuatan kerta kerja dan keteraturan kertas kerja akan
membantu auditor senior dalam me-review hasil pekerjaan stafnya serta
memudahkan auditor dalam memperoleh informasi dari kertas kerja tersebut.

d. Bukti-bukti yang akan dimasukkan auditor dalam kertas kerjanya agar sesuai dengan
standar audit
a) Bukti bahwa pemeriksaan telah direncanakan dan disupervisi dengan baik, yang
menunjukkan dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan yang pertama.
b) Bukti pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern telah diperoleh
untuk merencanakan audit dan menentukan sifat,saat, dan lingkup pengujian yang
telah dilakukan
c) Bukti audit telah diperoleh, prosedur pemeriksaan yang telah diterapkan dan
pengujian yang telah dilaksanakan,yang memberikan bukti kompeten yang cukup
untuk menyatakan pendapat atas keuangan audit
d) Bukti bahwa penugasan telah direncanakan dan pekerjaan asisten telah disupervisi
dan direview