Anda di halaman 1dari 52

LAPORAN KERJA PRAKTEK INDUSTRI

“PEMELIHARAAN LA (LIGHTNING ARRESTER) DI PT. PLN


(Persero) GARDU INDUK NAMORAMBE”

Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan mata
kuliah Kerja Praktek Industri Program Studi Teknik Elektro Universitas
Negeri Medan

Oleh:
Gusnando Nainggolan
5163230013

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN KERJA PRAKTEK INDUSTRI

PT. PLN (Persero) GARDU INDUK NAMORAMBE

Oleh :
Gusnando Nainggolan
5163230013

Disetujui atau disahkan di kota Medan pada tanggal :

_____________________________________________________

Ketua Prodi Teknik Elektro Dosen Pembimbing


LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN KERJA PRAKTEK INDUSTRI
PT. PLN (Persero) GARDU INDUK NAMORAMBE

Oleh :
Gusnando Nainggolan
5163230013

Disetujui atau disahkan di kota Medan pada tanggal :

_____________________________________________________

Supervisor PT. PLN Gardu Induk Namorambe


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat-Nya, penulis
dapat menyelesaikan laporan akhir pelaksanaan Kerja Praktek Industri ini.
Laporan akhir pelaksanaan Kerja Praktek Industri ini merupakan tugas individu
untuk memenuhi syarat tugas mata kuliah Kerja Praktek Industri (semester VIII).
Penulis menyadari bahwa penyusunan laporan akhir pelaksanaan Kerja
Praktek Industri ini tidak terwujud tanpa bantuan dan dorongan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima
kasih kepada yang terhormat :
1. Bapak Prof. Dr. Harun Sitompul, M.Pd., selaku Dekan I Fakultas Teknik
Universitas Negeri Medan.
2. Bapak Dr. Baharuddin, ST., M.Pd., selaku ketua jurusan Pendidikan
Teknik Elektro
3. Bapak Dr. Adi Sutopo, MT., selaku ketua prodi Teknik Elektro.
4. Bapak Salman Bintang selaku sekretaris jurusan Pendidikan Teknik
Elektro.
5. Bapak Drs. Juaksa Manurung, M.Si., selaku dosen pembimbing Kerja
Praktek Industri.
6. Ibu Dewi yang telah bersedia menerima surat izin kerja praktek industri di
PT. PLN (Persero) UIP3BS UPT Medan.
7. Bapak Priadi Wijaya yakni Manager PT. PLN Tragi Binjai yang telah
memberikan izin untuk pelaksanaan kerja praktek industri di PT. PLN GI
Namorambe.
8. Spv. Teknik yakni bapak Ernest G. Malau yang telah memberikan
ketersediaan selama penulis melakukan kegiatan kerja praktek industri.
9. Operator Gardu Induk Namorambe yakni bang Rayhan, bang Abu Yaser,
bang Fikri Faizin, dan bang Sulistiyo yang mendampingi penulis di PT.
PLN GI Namorambe.
10. Keluarga tercinta yang telah begitu tulus memberikan semangat, dorongan
dan doa yang bermanfaat bagi penulis.
11. Teman – teman mahasiswa TE UNIMED angkatan 2016 yang telah
banyak membantu penulis dan memberikan dukungan dalam menyusun
laporan Kerja Praktek Industri ini sampai selesai.
12. Terima kasih kepada teman saya Eko We Asa Purba yang ikut serta dalam
pelaksanaan kerja praktek industri ini.
13. Semua pihak yang telah membantu terselesainya laporan Kerja Praktek
Industri ini yang tidak dapat penulis sebut satu persatu.
Semoga bantuan yang telah diberikan kepada penulis mendapat balasan
yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa. Penulis menyadari masih banyak
kekurangan dalam penyusunan laporan Kerja Praktek Industri ini, saran dan kritik
yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. Semoga karya tulis ini ada
manfaatnya bagi pihak yang membutuhkan.

Medan, 27 Februari 2020

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................iii

DAFTAR ISI............................................................................................................v

DAFTAR GAMBAR.............................................................................................vii

DAFTAR TABEL................................................................................................viii

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1

A. Latar Belakang..........................................................................................1

B. Tujuan Kerja Praktek Industri...................................................................2

C. Manfaat Kerja Praktek Industri.................................................................2

BAB II GAMBARAN UMUM PT. PLN (PERSERO) GARDU INDUK


NAMORAMBE.......................................................................................................4

A. Kondisi Situasi Kerja Perusahaan.............................................................4

B. Jenis Usaha..............................................................................................10

C. Struktur Organisasi Perusahaan...............................................................10

BAB III LANDASAN TEORI DAN PENGALAMAN LAPANGAN.................12

A. Landasan Teori........................................................................................12

B. Pengalaman Lapangan.............................................................................20

C. Pembahasan.............................................................................................29

BAB IV PENUTUP...............................................................................................32

A. Kesimpulan..............................................................................................32

B. Saran........................................................................................................32

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................33

Lampiran-lampiran.................................................................................................34

Diagram Satu Garis Gardu Induk Namorambe .................................................35


Jadwal dan Kegiatan Kerja Praktek Industri .....................................................36

Lembar Penilaian Kerja Praktek Industri..........................................................39

Surat Balasan dari PLN......................................................................................40

Surat Keterangan Selesai Kerja Praktek.............................................................41

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2. 1 Lokasi Gardu Induk Namorambe (sumber: google map)...................9
Gambar 2. 2 Struktur Organisasi di Gardu Induk Namorambe. 1

Gambar 3.1. 1 Contoh LA dengan housing porselen.............................................13


Gambar 3.1. 2 Contoh LA dengan housing polymer.............................................13
Gambar 3.1. 3 Konstruksi LA................................................................................14
Gambar 3.1. 4 Contoh bagian-bagian LA..............................................................16
Gambar 3.1. 5 Counter LA.....................................................................................17
Gambar 3.1. 6 Skema pengukuran nilai tahanan isolasi LA 2

Gambar 3.2. 1 Contoh peralatan tegangan tinggi yang ada di switchyard.............21


Gambar 3.2. 2 Trafo daya I dan II di Gardu Induk Namorambe...........................21
Gambar 3.2. 3 Ruang Kontrol 150 kV...................................................................22
Gambar 3.2. 4 Ruang Kontrol 20 kV.....................................................................22
Gambar 3.2. 5 Blok rangkaian jaringan LA di bay Titi Kuning I..........................24
Gambar 3.2. 6 Penempatan LA di bawah penghantar transmisi 150 kV...............25
Gambar 3.2. 7 Penempatan LA di bay Trafo Daya I dan II...................................25
Gambar 3.2. 8 Data pengamatan LA di bay Trafo Daya II....................................26
Gambar 3.2. 9 Counter LA dan nilai arus bocor di bay Trafo Daya II..................27
Gambar 3.2. 10 Pengecekan kondisi housing LA di bay Galang II.......................27
Gambar 3.2. 11 Pengujian nilai tahanan isolasi LA 2

Gambar 3.3. 1 LA di bay Galang I dan II (tidak memakai grading ring)..............29


Gambar 3.3. 2 Contoh LA di bay Paya Geli I dan II.............................................30
DAFTAR TABEL

Tabel 3. 1 Pembahasan landasan teori dan pengalaman lapangan........................31


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

PT. PLN (Persero) P3B Sumatera Gardu Induk Namorambe beralamat di Jl. Desa
Ujung Labuhan Psr. III Kec. Namorambe km 14 Deli Tua merupakan salah satu
Unit Pelayanan Transmisi Medan Tragi Binjai yang berdiri di atas pertapakan 18
Ha di mana pembangunan gardu ini dimulai tahun 1995 dan mulai beroperasi
pada tanggal 30 April 1996 (Ronald dan Rudi. 2014. Laporan Kerja Praktek di
Gardu Induk Namorambe).

Gardu Induk Namorambe mentransformasikan tegangan transmisi (150 kV)


menjadi tegangan penyulang (20 kV). Di Gardu Induk Namorambe memiliki jenis
gardu induk pasangan luar di mana terdapat dua buah trafo daya 60 MVA merk
UNINDO. Di Gardu Induk Namorambe terdapat beberapa peralatan tegangan
tinggi seperti LA (Lightning Arrester), PT (Potensial Transformator) / CVT
(Capasitor Voltage Transformator), DS (Disconnecting Switch), CT (Current
Transformator) dan PMT (Pemutus Tenaga).

Lightning arrester akan bekerja pada tegangan tertentu di atas tegangan operasi
untuk membuang muatan listrik dari surja petir dan akan berhenti beroperasi pada
tegangan tertentu di atas tegangan operasi agar tidak terjadi arus ikutan pada
tegangan operasi (Djiteng Marsudi, 2011: 52).

Lightning Arrester merupakan peralatan tegangan tinggi yang berfungsi untuk


sebagai pengaman dari surja hubung dan surja petir. Lightning Arrester bisa
sebagai isolator jika tidak ada tegangan lebih. Lightning Arrester bisa sebagai
konduktor jika terjadi tegangan lebih dari surja hubung maupun surja petir.
Lightning Arrester sangat banyak digunakan dalam proteksi peralatan tegangan
tinggi, misalnya di Gardu Induk. Untuk menghindari kegagalan lightning arrester
sebagai proteksi maka dibutuhkan pemeliharaan. Untuk itu, penulis ingin
mengkaji data bagaimana lightning arrester bekerja sehingga bisa melindungi
peralatan dari surja petir maupun surja hubung dan bagaimana pemeliharaan
lightning arrester di Gardu Induk Namorambe.

B. Tujuan Kerja Praktek Industri

Tujuan kerja praktek industri adalah memberikan kesempatan pada mahasiswa


untuk :
1. Mengetahui tujuan pemasangan lightning arrester
2. Mengetahui jenis-jenis lightning arrester
3. Mengetahui apa saja yang berhubungan dengan lightning arrester
4. Mengetahui bagaimana pemasangan jaringan lightning arrester (Blok
rangkaian).
5. Mengetahui prinsip kerja lightning arrester. (Jika terjadi gangguan
bagaimana sistem menjadi aman.
6. Mengetahui bagaimana pemeliharaan LA (lightning arrester) di Gardu
Induk Namorambe.

C. Manfaat Kerja Praktek Industri

1. Bagi Mahasiswa
a) Berkesempatan untuk mengetahui tentang peralatan tegangan tinggi di
Gardu Induk Namorambe khususnya tentang lightning arrester.
b) Mahasiswa dapat mengaplikasikan dan meningkatkan ilmu yang
diperoleh di bangku perkuliahan.
c) Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengetahui tentang
Lightning Arrester.
d) Mendapatkan pemahaman, penghayatan, dan pengalaman di bidang
manajemen dan kultur perusahaan.
e) Mendapatkan pengalaman dan penghayatan melalui pengamatan terhadap
proses kegiatan kerja di dunia usaha perusahaan.
f) Mendapatkan pengalaman melalui pengamatan terhadap proses
pembentukan kompetensi keahlian teknik, kepribadian, dan sosial di
perusahaan.
g) Memperoleh pengalaman tentang cara berfikir dan bekerja secara
interdisipliner, sehingga dapat memahami adanya keterkaitan ilmu dalam
mengatasi permasalahan teknologi yang ada di perusahaan.
h) Memperoleh kemampuan penalaran dalam melakukan penelaahan,
perumusan dan pemecahan masalah teknologi yang ada di perusahaan.

2. Bagi Perusahaan Tempat Kerja Praktek Industri


a) Mendapatkan bantuan pemikiran, tenaga, ilmu, dan teknologi dalam
merencanakan serta melaksanakan pengembangan industry.
b) Industri mendapat kepercayaan dan kesempatan untuk ikut serta dalam
menyiapkan calon sarjana teknik elektro yang professional.
c) Memperoleh kesempatan untuk bermitra dengan pihak Universitas Negeri
Medan dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan khususnya proses
pembelajaran.

3. Bagi Universitas Negeri Medan


a) Menambah akses terhadap stakeholders Unimed, sehingga mempermudah
lulusan memperoleh pekerjaan.
b) Memperoleh masukan untuk penyempurnaan kurikulum program studi
teknik elektro.
c) Memperluas jejaring kerjasama antara Unimed dengan industri/perusahaan
tempat Kerja Praktek Industri sehingga dapat meningkatkan keterkaitan
dan kesepadanan antara program akademik dengan pengetahuan dan
keterampilan lulusan.
BAB II
GAMBARAN UMUM PT. PLN (PERSERO) GARDU INDUK
NAMORAMBE

A. Kondisi Situasi Kerja Perusahaan

Berdasarkan profil sejarah Gardu Induk Namorambe, perusahaan Umum Listrik


Negara Wilayah II Sumatera Utara membawahi unit sebagai berikut:

1. PLN ULTG Glugur, mengusahai bidang transmisi energi di daerah kerja


Medan sekitarnya dan mempunyai beberapa Gardu Induk.
2. PLN ULTG Binjai, mengusahai bidang pendistribusian energi listrik di
daerah kerja Binjai sekitarnya dan mempunyai beberapa Gardu Induk.
3. PLN ULTG Sei Rotan, mengusahai bidang transmisi energi listrik di
daerah kerja Sei Rotan sekitarnya dan mempunyai beberapa Gardu Induk.
4. PLN ULTG Paya Pasir, mengusahai bidang transmisi energi listrik di
daerah kerja Paya Pasir sekitarnya dan mempunyai beberapa Gardu Induk.

Pada tahun 1994 Perusahaan Umum Listrik Negara berubah nama menjadi PT.
PLN (Persero). Sejalan dengan perkembangan pembangunan kota Medan dan
perkembangan beban disekitar pinggiran kota Medan tepatnya daerah
Namorambe, dimana selama ini untuk kebutuhan energi listirk didaerah
Namorambe disuplai dari GI Titi kuning.

Sesuai kebutuhan dan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, maka


pada tahun 1995 dibangunlah Gardu Induk Namorambe. Lokasinya di Jalan
Namorambe KM 14 Psr. 3 Desa Ujung Labuhan Kecamatan Namorambe di atas

areal tanah seluas ± 1,8 Ha. Dimana daerah itu sebelumnya ada dilintasi jalur
Transmisi 150 KV Paya Geli ke Titi Kuning yang dibangun jauh sebelumnya.
Pada waktu itu Gardu Induk Namorambe dibangun dengan memotong jalur
transmisi Paya Geli ke Titi Kuning tepatnya di line 2 pada tower no: 48. dengan
membangun 2 buah tower tapping sampailah jaringan transmisi 150 KV ke
Serandang Switch Yard 150 KV Gardu Induk Namorambe. Pembangunan GI
Namorambe memakan waktu waktu 1 (satu) tahun. Tepatnya pada tanggal 30
April 1996 GI Namorambe mulai beroperasi dan dibeban, dengan mempunyai
peralatan terpasang sebagai berikut:

1. Penghantar NR ke PG.
2. Trafo Daya 1 (30 MVA).
3. Feeder Penyulang 3 buah.

Adapun kronologis pembebanan penuh pertama GI Namorambe pada tanggal 30


April 1996, sebagai berikut:

1. Jam 10.35 PMS 150 KV LINE NR-PG //


2. Jam 10.35 PMS 150 KV BUS I NR-PG //
3. Jam 10.42 PMT 150 KV NR-PG //
4. Jam 10.43 PMS 150 KV BUS I TD 1 //
5. Jam 10.44 PMT 150 KV TD 1 //
6. Jam 11.04 PMS 20 KV BUS II INC. TD 1 //
7. Jam 11.08 PMT 20 KV INC TD 1 //
8. Jam 11.09 PMS 20 KV BUSL II TR. PS //
9. Jam 11.22 FUSE 20 KV TR. PS //
10. Jam 18.15 PMS 20 KV NR 3 //
11. Jam 18.16 PMT 20 KV NR 3 //
12. Jam 18.19 PMT & PMS NR 3 // → putaran fasa terbalik
13. Jam 18.40 PMS NR 1 //
14. Jam 18.45 PMT NR 1 //
15. Jam 18.52 PMT & PMS NR 1 // → putaran fasa terbalik
16. Jam 19.14 PMS NR 2 //
17. Jam 19.16 PMT NR 2 //
18. Jam 19.18 PMS NR 3 & NR 1 //
19. Jam 19.19 PMT NR 3 //
20. Jam 19.19 PMT NR 1 //
Penyulang I (NR 1), untuk melayani PDAM Tirtanadi (PAMAH) Daerah Timur
GI Namorambe. Penyulang II (NR 2), untuk melayani konsumen diseluruh
kawasan Namorambe, Deli Tua/Armed Daerah Selatan GI Namorambe.
Penyulang III (NR 3), untuk melayani konsumen dikawasan Jl. Karya Jaya dan
Asrama Haji Daerah Sebelah Utara dari GI Namorambe.

Sejarah Bergabungnya dengan PT. PLN (Persero) KIT-LUR SUMBAGUT


(1997-2005)

Perkembangan kelistrikan semakin pesat untuk mengimbangi agar pelayanan


kepada konsumen semakin baik, maka PT. PLN (Persero) membentuk struktur
organisasi baru. Untuk itu diresmikanlah PT. PLN (Persero) KIT-LUR
SUMBAGUT pada tanggal 7 Januari 1997. Kepemimpinan PT. PLN (Persero)
KIT-LUR SUMBAGUT dipercayakan kepada Ir. Demden R. Sukada sebagai GM.
KIT-LUR I. PT. PLN (Persero) KIT-LUR mengusahakan bidang pembangkitan
dan penyaluran. PT. PLN (Persero) Sektor Glugur yang mengusahai bidang
penyaluran termasuk dibawah naungan PT. PLN (Persero) KIT-LUR Sumbagut.
Secara garis besar wilayah kerja PT. PLN (Persero) KIT-LUR Sumbagut meliputi:

Propinsi NAD memiliki satu sektor, yaitu sektor Luengbata

Propinsi Sumatera Utara terdiri dari:

1. Sektor Belawan
2. Sektor Glugur
3. Unit Pengatur Beban
4. Sektor Sibolga

Propinsi Riau terdiri dari Sektor Pekan Baru.

Perkembangan pembangunan yang begitu pesat maka Gardu Induk Namorambe


juga membangun penghantar transmisi NR-TK untuk meningkatkan kehandalan
sistem Transmisi yang sudah ada. Pada tanggal 23 Februari 1998 dioperasikan
penghantar NR-TK sebagai berikut:
Jam 12.32 PMS 150 KV LINE NR-TK //

Jam 12.33 PMS 150 KV BUS 1 NR-TK //

Jam 12.35 PMT 150 KV NR-TK //

Disusul pembangunan feeder IV (NR4) pada tanggal 27 juni 2001 pada jam 12.28
PMT 20 KV NR4 // (dioperasikan) untuk melayani daerah Bandara Polonia,
AURI dan sekitarnya. Perubahan beban puncak di GI. Namorambe menurut grafik
semakin naik maka pada akhir tahun 2002 mulai dibangun lagi untuk penambahan
Trafo Daya II 60 MVA beserta Cubicle 20 KV sebanyak 6 cell penyulang yang
diberi nama NR5, NR6, NR7, NR8, NR9 & NR10.

Pembangunan Trafo Daya II 60 MVA beserta Cubicle 20 KV selesai dikerjakan


sekitar tanggal 11 Maret 2003 sekaligus dilaksanakan Energize I TD 2. Mulai saat
itu GI. Namorambe mempunyai 2 unit Trafo Daya yaitu TD1 30 MVA ( PASTI )
dan TD2 60 MVA (ABB) beserta penyulang spare 6 penyulang. Pada tangggal 12
Agustus 2003 jam 16.34, PMT 20KV NR5 // dioperasikan. Penyulang NR5
melayani daerah Pancurbatu sekitarnya. Trafo Daya 2 60 MVA beroperasi penuh
memikul seluruh beban penyulang dari NR1 s/d NR5 pada tanggal 30 Desember
2003 jam 1714 PMT 150 KV Trafo Daya 2 //.

Saat itu TD1 di standby-kan (tidak dioperasikan) karena beban seluruhnya masih
mampu ditampung oleh TD2 60 MVA. Sampai pada akhirnya pada tanggal 21
September 2004 TD1 30 MVA (PASTI) dibongkar dan direlokasi ke Gardu Induk
Rantauparapat pada tanggal 05 Oktober 2004 . Sejak itu GI. Namorambe tinggal
memiliki satu Trafo Daya yaitu TD2 60 MVA (ABB).
Sejarah bergabungnya dengan PT.PLN (Persero) P3B SUMATERA

Perubahan terus terjadi di PT. PLN (Persero) GI.Namorambe yang mana pada
tanggal 25 April 2005 terbentuklah P3B Sumatera yang mempunyai kantor di
jalan S. Parman No. 221 Padang Sumatera Barat. Dan dipercayakan kepada Bapak
Ir. Kikid Sukantomo Adibroto sebagai “General Manager” yang pertama.Gardu
Induk Namorambe yang sebelumnya dibawah naungan PT. PLN (Persero) sektor
Glugur KIT-LUR SUMBAGUT berubah menjadi dibawah naungan PT. PLN
(Persero) UPT Medan P3B Sumatera. Sebelumnya kantor PT. PLN (Persero) KIT-
LUR terletak di JL. Listrik No.12 Medan dan kantor PT. PLN (Persero) sektor
Glugur terletak di JL. Brigjen Katamso KM. 5,5 Titi Kuning. Terjadi pertukaran
kantor sebagai pertanda perubahan organisasi PT. PLN (Persero). kantor PT. PLN
(Persero) sektor Glugur KIT-LUR SUMBAGUT menjadi PT. PLN (Persero)
pembangkitan SUMBAGUT yang beralamat di JL Brigjen Katamso KM. 5,5 Titi
Kuning Medan sementara kantor PT. PLN (Persero) sektor Glugur yang berubah
menjadi kantor PT. PLN (Persero) UPT Medan beralamat di JL. Listrik No.12
Medan. PT. PLN (Persero) P3B Sumatera sebagai induk organisasia mempunyai
unit dibawahnya sebagai berikut:

1. PT. PLN (Persero) UPT Tanjung Karang.


2. PT. PLN (Persero) UPT Palembang.
3. PT. PLN (Persero) UPT Padang.
4. PT. PLN (Persero) UPT Pematang Siantar.
5. PT. PLN (Persero) UPT Medan.
6. PT. PLN (Persero) UPT Banda Aceh

Serta membawahi 3 unit UPB:

1. PT. PLN (Persero) UPB Sumbagsel.


2. PT. PLN (Persero) UPB Sumbagteng.
3. PT. PLN (Persero) UPB Sumbagut

Bagi PT. PLN (Persero) GI Namorambe Tragi Binjai UPT Medan terjadinya
perubahan organisasi di induk oganisasi sangat baik agar lebih meningkatkan
pelayanan kepada masyarakat. Kemudian pada tanggal 9 Maret 2006 penyulang
baru yang dibangun satu paket dengan TD2 yaitu NR6 dan NR7 dioperasikan
dengan jaringan baru dari tegangan menengah distribusi.Dengan kronologis
pembebanan yang dilaksanakan pada :

1. Jam 16.04 NR 6 // melayani konsumen daerah Perumnas Simalingkar


2. Jam 16.18 NR 7 // melayani konsumen daerah Padang Bulan & simp.pos

Pada saat melaksanakan pemeliharaan tahunan TD2 dan Cubicle dijumpa untuk
PMT NR 1, nilai tahanan kontak sangat tinggi melebihi dari yang diizinkan
demikian juga dengan PMT NR 2 nilai tahanan kontak sangat tinggi, sehingga
pada tanggal 08 Januari 2007 jam 15.55 PMT NR 8 // menggantikan NR 1 dan
jam 15.56 PMT NR 9 // menggantikan NR 2.

Sampai sekarang, Gardu Induk Namorambe memiliki 2 trafo daya dengan


kapasitas masing-masing 60 MVA yakni untuk mengubah tegangan 150 kV
menjadi tegangan 20 kV dengan 3 saluran transmisi yakni dari Galang, Titi
Kuning dan Paya Geli. Berikut dapat ditampilkan lokasi Gardu Induk Namorambe
pada gambar 2.1.

Gambar 2. 1 Lokasi Gardu Induk Namorambe (sumber: google map)


B. Jenis Usaha

Berdasarkan profil PT. PLN (Persero), Gardu Induk Namorambe ialah BUMN
(Badan Usaha Milik Negara) dengan visi, misi dan moto sebagai berikut:

1. Visi

Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang bertumbuh kembang, Unggul


dan terpercaya dengan bertumpu pada Potensi Insani

2. Misi

a) Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi


pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham.
b) Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas
hidup masyarakat.
c) Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.
d) Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

3. Moto
Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik.

C. Struktur Organisasi Perusahaan

Gardu Induk Namorambe merupakan salah satu bagian dari ULTG (Unit Layanan
Transmisi dan Gardu Induk) Binjai yang dipimpin oleh supervisor. Jadi, ULTG
Binjai saling berkaitan dengan Gardu Induk Namorambe. Struktur organisasi di
Gardu Induk Namorambe dapat dilihat pada gambar 2.2.
Gambar 2. 2 Struktur Organisasi di Gardu Induk Namorambe.

Dari gambar 2.2, Manager ULTG Binjai bertugas untuk bertanggung jawab pada
setiap masalah atau pekerjaan di Gardu Induk Namorambe. Supervisor Gardu
Induk Namorambe yakni bertugas untuk mengawasi dan mengontrol jalannya
pekerjaan di Gardu Induk Namorambe. Operator yakni bertugas untuk
menjalankan dan memonitoring beban 150 kV dan 20 kV. Untuk CS yakni
berfungsi untuk menjaga dan melestarikan estetika lingkungan di Gardu Induk
Namorambe.
BAB III
LANDASAN TEORI DAN PENGALAMAN LAPANGAN

A. Landasan Teori

1. Teknologi Lightning Arrester (LA)


Berdasarkan dokumen PT. PLN (Persero) Nomor : PDM/PGI/12:2014;3,
teknologi LA sudah dikembangkan sejak 100 tahun silam, bersamaan dengan
dimulainya penggunaan listrik secara masal. Secara ringkas sejarah perkembangan
LA adalah sebagai berikut:

a) 1892 – 1908 : Penggunaan Air Gaps


b) 1908 – 1930 : Multiple gaps dengan resistor
c) 1920 – 1930 : Lead Oxide dengan resistor
d) 1930 – 1960 : Passive Gapped Silicon Carbide (SiC)
e) 1960 – 1982 : Active Gapped Silicon Carbide (SiC)
f) 1976 – sekarang : Zinc Oxide (ZnO) tanpa gap
g) 1985 – sekarang : Zinc Oxide (ZnO) tanpa gap dengan housing polymer

Mayoritas LA di sistem transmisi PLN telah menggunakan teknologi keping ZnO


tanpa gap, atau dikenal juga sebagai MOSA-Metal Oxide Surge Arresters.

2. Klasifikasi Lightning Arrester (LA) di Gardu Induk


Berdasarkan dokumen PT. PLN (Persero) nomor : PDM/PGI/12:2014;4,
klasifikasi LA di Gardu Induk ada 2, yakni :

a) Dengan housing porselen


b) Dengan housing polymer

Untuk contoh LA dengan housing porselen ada pada gambar 3.1.1. sedangkan
untuk contoh LA dengan housing polymer ada pada gambar 3.1.2.
Gambar 3.1. 1 Contoh LA dengan housing porselen

Gambar 3.1. 2 Contoh LA dengan housing polymer


3. Konstruksi Lightning Arrester

Berdasarkan dokumen PT. PLN (Persero) Nomor : PDM/PGI/12:2014;5, LA di


saluran transmisi ataupun di gardu induk, memiliki konstruksi yang hampir
serupa. Komponen utama dari LA adalah varistor/ komponen aktif yang terbuat
dari Zinc Oxide. Varistor ini berbentuk keping blok, tersusun di dalam housing/
kompartemen yang terbuat dari porselen ataupun polymer. Selain sebagai
penyangga, housing ini juga befungsi untuk menginsulasi antara bagian
bertegangan dan tanah pada tegangan operasi LA. Berikut dapat ditampilkan
contoh gambar konstruksi LA pada gambar 3.1.3.
Gambar 3.1. 3 Konstruksi LA

Junctions (penghubung) berfungsi menghubungkan sub sistem Current carrying


(pembawa arus), subsistem insulation (isolasi) dan subsistem structure (struktur).
(Dokumen PT. PLN (Persero) Nomor : PDM/STT/10:2014;49)
LA juga dilengkapi dengan katup pressure relief di kedua ujungnya. Katup ini
berfungsi untuk melepas tekanan internal yang berlebih, pada saat LA dilalui arus
surja. Konstruksi lain pendukung LA terdiri dari: struktur penyangga, grading
ring, pentanahan dan alat monitoring.

a) Struktur Penyangga

Berdasarkan dokumen PT. PLN (Persero) Nomor : PDM/PGI/12:2014;8, LA


dipasang pada ketinggian tertentu dari permukaan tanah, untuk itu diperlukan
struktur penyangga yang terdiri dari pondasi dan struktur besi penyangga. Contoh
struktur penyangga LA dapat ditunjukkan pada gambar 3.1.4.

b) Grading Ring

Grading ring diperlukan pada LA dengan ketinggian > 1.5 meter atau pada LA
yang dipasang bertingkat. Grading ring berfungsi sebagai kontrol distribusi
medan elektris sepanjang permukaan LA. Medan elektris pada bagian yang dekat
dengan tegangan akan lebih tinggi, sehingga stress pada active part di posisi
tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pada posisi di bawahnya. Stress ini dapat
menyebabkan degradasi pada komponen active part (Berdasarkan dokumen PT.
PLN (Persero) Nomor : PDM/PGI/12:2014;7).

Pemilihan ukuran grading ring perlu mempertimbangkan jarak antar fasa. Jarak
aman antar konduktor harus sama dengan jarak antar grading ring antar fasa dari
arrester (Berdasarkan dokumen PT. PLN (Persero) Nomor :
PDM/PGI/12:2014;7). Contoh grading ring pada sebuah LA ada pada gambar
3.1.4.
Gambar 3.1. 4 Contoh bagian-bagian LA

c) Alat Monitoring

LA dilengkapi dengan peralatan monitoring, yakni counter jumlah kerja LA


dan/atau meter arus bocor total. Sebelum diketanahkan, kawat pentanahan
dilewatkan dahulu pada peralatan monitoring. Oleh karenanya, insulator dudukan
perlu dipasang baik pada kedua ujung peralatan monitor, maupun pada dudukan
LA, agar arus yang melalui LA hanya melewati kawat pentanahan. (Berdasarkan
dokumen PT. PLN (Persero) Nomor : PDM/PGI/12:2014;8).
Gambar 3.1. 5 Counter LA

4. Karakteristik / Prinsip Kerja Lightning Arrester

Berdasarkan dokumen PT. PLN (Persero) Nomor : PDM/PGI/12:2014, LA


memiliki karakteristik sebagai berikut:
a) Pada tegangan operasi (rms):
(1) LA bersifat sebagai insulator.
(2) Arus bocor ke tanah tetap ada, namun dalam orde mili-Ampere.

b) Pada saat terjadi surja petir/ surja hubung:


(1) LA bersifat konduktif dengan nilai resistansi sangat rendah.
(2) LA segera bersifat insulator setelah surja berhasil dilewatkan ke tanah.

5. Pemeliharaan LA (Lightning Arrester)

Berdasarkan dokumen PT. PLN (Persero) Nomor : PDM/PGI/12:2014;10,


kegiatan pemeliharaan dapat dibedakan menjadi preventive maintenance dan
predictive maintenance. Preventive maintenance dikenal juga sebagai Time Based
Maintenance (TBM). Dalam TBM, kegiatan pemeliharaan dilaksanakan dengan
interval tertentu, tanpa memperhatikan apakah kondisi peralatan memang sudah
memerlukan tindakan pemeliharaan atau tidak.

Predictive maintenance merupakan kegiatan pemeliharaan yang bertujuan untuk


mengetahui kondisi peralatan, termasuk juga kegiatan pemeliharaan yang
dilaksanakan berdasarkan kondisi peralatan tersebut. Termasuk di dalam
predictive maintenance adalah sebagai berikut:

a) Condition monitoring.
b) Condition Based Maintenance (CBM)
c) Lifetime prediction.

Kegiatan predictive maintenance dikelompokkan ke dalam 3 level inspeksi


berdasarkan tingkat kesulitan pelaksanaan dan jenjang diagnosa, yaitu:

a) Inspeksi Level-1 (IL-1)


Inspeksi online yang bersifat superficial, bertujuan untuk mendeteksi adanya
ketidaknormalan atau anomali pada peralatan dan menginisiasi inspeksi lanjutan.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan panca indera (penglihatan,
pendengaran, penciuman).

Contoh inspeksi visual, komponen insulator housing yakni ada atau tidaknya
lapisan polutan pada permukaan insulator, warna insulator berubah atau tidak dan
pengecekan kondisi insulator housing (retak/ patah). Untuk komponen insulating
feet berubah warna atau tidak, kondisi insulator dudukan berubah warna/ bekas
flash dan kondisi insulator dudukan retak atau tidak. (Dokumen PT. PLN
(Persero) Nomor : PDM/PGI/12:2014;12).

b) Inspeksi Level-2 (IL-2)


Inspeksi online yang bertujuan untuk mengetahui kondisi peralatan (condition
assessment), dilaksanakan dalam kondisi bertegangan. Contohnya penggunaan
alat thermovision terhadap LA.
c) Inspeksi Level-3 (IL-3)
Inspeksi offline yang bertujuan untuk mengetahui kondisi peralatan (condition
assessment), dilaksanakan dalam kondisi tidak bertegangan. Contoh bagian
inspeksi level 3 yaitu : pengukuran nilai tahanan isolasi. (Berdasarkan dokumen
PT. PLN (Persero) Nomor : PDM/PGI/12:2014; 23)

Pengukuran nilai tahanan insulasi bertujuan untuk mengetahui kemampuan


insulasi LA pada tegangan operasional. Pengukuran dilaksanakan dalam kondisi
tidak bertegangan (padam) (Dokumen PT. PLN (Persero) Nomor :
PDM/PGI/12:2014; 23).

Titik pengujian adalah sebagai berikut:


1. Tahanan insulasi LA dari terminal atas hingga ground.
2. Tahanan insulasi pada setiap stack LA.
3. Tahanan insulasi insulator dudukan/ post insulator.

Hal-hal penting yang perlu diperhatikan selama proses pengukuran adalah sebagai
berikut:
1. Pastikan LA dalam kondisi bersih.
2. Lepaskan koneksi kawat konduktor dan kawat grounding LA.
3. Pastikan alat uji memiliki supply catu daya yang baik.
4. Gunakan alat uji dengan kemampuan ukur > 1GΩ.
5. Pasca pengukuran, pastikan koneksi kawat konduktor dan kawat grounding
LA terpasang kembali dengan benar.
Contoh skema pengukuran nilai tahanan isolasi pada gambar 3.1.6 (Dokumen PT.
PLN (Persero) Nomor : PDM/PGI/12:2014; 24)
Gambar 3.1. 6 Skema pengukuran nilai tahanan isolasi LA

B. Pengalaman Lapangan

Di Gardu Induk Namorambe terdapat jenis gardu induk pasangan luar


(switchyard). Di swicthyard terdapat beberapa komponen peralatan tegangan
tinggi berupa lightning arrester, potential transformator / capacitor voltage
transformator, PMS line, current transformator, PMT, PMS Bus dan busbar
transmisi 150 kV. Di switchyard Gardu Induk Namorambe terdapat 2 trafo daya
dengan kapasitas 60 MVA merk UNINDO (Gambar 3.2.2) . Di Gardu Induk
Namorambe terdapat juga satu unit generator sebagai pembangkit energi listrik
cadangan untuk kebutuhan Gardu Induk. Berikut dapat ditampilkan contoh
peralatan tegangan tinggi yang ada di Gardu Induk Namorambe (Gambar 3.2.1).
Gambar 3.2. 1 Contoh peralatan tegangan tinggi yang ada di switchyard

Gambar 3.2. 2 Trafo daya I dan II di Gardu Induk Namorambe

Di dalam gedung GI Namorambe terdapat juga beberapa ruangan yakni ruang


kontrol 150 kV (Gambar 3.2.2), ruang kontrol 20 kV (Gambar 3.2.3), ruang
baterai, ruang charger dan ruang PLC.
Gambar 3.2. 3 Ruang Kontrol 150 kV

Di ruang kontrol 150 kV terdapat beberapa panel control salah satunya seperti
panel kontrol jaringan transmisi galang (Galang I dan II), Titi Kuning (Titi
Kuning I dan II), Paya Geli (Paya Geli I dan II) dan Panel Trafo Daya 1 dan 2.

Gambar 3.2. 4 Ruang Kontrol 20 kV

Di ruang kontrol 20 kV terdapat beberapa panel yakni panel penyulang (NR 1-


NR 16) dan panel trafo daya (I dan II).
Trafo Daya I

1. NR 2, melayani daerah rayon Delitua


2. NR 3, melayani daerah rayon Johor
3. NR 4, melayani daerah Johor
4. NR 5, melayani daerah Delitua
5. NR 8, melayani daerah untuk Johor
6. NR 9, melayani daerah Johor
7. NR 11, melayani daerah Pancur Batu (RS. Adam Malik)
8. NR 12, melayani daerah Pancur Batu
9. NR 14, melayani daerah Pancur Batu (Pabrik)
10. NR 15, melayani daerah Pancur Batu (Pabrik)

Trafo Daya II

1. NR 1, melayani daerah Pancur Batu


2. NR 6, melayani daerah Pancur Batu
3. NR 7, melayani daerah Pancur Batu
4. NR 10, melayani daerah Pancur Batu
5. NR 13, melayani daerah Pancur Batu
6. NR 16, melayani daerah Delitua

LA (Lightning Arrester)

Lightning arrester terpasang di bay Galang I dan II, Titi Kuning I dan II, Paya
Geli I dan II, serta di bay trafo daya I dan II. Setiap saluran transmisi memiliki 2
bus. Setiap bay memiliki 3 LA yakni pada fasa R, S dan T (Gambar 3.2.1).

1. Tujuan pemasangan lightning arrester


Lightning arrester dipasang untuk melindungi peralatan tegangan tinggi yang ada
di switchyard terhadap tegangan lebih dari surja hubung maupun surja petir.

2. Penempatan lightning arrester (Blok rangkaian)


Contoh blok rangkaian pemasangan jaringan LA di bay Titi Kuning 1 ada pada
gambar 3.2.5.

Gambar 3.2. 5 Blok rangkaian jaringan LA di bay Titi Kuning I

Bay Titi Kuning I artinya semua peralatan 150 kV terhubung ke penghantar bus I
transmisi Titi Kuning. Dari gambar 3.2.5 tampak bahwa lightning arrester
memiliki kapasitas arus 10 kA. Itu berarti arus yang mampu diterima lightning
arrester maksimal 10 kA sebagai isolator.
Gambar 3.2. 6 Penempatan LA di bawah penghantar transmisi 150 kV

Gambar 3.2. 7 Penempatan LA di bay Trafo Daya I dan II


Dari gambar 3.2.6 tampak bahwa posisi LA diletak paling depan di switchyard
dengan terhubung ke penghantar transmisi 150 kV. Jarak LA ke CVT \ PT
kurang lebih 2 meter (Abu Yaser Kabaekan, Operator Gardu Induk Namorambe).
Sedangkan di bay trafo daya I dan II (Gambar 3.2.7), LA berada di belakang trafo
dan di depan CT (Current Transformator).

3. Pemeliharaan LA

a) Inspeksi Level I
Berikut contoh pemeliharaan prediktif inspeksi level 1 pada gambar 3.2.8.

Gambar 3.2. 8 Data pengamatan LA di bay Trafo Daya II

Gambar 3.2.8 merupakan kegiatan pengisian data pemeliharaan isolator melalui


pengamatan (bersih, kotor ataukah berlumut), penunjukan counter (nilai angka,
kondisi rusak / pecah), grading ring (normal, lepas, korosi atau tidak terpasang),
jumlah kerja counter dan penunjukan meter arus bocor (apabila ada atau tidak).
Contoh isolator yang bersih dan kondisi grading ring yang normal ada di bay Titi
Kuning I (Gambar 3.1.4), untuk contoh grading ring yang tidak terpasang ada di
bay Galang I dan Galang II (Gambar 3.2.10). Sedangkan untuk jumlah kerja
counter ada pada gambar 3.2.9. Pada gambar 3.2.9, surja yang terjadi pada
lightning arrester di bay trafo daya 2 sebanyak 6 kali. Untuk arus bocor berkisar
0,9 mA.

Gambar 3.2. 9 Counter LA dan nilai arus bocor di bay Trafo Daya II.

Gambar 3.2. 10 Pengecekan kondisi housing LA di bay Galang II


Dari gambar 3.2.10 adalah pemeliharaan housing LA (porselen) di bay Galang II
dalam kondisi tidak bertegangan. Kegiatan yang dilakukan di antaranya yakni
pembersihan insulator housing LA, pengecekan kondisi insulator dan pemberian
red insulating varnish pada dudukan isolator LA.

b) Inspeksi Level 3

Pemeliharaan dilakukan di bay Galang II yakni dengan mengecek nilai tahanan


isolasi LA menggunakan megger test. Untuk contohnya dapat ditampilkan pada
gambar 3.2.11 di bawah ini.

Gambar 3.2. 11 Pengujian nilai tahanan isolasi LA

Berdasarkan hasil pengujian, tahanan isolasi LA dari terminal atas hingga ground
di bay Galang II masih dalam kondisi baik (nilai tahanan di atas 1 GΩ). Bila hasil
uji tahanan isolasi tidak baik (nilai tahanan di bawah 1 GΩ) maka akan dilakukan
penggantian pada LA tersebut (Ernest G. Malau, Supervisor Gardu Induk
Namorambe).
C. Pembahasan

1. Konstruksi Lightning Arrester

Grading ring

Berdasarkan landasan teori, grading ring diperlukan pada LA dengan ketinggian


di atas 1.5 meter atau pada LA yang dipasang bertingkat. Sedangkan di Gardu
Induk Namorambe, LA yang memiliki ketinggian di atas 1.5 meter ada yang tidak
memiliki grading ring, contohnya ada di bay Galang I dan II..

Gambar 3.3. 1 LA di bay Galang I dan II (tidak memakai grading ring)

Berdasarkan pengamatan, LA di bay Galang I dan II dilalui oleh 2 kawat


penghantar transmisi 150 kV. Hal itu kemungkinan bisa menjadi salah satu
penyebab LA di bay Galang I dan II tidak terpasang grading ring dikarenakan LA
di bay Titi Kuning I dan II, trafo daya I dan II memakai grading ring dengan
kondisi dilalui oleh satu kawat penghantar 150 kV (Gambar 3.2.6 dan Gambar
3.2.7). Akan tetapi berbeda dengan kondisi LA di bay Paya Geli I dan II ( Gambar
3.3.2).

Gambar 3.3. 2 Contoh LA di bay Paya Geli I dan II

Dari segi posisi, LA di bay Galang I, Galang II, Paya Geli I dan Paya Geli II
merupakan bay yang terletak paling ujung dari semua bay di switchyard.
2. Pemeliharaan Lightning Arrester

Berdasarkan landasan teori, inspeksi level 1 dibedakan dengan inspeksi level 3.


Padahal inspeksi level 1 dapat dilakukan di bagian inspeksi level 3. Contohnya
pengujian tahanan isolasi diperlukan pengecekan kondisi isolator / housing LA
(Gambar 3.2.10). Jika pada kondisi tersebut dilakukan dalam keadaan bertegangan
mungkin bisa membahayakan si pekerja. Berarti jika pemeliharaan inspeksi level
3 dilaksanakan, secara tidak langsung mengerjakan kegiatan pemeliharaan
inspeksi level 1. Akan tetapi berbeda dengan jika melakukan inspeksi level 1,
yang terlaksana hanya pada inspeksi level 1. Pemeliharaan inspeksi level 1 tidak
dapat mengerjakan inspeksi level 3 dikarenakan pada inspeksi level 1 hanya
terlibat penglihatan, pendengaran dan penciuman. Berikut dapat ditampilkan pada
tabel 3.1.

Tabel 3. 1 Pembahasan landasan teori dan pengalaman lapangan

No
Bagian LA Landasan Teori Pengalaman Lapangan
.
diperlukan pada di Gardu Induk Namorambe, LA
LA dengan yang memiliki ketinggian di atas 1.5
ketinggian di meter ada yang tidak memiliki
1. Grading Ring atas 1.5 meter grading ring, contohnya ada di bay
atau pada LA Galang I dan II (Gambar 3.3.1) serta
yang dipasang di bay Paya Geli I dan II (Gambar
bertingkat 3.3.2)
Pengelompokan pemeliharaan inspeksi level 3 secara
pemeliharaan tidak langsung mengerjakan
prediktif yakni kegiatan pemeliharaan inspeksi
inspeksi level 1 level 1.
2. Pemeliharaan
dengan inspeksi Contohnya pengujian tahanan
level 3. isolasi (inspeksi level 3) diperlukan
pengecekan kondisi isolator /
housing LA (Gambar 3.2.10).

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan

Lightning arrester dipasang untuk melindungi peralatan yang ada di switchyard


dari tegangan lebih yang berasal dari surja hubung maupun surja petir. Jenis LA
yang ada di Gardu Induk Namorambe ada 2, yakni LA dengan housing porselen
dan LA dengan housing polymer. Lightning arrester memiliki bagian – bagian
yakni tiang penyangga, housing LA, dudukan LA, Zinc Oxide, junction, grading
ring, counter LA, dan kabel pentanahan. LA dipasang paling depan terhadap
saluran transmisi 150 kV (Gambar 3.2.6) dan dipasang di belakang trafo daya
(Gambar 3.2.7). LA bersifat isolator ketika tidak ada surja hubung dan surja petir,
LA bersifat konduktor ketika ada surja hubung dan surja petir yang dialirkan ke
tanah.

Untuk pengujian LA bisa dilakukan dengan mengukur nilai tahanan isolasi LA


dengan megger test. Jika tahanan isolasi LA di atas 1 GΩ maka nilai tahanan
isolasi LA tersebut masih bagus. Jika tahanan isolasi LA di bawah 1 GΩ maka
perlu dilakukan pengukuran ulang dan jika tahanan isolasi masih tetap di bawah 1
GΩ maka perlu dilakukan penggantian LA.

Untuk penggantian lightning arrester dapat dilakukan dalam jangka waktu 20


tahun (Rayhan Nauval, Operator Gardu Induk Namorambe). Jika sebelum 20
tahun tapi tahanan isolasi LA jelek, akan dilakukan penggantian LA. Hal itu perlu
dilakukan agar sistem operasi tenaga listrik di Gardu Induk Namorambe tetap
handal.

B. Saran

Jika dalam penulisan laporan kerja praktek industri ini terdapat kekurangan baik
dari segi penulisan maupun bahasa agar dapat dimaklumkan. Terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA
Dokumen PT. PLN (Persero) Nomor : PDM/PGI/12:2014.

Dokumen PT. PLN (Persero) Nomor : PDM/STT/10:2014.

Marsudi, Djiteng. 2011. Pembangkitan Energi Listrik Edisi Kedua. Jakarta:


Erlangga.

Ronald dan Rudi. 2014. Laporan Kerja Praktek di Gardu Induk Namorambe.
Universitas Sumatera Utara.

Lampiran-lampiran
35
Jadwal dan Kegiatan Kerja Praktek Industri di PLN Gardu Induk
Namorambe

Tanggal Hari Kegiatan

16 Desember Pengenalan terhadap supervisor, operator, dan


Senin
2019 pegawai.

Pencatatan dan pengisian data arus, daya aktif


17 Desember dan daya reaktif dari data input transmisi GI
Selasa
2019 Titi Kuning, GI Paya Geli dan GI Galang di
GI Namorambe

Pemeliharaan arrester dan mempelajari


18 Desember
Rabu metode pelepasan beban pada bus 1 di GI
2019
Namorambe.

19 Desember Pengisian gas SF6 PMT di switchyard


Kamis
2019

20 Desember Gotong royong bersama membersihkan area


Jumat
2019 GI Namorambe

Pencatatan beban di trafo daya 1 dan trafo


23 Desember daya 2.
Senin
2019

26 Desember Ganti fitting lampu TL teras gedung gi


Kamis
2019 namorambe ke fitting lampu biasa.

27 Desember Pengisian data CBM, yakni LA, Kubikel dan


Jumat
2019 PMS.

30 Desember Pengisian data kwh dan beban trafo daya I dan


Senin
2019 trafo daya II.

2 Januari 2020 Kamis Pengisian data beban pada jaringan transmisi


150 kV (Titi Kuning 1 dan Titi Kuning 2,
Galang 1 dan Galang 2, Paya Geli 1 dan Paya
Geli 2), Trafo daya 1 dan trafo daya 2 (150
kV/20 kV)

Pengisian data beban pada jaringan transmisi


150 kV (Titi Kuning 1 dan Titi Kuning 2,
Galang 1 dan Galang 2, Paya Geli 1 dan Paya
3 Januari 2020 Jumat Geli 2), Trafo daya 1 dan trafo daya 2 (150
kV/20 kV)

6 Januari 2020 Senin Mengisi data kwh dan CBM harian.

Pencatatan beban di ruang sistem kontrol 20


7 Januari 2020 Selasa
kV.

Pengisian data cbm Primer GI, Switchgear,


8 Januari 2020 Rabu
Baterai, Sistem Proteksi.

9 Januari 2020 Kamis Monitoring beban dan kwh 20 kV

10 Januari Mengisi data kwh dan CBM harian.


Jumat
2020

13 Januari Pembebasan tegangan transmisi Paya Geli 1.


Senin
2020

Tindak lanjut assesmen pengujian ulang


tahanan kontak dan kemurnian SF6 PMT,
14 Januari tahanan isolasi CVT dan LA, perbaikan
Selasa
2020 tahanan isolasi CT yang di bawah standard.

Bay Namorambe – Galang 2.

15 Januari Rabu Monitoring beban trafo daya 1 dan trafo daya


2020 2. Pelepasan beban transmisi galang 2
dikarenakan ada balon nyangkut di menara
transmisi 17.

Pengamatan counter LA di bay Paya Geli 1,


16 Januari
Kamis Paya Geli 2, Titi Kuning 1, Titi Kuning 2,
2020
Galang 1 dan Galang 2.

LEMBAR PENILAIAN KERJA PRAKTEK INDUSTRI

NAMA : GUSNANDO NAINGGOLAN


NIM : 5163230013
PROGRAM STUDI : Teknik Elektro
DI : PT. PLN (Persero) GARDU INDUK
NAMORAMBE
N NILAI (10-
ASPEK YANG DINILAI PREDIKAT
O 100)

Kompetensi Profesional
a. Pemahaman terhadap tugas 90 A
1. b. Inisiatif dalam tugas 95 A
c. Kreatifitas melaksanakan tugas 92 A
d. Pemecahan masalah 93 A
Kompetensi Personal
a. Kejujuran 98 A
b. Kemandirian 97 A
2. c. Kedewasaan berfikir 90 A
d. Tanggung jawab 95 A
e. Disiplin 97 A
f. Antusiasme kerja 96 A
Kompetensi Sosial
a. Berkomunikasi 92 A
3
b. Kerja sama 98 A
c. Empati 98 A
Total Nilai 94,69 A

Deli Serdang, 2 Maret 2020


Surat Balasan dari PLN
Surat Keterangan Selesai Kerja Praktek