Anda di halaman 1dari 13

Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 1 No.

2 (Juli, 2017), Hal 263-275


Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

KOPERASI SYARIAH SEBAGAI SOLUSI PENERAPAN


AKAD SYIRKAH YANG SAH
Ropi Marlina, Yola Yunisa Pratami
Program Studi Akuntansi STIE, Program Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam UPI
Jl. PH.H. Mustofa No.31, Bandung. Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung . Indonesia
ropimarlina@gmail.com

Abstrak
Koperasi konvensinal yang ada sekarang ini, dinilai oleh sebagian masyarakat masih
terdapat riba dan ketidakjelasan akad dalam syirkah. Sedangkan dalam Islam riba adalah
sesuatu yang diharamkan sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Qur'an dan hadist yang
berkaitan dengan riba. Begitu juga dengan akad dalam koperasi yang belum sesuai dengan
prinsip syariah. Untuk menjadikan prinsip operasional koperasi agar sesuai dengan prinsip
syariah, maka dibentuk koperasi syariah. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan
sekaligus merekonstruksi koperasi agar sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Metode yang
digunakan dalam tulisan ini adalah kualitatif dengan pendekatan dekriptif melalui studi
literature. Adapun hasil penelitian ini menyatakan bahwa koperasi konvensional dalam
pandangan Islam adalah batil, karena menyalahi ketentuan dan hukum-hukum syirkah dalam
Islam. Maka koperasi konvensional harus dikonversi menjadi koperasi syariah yang sesuai
dengan aturan Islam, yakni merubah akad syirkahnya menjadi akad syirkah secara syar’i
dengan menjalankan salah satu dari jenis syirkah yang ada.

Kata kunci: Syirkah, Koperasi Konvensional, Koperasi Syariah

Abstract
Cooperatives conventional existing this, assessed by some community members are
still there are interest and the lack of clarity in syirkah do not. While in islam interest is
anything forbidden as is in Al-Qur'an and hadist. so are do not in cooperative which are not
based on with the syariah principle.To make the principle of operational cooperatives to fit
with the syaria principle, so formed cooperatives syaria. Purpose in this research is
described as well as reconstruct cooperatives to accord with the principles syaria. Methods
used in writing this is the qualitative descriptive through literature study. As for the result of
this research stated that conventional cooperative in view of Islam is false , because breach
regulations and law of syirkah in Islam. But conventional cooperative must be converted into
a shariah cooperative in accordance with the rules Islam, the agreement to change syirkah
agreement in syar‘i by running one of a kind syirkah is .
Keywords: Syirkah, conventional cooperative, Syaria cooperative
membantu para pelaku usaha dalam
I. PENDAHULUAN
menjalankan, memperluas, dan
Lembaga keuangan memegang
mengembangkan kegiatan usahanya
peranan penting sebagai penggerak roda
melalui pemberian pembiayaan. Di tengah
perekonomian suatu negara, salah satunya

263
Received : 2017-05-30 | Reviced : 2017-07-27 |Accepted: 2017-07-31 Indexed : DOAJ, Garuda, Crossref,
Google Scholar | DOI https://doi.org/10.29313/amwaluna.v1i2.2582
Ropi Marlina, Koperasi Syariah Sebagai Solusi Penerapan Akad syirkah yang sah

kemajuan perkembangan ekonomi syariah masyarakat dengan prinsip tolong


di Indonesia, berbagai perbankan syariah menolong. Mengingat, sebagian besar
berlomba-lomba melakukan kegiatan masyarakat Indonesia mayoritas muslim.
pemberian pembiayaan kepada para pelaku Ini menjadi landasan kuat bagi masyarakat
usaha mikro, kecil, dan menengah. akan pentingnya koperasi. Namum, dalam
Lembaga keuangan mikro seperti koperasi, praktiknya, koperasi yang ada pada saat
baik koperasi konvensional maupun sekarang ini menggunakan sistem
koperasi syariah tidak luput dalam konvensional, yang dinilai oleh sebagian
memberikan pembiayaan melalui masyarakat masih terdapat riba dan
pemberian pinjaman kepada para anggota ketidakjelasan akad dalam syirkah.
koperasi simpan pinjam. Sedangkan dalam Islam riba adalah
sesuatu yang diharamkan sebagaimana
Koperasi dilahirkan bukan berasal dari
yang terdapat di dalam QS. Al Baqarah
ajaran dan kultur Islam, melainkan dari
ayat 275 yang berbunyi “...Allah telah
pemikiran Barat. Koperasi mulai
menghalalkan jual beli dan mengharamkan
dipraktekkan di negara kapitalis dan
riba.” Begitu juga dengan akad dalam
negara sosialis. Namun pemanfaatan
koperasi yang masih diragukan di
koperasi hanya untuk mendukung dan
masyarakat, karena dinilai belum sesuai
memperkuat sistem perekonomian
dengan prinsip syariah.
kapitalis itu sendiri (Suhendi, 2013) Tidak
ada dalil atau nash mengenai koperasi dan Untuk menjadikan prinsip
tidak pula dilakukan pada zaman nabi. operasional koperasi agar sesuai dengan
prinsip syariah, maka dibentuk koperasi
Moh. Hatta bapak koperasi Indonesia,
syariah atau baitul mal wa tamwil (BMT).
mendefinisikan koperasi sebagai usaha
Saat ini sudah banyak penggerak koperasi
bersama untuk memperbaiki nasib
yang berinisiatif untuk mendirikan
penghidupan ekonomi berdasarkan prinsip
koperasi syariah dengan tujuan
saling tolong-menolong.
mensejahterakan para anggotanya yang
Koperasi adalah salah satu bentuk berlandaskan prinsip syariah. Meski
tolong menolong dan kerja sama kepada jumlahnya masih minim, namun
sesama anggotanya untuk saling menutupi perkembangan koperasi syariah sangat
kerugiannya. (Suhendi, 2013). berkembang baik di Indonesia. Menurut

Keberadaan Koperasi diharapkan Deputi Pembiayaan Kementrian Koperasi

mampu mewujudkan kesejahteraan dan UKM, Braman Setyo, saat ini

264
EISSN: 2540-8402 ǀ ISSN: 2540-8399
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 1 No.2 (Juli, 2017), Hal 263-275
Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

perkembangan kinerja koperasi syariah dipandang sebagai satu bentuk syirkah


sangat baik dan berkualitas baik di sisi yang sering disebut al-jam’iyah at-
kesehatan koperasi, sumber daya manusia, ta’awuniyah atau asy-syirkah at-
dan teknologi informasi. Berdasarkan data ta’awuniyah. Dalam hal ini, sebagian
Kementrian Koperasi dan UKM, jumlah menilai koperasi sejalan dengan syirkah
unit usaha koperasi syariah mencapai dalam Islam, karenanya tidak perlu
150.223 unit dengan jumlah anggota dimodifikasi atau dikonversi. Hanya saja
tercatat 1,4 juta orang. Modal sendiri pelaksanaan usahanya yang tidak sejalan
mencapai Rp.968 miliar dan modal luar dengan prisnsip syariah, sehingga hal ini
Rp.3,9 triliun dengan volume usaha Rp.5,2 yang harus dikonversi agar sesuai dengan
triliun. (www.depkop.go.id, 2016) prinsip syariah. Sebagian lain memandang
koperasi tidak sejalan dengan syirkah
Koperasi syariah didirikan untuk
dalam Islam sehingga harus dikonvesi.
meningkatkan kesejahteraan bersama
Pendekatan kedua, yaitu mengkonversi
antara anggota koperasi pada khususnya
kegiatan dan usaha koperasi sehingga
dan masyarakat pada umumnya, serta turut
dijalankan sesuai dengan prinsip-prinsip
membangun tatanan perekonomian yang
syariah (Abdurahman & Yahya, 2015).
berbasis kerakyatan dan berkeadilan serta
sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Dalam tulisan ini akan membahas
Pangsa pasar koperasi syariah yang terus permasalahan yang terdapat dalam
meningkat didorong untuk melakukan koperasi konvensional yang dinilai
pemberdayaan kalangan masyarakat bertentangan dengan prinsip syariah serta
menengah ke bawah yang diwujudkan bagaimana koperasi syariah dibentuk agar
melalui pemberian pembiayaan usaha bisa menjadi solusi penerapan akad
kecil, mikro, dan menengah. syirkah yang sah dalam bermuamalah.
Metode yang digunakan dalam tulisan ini
Menurut Hafidz dan Yahya
adalah kualitatif dengan pendekatan
munculnya koperasi syariah bisa dikatakan
dekriptif melalui studi literature.
sebagai koreksi atas koperasi konvensional
yang dinilai tidak sejalan dengan prinsip- II. PEMBAHASAN
prinsip syariah (Abdurahman & Yahya, A. Konsep Syirkah
2015). Adapun pendekatan yang bisa
Secara bahasa, syirkah berarti al-
dilakukan diklasifikasikan dengan dua
ikhtilath (campur) yaitu mencampurkan
cara; pendekatan pertama, koperasi

265
Received : 2017-05-30 | Reviced : 2017-07-27 |Accepted: 2017-07-31 Indexed : DOAJ, Garuda, Crossref,
Google Scholar | DOI https://doi.org/10.29313/amwaluna.v1i2.2582
Ropi Marlina, Koperasi Syariah Sebagai Solusi Penerapan Akad syirkah yang sah

hartanya dengan harta orang lain sehingga orang-orang yang beriman dan
tidak dapat dibedakan dan dipisahkan mengerjakan amal shaleh; dan amat
(Setiawan, 2013). Menurut Sayyid Sabiq sedikit mereka ini...”(QS. Shad: 24)
syirkah adalah akad antara dua orang
Begitu pula dengan dalil As-
berserikat pada pokok harta (modal) dan
Sunnah yang menjelaskan tentang
keuntungan, sedangkan menurut Idris
kebolehan bertransaksi dengan akad
Ahmad syirkah adalah perjanjian dua
syrikah yaitu:
orang atau lebih akan bekerja sama dalam
dagang, dengan menyerahkan modal ِ ‫َر ْي ِك ْي فِى ْال َجا ِهلِيَّ ِة فَ ُك ْنتَ َخ ْي َر ش‬
ٍ ‫َر ْي‬
‫ك‬ ِ ‫ُك ْنتَ ش‬
masing-masing di mana keuntungan dan ِ ‫َار ْينِ ْي َو ََّلتُ َم‬
‫ار ْينِ ْي‬ ِ ‫ََّلتُد‬
kerugiannya dihitung menurut besar “Dulu pada zaman jahiliyah engkau

kecilnya modal masing-masing (Suhendi, menjadi mitraku. Engkau mitra yang

2013). paling baik, engkau tidak


mengkhianatiku dan tidak
Dalam pandangan Islam, hukum
membantahku” (HR Abu Dawud, An
adanya perseroan atau syirkah adalah
Nasai, dan Al Hakim, dan dia
mubah (boleh) karena syirkah termasuk ke
menafsirkannya).
dalam kegiatan muamalah atau urusan
duniawi. Syirkah memupuk kerja sama dan Untuk melakukan transaksi

sikap saling tolong menolong kepada muamalah menggunakan akad syirkah

kedua belah pihak. Hal ini diperbolehkan perlu memenuhi beberapa rukun di

selama tidak ada hal-hal yang diharamkan antaranya: (1) Ijab dan Kabul (shigat), (2)

seperti penggunaan riba, judi, penipuan, Dua atau lebih pihak yang berakad

dan sebagainya. Hal ini didasarkan pada (aqidani), dan (3) Objek akad (ma’qud

salah satu dalil Al-Quran yang alayhi) berupa pekerjaan dan/atau modal

menjelaskan mengenai syirkah dalam QS. (Al-Jawi, 2016). Pada umumnya dalam

Shad: 24: kegiatan muamalah, akad syirkah yang


bertujuan untuk mendapatkan keuntungan
‫ضهُ ْم َعلَى‬ ُ ‫ َوإِ َّن َكثِ ْي ًرا ِّمنَ ْال ُخلَطَا ِء لِيَ ْب ِغى بَ ْع‬...
dinamakan syrikahuqud. Syrikahuqud
ِ ‫ْض إِ ََّّل الَّ ِذ ْينَ َءا َمنُوْ ا َو َع ِملُوا الصَّا لِ َحا‬
‫ت َوقَلِ ْي ٌل‬ ٍ ‫بَع‬ tersebut terdiri dari beberapa jenis antara
...‫َّما هُ ْم‬
lain:
“...Dan sesungguhnya kebanyakan
dari orang-orang yang berserikat itu 1) Syirkah ‘Inan merupakan kerja

sebagian mereka berbuat zalim sama antara dua orang atau lebih

kepada sebagian yang lain, kecuali yang melakukan suatu usaha

266
EISSN: 2540-8402 ǀ ISSN: 2540-8399
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 1 No.2 (Juli, 2017), Hal 263-275
Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

dengan menyumbangkan modal dibebankan pada harta dan tidak


masing-masing pihak. Pengelolaan dibebankan sedikit pun kepada
modal diatur dengan kesepakatan pengelola (An-Nabhani, 2010).
bersama dan laba yang didapat 4) Syirkah Wujuh adalah kerja sama
akan dibagi pada masing-masing antara dua pihak yang sama-sama
pihak secara proporsional melakukan kerja dengan pihak
berdasarkan besar kecilnya modal ketiga sebagai penyumbang modal,
masing-masing yang disetorkan baik sebagai pinjaman ataupun
(Anggadini, 2014). sumbangan. Dengan kata lain pihak
2) Syirkah Abdan adalah kerja sama yang bersyirkah menjalankan suatu
dua orang atau lebih yang masing- usaha tanpa menyumbangkan
masing hanya menyumbang tenaga modal. Syirkah wujuh akan
mereka tanpa melibatkan modal menghasilkan bagian yang jelas
berupa harta. Pembagian laba bagi masing-masing pihak dari
dalam syirkah ini tergantung pada hutang modal tersebut, sehingga
kesepakatan masing-masing pihak, jumlah laba atau rugi akan dibagi
karena pekerjaan yang dilakukan sesuai tanggungan masing-masing.
dalam syirkah tersebut berbeda (Anggadini, 2014)
maka keuntungan yang diperoleh 5) Syirkah Mufawadhah adalah kerja
pun berbeda pula (An-Nabhani, sama antara dua orang atau lebih
2010). untuk melakukan suatu usaha
3) Syirkah Mudharabah adalah kerja dengan syarat modal, keahlian,
sama dua orang atau lebih dengan keuntungan, dan kerugian harus
salah satu pihak menjalankan kerja sama. Dengan kata lain syirkah ini
sedangkan pihak lain merupakan gabungan antara
menyumbangkan dan mengelola keempat jenis syirkah (‘inan,
modal. Keuntungan yang didapat abdan, mudharabah, dan wujuh).
akan dibagikan kepada pihak yang Hukum syirkah semacam ini
terkait, baik pihak yang mengelola diperbolehkan meskipun tidak ada
modal maupun pihak yang nash yang mendukung. Namun
melakukan pekerjaan. Sedangkan syirkah ini merupakan kerja sama
kerugian yang diperoleh dalam modal kerja yang tidak jelas dan
syirkah tersebut secara khusus mengandung makna wakalah atas

267
Received : 2017-05-30 | Reviced : 2017-07-27 |Accepted: 2017-07-31 Indexed : DOAJ, Garuda, Crossref,
Google Scholar | DOI https://doi.org/10.29313/amwaluna.v1i2.2582
Ropi Marlina, Koperasi Syariah Sebagai Solusi Penerapan Akad syirkah yang sah

sesuatu yang tidak jelas (An- mudharabah, tetapi menurut Muhammad


Nabhani, 2010). Syaltut koperasi merupakan syirkah baru
B. Konsep Koperasi dan belum dikenal oleh kebanyakan umat
muslim yang tidak mengandung unsur
Berdasarkan Undang-Undang No.17
mudharabah yang biasa terdapat dalam
tahun 2012 tentang Perkoperasian,
fiqh muamalah, namun intinya dalam
koperasi merupakan badan hukum yang
koperasi terdapat pembagian untung dan
didirikan oleh orang perseorangan atau
kerugian. Abdurrahaman Isa berpendapat
badan hukum koperasi dengan pemisahan
bahwa koperasi termasuk ke dalam syirkah
kekayaan para anggotanya sebagai modal
amwal atau lebih tepatnya disebut syirkah
untuk menjalankan usaha, yang memenuhi
musahamah, yaitu syirkah yang dibentuk
aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang
melalui pembelian saham-saham oleh para
ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan
anggotanya (Suhendi, 2013).
nilai prinsip koperasi.
Karena pelaksanaan koperasi mirip
Adapun menurut R.S.Soeriaatamdja
dengan bentuk kerja sama dalam Islam,
sebagaimana dikutip dalam (Hendrojogi,
maka hukum pelaksanaan koperasi secara
2007) koperasi adalah suatu perkumpulan
umum diperbolehkan (mubah) selama
dari orang-orang yang atas dasar
tidak ada hal-hal yang mengharamkan
persamaan derajat sebagai manusia,
(riba, penipuan, judi, dan sebagainya).
dengan tidak memandang haluan agama
Namun, Khalid Abdurahman Ahmad
dan politik secara sukarela masuk, untuk
mengharamkan adanya koperasi dengan
sekedar memenuhi kebutuhan bersama
alasan prinsip-prinsip keorganisasian dan
yang bersifat kebendaan atas tanggungan
pembagian keuntungan yang menyimpang
bersama.
dengan syariat Islam (Hasan, 2003).
Asas-asas yang menjadi landasan
Begitu pula dengan (An-Nabhani,
bagi operasional koperasi di Indonesia
2010), koperasi merupakan organisasi
terdiri dari: (1)Saling tolong menolong,
yang batil dan bertentangan dengan hukum
(2)Tanggung jawab, (3)Keadilan,
Islam. Beliau mengharamkan koperasi
(4)Ekonomis, (5)Demokratis,
dengan alasan:
(6)Kemerdekaan, dan (7)Pendidikan.
(Rivai & Usman, 2012). 1) Koperasi merupakan perseroan yang
didirikan berdasarkan modal saja dan di
Sebagian ulama menganggap
koperasi termasuk ke dalam jenis syirkah

268
EISSN: 2540-8402 ǀ ISSN: 2540-8399
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 1 No.2 (Juli, 2017), Hal 263-275
Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

dalamnya tidak terdapat satu badan diperoleh koperasi dan jumlah SHU yang
persero (anggota koperasi). akan dibagikan kepada anggotanya. Hal ini
2) Pembagian laba bukan menurut modal dikarenakan jasa anggota koperasi yang
atau kerja, melainkan berdasarkan pada mendukung jalannya koperasi berupa
jasa anggotanya berupa pembelian atau pembelian atau memproduksi milik
produksi. koperasi tersebut.
Dalam pelaksanaan syirkah jenis
Walaupun An-Nabhani dan Khalid
apapun, setiap anggotanya diakadkan
Abdurrahman Ahmad mengharamkan
untuk bergabung dalam syirkah yang
adanya koperasi, namun sebagian besar
diikutinya, dengan kata lain dalam syirkah
ulama mendukung penetapan hukum
harus melibatkan unsur badan masing-
mubah pada koperasi karena koperasi
masing orang yang bersyirkah. Apabila
menunjukkan keselarasan dan kebaikannya
ada salah satu anggota yang membatalkan
dalam pandangan Islam.
syirkah atau meninggal dunia maka akad
C. Analisis syirkah akan berakhir atau dibubarkan.
Masalah-masalah yang menyebabkan Pada kegiatan operasional koperasi
status hukum koperasi konvensional banyak anggota yang mengundurkan diri
menjadi batil antara lain: keanggotaan dan atau menambah anggota baru, tetapi
mekanisme pemberian pinjaman kepada bentuk organisasi koperasi tetap bertahan,
anggota. Untuk menghindari status bukannya dibubarkan seperti dalam prinsip
operasional koperasi konvensional yang syirkah yang benar. Maka kegiatan syirkah
batil, maka perlu mendirikan koperasi dalam koperasi hanya berdasarkan modal
syariah di mana kegiatan operasionalnya saja, tanpa melibatkan kerja atau badan.
tidak jauh berbeda dengan koperasi Hal ini ditunjukkan pada pelaksanaan akad
konvensional namun harus menggunakan koperasi untuk menyetor sejumlah harta
prinsip fiqh muamalah agar sesuai dengan tertentu dengan maksud untuk
prinsip syariah. mengadakan pengurus yang akan mencari
1. Masalah Keanggotaan dalam orang untuk menjalankan bisnis yang
Koperasi dijalaninya (Abdurrahman, 2011).
Koperasi bersifat terbuka dalam Biasanya koperasi terdapat
menerima setiap anggota baru. Semakin pengurus-pengurus yang dipilih oleh
banyak anggota yang bergabung dalam anggotanya sendiri melalui rapat anggota.
koperasi semakin besar laba yang Namun, ini tidak sesuai dengan prinsip

269
Received : 2017-05-30 | Reviced : 2017-07-27 |Accepted: 2017-07-31 Indexed : DOAJ, Garuda, Crossref,
Google Scholar | DOI https://doi.org/10.29313/amwaluna.v1i2.2582
Ropi Marlina, Koperasi Syariah Sebagai Solusi Penerapan Akad syirkah yang sah

syirkah yang syar’i. Seharusnya dalam Salah satu bagian usaha koperasi yang
bersyirkah pengurus melakukan kontribusi berperan memberikan pinjaman dana
kerja (‘amal) dan diberi wewenang kepada anggotanya yaitu koperasi simpan
melakukan tasharruf atas modal untuk pinjam. Koperasi simpan pinjam
menjalankan aktivitas bisnis yang dijalani memberikan pinjaman dana yang
(Abdurrahman, 2011). modalnya berasal dari simpanan
Untuk menciptakan keanggotaan anggotanya sendiri (Syafe'i, 2012), baik
dalam koperasi syariah yang syar’i, simpanan pokok maupun simpanan wajib.
koperasi mengadakan penerimaan atau Semakin sering anggota meminjamkan
pengunduran anggota secara periodik, dana ataupun melakukan pembelanjaan di
bukan setiap saat. Dalam perubahan koperasi, semakin banyak SHU (Sisa Hasil
anggota koperasi, baik menerima anggota Usaha) yang akan diperoleh anggota.
baru atau pengunduran anggota lama, Apabila para anggota koperasi
mengakibatkan koperasi bubar. Setelah sering melakukan pinjaman kepada
koperasi bubar akadkanlah kembali tanpa koperasi, maka penghasilan koperasi
harus mengumpulkan semua anggotanya menjadi menurun. Untuk menutupi
(Abdurrahman, 2011). kerugiannya, koperasi memberikan
Selain itu setiap pengurus koperasi tambahan uang atau bunga kepada para
mengelola koperasinya harus berdasarkan anggotanya setiap periode yang berlaku
kontribusi kerja, dengan ini pengurus (biasanya per bulan). Beberapa koperasi
berhak memperoleh keuntungan. Pengurus memberikan istilah selain kata ‘bunga’,
tidak boleh bekerja melalui suatu perikatan yaitu uang administrasi dengan alasan
kontrak kerja kepada koperasi yang kepentingan administrasi, padahal tujuan
dikelolanya sendiri dan memperoleh gaji sebenarnya hanya untuk mencari laba.
darinya (Syafe'i, 2012). Konsep uang administrasi tentulah
berbeda dengan uang tambahan (bunga).
2. Praktek Pemberian Pinjaman
Uang administrasi seharusnya disesuaikan
dalam Koperasi Simpan Pinjam
dengan jumlah biaya administrasi yang
Koperasi bertujuan untuk berhubungan dengan kepentingan
memenuhi sekaligus meningkatkan administrasi yang bersangkutan dan tidak
kesejahteraan para anggotanya. Dalam termasuk ke dalam jumlah uang yang
kehidupan nyata seringkali anggota dipinjamkan. Namun kenyataannya
koperasi meminjam dana kepada koperasi terbalik, uang administrasi ditentukan
untuk menutupi kekurangan keuangannya. melebihi jumlah biaya kepentingan
270
EISSN: 2540-8402 ǀ ISSN: 2540-8399
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 1 No.2 (Juli, 2017), Hal 263-275
Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

administrasi yang sebenarnya dan dengan koperasi (pasal 45 ayat 2)


berdasarkan jumlah pinjaman, serta ditagih (Hendrojogi, 2007). Cara lain untuk
setiap bulan (Najah, 2016). Hal ini bukan menghindarkan praktek riba adalah
dinamakan uang administrasi, melainkan membuat laporan laba rugi dan neraca
disebut bunga alias riba. keuangan dalam setiap periode yang
Penggunaan riba jelas diharamkan berlaku (Ahmad Sarwat,2016), agar jumlah
oleh Islam dan termasuk ke dalam dosa keuntungan atau kerugiannya tercantum
besar seperti yang difirmankan Allah secara jelas.
dalam surat Al-Baqarah ayat 275 dan
3. Koperasi Syariah sebagai Solusi
dalam sabda Rasulullah: “Setiap hutang
Kebatilan Koperasi Konvensional
yang mendatangkan manfaat untuk piutang
hukumnya riba” (Najah, 2016). Sekecil Dalam segala aspek kehidupan

apapun jumlah riba yang digunakan, tetap termasuk kegiatan ekonomi harus

saja diharamkan karena melebihi jumlah berlandaskan pada hukum Islam dalam

yang dipinjamkan anggota. Riba dapat rangka mencapai kebahagiaan di akhirat.

mengancam jiwa dan semangat gotong Terutama sistem pelaksanaan koperasi

royong yang sudah menjadi asas koperasi harus berlandaskan hukum Islam. Hal ini

(Hasan, 2003), dan menjauhi dari tujuan berarti menghindarkan semua bentuk yang

koperasi sebenarnya yaitu meningkatkan diharamkan seperti penggunaan riba yang

kesejahteraan bagi para anggotanya. sering ditemukan dalam koperasi simpan

Dalam pelaksanaan syirkah pinjam.

seharusnya berdasarkan kepada sistem Dalam surat Al-Maidah ayat dua


bagi hasil, yaitu jumlah laba dibagikan menjelaskan bahwa manusia saling tolong
secara proporsional kepada pihak terkait menolong dalam: mengerjakan kebajikan
sesuai dengan jasa usaha yang dikerjakan. demi kebajikan, kebaikan demi kebaikan
Begitu pula dengan koperasi yang dan berkompetisi untuk meningkatkan
ditunjukkan oleh pembagian SHU sesuai takwa (Hasan, 2003). Oleh karena itu sikap
dengan keputusan rapat anggota. Undang- tolong menolong dalam koperasi harus
undang No.25 tahun 1992 dijelaskan dilaksanakan dalam dua poin tersebut,
bahwa SHU setelah dikurangi dana bukan menjadi menyengsarakan
cadangan, dibagikan kepada anggota anggotanya dengan cara riba. Untuk
sebanding dengan jasa usaha yang menghindarkan segala kegiatan koperasi
dilakukan oleh masing-masing anggota yang mengarahkan kepada hal yang

271
Received : 2017-05-30 | Reviced : 2017-07-27 |Accepted: 2017-07-31 Indexed : DOAJ, Garuda, Crossref,
Google Scholar | DOI https://doi.org/10.29313/amwaluna.v1i2.2582
Ropi Marlina, Koperasi Syariah Sebagai Solusi Penerapan Akad syirkah yang sah

diharamkan, solusinya adalah menjalankan c. Pengelolaan dilakukan secara


kegiatan koperasi sesuai syariah atau biasa transparan dan profesional
disebut koperasi syariah. d. Pembagian sisa hasil usaha
dilakukan secara adil, sesuai
Prinsip koperasi syariah terdiri dari
dengan besarnya jasa usahamasing-
(Syafe'i, 2012):
masing anggota
1) Koperasi syariah menegakan prinsip-
e. Pemberian balas jasa modal
prinsip ekonomi Islam, sebagai
dilakukan secara terbatas dan
berikut:
professional menurut sistembagi
a. Kekayaan adalah amanah Allah swt
hasil
yang tidak dapat dimiliki oleh
f. Jujur, amanah, dan mandiri
siapapun secara mutlak
g. Mengembangkan sumber daya
b. Manusia diberi kebebasan
manusia, sumber daya ekonomi dan
bermu’amalah selama sesuai
sumber dayainformasi secara
dengan ketentuan syariah
optimal
c. Manusia merupakan khalifah Allah
h. Menjalin dan menguatkan
dan pemakmur di muka bumi
kerjasama di antara anggota, antar
d. Menjunjung tinggi keadilan serta
koperasi serta dengan danatau
menolak setiap bentuk ribawi
lembaga lainnya
(sistem bunga yangmerugikan
pihak tertentu) dan pemusatan Pada umumnya penyelenggaraan
sumber dana ekonomi pada koperasi konvensional sudah sesuai
segelintirorang atau sekelompok dengan sistem ekonomi Islam, karena
orang saja. ekonomi Islam adalah ekonomi yang
2) Dalam melaksanakan kegiatannya berpihak pada pengembangan nasib
didasarkan pada prinsip-prinsip masyarakat banyak dengan memupuk
syariah Islam sebagai berikut: kebersamaan dan kekeluargaan (Rivai &
a. Keanggotaan bersifat sukarela dan Usman, 2012). Hanya saja dalam
terbuka pelaksanaan koperasi konvensional tidak
b. Keputusan ditetapkan secara sesuai dengan pelaksanaan syirkah yang
musyawarah dan dilaksanakan syar’i. Sebenarnya tidak perlu
secara konsisten dankonsekuen menggunakan nama koperasi syariah
(istiqomah) secara sepenuhnya untuk menerapkan
sistem yang halal, tetapi pelaksanaan

272
EISSN: 2540-8402 ǀ ISSN: 2540-8399
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 1 No.2 (Juli, 2017), Hal 263-275
Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

koperasi harus mengikuti aturan Islam kegiatan syirkah dilakukan oleh orang
yang berdasarkan Al-Quran dan As- Islam (Hasan, Manajemen Bisnis Syariah,
Sunnah dan menjadikan suatu bentuk 2009).
syirkah yang syar’i.
III. SIMPULAN
Jika ingin menjalankan koperasi
Koperasi merupakan salah satu
yang sesuai dengan hukum syirkah, maka
contoh bentuk syirkah yang menunjukkan
perlu adanya konversi bentuk koperasi
kerja sama dan sikap tolong menolong
yang syar’i. Dalam menyusun Anggaran
yang terbentuk di antara para anggota
Dasar (AD) harus mencantumkan syarat
koperasi. Akan tetapi saat ini sebagian
dalam bersyirkah secara benar. Setiap
besar koperasi yang ada menyalahi
anggota atau pengurus yang tergabung
hukum-hukum muamalah dengan akad
dalam koperasi harus melibatkan kerja
syirkah. Masalah yang menjadikan hukum
(badan) mereka, tidak hanya modal saja
koperasi konvensional batil antara lain:
yang disetorkan. Dalam membentuk
masalah keanggotaan koperasi dan
koperasi syariah boleh memilih salah satu
penerapan operasional pemberian
dari kelima jenis syirkah (‘inan,
pinjaman pada koperasi simpan pinjam.
mudharabah, wujuh, abdan, atau
mufawadhah) (Abdurahman & Yahya, Koperasi konvensional tidak
2015). menggunakan unsur badan (kerja) yang
dilakukan oleh masing-masing anggota,
Hal yang terpenting dalam
melainkan dengan modal saja, sehingga
melakukan syirkah, termasuk koperasi,
akad dalam koperasi menjadi batil. Sifat
adalah adanya sikap saling jujur antar ke
keanggotaan koperasi yang sukarela dan
dua belah pihak. Islam menjunjung tinggi
terbuka menjadikan pihak koperasi secara
nilai kejujuran dalam segala aspek
bebas melakukan arus keluar masuk
kegiatan duniawi. Dalam bersyirkah sangat
anggota tanpa perlu mengakhiri akad kerja
mungkin terjadi penzaliman antar satu
sama tersebut. Di samping itu kebanyakan
sama lain, dengan adanya kejujuran akan
koperasi simpan pinjam menggunakan riba
menghindarkan segala perbuatan zalim
sebagai bentuk balas jasa bagi pihak
tersebut, termasuk perbuatan riba dalam
koperasi yang dibebankan kepada
koperasi simpan pinjam. Maka dalam
anggotanya. Padahal tujuan penggunaan
bersyirkah tetap diperlukan adanya kehati-
riba dalam koperasi simpan pinjam hanya
hatian dan kewaspadaan, sekalipun
mendapatkan keuntungan semata. Kadang-

273
Received : 2017-05-30 | Reviced : 2017-07-27 |Accepted: 2017-07-31 Indexed : DOAJ, Garuda, Crossref,
Google Scholar | DOI https://doi.org/10.29313/amwaluna.v1i2.2582
Ropi Marlina, Koperasi Syariah Sebagai Solusi Penerapan Akad syirkah yang sah

kadang pihak koperasi mengganti istilah di:


‘bunga’ dengan uang administrasi untuk www.almanaj.or.id/content/3632/sl
kepentingan administrasi, padahal tujuan ash/0/perseroan-syirkah-sesuai-
sebenarnya hanya untuk mencari laba. syariah. Diakses: 29Desember
2016
Oleh karena itu, agar dalam
melaksanakan syirkah sesuai dengan Al-Jawi, S. (2016, Desember). Hukum-
prinsip-prinsip syariah, maka koperasi Hukum Syirkah. Diambil kembali
konvensional harus dikonversi ke koperasi dari
syariah agar kaum muslim bisa www.Fiqhislam,com/index.php?op
menjalankan aktivitas muamalah sesuai ton=com_content&id=25043%Ahu
dengan aturan syariah. kum-hukumSyirkah&Itemid=197.

Koperasi syariah merupakan cara Anggadini, S. D. (2014). Analisis


yang tepat untuk membentuk koperasi Implementasi Syirkah Pada
yang syar’i, artinya koperasi tersebut harus Koperasi. Riset Akuntansi, VI 1.
mengikuti rukun dan syarat dalam akad
An-Nabhani, T. (2010). Sistem Eonomi
syirkah. Dalam pembentukan koperasi
Islam. Bogor: Al-Azhar Press.
syariah boleh memilih salah satu jenis dari
kelima jenis syirkah (‘inan, abdan, Hasan, A. (2003). Berbagai Macam

mudharabah, wujuh, atau mufawadhah) Transaksi Dalam Islam. Jakarta:

agar pelaksanaan koperasi sejalan dengan Rajawali Pers.

pelaksanaan kerja sama syirkah yang sah. Hasan, A. (2009). Manajemen Bisnis
Syariah. Yogyakarta: Pusataka
Daftar Pustaka
Pelajar.
Abdurahman, H., & Yahya, A. (2015).
Bisnis Dan Muamalah Hendrojogi. (2007). Koperasi. Jakarta:
Kontemporer. bOGOR: Al-Azhar Rajawali Pers.
Fresh Zone.
Kementrian Koperasi dan UKM. (2016).
Abdurrahman, Y. (2011). Koperasi Dalam Kinerja Koperasi Syariah di
Pandangan Syariah. Bogor: Al- Indonesia Sangat Baik. [Online].
Azhar Press. Tersedia di:
www.depkop.go.id/content/read/ki
Ahmad, N. M. (2013). Perseroan Syirkah
nerja-koperasi-syariah-di-
sesuai Syariah. [Online]. Tersedia

274
EISSN: 2540-8402 ǀ ISSN: 2540-8399
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 1 No.2 (Juli, 2017), Hal 263-275
Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

indonesia-sangat-baik. Diakses: 29
Desember 2016.

Najah, A. Z. (2016, Desember).


www.ahmadzain.com.

Mardani. (2012). Ayat-ayat dan Hadis


Ekonomi Syariah. Jakarta: Rajawali
Pers.

Rivai, V., & Usman, A. (2012). Islamic


Economic and finance. Jakarta:
Gramedia.

Sarwat, A. (2007). Ribakah Simpanan di


Koperasi. [Online]. Tersedia di:
www.eramuslim.com/ekonomi/riba
kah-simpanan-di-koperasi.htm.
Diakses: 28Desember 2016.

Setiawan, D. (2013). Kerja Sama (Syirkah)


Dalam Ekonomi Islam. Jurnal
Ekonomi Universitas Riau.

Suhendi, H. (2013). Fiqh Muamalah.


Jakarta: Rajawali Pers.

Syafe'i, A. (2012). Koperasi Syariah


:Tinjauan Terhadap Keududukan
dan Peranannya. Jurnal Media
Syariah, hlm.73-82.

275
Received : 2017-05-30 | Reviced : 2017-07-27 |Accepted: 2017-07-31 Indexed : DOAJ, Garuda, Crossref,
Google Scholar | DOI https://doi.org/10.29313/amwaluna.v1i2.2582