Anda di halaman 1dari 2

PROTOKOL ISOLASI DIRI SENDIRI

DALAM PENANGANAN CORONA VIRUS


DISEASE (COVID-19)
No. Dokumen : UKP/ /SOP/IV/2020
No. Revisi : 00
SOP
Tanggal Terbit : /04/2020
Halaman : 1/2

Puskesmas KEPALA UPTD PUSKESMAS


SUGIHATI, SKM
Sukaraja Nuban NIP. 19680411 1991012001

1. Pengertian Prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi untuk isolasi di rumah

2. Tujuan Sebagai upaya penanggulangan sehingga tidak terjadi peningkatan kasus


dan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 baik untuk diri sendiri
maupun kemungkinan penularan kepada orang-orang disekitar termasuk
keluarga
3. Kebijakan 1. Surat Edaran Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.02.01/MENKES/202/2020 Tentang Protokol Isolasi Sendiri dalam
Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19)
2. Pedoman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Tentang
Kesiapsiagaan Menghadapi Corona Virus Deases Covid-19 (Rev 4 /
Dokumen Per Tanggal 27 Maret 2020)
4. Referensi Surat edaran Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.02.01/MENKES/202/2020 Tentang Protokol Isolasi Sendiri dalam
Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19)
5. Alat dan bahan Masker, sabun cuci tangan/handsanitizer, desinfektan, dan handphone
1. Prosedur/ Prosedur penerapan isolasi diri sendiri dalam penanganan COVID-19 :
Langkah- A. Jika sakit, tetap dirumah
Langkah 1. Jangan pergi bekerja, ke sekolah atau keruang public untuk
menghindari penularan COVID-19 ke orang lain dan masyarakat.
2. Harus mengisolasi diri dan memantau diri sendiri untuk
menghindarikemungkinan penularan kepada orang-orang disekitaranda
termasuk keluarga.
3. Melaporkan kepada fasilitas pelayanan kesehtan terdekat tentang
kondisi kesehatannya, riwayat kontak dengan pasien COVID-19 atau
riwayat perjalanan dari Negara/area transmisi local, untuk dilakukan
pemeriksaan sampel oleh petugas kesehatan.

B. Isolasi diri sendiri


1. Ketika seseorang yang sakit (demamatau batuk/pilek/nyeri
tenggorakan/gejala penyakit pernafasan lainnya), namun tidak memiliki
resiko penyakit penyerta lainnya (diabetes, Penyakit jantung, kanker,
penyakit paru kronik, AIDS, penyakit autoimun, dll), maka secara
sukarela atau berdasarkanrekomendasi petugas kesehatan, tinggal
dirumahdan tidak pergi bekerja, sekolah atau tempat-tempat umum.
2. Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang memiliki gejala demam/ gejala
pernafasan dengan riwayat dari Negara/area transmisi local, dan/atau
orang yang tidak menunjukkan gejala tetapi pernah memiliki kontak
eratdengan pasien positif COVID-19.
3. Lama waktu isolasi diri selama 14 hari hingga diketahuinya hasil
pemeriksaan sampel laboratorium.
C. Langkah-langkah yang dilakukan saat isolasi diri
1. Tinggal dirumah, dan jangan pergi bekerja dan ke ruang public.
2. Gunakan kamar terpisah di rumah dari anggota keluarga lainnya. Jika
memungkinkan, upayakan menjaga jarak setidaknya 1 meter dari
anggota keluarga lain.
3. Gunakan selalu masker selama masa isolasi diri.
4. Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis seperti
batuk atau kesulitan bernafas.
5. Hindari pemakaian bersama peralatan makan (piring, sendok, garpu,
gelas), dan perlengkapn mandi (handuk, sikat gigi, gayung) dan
linen/seprai.
6. Terapkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) dengan
mengonsumsi makanan bergizi, melakukan kebersihan tangan rutin,
mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta keringkan, lakukan
etika batuk/bersin.
7. Berada diruang terbuka dan berjemur dibawah sinar matahari setiap
pagi.
8. Jaga kebersihan rumah dengan cairan desinfektan.
9. Hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit memburuk
(seperti sesak nafas) untuk dirawat lebih lanjut.

2/2