Anda di halaman 1dari 19

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

Nama Sekolah : SMK Nasional


Kompetensi Keahlian : Akuntansi dan Keuangan Lembaga
Mata Pelajaran : Etika Profesi
Kelas / Semester : X/1
Pertemuan Ke- : 1 sampai 4 (4 kali pertemuan)
Alokasi Waktu : 8 x 45 Menit

A. Kompetensi Inti :
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)

4.1. Memahami, menerapkan, 4.2. Melaksanakan tugas spesifik dengan


menganalisis, dan mengevaluasi menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
tentang pengetahuan faktual, yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah
konseptual, operasional dasar, sesuai dengan bidang Akuntansi dan Keuangan.
dan metakognitif sesuai dengan Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan
bidang dan lingkup kerja mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan
Akuntansi dan Keuangan pada standar kompetensi kerja.
tingkat teknis, spesifik, detil, dan Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah,
kompleks, berkenaan dengan dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif,
ilmu pengetahuan, teknologi, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan
seni, budaya, dan humaniora solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
dalam konteks pengembangan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah,
potensi diri sebagai bagian dari serta mampu melaksanakan tugas spesifik di
keluarga, sekolah, dunia kerja, bawah pengawasan langsung.
warga masyarakat nasional, Menunjukkan keterampilan mempersepsi,
regional, dan internasional. kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah konkret
terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.

B. Kompetensi Dasar
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)

3.4.Menganalisis kompetensi personal dalam 4.4. Melakukan identifikasi kompetensi


bidang akuntansi dan keuangan personal dalam bidang akuntansi dan
keuangan

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.4 Menganalisis kompetensi personal dalam bidang akuntansi dan keuangan
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.4.1 Menjelaskan kompetensi personal dalam bidang akuntansi dan keuangan dengan
tepat
3.4.2 Menemukan jenis-jenis kompetensi personal dalam bidang akuntansi dan keuangan
dengan tepat
3.4.3 Menganalisis kompetensi personal dalam bidang akuntansi dan keuangan dengan
tepat

4.4 Melakukan identifikasi kompetensi personal dalam bidang akuntansi dan keuangan
Indikator Pencapaian Kompetensi
4.4.1. Mengidentifikasi kompetensi personal dalam bidang akuntansi dan keuangan dengan
tepat
4.4.2. Menerapkan kompetensi personal bidang akuntansi dan keuangan dalam pelaksanaan
pekerjaan dengan tepat
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, model
pembelajaran Ekspositori, peserta didik dapat:

1. Menjelaskan kompetensi personal dalam bidang akuntansi dan keuangan dengan tepat
2. Menyebutkan jenis-jenis kompetensi personal dalam bidang akuntansi dan keuangan
dengan tepat
3. Menganalisis kompetensi personal dalam bidang akuntansi dan keuangan dengan tepat
4. Mengidentifikasi kompetensi personal dalam bidang akuntansi dan keuangan dengan tepat
5. Menerapkan kompetensi personal bidang akuntansi dan keuangan dalam pelaksanaan
pekerjaan dengan tepat

E. Materi Pembelajaran :
1. Materi Pembelajaran reguler
Faktual
Jenis Kompetensi
Konseptual
Mengelola kompetensi personal
Prosedural
Penerapan konsep manajemen Sumber Daya Manusia berbasis kompetensi
Metakognitif
Menyimpulkan Jenis Kompetensi
Mengelola kompetensi personal Penerapan konsep manajemen Sumber Daya Manusia
berbasis kompetensi

2. Materi Pembelajaran Pengayaan


a. Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi
b. Kompetensi yang dibutuhkan
c. Jenis Kompetensi
d. Kompetensi yang dibutuhkan
e. Mengelola Kompetensi personal

3. Materi Pembelajaran Remedial


a. Kompetensi yang dibutuhkan
b. Mengelola Kompetensi personal

F. Pendekatan, Strategi dan Metode


1. Pendekatan pembelajaran : ilmiah/scientific
2. Strategi/Model pembelajaran : Ekspositori
3. Metode : diskusi, menggali informasi, tanya jawab, presentasi

G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
No. Kegiatan
1. Pembukaan (15 menit)
a. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkan untuk proses
belajar-mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran, agenda
kegiatan), menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan.
b. Guru melakukan tanya jawab sederhana berkaitan dengan materi yang akan dipelajari
dan materi yang berkaitan dengan Pengertian dan jenis kompetensi personal
c. Guru melakukan apersepsi tentang Pengertian dan jenis kompetensi personal
d. Guru menyampaikan kompetensi dasar, tujuan dan manfaat mempelajari materi
Pengertian dan jenis kompetensi personal
e. Guru menyampaikan garis besar materi Pengertian dan jenis kompetensi personal
dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan
permasalahan atau tugas tentang Pengertian dan jenis kompetensi personal
2. Pemberian Kegiatan Inti (60 menit)
stimulus a. Mengamati
terhadap siswa
1) Guru menyampaikan kompetensi yang harus dikuasai siswa,
langkah-langkah kegiatan pembelajaran, apersepsi
mengarahkan perhatian siswa.
2) Siswa memperhatikan dan mendengarkan informasi guru
Menetapkan
No. Kegiatan
masalah dan b. Menanya
menyeleksi 1) Guru menyampaikan materi dengan ceramah dan tanya
informasi- jawab, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi atau cara
informasi yang lainnya untuk memperjelas materi yang disajikan
relevan 2) Guru menyampaikan materi dengan ceramah dan tanya
jawab
c. Mengumpulkan data/informasi/Mengeksplorasi
Guru memberikan bahan latihan soal (soal-soal latihan), latihan
Mengembangkan soal ada yang dilakukan secara individu dan ada pula secara
berkelompok.
solusi melalui
d. Asosiasi/menalar/Mencoba
identifikasi
1) Siswa mengerjakan latihan sedangkan guru memonitor latihan
alternatif-
siswa, memberikan umpan balik, mengajarkan kembali bila
alternatif, tukar
diperlukan dan melanjutkan latihan terbimbing, hingga siswa
pikiran dan
dianggap menguasai materi
mengecek
2) Guru kembali memberikan tugas atau latihan yang harus
perbedaan dikerjakan siswa secara mandiri
pandangan 3) Siswa mencatat tugas atau latihan, tugas atau latihan dapat
dikerjakan di kelas atau di rumah tanpa bantuan guru
4) Guru melakukan pengecekkan untuk pemahaman dan
memberikan umpan balik, bila tugas dikerjakan di kelas.
Umpan balik diberikan pada pertemuan berikutnya bila tugas
Mengevaluasi dikerjakan di rumah
e. Mengkomunikasikan/Menyimpulkan
1) Guru merangkum materi pembelajaran bersama dengan siswa
2) Guru melakukan penilaian ataupun evaluasi untuk mengetahui
sejauh mana siswa menguasai materi yang telah dipelajari
3. Penutup (15 menit)
a. Kesimpulan
Guru bersama peserta didik mencoba untuk membuat kesimpulan tentang
Pengertian dan jenis kompetensi personal yang telah dipelajari
b. Refleksi
Guru menanyakan pendapat peserta didik tentang proses belajar yang dilakukan
(merefleksi kegiatan)
c. Peserta didik diberi tugas untuk mencari dan mempelajari materi berikutnya di
rumah.
d. Menutup pembelajaran dengan salam dan berdoa.

Pertemuan 2
No. Kegiatan
1. Pembukaan (15 menit)
a. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkan untuk proses
belajar-mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran, agenda
kegiatan), menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan.
b. Guru melakukan tanya jawab sederhana berkaitan dengan materi yang akan dipelajari
No. Kegiatan
dan materi yang berkaitan dengan Manfaat dan cara mengelola kompetensi
personal
c. Guru melakukan apersepsi tentang Manfaat dan cara mengelola kompetensi
personal
d. Guru menyampaikan kompetensi dasar, tujuan dan manfaat mempelajari materi
Manfaat dan cara mengelola kompetensi personal
e. Guru menyampaikan garis besar materi Manfaat dan cara mengelola kompetensi
personal dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk
menyelesaikan permasalahan atau tugas tentang Manfaat dan cara mengelola
kompetensi personal
2. Pemberian Kegiatan Inti (60 menit)
stimulus terhadap a. Mengamati
siswa
1) Guru menyampaikan kompetensi yang harus dikuasai siswa,
langkah-langkah kegiatan pembelajaran, apersepsi
mengarahkan perhatian siswa.
2) Siswa memperhatikan dan mendengarkan informasi guru

b. Menanya
Menetapkan 1) Guru menyampaikan materi dengan ceramah dan tanya
masalah dan jawab, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi atau cara
menyeleksi lainnya untuk memperjelas materi yang disajikan
informasi- 2) Guru menyampaikan materi dengan ceramah dan tanya
informasi yang jawab
relevan c. Mengumpulkan data/informasi/Mengeksplorasi
Guru memberikan bahan latihan soal (soal-soal latihan), latihan
soal ada yang dilakukan secara individu dan ada pula secara
berkelompok.
d. Asosiasi/menalar/Mencoba
1) Siswa mengerjakan latihan sedangkan guru memonitor latihan
Mengembangkan siswa, memberikan umpan balik, mengajarkan kembali bila
diperlukan dan melanjutkan latihan terbimbing, hingga siswa
solusi melalui
dianggap menguasai materi
identifikasi
2) Guru kembali memberikan tugas atau latihan yang harus
alternatif-
dikerjakan siswa secara mandiri
alternatif, tukar
3) Siswa mencatat tugas atau latihan, tugas atau latihan dapat
pikiran dan
dikerjakan di kelas atau di rumah tanpa bantuan guru
mengecek 4) Guru melakukan pengecekkan untuk pemahaman dan
perbedaan memberikan umpan balik, bila tugas dikerjakan di kelas.
pandangan Umpan balik diberikan pada pertemuan berikutnya bila tugas
dikerjakan di rumah
e. Mengkomunikasikan/Menyimpulkan
1) Guru merangkum materi pembelajaran bersama dengan siswa
2) Guru melakukan penilaian ataupun evaluasi untuk mengetahui
jauh mana siswa menguasai materi yang telah dipelajari
Mengevaluasi
No. Kegiatan
3. Penutup (15 menit)
a. Kesimpulan
Guru bersama peserta didik mencoba untuk membuat kesimpulan tentang Manfaat
dan cara mengelola kompetensi personal yang telah dipelajari
b. Refleksi
Guru menanyakan pendapat peserta didik tentang proses belajar yang dilakukan
(merefleksi kegiatan)
c. Peserta didik diberi tugas untuk mencari dan mempelajari materi berikutnya di
rumah.
d. Menutup pembelajaran dengan salam dan berdoa.

Pertemuan 3
No. Kegiatan
1. Pembukaan (15 menit)
a. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkan untuk proses
belajar-mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran, agenda
kegiatan), menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan.
b. Guru melakukan tanya jawab sederhana berkaitan dengan materi yang akan dipelajari
dan materi yang berkaitan dengan presentasi diri, pelatihan, dan pengembangan
karir
c. Guru melakukan apersepsi tentang presentasi diri, pelatihan, dan pengembangan
karir
d. Guru menyampaikan kompetensi dasar, tujuan dan manfaat mempelajari materi
presentasi diri, pelatihan, dan pengembangan karir
e. Guru menyampaikan garis besar materi presentasi diri, pelatihan, dan
pengembangan karir dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik
untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas tentang presentasi diri, pelatihan, dan
pengembangan karir
2. Pemberian Kegiatan Inti (60 menit)
stimulus terhadap a. Mengamati
siswa
1) Guru menyampaikan kompetensi yang harus dikuasai siswa,
langkah-langkah kegiatan pembelajaran, apersepsi
mengarahkan perhatian siswa.
2) Siswa memperhatikan dan mendengarkan informasi guru

b. Menanya
Menetapkan 1) Guru menyampaikan materi dengan ceramah dan tanya
masalah dan jawab, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi atau cara
menyeleksi lainnya untuk memperjelas materi yang disajikan
informasi- 2) Guru menyampaikan materi dengan ceramah dan tanya
informasi yang jawab
relevan c. Mengumpulkan data/informasi/Mengeksplorasi
Guru memberikan bahan latihan soal (soal-soal latihan), latihan
soal ada yang dilakukan secara individu dan ada pula secara
No. Kegiatan
berkelompok.
d. Asosiasi/menalar/Mencoba
Mengembangkan 1) Siswa mengerjakan latihan sedangkan guru memonitor latihan
solusi melalui siswa, memberikan umpan balik, mengajarkan kembali bila
identifikasi diperlukan dan melanjutkan latihan terbimbing, hingga siswa
alternatif- dianggap menguasai materi
alternatif, tukar 2) Guru kembali memberikan tugas atau latihan yang harus
pikiran dan dikerjakan siswa secara mandiri
mengecek 3) Siswa mencatat tugas atau latihan, tugas atau latihan dapat
dikerjakan di kelas atau di rumah tanpa bantuan guru
perbedaan
4) Guru melakukan pengecekkan untuk pemahaman dan
pandangan
memberikan umpan balik, bila tugas dikerjakan di kelas.
Umpan balik diberikan pada pertemuan berikutnya bila tugas
Mengevaluasi
dikerjakan di rumah
e. Mengkomunikasikan/Menyimpulkan
1) Guru merangkum materi pembelajaran bersama dengan siswa
2) Guru melakukan penilaian ataupun evaluasi untuk mengetahui
sejauh mana siswa menguasai materi yang telah dipelajari
3. Penutup (15 menit)
a. Kesimpulan
Guru bersama peserta didik mencoba untuk membuat kesimpulan
tentang presentasi diri, pelatihan, dan pengembangan karir
yang telah dipelajari
b. Refleksi
Guru menanyakan pendapat peserta didik tentang proses belajar
yang dilakukan (merefleksi kegiatan)
c. Peserta didik diberi tugas untuk mencari dan mempelajari materi
berikutnya di rumah.
d. Menutup pembelajaran dengan salam dan berdoa.

Pertemuan 4
No. Kegiatan
1. Pembukaan (5 menit)
a. Guru melakukan apersepsi sebelum memulai kegiatan evaluasi pembelajaran
b. Guru meminta siswa untuk mempersiapkan diri sebelum mengerjakan soal
evaluasi secara mandiri
c. Guru membagikan soal dan lembar jawab kepada siswa
2. Kegiatan Inti (75 menit)

 Siswa mengerjakan soal evaluasi secara mandiri terkait dengan materi yang sudah
dijelaskan pada pertemuan sebelumnya

3. Penutup (10 menit)


a. Guru menginstrusikan kepada siswa bahwa waktu untuk mengerjakan soal sudah
habis, dan siswa segera mengumpulkan lembar kerja
b. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mencari dan mempelajari materi yang
No. Kegiatan
akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

H. Alat/bahan dan Media Pembelajaran:


a. Media Belajar
 Power Point
 Video
b. Alat
 Laptop
 LCD
 Speaker

I. Sumber Belajar
 Buku paket Etika Profesi dari Kemendikbud
 Modul Etika Profesi, Sohidin-LPA mitrabijak Surakarta
 Buku Paket Etika Profesi referensi lain
 Lembar Kerja Siswa (LKS) Etika Profesi
 Media massa cetak dan elektronik

J. Penilaian (instrument terlampir)


1. Pengetahuan
a. Teknik Penilaian : Tes tertulis
b. Bentuk instrument : Soal tes tertulis
c. Kisi-kisi
No. Indikator Butir Instrumen
1. Menjelaskan pengertian kompetensi 1
2. Menjelaskan karakteristik kompetensi 2
3. Menjelaskan manfaat kompetensi 3
4 Menjelaskan jenis kompetensi 4
5 Menjelaskan cara mengelola kompetensi
5
personal

2. Ketrampilan

a. Teknik Penilaian : Penilaian Unjuk kerja dengan melakukan diskusi


b. Bentuk instrument : Soal Praktek
c. Kisi-kisi
No. Indikator Butir Instrumen
1. Menjelaskan tentang presentasi diri 1
2 Menjelaskan tentang pengembangan karir 2
Instrumen: lihat Lampiran 2

3. Sikap (Spritual)
a. Teknik : Observasi
b. Bentuk Instrumen : Check List
c. Kisi-kisi:
No Aspek Pengamatan Butir Instrumen
.
1. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu 1
2. Mengucapkan rasa syukur atas karunia tuhan 2
3. Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan 3
pendapat/presentasi
4. Mengungkapkan kekaguman secara lisan maupun 4
tulisan terhadap Tuhan saat melihat kebesaran Tuhan
Instrumen: lihat Lampiran 3
4. Sikap (Sosial)
a. Teknik : Observasi
b. Bentuk Instrumen : Check List
c. Kisi-kisi:
No Aspek Pengamatan Butir Instrumen
.
1. Motivasi 1
2. Rasa Ingin Tahu 2
3. Tanggung Jawab 3
4. Jujur 4
5, Peduli 5
6 Santun 6
7 Percaya Diri 7
8 Disiplin 8

Mengesahkan Pangkalan Kerinci, Juli 2019


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

EFRIADI, ST ELI MARLINA, S.Pd


SOAL EVALUASI (75 MENIT)
Lampiran 1
Soal Pengetahuan (30 MENIT )

1. Jelaskan pengertian kompetensi!


2. Jelaskan karakteristik kompetensi!
3. Jelaskan manfaat kompetensi!
4. Jelaskan jenis kompetensi!
5. Jelaskan cara mengelola kompetensi personal!

Kunci Jawaban
1. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia pengertian kompetensi adalah kemampuan atau
kecakapan, sedangkan berdasarkan surat Keputusan Mendiknas nomor 045/U/2002, kompetensi
adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai
syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan
pekerjaan tertentu. Dengan demikian kompetensi berkaitan dengan karakteristik yang mendasari
kemampuan seseorang dalam bekerja.
2. Karakteristik kompetensi
Menurut Spencer and Spencer (1993 : 10) kompetensi terdiri dari 5 (Lima) Karakteristik yaitu :
a. Motives
Adalah sesuatu dimana sesorang secara konsisten berfikir sehingga ia melakukan tindakan.
Spencer (1993) menambahkan bahwa motives adalah “drive, direct and select behavior
toward certain actions or goals and away from others “. Misalnya seseorang yang memiliki
motivasi berprestasi secara konsisten mengembangkan tujuan – tujuan yang memberi suatu
tantangan pada dirinya sendiri dan bertanggung jawab penuh untuk mencapai tujuan tersebut
serta mengharapkan semacam “ feedback “ untuk memperbaiki dirinya.
b. Traits
Adalah watak yang membuat orang untuk berperilaku atau bagaimana seseorang merespon
sesuatu dengan cara tertentu. Sebagai contoh seperti percaya diri, kontrol diri, ketabahan atau
daya tahan.
c. Self Concept
Adalah sikap dan nilai – nilai yang dimiliki seseorang. Sikap dan nilai diukur melalui tes
kepada responden untuk mengetahui nilai yang dimiliki seseorang dan apa yang menarik
bagi seseorang untuk melakukan sesuatu.
d. Knowledge
Adalah informasi yang dimiliki seseorang untuk bidang tertentu. Pengetahuan merupakan
kompetensi yang kompleks. Tes pengetahuan mengukur kemampuan peserta untuk memilih
jawaban yang paling benar tetapi tidak bias melihat apakah sesorang dapat melakukan
pekerjaan berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya.
e. Skills
Adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu tugas tertentu baik secara fisik maupun
mental. Dengan mengetahui tingkat kompetensi maka perencanaan sumber daya manusia
akan lebih baik hasilnya.
3. Manfaat kompetensi

Kompetensi pegawai sangat diperlukan setiap organisasi terutama untuk meningkatkan kinerja.
Menurut Prihadi (2004:57) manfaat kompetensi adalah:
1). Prediktor kesuksesan kerja. Model kompetensi yang akurat akan dapat menentukan dengan
tepat pengetahuan serta ketrampilan apa saja yang dibutuhkan untuk berhasil dalam suatu
pekerjaan. Apabila seseorang pemegang posisi mampu memiliki kompetensi yang
dipersyaratkan pada posisinya maka ia dapat diprediksikan akan sukses.
2). Merekrut karyawan yang andal. Apabila telah berhasil ditentukan kompetensi- kopentensi apa
saja yang diperlukan suatu posisi tertentu, maka dengan mudah dapat dijadikan kriteria dasar
dalam rekrutmen karyawan baru
3). Dasar penilaian dan pengembangan karyawan.Indentifikasi kompetensi pekerjaan yang akurat
juga dapat dipakai sebagai tolak ukur kemampuan seseorang. Dengan demikian, berdasarkan
sistem kompetensi ini dapat diketahui apakah seseorang telah bagaimana mengembangkannya,
dengan pelatihan dan pembinaan atau perlu dimutasikan kebagian lain.

4. Jenis kompetensi

a. Kompetensi utama adalah sebuah kompetensi yang didefinisikan sebagai kemampuan internal
yang sangat penting bagi keberhasilan bisnis.Kompetensi ini adalah kompetensi yang
diharapkan dimiliki semua individu dalam organisasi.Kompetensi ini mendefinisikan tentang
nilai-nilai organisasi yang paling dipahami oleh kebanyakan orang
b. Threshold competencies adalah karakteristik setiap pemegang pekerjaan sehingga dapat
melakukan pekerjaan secara efektif.Tetapi tidak dapat digunakan untuk membedakan seorang
yang berkinerja tinggi, rata-rata dan atau rendah.Contoh, penjual yang baik harus memiliki
pengetahuan yang memadai tentang produk yang mereka jual, tetapi pengetahuan ini tidak
selalu cukup untuk memastikan performa penjualan mereka
c. Differentiating Competencies adalah karakteristik yang membedakan individu berkinerja
superior dengan yang rata. Differentiating Competencies tidak ditemukan dalam individu
yang berkinerja rata-rata. Misalnya individu yang bekerja di bidang desain memiliki
differentiating competencies dalam mendesain yang membuatnya lebih unggul dari orang lain.

5. Cara mengelola kompetensi personal

Mengelola kompetensi personal berarti kepandaian seseorang untuk mengelola kemampuan dan
kecakapan yang dimilikinya dengan prestasi kerja serta sikap yang baik sehingga dapat
memuaskan pemberi kerja sesuai dengan tujuan perusahaan. Mengelola kompetensi personal
dapat dilakukan dengan cara menjaga kepribadian dan presentasi diri, menambah kemampuan
dengan pelatihan/pendidikan serta pengembangan karier.

Penskoran
Jawaban benar nilai 20

Lampiran 2
Soal Praktek ( Keterampilan) (45 MENIT)
Latihan terbimbing bersama kelompok, tentang hal-hal berikut ini:
1. Presentasi diri
2. Pengembangan karir

No 1 jika benar 50
No 2 Jika benar 50
Lampiran 3 (penilaian sikap spritual)
Aspek Yang Diamati
NO Nama Siswa Berdoa sblm Mengucap
Bersyukur Beribadah Dg baik
aktivitas Salam
1
2
3
Disi dengan skor 1 – 4
1 Kurang 2 Cukup 3 Baik 4 Sangat Baik

Lampiran 4 (penilaian sikap sosial)


SIKAP
Rasa
NO NAMA SISWA Tanggung Kerja Percaya
Motivasi ingin Jujur Peduli Santun Disiplin
jawab sama diri
tahu
1
2
3
Disi dengan skor 1 – 4
1 Kurang 2 Cukup 3 Baik 4 Sangat Baik

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
LAMPIRAN
MATERI

A. Pengertian Kompetensi Personal

Seiring dengan persaingan bisnis yang semakin tajam dan perubahan lingkungan yang
sangat drastis pada setiap aspek kehidupan manusia, maka setiap organisasi membutuhkan
sumber daya menusia yang memiliki kompetensi di bidangnya sehingga dapat memberikan
output yang terbaik bagi organisasi atau perusahaan. Dengan kata lain, organisasi tidak
hanya mampu memberikan pelayanan yang memuaskan tetapi juga berorientasi pada nilai.
Dalam hal ini kompetensi berarti memiliki kemampuan secara profesional sehingga mampu
melaksanakan tugas dengan baik dan menghasilkan hasil akhir berdasarkan pada mutu dan
standar yang telah ditetapkan.

Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia pengertian kompetensi adalah kemampuan atau
kecakapan, sedangkan berdasarkan surat Keputusan Mendiknas nomor 045/U/2002,
kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki
seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan
tugas-tugas sesuai dengan pekerjaan tertentu. Dengan demikian kompetensi berkaitan
dengan karakteristik yang mendasari kemampuan seseorang dalam bekerja.

B. Jenis Kompetensi

Jenis kompetensi dapat dibagi menjadi beberapa kategori berikut ini.

1. Kompetensi Utama/ Core Competencies

Kompetensi utama adalah sebuah kompetensi yang didefinisikan sebagai kemampuan


internal yang sangat penting bagi keberhasilan bisnis.Kompetensi ini adalah kompetensi
yang diharapkan dimiliki semua individu dalam organisasi.Kompetensi ini mendefinisikan
tentang nilai-nilai organisasi yang paling dipahami oleh kebanyakan orang.Tujuan dari
kompetensi utama bagi individu adalah agar iadapat bekerja dalam berbagai posisi di dalam
organisasi.

2. Threshold Competencies

Threshold Competencies adalah karakteristik setiap pemegang pekerjaan sehingga dapat


melakukan pekerjaan secara efektif.Tetapi tidak dapat digunakan untuk membedakan
seorang yang berkinerja tinggi, rata-rata dan atau rendah.Contoh, penjual yang baik harus
memiliki pengetahuan yang memadai tentang produk yang mereka jual, tetapi pengetahuan
ini tidak selalu cukup untuk memastikan performa penjualan mereka.

3. Differentiating Competencies
Differentiating Competencies adalah karakteristik yang membedakan individu berkinerja
superior dengan yang rata. Differentiating Competencies tidak ditemukan dalam individu
yang berkinerja rata-rata. Misalnya individu yang bekerja di bidang desain memiliki
differentiating competencies dalam mendesain yang membuatnya lebih unggul dari orang
lain.

C. Manfaat Kompetensi

Manfaat kompetensi dapat dilihat dari beberapa sisi berikut.

1. Karyawan

2. Organisasi/Perusahaan.

D. Cara Mengelola Kompetensi Personal

Kompetensi personal adalah kemampuan atau kecakapan seseorang untuk berkinerja.Kinerja


(Prestasi Kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang
dalam melakukan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.Efektif
tidaknya suatu hasil kerja sangat dipengaruhi oleh pengetahuan, keterampilan serta perilaku
yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan.

Mengelola kompetensi personal berarti kepandaian seseorang untuk mengelola kemampuan


dan kecakapan yang dimilikinya dengan prestasi kerja serta sikap yang baik sehingga dapat
memuaskan pemberi kerja sesuai dengan tujuan perusahaan. Mengelola kompetensi
personal dapat dilakukan dengan cara menjaga kepribadian dan presentasi diri, menambah
kemampuan dengan pelatihan/pendidikan serta pengembangan karier.

E. Presentasi Diri

Presentasi diri adalah penampilan seseorang secara keseluruhan. Penampilan diri, sering
juga dikenal dengan istilah grooming. Grooming adalah penampilan diri seseorang yang
selalu terjaga dan selalu rapi. Penampilan diri harus serasi dan menarik agar disukai oleh
orang lain. Penampilan menarik mencerminkan kepribadian orangnya. Orang yang
berpenampilan menarik akan dinilai sebagai orang yang berkepribadian baik. Sebaliknya,
orang yang kurang memperhatikan penampilannya dinilai sebagai orang yang
berkepribadian kurang baik meskipun hal ini tidak terlalu mutlak.

Penampilan diri yang serasi dan menarik, sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari,
terutama orang yang banyak berhubungan dengan orang lain sehingga dapat memberi respon
yang positif. Untuk mencapai penampilannya yang menarik seseorang harus mampu
menganalisis dirinya sendiri dan memakai pakaian yang tepat pada waktu yang tepat pula.
Selain itu, perlu pula diperhatikan warna dan corak busana, dandanan, raut wajah, gaya
berjalan, cara makan, dan minum yang merupakan unsur penting dalam penampilan yang
serasi dan menarik. Penampilan diri yang serasi dan menarik, tidak hanya dilihat dari
penampilan luar saja, tetapi juga harus didukung dan timbul dari dalam diri.
F. Pelatihan

1. Pengertian Pelatihan

Secara umum, pelatihan merupakan bagian dari pendidikan yang menggambarkan suatu
proses dalam pengembangan organisasi. Pendidikan dan pelatihan merupakan suatu
rangkaian yang tidak dapat dipisahkan dalam sistem pengembangan sumber daya
manusia.Berikut ini pendapat para ahli tentang pengertian keahlian.

 Moekijat menyatakan bahwa pelatihan adalah suatu bagian pendidikan yang


menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan, dalam
waktu yang relatif singkat dan dengan metode yang lebih mengutamakan praktik dari
pada teori.

 Sudirman menjelaskan bahwa pelatihan adalah prosedur formal yang difasilitasi dengan
pembelajaran guna terciptanya perubahan tingkah laku yang berkaitan dengan
peningkatan tujuan perusahaan atau organisasi.

 Michael J. Jacius mengemukakan istilah pelatihan menunjukan suatu proses


peningkatan tujuan perusahaan atau organisasi.

Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pelatihan adalah proses membantu
individu untuk memperoleh efisiensi dalam melakukan pekerjaan, baik pada saat sekarang
maupun masa yang akan datang melalui pengembangan kebiasaan pikiran dan tindakan-
tindakan, kecakapan, pengetahuan, pengembangan kebiasaan pikiran dan tindakan-tindakan,
kecakapan, pengetahuan, dan sikap-sikap. Kegiatan pelatihan juga dilakukan dalam upaya
memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari
dan mengantisipasi kemungkinan permasalahan yang terjadi di masa yang akan datang.

2. Tujuan dan Manfaat Pelatihan

Tujuan pelatihan adalah sebagai usaha untuk memperbaiki dan mengembangkan sikap,
tingkah laku, dan pengetahuan.Dengan demikian pelatihan dimaksudkan dalam pengertian
yang lebih luas dan tidak hanya untuk mengembangkan keterampilan dan
bimbingan.Pelatihan diberikan dengan harapan individu yang menjalaninya dapat
melaksanakan pekerjaannya dengan baik setelah mengikuti pelatihan tersebut. Selain tujuan
tersebut, pelatihan memiliki tujuan yang lain yaitu sebagai berikut.

 Pelatihan sebagai alat untuk memperbaiki penampilan/kemampuan individu atau


kelompok dengan harapan memperbaiki kinerja organisasi. Perbaikan-perbaikan itu
dapat dilaksanakan dengan berbagai cara. Pelatihan yang efektif dapat menghasilkan
pengetahuan dalam pekerjaan/tugas, pengetahuan tentang struktur dan tujuan organisasi,
tugas masing-masing karyawan dan sasarannya dan lain-lain.

 Pelatihan tertentu diadakan agar karyawan dapat melaksanakan tugas-tugas sesuai


dengan standar yang diinginkan.
 Pelatihan juga dapat memperbaiki sikap-sikap terhadap pekerjaan, terhadap pimpinan
atau kayawan, dan menghilangkan sikap-sikap yang tidak produktif yang timbul dari
salah penegrtian atau informasi yang membingungkan.

 Pelatihan dapat memperbaiki standar keselamatan kerja.

 Membantu karyawan membuat keputusan yang lebih baik.

 Meningkatkan kemampuan pekerja menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapinya.

 Timbulnya dorongan dalam diri pekerja untuk terus meningkatkan kemampuan


kerjanya.

 Peningkatan kemampuan karyawan untuk mengatasi stress, frustrasi, dan konflik yang
pada gilirannya memperbesar rasa percaya diri.

 Tersedianya informasi berbagai program yang dapat dimanfaatkan para karyawan dalam
rangka pertumbuhan secara teknikal dan intelektual.

 Makin besarnya tekad pekerja untuk lebih mandiri.

 Mengurangi ketakutan menghadapi tugas-tugas baru di masa depan.

 Memperbaiki sikap-sikap agar mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan serta


dapat membuat keputusan dengan baik dan benar.

 Meningkatkan motivasi untuk belajar dan selalu bersedia untuk mengembangkan ilmu
pengetahuan dan kemampuannya.

 Menumbuhkan rasa percaya diri dan solidaritas yang tinggi di antara sesama karyawan
khususnya dan masyarakat umumnya.

Dapat disimpulkan dengan adanya pelatihan akan mampu mengurangi dampak negatif yang
disebabkan kurangnya pengetahuan, kurangnya keprcayaan diri atau pengalaman yang
terbatas dari individu sehingga dapat bekerja lebih giat, baik pada masa sekarang maupun
masa depan.

3. Jenis Pelatihan

Beberapa jenis pelatihan yang sering digunakan adalah sebagai berikut.

 Magang/Apprenticeship Training

Magang adalah suatu pembekalan terhadap karyawan dengan cara belajar dan
praktik secara langsung di suatu posisi pekerjaan. Magang banyak sekali digunakan
untuk melihat potensi individu dalam satu jenis pekerjaan tertentu sehingga bila
telah selesai magang, biasanya individu tersebut akan ditawari bekerja di posisi
tersebut.

 On the Job Training

Metode on the job training adalah pelatihan yang menggunakan situasi dalam
pekerjaan. Di sini karyawan diberi pelatihan tentang pekerjaan baru dengan
supervisi langsung seorang pelatih yang berpengalaman (biasanya karyawan lain).
On the job training dibagi dalam beberapa metode, antara lain:

1) Coaching

Coaching adalah suatu cara pelaksanaan pelatihan dimana atasan mengajarkan


keahlian dan keterampilan kerja kepada bawahannya. Dalam metode ini
pengawas diperlukan sebagai pemberi petunjuk untuk memberitahukan kepada
peserta mengenai tugas atau pekerjaan rutin yang akan dilaksanakan dan
bagaimana cara mengerjakannya.

2) Apprenticeships

Apprenticeships adalah proses belajar dari seseorang atau beberapa orang yang
lebih berpengalaman. Metode ini digunakan untuk mengembangkan keahlian
perorangan sehingga para karyawan dapat mempelajari segala aspek dari
pekerjaannya.

3) Job Rotation (Rotasi Jabatan)

Dalam rotasi jabatan karyawan diberikan kesempatan untuk mendapatkan


pengetahuan pada bagian-bagian organisasi yang berbeda dan juga praktik
berbagai macam keterampilan dengan cara berpindah dari satu pekerjaan atau
bagian ke pekerjaan atau ke bagian lain.

 Off the Job Training

Metode of the job training adalah pelatihan yang menggunakan situasi di luar
pekerjaan.Metode ini digunakan apabila banyak pekerja yang harus dilatih dengan
cepat atau pelatihan dalam pekerjaan tidak dapat dilakukan karena sangat
mahal.Off the job training dibagi dalam beberapa metode, antara lain.

1. Vestibule Training

Vestibule training adalah pelatihan yang dilakukan dalam suatu ruangan


khusus yang terpisah dari tempat kerja biasa dan disediakan jenis peralatan
yang sama seperti yang akan digunakan pada pekerjaan sebenarnya.

2. Role Playing
Role playing merupakan suatu permainan peran yang dilakukan oleh peserta
untuk memainkan berbagai peran orang tertentu dan diminta untuk menanggapi
para pesertalain yang berbeda perananya.Teknik dapat mengubah sikap peserta,
seperti menjadi lebih toleran terhadap perbedaan individual dan juga dapat
mengembangkan keterampilan-keterampilan antar pribadi.

3. Case Study

Case study adalah metode pelatihan di mana para peserta pelatihan dihadapkan
pada beberapa kasus tertulis dan diharuskan memecahkan masalah-masalah
tersebut.

4. Laboratory Training

Laboratory training adalah suatu bentuk latihan kelompok yang terutama


digunakan untuk mengembangkan ketermpilan-keterampilan antarpribadi.
Latihan ini bersifat sensitivitas, di mana peserta menjadi lebih sensitif terhadap
perasaan orang lain dan lingkungannya. Metode ini berguna untuk
mengembangkan berbagai perilaku bagi tanggung jawab pekerjaan di waktu
yang akan datang.

G. Pengembangan Karir

Karir adalah perjalanan yang dilalui seseorang selama hidupnya.Karir dapat juga diartikan
sebagai semua pekerjaan atau jabatan yang ditangani atau dipegang selama kehidupan kerja
seseorang.Dengan demikian karir menunjukan perkembangan karyawan secara individual
dalam jenjang jabatan atau kepangkatan yang dapat dicapai selama masa kerja dalam suatu
organisasi.Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan karir adalah rangkaian atau
urutan posisi pekerjaan atau jabatan yang dipegang selama kehidupan kerja seseorang.

Dalam menjalani suatu karir tertentu, individu dapat mengalami kejenuhan karena ia terlalu
lama berada pada posisi yang sama. Untuk mengatasi hal ini diperlukan adanya suatu
pengembangan karir. Pengembangan karir sangat diharapkan oleh setiap karyawan, karena
dengan pengembangan ini individu akan mendapatkan hak-hak yang lebih baik dari pada
apa yang diperoleh sebelumnya, baik material maupun non material seperti status sosial,
perasaan bangga dan sebagainya.

Pengembangan karir mengandung tiga unsur pokok, yaitu sebagai berikut:

 Membantu karyawan dalam menilai kebutuhan karirnya sendiri.

 Mengembangkan kesempatan-kesempatan karir yang ada dalam organisasi.

 Menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan karyawan dengan kesempatan-kesempatan


karir.
Sesuai dengan tiga unsur di atas diharapkan karir karyawan merupakan suatu unsur yang
sangat penting dan sifatnya pribadi.Oleh karena itu, organisasi harus memberi kebebasan
kepada karyawan untuk mengambil keputusan sendiri mengenai tujuan serta kesempatan
menjalani karirnya. Pengembangan karir dapat dilakukan melalui sebagai berikut:

 Mutasi

 Promosi

 Demosi