Latar Belakang
Jentik nyamuk merupakan salah satu tahap dalam siklus hidup nyamuk. Keberadaan jentik nyamuk
erat kaitannya dengan angka kejadian deman berdarah dengue (DBD). DBD merupakan penyakit
pada daerah tropis dan subtropis yang disebabkan oleh virus dengue (DEN-1, 2, 3, dan 4) melalui
gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Menurut WHO dalam penelitian yang dilakukan
Sari (2017) kasus DBD tertinggi di daerah Asia berada di Indonesia, Myanmar, Bangladesh, dan India.
Pada tahun 2015, tercatat terdapat sebanyak 126.675 penderita DBD di 34 provinsi di Indonesia, dan
1.229 orang di antaranya meninggal dunia. Jumlah tersebut lebih tinggi dari tahun 2014, yaitu
sebanyak 100.347 penderita dan sebanyak 907 meninggal. Angka kesakitan demam berdarah
dengue (DBD) di Indonesia sendiri cenderung mengalami peningkatan dari tahun 1968-2015.
Permasalahan
Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dalam
pengendalian pencegahan penyakit DBD.
Perencanaan dan Pemilihan Intervensi
Metode: Kuesioner, Wawancara, Edukasi dan Inspeksi langsung ke tempat
Pelaksanaan
Telah dilakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) pada:
Hari : Jum’at
Tanggal : 12 Juni 2020
Pukul : 08.00 WIB s/d selesai
Tempat : Sekitar desa Baturetno
Peserta : Masyarakat sekitar desa Baturetno
Metode:
Memberikan kuesioner, wawancara dan edukasi tentang pengetahuan seputar pemberantasan
sarang nyamuk (PSN). Melakukan inspeksi secara langsung pada lingkungan sekitar rumah dan bak
mandi untuk melihat jentik nyamuk.
Monitoring dan Evaluasi
Lokasi kegiatan cukup dekat, berada tidak jauh dari puskesmas Banguntapan I sehingga sangat
mudah untuk dicapai. Kegiatan PSN berlangsung kurang lebih selama 2,5 jam. Masyarakat sangat
kooperatif terhadap petugas. Selama kegiatan berlangsung didapatkan 3 orang warga pasca rawat
inap dengan diagnosa demam dengue (DD). Melihat situasi yang ada, sebaiknya kegiatan ini terus
dilakukan secara rutin agar meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat terhadap
Demam Berdarah Dengue (DBD)
Setelah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dilaksanakan, diharapkan warga masyarakat
meningkat pengetahuannya guna menurunkan kepadatan atau populasi nyamuk penular penyakit
Demam Berdarah Dangue (DBD) dan jentiknya dengan PSN, melalui kegiatan langsung di masyarakat
secara terus menerus; menggerakkan peran serta masyarakat dalam pemberantasan jentik nyamuk.