Anda di halaman 1dari 9

Audit Forensik

KASUS FRAUD YANG TERJADI DALAM

PROGRAM FLASH SALE TOKOPEDIA

Bpk. Yosef Patrick P. M. Barus, SE., CFE

Seksi B

Kelompok 1

Olivia Damita 12015000654

Amanda 12015000659

Evansius Raka 12015000668

I. Kronologis Kejadian
Tokopedia merupakan situs e-commerce marketplace terbesar di Indonesia.

Tokopedia memiliki bisnis marketplace terdepan di Indonesia yang

memungkinkan setiap individu, toko kecil, dan brand untuk membuka dan

mengelola toko daring. Hingga saat ini, Tokopedia menjadi marketplace yang

paling banyak dikunjungi oleh masyarakat Indonesia. Sejak diluncurkan, layanan

dasar Tokopedia dapat digunakan oleh semua orang secara gratis.

Tokopedia sering menggelar program flash sale. Flash Sale adalah diskon

atau promosi yang ditawarkan oleh perusahaan e-commerce dalam waktu singkat.

Produk yang ditawarkan mulai dari smartphone, action camera, console game,

hingga air conditioner (AC). Sistemnya yaitu setiap pelanggan harus berebut

diskon selama persediaan barang masih ada.

Tahun 2018, tepatnya bulan Agustus, Tokopedia berulang tahun yang ke-

9. Oleh sebab itu, kampanye flash sale ini disebut dengan ‘Flash Sale Spesial 9’

yang dilakukan selama tiga hari dari tanggal 15-17 Agustus 2018 dan dilakukan

pukul 09.00 pagi dan pukul 21.00. Semua produk tersebut dijual dengan harga

yang sangat jauh dari harga biasa yakni mulai dari Rp 9.999 hingga Rp 999.000.

Mereka hanya diberi waktu 99 menit untuk memilih barang sekaligus

membayarnya. Setiap satu nomor ponsel sekaligus satu identitas pribadi, hanya

bisa melakukan transaksi untuk satu unit barang.

Namun, program flash sale yang digelar oleh Tokopedia tersebut tidak

berjalan sempurna. Banyak keluhan datang dari para calon pembeli, di antaranya

mengeluhkan karena berkali-kali buffering, barang sudah habis dalam waktu 5

detik, dan tidak bisa sampai ke tahap checkout atau pembayaran karena server

1
tiba-tiba terputus. Kondisi tersebut tentu memunculkan dugaan bahwa barang-

barang flash sale itu sepertinya tidak benar-benar dijual oleh vendor dan

diterapkan hanya untuk mendongkrak pemasaran saja. Konsumen dapat

memaklumi bahwa barang sangat cepat habis karena memiliki saingan yang

banyak untuk berebut barang yang sama, tetapi tidak menutup kemungkinan

Tokopedia juga melakukan kecurangan didalamnya.

CEO Tokopedia William Tanuwijaya kemudian merespon terkait keluhan dari

para konsumen. Ia membenarkan bahwa adanya tindak kecurangan yang

dilakukan oleh sejumlah karyawan Tokopedia. Ada beberapa sejumlah karyawan

yang melakukan pelanggaran sebanyak total 49 buah produk dari kampanye

promosi Tokopedia. Menurut William, jumlah produk yang dicurangi memang

kecil sekali dibanding puluhan juta produk yang terjual setiap bulannya, namun

bagi Tokopedia bukan persoalan seberapa kecil pelanggarannya, tetapi itu sudah

menurunkan nilai Tokopedia yang mengutamakan prinsip membangun

kepercayaan. Tokopedia kemudian menindak tegas setiap karyawan yang tidak

dapat menjaga integritas perusahaan. Aksi fraud ini sangat merugikan konsumen

karena para pembeli tidak dapat membeli barang murah yang dijual pada program

flash sale secara adil.

II. Modus Operandi

Ahli digital forensik, Ruby Alamsyah, menilai setidaknya ada dua metode yang

dapat digunakan untuk melakukan fraud saat flash sale berlangsung.

Kemungkinan pertama, pelaku membuat banyak akun anonim atau mendesain

2
agar aksesnya lebih cepat daripada konsumen yang lain. Logikanya mereka bisa

lebih cepat (mencapai) ke server, sehingga sangat memungkinkan untuk akun-

akun anonim ini mengakses flash sale daripada konsumen.

Kemungkinan kedua, pelaku diduga membuat access list menuju IP

addres yang dikehendaki. Access list ini memungkinkan hanya akun dengan

server tertentu yang bisa menembus sistem Tokopedia, sedangkan IP para

konsumen lain yang tidak tercantum pada daftar akan terblokir. Dengan dalih

sistem yang ramai sekali, maka akan terkesan wajar apabila orang susah

mengaksesnya. Padahal memang hanya kalangan tertentu saja yang bisa

mengakses.

III. Analisa Kasus

3.1 Ulasan Singkat Masalah

1. Promo flash sale yang diselenggarakan oleh Tokopedia “Flash Sale

Tokopedia Spesial 9” digelar dari tanggal 15 sampai 17 Agustus. Di sana,

harga barang yang dijual mulai dari Rp 9.999 hingga Rp 999.000.

2. Para konsumen harus berebut barang diskon tersebut pukul 09.00 dan

pukul 21.00. Konsumen hanya diberi waktu 99 menit untuk memilih

barang sekaligus membayarnya.

3. Setiap satu nomor ponsel sekaligus satu identitas pribadi, hanya bisa

melakukan transaksi untuk satu unit barang.

3
4. Dari event tersebut, ditemukan beberapa oknum karyawan terbukti

melakukan pelanggaran transaksi terhadap 49 buah produk dari kampanye

promosi.

5. Employee fraud: kecurangan yang dikaukan oleh karyawan di perusahaan

tersebut.

3.2 Faktor-Faktor Penyebab

1. Penyalahgunaan posisi: fraud yang terjadi pada Tokopedia dikarenakan

adanya oknum karyawan yang menyalahgunakan posisi mereka. Kedua

metode fraud sebelumnya didukung oleh adanya dugaan bahwa oknum

sudah mengetahui barang mana saja yang masuk dalam daftar flash sale,

sehingga mereka sudah memasukkan ke dalam keranjang belanja sebelum

flash sale dimulai. Hal ini jelas saja menyalahgunakan posisi dan jabatan

yang mereka miliki.

2. Kurangnya internal kontrol dan sistem yang terpadu di perusahaan, yang

menyebabkan fraud bisa terjadi, misalnya dalam memeriksa akun

customer Tokopedia.

3. Kurang adanya supervisi atau pengawasan yang tegas dan terstruktur

terhadap pekerjaan karyawan, sehingga kecurangan dapat dilakukan oleh

beberapa karyawan di dalam perusahaan itu sendiri.

IV. Sanksi

4
Tokopedia mengenakan sanksi administratif yaitu memutusan hak kerja (PHK)

kepada para karyawan yang melakukan fraud. Pengumuman pemberhentian

sejumlah karyawan itu, kemudian disebut Black Friday oleh para karyawan

Tokopedia, karena pengumuman itu diungkap pada hari Jumat. Itu adalah Jumat

kelabu bagi Nakama (sebutan untuk karyawan Tokopedia) dan Tokopedia, tetapi

hal itu harus dilakukan sebagai langkah "bersih-bersih."

Selain itu, kecurangan dalam program flash sale Tokopedia yang membuat

konsumen sulit mendapatkan produk dengan harga miring tersebut bisa dibawa ke

ranah pidana. Koordinator Komisi Komunikasi dan Edukasi Badan Perlindungan

Konsumen Nasional (BPKN) Arief Safari menyatakan, konsumen yang merasa

dirugikan dapat melaporkan penyelenggara ke pihak berwajib. Penyelenggara

flash sale bisa terkena pasal berlapis dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun

1999 tentang Perlindungan Konsumen sebagai berikut :

1. Pasal 12, pelaku usaha dilarang mempromosikan suatu barang dengan

harga khusus dalam waktu dan jumlah tertentu, jika mereka tidak

bermaksud melaksanakannya.

2. Pasal 9 ayat 1 point a untuk pelaku usaha yang menawarkan barang secara

tidak benar seolah barang tersebut memiliki potongan harga.

3. Pasal 9 ayat 1 point e untuk pelaku usaha yang menawarkan barang secara

tidak benar, seolah barang tersebut tersedia padahal tidak.

4. Pasal 8 ayat 1 point f untuk pelaku usaha yang menjual produk yang tak

sesuai dengan iklan.

5
Adapun sanksi pidananya bisa terkena Pasal 62 dengan pidana penjara maksimal 5

tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar.

V. Rekomendasi

Berikut beberapa saran atau rekomendasi mengenai fraud, khususnya internal

fraud, yaitu:

1. Perlu adanya kebijakan dan penegakan hukum yang tegas untuk industri e-

commerce, lantaran regulasi yang berlaku selama ini mash belum sejalan

dengan kemajuan teknologi yang diadaptasi e-commerce.

2. Establishment of Responsibility (Pembentukan Tanggung Jawab): Sebuah

prinsip penting dari pengendalian internal adalah dengan menetapkan

tanggung jawab kepada karyawan tertentu. Pengendalian menjadi efektif

ketika hanya seorang yang ditugaskan untuk tanggung jawab tertentu.

Pembentukan tanggung jawab sering mengharuskan pembatasan akses kepada

karyawan yang memiliki otorisasi.

3. Selain regulasi, internal audit dan penegakan integritas karyawan harus lebih

baik lagi ditunjukkan para pelaku usaha.

4. Melakukan blacklist terhadap pelaku fraud, terutama untuk industri e-

commerce, seperti yang dilakukan shopee yang sementara ini tidak menerima

mantan karyawan Tokopedia.

6
5. Adanya segregation of duties atau pemisahan tugas. Banyak kasus fraud

terjadi karena tidak adanya pemisahan tugas pada karyawan perusahaan, yang

membuat karyawan tersebut memiliki kesempatan untuk melakukan

kecurangan.

6. Documentation procedure (prosedur dokumentasi): Guna prosedur

dokumentasi adalah untuk melihat track dari transaksi tersebut. Perusahaan

sebaiknya menomori atau memberi tanda setiap dokumen transaksi, sehingga

bisa dihindari abnormal transaction atau transaksi yang tidak normal.

7. Meningkatkan sarana whistle blowing di perusahaan.

8. Melakukan background checking sebelum merekrut karyawan untuk

mengetahui apakah kandidat karyawan pernah terlibat kasus kriminal yang

nantinya berpotensi merugikan perusahaan. Di sini perusahaan juga

menerapkan strategi anti fraud “Know Your Employee”. Tidak hanya mencari

tahu latar belakang pendidikan, namun juga memperhatikan setiap karyawan

apakah ada informasi mengenai perubahan gaya hidup karyawan yang

signifikan dan informasi mengenai perjudian, hutang, atau kondisi finansial

lain yang melibatkan karyawan tersebut.

9. Sebagai pembelajaran untuk e-commerce, untuk acara flash sale berikutnya

sebaiknya ada kewajiban bagi para penyelenggara untuk menyebutkan jumlah

yang dijual. Selain sebagai pengontrol internal sistem mereka, konsumen juga

bisa mengukut sejauh mana kesempatan mendapatkan barang tersebut.

7
Referensi

 https://katadata.co.id/berita/2018/08/28/kecurangan-dalam-flash-sale-

tokopedia-bisa-dipidana

 https://tirto.id/metode-fraud-yang-digunakan-dalam-kasus-flash-sale-

tokopedia-cVpY

 https://kumparan.com/@kumparantech/ada-49-produk-yang-dicurangi-

karyawan-nakal-tokopedia-saat-flash-sale-1535457333096522330

 https://tirto.id/cerita-mereka-yang-gagal-nikmati-flash-sale-9-tokopedia-

cVhn

 https://www.kaskus.co.id/thread/5b850b55620881217e8b4572/kecurangan
-promo-yang-berujung-pemecatan-karyawan-di-tokopedia/