0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
206 tayangan3 halaman

Reaksi Warna Senyawa Kimia dalam Uji Laboratorium

Dokumen tersebut berisi tentang uji coba beberapa zat kimia seperti vitamin, obat-obatan, dan lainnya menggunakan berbagai reagen. Terdapat penjelasan mengenai perubahan warna yang dihasilkan beserta mekanisme reaksinya. Juga disebutkan komposisi beberapa reagen yang digunakan seperti Reagen Parri, Reagen Tollens, Reagen Fehling, dan lainnya.

Diunggah oleh

Mega Tri utami
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
206 tayangan3 halaman

Reaksi Warna Senyawa Kimia dalam Uji Laboratorium

Dokumen tersebut berisi tentang uji coba beberapa zat kimia seperti vitamin, obat-obatan, dan lainnya menggunakan berbagai reagen. Terdapat penjelasan mengenai perubahan warna yang dihasilkan beserta mekanisme reaksinya. Juga disebutkan komposisi beberapa reagen yang digunakan seperti Reagen Parri, Reagen Tollens, Reagen Fehling, dan lainnya.

Diunggah oleh

Mega Tri utami
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Mega Tri Utami

Nim. : AKA19017

1.Mengapa Antalgin ditambahkan FeCl3 mula-mula berwarna biru berubah coklat kemerahan?

Jawab:

Hal ini dikarenakan pada awal menambahkan FeCl 3 larutan berwarna bitu kemudian setelah
didiamkan bebrapa saat menjadi coklat kemerahan karena FeCl 3 memutuskan ikatan dengan
Antalgin dan membentuk senyawa yang lebih kompleks.

2.Mengapa paracetamol ditambahkan FeCl 3 berubah menjadi biru?

Jawab:

Hal ini didasarkan padakelarutan Paracetamol dalam etanol yang lebih tinggi, sehingga
konsentrasinya dalam larutan lebih tinggi dan lebih cepat bereaksi dengan FeCl 3 menghasilkan
kompleks berwarna biru.

3.Mengapa coffein ditambahkan Reagen Parri menjadi hijau?

Jawab:

Warna hijau yang dihasilkan tersebut berasal dari reaksi antara ion kobalt (Co) yang bermuatan
dua positif dalam Reagen Parri yang mengikat gugus nitrogen yang ada di dalam senyawa
coffein. Reagen Parri dibuat dengan mereaksikan Cobalt nitrat [Co(NO 3)2] dengan methanol.
Reaksi tersebut membentuk senyawa kompleks berwarna hijau.

4.Mengapa papaverin ditambahkan AgNO3 menjadi putih keruh?

Jawab:

Karena AgNO3 adalah reagen yang menghasilkan endapan. Dengan penambahan AgNO 3 atau
perak nitrat pada papaverin maka akan terbentuk endapan berwarna putih atau larutan menjadi
putih keruh.

5.Mengapa Vitamin B1 ditambahkan AgNO 3 terbentuk endapan putih?

Jawab:

Hal ini dikarenakan reaksi antara perak nitrat dengan basa membentuk Ag(OH) yang pada
selanjutnya akan membentuk endapan putih.
6.Mengapa vitamin C ditambahkan I2 warna coklat I2 hilang?

Jawab:

Vitamin C merupakan asam askorbat, senyawa kimia yang larut dalam air. Karena reaksi antara
asam askorbat dalam vitamin C dan iodine sehingga akan menghilangkan warna dari iodine.

7.Mengapa vitamin B6 ditambahkan FeCl3 berubah menjadi merah bata?

Jawab:

Hal itu dikarenakan besi (FeCl 3) dapat memberikan tambahan gugus penarik electron.

8. Mekanisme uji Vitamin C dengan terjadinya reaksi rediksdimana Vitamin c bertindak sebagai
reduktor atau yang mengalami oksidasi dan KMnO4 bertindak sebagai oksidator atau yang
mengalami reduksi. Ion permanganate menerima electrondang lepas dari Vitamin C sehingga
warna KMnO4 hilang. Vitamin C bersifat reduktor kuat sedangkan I2 dan KMnO4 bersifat
oksidator dan indikator.
9. Pada Nipagin semua reaksi warna menghasilkan warna yang diinginkan seperti ketika
direaksikan dengan FeCl3dimanaNipagin berubah menjadi ungu kecoklatan, sedangkan pada
Nipasol tidak ada reaksi. Hal ini mungkin dikarenakan reagen yang tidak bagus lagi atau
mungkin karena reagen terkontaminasi.

10. Komposisi reagen


a. Reagen Parri :
- Dilarutkan Kobalt Klorida 2 g dalam 1 mL HCl pekat dan tambahkan 100mL aquades
- Kobalt nitrat dilarutkan sebanyak 2 g dalam 100mL aquades
- Campurkan hingga homogen
b. Reagen Tollens :
- Campurkan 7 mL NH3(aq) 27% dengan aquades, hingga volume larutan menhadi 100ml
- 20mL larutan AgNO3 5% kemudian tambahkan 10 tetes NaOH 10%
c. Reagen Fehling A :
- larutkan 34.6 gram Kristal CuSO4 (Kupri/perusi) dalam 500mL aquades.jikalaruta. Kuning
jernih dapat ditambahkan beberapa Adam sulfat pekat
Reagen Fehling B :
- Larutkan 60 grNaOH dan 173 grKNaTartrat dalam aquades
- Saring dan encerkan filtratnya, add 500 ml.
d. Reagen Diazo A :
- Campurkan Adam Sulfianiat 1g HCl 4N 60mL aduk hingga homogen
- Tambahkan 40mL aquades dalam Campuran homogen
e. Reagen Diazo B :
- Larutkan NaNo2 /KNO2 0.7 g dalam aquades aduk hingga homogen
f. Cuprifil :
- Reaksi yang menggunakan NaOH dan CuSO4 sebagai pereaksinya, hasil positif apabila
didapatkan suatu kompleks Cu yang jernih (larutannya jernih).

g. Reagen Frohde :
- Larutkan Asam molibdat 5g atau natrium molibdat dalam H2SO4 pekat 50mL
h. Reagen Marquis :
- Dicampur Formaldehide 40 % sebanyak 2 tetes dengan H2SO4 sebanyak 3 ml.

Anda mungkin juga menyukai