Anda di halaman 1dari 3

32 Cara Anak Berbakti kepada Orang Tua

By Alif Muku1/3/15
Share Tweet Share Share Email
Kedua orang tua adalah kita adalah tokoh sentral yang sangat penting dalam
kehidupan kita. Bila dihitung pun, jasa orang tua kita tidak terhitung banyaknya. Ibu
kita mengandung selama 9 bulan kemudian melahirkan kita dengan resiko nyawa
melayang. Ketika kita masih bayi tak berdaya, mereka beri kita minum dan makanan.
Ketika kita buang air, tanpa jijik mereka membersihkan kita dengan penuh cinta. Kita
diberi pakaian dan juga pendidikan. Mereka sabar mengasuh dan membesarkan kita.
Maka sebagai anak kita diwajibkan berbakti kepada mereka. 

32 perilaku dibawah ini adalah perilaku yang harus dimiliki anak untuk berbakti pada
orang tua. Dengan menjalankan 32 sikap dan perilaku yang memuliakan kedua orang
tua kita, mudah-mudahan bisa menjadikan kita sebagai anak sholeh dan sholehah.
Amin..

1. Berbicaralah kamu kepada kedua orang tuamu dengan adab dan janganlah
mengucapkan “Ah” kepada mereka, jangan hardik mereka, berucaplah kepada
mereka dengan ucapan yang mulia.
2. Selalu taati mereka berdua dalam perkara selain maksiat, dan tidak ada
ketaatan kepada makhluk di dalam bermaksiat kepada sang Khalik.
3. Lemah lembutlah kepada kedua orangtuamu, janganlah bermuka masam serta
memandang mereka dengan pandangan yang sinis.
4. Jagalah nama baik, kemuliaan, serta harta mereka. Janganlah engkau
mengambil sesuatu tanpa seizin mereka.
5. Kerjakanlah perkara-perkara yang dapat meringankan beban mereka meskipun
tanpa diperintah. Seperti melayani mereka, belanja ke warung, dan pekerjaan
rumah lainnya, serta bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu.
6. Bermusyawarahlah dengan mereka berdua dalam seluruh kegiatanmu. Dan
berikanlah alasan jika engkau terpaksa menyelisihi pendapat mereka.
7. Penuhi panggilan mereka dengan segera dan disertai wajah yang berseri dan
menjawab, “Ya ibu, ya ayah”. 
8. Muliakan teman serta kerabat mereka ketika kedua orang tuamu masih hidup,
begitu pula setelah mereka telah wafat.
9. Janganlah engkau bantah dan engkau salahkan mereka berdua. Santun dan
beradablah ketika menjelaskan yang benar kepada mereka.
10. Janganlah berbuat kasar kepada mereka berdua, jangan pula engkau angkat
suaramu kepada mereka. Diamlah ketika mereka sedang berbicara, beradablah
ketika bersama mereka. Janganlah engkau berteriak kepada salah seorang
saudaramu sebagai bentuk penghormatan kepada mereka berdua.
11. Bersegeralah menemui keduanya jika mereka mengunjungimu, dan ciumlah
kepala mereka.
12. Bantulah ibumu di rumah. Dan jangan pula engkau menunda membantu
pekerjaan ibumu.
13. Janganlah engkau pergi jika mereka berdua tidak mengizinkan meskipun itu
untuk perkara yang penting. Apabila kondisinya darurat maka berikanlah alasan
ini kepada mereka dan janganlah putus komunikasi dengan mereka.
14. Janganlah masuk menemui mereka tanpa izin terlebih dahulu, apalagi diwaktu
tidur dan istirahat mereka.
15. Jika engkau kecanduan merokok, maka janganlah merokok dihadapan mereka.
16. Jangan makan dulu sebelum mereka makan, muliakanlah mereka dalam
(menyajikan) makanan dan minuman.
17. Janganlah engkau berdusta kepada mereka dan jangan mencela mereka jika
mereka mengerjakan perbuatan yang tidak engkau sukai.
18. Jangan engkau utamakan istri dan anakmu diatas mereka. Mintalah keridhaan
mereka berdua sebelum melakukan sesuatu karena ridha Allah tergantung ridha
orang tua. Begitu juga kemurkaan Allah tergantung kemurkaan mereka berdua.
19. Jangan engkau duduk di tempat yang lebih tinggi dari mereka. Jangan engkau
julurkan kakimu di hadapan mereka karena sombong.
20. Jangan engkau menyombongkan kedudukanmu dihadapan bapakmu meskipun
engkau seorang pejabat besar. Hati-hati, jangan sampai engkau mengingkari
kebaikan-kebaikan mereka berdua atau menyakiti mereka walaupun dengan
hanya satu kalimat.
21. Jangan pelit dalam memberikan nafkah kepada kedua orang tua sampai mereka
mengeluh. Ini merupakan aib bagimu. Engkau juga akan melihat ini terjadi
pada anakmu. Sebagaimana engkau memperlakukan orang tuamu, begitu pula
engkau akan diperlakukan sebagai orang tua.
22. Banyaklah berkunjung kepada kedua orang tua, dan persembahkan hadiah bagi
mereka. Berterimakasihlah atas perawatan mereka serta atas kesulitan yang
mereka hadapi. Hendaknya engkau mengambil pelajaran dari kesulitanmu serta
deritamu ketika mendidik anak-anakmu.
23. Orang yang paling berhak untuk dimuliakan adalah ibumu, kemudian bapakmu.
Dan ketahuilah bahwa surga itu di telapak kaki ibu-ibu kalian.
24. Berhati-hati dari durhaka kepada kedua orang tua serta dari kemurkaan
mereka. Engkau akan celaka dunia akhirat. Anak-anakmu nanti akan
memperlakukanmu sama seperti engkau memperlakukan kedua orangtuamu.
25. Jika engkau meminta sesuatu kepada kedua orang tuamu, mintalah dengan
lembut dan berterima kasihlah jika mereka memberikannya. Dan maafkanlah
mereka jika mereka tidak memberimu. Janganlah banyak meminta kepada
mereka karena hal itu akan memberatkan mereka berdua.
26. Jika engkau mampu mencukupi rezeki mereka maka cukupilah, dan
bahagiakanlah kedua orangtuamu.
27. Sesungguhnya orang tuamu punya hak atas dirimu. Begitu pula pasanganmu
(suami/ istri) memiliki hak atas dirimu. Maka penuhilah haknya masing-masing.
Berusahalah untuk menyatukan hak tersebut apabila saling berbenturan.
Berikanlah hadiah bagi tiap-tiap pihak secara diam-diam.
28. Jika kedua orang tuamu bermusuhan dengan istrimu maka jadilah engkau
sebagai penengah. Dan pahamkan kepada istrimu bahwa engkau berada
dipihaknya jika dia benar, namun engkau terpaksa melakukannya karena
menginginkan ridha kedua orang tuamu.
29. Jika engkau berselisih dengan kedua orang tuamu d dalam masalah pernikahan
atau perceraian, maka hendaknya kalian berhukum kepada syari’at karena
syari’atlah sebaik-baiknya pertolongan bagi kalian.
30. Doa kedua orang itu mustajab baik dalam kebaikan maupun doa kejelekan.
Maka berhati-hatilah dari doa kejelekan mereka atas dirimu.
31. Beradablah yang baik kepada orang-orang. Siapa yang mencela orang lain maka
orang tersebut akan kembali mencelanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda, “Termasuk dosa besar adalah seseorang mencela kedua
orang tuanya dengan cara dia mencela bapaknya orang lain, maka orang
tersebut balas mencela bapaknya. Dia mencela ibu seseorang, maka orang
tersebut balas mencela ibunya.” (Muttafaqun ‘alaihi).
32. Kunjungilah mereka disaat mereka hidup dan ziarahilah ketika mereka telah
wafat. Bershadaqahlah atas nama mereka dan banyaklah berdoa bagi mereka
berdua dengan mengucapkan, “Wahai Rabb-ku ampunilah aku dan kedua orang
tuaku. Wahai Rabb-ku, rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah
merawatku ketika kecil”. 

Anda mungkin juga menyukai