0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
775 tayangan6 halaman

Client Centered (10 Keterampilan)

Vira mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan mengerjakan tugas sekolah. Ia merasa kewalahan dengan menumpuknya tugas sekolah karena waktu belajarnya berkurang akibat sibuk mengikuti kegiatan di luar sekolah. Vira khawatir prestasinya akan menurun dan takut gagal dalam ujian nasional.

Diunggah oleh

Scorpion1547
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
775 tayangan6 halaman

Client Centered (10 Keterampilan)

Vira mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan mengerjakan tugas sekolah. Ia merasa kewalahan dengan menumpuknya tugas sekolah karena waktu belajarnya berkurang akibat sibuk mengikuti kegiatan di luar sekolah. Vira khawatir prestasinya akan menurun dan takut gagal dalam ujian nasional.

Diunggah oleh

Scorpion1547
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKENARIO KONSELING INDIVIDUAL

PENDEKATAN CLIENT CENTER


Vira adalah seorang siswa kelas XII di SMA Negeri 1 Gorontalo yang sebentar lagi
akan menghadapi ujian Nasional. Ia terkenal sebagai siswa yang berprestasi disekolahnya. Ia
juga sering mengikuti kegiatan ekstra atau perlombaan seperti pada cabang seni dan olahraga.
Namun sudah 2 minggu terakhir ini ia sering mengeluh pada teman-temannya mengenai
menumpuknya tugas-tugas dari sekolah karena ia lebih banyak mengikuti kegiatan-kegiatan
ekstra atau perlombaan diluar sekolah. Sehingga waktu untuk belajar berkurang dan prestasi
belajar pun menurun. Dengan banyaknya aktivitas-aktivitas yang harus ia jalani tersebut,
membuatnya kesulitan untuk menentukan mana yang penting baginya. Disatu sisi, ia sangat
menyukai kegiatan-kegiatan ekstra karena sesuai dengan hobinya. Namun disisi lain, ia sadar
bahwa belajar juga penting.

Konselor/ Teknik/
Percakapan
Konseli Keterampilan

Konseli Tok..tok..tok ..assalamualaikum Salam

Walaikumsalam…………
Konselor Ya sebentar (berjalan menuju pintu, dan membukakan Atending
pintu) Mari silahkan masuk.
Konseli Iya terima kasih bu.
Konselor Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Bolehkah Ibu Rapport
bertanya nama kamu siapa?
Konseli Saya Firawati Bu. Ibu bisa memanggil saya Fira.
Konselor Perkenalkan saya adalah Bella. Bagaimana kabar Fira Rapport
hari ini?
Konseli Alhamdulillah baik Bu.
Menanyakan
Konselor Oh iyaa, Fira datang kemari atas keinginan sendiri atau maksud
disuruh oleh orang lain? kedatangan

Konseli Datang sendiri Bu.


Nah Fira. Kegiatan yang akan kita lakukan ini adalah
Konselor konseling. Apakah sudah pernah melakukan konseling
sebelumnya.
Konseli Belum Bu.
Konselor Konseling itu kegiatan dimana saya akan membantu Fira Menjelaskan
untuk menyelesaikan masalah yang kamu alami. Disini peranan konselor
Ibu sebagai konselor berperan sebagai fasilitator dalam dan konseli
proses konseling, yang membantu kamu menemukan
jalan keluar dari permasalahan yang kamu hadapi,
sedangkan kamu sendiri sebagai konseli berperan aktif
untuk mengemukakan apa yang kamu alami secara jujur
serta mampu menemukan sendiri jalan keluar dari
permasalahan yang kamu hadapi.

(menganggukkan kepala) seperti itu bu..


Konseli Saya akan berusaha aktif dalam proses ini bu…tapi saya
tidak mau bu, jangan sampai teman saya tahu bu..

Oh..soal itu, kamu tidak perlu khawatir, dalam konseling


ada kode etik yang menjamin kerahasiaan atas masalah Menjelaskan
Konselor yang kamu hadapi. Jadi, kamu tidak perlu khawatir, ibu kode etik azas
bisa menjamin pembicaraan ini tidak akan diketahui oleh kerahasiaan
orang lain.

Konseli Oh..begitu ya bu..

Sebelum kita mulai membahas permasalahanmu,


alangkah baiknya kita membuat kesepakatan waktu yang
Konselor Kontrak waktu
diperlukan untuk proses konseling ini. Apakah 30 menit
sudah cukup untuk melakukan proses konseling?

Konseli Iya bu..saya rasa sudah cukup

Baiklah, kita sudah menyepakati waktu yang digunakan


Konselor dalam proses konseling ini. Nah sekarang, coba kamu Pelacakan
ceritakan masalah yang sedang kamu hadapi ?

Begini Bu, belakangan ini saya merasa kurang


Konseli
bersemangat.

konselor Kurang bersemangat? Kenapa? Pelacakan

Saya sedih karena sikap guru-guru yang tidak seperti


Konseli
biasanya.
Bisa kamu ceritakan lebih jauh maksud ucapan kamu
Konselor Klarifikasi
barusan?
Karena banyaknya kegiatan-kegiatan yang sering saya
ikuti dalam perlombaan sehingga membuat saya
Konseli melalaikan tugas-tugas sekolah yang diberikan guru.
Sehingga mereka sering mendapat teguran dari guru-guru
saya.

Coba kamu ceritakan kegiatan-kegiatan seperti apa yang


Konselor Pelacakan
sering kamu ikuti?

Konseli Sudah hampir sebulan ini saya diutus mewakili sekolah


untuk mengikuti beberapa perlombaan diluar sekolah 2
kali dalam seminggu. Lombanya pada 3 cabang yaitu
menyanyi, tilawah dan badminton Bu. Sehingga
membuat saya tidak bisa mengerjakan tugas-tugas
sekolah yang sudah menumpuk serta jarang untuk belajar
padahal sebentar lagi UN.
Coba kamu ceritakan hal-hal apa yang membuat kamu
Konselor Pelacakan
tidak bisa mengerjakan tugas?
Saya merasa capek Bu, mulai dari jam 7 pagi harus
belajar di sekolah dan setelah pulang dari sekolah saya
masih harus berlatih untuk mengikuti perlombaan. Saya
sudah masuk final Bu untuk perlombaan pada cabang
Konseli seni dan olahraga. Jadi saya harus lebih giat lagi berlatih
mempersiapkan diri untuk menghadapi babak final pada
minggu berikutnya. Latihannya bisa sampai malam
sehingga saya merasa capek dan saat tiba dirumah saya
langsung tidur karena mengantuk.

Kamu merasa tertekan dengan semua aktivitas-aktivitas


yang kamu jalani sehingga membuatmu sulit untuk
Konselor Menyimpulkan
membagi waktu antara mengerjakan tugas sekolah dan
berlatih untuk lomba. Bukankah begitu?

Ya Bu, banyak sekali tugas yang harus diselesaikan


dalam waktu dekat. Sedangkan perlombaan sudah di
Konseli
depan mata. Saya susah meluangkan waktu untuk belajar
dan mengerjakan segudang tugas itu.

Saat kamu pulang kerumah setelah berlatih untuk


Konselor perlombaan, kamu kan tidur lebih awal. Nah apa kamu Pengecekan
menggantikannya dengan bangun tengah malam atau
bangun shubuh untuk mengerjakan tugasmu?
Konseli Tidak bu, saya tetap bangun seperti biasanya.

Jadi, meskipun kamu tidur lebih awal kamu tetap bangun


Konselor Parafrase
seperti biasanya dan tidak mengerjakan tugas.

Iya bu, saya tau bahwa apa yang saya lakukan itu tidak
tepat, tapi saya merasa lebih senang berlatih untuk
Konseli perlombaan darpada mengerjakan tugas. Saya sadar bu,
seharusnya saya belajar dengan giat karna sebentar lagi
saya akan ujian.

Kamu mengatakan kamu harus giat belajar untuk


menghadapi ujian tapi kamu merasa lebih senang berlatih
Konselor Konfrontasi
untuk perlombaan. Apakah kamu mengesampingkan
tugas-tugas sekolah karena ingin mengikuti lomba?

Iya bu..saya bingung harus bagaimana? Saya takut tidak


Konseli dapat mengambil keputusan yang tepat dan takut gagal
saat ujian.

Dorongan
Konselor Terus…
minimal
Saya ingin sesuatu yang bisa membuat saya rajin belajar
dan tentu saja menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan
Konseli
guru karena itu adalah salah satu aspek penting yang
menunjang hasil belajar saya.

Kamu butuh motivasi untuk belajar dan mengerjakan


Konselor Paraphrasing
tugas-tugas, karena kamu takut akan gagal dalam ujian.

Iya bu..kalo saya begini terus, saya akan gagal dalam


Konseli ujian bu. Saya tidak ingin mengecewakan kedua orangtua
saya bu’.

Kamu merasa takut jika gagal dalam ujian dan


Konselor Reflesi perasaan
mengecewakan orangtuamu.
Konseli Iya bu’ saya takut mengecewakan mereka.
Ibu mengerti dengan [Link] ceritamu,
kamu mulai melalaikan tugas-tugas sekolahmu karena
Empati dan
jadwal perlombaanmu terlalu padat, serta waktu untuk
Konselor menyimpulkan
belajar berkurang sehingga membuatmu takut gagal
sementara
dalam ujian. Kamu sulit menentukan apa yang
seharusnya kamu lakukan. Betul begitu?

Konseli Iya bu, memang betul.

Ibu paham dengan apa yang kamu alami sekarang. Pada


dasanya, kita memang lebih menyukai hobi daripada hal
lainnya. Apalagi di umur kamu yang sekarang ini, suka
mencoba hal-hal yang baru dan menyenangkan. Seperti Empati dan
Konselor yang kamu katakan tadi bahwa kamu lebih senang memberi
mengikuti kegiatan ekstra atau perlombaan karena informasi
mungkin saja aktivitas itu adalah hobimu atau bakat yang
sudah melekat dengan dirimu, sehingga kamu lebih
berminat kesana.

Konseli Iya juga sih bu....

Kamu sekarang ini adalah siswa kelas XII yang sebentar


lagi akan menghadapi UN. Nah.. sekarang coba kamu
Konselor Pelacakan
pikirkan hal apa yang paling kamu butuhkan saat ini agar
bisa sukses dalam UN?

Konseli Saya harus giat belajar Bu.

Nah, itu kamu tahu. Jadi belajar itu lebih penting, yang
Konselor paling kamu butuhkan kedepannya untuk menghadapi Pelacakan
UN. Baiklah sekarang apa rencanamu?

Konseli Saya akan mengatur ulang jadwal belajar dengan baik,


merencanakan dan menyusun strategi untuk mengerjakan
tugas-tugas yang sudah menumpuk. Saya juga akan
mulai mengurangi aktivitas ekstra dan lebih focus
mempersiapkan diri untuk menghadapi UN.

Bagus... kamu telah menemukan solusi yang ibu pikir


sangat tepat. Sekarang yang perlu kamu lakukan adalah
melakukan semua rencana yang sudah kamu buat tadi
dengan sungguh-sungguh. Saya menduga jika kamu
Interpretasi
Konselor melakukannya dengan sungguh-sungguh maka kamu
dan Pengecekan
akan berhasil dalam UN nanti tapi jika kamu
melakukannya setengah-setengah maka kamu tidak akan
mencapai keberhasilan seperti yang kamu inginkan. Jadi,
apa kamu mau melakukannya dengan sungguh-sungguh?

Tentu saja bu, saya akan melakukannya dengan serius.


Konseli
saya ingin meraih prestasi untuk masa depan saya.

Ibu yakin kamu bisa. Kamu adalah murid yang


berprestasi. Kamu tentu tahu apa yang terbaik untuk
kamu. Kamu sudah memiliki bakat yang luar biasa,
seperti jago dibidang seni dan olahrga. Nah nantinya
Konselor bakat kamu ini bisa kamu salurkan pada karir kamu Penguatan positif
kedepannya. Bisa saja kamu akan jadi seorang penyanyi
atau musisi. Kamu kan sudah punya pengalaman dari
lomba-lomba yang sudah kamu ikuti sebelumnya. Jangan
khawatir.

Baik bu..saya senang sekali jika hal ini benar-benar bisa


Konseli saya laksanakan dengan baik. Saya berjanji akan giat
belajar agar bisa sukses dalam menghadapi ujian.

Ibu sangat senang mendengarkan antusiasmu. Nah..apa


Konselor Pengecekan
masih ada hal lain yang ingin kamu sampaikan?

Konseli Saya rasa untuk saat ini, sudah cukup bu..

Berhubung waktu sudah 30 menit, mari kita akhiri proses


konseling ini sampai disini, sebelumnya mari kita
simpulkan hasil pembicaraan kita.
Diawal kamu mengatakan bahwa tidak bisa meluangkan
waktu untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas, semua Menyimpulkan
itu diakibatkan karena kamu memiliki jadwal dan mencek
Konselor perlombaan yang padat dan latihan yang membuatmu pemahaman
capek. Kemudian dalam mengatasi masalah tersebut konseli
kamu berencana untuk mengatur ulang jadwal belajar (understanding  )
dengan baik, merencanakan dan menyusun strategi untuk
mengerjakan tugas-tugas yang sudah menumpuk.
Kemudian akan mulai mengurangi aktivitas ekstra dan
lebih focus mempersiapkan diri untuk menghadapi UN.
Iya bu, benar sekali. Saya akan berusaha untuk
Konseli
melakukannya dengan serius.

Ibu senang sekali mendengarnya... bagaimana perasaan


Konselor Pengecekan
kamu sekarang?

Saya juga merasa senang dan lega bu, Sekarang saya


Konseli
sudah tahu apa yang harus saya lakukan.

Syukurlah... kamu merasa bahagia karena telah


Konselor menemukan solusi dari permasalahan kamu. Semoga Refleksi
kamu bisa sungguh-sungguh menjalankan rencana yang perasaan
telah kamu buat.

Konseli Iy, terima kasih bu’...


Sama-sama. Nah, kalau begitu sesi konseling ini kita Mengakhiri sesi
Konselor akhiri dulu sampai disini dan kamu jangan sungkan pertemuan
untuk datang menemui ibu jika memiliki kesulitan. konseling
Baik bu..terima kasih banyak atas apa yang telah ibu
sampaikan. Kalo begitu, saya permisi ingin kembali ke
Konseli
kelas.
Assalamu ‘alaikum..

Konselor Wa ‘alaikum salam..

Anda mungkin juga menyukai