100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
227 tayangan12 halaman

Alat Kontrol Suhu dan Kelembapan IoT

Alat kontrol suhu dan kelembapan rumah berbasis IoT menggunakan ESP 32 ini dirancang untuk memantau suhu dan kelembapan ruangan serta mengurangi penggunaan pendingin ruangan. Alat ini terdiri dari ESP 32, sensor DHT11, LCD 16x2, resistor 1K dan dapat menampilkan suhu dan kelembapan ruangan di aplikasi Blynk.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
227 tayangan12 halaman

Alat Kontrol Suhu dan Kelembapan IoT

Alat kontrol suhu dan kelembapan rumah berbasis IoT menggunakan ESP 32 ini dirancang untuk memantau suhu dan kelembapan ruangan serta mengurangi penggunaan pendingin ruangan. Alat ini terdiri dari ESP 32, sensor DHT11, LCD 16x2, resistor 1K dan dapat menampilkan suhu dan kelembapan ruangan di aplikasi Blynk.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN

ALAT KONTROL SUHU DAN KELEMBAPAN

UNTUK RUMAH BERBASIS IOT MENGGUNAKAN ESP 32

Laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas akhir KMMI yaitu IOT berbasis projek

Disusun Oleh :

Nama : Anggoro Fajar Dwi Utomo

Nim : 19518241003

Prodi : Pendidikan Teknik Mekatronika-S1

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2021

1
DAFTAR ISI

JUDUL .......................................................................................................................... 1

DAFTAR ISI .................................................................................................................. 2

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................. 3

A. LATAR BELAKANG ALAT ............................................................................ 3

B. TUJUAN ............................................................................................................ 4

C. MANFAAT ....................................................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN .............................................................................................. 5

A. RANCANGAN ALAT ...................................................................................... 5

B. RANGKAIAN KOMPONEN DAN PROGRAM PADA KOMPONEN ........ 5

C. PROSEDUR PENGGUNAAN ......................................................................... 9

BAB III PENUTUP ....................................................................................................... 11

A. KESIMPULAN .................................................................................................. 11

B. LAMPIRAN ....................................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 12

2
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Seiring perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang semakin pesat,

tingkat kegiatan manusia juga semakin meningkat. Oleh karena itu, manusia sangat

membutuhkan suatu alat yang dapat membantu kegiatan manusia. Karena, dengan

tingkat kegiatan yang meningkat terkadang manusia kurang memperhatikan efisiensi

pemanfaatan dari peralatan yang digunakannnya. Salah satunya pendingin udara yang

sering digunakan dalam kegiatan manusia seharihari. Pendingin ruangan semakin

meningkat pemakaianya, apalagi dengan kondisi sekarang, pemanasan global yang

terjadi di berbagai daerah.

Suhu dan kelembaban lingkungan ruangan sangat berpengaruh pada efektivitas

kegiatan atau bahkan dalam pekerjaan. Bekerja pada ruangan yang terlalu panas atau

terlalu lembab, dapat menurunkan kemampuan fisik tubuh dan dapat menyebabkan

keletihan terlalu dini sedangkan pada ruangan yang terlalu dingin, dapat menyebabkan

hilangnya fleksibilitas terhadap alat-alat motorik tubuh yang disebabkan oleh

timbulnya kekakuan fisik tubuh (Nainggolan dan Yusfi, 2013).

Oleh sebab itu alat control suhu dan kelembapan yang dibuat ini guna manusia

dapat mengetahui berapa suhu ruangan dan juga kelembapan di daerah atau ruangan

tersebut dan juga guna menekan adannya penggunaan pendingin ruangan, dalam

menekan penggunaan pendiingin ruangan diharapkan pengguna mengetahui suhu

ruangan yang dipakai dan tidak sering menggunakan pendingin ruangan supaya dapat

menekan pemanasan global akibat sering menggunakan pendingin ruangan.

3
B. TUJUAN

Tujuan alat control suhu dan kelembapan berbasis IOT menggunakan ESP 32
meliputi

1. Sebagai pemantau suhu pada ruangan.


2. Sebagai pemantau kelembapan pada ruangan.
3. Sebagai antisipasi terlalu sering menggunakan pendingin ruangan pada ruangan.

C. MANFAAT
Manfaat penggunaan alat ini selain memantau suhu dan juga kelembapan
ruangan juga alat ini diharapkan mampu mengantisipasi terlalu sering menggunakan
pendingin ruangan. Dengan adannya alat ini dengan memantau suhu ruangan dengan
melihat di aplikasi blink sehingga tahu suhu ruangan dan kelembapan dengan satuan
Celsius sehingga diharapkan mengurangi ketergantungan pendingin ruangan guna
mengurangi pemanasan global.

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. Rancangan Alat

Gambar 1.0 ( Desain alat control suhu dan kelembapan


berbasis IOT menggunakan ESP 32)
Desain alat control suhu dan kelembapan ini memiliki bentuk balok dengan
Panjang 13 cm, lebar 8 cm, tinggi 5.5 cm. dengan ukuran alat seperti ini diharapkan
mudah dipasang diberbagai ruangan dan fleksibel untuk dipindah-pindahkan.

B. Rangkaian Komponen dan Program pada alat


1. Rangkaian Komponen

Gambar 1.1 (Rangkaian alat control suhu dan kelembapan


berbasis IOT menggunakan ESP 32)

5
Komponen yang diperlukan meliputi :
a. ESP 32

Gambar 1.3 (ESP 32 beserta data setnya)

ESP32 adalah mikrokontroler yang dikenalkan oleh Espressif System


merupakan penerus dari mikrokontroler ESP8266. Pada mikrokontroler ini sudah
tersedia modul WiFi dalam chip sehingga sangat mendukung untuk membuat sistem
aplikasi Internet of Things. Sedangkan dalam rangkaian komponen tersebut
menggunakan beberapa pin yaitu :

No Pin ESP 32 Tersambung


1 Pin D22 SCL I2C LCD 16x2
2 Pin D21 SDA I2C LCD 16x2
3 Pin D4 Pin data DHT 11

b. LCD 16x2 I2C

Pada Proyek Akhir ini LCD dapat menampilkan karakternya dengan


menggunakan library yang bernama LiquidCrystal. LCD (Liquid Crystal Display)
merupakan komponen elektronika yang berfungsi untuk menampilkan suatu data
dapat berupa karakter, huruf, symbol maupun grafik. Karena ukurannya yang kecil
maka LCD banyak dipasangkan dengan Mikrokontroller berikut spesifikasi LCD
16X2 :

6
c. Resistor 1K

Gambar 1.4 ( Resistor 1k)

Fungsi resistor pada rangkaian elektronika adalah sebagai penahan tegangan


dan arus. Sesuai dengan namanya resist arti nya adalah tahanan.

d. Sensor DHT 11

Gambar 1.5 ( Sensor DHT 11)

Sensor DHT11 adalah module sensor yang berfungsi untuk mensensing objek
suhu dan kelembaban yang memiliki output tegangan analog yang dapat diolah lebih lanjut
menggunakan mikrokontroler. Module sensor ini tergolong kedalam elemen resistif seperti
perangkat pengukur suhu seperti contohnya yaitu NTC . Kelebihan dari module sensor ini
dibanding module sensor lainnya yaitu dari segi kualitas pembacaan data sensing yang
lebih responsif yang memliki kecepatan dalam hal sensing objek suhu dan
kelembaban, dan data yang terbaca tidak mudah terinterverensi. Sensor DHT11 pada
umumya memiliki fitur kalibrasi nilai pembacaan suhu dan kelembaban yang cukup
akurat.

7
e. Program alat
#define BLYNK_PRINT Serial
#include <WiFi.h>
#include <WiFiClient.h>
#include <BlynkSimpleEsp32.h>
#include <DHT.h>
#include <LiquidCrystal_I2C.h>
#define DHTTYPE DHT11 // Sensor yang akan diakses yaitu DHT11
LiquidCrystal_I2C lcd(0x27,16,2);
#define dht_dpin 2 //Pin yang dijadikan pembacaan sensor yaitu pada D8
DHT dht(dht_dpin, DHTTYPE);
SimpleTimer timer;
//cek email dan copy paste kan disini
char auth[] = "i4r_jOHxmUkqc6Bdw6ZhiR2khp6fc3Zk";
//isikan nama wifi dan passwordnya
char ssid[] = "bojogalak";
char pass[] = "ASUS12345";
void setup()
{
lcd.begin();
lcd.print("SUHU RUANGAN");
delay(2000);
Serial.begin(9600); //baud komunikasi serial monitor
Blynk.begin(auth, ssid, pass);
dht.begin(); //prosedur memulai pemanggilan library dht11
timer.setInterval(2000, sendUptime);
}

void sendUptime()
{
float h1 = dht.readHumidity(); //pembacaan kelembaban
float t1 = dht.readTemperature(); //pembacaan suhu
Blynk.virtualWrite(V9, t1);
Blynk.virtualWrite(V10, h1);
}
void loop()
{
Blynk.run();
timer.run();

8
}

D. PROSEDUR PENGGUNAAN
Prosedur penggunaan alat yaitu :
1. Pada saat alat mati maka sambungkanlah dengan sumber VCC dengan
menggunakan kabel USB:

Gambar 1.6 (Sebelum alat hidup)

Gambar 1.7 (Sesudah alat diupload program


dan dihubungkan dengan sumber)

2. Setelah itu hidupkan wifi yang telah terconnect dengan ESP 32 yang sudah
dimasukan SSID dan password sebelummya.dan juga aktifkan aplikasi blnyk yang
sudah terconnect juga dengan ISP 32 yang sebelumnya telah dimasukkan kode
Auth pada saat mengupload program pada ESP 32.

9
Gambar 1.8 (Aplikasi Blnyk belum terkoneksi dengan ESP 32)
3. Apabila sudah terkoneksi dengan aplikasi Blynk maka hasilnya akan seperti ini :

Maka aplikasi blink sudah terconeksi dengan ESP 32 untuk mendeteksi suhu
reuangan dan juga kelembapan pada ruangan dengan menggunakan sensor DHT 11,
sehingga tampilannya menjadi seperti gambar diatas terhapat perubahan suhu pada
ruangan tersebut.

10
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Alat control deteksi suhu ruangan dan kelembapan berbasis IOT menggunakan
ESP 32 adalah alat yang berfungsi untuk mendeteksi suhu dan kelembapan pada suatu
ruangan. Dengan alat ini diharapkan dapat membantu manusia untuk memantau suhu
dan kelembapan pada ruangan yang dipakai sehingga diharapkan dengan suhu dan
kelembapan yang ditampilkan pada plikasi Blynk manusia dapat mengurangi
penggunaan AC atau pendingin rungan karena alat ini dapat mengukur suhu ruangan
yang dipakai sehingga pendingin ruangan dapat dimatikan dan tidak ketergantungan
untuk diyalakan terus menerus karena dapat mengakibatkan pemanasan global.

B. Lampiran

11
DAFTAR PUSTAKA
Gay, Warren. "DHT11 sensor." Advanced Raspberry Pi. Apress, Berkeley, CA, 2018.
399-418.

Maier, Alexander, Andrew Sharp, and Yuriy Vagapov. "Comparative analysis and
practical implementation of the ESP32 microcontroller module for the internet
of things." 2017 Internet Technologies and Applications (ITA). IEEE, 2017.

Saptadi, Arief Hendra. "Perbandingan Akurasi Pengukuran Suhu dan Kelembaban


Antara Sensor DHT11 dan DHT22." Jurnal Infotel 6.2 (2014): 49-56.

Link yang dapat diakses :

https://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/1166/8/10%20UNIKOM_Wisnu_Adi_Perdana_B
AB%20II.pdf

https://repositori.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/8315/152411069.pdf?
sequence=1&isAllowed=y#:~:text=ke%20kontak%20NC.-,2.6%20Sensor%20DHT
%2D11,suhu%20seperti%20contohnya%20yaitu%20NTC.

12

Anda mungkin juga menyukai