PENTINGNYA KESELAMATAN PASIEN DAN
KESELAMATAN KESEHATAN KERJA DALAM KEPERAWATAN
Junimiserya Zalukhu
junimiserya01@gmail.com
ABSTRAK
Keselamatan Pasien dan Keselamatan Kesehatan Kerja dalam Keperawatan (K3) ialah salah
satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kualitas kerja perawat.Rumah sakit sebagai
sarana pelayanan kesehatan pada dasarnya adalah untuk menyelamatkan pasien, keselamatan
pasien merupakan prioritas penting di rumah sakit, karena masalah keselamatan pasien
berkaitan erat dengan kualitas dan citra rumah sakit itu sendiri. Upaya yang dilakukan rumah
sakit untuk meningkatkan keselamatan pasien antara lain melalui program tujuh langkah
menuju keselamatan rumah sakit dan penerapan standar keselamatan pasien rumah sakit.
Selain itu, untuk mengurangi terjadinya kecelakaan atau resiko bahaya perawat harus mampu
menerapakan K3 dengan baik dan benar.
Kata Kunci : Keselamatan Pasien dalam Keperawatan , Keselamatan Kesehatan Kerja dalam
Keperawatan , K3.
LATAR BELAKANG mengakibatkan cedera langsung pada
pasien.
Rumah sakit sebagai sarana
pelayanan kesehatan pada dasarnya adalah Keselamatan pasien di rumah sakit
untuk menyelamatkan pasien, keselamatan melibatkan partisipasi dari semua petugas
pasien merupakan prioritas penting di kesehatan, terutama perawat. Perawat
rumah sakit, karena masalah keselamatan sebagai salah satu tenaga kesehatan yang
pasien berkaitan erat dengan kualitas dan mempunyai jumlah cukup dominan di
citra rumah sakit itu sendiri. Permasalahan rumah sakit yaitu sebesar 50 sampai 60%
keselamatan pasien di rumah sakit dari jumlah tenaga kesehatan yang ada.
merupakan masalah yang memerlukan Pelayanan asuhan keperawatan yang
penanganan segera karena dapat diberikan kepada pasien merupakan
pelayanan yang terintegrasi dari pelayanan melaksanakan kegiatannya sehingga hal
kesehatan yang lainnya dan memiliki tersebut dijadikan standar guna
peran yang cukup penting bagi meningkatkan mutu
terwujudnya kesehatan dan keselamatan pelayanan.Keselamatan pasien adalah
pasien. Perawat adalah pejabat eksekutif suatu sistem yang membuat asuhan pasien
kesehatan dengan waktu kerja tertinggi lebih aman, meliputi asesmen risiko,
yang memberikan 24 jam pelayanan terus identifikasi dan pengelolaan risiko pasien,
menerus serta harus berkolaborasi dengan pelaporan dan analisis insiden,
tim kesehatan lain dan oleh karena itu, hal kemampuan belajar dari insiden dan tindak
tersebut dapat menyebabkan atau berisiko lanjutnya, serta implementasi solusi untuk
terjadinya Insiden Keselamatan Pasien. meminimalkan timbulnya risiko dan
Selain itu, perawat memiliki peran yang mencegah terjadinya cedera yang
paling dominan dalam mencegah disebabkan oleh kesalahan akibat
terjadinya kesalahan dalam pengobatan, melaksanakan suatu tindakan atau tidak
termasuk pelaporan insiden, mendidik diri mengambil tindakan yang seharusnya
sendiri dan orang lain. diambil. Upaya yang dilakukan rumah
sakit untuk meningkatkan keselamatan
METODE
pasien antara lain melalui program tujuh
Metode penelitian yang dilakkan langkah menuju keselamatan rumah sakit
adalah literature review. Literature review dan penerapan standar keselamatan pasien
ini menganalisis jurnal, text book, dan rumah sakit. Selain itu, untuk mengurangi
ebook yang relevan dengan pembahasan terjadinya kecelakaan atau resiko bahaya
Pentingnya Keselamatan Pasien dan perawat harus mampu menerapakan K3
Keselamatan Kesehatan Kerja Dalam dengan baik dan benar.
Keperawatan. Referensi akan dicantumkan
PEMBAHASAN
dengan jelas di daftar pustaka pada bagian
akhir kajian. Jurnal-jurnal yang digunakan Menurut Vincent (2008),
adalah jurnal yang diterbitkan 8 tahun keselamatan pasien didefinisikan sebagai
terakhir. penghindaran, pencegahan dan perbaikan
dari hasil tindakan yang buruk atau injuri
HASIL
yang berasal dari proses perawatan
Berdasarkan review literature kesehatan. Keselamatan pasien adalah
Keselamatan pasien merupakan acuan bagi disiplin ilmu di sektor perawatan
rumah sakit di indonesia untuk kesehatan yang menerapkan metode ilmu
keselamatan menuju tujuan mencapai ketidakpatuhan terhadap standar
sistem penyampaian layanan kesehatan (Commission on Patient Safety & Quality
yang dapat dipercaya. Keselamatan pasien Assurance, 2008).
juga merupakan atribut sistem perawatan
Keselamatan pasien terutama
kesehatan; Ini meminimalkan kejadian dan
berkaitan dengan penghindaran,
dampak, dan memaksimalkan pemulihan
pencegahan dan perbaikan hasil buruk atau
dari efek samping.
injuri yang berasal dari perawatan
Keselamatan pasien dan kualitas kesehatan itu sendiri. Ini harus membahas
pasien adalah jantung dari penyampaian kejadian yang mencakup rangkaian
layanan kesehatan. Untuk setiap pasien, "kesalahan" dan "penyimpangan" terhadap
yang merawat, anggota keluarga dan kecelakaan. Keselamatan muncul dari
profesional kesehatan, keselamatan sangat interaksi komponen sistem. Ini lebih dari
penting untuk penegakan diagnosa, sekedar tidak adanya hasil yang merugikan
tindakan kesehatan dan perawatan. Dokter, dan ini lebih dari sekadar menghindari
perawat dan semua orang yang bekerja di kesalahan atau kejadian yang dapat
sistem kesehatan berkomitmen untuk dicegah. Keselamatan tidak berada dalam
merawat, membantu, menghibur dan diri seseorang, perangkat atau departemen.
merawat pasien dan memiliki keunggulan Meningkatkan keamanan tergantung pada
dalam penyediaan layanan kesehatan belajar bagaimana keselamatan muncul
untuk semua orang yang dari interaksi komponen. Keselamatan
membutuhkannya. Telah ada investigasi pasien terkait dengan "kualitas perawatan",
yang signifikan dalam beberapa tahun namun kedua konsep tersebut tidak
terakhir dalam peningkatan layanan, identik. Keselamatan merupakan bagian
peningkatan kapasitas sistem, perekrutan penting dari kualitas. Sampai saat ini,
profesional yang sangat terlatih dan kegiatan untuk mengelola kualitas tidak
penyediaan teknologi dan perawatan baru. terfokus secukupnya pada masalah
Namun sistem kesehatan di seluruh dunia, keselamatan pasien (National Patient
menghadapi tantangan dalam menangani Safety Foundation, 2000, dalam Vincent,
praktik yang tidak aman, profesional 2010).
layanan kesehatan yang tidak kompeten,
Keselamatan Pasien
tata pemerintahan yang buruk dalam
pemberian layanan kesehatan, kesalahan Kualitas perawatan telah menjadi
dalam diagnosis dan perawatan dan fokus yang sangat penting di bidang
perawatan kesehatan primer untuk pasien lebih aman, meliputi asesmen
beberapa waktu dan pekerjaan ini terkait risiko, identifikasi dan pengelolaan risiko
dengan perbaikan hasil yang cukup besar pasien, pelaporan dan analisis insiden,
pada pasien. Dalam bidang ini, kemampuan belajar dari insiden dan tindak
pemeriksaan keselamatan pasien baru saja lanjutnya, serta implementasi solusi untuk
muncul sebagai fokus yang berbeda meminimalkan timbulnya risiko dan
selama dekade terakhir. Ada kesadaran mencegah terjadinya cedera yang
yang meningkat bahwa risiko yang disebabkan oleh kesalahan akibat
teridentifikasi di sektor perawatan akut melaksanakan suatu tindakan atau tidak
terwujud dalam berbagai cara dalam mengambil tindakan yang seharusnya
perawatan kesehatan primer. Solusi yang diambil (Permenkes No 11 Tahun 2017).
dikembangkan dalam perawatan akut
Badan Ancaman terhadap
belum tentu berlaku di sini. Praktisi
Keselamatan Pasien Australia (Threats to
perawatan kesehatan primer dapat belajar
Australian Patient Safety / TAPS) adalah
dari sektor perawatan akut, namun juga
salah satu analisis insiden keselamatan
perlu memeriksa secara seksama proses
pasien yang paling komprehensif di dunia
dan sistem mereka sendiri untuk
internasional (Australian Commision on
mengidentifikasi risiko pasien tertentu dan
Safety and Quality in Health Care, 2010).
solusi yang mungkin terjadi.
TAPS dan penelitian lainnya telah
Keselamatan pasien didefinisikan mengidentifikasi dua jenis insiden
sebagai layanan yang tidak mencederai keselamatan pasien yang luas:
dan merugikan pasien ataupun sebagai
1. Insiden terkait dengan proses perawatan,
suatu sistem dimana rumah sakit membuat
termasuk proses administrasi, investigasi,
asuhan pasien lebih aman. Keselamatan
perawatan, komunikasi dan pembayaran.
pasien merupakan acuan bagi rumah sakit
Ini adalah jenis kejadian umum yang
di indonesia untuk melaksanakan
dilaporkan (berkisar antara 70% -90%
kegiatannya sehingga hal tersebut
tergantung pada penelitian).
dijadikan standar guna meningkatkan mutu
pelayanan. Salah satu dari standar 2. Insiden terkait dengan pengetahuan atau
keselamatan pasien yang ada adalah hak keterampilan praktisi, termasuk diagnosis
pasien dalam menerima asuhan yang aman yang tidak terjawab atau tertunda,
(Permenkes RI,2011). Keselamatan pasien perlakuan salah dan kesalahan dalam
adalah suatu sistem yang membuat asuhan pelaksanaan tugas.
Adapun istilah insiden keselamatan pasien 5. Kondisi Potensial Cedera (KPC) /
yang telah dikenal secara luas berikut “reportable circumstance” adalah kondisi
definisinya yaitu: yang sangat berpotensi untuk menimbukan
cedera, tetapi belum terjadi insiden. 6.
1. Insiden Keselamatan Pasien (IKP) /
Kejadian Sentinel (Sentinel Event) yaitu
Patient Safety Incident adalah setiap
suatu KTD yang mengakibatkan kematian
kejadian atau situasi yang dapat
atau cedera yang diharapkan atau tidak
mengakibatkan atau berpotensi
dapat diterima seperti: operasi pada bagian
mengakibatkan harm (penyakit, cedera,
tubuh yang salah. Pemilihan kata
cacat, kematian dan lain-lain) yang tidak
“sentinel” terkait dengan keseriusan cedera
seharusnya terjadi.
yang terjadi (misalnya Amputasi pada kaki
2. Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) / yang salah, dan sebagainya) sehingga
Adverse Event adalah suatu kejadian yang pencarian fakta terhadap kejadian ini
mengakibatkan cedera yang tidak mengungkapkan adanya masalah yang
diharapkan pada pasien karena suatu serius pada kebijakan dan prosedur yang
tindakan (“commission”) atau karena tidak berlaku.
bertindak (“omission”), bukan karena
Tujuan Keselamatan Pasien
“underlying disease” atau kondisi pasien.
Dari bidang keselamatan pasien
3. Kejadian Nyaris Cedera (KNC) / Near
adalah untuk meminimalkan kejadian
Miss adalah suatu insiden yang belum
buruk dan menghilangkan kerusakan yang
sampai terpapar ke pasien sehingga tidak
dapat dicegah dalam perawatan kesehatan.
menyebabkan cedera pada pasien.
Bergantung pada penggunaan istilah
4. Kejadian Tidak Cedera (KTC) adalah "bahaya" seseorang, mungkin bercita-cita
insiden yang sudah terpapar ke pasien, untuk menghilangkan semua bahaya dalam
tetapi tidak menimbulkan cedera, dapat perawatan kesehatan. Tujuan penerapan
terjadi karena “keberuntungan” (misal: sistem keselamatan pasien di rumah sakit
pasien terima suatu obat kontra indikasi antara lain, terciptanya budaya
tetapi tidak timbul reaksi obat), atau keselamatan pasien di rumah sakit,
“peringanan” (suatu obat dengan reaksi meningkatnya akuntabilitas rumah sakit
alergi diberikan , diketahui secara dini lalu terhadap pasien dan masyarakat,
diberikan antidotumnya). menurunnya kejadian tak diharapkan
(KTD), terlaksananya program
pencegahan sehingga tidak terjadi
pengulangan KTD dalam upaya lewat perubahan-perubahan didalam
pencapaian tujuan keselamatan pasien ini. praktek, proses atau sistem. Untuk
sistem yang sangat komplek seperti
Tujuh Langkah Menuju Keselamatan
Fasilitas
Pasien
pelayananKesehatanuntukmencapai
1. Membangun kesadaran akan nilai halhaldiatasdibutuhkan perubahan budaya
Keselamatan Pasien. Ciptakan budaya adil dan komitmen yang tinggi bagi seluruh
dan terbuka staf dalam waktu yang cukup lama.
2. Memimpin dan mendukung staf. Keselamatan Kesehatan Kerja
Tegakkan fokus yang kuat dan jelas
Keselamatan kerja menurut
tentang keselamatan pasien diseluruh
Peraturan Menteri Kesehatan No. 66
Fasilitas pelayanan Kesehatan anda.
Tahun 2016 adalah upaya yang dilakukan
3. Mengintegrasikan aktivitas pengelolaan untuk mengurangi terjadinya kecelakaan,
risiko. Bangunsistemdanprosesuntuk kerusakan dan segala bentuk kerugian baik
mengelola risiko dan mengindentifikasi terhadap manusia, maupun yang
kemungkinan terjadinya kesalahan berhubungan dengan peralatan, objek
kerja, tempat bekerja, dan lingkungan
4. Mengembangkan sistem pelaporan
kerja baik secara langsung dan tidak
Pastikan staf anda mudah untuk
langsung.
melaporkan insiden secara internal (lokal )
maupun eksternal (nasional). Kesehatan kerja adalah upaya
peningkatan dan pemeliharaan derajat
5. Melibatkan dan berkomunikasi dengan
kesehatan yang setinggi-tingginya bagi
pasien Kembangkancara-
pekerja di semua jabatan, pencegahan
caraberkomunikasicaraterbukadan
penyimpangan kesehatan yang disebabkan
mendengarkan pasien.
oleh kondisi pekerjaan, perlindungan
6. Belajar dan berbagi pengalaman tentang pekerja dari risiko akibat faktor yang
Keselamatan Pasien. merugikan kesehatan, penempatan dan
Dorongstafuntukmenggunakananalisaakar pemeliharaan pekerja dalam lingkungan
masalah gunapembelajaran tentang kerja yang mengadaptasi antara pekerjaan
bagaimana dan mengapa terjadi insiden. dengan manusia dan manusia dengan
jabatannya.
7. Mencegah cedera melalui implementasi
sistem Keselamatan Pasien Pembelajaran
Keselamatan dan kesehatan kerja perusahaan tersebut, misalnya masyarakat
di atas dapat diartikan sebagai alat untuk sekitar rumah sakit tidak boleh terkena
mencapat derajat kesehatan tenaga kerja sakit akibat limbah yang dibuang oleh
setinggitingginya yang terdiri dari buruh rumah sakit
atau karyawan, petani, belayan, pekerja
f. Perlindungan masyarakat luas dari
sektor non formal, pegawai negeri sipil
bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh
dan sebagainya. Keselamatan dan
produk-produk perusahaan, misalnya
kesehatan kerja juga dapat diartikan
rumah sakit membuang limbah sampah
sebagat alat produksi, yang berlandaskan
berbahaya di lingkungan rumah sakit
pada peningkatan efisiensi dan
dengan tanpa pengolahan terlebih dahulu
produktivitas peningkatan efisiensi dan
sebelumnya.
produktivas
Syarat lingkungan kerja yang sehat
Tujuan Utama Keselamatan Kerja
Fasilitas pelayanan kesehatan harus
Keselamatan kerja mempunyai tujuan
menjamin keamanan, kenyamanan dan
sebagai berikut:
kesehatan para stafnya. Perusahaan harus
a. Pencegahan dan pemberantasan menciptakan lingkungan tempat kerja yang
penyakit dan kecelakaan akibat kerja. sehat. Adapun syarat lingkungan kerja
Rumah sakit harus menjaga para stafnya yang sehat adalah sebagai berikut:
aman dalam bekerja.
a. Suhu ruangan yang nyaman.
b. Pemeliharaan dan peningkatan
b. Penerangan atau pencahayaan yang
kesehatan dan gizi tenaga kerja.
cukup.
c. Perawatan dan mempertinggi efisiensi
c. Bebas dari debu.
dan produktivitas tenaga kerja. Para staf
yang sakit akan merugikan rumah sakit. d. Sikap badan yang baik
d. Pemberantasan kelelahan kerja dan e. Alat-alat kerja yang sesuai dengan
meningkatkan kegairahan serta ukuran tubuh, harus ergonomis.
kenikmatan kerja.
Prinsip Keselamatan Kerja
e. Perlindungan bagi masyarakat sekitar
Fasilitas pelayanan kesehatan harus
perusahaan agar terhindar dari bahaya
melaksanakan prinsip keselamatan kerja
pencemaran yang ditimbulkan oleh
sebagai berikut: a. Keselamatan perawat harus mampu menerapakan K3
masyarakat pekerja sebagai sasaran utama dengan baik dan benar.
b. Mengurusi golongan karyawan yang DAFTAR PUSTAKA
mudah didekati
1. Asmirajanti, Mira. 2019. Modul
c. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja Keselamatan Pasien Dan
dan periodik Keselamatan Kesehatan Kerja
Dalam Keperawatan (NSA316).
d. Yang dihadapi adalah lingkungan kerja
Universitas Esa Unggul
e. Tujuan utama peningkatan produktivitas 2. Brown, D. S., & Wolosin, R.
(2013).Safety Culture
f. Dibiayai oleh perusahaan atau tenaga
Relationships with Hospital
kerja
Nursing Sensitive Metrics. Journal
for Healthcare Quality, 61-74.
3. Dermawan. (2013). Pengantar
PENUTUP
Keperawatan Profesional. Jakarta :
Keselamatan Pasien dan
Gosyen Publising.
Keselamatan Kesehatan Kerja dalam
4. Hawkins, C. T., & Flynn, L.
Keperawatan (K3) ialah salah satu faktor
(2015).Patient Safety Culture and
penting yang dapat mempengaruhi kualitas
Nurse-Reported
kerja perawat.Rumah sakit sebagai sarana
5. Insani, T. H. N. Sundari, S. (2018).
pelayanan kesehatan pada dasarnya adalah
Analisis Pelaksanaan Keselamatan
untuk menyelamatkan pasien, keselamatan
Pasien Oleh Perawat. Journal of
pasien merupakan prioritas penting di
Health Studies. 2(1):84-95.
rumah sakit, karena masalah keselamatan
6. Ivana, A. Dkk. (2014). Analisa
pasien berkaitan erat dengan kualitas dan
Komitmen Manajemen Rumah
citra rumah sakit itu sendiri. Upaya yang
Sakit (RS) Terhadap Keselamatan
dilakukan rumah sakit untuk
dan Kesehatan Kerja (K3) pada RS
meningkatkan keselamatan pasien antara
Prima Medika Pemalang. Jurnal
lain melalui program tujuh langkah
Kesehatan Masyarakat (e-Journal).
menuju keselamatan rumah sakit dan
2(1):35-41.
penerapan standar keselamatan pasien
7. Juniarti, N. H. Mudayana, A. A.
rumah sakit. Selain itu, untuk mengurangi
(2018). Penerapan Standar
terjadinya kecelakaan atau resiko bahaya
Keselamatan Pasien di Rumah
Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa
Tenggara Barat. Jurnal Kesehatan
Poltekes Ternate. 11(2):93-108.
8. Permadhi, A. (2013). Hubungan
Budaya Keselamatan Pasien Dalam
Pelayanan Keperawatan dan
Insiden Keselamatan Pasien di
Instalasi Rawat Inap RSD dr.
Soebandi. Skripsi. Jember.
9. Putra, A. Setia. Firawati dan
Pabuty, Aumas (2012). Pelaksana
Program Keselamatan Paisen Di
RSUD Solok. Jurnal Kesehatan
Masyarakat. Vol 6, No. 2.
10. Ramdan, I. M. Rahman, A. (2017).
Analisis Risiko Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3) pada
Perawat. JKP. 5(3):229-241.
11. Simamora, R. H. (2018). Buku ajar
keselamatan pasien melalui
timbang terima pasien berbasis
komunikasi efektif: SBAR. Medan:
USU press.
12. Simamora, R. H. (2019). Buku ajar
pelaksanaan identifikasi
pasien. Uwais Inspirasi Indonesia.
13. Tukatman. Dkk. (2015). Analisis
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Perawat Dalam Penanganan Pasien
di Rumah Sakit Benyamin Guluh
Kabupaten Kolaka. Jurnal Ners.
10(2):343-347.