ANALISIS JURNAL
P.I.C.O
Penulis Apriyanti, Mayetti dan Deswita
Tahun Terbit 2021
Judul Physical Exercise Reduce Fatigue in Children With Leukemia
Lembaga penerbit Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan
Volume, nomor & Voume 9, No 1 Halaman 126-138
Halaman
Tanggal terbit 1 September 2021
Reviewer
(mahasiswa npm)
P (Problems) Leukemia Limfoblastik Akut (ALL) adalah kanker ganas
pada darah yang sering terjadi pada anak. Kondisi ini biasanya
banyak ditemukan pada anak-anak dibawah umur
15 tahun dan lebih umum pada anak usia 3-4 tahun (Apriany,
2016). Menurut data dari International Center Control
Database, anak-anak yang menderita ALL adalah sebagian
besar dari negera menengah dan berpenghasilan rendah. Menurut
Statistik Kanker Global, ada peningkatan ALL dari semua negera
sebanyak 2,4% dari kasus baru dengan kematian 3,2% pada
tahun 2018 (WHO, 2018). Kejadian ini terjadi pada sekitar
2.504.0 per 100.0000 anak dengan perkiraan masing-masing
2.000-3.200 kasus baru setiap tahunnya (Kemenkes RI, 2019).
Penyebab dari ALL sendiri masih belum diketahui secara
pasti. Namun ada beberapa faktor yang dianggap sebagai
penyebab dari terjadinya ALL yaitu faktor genetik, bahan kimia,
virus dan radiasi. Oleh karena itu, keadaan patologis dan
memfasilitasi beberapa faktor yang dapat
meningkatkan beberapa resiko semua perkembangan,
kebutuhan untuk pengobatan dan evaluasi dan pemantauan
pediatrik dari ahli onkologi. Menurut Apriany (2016) ada
beberapa ara untuk memanajemen pengobatan ALL salah satunta
adalah kemoterapi. Kemoterapi itu sendiri menjadi pengobatan
utama bagi anak. Menurut Mendri dan Prayogi (2016),
kemoterapi merupakan salah satu pengobatan untuk menghambat
pertumbuhan sel kanker. Namun, beberapa tindakan kemoterapi
menimbulkan efek samping, beberapa diantaranya adalah
keletihan atau kelelahan. Keletihan atau kelelahan, biasa disebut
kelelahan terkait kanker, adalah kondisi subjektif berapa
perasaan kelelahan terus menerus yang terkait. Salah satu
tindakan yang dapat mengontrol kelelalahan adalah dengan
intervensi terapi fisik. Terapi fisik sendiri adalah tindakan yang
dilakukan dengan kegiatan yang disesuaikan dalam aktivitas
sehari. Aktivitas ini bermanfaat dapat mempengaruhi pada
pasien
dengan diagnosa kanker.
I (Intervensi) Penerapan latihan fisik untuk menurunkan kelelahan pada pasien
anak ALL yang menjalani kemoterapi. Tindakan dilakukan
setelah anak makan dan anak sanggup untuk dilakukan intervensi
dengan terapi fisik. Anak yang setuju akan dilaksanakan
intervensi sebanyak 3 kali dalam seminggu dengan jalan selama
10-15 menit dengan jalan
santai.
C (Comparasion) Anak LLA 8-13 tahun yang menjalani kemoterapi fase
maintanance di RSUP Dr.M. Djamil Padang berjumlah
sebanyak 22 orang yang digunakan sebagai sampel dibagi dalam
kelompok A (Intervensi) dan kelompok B (Kontrol). Hasil
penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata skala kelelahan pada
kelompok intervensi pre test adalah 31,18 dan post test 47,64.
Pada kelompok kontrol pre test adalah 27,27 dan post test
39,18.
Hasil tersebut menunjukkan perbedaan yang signifikan
antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi.
O (Outcome) Hasil penelitian tersebut didapatkan pada kelompok
intervensi dan kelompok kontrol mengalami tingkat kelelahan
sebelum dilakukan intervensi. Pada kelompok intervensi ada skor
terendah 26 dan skor tertinggi 38 dan pada kelompok kontrol ada
skor 22 dan tertinggi 36. Berdasarkan analisis data dapat terlihat
bahwa sebelum latihan fisik kelompok intervensi nilai rata-
ratanya adalah
31.18 (SD 3.842) dan meningkat setelahnya latihan fisik rata-rata
47,64 (SD 2.292). sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh
skal kelelahan (fatigue) sebelum latihan rata-rata 27,27 (SD
4,407) dan meningkat tanpa latihan fisik dengan nilai rata-rata
39,18 (SD 3,371). Itu menunjukkan perbedaan nilai rata-rata
antar dua kelompok sebelum dan seseudah latihan fisik pada
anak ALL yang mengalmi kelelahan di RSUP Dr.M.Djamil
Padang.
Latihan fisik dapat memparbaiki kondisi umum dan
meningkatkan kekuatan otot. Melakukan latihan fisik seperti
jalan kaki secara teratur dapat memberikan manfaat bagi
kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA
Apriany, D. (2016) Asuhan Keperawatan Anak Dengan Keganasan. 1st edn. Edited by
N. F. Atif. Bandung: PT Refika Aditama.
Apriyanti., Mayetti., Deswitta. (2021). Physical Exercise Reduce Fatigue in Children With
Leukemia. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan. Vol 9, No 1, Hal 126- 137
Kemenkes RI (2019) Profil Kesehatan Indonesia 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan
RI. Available at: https://pusdatin.kemkes.go.id/resources
/download/pusdatin/profil-kesehatanindonesia/PROFIL_KESEHATAN_20 18_1.pdf
Mendri, N. K. and Prayogi, A. S. (2016) Asuhan Keperawatan pada Anak Sakit Bayi
Resiko Tinggi. Yogyakarta: Pustaka Baru.
World Health Organization (2018) Global action plan on physical activity 2018- 2030: more
active people for a healthier world. Geneva: World Health Organization