CONTOH KASUS
A. CONTOH KASUS
PENGKAJIAN
I. Identitas
Nama Anak : An. N
Jenis kelamin : Perempuan
Umur : 7 tahun
Agama/Suku : Islam / Jawa
Warga Negara : Indonesia
Pendidikan : SD kelas I
Alamat Rumah : Jl. Anggrek Blitar
Pengkajian diambil tanggal 19april 2020 jam 08.00
II. Keluhan Utama
Pasien mengatakan badan terasa lemah dan tidak nafsu makan.
III. Riwayat Penyakit Sekarang
Klien mengeluh badan terasa lemah sejak 3 hari yang lalu, tidak ada nafsu makan sejak
satu minggu yang lalu, mual jika membau makanan, wajah terlihat pucat. Ibu klien
mengatakan klien sering sakit-sakitan. Sebelumnya ibu klien membawa pasien ke
puskesmas terdekat tetapi setelah minum obat tetap tidak ada perbaikan akhirnya klien
dibawa ke RSU Aminah.
IV. Riwayat Penyakit Dahulu
Pada tahun 2014 klien pernah berobat ke RSUD dr. Soetomo Surabaya dengan keluhan
yang hampir sama dan di diagnosa ALL (Acute Limphoblastic Leukemia) dan mendapat
terapi yang berakhir tahun 2016. Ibu klien mengatakan klien memang sering sakit, batu
pilek, kadang tiba-tiba tidak mau makan sampai badan lemah dan terlihat pucat.
V. Riwayat Penyakit Keluarga
Ibu klien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit menular atau
penyakit ganas. Ibu klien pernah melahirkan kakak klien tetapi meninggal dunia saat
usia 1 tahun karena down syndrome.
VI. Riwayat Kesehatan Lingkungan
Ibu klien mengatakan lingkungannya cukup bersih, hanya bangunan antara satu dengan
yang lainnya sangat berdekatan sehingga untuk ventilasi udara agak terbatas. Karena
berada di lingkungan perkotaan maka polusi udara sangat rentan terjadi.
VII. Riwayat Kelahiran Anak
Ibu klien mengatakan klien lahir cukup bulan (9 bulan) dengan bantuan vakum
ekstratum oleh dokter karena ketuban pecah dini 1 jam sebelum melahirkan dan ibu
kehabisan tenaga untuk mengejan. Anak lahir langsung menangis kuat dan spontan,
dengan BBL 3400 gram.
VIII. Riwayat Tumbuh Kembang
Selama bayi selama satu tahun anak mendapat ASI dan setelah ASI diganti dengan PASI
Lactogen sampai usia 2 tahun dan diganti dengan makan nasi. Pertumbuhan anak seperti
layaknya anak lain normal, tidak ada kelainan tetapi anak sering sakit-sakitan.
Perkembangan motorik anak tumbuh dengan baik sesuai usianya. Riwayat pemberian
imunisasi sudah lengkap sampai dengan usia 9 bulan yaitu campak. Pada tahun 2014
anak pernah sakit dengan keluhan lemah dan wajah pucat serta muncul memar – memar
di kulit dan dibawa berobat ke bagian hematologi RSUD DR. Soetomo dan didiagnosa
ALL serta mendapat terapi.
IX. Pola Makan
Sebelum sakit nafsu makan baik, makan 3x/hari, minum lebih kurang 1500 sampai 1700
ml/hari, tidak ada mual muntah. Pasien tidak alergi makanan. Makanan yang disukai
adalah bakso. BB sebelum sakit 19 kg
Saat sakit nafsu makan menurun, klien kadang merasa mual, tapi klien masih mau
ngemil diluar jam makan ,klien minum susu dan air mineral kurang lebih 1600cc/hari,
meskipun harus dibujuk dan dipaksa oleh ibu klien . Tidak terdapat nyeri tekan, bising
usus ± 8x/menit. BB saat sakit 18,5 kg.
X. Pola Istirahat
Keadaan sebelum sakit anak biasa tidur siang selama kurang lebih2 jam dan malam hari
tidur jam 9 sampai jam 5.30.
Keadaan anak saat ini : anak bila akan tidur harus ditemani oleh ibunya, malam hari
mulai tidur jam 20.00 dan bangun pagi pukul 5.30
Ekspresi wajah tidak mengantuk.
XI. Pola Aktivitas
Sebelum sakit anak besekolah di salah satu SD Negeri di Blitar kelas I. Aktivitas harian
anak sepulang sekolah mengaji dan bemain. Saat sakit anak cenderung pendiam, bermain
bila ada adiknya saja, waktu luang lebih banyak nonton TV. Untuk pemenuhan
kebutuhan harian dibantu sebagian oleh orang tua.pasien cepat lelah, keringat dingin
dan sesak saat beraktifitas.
XII. Pola Eliminasi
Sebelum sakit klien BAK 4 sampai 5 kali sehari, warna urine kuning jernih. BAB hampir
setiap hari. Saat sakit, klien tidak terpasang alat bantu BAK, BAK tidak ada hambatan,
warna urine kuning agak pekat, frekuensi BAK 2 – 3 kali sehari. Klien belum BAB, klien
BAB terakhir sehari sebelum MRS.
XIII. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan umum tampak lemah, kesadaran compos mentis, GCS 456, akral dingin,
wajah pucat.
b. Tanda-tanda vital: BP: 90/60 mmHg, HR: 98x/menit, S=37,5 ºC, RR: 28x/menit,
SpO2 98% dengan nasal oksigen 3lpm.
c. Pemeriksaan kepala leher: kepala tidak terdapat lesi, rambut tersebar merata, tidak ada
memar pada wajah, wajah simetris kanan dan kiri, tidak ada pembesaran vena
jugularis pada leher, tidak ada benjolan.
d. Rongga mulut: Rongga mulut bersih, gusi : Tidak terjadi perdarahan , gigi Geligi :
Lengkap, geraham belakang belum tumbuh, gigi seri karies, mukosa bibir kering dan
pucat.
e. Konjungtiva: anemis, tidak terjadi gangguan penglihatan.
f. Pemeriksaan integumen: turgor kulit menurun, perfusi dingin kering pucat, CRT > 3
detik.
g. Pemeriksaan dada dan thorax: Pergerakan dada simetris, tidak terdapat pernapasan
cuping hidung, frekuensi napas 28x/menit. Bunyi nafas vesikuler di semua lapang
paru, tidak ada bunyi napas tambahan.
h. Pemeriksaan abdomen:
Inspeksi : Abdomen flat
Auskultasi : Peristaltik usus 8 kali/ menit
Palpasi : Nyeri tekan tidak ada
Hepar : Teraba membesar 4 x 3 x 1,5
Lien : tidak teraba
Perkusi : tanda asites tidak ada.
i. Pemeriksaan ekstremitas: Tidak terdapat kontraktur sendi, tidak ada deformitas,
keempat ekstremitas simetris, kekuatan otot baik, masing-masing kekuatan otot
bernilai 5, terpasang infus pada tangan sebelah kiri.
XIV. Pola Persepsi Kognitif.
Menurut ibu anak tahu bahwa ia mengidap sakit Leukemia. Tetapi, ibu tidak menjelaskan
apa itu penyakit leukemia karena masih terlalu kecil.
XV. Pola Peran dan Hubungan dengan Sesama.
Anak N merupakan anak kedua dari 2 bersaudara. Tetapi kakaknya sudah meninggal saat
masih usia 1 tahun karena down syndrome.
XVI. Pola Reproduksi dan Seksualitas
Klien berjenis kelamin perempuan dan belum mengalami menstruasi.
XVII. Pola Mekanisme Koping dan Toleransi Terhadap stress
Menurut ibu, semenjak anak N didiagnosa ALL, anak menjadi sensitif, mudah marah dan
cepat menangis. Bila ada yag tidak disenagai atau masalah anak biasanya cerita kepada
ayahnya.
XVIII. Pola Sistem Nilai Kepercayaan
Keluarga adalah keluarga Islam yang taat beragama. Ibu memakai jilbab, tetapi OT tidak
mengharuskan anak menggunakan jilbab untuk keperluan sehari-hari.Setiap kali orang
tua sholat, anak ikut-ikutan sholat walaupun belum tahu doa-doanya.
XIX. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hasil laboratorium tanggal 1 Februari 2019 jam 10.00
DARAH LENGKAP
Hemoglobin 8,8 11,7 – 15,5
Leukosit 18.000 3.600 – 11.000
Trombosit 203.000 150.000 - 440.000
Hematokrit 27 35 – 47%
Hitung Jenis Leukosit:
Eosinofil 1 2–4%
Basofil 0 0–1%
Neutrofil 82 50 – 70%
Limfosit 55 25 – 40 %
Monosit 8 2–8%
ANALISA DATA
No Data Etiologi Masalah
1. S : Klien mengatakan Depresi sum-sum tulang Perfusi perifer
badannya terasa lemah tidak efektif
O : K/u lemah Eritrosit menurun
Akral dingin
Anemis + Anemia
Kulit pucat
Suplai O2 ke jaringan
Turgor kulit menurun
berkurang
CRT > 3 detik
TTV :
Perfusi perifer tidak efektif
S : 375,
HR: 98x/mnt
BP : 90/60 mmHg
RR 28x/mnt
SpO2 98% dengan O2
nasal 3lpm.
Hb = 8,8
Depresi sum-sum tulang
S : Klien mengatakan Intoleransi aktivitas
2.
badannya terasa lemah Eritrosit menurun
O : K/u lemah
Anemis + Anemia
TTV :
Intoleransi aktivitas
BP: 90/60 mmHg
HR: 98x/menit,
RR:28x/menit
SpO2 98% dengan O2
nasal 3 lpm.
Pasien cepat lelah,
keringat dingin dan
sesak saat beraktifitas
PRIORITAS MASALAH
1. Perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan konsentrasi hemoglobin
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dengan
kebutuhan oksigen
INTERVENSI KEPERAWATAN
No Diagnosa Keperawatan Ekspektasi dan kriteria hasil intervensi
1 Perfusi jaringan tidak ekspektasi Tidakan
efektif b/d penurunan - meningkat Observasi:
konsentrasi Hb dalam Kriteria hasil - monitor status
darah, suplai oksigen - pengisian kapilercukup kardiopulmonari
berkurang. membaik (5) - Monitor status
- akral cukup membaik (5) oksigenasi
- turgor kulitcukup - Monitor status cairan
membaik (5) - Periksa tingkat
- tekanan darah sistolik kesadaran dan respon
cukup membaik (5) pupil
- tekanan darah diastolic Terapeutik
membaik (5) - Pertahankan jalan
nafas paten
- Berikan oksigen
untuk
mempertahankan
saturasi oksigen
>94%berikan posisi
modified
trendelenberg
- Pasang DC untuk
menilai prod urin
Kolaborasi:
- Kolaborasi pemberian
cairan dan elektrolit
intravena dan tranfusi
darahjika perlu
2 Intoleransi aktivitas ekspektasi Tidakan
berhubungan dengan - meningkat Observasi:
ketidakseimbangan Kriteria hasil - identifikasi gangguan
suplai dan kebutuhan - kemudahan melakukan fungsi tubuhyang
oksigen. aktifitas sehari2 cukup mengakibatkan
meningkat(4) kelelahan
- kecepatan berjalan cukup - Monitor kelelahan fisik
meningkat (4) dan emosional
- keluhan lelah cukup - Monitor lokasi dan
menurun (4) ketidaknyamanan selama
- perasaan lemah cukup aktifitas
menurun (4) Terapeutik
- Sediakan lingkungan
nyaman dan rendah
stimulus
- Lakukan latihan
rentang gerak pasif
- Berikan latihan
distraksi yang
menyenangkan
Edukasi
- Anjurkan tirah baring
- Anjurkan melakukan
aktifitas bertahap
- Anjurkan
menghubungi
perawat jika tanda
dan gejala kelelahan
tidak berkurang
- Ajarkan strategi
koping untuk
mengurangi kelelahan
Kolaborasi:
- Kolaborasi dengan ahli
gizi tentang cara
meningkatkan asupan
makanan