Anda di halaman 1dari 30

Data fokus

 Data Subjektif

 Pasien mengatakan badan lemah dan letih

 Pasien mengatkan sering merasa haus dan lapar

 Pasien Sering buang aiar kecil sebanyak 10 x

 klien mengatakan nyeri pada kaki pada kaki yang luka

 klien mengatkan tidak nyaman dengan luka di kakinya

 klien mengatakan luka sejak 3 bulan sebelum masuk

 klien mengatakan ada luka dikaki sebelah kiri

 klien mengatakan luka masih basah dan bau

 klien mengtakan aktivitas dibantu keluarga

 klien mengatkan aktivitas tebatas

 Data Objektif

 Gula darah ,284)

 Klien tampak lelah

 Klien tampak sering buang air kecil

 Klien tampak sering minum

 Klien meringis kesakitan

 Skala nyeri 7

 Klien tampak gelisah

 Terdapat nyeri tekan di daerah kaki yang luka

 Klien tampak mengerakan bagian yang nyeri saat disentuh kakinya

 Klien tampak meringis kesakitan pada kaki

 Terdapat pus didaerah kaki yang luka

 Tampak edema, terdapat (luka terbuka),ukuran 2x2x3 cm


 aktivitas klien tampak dibantu keluaraga

 saat makan klien nampak dibantu keluarga

 saat duduk klien tampak dibantu keluarga

 saat kekamar mandi klien tampak dibantu keluarga

TABEL 3.5

ANALISA DATA

No Data Masalah Etiologi

1 DS Ketidakstabilan gula Disfungsi pankreas


 Pasien mengatakan badan
lemah dan letih darah
 Pasien mengatkan sering
merasa haus
 Pasien Sering buang air
kecil sebanyak 10 x
DO
 (Gula darah ,284)
 Klien tampak lelah
 Klien tampak sering buang
air kecil
 Klien tampak sering minum
2 DS Nyeri Akut Agen Cedera fisik
 Klien mengatakan nyeri
pada kakinya yang luka
 Keluarga mengatakan
pasien tidak nyaman dengan
lukanya
DO
 Klien meringis kesakitan
 Skala nyeri 7
 Klien tampak gelisah
 Terdapat nyeri tekan di
daerah kaki yang luka
 Klien tampak mengerakan
bagian yang nyeri saat
disentuh kakinya
3 DS Infeksi Peningkatan
 Klien mengatakan luka
masih basah dan berbau Leukosit
 klien mengatakan ada luka
dikaki sebelah kiri
 klien mengatakan luka sejak
3 bulan sebelum masuk
DO
 Terdapat pus didaerah kaki
yang luka
 Leukosit 27.33[10^3/ul}]
 Tampak edema, terdapat
(luka terbuka),ukuran 2x2x3
cm

4 DS Intoleransi Aktivitas Imobilitas


 klien mengtakan aktivitas
dibantu keluarga
 klien mengatakan aktivitas
tebatas
DO
 aktivitas klien tampak
dibantu keluaraga
 saat makan klien nampak
dibantu keluarga
 saat duduk klien tampak
dibantu keluarga
 saat kekamar mandi klien
tampak dibantu keluarga

3.1 DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Ketidakstabilan gula darah b.d disfungsi pangkreas

2. Nyeri Akut b.d Agen cedera fisik

3. Infeksi b.d peningkatan Leukosit

4. Intoleransi Aktivitas b.d imobilitas


3.2 RENCANA KEPERAWATAN
NO DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI
1 Ketidakstabilan gula darah Setelah dilakukan tindakan keperawatan  Manajemen hiperglikemia
b.d Disfungsi selama 1x 24 jam maka ketidakstabilan gula Observasi :
darah membaik
pangkreas - Identifikasi kemungkinan penyebab
KH :
hiperglikemia
DS - Monitor tanda dan gejala hiperglikemia
 Kestabilan kadar glukosa darah
 Pasien mengatakan membaik Terapeutik :
badan lemah dan letih  Status nutrisi membaik
 Pasien mengatkan  Tingkat pengetahuan meningkat - Berikan asupan cairan oral
sering minum
Edukasi :
 Pasien Sering buang
aiar kecil ±10 X - Ajurkan kepatuhan terhadap diet

DO Kolaborasi :

 Gula darah puasa - Kolaborasi pemberian insulin 6 Iu


,284)
 Klien tampak lelah  Edukasi program pengobatan
 Klien tampa sering
Observasi :
buang air kecil
 Klien tampak sering - Identifikasi pengobatan yang
minum direkomendasi

Terapeutik :

80
- Berikan dukungan untuk menjalani
program pengobatan dengan baik dan
benar

Edukasi:

- Jelaskan mamfaat dan efek samping


pengobatan
- Anjurkan mengosomsi obat sesuai
Indikasi
2 Nyeri Akut b.d Agen cedera Setelah dilakukan tindakan Keperawatan 1  Manajemen nyeri
fisik x24 jam diharapkan nyeri menurun
KH : Observasi :
DS
 Tingkat nyeri menurun - Identifikasi identifikasi lokasi,
 Klien mengatakan  Penyembuhan luka membaik karakteristik, durasi, frekuensi,
nyeri pada kakinya  Tingkat cidera menurun kualitas,intensitas nyeri
yang luka - Identifikasi skala nyeri
 Keluarga mengatakan
pasien tidak nyaman
Terapeutik :
dengan lukanya
DO - Berikan teknik non farmakologis untuk
mengurangi rasa nyeri
 Klien meringis
kesakitan Edukasi:
 Klien meringis
kesakitan - Jelaskan penyebab dan periode dan
 Skala nyeri 7

81
 Klien tampak gelisah pemicu nyeri

Kolaborasi

- Kolaborasi pemberian analgetik


 Edukasi teknik nafas dalam

Observasi :

- Identifikasi kesiapan dan kemampuan


menerima informasi

Terapeutik :

- Sediakan materi dan media pendidikan


kesehatan

Edukasi:

- Jelaskan tujuan dan mamafaat teknik


nafas dalam
- Jelaskan prosedur teknik nafas dalam

3 Infeksi b.d Peningkatan Setelah dilakukan tintdakan keperawatan  Pengcegahan Infeksi


Leukosit. selama 1x 24 jam maka tingkat infeksi
menurun Observasi
DS
KH : - Monitor tanda dan gejala infeksi lokal
 Klien mengatakan  Tingkat nyeri menurun dan sistematik
luka masih basah dan  Integritas kulit dan jaringan

82
berbau membaik Terapetik
 klien mengatakan ada  Kontrol resiko meningkat
- Berikan perawatan kulit pada area
luka dikaki sebelah
edema
kiri
- Cuci tangan sebelum dan sesudah
 klien mengatakan luka
kontak dengan pasien dan lingkungan
sejak 3 bulan sebelum
pasien
masuk
Edukasi
DO
- Jelaskan tanda dan gejala infeksi
 Terdapat pus didaerah
- Ajarkan cara memeriksa kondisi luka
kaki yang luka
 Leukosit Kolaborasi
27.33[10^3/ul]
 Tampakedema, - Kolaborasi pemberian analgetik
terdapat (luka  Perawatan luka
terbuka) ,ukuran Observasi :
2x2x3 cm
- Monitor karakteristik luka (drainase,
warna ukuran, bau)
- Monitor tanda tanda infeksi

Terapeutik :

- Lepaskan balutan dan plester seccara


perlahan
- Bersihkan dengan Nacl

83
- Bersihkan jaringan nikrotik
- Berikan salaf yang sesuai kekulit
- Pertahan teknik steril saat
melakkanperawtan luka

Edukasi:

- Jelaskan tanda,gejala infeksi

Kolaborasi:

- Kolaborasi prosedur debridement

4 Intoleransi Aktivitas b.d Setelah dilakukan tintdakan keperawatan  Terapi aktivitas


imobilitas selama 1x 24 jam intoleransi aktivitas
membaik Observasi :
DS
KH : - Identifikasi defisit tingkat aktivitas
 klien mengtakan  Toleransi aktivitas - Identifikasi kemapuan berpartisipasi
aktivitas dibantu  Ambulasi dalam aktivitas tertentu
keluarga  Tingkat keletihan
Terapeutik :
 klien mengatkan
aktivitas tebatas - Fasilitasi pasien dan keluarga
dalam menyesuiakan lingkungan
DO
untuk mengakomodasi aktivitas
 aktivitas klien tampak yang di pilih
dibantu keluaraga - Libatkan keluarga dalam aktivitas

84
 aktivitas tampak Edukasi:
terbatas
- Ajarkan cara melakukan aktivitas
 saat makan klien
yang dipilih
nampak dibantu
keluarga
 Manajenen program latihan
Observasi :
- Identifikasi pengetahuan dan
pengalaman aktivitas fisik
sebelumnya
- Identifikasi kemampuan pasien
beraktivitas

Terapeutik :

- Motivasi untuk memulai/


melanjutkan aktivitas fisik

Edukasi:

- Jelaskan mamnfaat aktivitas fisik

85
3.3 IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

N HARI/TANGG DIAGNOSA JAM IMPLEMENTASI EVALUASI


O AL
1 Kamis 20-06- Ketidakstabilan 08.00  Melakukan manajemen S :
. 2019 gula darah hiperglikemia  Pasien mengatakan tidak bisa
berhubungan Observasi : mengontrol pola makan
dengan - Mengidentifikasi  Pasien mengatakan sering merasa
resistensi kemungkinan penyebab haus
insulin hiperglikemia(dengan cara  Pasien Sering buang aiar kecil
menanyakan bagaimana pola sebanyak ± 10 x
makan klien)  Keluarga klien mengatakan klien
- Memonitor tanda dan gejala minum obat
hiperglikemia(dengan cara O :
menanyakan apakah sering  (Gula darah puasa,284)
haus dan lapar dan sering  Klien tampak tidak bisa
BAK mengontrol pola makan
Terapeutik :  Klien tampak lelah
- Memberikan asupan cairan  Klien tampa sering buang air kecil
oral(menberikan minum pada  Klien tampak sering minum
pasien)
Edukasi : A : Masalah belum tertasi Ketidakstabilan
- mengajurkan kepatuhan gula darah
terhadap diet P :intervensi dilanjutkan
Kolaborasi :
 Melakukan manajemen
- melakukan kolaborasi hiperglikemia
pemberian insulin sebanyak

86
6 unit  Melakukan edukasi program
08.30  Melakukan edukasi program pengobatan
pengobatan
Observasi :
- Mengidentifikasi pengobatan
yang direkomendasi(dengan
menanyakan apakah klien
teratur minum obat)
Terapeutik :
- Memberikan dukungan untuk
menjalani program
pengobatan dengan baik dan
benar
Edukasi:
- Menjelaskan mamfaat dan
efek samping pengobatan
- Menganjurkan mengosomsi
obat sesuai indikasi

. Infeksi b.d 09.00  Melakukan Pengcegahan Infeksi S :


Peningkatan Observasi  Klien mengatakan luka masih
Leukosit - Memonitor tanda dan gejala basah bau
infeksi lokal dan sistematik  Klien mengatakan ada luka dikaki
Terapetik sebelah kiri
- Membeerikan perawatan kulit
pada area edema O:

87
- Mencuci tangan sebelum dan  Terdapat pus didaerah kaki yang
sesudah kontak dengan luka
pasien dan lingkungan pasien  27.33[10^3/ul]
Edukasi  Tampak edema, terdapat (luka
- Menjelaskan tanda dan gejala terbuka),ukuran 2x2x3 cm
infeksi A : Masalah belum teratasi gangguan
- Mengajarkan cara memeriksa integritas kulit
kondisi luka P : intervensi dilanjutkan
Kolaborasi  Melakukan perawatan luka
- Melakukan kolaborasi  Melakukan edukasi perawatan kulit
pemberian analgetik

10.00  Melakukan Perawatan luka


Observasi :
- Memonitor karakteristik luka
(drainase, warna ukuran, bau)
- Memonitor tanda tanda
infeksi
Terapeutik :
- Melepaskan balutan dan
plester seccara perlahan
- Memebersihkan dengan Nacl
- Membersihkan jaringan
nikrotik
- Memberikan salaf yang sesuai
kekulit

88
- Mempertahan teknik steril
saat melakkanperawtan luka
Edukasi:
- Menjelaskan tanda,gejala
infeksi
Kolaborasi:
- Melakukan kolaborasi
prosedur debridement
-
. Nyeri Akut b.d 11.00  Melakukan manajemen nyeri S:
Agen cedera Observasi :  klien mengatakan nyeri pada
fisik - Mengidentifikasi identifikasi kaki yang luka
lokasi, karakteristik, durasi,  klien mengatakan nyeri hilang
kualitas nyeri timbul
- Mengidentifikasi skala nyeri  klien mengatakan nyeri selama 30
(skala nyeri pada klien) detik
Terapeutik :  Keluarga mengatakan pasien tidak
- Memberikan teknik non nyaman dengan lukanya
farmakologis untuk  Klien belum memahami tentang
mengurangi rasa nyeri teknik nafas dalam
Edukasi: O:
- Menjelaskan penyebab dan  klien tampak meringis skala nyeri
11.30 periode dan pemicu nyeri 7-8
Kolaborasi  klien tampak gelisah
- Melakukan olaborasi  nyeri pada kaki kanan
pemberian analgetik  klien tampak tidak bisa melakukan

89
 Melakukan edukasi teknik nafas teknik nafas dalam
dalam A : Masalah belum teratasi nyeri akut
Observasi : P : intervensi dilanjutkan
- Mengidentifikasi kesiapan  Melakukan manajemen nyeri
dan kemampuan menerima  Melakukan edukasi teknik nafas
informasi dalam
Terapeutik :
- Menyediakan materi dan
media pendidikan kesehatan
Edukasi:
- Menjelaskan tujuan dan
mamfaat teknik nafas dalam
- Menjelaskan prosedur teknik
nafas dalam
Intoleransi 12.00  Melakukan terapi aktivitas S:
Aktivitas b.d Observasi :  Klien mengatakan tidak bisa
imobilitas - Mengidentifikasi kemapuan beraktivitas sendiri
berpartisipasi dalam aktivitas  klien mengtakan aktivitas dibantu
tertentu(dengan cara keluarga
menanyakan apa saja aktivitas
yang bisa dilakukan tampa O:
dibantu keluarga)  aktivitas klien tampak dibantu
Terapeutik : keluaraga
- Memfasilitasi pasien dan  saat makan klien nampak dibantu
keluarga dalam keluarga
menyesuiakan lingkungan  saat mau duduk klien dibanru

90
untuk mengakomodasi keluarga
aktivitas yang di pilih
- Melibatkan keluarga A : Masalah belum teratasi intoransi
12.30 dalam aktivitas aktivitas
Edukasi: P : intervensi dilanjutkan
- Mengajarkan cara  Melakukan terapi aktivitas
melakukan aktivitas yang  Melakukan manajemen program
ringan latihan
 Melakukan manajenen
program latihan
Observasi :
- Mengidentifikasi
pengetahuan dan
pengalaman aktivitas
fisik sebelumnya
- Mengidentifikasi
kemampuan pasien
beraktivitas
Terapeutik :
- Memotivasi untuk
memulai/ melanjutkan
aktivitas fisik
Edukasi:
- Menjelaskan manfaat
aktivitas fisik

91
2 Jumat 20-06- Ketidakstabilan 08.00  Melakukan manajemen S :
. 2019 gula darah hiperglikemia  Pasien mengatakan sudah mulai
berhubungan Observasi : bisa mengontrol pola makan
dengan - Mengidentifikasi  Pasien mengatkan sering merasa
resistensi kemungkinan penyebab haus
insulin hiperglikemia(dengan cara  Pasien mengatakan buang air kecil
menanyakan bagaimana pola ± 7 x / perhari
makan klien)  Klien mengatkan sudah mulai bisa
- Memonitor tanda dan gejala teratur minum obat
hiperglikemia(dengan cara O :
menanyakan apakah sering  (Gula darah puasa ,250)
haus dan lapar dan sering  Klien tampak sudah mulai bisa
BAK mengontrol pola makan
Terapeutik :  Klien tampak lelah
- Memberikan asupan cairan A :Masalah teratsi sebagian
oral(menberikan minum pada Ketidakstabilan gula darah
pasien) P :intervensi dilanjutkan
Edukasi :  Melakukan manajemen
- mengajurkan kepatuhan hiperglikemia
terhadap diet  Medukasi program pengobatan
Kolaborasi :
- melakukan kolaborasi
pemberian insulin sebanyak
6 unit
08.30  Melakukan edukasi program
pengobatan

92
Observasi :
- Mengidentifikasi pengobatan
yang direkomendasi(dengan
menanyakan apakah klien
teratur minum obat)
Terapeutik :
- Memberikan dukungan untuk
menjalani program
pengobatan dengan baik dan
benar
Edukasi:
- Menjelaskan mamfaat dan
efek samping pengobatan
- Menganjurkan mengosomsi
obat sesuai indikasi

. Infeksi b.d 09.00  Melakukan Pengcegahan Infeksi S :


Peningkatan Observasi  Klien mengatakan luka masih
Leukosit - Memonitor tanda dan gejala basah bau
infeksi lokal dan sistematik  Klien mengatakan ada luka dikaki
Terapetik sebelah kiri
- Membeerikan perawatan kulit
pada area edema O:
- Mencuci tangan sebelum dan  Terdapat pus didaerah kaki yang

93
sesudah kontak dengan luka
pasien dan lingkungan pasien  27.33[10^3/ul]
Edukasi  Tampak edema, terdapat (luka
- Menjelaskan tanda dan gejala terbuka),ukuran 2x2x3 cm
infeksi A : Masalah belum teratasi gangguan
- Mengajarkan cara memeriksa integritas kulit
kondisi luka P : intervensi dilanjutkan
Kolaborasi  Melakukan perawatan luka
- Melakukan kolaborasi  Melakukan edukasi perawatan kulit
pemberian analgetik

10.00  Melakukan Perawatan luka


Observasi :
- Memonitor karakteristik luka
(drainase, warna ukuran, bau)
- Memonitor tanda tanda
infeksi
Terapeutik :
- Melepaskan balutan dan
plester seccara perlahan
- Memebersihkan dengan Nacl
- Membersihkan jaringan
nikrotik
- Memberikan salaf yang sesuai
kekulit
- Mempertahan teknik steril

94
saat melakkanperawtan luka
Edukasi:
- Menjelaskan tanda,gejala
infeksi
Kolaborasi:
- Melakukan kolaborasi
prosedur debridement
. Nyeri Akut b.d 11.00  Melakukan manajemen nyeri S:
Agen cedera Observasi :  klien mengatakan nyeri pada
fisik - Mengidentifikasi identifikasi kaki yang luka sudah mulai
lokasi, karakteristik, durasi, berkurang
kualitas nyeri  klien mengatakan nyeri hilang
- Mengidentifikasi skala nyeri timbul
(skala nyeri pada klien)  klien mengatakan nyeri selama 30
Terapeutik : detik
- Memberikan teknik non  Keluarga mengatakan pasien tidak
farmakologis untuk nyaman dengan lukanya
mengurangi rasa nyeri  Klien sudah mulai memahami
Edukasi: tentang teknik nafas dalam
- Menjelaskan penyebab dan O :
11.30 periode dan pemicu nyeri  klien tampak meringis skala nyeri
Kolaborasi 5-6
- Melakukan olaborasi  klien tampak gelisah
pemberian analgetik  nyeri pada kaki kanan
 Melakukan edukasi teknik nafas  klien tampak sudah bisa
dalam melakukan teknik nafas dalam

95
Observasi : A : Masalah teratasi sebagian nyeri akut
- Mengidentifikasi kesiapan P : intervensi dilanjutkan
dan kemampuan menerima  Melakukan manajemen nyeri
informasi  Meedukasi teknik nafas dalam
Terapeutik :
- Menyediakan materi dan
media pendidikan kesehatan
Edukasi:
- Menjelaskan tujuan dan
mamafaat teknik nafas dalam
- Menjelaskan prosedur teknik
nafas dalam
Intoleransi 12.00  Melakukan terapi aktivitas S:
Aktivitas b.d Observasi :  Klien mengatakan sudah mulai
imobilitas - Mengidentifikasi kemapuan bisa beraktivitas sendiri
berpartisipasi dalam aktivitas  klien mengatakan aktivitas masih
tertentu(dengan cara ada dibantu keluarga(seperti
menanyakan apa saja aktivitas makan,dan kekamar mandi)
yang bisa dilakukan tampa O:
dibantu keluarga)  aktivitas klien tampak dibantu
Terapeutik : keluaraga
- Memfasilitasi pasien dan  saat makan klien nampak dibantu
keluarga dalam keluarga
menyesuiakan lingkungan A : Masalah teratasi sebagian intoransi
untuk mengakomodasi aktivitas
aktivitas yang di pilih P : intervensi dilanjutkan

96
- Melibatkan keluarga  Melakukan terapi aktivitas
12.30 dalam aktivitas  Melakukan manajemen program
Edukasi: latihan
- Mengajarkan cara
melakukan aktivitas yang
dipilih
 Melakukan manajenen
program latihan
Observasi :
- Mengidentifikasi
pengetahuan dan
pengalaman aktivitas
fisik sebelumnya
- Mengidentifikasi
kemampuan pasien
beraktivitas
Terapeutik :
- Memotivasi untuk
memulai/ melanjutkan
aktivitas fisik
Edukasi:
- Menjelaskan manfaat
aktivitas fisik
3 Sabtu 22-06- Ketidakstabilan 08.00  Melakukan manajemen S:
. 2019 gula darah hiperglikemia  Pasien mengatakan sudah bisa
berhubungan Observasi : mengontrol pola makan

97
dengan - Mengidentifikasi  Pasien mengatakan buang air kecil
resistensi kemungkinan penyebab ± 5x/ hari
insulin hiperglikemia(dengan cara  Keluarga mengatakan sudah
menanyakan bagaimana pola teratur minum obat
makan klien) O:
- Memonitor tanda dan gejala  (Gula darah puasa ,184)
hiperglikemia(dengan cara  Klien tampak sudah bisa
menanyakan apakah sering mengontrol pola makan
haus dan lapar dan sering  Klien tampak lelah
BAK
Terapeutik : A :Masalah tertasi sebagian
- Memberikan asupan cairan Ketidakstabilan gula darah
oral(menberikan minum pada P :intervensi dilanjutkan
pasien)  Melakukan manajemen
Edukasi : hiperglikemia
- mengajurkan kepatuhan  Melakukan edukasi program
terhadap diet pengobatan
Kolaborasi :
- melakukan kolaborasi
pemberian insulin sebanyak
6 unit
08.30  Melakukan edukasi program
pengobatan
Observasi :
- Mengidentifikasi pengobatan
yang direkomendasi(dengan

98
menanyakan apakah klien
teratur minum obat)
Terapeutik :
- Memberikan dukungan untuk
menjalani program
pengobatan dengan baik dan
benar
Edukasi:
- Menjelaskan mamfaat dan
efek samping pengobatan
- Menganjurkan mengosomsi
obat sesuai indikasi

. Infeksi b.d 09.00  Melakukan Pengcegahan Infeksi S :


Peningkatan Observasi  Klien mengatakan luka masih
Leukosit - Memonitor tanda dan gejala basah bau
infeksi lokal dan sistematik  Klien mengatakan ada luka dikaki
Terapetik sebelah kiri
- Membeerikan perawatan kulit
pada area edema O:
- Mencuci tangan sebelum dan  Terdapat pus didaerah kaki yang
sesudah kontak dengan luka
pasien dan lingkungan pasien  27.33[10^3/ul]
Edukasi  Tampak edema, terdapat (luka
- Menjelaskan tanda dan gejala terbuka),ukuran 2x2x3 cm
infeksi A : Masalah belum teratasi gangguan

99
10.00 - Mengajarkan cara memeriksa integritas kulit
kondisi luka P : intervensi dilanjutkan
Kolaborasi  Melakukan perawatan luka
- Melakukan kolaborasi  Melakukan edukasi perawatan kulit
pemberian analgetik

 Melakukan Perawatan luka


Observasi :
- Memonitor karakteristik luka
(drainase, warna ukuran, bau)
- Memonitor tanda tanda
infeksi
Terapeutik :
- Melepaskan balutan dan
plester seccara perlahan
- Memebersihkan dengan Nacl
- Membersihkan jaringan
nikrotik
- Memberikan salaf yang sesuai
kekulit
- Mempertahan teknik steril
saat melakkanperawtan luka
Edukasi:
- Menjelaskan tanda,gejala
infeksi
Kolaborasi:

100
- Melakukan kolaborasi
prosedur debridement
. Nyeri Akut b.d 11.00  Melakukan manajemen nyeri S:
Agen cedera Observasi :  klien mengatakan nyeri tidak
fisik - Mengidentifikasi identifikasi terasa lagi
lokasi, karakteristik, durasi,  Keluarga mengatakan pasien tidak
kualitas nyeri nyaman dengan lukanya
- Mengidentifikasi skala nyeri  Klien sudah memahami tentang
(skala nyeri pada klien) teknik nafas dalam
Terapeutik : O:
- Memberikan teknik non  Skala nyeri 3-4
farmakologis untuk  klien tampak sudah mulai bisa
mengurangi rasa nyeri melakukan teknik nafas dalam
Edukasi: A : Masalah teratasi nyeri akut
- Menjelaskan penyebab dan P : intervensi dihentikan
11.30 periode dan pemicu nyeri
Kolaborasi
- Melakukan olaborasi
pemberian analgetik
 Melakukan edukasi teknik nafas
dalam
Observasi :
- Mengidentifikasi kesiapan
dan kemampuan menerima
informasi
Terapeutik :

101
- Menyediakan materi dan
media pendidikan kesehatan
Edukasi:
- Menjelaskan tujuan dan
mamafaat teknik nafas dalam
- Menjelaskan prosedur teknik
nafas dalam
Intoleransi 12.00  Melakukan terapi aktivitas S:
Aktivitas b.d Observasi :  Klien mengatakan sudah mulai bisa
imobilitas - Mengidentifikasi kemapuan beraktivitas sendiri(seperti duduk)
berpartisipasi dalam aktivitas  klien mengtakan aktivitas masih
tertentu(dengan cara ada dibantu keluarga(seperti
menanyakan apa saja aktivitas kekamar mandi dan makan
yang bisa dilakukan tampa  klien mengatkan aktivitas tebatas
dibantu keluarga) O:
Terapeutik :  aktivitas klien tampak dibantu
- Memfasilitasi pasien dan keluaraga
keluarga dalam  aktivitas tampak terbatas
menyesuiakan lingkungan  saat makan klien nampak dibantu
untuk mengakomodasi keluarga
aktivitas yang di pilih A : Masalah teratasi sebagian intoransi
- Melibatkan keluarga aktivitas
12.30 dalam aktivitas P : intervensi dilanjutkan
Edukasi:  Melakukan terapi aktivitas
- Mengajarkan cara  Melakukan manajemen program
melakukan aktivitas yang latihan

102
dipilih
 Melakukan manajenen
program latihan
Observasi :
- Mengidentifikasi
pengetahuan dan
pengalaman aktivitas
fisik sebelumnya
Terapeutik :
- Memotivasi untuk
memulai/ melanjutkan
aktivitas fisik
Edukasi:
- Menjelaskan manfaat
aktivitas fisik

103

Anda mungkin juga menyukai