0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
619 tayangan8 halaman

Lingkungan Pendidikan Di Era Digital

Teknologi informasi dan komunikasi telah mempengaruhi dunia pendidikan di era digital. Pendidikan harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dengan memanfaatkan multimedia dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Lingkungan pendidikan digital membawa dampak positif maupun negatif bagi peserta didik, oleh karena itu peran guru dan lingkungan yang mendukung sangat diperlukan.

Diunggah oleh

Umi Holifah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
619 tayangan8 halaman

Lingkungan Pendidikan Di Era Digital

Teknologi informasi dan komunikasi telah mempengaruhi dunia pendidikan di era digital. Pendidikan harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dengan memanfaatkan multimedia dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Lingkungan pendidikan digital membawa dampak positif maupun negatif bagi peserta didik, oleh karena itu peran guru dan lingkungan yang mendukung sangat diperlukan.

Diunggah oleh

Umi Holifah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LINGKUNGAN PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL

(EDUCATIONAL ENVIRONMENT IN THE DIGITAL ERA)

Septyara Ningsih Lubis1, Umi Holifah Mashur2, Azka Fauzi Firdaus3 dan Ghina
Fadhilah Putri4

Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Stiabudi No.229, Isola, Kec. Sukasari,
Kota Bandung, Jawa Barat 40154.

*E-mail : septyaraara17@upi.edu 1, umiholiffah@upi.edu 2, Azka.upi.edu@gmail.com 3 dan


ghinafptri@upi.edu 4

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk membahas peran dan pentingnya lingkungan pendidikan diera
digital yang sudah canggih dari berbagai sumber. Lingkungan hidup merupakan semua
sesuatu yang muncul dan ada dalam alam kehidupan yang terus berkembang. Sejauh mana
seseorang berkaitan atas lingkungannya, sejauh mana ia memiliki kesempatan untuk
mempengaruhinya. Kondisi lingkungan tidak selalu menawarkan nilai-nilai pendidikan yang
bagus, sebab lingkungan ini dapat memiliki faktor negatif yang berkaitan dengan
perkembangan pribadi. Hal ini mengacu pada generasi saat ini yang amat dekat dengan dunia
teknologi. Perkembangan teknologi yang semakin pesat tak dapat dihindari lagi dampaknya
didunia pendidikan. dunia pendidikan dituntut untuk menempatkan diri dengan kemajuan
teknologi saat ini. Pendidikan di era digital mesti cakap memadukan ilmu pengetahuan dan
teknologi komunikasi pada semua mata pelajaran. Hal ini mengharuskan siswa untuk
memperoleh informasi lebih melimpah dan lebih cepat serta mudah. Ketentuan yang merubah
dunia pendidikan memerlukan penemuan serta kreativitas pada kegiatan pembelajaran.
Teknologi baru khususnya multimedia merupakan meningkatkan peran dalam aktivitas
pembelajaran. multimedia bisa membawa kondisi belajar yang berbeda serta tak monoton.
untuk menyelesaikan tantangan pada era digital ini, pendidik harus bisa berintegrasi menjadi
pengajar. Teknologi informasi serta komunikasi dalam aktivitas pembelajaran ini terus
menerus membuat mutu pelaksanan dan hasil belajar jauh lebih baik, dengan itu bisa
meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Teknologi digital sebagai penunjang era digital
mempunyai dua sisi, yang satu membawa manfaat dan yang lainnya membawa kerugian.
Keunggulannya antara lain kemudahan dalam beragam segi informasi yang diperlukan,
adanya berbagai media edukasi, serta beragam konten positif. Dampak negatifnya mencakup
peningkatan kebiasaan instan, kemudahan anak mengakses beragam konten yang tidak
pantas, dan maraknya bermacam kriminalisasi di dunia maya.

Kata kunci: lingkungan, pendidikan, era digital.


ABSTRACT

This study aims to discuss the role and importance of the educational environment in the
sophisticated digital era from various sources. The environment is everything that arises and
exists in the ever-evolving nature of life. The extent to which a person is related to his
environment, the extent to which he has the opportunity to influence it. Environmental
conditions do not always offer good educational values, because this environment can have
negative factors related to personal development. This refers to the current generation which
is very close to the world of technology. The rapid development of technology cannot be
avoided, its impact on the world of education. The world of education is required to place
itself with current technological advances. Education in the digital era must be able to
integrate science and communication technology in all subjects. This requires students to
obtain more abundant information and more quickly and easily. Provisions that change the
world of education require discovery and creativity in learning activities. New technologies,
especially multimedia, are increasing the role in learning activities. Multimedia can bring
different learning conditions and not be monotonous. To solve challenges in this digital era,
educators must be able to integrate as teachers. Information and communication technology
in these learning activities continues to make the quality of implementation and learning
outcomes much better, thereby increasing the quality of education in Indonesia. Digital
technology as a support for the digital era has two sides, one of which brings benefits and the
other brings disadvantages. Its advantages include convenience in various aspects of the
information needed, the existence of various educational media, as well as a variety of
positive content. The negative impacts include increasing instant habits, making it easier for
children to access various inappropriate content, and the rise of various criminalizations in
cyberspace.

Keywords: environment, education, digital era.

I. PENDAHULUAN

Teknologi informasi dan komunikasi sudah meningkat bersamaan dengan globalisasi,


sehingga hubungan serta pertukaran informasi dapat terjadi dengan cepat. Dampak dari
globalisasi ini mampu menimbulkan efek positif serta negatif. Kompetisi yang berlangsung di
era digital ini mendorong persaingan antar bangsa sehingga membutuhkan eksistensi
peningkatan mutu sumber daya manusia. Pendidikan merupakan hal penting untuk
mengembangkan sumber daya manusia. Pendidikan yakni proses mengubah perilaku,
memperluas pengetahuan serta pengalaman hidup supaya siswa menjadi dewasa dalam
berpikir dan bersikap. Pendidikan digital adalah konsep atau jenis pengajaran dengan
menerapkan multimedia antara lain mengaplikasikan bantuan komputer, laptop,
handphone,video, dan sebagainyal. Menurut Kristiawan dkk (2019) pada dunia pendidikan
tidak sekedar konsentrasi ke satu teknologi yang diterapkan melainkan teknologi itu beragam
macamnya serta untuk diaplikasikan sebagaimana mestinya sesuai kepentingan pembelajaran.
Oleh karena itu, peningkatan rancangan pembelajaran (desaian pembelajaran), tidak hanya
mengaplikasikan software tetapi menyangkut penerapan perangkat keras seperti alat-alat
audio-visual dan media elektronik mengakibatkan pembelajaran menjadi sangat
efisien(Widyastono,2013).

Pendidikan sangat pesat diera digital kini , kemajuan teknologi tidak sekedar menyenangkan
orang dewasa, anak Sekolah Dasar juga mampu menikmati hasilnya perkembangan teknologi
saat ini. Teknologi ini tersebar pada semua global pelatihan sebagai sarana serta prasarana
korelasi antara pengajar dan peserta didik karena kemajuan teknologi saat ini memberikan
dampak positif dan pengaruh negatif, sebaiknya pengaruh positif dipergunakan lebih besar
pengguna teknologi.

Mc Leod dalam Muhibbin mengungkapkan bahwa pendidik artinya seorang yang


pekerjaannya mendidik orang lain. dapat dipastikan tanpa kehadiran pendidik, proses belajar
mengajar tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pelatihnya berpengalaman yg bertanggung
jawab untuk mempersiapkan dan menjalankan progres untuk mengkaji; untuk mengurus;
melakukan pelatihan; mengevaluasi hasilnya untuk mengkaji; dan terutama untuk melakukan
penelitian dan pengabdian pada warga . Tentu saja terdapat perbedaan pendidikan pengajar
pada era sekarang dengan masa lalu sangat signifikan. Terutama terkait dengan tantangan
zaman (Muhibbin, 2016:220).

banyak ahli mengatakan bahwa lingkungan yaitu elemen utama perubahan semua aspek
manusia. Teori Konstruktivisme sosial yang dicetuskan sang Vygotsky, Teori Behavior
tentang stimulasi serta reaksi, Teori Pelajaran Sosial sang Bandura yang menceritakan bahwa
lingkungan memberikan pengaruh yg amat signifikan pada perkembangan kognitif dan
perilaku individu manusia. dari sekian banyaknya teori hal yang demikian timbul karenanya
kita sebagai orang tua, pengajar, dan rakyat harus memberikan lingkungan yang positif
kepada anak-anak kita. Terutama sekarang kita berada di era digital yang ditandai dengan
kemajuan teknologi yang kian cepat.

Kemajuan pada era digital kian mengukuhkan pemilihan pendekatan kontruktivisme, di mana
pengajar tidak lagi berperan menjadi sumber utama pada pelajaran tetapi mengkontruksi
pengetahuan dan melihat peserta didik telah mempunyai pengetahuan permulaan, bukan lagi
seperti kertas kosong saja (Anshori, 2016). aplikasi pembelajaran yang diperlukan tidak lagi
mewajibkan peserta didik untuk duduk di kelas, namun belajar mampu dilaksanakan di mana
saja. Hal ini telah terbukti menggunakan adanya pelaksanaan pembelajaran dengan metode
daring yang dilaksanakan secara impian, sebagai akibatnya hal ini memerlukan kesiapan guru
baik secara kompetensi ataupun fasilitas penunjang.Pendidikan sangat pesat diera digital
kini , kemajuan teknologi tidak sekedar menyenangkan orang dewasa, anak Sekolah Dasar
juga mampu menikmati hasilnya perkembangan teknologi saat ini. Teknologi ini tersebar
pada semua global pelatihan sebagai sarana serta prasarana korelasi antara pengajar dan
peserta didik karena kemajuan teknologi saat ini memberikan dampak positif dan pengaruh
negatif, sebaiknya pengaruh positif dipergunakan lebih besar pengguna teknologi.

Mc Leod dalam Muhibbin mengungkapkan bahwa pendidik artinya seorang yang


pekerjaannya mendidik orang lain. dapat dipastikan tanpa kehadiran pendidik, proses belajar
mengajar tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pelatihnya berpengalaman yg bertanggung
jawab untuk mempersiapkan dan menjalankan progres untuk mengkaji; untuk mengurus;
melakukan pelatihan; mengevaluasi hasilnya untuk mengkaji; dan terutama untuk melakukan
penelitian dan pengabdian pada warga . Tentu saja terdapat perbedaan pendidikan pengajar
pada era sekarang dengan masa lalu sangat signifikan. Terutama terkait dengan tantangan
zaman (Muhibbin, 2016:220).

banyak ahli mengatakan bahwa lingkungan yaitu elemen utama perubahan semua aspek
manusia. Teori Konstruktivisme sosial yang dicetuskan sang Vygotsky, Teori Behavior
tentang stimulasi serta reaksi, Teori Pelajaran Sosial sang Bandura dan masih banyak lagi
yang menceritakan bahwa lingkungan memberikan dampak yg amat signifikan pada
perkembangan kognitif dan perilaku individu manusia. dari sekian banyaknya teori hal yang
demikian timbul karenanya kita sebagai orang tua, pengajar, dan rakyat harus memberikan
lingkungan yang positif kepada anak-anak kita. Terutama saat ini kita berada di era digital
yang ditandai dengan perkembangan teknologi yang kian cepat.
Perkembangan di era digital mengukuhkan pemilihan pendekatan kontruktivisme, yaitu
pengajar tak lagi berperan menjadi sumber yang paling penting pada pelajaran melainkan
mengkontruksi pengetahuan serta melihat peserta didik apakah mempunyai pengetahuan
permulaan, tidak lagi seperti kertas kosong saja (Anshori, 2016). aplikasi pembelajaran yang
diperlukan tak lagi mewajibkan peserta didik untuk duduk saja, melainkan belajar juga bisa
dilakukan kapanpun dan dimanapun.. Hal ini sudah terbukti karena adanya pelaksanaan
pembelajaran metode daring yang dilaksanakan, ,akibatnya yaitu memerlukan kesediaan
pengajar baik secara kompetensi ataupun fasilitas penunjang.

Internet saat ini mempunyai magnet yang pesat, kehadirannya seolah menaklukkan dari
keberadaannya pengajar di kelas. Apabila ditelaah, mulai ramai ditemui siswa yang dapat
merasakan kelas selama saluran internet ada, kejadian ini jelas tidak sama dengan yang
berlangsung 5-10 tahun silam. Adanya perkebangan teknologi wajib diimbangi menggunakan
pengukuhan di bidang lain, sehingga keluasan yang dijadikan dampak perkembangan
teknologi tidak merusak kemampuan siswa yang dioptimalkan dengan penghampiran
konvensional. Selisih ini mesti menerima kepedulian serta akses yang setara pantasnya.
Dengan 2 penghampiran ini mempunyai pengaruh yang penting pada kepandaian serta
pengendalian kemampuan oleh siswa.

Menjadi pengajar pada era digital memerlukan daya yang lebih kuat apabila diperbandingkan
dengan beberapa tahun ke belakang. Berkembangnya dunia komputerisasi adakalanya
membikin korelasi pengajar serta peserta didik tak lagi mirip yang diinginkan. apabila dulu
peserta didik amat menantikan pengajar sebagai datangnya ilmu serta paham baru, tetapi
ketika hal itu akhirnya tak terjadi lagi. Tidak cuma itu, peserta didik pula bermasalah dengan
adanya berita, sehingga yang didapatkan lewat berita komputerisasi melebihi apa yang
semestinya di pelajari.

Perangkat lunak komunikasi yang dilakukan tanpa henti bisa membuat anak-anak terjerumus
dalam dunia lebih bebas serta ilegal. Disana mereka bisa bergaul dengan sosok idola yang
mirip seniman korea, artis hollywood dan sebagainya. Nyatanya, mereka berhasil mirip
dalam aktivitasnya. Hal ini tentu akan menjadi tantangan untuk para pengajar.. Kecanggihan
teknologi bisa mengarah pada hubungan antar peserta didik mungkin diselimuti misteri.
sembari mengobrol dunia maya antara peserta didik tanpa membingungkan orang tua dan
guru amat berbahaya bagi mereka untuk berperilaku dengan nafsu masa muda. Anak muda
kebanyakan tanpa pandangan logis. Tentu, itu mampu berdampak negatif untuk mereka.
Ratih Ibrahim (2012) mengatakan: “Perkembangan teknologi artinya mungkin dengan
menggunakannya dapat membuat anak-anak senang menggunakan informasi yang didapat.
Jadi mari kita tebak jika diperoleh dari internet atau teknologi lainnya apakah berita yang
didapat lengkap dan sempurna".

Pendidikan di era digital yang sudah berkembang, memungkinkan para siswa memperoleh
pengetahuan yang melimpah dengan pesat dan juga mudah. Perubahan ini tentunya
mengharuskan seorang pengajar mempunyai keahlian dalam mengintegrasikan sebuah
teknologi informasi serta komunikasi ke dalam suatu metode pembelajaran. Namun, posisi
seorang guru/dosen saat ini sudah bergeser digantikan oleh pembelajaran era digital yang
sudah berkembang saat ini. Memanfaatkan media digital merupakan salah satu cara
mempermudah proses pembelajaran. Maka dari itu, kehadiran teknologi informasi dan juga
komunikasi dapat menjadi salah satu taktik dalam pembelajaran di era digital ini.

Kemajuan di era digital ini tentunya telah memberi banyak kemudahan bagi siapapun yang
menjangkaunya. Salah satunya adalah dengan berkembangnya media industry online,
termasuk dibidang jasa pelayanan. Hal ini tentu saja dapat menggeser posisi tenaga manusia,
manusia harus mengikuti sejumlah perubahan yang terjadi di era digital ini untuk untuk dapat
bersaing. Maka dari itu, tentunya perubahan ini dapat menjadi tantangan untuk seorang guru
dalam menghadapi hingga menyaingi era digital yang sedang berkembang pesat saat ini.

II. METODE PENELITIAN

Poses penelitian dalam pembuatan artikel ini menggunakan metode kualitatif berupa
menganalisis jurnal. Metode kualitatif juga diperoleh dari studi literatur dengan membaca
atau mencatat informasi yang relevan sehingga dapat dijadikan sumber data. Beragam jenis
jurnal yang berkaitan dengan variabel penelitian ini dikumpulkan kemudian dianalisis serta
ditarik suatu kesimpulan.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pendidikan ialah progres perubahan tingkah laku, perluasan wawasan dan pengalaman hidup
supaya siswa menjadi dewasa dalam berfikir serta berperilaku. Teknologi ini telah menyebar
ke seluruh dunia pendidikan sebagai fasilitas serta infrastuktur hubungan antara guru dan
siswa, karena kemajuan teknologi saat ini memiliki pengaruh positif serta negatif, semestinya
para pengguna teknologi lebih besar memanfaatkan pengaruh positifnya. Pelatih adalah
seorang berpengalaman yang bertanggung jawab untuk mempersiapkan dan menjalankan
pembelajaran; Kekhawatiran; Melakukan pelatihan; Evaluasi hasil investigasi; dan khususnya
penelitian dan pengabdian masyarakat Kristiawan et al. (2019), dunia pendidikan tidak cuma
terfokus pada satu metode, tetapi memiliki banyak teknologi berbeda yang digunakan
tergantung kebutuhan pembelajaran. Sementara obrolan dunia maya antara siswa
membingungkan orang tua dan guru dengan sia-sia, itu sangat berbahaya bagi mereka. untuk
bertindak atas semangat pemuda.

Teknologi digunakan dalam pendidikan dengan berbagai cara dan akan terus digunakan jika
diperlukan untuk memenuhi tuntutan pembelajaran. Pendidikan Modern bergerak dengan
cepat, dan murid-murid sd menghadapi kemajuan teknologi seperti halnya orang dewasa di
era digital. Karena penggunaan teknologi ini secara luas, pelatihan meletakkan dasar untuk
interaksi guru dan siswa yang efektif. Lebih baik bagi pengguna teknologi untuk
memanfaatkan manfaat yang dihasilkannya karena kemajuan teknologi modern memiliki
dampak yang baik maupun buruk. Teori konstruksi sosial dari Vygotsky, teori perilaku dalam
hal stimulus dan reaksi, dan teori.

DAFTAR PUSTAKA

Sofian Abdulatif. (2021). Dampak Pandemi Terhadap Eksistensi Pendidikan di Era Digital.
Era Digital, 1567.

Mahmudah, F. N., & Putra, E. C. S. (2021). Tinjauan pustaka sistematis manajemen


pendidikan: Kerangka konseptual dalam meningkatkan kualitas pendidikan era 4.0. Jurnal
Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 9(1), 43-53.

Putri, D. P. (2018). Pendidikan karakter pada anak sekolah dasar di era digital. AR-RIAYAH:
Jurnal Pendidikan Dasar, 2(1), 37-50.

Ngongo, V. L., Hidayat, T., & Wiyanto, W. (2019, July). Pendidikan Di Era Digital. In
Prosiding Seminar Nasional Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang.

Pebria Dheni Purnasari. (2021). Strategi Pembelajaran Pendidikan Dasar di Perbatasan pada
Era Digital. Jurnal Basicedu, 3091.

Faisal Faliyandra. (2019). Membangun Hubungan Baik Antar Manusia Pada Lingkungan
Pendidikan di Era Teknologi. Jurnal Tri Pusat Kecerdasan Sosial, 22.

Oktavian, R., & Aldya, R. F. (2020). Efektivitas pembelajaran daring terintegrasi di era
pendidikan 4.0. Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, 20(2).
Nur Afif. (2019). Pengajaran dan Pembelajaran di Era Digital. Jurnal Pendidikan Islam,
123,124.

Aziz, T. N. (2019). Strategi pembelajaran era digital. In The Annual Conference on Islamic
Education and Sosial Sience (Vol. 1, No. 2,pp. 308-318).

Retnaningsih, D. (2019). Tantangan dan Strategi Guru di Era Revolusi Industri 4.0 dalam
meningkatkan Kualitas Pendidikan. In Prosiding Seminar Nasional: Kebijakan Dan
Pengembangan Pendidikan Di Era Revolusi Industri (Vol. 4, No. 21, pp. 23-30).

Common questions

Didukung oleh AI

Educators in the digital era face challenges such as reduced reliance on face-to-face learning, the overpowering influence of digital content, and maintaining student engagement. These challenges can be addressed by integrating technology alongside traditional methods, using interactive digital tools to enhance learning, and fostering critical thinking to counteract superficial learning tendencies .

Aligning the educational system with technological advancements is crucial to prepare students for current and future societal demands, enhancing educational quality, and fostering relevant skills. If the system fails to adapt, it risks producing a workforce unprepared for the digital economy, widening the digital divide, and falling behind global educational standards .

Instant access to information shapes modern educational practices by necessitating a shift from rote learning to developing critical thinking skills, fostering an investigative mindset, and teaching digital literacy. It requires educators to focus on how to navigate, evaluate, and synthesize information rather than memorize it, significantly altering traditional teaching methodologies .

Digital educational media demand that educators acquire skills in digital literacy, technology integration, instructional design, and maintaining digital etiquette. This transformation requires continuous professional development to effectively incorporate multimedia resources and manage virtual learning environments, essential for meeting the evolving educational needs of students in the digital age .

Educators should focus on integrating information and communication technology across all subjects, ensuring that learning activities foster creativity and discovery. They need to employ a variety of multimedia tools and resources to improve engagement and learning outcomes. Educators must also continuously upgrade their skills and competencies to adapt to rapidly changing technologies and maintain a balance that reinforces positive digital habits among students .

Digital technology can negatively influence students by promoting instant gratification habits and exposing them to inappropriate content, which may interfere with their developing critical thinking and impulse control capabilities. Continuous exposure to unfiltered digital content can overshadow traditional educational interactions and dilute the depth of understanding achieved in conventional settings .

Digital technology in the educational environment has several positive impacts, including convenience in accessing information, the existence of various educational media, and the delivery of diverse positive content . However, it also brings negative impacts, such as fostering instant habits, facilitating children to access inappropriate content, and increasing the risks of cybercrime .

The current educational environment attempts to balance the dual nature of digital technology by integrating its benefits into the curriculum while implementing measures to mitigate its drawbacks. This includes tailoring content through various educational media while instituting policies and guidance to limit exposure to negative influences, such as inappropriate content and cyber risks .

Multimedia enhances learning in the digital era by creating varied and non-monotonous learning conditions. It supports engagement through diverse formats like videos, which cater to different learning styles, thus improving the quality of both implementation and outcomes. It facilitates faster and richer information acquisition, integral in supporting the evolving needs of education .

In the digital era, constructivist theory suggests that educators no longer serve as the primary source of information. Instead, they facilitate the construction of knowledge, acknowledging that students come with prior knowledge, not as blank slates. This shift necessitates that educators integrate technology effectively into learning activities rather than dictate content .

Anda mungkin juga menyukai