0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
367 tayangan26 halaman

Laporan SKB

Laporan studi kelayakan bisnis Sambal Rujak Gendul menganalisis kelayakan usaha produksi dan pemasaran sambal rujak gendul yang dikemas dalam botol plastik berbentuk unik. Laporan ini mengevaluasi aspek legalitas, pemasaran, sumber daya manusia, produksi, keuangan, sosial dan lingkungan untuk menentukan kelayakan pengembangan usaha ini.

Diunggah oleh

02AdiPutra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
367 tayangan26 halaman

Laporan SKB

Laporan studi kelayakan bisnis Sambal Rujak Gendul menganalisis kelayakan usaha produksi dan pemasaran sambal rujak gendul yang dikemas dalam botol plastik berbentuk unik. Laporan ini mengevaluasi aspek legalitas, pemasaran, sumber daya manusia, produksi, keuangan, sosial dan lingkungan untuk menentukan kelayakan pengembangan usaha ini.

Diunggah oleh

02AdiPutra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS

“SAMBAL RUJAK GENDUL”

Oleh :
Kelompok 7
1. SUPYAN (21808144108)
2. MOH. SUJUD (21808149008)
3. ACHMAD BAEDOWI (21808149021)
4. PUTUT EKO PRASETYO (21808149023)
5. IKA LINA KRISTIANTIKA (21808149024)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2022
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................1

1.1 Latar Belakang.......................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah..................................................................................3

1.3 Tujuan Penulisan....................................................................................3

BAB II PEMBAHASAN....................................................................................4

2.1 Profil Usaha............................................................................................4

2.2 Aspek-Aspek .........................................................................................5

2.3 Aspek Legalitas......................................................................................5

2.4 Aspek Pemasaran...................................................................................6

2.5 Aspek Sumber Daya Manusia................................................................11

2.6 Aspek Produksi dan Operasional...........................................................12

2.7 Aspek Keuangan....................................................................................14

2.8 Aspek Ekonomi dan Sosial....................................................................18

2.9 Aspek Lingkungan Hidup......................................................................19

BAB III Penutup.................................................................................................23

3.1 Kesimpulan............................................................................................23

3.2 Potensi Usaha.........................................................................................23

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Produk sambal kemasan merupakan produk olahan makanan siap saji yang

saat ini berkembang pesat. Ditengah kesibukan aktifitas konsumen produk

olahan makanan instan saat ini banyak diminati. Di tengah era kompetisi pada

produk ini, kami memiliki sebuah produk UMKM yang ingin kami

kembangkan yaitu sambal rujak gendul, sedikit berbeda dengan produk di

pasaran, produk ini dikhususkan untuk melengkapi makanan camilan yang

berupa rujak dan gorengan. Dengan cita rasa pedas manis yang di kemas

dalam botol plastik berbentuk unik dengan beragam variasi yang dinamai

gendul.

Studi kelayakan usaha adalah suatu cara atau metode yang terdiri dari

berbagai aspek untuk menilai layak atau tidaknya suatu kegiatan/usaha yang

dilakukan atau dikembangkan melalui berbagai studi. Tujuannya adalah

mengetahui hasil analisis dan menyimpulkan layak atau tidaknya

pengembangan produk tersebut dalam kegiatan investasi yang dilakukan.

Yang dimaksud kelayakan disini adalah merumuskan bagaimana produk yang

akan dikembangkan mampu mendatangkan manfaat dari segi ekonomi

maupun sosial.

Dalam menyusun studi kelayakan harus mengutamakan beberapa faktor

untuk dinilai dan yang berkaitan dengan beberapa aspek, antara lain aspek

iii
legalitas, aspek pasar dan pemasaran, aspek manajemen sumber daya manusia,

aspek teknik dan operasional, aspek finansial, aspek ekonomi dan sosial, serta

aspek lingkungan hidup.

Aspek legalitas atau hukum adalah analisis legalitas yaitu izin lokasi, NIB,

tanda pendaftaran perusahaan, NPWP, Akta pendirian perusahaan, dari

notaris, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan sebagainya. Kemudian

aspek pasar dan pemasaran menyimpulkan apakah produk akan memiliki

peluang atau tidak. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam aspek ini

yaitu analisis pasar, segmentasi pasar, sasaran pasar, posisi pasar, potensi

pasar, besaran konsumen, daya beli masyarakat, situasi persaingan bisnis dan

lain-lain.

Aspek sumber daya manusia adalah kebutuhan bisnis yang akan

dikembangkan dilihat dari pengalaman dan bidang keahlian sumber daya

manusia sesuai yang diharapkan untuk memenuhi kebutuhan dalam

menjalankan bisnis tersebut. Kemudian aspek operasional berkaitan erat

dengan relevansi operasi atau produksi seperti lokasi pabrik, gudang,

peralatan, mesin, bahan baku, metode produksi, dan lain sebagainya yang

berkaitan dengan produksi.

Aspek keuangan tentu sebagai penentu perjalanan bisnis karena berkaitan

dengan permodalan sehingga dibutuhkan ketelitian dalam proses

penganggaran agar bisnis tidak mengalami kegagalan. Dari seg iinvestasi,

perlu di adakan analisis yang berkaitan dengan net present value, internal rate

of return maupun profitability index sebagai ukuran kelayakan usaha dari segi

iv
keuangan, yang akan membahas perkiraan untung dan rugi sehingga dapat

disimpulkan kelayakan investasi dalam usaha tersebut. Selanjutnya dalam

aspek ekonomi dan sosial, fokus studi kelayakan bisnis adalah analisa dampak

pendirian tempat usaha terhadap lingkungan sekitarnya, apakah

mempengaruhi peningkatan ekonomi dan perilaku sosial di daerah tersebut

atau tidak.

Aspek lingkungan adalah kajian tentang pengaruh bisnis dengan

melakukan analisa dari lingkungan operasional, lingkungan industri,

lingkungan ekonomi sosial dan budaya, lingkungan teknologi, lingkungan

ekologi dan lingkungan global.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penyusunan laporan ini, maka dapat

dirumuskan permasalahan adalah “Apakah produk ini layak atau tidak

dikembangkan berdasarkan studi kelayakan bisnisnya.”

1.3 Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penyusunan

laporan ini adalah untuk “Menyampaikan apakah usaha ini layak atau tidak

untuk dikembangkan berdasarkan studi kelayakan bisnis.”

v
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Profil Usaha

Nama produk usaha ini dinamakan Sambal Rujak Gendul, Bisnis UMKM

ini didirikan dengan nama Sambal Rujak Gendul pada 16 Februari 2018 di

Desa Sambongrejo Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Sambal

Rujak Gendul didirikan dan dimiliki oleh sepasang suami istri yang bernama

Slamet,S.SI kelahiran Pasuruan yang sekarang berusia 42 tahun berprofesi

sebagai IT Trainer dan Miftahulbaiah putra asli Desa Sambongrejo dan berusia

36 tahun berprofesi sebagai Guru Sekolah Dasar di Desa setempat. Resep

pertama didapat dari Ibu yang tinggal di kabupaten Pasuruan dan mendapat

respon positif dari masyarakat sehingga kemudian memproduksi sesuai

permintaan dan mengemas dalam kemasan botol plastik atau gendul dalam

Bahasa Jawa untuk kemudian dijadikan nama produk mereka.

Target pasar dari produk sambal rujak gendul adalah kalangan Ibu-ibu dan

remaja putri yang sering meluangkan waktunya untuk kumpul-kumpul dalam

berbagai kegiatan yang biasanya disertai hidangan makanan camilan, dan disini

produk sambal rujak gendul dihadirkan untuk memberikan kemudahan dalam

kegiatan tersebut dengan menghadirkan sambal rujak dalam kemasan praktis dan

instan sebagai pelengkap camilan baik buah ataupun gorengan.

vi
Alamat UMKM ini berada di Dusun Gumeno RT. 01 RW 06 Desa

Sambongrejo Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa

Timur dan memiliki banyak resseler di berbagai wilayah yang menjadi andalan

dalam strategi pemasaranya selain dari media sosial dan marketplace.

2.2 Aspek-aspek

Dalam laporan ini, kami akan menyusun laporan dari hasil studi

berdasarkan tujuh aspek yang akan kami lakukan studi kelayakan pada masing

masing aspek tersebut. Aspek tersebut adalah aspek legalitas, aspek pasar dan

pemasaran, aspek manajemen sumber daya manusia, aspek teknik dan

operasional, aspek finansial, aspek ekonomi dan sosial, serta aspek lingkungan

hidup.

2.3 Aspek Legalitas

2.3.1 Analisis Kesesuaian Bisnis dengan Hukum

Aspek hukum adalah hal yang penting untuk di perhatikan dalam

sebuah bisnis. Salah satu tujuan dari kajian aspek hukum untuk

mengetahui legalitas bisnis tersebut yang ditetapkan oleh badan hukum.

Tidak kalah penting manfaatnya adalah dengan adanya legalitas ini dapat

dijadikan jaminan-jaminan dalam mencari permodalan untuk

pengembangan yang sementara masih di biayai dengan modal sendiri.

Sambal Rujak Gendul merupakan usaha perseorangan yang didirikan

oleh sepasang suami istri, jadi bentuk usaha Sambal Rujak Gendul adalah

vii
perseorangan sehingga layak dikembangkan untuk menjadi Home Industri

untuk skala yang lebih besar. Untuk pengembangan tersebut tentu usaha-

usaha ini membutuhkan izin usaha yang lengkap, seperti izin lokasi, NIB,

tanda pendaftaran perusahaan, NPWP, akta pendirian perusahaan dari

notaris, surat izin usaha perdagangan (SIUP), BPOM, Sertifikat Halal yang

perlu dilengkapi.

2.3.2 Dukungan masyarakat setempat

Dukungan pemerintah setempat adalah penerbitan Surat Keterangan

Usaha dan dukungan terhadap UMKM yang berkembang di wilayahnya

serta masyarakat yang menerima dengan baik kehadiran tempat usaha

tersebut.

2.3.3 Kesimpulan

Berdasarkan aspek legalitas maka usaha Sambal Rujak Gendul layak

untuk dilakukan pengembangan karena pemerintah setempat mengetahui

dan mendukung tempat usaha tersebut, namun harus melanjutkan

pengurusan surat izin yang lengkap. Selain itu karena merupakan produk

makanan perlu melengkapi izin BPOM dan sertifikat Halal.

2.4 Aspek Pasar dan Pemasaran

2.4.1 Analisis Pasar

Usaha Sambal Rujak Gendul ini mempunyai potensi pasar yang besar

karena pola piker masyarakat yang ingin serba instan dengan tingkat

pendapatan yang terus bertambah. Pola hidup masyarakat rata-rata

viii
menyukai pedas dan kebiasaan kumpul-kumpul para ibu-ibu dan remaja

membuat pasar untuk produk ini terbuka lebar.

2.4.2 Analisis Persaingan

a. Strength (Kekuatan)

Usaha ini telah telah diterima di masyarakat dengan potitioning


yang bagus karena keunikan produknya yang instagramable, menjadi
modal besar dari sisi kekuatan produk, dan mendapatkan endorse
langsung oleh Bupati Bojonegoro di Media Sosial milik beliau.
b. Weakness (Kelemahan)

Produk Sambal Rujak Gendul ini belum memiliki modal dan niat
yang cukup untuk melakukan pengembangan sehingga rawan sekali
untuk ditiru dan dikembangkan pemodal besar
c. Opportunity (Peluang)

Peluang dari bisnis ini adalah produk yang pertama memproduksi


sambal rujak instan sehingga belum banyak persaingan dalam segmen
ini.
d. Treat (Ancaman)

Ancamanya adalah keterlambatan dalam pengembangan membuka


peluang bagi pesaing untuk meniru dan mengembangkan produk
tersebut
2.4.3 Analisis Market Share

Produk ini berupa sambal rujak mampu memenuhi kebutuhan pasar

yang memiliki kesenangan kumpul-kumpul dan mengkonsumsi makanan

ringan. Dengan rasa yang pedas manis menyesuaikan karakter makanan

khas Indonesia membuat produk ini diminati banyak orang dan

menciptakan pangsa pasar sehingga menguasai market share dengan

presentase yang cukup tinggi.


ix
Dengan potitioning yang bagus yaitu menempatkan design

kemasan produk berupa gendul di benak konsumen produk ini memiliki

pangsa pasar yang tinggi terhadap konsumen yang suka memposting

makanan di media sosial miliknya.

2.4.4 Analisis Segmentasi Pasar

a. Geografi

Sambal Rujak Gendul membuka usaha di sekitaran pemukiman

warga di Desa Sambongrejo Kecamatan Sumberrejo Kabupaten

Bojonegoro , daerah dengan akses sarana transportasi dan

pertumbuhan ekonomi yang sangat baik sehingga mudah untuk

dikunjungi dan mudah diakses. Bisnis ini beroperasi hanya di daerah

Bojonegoro, namun dengan memanfaatkan melalui online shop dan

media sosial seperti Instagram dan WhatsApp dapat menjangkau

wilayah di Indonesia dengan kemampuan produk bertahan hingga

enam bulan pada suhu ruangan.

b. Demografi

Produk Sambal Rujak Gendul diterima baik oleh masyarakat dari

semua kalangan baik laki-laki maupun perempuan, dari usia anak-

anak, remaja, sampai dewasa/orang tua.

c. Income Segmentasi

Produk dengan varian ukuran kemasan sudah mampu memenuhi

keinginan konsumen untuk menyesuaikan dengan budget mereka.

Pembuatan catalog sebagai informasi sangat perlu pada segmen ini,

x
untuk kemudian di posting dalam media online shop seperti

Instagram, Marketplace, WA bussines dan lain-lain agar informasi

produk dapat diterima dari semua kalangan

2.4.5 Target Pasar

Target market sambal rujak gendul ini adalah semua kalangan

terutama Ibu-ibu atau muda mudi yang sering kegiatan kumpul-kumpul

dan kebiasaan dengan hidangan makanan camilan.

2.4.6 Positioning

Sambal Rujak Gendul posisi di benak konsumen adalah sambal rujak

instan pertama dalam kemasan botol yang unik.

2.4.7 Strategi Pemasaran

a. Produk

Produk sambal instan sangat cocok di era sekarang dengan design

yang instagramable sehingga konsumen akan sering posting di media

sosial mereka sekaligus promosi yang baik bagi bisnis tersebut.

Produk olahan tersebut juga sehat dikonsumsi karena menggunakan

bahan yang alami.

Varian produk ada empat varian yaitu kapsul, gentong, kiranti dan

bohlam menyesuaikan dengan budget konsumen.

b. Harga

Varian harga disesuaikan dengan nama dan ukuran botol yaitu :

Kapsul Rp. 8.000,-

Kiranti Rp. 15.000,-

xi
Gentong Rp. 20.000,-

Bohlam Rp. 25.000,-

c. Lokasi

Lokasi usaha berada di Dusun Gumeno RT 01/RW. 01 di Desa

Sambongrejo dimana masyarakat setempat suka kumpul-kumpul baik

arisan maupun kegiatan lain. Selain tempat usaha, distribusi produk

juga perlu untuk dipertimbangkan seperti penyediaan layanan antar

akan membuat konsumen menjadi lebih mudah untuk memperoleh

produk Sambal Rujak Gendul.

d. Promosi

Usaha Sambal Rujak Gendul ini akan memberikan informasi

seputar diskon dan promo-promo yang sangat menarik melalui online

shop dan resseler. Promosi atau endorse langsung oleh Bupati

Bojonegoro membuat produk ini sangat layak dikembangkan karena

sudah banyak yang mengenal.

2.4.8 Kesimpulan Analisis Aspek Pasar dan Pemasaran

Dari analisis potensi pasar, market share dan strategi pemasaran,

bisnis Sambal Rujak Gendul ini diterima dengan sangat baik oleh

konsumen sehingga layak untuk dikembangkan dengan merambah

pasar yang lebih luas melalui promosi yang lebih intensif.

xii
2.5 Aspek Sumber Daya Manusia

2.5.1 Analisis Kebutuhan Kerja

Usaha ini membutuhkan tiga orang tenaga kerja yaitu 1 orang

sebagai penyedia bahan baku dan produksi,1 orang bagian akuntan dan

1 orang bagian pemasaran dengan upah masing-masing Rp. 600.000

/Bulan dengan bonus diluar upah jika ada peningkatan pendapatan.

2.5.2 Analisis Kemampuan Memenuhi Kebutuhan Tenaga Kerja

Berhubungan dengan analisis kebutuhan tenaga kerja yang

membutuhkan karyawan pada bidang tersebut yaitu :

a. Bidang produksi Sambal Rujak Gendul

- Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik

- Mampu menjalankan tugas dengan baik

- Mampu beradaptasi dengan lingkungan

- Berpikir kritis dan dapat memecahkan masalah

- Dapat memgambil keputusan yang tepat

- Dapat menjalin kerja sama dengan tim

- Displin, cekatan, jujur dan teliti

- Menjaga kerahasiaan resep

b. Bidang Pemasaran

- Ramah dan high performance

- Menunjukkan keefektifan dalam mengadakan percakapan dengan

pelanggan dan dalam pengembangan produk

- Memiliki kemampuan mengkoordinasikan usaha tim

xiii
- Mampu memberikan saran dan masukan yang berguna bagi

usaha

- Aktif di sosial media, cekatan, jujur dan teliti.

c. Bidang akuntansi

- Mampu mengimplementasikan ilmu keuangan

- Disiplin, cekatan dan teliti

- Dapat dipercaya, adil, jujur dan tidak berprasangka buruk

- Memiliki kompetensi dan profesional dalam bekerja

d. Bidang Pengantaran (kurir)

- Disiplin, cekatan dan teliti

- Dapat mengendarai kendaraan roda dua atau roda empat

- Dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat

- Jujur, ramah dan dapat dipercaya

2.5.3 Kesimpulan Kelayakan Aspek Manajemen Sumber Daya Manusia

Dari analisis kebutuhan tenaga kerja, kemampuan tenaga kerja

yang memenuhi, sesuai kebutuhan usaha dan perusahaan dapat

memenuhi kebutuhan tenaga kerja sehingga kompetensi dapat terjaga

dengan baik dan perusahaan berjalan dengan sistematis seperti yang

diharapkan.

2.6 Aspek Produksi dan Operasional

2.6.1 Analisa Lokasi Bisnis

xiv
Lokasi usaha Sambal Rujak Gendul membuka usaha di sekitaran

pemukiman warga di Desa Sambongrejo Kecamatan Sumberrejo

Kabupaten Bojonegoro ,daerah dengan akses sarana transportasi yang

baik dan jarang terjadi bencana alam sehingga kemungkinan force

major sangat kecil.

Lokasi juga dekat dengan bahan baku karena banyak petani cabai

di wilayah setempat,serta jarak dengan pasar lokal hanya 3 kilo meter.

2.6.2 Analisa Luas Produksi

Kapasitas produksi mampu menghasilkan 35 botol dalam sehari,

distribusi produk ini dapat menyebarluas ke seluruh wilayah Kabupaten

Bojonegoro bahkan untuk penjualan melalui media online mampu

menembus area Jawa Timur dan sekitarnya .

2.6.3 Analisa Layout Pabrik

Layout pabrik masih sederhana karena skala produksi rumah

tangga dan dikerjakan di Rumahan.

2.6.4 Analisa Kesiapan Teknologi

Teknologi mesin yang digunakan dalam produksi berupa peralatan

yang masih sederhana. Namun teknologi tersebut mampu untuk

menghasilkan output yang cukup banyak.

2.6.5 Kesimpulan Analisis Produksi dan opersional

Dari analisis lokasi bisnis, luas produksi, layout pabrik, dan

kesiapan teknologi, dapat disimpulkan bahwa posisi tempat usaha

perusahaan ini sangat strategis karena cukup dekat dengan bahan baku.

xv
Meskipun belum memiliki pabrik namun bisnis kami telah mampu

memenuhi permintaan 35 kemasan botol perhari.

2.7 Aspek Keuangan

2.7.1 Sumber Pendanaan

Tabel 1 : Perolehan Modal

Uraian Jumlah

Modal sendiri 0-

Pinjaman KUR BRI bunga 2,5% Rp. 24.104.500,-

Jumlah Rp. 24.104.500,-

2.7.2 Analisa Kebutuhan Investasi Awal

Tabel 2 : Peralatan

Pembelian
No Kuantitas Satuan Harga Jumlah
Peralatan

1 Blender 2 Unit Rp. 350.000 Rp. 700.000

2 Kompor 2 Unit Rp. 500.000 Rp. 1.000.000

3 Tabung LPG 2 Unit Rp. 250.000 Rp. 500.000

4 Baskom 5 Unit Rp. 10.000 Rp. 50.000

5 Timbangan 2 Unit Rp. 50.000 Rp. 100.000

6 Kendaraan 1 Unit Rp. 15.000.000 Rp. 15.000.000

TOTAL Rp. 17.350.000

xvi
Tabel 3 : Bahan Habis Pakai

Bahan Habis
No Kuantitas Satuan Harga Jumlah/bulan
Pakai
1 Cabai Merah 10 Kg Rp. 35.000 Rp. 350.000
2 Cabai Rawit 5 Kg Rp. 37.500 Rp. 375.000
3 Gula Merah 100 Kg Rp. 20.000 Rp. 200.000
4 Asam Jawa 1 Kg Rp. 40.000 Rp. 40.000
5 Terasi 1 Kg Rp. 50.000 Rp. 50.000
6 Garam 1 Kg Rp. 7.000 Rp. 7.000
7 Botol Kemasan 1000 Buah Rp. 1.200 Rp. 1.200.000
8 Label 1000 Lembar Rp. 200 Rp. 200.000
TOTAL Rp. 4.034.500
Kapasitas Produksi /bulan = 800

Tabel 4 : Biaya Operasional

Biaya Perjalanan (Produksi)


Biaya Perjalanan
No. Kuantitas Satuan Harga Jumlah
(Produksi)
1 Perjalanan Belanja 30 Liter Rp. 12.000 Rp. 360.000
Bahan
2 Upah Karyawan 3 Bulan Rp. 600.000 Rp. 1.800.000
TOTAL Rp. 2.160.000

Biaya Lain-Lain
Biaya Perjalanan
No. Kuantitas Satuan Harga Jumlah
(Pemasaran)
1 Perjalanan 30 Liter Rp. 12.000 Rp. 360.000

xvii
Pemasaran
2 Lain-lain 1 Bulan Rp. 200.000 Rp. 200.000
TOTAL Rp. 560.000
Tabel 5 : Total Investasi

No Keterangan Jumlah

1 Perlengkapan yang digunakan Rp. 17.350.000

2 Bahan habis pakai Rp. 4.034.500

3 Perjalanan Rp. 2.160.000

4 Lain-lain Rp. 560.000

Jumlah Total (Investasi) Rp. 24. 104.500

Tabel 6 : Estimasi Penyusutan

Nama Nilai Umur Penyusutan Penyusutan Penyusutan


No Nilai
Peralatan Residu Ekonomis per tahun per bulan per unit
1 Blender 700.000 5.000 5 139.000 11.583 381
2 Kompor 1.000.000 5.000 5 199.000 16.583 545
3 Tabung 500.000 5.000 5 99.000 8.250 271
LPG
4 Baskom 50.000 5.000 5 9.000 750 25
5 Timbangan 100.000 5.000 5 19.000 1.583 52
6 Kendaraan 15.000.000 10.000.000 5 1.000.000 83.333 2.740
Jumlah Total 1.465.000 122.083 4.014

Tabel 7 : Estimasi Laba Rugi

xviii
2.7.3 Arus Kas Masuk (Cash Flow)

Tabel 8 : Estimasi Cash Flow

Tabel 9 : Estimasi Pay Back Period

2.7.5 Net Present Value (NPV)

Tabel 10 : Net Present Value (NPV)

xix
1. Revenue Cost Ratio

R/C RATIO TAHUN 1


HASIL PENJUALAN Rp 141.600.000,00
COST Rp 129.241.875,00
R/C 1,095620131

Usaha ini dinilai layak karena nilai R/C >1, yaitu 1,095
2. IRR

IRR 0,340251054

Usaha ini dinilai layak karena IRR 0,340 di atas bunga pinjaman yang

sebesar 0,025

2.8 Aspek Ekonomi dan Sosial

2.8.1 Dampak Positif Ekonomi

a. Menambah dan membantu pendapatan ekonomi keluarga dan

karyawan juga berpeluang menjadi sumber pendapatan utama

b. Tidak mengganggu aktifitas utama pemilik usaha sebagai guru dan

trainer

c. Mampu mengurangi jumlah pengangguran

d. Memanfaatkan peluang usaha

2.8.2 Dampak Positif Sosial

a. Diterima oleh masyarakat luas

xx
b. Memudahkan kebutuhan masyarakat dalam hal memenuhi

kebutuhan sambal rujak

c. Apabila usaha dapat berkembang dengan baik tentunya akan

membutuhan tambahan karyawan dan memberdayakan SDM

sekitar

d. Motivasi bagi calon pengusaha lain

2.8.3 Kesimpulan Aspek Ekonomi dan Sosial

Apabila bisnis Sambal Rujak Gendul yang dikembangkan dapat

sukses tentu akan membutuhkan tambahan karyawan sehingga mampu

meningkatkan ekonomi karyawan dan mengurangi jumlah

pengangguran serta memberi daya motivasi pengusaha lain yang akan

tentu meningkatkan PDRB dan pendapatan per kapita di wilayah

tersebut.

2.9 Aspek Lingkungan Hidup

2.9.1 Analisa Lingkungan Hidup

a. Pemasok

Pemasok tidak merujuk kepada satu tempat melainkan lebih dari

satu agar menciptakan persaingan yang sehat dari pemasok untuk

mendapatkan bahan baku yang berkualitas dan harga proporsional.

b. Pelanggan

Dari analisis data konsumen didapatkan value dari pelanggan yang

baik untuk melakukan repeat order dan menjadi reseller atau

xxi
sarana promosi secara tulus

c. Pegawai

Dapat memenuhi kebutuhan karyawan dan memberikan

pendapatan sekaligus meningkatkan kemampuan atau skill yang

mereka miliki

2.9.2 Analisa Lingkungan Industri

a. Pesaing

Persaingan produk sambal memang sudah sangat besar namun

untuk produk sambal rujak masih sangat jarang sehingga

persaingan dalam bisnis produk ini cenderung sehat

b. Kekuatan Pemasok

Kekuatan pemasok tentunya sangat lumayan tinggi, karena

pemasok tidak diambil dari satu toko saja, maka kami dapat

mengontrol ketersediaan harga dan kualitas bahan-bahan yang

diperlukan secara mudah

c. Kekuatan Pembeli

Dari data yang ada bahwa masyarakat menyukai makanan instan

dan cenderung suka makanan pedas, kemudian kemasan yang

sangat disukai oleh pembeli

d. Hambatan Masuk

Hambatan masuk produk ini tidak terlalu besar karena telah

memposisikan produk sebagai produk sambal rujak kemasan

xxii
pertama

2.9.3 Analisa Lingkungan

a. Ekonomi

Dalam data pengamatan yang dilakukan hasilnya merupakan daya

beli dan permintaan warga yang relatif tinggi terhadap produk ini,

karena dengan harga yang bervariasi yang sangat terjangkau oleh

konsumen

b. Sosial dan Budaya

Dari hasil riset masyarakat di lingkungan bisnis kami memiliki

opini dan gaya hidup suka bersosial tinggi dan senang berkumpul

dengan hidangan camilan dicocol dengan sambal. Menyukai

kegiatan yang instan dan suka posting makanan di media sosial

c. Teknologi

Peralatan atau mesin yang digunakan dalam produksi peralatan

sederhana berupa blender, baskom dan lain-lain. Namun dalam

perjalanan dan mengatur promosi online dan offline pencatatan

dan penjualan atau pembelian yaitu menggunakan teknologi

smartphone dan laptop. Teknologi tersebut mampu menghasilkan

produk untuk memenuhi permintaan konsumen

d. Ekologi

Dari data yang diperoleh melalui riset pada masyarakat di sekitar

lokasi usaha ini tidak terdapat sumber pencemaran pada

xxiii
lingkungan sekitar dilihat dari limbah produksi yang dapat

menyebabkan pencemaran dan kerusakan pada lingkungan sekitar

e. Global

Dalam upaya mencapai lingkungan dunia, usaha ini dapat menjadi

sumber pencemaran pada lingkungan karena penggunaan kemasan

masih menggunakan botol plastik

2.9.4 Kesimpulan Aspek Lingkungan

Dari analisis aspek lingkungan operasional, lingkungan persaingan

dan lingkungan ekonomi dapat disimpulkan bahwa bisnis ini

berpotensi baik untuk dijalankan karena hambatan-hambatan relatif

sedikit namun pada sisi kemasan perlu dipertimbangkan untuk

mengganti dengan bahan yang lebih ramah lingkungan seperti kertas.

xxiv
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sambal Rujak Gendul merupakan produk makanan olahan dalam kemasan

yang disajikan secara instant untuk memenuhi kebutuhan sambal cocol untuk

makanan ringan seperti rujak dan gorengan. Produk ini akan memenuhi

kebutuhan masyarakat yang biasa kumpul kumpul sambal rujakan atau

mengkonsumsi camilan. Dengan cita rasa pedas manis akan sangat cocok

dengan lidah masyarakat Indonesia pada umumnya.

Produk ini telah beredar dan diterima oleh masyarakat dalam skala yang

masih kecil dan dengan manajemen yang sangat sederhana dari semua aspek.

Maka dari studi kelayakan dalam pengembangan usaha ini sangat layak untuk

dikembangkan pada skala yang lebih luas dari semua aspek yang telah di teliti

dan memenuhi.

3.2 Potensi usaha

Di era sekarang tentu saja produk olahan makanan instan yang unik akan

sangat digemari dan banyak dicari konsumen, tentu ini ke depan akan

menjadi prospek yang sangat bagus dengan keuntungan yang menjanjikan.

Tentu saja untuk memenuhi kebutuhan konsumen sekarang tidak hanya pada

produknya yang sudah baik namun juga dengan keterampilan pemasarannya

xxv
untuk dijadikan kebutuhan media sosial bagi mereka. Oleh karena itu usaha

ini memiliki potensi usaha yang sangat baik

xxvi

Anda mungkin juga menyukai