LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS
“SAMBAL RUJAK GENDUL”
Oleh :
Kelompok 7
1. SUPYAN (21808144108)
2. MOH. SUJUD (21808149008)
3. ACHMAD BAEDOWI (21808149021)
4. PUTUT EKO PRASETYO (21808149023)
5. IKA LINA KRISTIANTIKA (21808149024)
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2022
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................1
1.1 Latar Belakang.......................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..................................................................................3
1.3 Tujuan Penulisan....................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................4
2.1 Profil Usaha............................................................................................4
2.2 Aspek-Aspek .........................................................................................5
2.3 Aspek Legalitas......................................................................................5
2.4 Aspek Pemasaran...................................................................................6
2.5 Aspek Sumber Daya Manusia................................................................11
2.6 Aspek Produksi dan Operasional...........................................................12
2.7 Aspek Keuangan....................................................................................14
2.8 Aspek Ekonomi dan Sosial....................................................................18
2.9 Aspek Lingkungan Hidup......................................................................19
BAB III Penutup.................................................................................................23
3.1 Kesimpulan............................................................................................23
3.2 Potensi Usaha.........................................................................................23
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Produk sambal kemasan merupakan produk olahan makanan siap saji yang
saat ini berkembang pesat. Ditengah kesibukan aktifitas konsumen produk
olahan makanan instan saat ini banyak diminati. Di tengah era kompetisi pada
produk ini, kami memiliki sebuah produk UMKM yang ingin kami
kembangkan yaitu sambal rujak gendul, sedikit berbeda dengan produk di
pasaran, produk ini dikhususkan untuk melengkapi makanan camilan yang
berupa rujak dan gorengan. Dengan cita rasa pedas manis yang di kemas
dalam botol plastik berbentuk unik dengan beragam variasi yang dinamai
gendul.
Studi kelayakan usaha adalah suatu cara atau metode yang terdiri dari
berbagai aspek untuk menilai layak atau tidaknya suatu kegiatan/usaha yang
dilakukan atau dikembangkan melalui berbagai studi. Tujuannya adalah
mengetahui hasil analisis dan menyimpulkan layak atau tidaknya
pengembangan produk tersebut dalam kegiatan investasi yang dilakukan.
Yang dimaksud kelayakan disini adalah merumuskan bagaimana produk yang
akan dikembangkan mampu mendatangkan manfaat dari segi ekonomi
maupun sosial.
Dalam menyusun studi kelayakan harus mengutamakan beberapa faktor
untuk dinilai dan yang berkaitan dengan beberapa aspek, antara lain aspek
iii
legalitas, aspek pasar dan pemasaran, aspek manajemen sumber daya manusia,
aspek teknik dan operasional, aspek finansial, aspek ekonomi dan sosial, serta
aspek lingkungan hidup.
Aspek legalitas atau hukum adalah analisis legalitas yaitu izin lokasi, NIB,
tanda pendaftaran perusahaan, NPWP, Akta pendirian perusahaan, dari
notaris, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan sebagainya. Kemudian
aspek pasar dan pemasaran menyimpulkan apakah produk akan memiliki
peluang atau tidak. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam aspek ini
yaitu analisis pasar, segmentasi pasar, sasaran pasar, posisi pasar, potensi
pasar, besaran konsumen, daya beli masyarakat, situasi persaingan bisnis dan
lain-lain.
Aspek sumber daya manusia adalah kebutuhan bisnis yang akan
dikembangkan dilihat dari pengalaman dan bidang keahlian sumber daya
manusia sesuai yang diharapkan untuk memenuhi kebutuhan dalam
menjalankan bisnis tersebut. Kemudian aspek operasional berkaitan erat
dengan relevansi operasi atau produksi seperti lokasi pabrik, gudang,
peralatan, mesin, bahan baku, metode produksi, dan lain sebagainya yang
berkaitan dengan produksi.
Aspek keuangan tentu sebagai penentu perjalanan bisnis karena berkaitan
dengan permodalan sehingga dibutuhkan ketelitian dalam proses
penganggaran agar bisnis tidak mengalami kegagalan. Dari seg iinvestasi,
perlu di adakan analisis yang berkaitan dengan net present value, internal rate
of return maupun profitability index sebagai ukuran kelayakan usaha dari segi
iv
keuangan, yang akan membahas perkiraan untung dan rugi sehingga dapat
disimpulkan kelayakan investasi dalam usaha tersebut. Selanjutnya dalam
aspek ekonomi dan sosial, fokus studi kelayakan bisnis adalah analisa dampak
pendirian tempat usaha terhadap lingkungan sekitarnya, apakah
mempengaruhi peningkatan ekonomi dan perilaku sosial di daerah tersebut
atau tidak.
Aspek lingkungan adalah kajian tentang pengaruh bisnis dengan
melakukan analisa dari lingkungan operasional, lingkungan industri,
lingkungan ekonomi sosial dan budaya, lingkungan teknologi, lingkungan
ekologi dan lingkungan global.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penyusunan laporan ini, maka dapat
dirumuskan permasalahan adalah “Apakah produk ini layak atau tidak
dikembangkan berdasarkan studi kelayakan bisnisnya.”
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penyusunan
laporan ini adalah untuk “Menyampaikan apakah usaha ini layak atau tidak
untuk dikembangkan berdasarkan studi kelayakan bisnis.”
v
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Profil Usaha
Nama produk usaha ini dinamakan Sambal Rujak Gendul, Bisnis UMKM
ini didirikan dengan nama Sambal Rujak Gendul pada 16 Februari 2018 di
Desa Sambongrejo Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Sambal
Rujak Gendul didirikan dan dimiliki oleh sepasang suami istri yang bernama
Slamet,S.SI kelahiran Pasuruan yang sekarang berusia 42 tahun berprofesi
sebagai IT Trainer dan Miftahulbaiah putra asli Desa Sambongrejo dan berusia
36 tahun berprofesi sebagai Guru Sekolah Dasar di Desa setempat. Resep
pertama didapat dari Ibu yang tinggal di kabupaten Pasuruan dan mendapat
respon positif dari masyarakat sehingga kemudian memproduksi sesuai
permintaan dan mengemas dalam kemasan botol plastik atau gendul dalam
Bahasa Jawa untuk kemudian dijadikan nama produk mereka.
Target pasar dari produk sambal rujak gendul adalah kalangan Ibu-ibu dan
remaja putri yang sering meluangkan waktunya untuk kumpul-kumpul dalam
berbagai kegiatan yang biasanya disertai hidangan makanan camilan, dan disini
produk sambal rujak gendul dihadirkan untuk memberikan kemudahan dalam
kegiatan tersebut dengan menghadirkan sambal rujak dalam kemasan praktis dan
instan sebagai pelengkap camilan baik buah ataupun gorengan.
vi
Alamat UMKM ini berada di Dusun Gumeno RT. 01 RW 06 Desa
Sambongrejo Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa
Timur dan memiliki banyak resseler di berbagai wilayah yang menjadi andalan
dalam strategi pemasaranya selain dari media sosial dan marketplace.
2.2 Aspek-aspek
Dalam laporan ini, kami akan menyusun laporan dari hasil studi
berdasarkan tujuh aspek yang akan kami lakukan studi kelayakan pada masing
masing aspek tersebut. Aspek tersebut adalah aspek legalitas, aspek pasar dan
pemasaran, aspek manajemen sumber daya manusia, aspek teknik dan
operasional, aspek finansial, aspek ekonomi dan sosial, serta aspek lingkungan
hidup.
2.3 Aspek Legalitas
2.3.1 Analisis Kesesuaian Bisnis dengan Hukum
Aspek hukum adalah hal yang penting untuk di perhatikan dalam
sebuah bisnis. Salah satu tujuan dari kajian aspek hukum untuk
mengetahui legalitas bisnis tersebut yang ditetapkan oleh badan hukum.
Tidak kalah penting manfaatnya adalah dengan adanya legalitas ini dapat
dijadikan jaminan-jaminan dalam mencari permodalan untuk
pengembangan yang sementara masih di biayai dengan modal sendiri.
Sambal Rujak Gendul merupakan usaha perseorangan yang didirikan
oleh sepasang suami istri, jadi bentuk usaha Sambal Rujak Gendul adalah
vii
perseorangan sehingga layak dikembangkan untuk menjadi Home Industri
untuk skala yang lebih besar. Untuk pengembangan tersebut tentu usaha-
usaha ini membutuhkan izin usaha yang lengkap, seperti izin lokasi, NIB,
tanda pendaftaran perusahaan, NPWP, akta pendirian perusahaan dari
notaris, surat izin usaha perdagangan (SIUP), BPOM, Sertifikat Halal yang
perlu dilengkapi.
2.3.2 Dukungan masyarakat setempat
Dukungan pemerintah setempat adalah penerbitan Surat Keterangan
Usaha dan dukungan terhadap UMKM yang berkembang di wilayahnya
serta masyarakat yang menerima dengan baik kehadiran tempat usaha
tersebut.
2.3.3 Kesimpulan
Berdasarkan aspek legalitas maka usaha Sambal Rujak Gendul layak
untuk dilakukan pengembangan karena pemerintah setempat mengetahui
dan mendukung tempat usaha tersebut, namun harus melanjutkan
pengurusan surat izin yang lengkap. Selain itu karena merupakan produk
makanan perlu melengkapi izin BPOM dan sertifikat Halal.
2.4 Aspek Pasar dan Pemasaran
2.4.1 Analisis Pasar
Usaha Sambal Rujak Gendul ini mempunyai potensi pasar yang besar
karena pola piker masyarakat yang ingin serba instan dengan tingkat
pendapatan yang terus bertambah. Pola hidup masyarakat rata-rata
viii
menyukai pedas dan kebiasaan kumpul-kumpul para ibu-ibu dan remaja
membuat pasar untuk produk ini terbuka lebar.
2.4.2 Analisis Persaingan
a. Strength (Kekuatan)
Usaha ini telah telah diterima di masyarakat dengan potitioning
yang bagus karena keunikan produknya yang instagramable, menjadi
modal besar dari sisi kekuatan produk, dan mendapatkan endorse
langsung oleh Bupati Bojonegoro di Media Sosial milik beliau.
b. Weakness (Kelemahan)
Produk Sambal Rujak Gendul ini belum memiliki modal dan niat
yang cukup untuk melakukan pengembangan sehingga rawan sekali
untuk ditiru dan dikembangkan pemodal besar
c. Opportunity (Peluang)
Peluang dari bisnis ini adalah produk yang pertama memproduksi
sambal rujak instan sehingga belum banyak persaingan dalam segmen
ini.
d. Treat (Ancaman)
Ancamanya adalah keterlambatan dalam pengembangan membuka
peluang bagi pesaing untuk meniru dan mengembangkan produk
tersebut
2.4.3 Analisis Market Share
Produk ini berupa sambal rujak mampu memenuhi kebutuhan pasar
yang memiliki kesenangan kumpul-kumpul dan mengkonsumsi makanan
ringan. Dengan rasa yang pedas manis menyesuaikan karakter makanan
khas Indonesia membuat produk ini diminati banyak orang dan
menciptakan pangsa pasar sehingga menguasai market share dengan
presentase yang cukup tinggi.
ix
Dengan potitioning yang bagus yaitu menempatkan design
kemasan produk berupa gendul di benak konsumen produk ini memiliki
pangsa pasar yang tinggi terhadap konsumen yang suka memposting
makanan di media sosial miliknya.
2.4.4 Analisis Segmentasi Pasar
a. Geografi
Sambal Rujak Gendul membuka usaha di sekitaran pemukiman
warga di Desa Sambongrejo Kecamatan Sumberrejo Kabupaten
Bojonegoro , daerah dengan akses sarana transportasi dan
pertumbuhan ekonomi yang sangat baik sehingga mudah untuk
dikunjungi dan mudah diakses. Bisnis ini beroperasi hanya di daerah
Bojonegoro, namun dengan memanfaatkan melalui online shop dan
media sosial seperti Instagram dan WhatsApp dapat menjangkau
wilayah di Indonesia dengan kemampuan produk bertahan hingga
enam bulan pada suhu ruangan.
b. Demografi
Produk Sambal Rujak Gendul diterima baik oleh masyarakat dari
semua kalangan baik laki-laki maupun perempuan, dari usia anak-
anak, remaja, sampai dewasa/orang tua.
c. Income Segmentasi
Produk dengan varian ukuran kemasan sudah mampu memenuhi
keinginan konsumen untuk menyesuaikan dengan budget mereka.
Pembuatan catalog sebagai informasi sangat perlu pada segmen ini,
x
untuk kemudian di posting dalam media online shop seperti
Instagram, Marketplace, WA bussines dan lain-lain agar informasi
produk dapat diterima dari semua kalangan
2.4.5 Target Pasar
Target market sambal rujak gendul ini adalah semua kalangan
terutama Ibu-ibu atau muda mudi yang sering kegiatan kumpul-kumpul
dan kebiasaan dengan hidangan makanan camilan.
2.4.6 Positioning
Sambal Rujak Gendul posisi di benak konsumen adalah sambal rujak
instan pertama dalam kemasan botol yang unik.
2.4.7 Strategi Pemasaran
a. Produk
Produk sambal instan sangat cocok di era sekarang dengan design
yang instagramable sehingga konsumen akan sering posting di media
sosial mereka sekaligus promosi yang baik bagi bisnis tersebut.
Produk olahan tersebut juga sehat dikonsumsi karena menggunakan
bahan yang alami.
Varian produk ada empat varian yaitu kapsul, gentong, kiranti dan
bohlam menyesuaikan dengan budget konsumen.
b. Harga
Varian harga disesuaikan dengan nama dan ukuran botol yaitu :
Kapsul Rp. 8.000,-
Kiranti Rp. 15.000,-
xi
Gentong Rp. 20.000,-
Bohlam Rp. 25.000,-
c. Lokasi
Lokasi usaha berada di Dusun Gumeno RT 01/RW. 01 di Desa
Sambongrejo dimana masyarakat setempat suka kumpul-kumpul baik
arisan maupun kegiatan lain. Selain tempat usaha, distribusi produk
juga perlu untuk dipertimbangkan seperti penyediaan layanan antar
akan membuat konsumen menjadi lebih mudah untuk memperoleh
produk Sambal Rujak Gendul.
d. Promosi
Usaha Sambal Rujak Gendul ini akan memberikan informasi
seputar diskon dan promo-promo yang sangat menarik melalui online
shop dan resseler. Promosi atau endorse langsung oleh Bupati
Bojonegoro membuat produk ini sangat layak dikembangkan karena
sudah banyak yang mengenal.
2.4.8 Kesimpulan Analisis Aspek Pasar dan Pemasaran
Dari analisis potensi pasar, market share dan strategi pemasaran,
bisnis Sambal Rujak Gendul ini diterima dengan sangat baik oleh
konsumen sehingga layak untuk dikembangkan dengan merambah
pasar yang lebih luas melalui promosi yang lebih intensif.
xii
2.5 Aspek Sumber Daya Manusia
2.5.1 Analisis Kebutuhan Kerja
Usaha ini membutuhkan tiga orang tenaga kerja yaitu 1 orang
sebagai penyedia bahan baku dan produksi,1 orang bagian akuntan dan
1 orang bagian pemasaran dengan upah masing-masing Rp. 600.000
/Bulan dengan bonus diluar upah jika ada peningkatan pendapatan.
2.5.2 Analisis Kemampuan Memenuhi Kebutuhan Tenaga Kerja
Berhubungan dengan analisis kebutuhan tenaga kerja yang
membutuhkan karyawan pada bidang tersebut yaitu :
a. Bidang produksi Sambal Rujak Gendul
- Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik
- Mampu menjalankan tugas dengan baik
- Mampu beradaptasi dengan lingkungan
- Berpikir kritis dan dapat memecahkan masalah
- Dapat memgambil keputusan yang tepat
- Dapat menjalin kerja sama dengan tim
- Displin, cekatan, jujur dan teliti
- Menjaga kerahasiaan resep
b. Bidang Pemasaran
- Ramah dan high performance
- Menunjukkan keefektifan dalam mengadakan percakapan dengan
pelanggan dan dalam pengembangan produk
- Memiliki kemampuan mengkoordinasikan usaha tim
xiii
- Mampu memberikan saran dan masukan yang berguna bagi
usaha
- Aktif di sosial media, cekatan, jujur dan teliti.
c. Bidang akuntansi
- Mampu mengimplementasikan ilmu keuangan
- Disiplin, cekatan dan teliti
- Dapat dipercaya, adil, jujur dan tidak berprasangka buruk
- Memiliki kompetensi dan profesional dalam bekerja
d. Bidang Pengantaran (kurir)
- Disiplin, cekatan dan teliti
- Dapat mengendarai kendaraan roda dua atau roda empat
- Dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat
- Jujur, ramah dan dapat dipercaya
2.5.3 Kesimpulan Kelayakan Aspek Manajemen Sumber Daya Manusia
Dari analisis kebutuhan tenaga kerja, kemampuan tenaga kerja
yang memenuhi, sesuai kebutuhan usaha dan perusahaan dapat
memenuhi kebutuhan tenaga kerja sehingga kompetensi dapat terjaga
dengan baik dan perusahaan berjalan dengan sistematis seperti yang
diharapkan.
2.6 Aspek Produksi dan Operasional
2.6.1 Analisa Lokasi Bisnis
xiv
Lokasi usaha Sambal Rujak Gendul membuka usaha di sekitaran
pemukiman warga di Desa Sambongrejo Kecamatan Sumberrejo
Kabupaten Bojonegoro ,daerah dengan akses sarana transportasi yang
baik dan jarang terjadi bencana alam sehingga kemungkinan force
major sangat kecil.
Lokasi juga dekat dengan bahan baku karena banyak petani cabai
di wilayah setempat,serta jarak dengan pasar lokal hanya 3 kilo meter.
2.6.2 Analisa Luas Produksi
Kapasitas produksi mampu menghasilkan 35 botol dalam sehari,
distribusi produk ini dapat menyebarluas ke seluruh wilayah Kabupaten
Bojonegoro bahkan untuk penjualan melalui media online mampu
menembus area Jawa Timur dan sekitarnya .
2.6.3 Analisa Layout Pabrik
Layout pabrik masih sederhana karena skala produksi rumah
tangga dan dikerjakan di Rumahan.
2.6.4 Analisa Kesiapan Teknologi
Teknologi mesin yang digunakan dalam produksi berupa peralatan
yang masih sederhana. Namun teknologi tersebut mampu untuk
menghasilkan output yang cukup banyak.
2.6.5 Kesimpulan Analisis Produksi dan opersional
Dari analisis lokasi bisnis, luas produksi, layout pabrik, dan
kesiapan teknologi, dapat disimpulkan bahwa posisi tempat usaha
perusahaan ini sangat strategis karena cukup dekat dengan bahan baku.
xv
Meskipun belum memiliki pabrik namun bisnis kami telah mampu
memenuhi permintaan 35 kemasan botol perhari.
2.7 Aspek Keuangan
2.7.1 Sumber Pendanaan
Tabel 1 : Perolehan Modal
Uraian Jumlah
Modal sendiri 0-
Pinjaman KUR BRI bunga 2,5% Rp. 24.104.500,-
Jumlah Rp. 24.104.500,-
2.7.2 Analisa Kebutuhan Investasi Awal
Tabel 2 : Peralatan
Pembelian
No Kuantitas Satuan Harga Jumlah
Peralatan
1 Blender 2 Unit Rp. 350.000 Rp. 700.000
2 Kompor 2 Unit Rp. 500.000 Rp. 1.000.000
3 Tabung LPG 2 Unit Rp. 250.000 Rp. 500.000
4 Baskom 5 Unit Rp. 10.000 Rp. 50.000
5 Timbangan 2 Unit Rp. 50.000 Rp. 100.000
6 Kendaraan 1 Unit Rp. 15.000.000 Rp. 15.000.000
TOTAL Rp. 17.350.000
xvi
Tabel 3 : Bahan Habis Pakai
Bahan Habis
No Kuantitas Satuan Harga Jumlah/bulan
Pakai
1 Cabai Merah 10 Kg Rp. 35.000 Rp. 350.000
2 Cabai Rawit 5 Kg Rp. 37.500 Rp. 375.000
3 Gula Merah 100 Kg Rp. 20.000 Rp. 200.000
4 Asam Jawa 1 Kg Rp. 40.000 Rp. 40.000
5 Terasi 1 Kg Rp. 50.000 Rp. 50.000
6 Garam 1 Kg Rp. 7.000 Rp. 7.000
7 Botol Kemasan 1000 Buah Rp. 1.200 Rp. 1.200.000
8 Label 1000 Lembar Rp. 200 Rp. 200.000
TOTAL Rp. 4.034.500
Kapasitas Produksi /bulan = 800
Tabel 4 : Biaya Operasional
Biaya Perjalanan (Produksi)
Biaya Perjalanan
No. Kuantitas Satuan Harga Jumlah
(Produksi)
1 Perjalanan Belanja 30 Liter Rp. 12.000 Rp. 360.000
Bahan
2 Upah Karyawan 3 Bulan Rp. 600.000 Rp. 1.800.000
TOTAL Rp. 2.160.000
Biaya Lain-Lain
Biaya Perjalanan
No. Kuantitas Satuan Harga Jumlah
(Pemasaran)
1 Perjalanan 30 Liter Rp. 12.000 Rp. 360.000
xvii
Pemasaran
2 Lain-lain 1 Bulan Rp. 200.000 Rp. 200.000
TOTAL Rp. 560.000
Tabel 5 : Total Investasi
No Keterangan Jumlah
1 Perlengkapan yang digunakan Rp. 17.350.000
2 Bahan habis pakai Rp. 4.034.500
3 Perjalanan Rp. 2.160.000
4 Lain-lain Rp. 560.000
Jumlah Total (Investasi) Rp. 24. 104.500
Tabel 6 : Estimasi Penyusutan
Nama Nilai Umur Penyusutan Penyusutan Penyusutan
No Nilai
Peralatan Residu Ekonomis per tahun per bulan per unit
1 Blender 700.000 5.000 5 139.000 11.583 381
2 Kompor 1.000.000 5.000 5 199.000 16.583 545
3 Tabung 500.000 5.000 5 99.000 8.250 271
LPG
4 Baskom 50.000 5.000 5 9.000 750 25
5 Timbangan 100.000 5.000 5 19.000 1.583 52
6 Kendaraan 15.000.000 10.000.000 5 1.000.000 83.333 2.740
Jumlah Total 1.465.000 122.083 4.014
Tabel 7 : Estimasi Laba Rugi
xviii
2.7.3 Arus Kas Masuk (Cash Flow)
Tabel 8 : Estimasi Cash Flow
Tabel 9 : Estimasi Pay Back Period
2.7.5 Net Present Value (NPV)
Tabel 10 : Net Present Value (NPV)
xix
1. Revenue Cost Ratio
R/C RATIO TAHUN 1
HASIL PENJUALAN Rp 141.600.000,00
COST Rp 129.241.875,00
R/C 1,095620131
Usaha ini dinilai layak karena nilai R/C >1, yaitu 1,095
2. IRR
IRR 0,340251054
Usaha ini dinilai layak karena IRR 0,340 di atas bunga pinjaman yang
sebesar 0,025
2.8 Aspek Ekonomi dan Sosial
2.8.1 Dampak Positif Ekonomi
a. Menambah dan membantu pendapatan ekonomi keluarga dan
karyawan juga berpeluang menjadi sumber pendapatan utama
b. Tidak mengganggu aktifitas utama pemilik usaha sebagai guru dan
trainer
c. Mampu mengurangi jumlah pengangguran
d. Memanfaatkan peluang usaha
2.8.2 Dampak Positif Sosial
a. Diterima oleh masyarakat luas
xx
b. Memudahkan kebutuhan masyarakat dalam hal memenuhi
kebutuhan sambal rujak
c. Apabila usaha dapat berkembang dengan baik tentunya akan
membutuhan tambahan karyawan dan memberdayakan SDM
sekitar
d. Motivasi bagi calon pengusaha lain
2.8.3 Kesimpulan Aspek Ekonomi dan Sosial
Apabila bisnis Sambal Rujak Gendul yang dikembangkan dapat
sukses tentu akan membutuhkan tambahan karyawan sehingga mampu
meningkatkan ekonomi karyawan dan mengurangi jumlah
pengangguran serta memberi daya motivasi pengusaha lain yang akan
tentu meningkatkan PDRB dan pendapatan per kapita di wilayah
tersebut.
2.9 Aspek Lingkungan Hidup
2.9.1 Analisa Lingkungan Hidup
a. Pemasok
Pemasok tidak merujuk kepada satu tempat melainkan lebih dari
satu agar menciptakan persaingan yang sehat dari pemasok untuk
mendapatkan bahan baku yang berkualitas dan harga proporsional.
b. Pelanggan
Dari analisis data konsumen didapatkan value dari pelanggan yang
baik untuk melakukan repeat order dan menjadi reseller atau
xxi
sarana promosi secara tulus
c. Pegawai
Dapat memenuhi kebutuhan karyawan dan memberikan
pendapatan sekaligus meningkatkan kemampuan atau skill yang
mereka miliki
2.9.2 Analisa Lingkungan Industri
a. Pesaing
Persaingan produk sambal memang sudah sangat besar namun
untuk produk sambal rujak masih sangat jarang sehingga
persaingan dalam bisnis produk ini cenderung sehat
b. Kekuatan Pemasok
Kekuatan pemasok tentunya sangat lumayan tinggi, karena
pemasok tidak diambil dari satu toko saja, maka kami dapat
mengontrol ketersediaan harga dan kualitas bahan-bahan yang
diperlukan secara mudah
c. Kekuatan Pembeli
Dari data yang ada bahwa masyarakat menyukai makanan instan
dan cenderung suka makanan pedas, kemudian kemasan yang
sangat disukai oleh pembeli
d. Hambatan Masuk
Hambatan masuk produk ini tidak terlalu besar karena telah
memposisikan produk sebagai produk sambal rujak kemasan
xxii
pertama
2.9.3 Analisa Lingkungan
a. Ekonomi
Dalam data pengamatan yang dilakukan hasilnya merupakan daya
beli dan permintaan warga yang relatif tinggi terhadap produk ini,
karena dengan harga yang bervariasi yang sangat terjangkau oleh
konsumen
b. Sosial dan Budaya
Dari hasil riset masyarakat di lingkungan bisnis kami memiliki
opini dan gaya hidup suka bersosial tinggi dan senang berkumpul
dengan hidangan camilan dicocol dengan sambal. Menyukai
kegiatan yang instan dan suka posting makanan di media sosial
c. Teknologi
Peralatan atau mesin yang digunakan dalam produksi peralatan
sederhana berupa blender, baskom dan lain-lain. Namun dalam
perjalanan dan mengatur promosi online dan offline pencatatan
dan penjualan atau pembelian yaitu menggunakan teknologi
smartphone dan laptop. Teknologi tersebut mampu menghasilkan
produk untuk memenuhi permintaan konsumen
d. Ekologi
Dari data yang diperoleh melalui riset pada masyarakat di sekitar
lokasi usaha ini tidak terdapat sumber pencemaran pada
xxiii
lingkungan sekitar dilihat dari limbah produksi yang dapat
menyebabkan pencemaran dan kerusakan pada lingkungan sekitar
e. Global
Dalam upaya mencapai lingkungan dunia, usaha ini dapat menjadi
sumber pencemaran pada lingkungan karena penggunaan kemasan
masih menggunakan botol plastik
2.9.4 Kesimpulan Aspek Lingkungan
Dari analisis aspek lingkungan operasional, lingkungan persaingan
dan lingkungan ekonomi dapat disimpulkan bahwa bisnis ini
berpotensi baik untuk dijalankan karena hambatan-hambatan relatif
sedikit namun pada sisi kemasan perlu dipertimbangkan untuk
mengganti dengan bahan yang lebih ramah lingkungan seperti kertas.
xxiv
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sambal Rujak Gendul merupakan produk makanan olahan dalam kemasan
yang disajikan secara instant untuk memenuhi kebutuhan sambal cocol untuk
makanan ringan seperti rujak dan gorengan. Produk ini akan memenuhi
kebutuhan masyarakat yang biasa kumpul kumpul sambal rujakan atau
mengkonsumsi camilan. Dengan cita rasa pedas manis akan sangat cocok
dengan lidah masyarakat Indonesia pada umumnya.
Produk ini telah beredar dan diterima oleh masyarakat dalam skala yang
masih kecil dan dengan manajemen yang sangat sederhana dari semua aspek.
Maka dari studi kelayakan dalam pengembangan usaha ini sangat layak untuk
dikembangkan pada skala yang lebih luas dari semua aspek yang telah di teliti
dan memenuhi.
3.2 Potensi usaha
Di era sekarang tentu saja produk olahan makanan instan yang unik akan
sangat digemari dan banyak dicari konsumen, tentu ini ke depan akan
menjadi prospek yang sangat bagus dengan keuntungan yang menjanjikan.
Tentu saja untuk memenuhi kebutuhan konsumen sekarang tidak hanya pada
produknya yang sudah baik namun juga dengan keterampilan pemasarannya
xxv
untuk dijadikan kebutuhan media sosial bagi mereka. Oleh karena itu usaha
ini memiliki potensi usaha yang sangat baik
xxvi