DIAN PERMANA 1
FISIKA SAINS, UIN SUNAN GUNUNG DJATIBANDUNG
OPERASIONAL AMPLIFIER INVERTING DAN NON-
INVERTING
Dian Permana, Bagus ubaydillah, Windu, Zety sinta utami
Asisten : Agung
Laboratorium Fisika, Fakultas Sains Dan TeknologiUniversitas Islam Negeri
Sunan Gunung Djati Bandung, Jl.A.H Nasution 105 Bandung 40125, Indonesia.
Permana.dian2012@gmail.com
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Operational Amplifier atau yang di singkat op-amp merupakan salah
satu komponen analog yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian
elektronika. Aplikasi op-amp yang paling sering dipakai antara lain adalah
rangkaian inverter, non-inverter, buffer, adder (penjumlah), integrator dan
differensiator. Penguat operasional (op-amp) adalah penguat diferensial dengan
dua masukan dan satu keluaran yang mempunyai penguatan tegangan yang amat
tinggi, yaitu dalam orde 105. Oleh karena itu, penguat operasional lebih banyak
digunakan dengan loop tertutup daripada dalam lingkar terbuka.
Pada Op-Amp, memiliki 2 rangkaian feedback (umpan balik) yaitu feedback
negatif dan feedback positif dimana feedback negatif pada op-amp memegang
peranan penting. Secara umum, umpan balik positif akan menghasilkan osilasi
sedangkan umpan balik negatif menghasilkan penguatan yang dapat terukur.
Tujuan
Setelah mengikuti eksperimen, praktikan diharapkan dapat mengerti dan
memahami tentang Operational Amplifier Inverting dan Non-inverting.
DIAN PERMANA 2
FISIKA SAINS, UIN SUNAN GUNUNG DJATIBANDUNG
Dasar Teori
Awal dari penggunaan penguat operasional adalah tahun 1940-an, ketika
sirkuit elektronika dasar dibuat dengan menggunakan tabung vakum untuk
melakukan operasi matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian,
pembagian, integral, dan turunan. Istilah penguat operasional itu sendiri baru
digunakan pertama kali oleh John Ragazzini dan kawan-kawan dalam sebuah
karya tulis yang dipublikasikan pada tahun 1947
Penguat operasional (Op-Amp) adalah suatu blok penguat yang
mempunyai dua masukan dan satu keluaran. Op-Amp biasa terdapat di pasaran
berupa rangkaian terpadu (Integrated Circuit atau disingkat IC)
1. Inverting.
Sebuah membalikkan penguat pembalik dan skala sinyal masukan. Selama
gain op-amp sangat besar, keuntungan penguat ditentukan oleh dua resistor
eksternal yang stabil (resistor umpan balik R f dan resistor masukan R dalam ) dan
bukan oleh op-amp parameter yang sangat bergantung pada temperatur. Secara
khusus, R di - R f jaringan resistor bertindak sebagai elektronikjungkat-
jungkit (yaitu, kelas-1 tuas ) di mana (yaitu, pembalik - ) masukan dari penguat
operasional seperti titik tumpu tentang yang pivots jungkat-jungkit. Artinya,
karena penguat operasional dalam konfigurasi negatif umpan balik, gain internal
yang tinggi secara efektif perbaikan (yaitu, -) pembalik masukan pada V yang
sama 0 ( ground tegangan) dari non-inverting input (yaitu, +), yang mirip dengan
dukungan mekanik kaku yang disediakan oleh titik tumpu dari jungkat-
jungkit. Melanjutkan analogi,
Sama seperti gerakan dari salah satu ujung jungkat-jungkit berlawanan
gerakan ujung gerakan, jungkat-jungkit positif dari 0 V pada masukan
dari R di - R f jaringan cocok oleh gerakan negatif menjauh dari 0 V di output
dari jaringan, dengan demikian, penguat dikatakan pembalik.
DIAN PERMANA 3
FISIKA SAINS, UIN SUNAN GUNUNG DJATIBANDUNG
Dalam analogi jungkat-jungkit, yang saat mekanik atau torsi dari gaya pada
satu sisi titik tumpu yang seimbang persis dengan kekerasan di sisi lain dari
titik tumpu, akibatnya, panjang asimetris di jungkat-jungkit memungkinkan
bagi pasukan kecil di satu sisi jungkat-jungkit untuk menghasilkan kekuatan
besar di sisi lain jungkat-jungkit. Dalam penguat pembalik, arus listrik, seperti
torsi, kekal di seluruh R di - R f jaringan dan relatif perbedaan
antara R di dan R f resistor memungkinkan tegangan kecil di salah satu sisi
jaringan untuk menghasilkan tegangan yang besar (dengan tanda berlawanan)
di sisi lain dari jaringan. Dengan demikian, perangkat menguatkan (dan
membalikkan) tegangan input. Namun, dalam analogi ini, itu
adalah reciprocals dari resistensi (yaitu, conductances atau admitansi ) yang
memainkan peran panjang di jungkat-jungkit.
Sebuah penguat pembalik menggunakan umpan balik negatif untuk
membalik dan menguatkan sebuah tegangan.[12] Resistor Rfmelewatkan sebagian
sinyal keluaran kembali ke masukan.[12] Karena keluaran taksefase sebesar 180°,
maka nilai keluaran tersebut secara efektif mengurangi besar masukan.[12] Ini
mengurangi bati keseluruhan dari penguat dan disebut dengan umpan balik negatif
2. Non-Inverting.
Hasil tegangan output dari rangkaian ini akan lebih besar daripada tegangan
inputnya.
( )
DIAN PERMANA 4
FISIKA SAINS, UIN SUNAN GUNUNG DJATIBANDUNG
Op-Amp, memiliki 2 rangkaian feedback (Umpan balik) yaitu feedback
negatif dan feedback positif dimana feedback negatif pada Op-Amp memegang
peranan penting. Secara umum, umpan balik positif akan menghasilkan osilasi
sedangkan umpan balik negatif menghasilkan penguatan.
METODE PERCOBAAN
Alat dan bahan
yang digunakan dalam percobaan ini adalah
a) Rangkaian Operational Amplifier Inverting dan Non-inverting,
b) catu daya,
c) multimeter.
d) Banana conector
Prosedur Percobaan.
a) Pertama Siapkan alat dan bahan yang digunakan.
b) Kedua, memeriksa atau mengecek fungsi alat dan memastikan alat
tersebut masih berfungsi dengan baik.
c) Ketiga, menyalakan sumber daya.
d) Keempat, mengatur besar hambata Rf dan Ri.
e) Kelima, mengisi tabel pengamatan dengan tegangan output yang
ditampilkan di multimeter.
f) Keenam, mengulang kembali langkah keempat dan kelima untuk
rangkaian yang berbeda.
g) Dan terakhir, menganalisa dan membahas hasil eksperimen.
DIAN PERMANA 5
FISIKA SAINS, UIN SUNAN GUNUNG DJATIBANDUNG
DATA DAN PENGAMATAN
Dalam praktikum yang dilakukan menggunakan beberapa variasi volt,
resistor, inverting dan Non-inverting yang pertama kita menggunakan volt pada
catu daya yaitu sebesar 4 volt namun diukur dengan volt meter output volt pada
catu daya yaitu sebesar 4.2 volt maka kita cantumkan dalam tabel sebagai Vin(+)
Inverting
Non-Inverting
Dapat dilihat pada data V0 yang merupakan data ouput tegangan yang berbeda
sekali dengan hitungan maematis yang dilakukan ada perbedaan data yang
signipikan dengan hasil praktikum dengan 4,2 volt sehingga dari situ berinisiatif
dengan menggunakan tegangan 2 volt, Maka Data kedua didapat dengan
menggunakan inputan yaitu sebesar 2 Volt maka didapt tabel yaitu sbb:
DIAN PERMANA 6
FISIKA SAINS, UIN SUNAN GUNUNG DJATIBANDUNG
Dengan menggunakan tegangan sebesar dua volt nilai hasil hitungan dan
praktikum sedikit mengalami kesamaan antara data dan nilai hitungan yang
didapat.
Pada hasil percobaan rangkaian Operational Amplifier Inverting dan Non-
inverting di atas, dapat kita amati bahwa tegangan output yang terukur pada
multimeter sangat berbeda dengan tegangan output, Hal ini dapat terjadi akibat
besarnya hambatan yang terdapat pada kabel (Penghantar) dalam rangkaian,
ataupun kerusakan sistem Op-Amp itu sendiri karena modul tersebut merupakan
kit elektronika sehingga tidak bisa di buka untuk dianalisis lebih baik namun dari
hasil praktikum dengan tegangan yang lebih kecil kita lebih sama hitungan dan
hasil praktikum yang didapat.
Rangkaian penguat inverting merupakan rangkaian penguat pembalik
dengan impedansi masukan sangat rendah. Rangkaian penguat inverting akan
menerima arus atau tegangan dari tranduser sangat kecil dan akan membangkitkan
arus atau tegangan yang lebih besar.
Seperti namanya, penguat non-inverting memiliki masukan yang dibuat
melalui input non-inverting. Dengan demikian tegangan keluaran rangkaian ini
akan satu fasa dengan tegangan inputnya. Sinyal output yang dihasilkan oleh
penguat non- inverting sebanding dengan sinyal inputnya atau dengan kata lain
sinyal output sefasa dengan sinyal inputnya. Pada rangkaian ini akan dilakukan
variasi nilai hambatan, agar dapat mengetahui pengaruh dari nilai resistansi
terhadap sinyal output.
DIAN PERMANA 7
FISIKA SAINS, UIN SUNAN GUNUNG DJATIBANDUNG
PENUTUP
Kesimpulan
Dapat Disimpulkan Bahwa Rangkaian Inverting merupakan rangkaian
penguat pembalik dengan impedansi masukan sangat rendah, dengan outputnya
berlawanan polaritas jadi ada tanda minus pada hasil pengukuran menggunakan
multimeter. Sedangkan non-inverting memiliki masukan yang dibuat melalui
input non-inverting. Dengan demikian tegangan keluaran rangkaian ini akan satu
fasa dengan tegangan inputnya, dan ada beberapa faktor yang dapat
mempengaruhinya seperti halnya dari tegangan masukan berbeda dari yang 4
dengan yang 2, dikarenakan sudah berbebtuk kit sehingga tidak bisa membuka
dasar rangkaian elektronika didalamnya.
Daftar Pustaka
Sanjaya, Mada. 2013; Modul elektronika Dasar : sirkuit digital dan
Operasional amplifier. Fisika sains UIN SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
Lihat : http://misshariatyronald0.blogspot.com/2012/05/laporan-op-
amp.html diakses tanggal 26 maret 2012