MENYUSUN
PROGRAM
PSIKOEDUKASI
Kelompok 5 Kelas B
Dosen Pengampu:
Tri Rahayuningsih, S.Psi., M.A.
Rani Armalita, S.Psi., M.A.
Siska Oktari, M.Psi., Psikolog.
ANGGOTA
KELOMPOK
Aliyah Zahrah (2110322045)
Givari Jares Wiguna (2110322027)
Indah Hasanah Putri Muslimah (2110323020)
Marisa Putri Andriani (2110322028)
Nadia Rifany (2110322017)
Nila Athalia Sholihah (231032008)
OUTLINE MATERI
Melakukan asesmen kebutuhan
Menyusun grand desain, program besar, atau rencana induk
psikoedukasi
1. Contoh program besar psikoedukasi bidang pribadi-sosial di SD
2. Contoh program besar psikoedukasi bidang akademik di SMP
3. Contoh program besar psikoedukasi bidang karir di SMA
4. Contoh program besar psikoedukasi di lingkungan industri
5. Contoh program besar psikoedukasi di lingkungan Komunitas
MELAKUKAN ASESMEN KEBUTUHAN
Tujuan utama asesmen
kebutuhan:
Asesmen kebutuhan atau needs
1. Memahami kebutuhan
assessment didefinisikan sebagai
berbagai kelompok dalam
suatu proses untuk menggali
komunitas
tentang kondisi klien yang akan
2. menentukan prioritas dalam
diberikan psikoedukasi, serta untuk
merancang suatu program
mengetahui jenis psikoedukasi
psikoedukasi agar tepat
yang mereka perlukan (Abella,
sasaran dan sebagai pedoman
1986; Supratiknya, 2011).
dalam menyempurnakan
program
MELAKUKAN ASESMEN KEBUTUHAN
Langkah-langkah pelaksanaan asesmen kebutuhan:
1. Tentukan informasi
2. Tentukan pendekatan
3. Susun metode atau instrumen
4. Lakukan review dan uji coba
5. Lakukan pelaksanaan metode atau instrumen pada
sasaran
6. Interpretasikan data Pendekatan yang digunakan dalam asesmen
7. Terjemahkan menjadi tujuan umum atau tujuan kebutuhan:
khusus 1. Data-driven needs assesment
2. Perceptions-based needs assessment
MELAKUKAN ASESMEN KEBUTUHAN
Informasi yang diperoleh dari asesmen kebutuhan:
1. Ciri-ciri demografi klien --> jenis kelamin, usia, status perkawinan, agama, suku,
pekerjaan, pendidikan, tempat tinggal, latar belakang sosial-ekonomi, dll.
2. Ciri-ciri psikologis klien --> menentukan tujuan, isi, dan format psikoedukasi yang akan
disusun. Dapat dideskripsikan dengan beberapa upaya, sebagai berikut:
Tugas perkembangan oleh Havighurst
Teori perkembangan kepribadian yang dikemukakan oleh beberapa tokoh (Piaget,
Erikson, Kohlberg, Fowler, dll)
Berbagai masalah atau kebutuhan dalam berbagai tahapan perkembangan
MENYUSUN GRAND DESIGN,
PROGRAM BESAR, ATAU
RENCANA INDUK
PSIKOEDUKASI
Program besar psikoedukasi bagi kelompok
klien harus mencakup setidaknya lima
komponen berikut:
1. Identifikasi kelompok klien berdasarkan
sistem penggolongan tertentu yang
mencerminkan tahap perkembangan.
2. Tujuan, yang menjelaskan keterampilan
hidup yang ingin dikembangkan pada klien.
3. Topik, yang berisi materi yang akan diajarkan dalam pelatihan.
4. Metode, yang menggambarkan bagaimana topik akan diajarkan.
5. Waktu, yang menunjukkan jadwal pelaksanaan pelatihan.
CONTOH PROGRAM BESAR
PSIKOEDUKASI BIDANG PRIBADI-SOSIAL DI SD
CONTOH PROGRAM BESAR
PSIKOEDUKASI BIDANG AKADEMIK DI SMP
CONTOH PROGRAM BESAR PSIKOEDUKASI
BIDANG AKADEMIK DI SMA
CONTOH PROGRAM BESAR
PSIKOEDUKASI DI LINGKUNGAN
INDUSTRI
PENGGUNAAN PROGRAM PSIKOEDUKASI PADA PEGAWAI PERUSAHAAN
PENYAMAKAN KULIT YANG TELAH BEKERJA DIATAS SATU SAMPAI LIMA TAHUN,
YANG BERUSIA SEKITAR 21 – 27 TAHUN DENGAN STATUS LAJANG
Permasalahan :
Beberapa karyawan kurang termotivasi
dalam bekerja, karena karyawan masih
kurang yakin dengan pilihan
pekerjaannya.
Hubungan antar karyawan yang kurang
baik dan sering terjadi konflik
Kurangnya koordinasi antar karyawan
yang mengakibatkan terhambatnya
pelaksaan suatu tugas.
CONTOH PROGRAM BESAR
PSIKOEDUKASI DI LINGKUNGAN
INDUSTRI
LIMA TAHAP KETIKA
MEMUTUSKAN UNTUK RIWAYAT KARIER POLA RIWAYAT KARIER
BEKERJA
1. Tahap Persiapan Riwayat karier terarah 1. Pola Stabil
2. Tahap awal Riwayat karier tidak 2. Pola Konvensional
3. Tahap coba-coba terarah 3. Pola tak stabil
4. Tahap stabil 4. Pola coba-coba ganda
5. Tahap pensiun
CONTOH PROGRAM BESAR
PSIKOEDUKASI DI LINGKUNGAN
INDUSTRI
Penyelesaian masalah:
Setiap pegawai akan melalui tiga fase yaitu fase pegawai
muda, fase pegawai madya, dan fase pegawai senior
Dari tahapan perjalanan karir tersebut akan menjadi dasar
pengelompokan masalah, yang nantinya akan dijadikan tujuan
pengembangan program psikoedukasi.
Selanjutnya perlu dilakukan identifikasi keterampilan hidup
yang harus dikuasai oleh karyawan pada tahap perjalanan
karienya.
Serta langkah terakhir yang perlu dilakukan dengan
ditetapkannya aneka topik, metode dan kerangka waktu
untuk dapat mewujudkan tujuan
CONTOH PROGRAM BESAR
PSIKOEDUKASI DI KOMUNITAS
CONTOH PENYELENGGARA PSIKOEDUKASI YANG BERADA DI LINGKUNGAN KOMUNITAS ADALAH
PSIKOEDUKASI DI PANTI WREDA UNTUK PARA LANJUT USIA (MIN 60 TAHUN).
IDENTIFIKASI MASALAH
1. Sebagian besar penghuni panti memiliki fisik yang sudah rapuh (kisaran usia 70-an hingga 80-an).n Mayoritas dari
mereka mengidap berbagai penyakit hal ini disebabkan terjadinya degenerasi misalnya gangguan fungsi jantung,
hipertensi, kepikunan, tremor, stroke, dan juga diabetes mellitus.
2. Penghuni di panti wreda ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu :
Kelompok yang datang atas kehendaknya sendiri -> Mudah Beradaptasi
kelompok yang dibawa oleh pihak lain (anggota keluarga ataupun pengurus organisasi kemasyarakatan), dibagi
menjadi dua sub kelompok yaitu di mana mereka secara finansial mampu dan tidak mampu
3. Secara psikologis, umumnya mereka mengalami rasa kesepian
4. Kesulitan dalam menjalin relasi dengan sesama penghuni maupun dengan para pengasuh di panti.
CONTOH PROGRAM BESAR
PSIKOEDUKASI DI KOMUNITAS
CONTOH PENYELENGGARA PSIKOEDUKASI YANG BERADA DI LINGKUNGAN KOMUNITAS ADALAH
PSIKOEDUKASI DI PANTI WREDA UNTUK PARA LANJUT USIA (MIN 60 TAHUN).
SOLUSI
1. Penerimaan atas kondisi fisik yang rapuh
2. Penerimaan atas segala apa yang sudah dicapai dalam kehidupan
3. Penerimaan atas segala jenis relasi yang sudah dijalani
4. Mengembangkan kegiatan hobi yang menyenangkan
5. Mengembangkan relasi sosial yang menyenangkan
6. Mengembangkan harapan pada hidup abadi dan mendekatkan diri pada Tuhan
7. Menerima kenyataan kematian dan siap dalam menghadapi ajal.
CONTOH PROGRAM BESAR
PSIKOEDUKASI DI KOMUNITAS
CONTOH PENYELENGGARA PSIKOEDUKASI YANG BERADA DI LINGKUNGAN KOMUNITAS ADALAH
PSIKOEDUKASI DI PANTI WREDA UNTUK PARA LANJUT USIA (MIN 60 TAHUN).
IMPLEMENTASI PSIKOEDUKASI
DAFTAR PUSTAKA
Morrison, J. (2014). Group Psychoeducation for
People with Schizophrenia. Routledge.
Supratiknya, A. (2011). Merancang Program dan
Modul Psikoedukasi (Edisi Revisi). Penerbit Sanata
Dharma.
TERIMA KASIH!
APAKAH ADA PERTANYAAN?