0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
709 tayangan12 halaman

Qismul Sam'iyyat

Makalah ini membahas tentang Qismul Sam'iyyat yang meliputi pengertian, malaikat, mukjizat, hari kiamat, dan surga neraka."
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
709 tayangan12 halaman

Qismul Sam'iyyat

Makalah ini membahas tentang Qismul Sam'iyyat yang meliputi pengertian, malaikat, mukjizat, hari kiamat, dan surga neraka."
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH TAUHID DAN ILMU KALAM

“QISMUL SAM’IYYAT”

Dosen Pembimbing: Saidah Ramadhan, S.Pd, M.A.

DISUSUN OLEH:

1. QAULAN TSAQIILA ( 230110093 )

JURUSAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM (UIN)

TP 2023/2024
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb.

Segala Puji syukur saya panjatkan terhadap Allah SWT atas karuniyanya sehingga saya
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ”QISMUL SAM’IYYAT ”. Tujuan dari
penyusunan Makalah ini untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Dosen Pembimbing.

Saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menyusun Makalah ini dengan baik.
Oleh karena itu jika didapati adanya kesalahan maka saya memohon maaf dan saran dari dosen
pengajar dan pembaca. Harapan saya dalam membuat makalah ini semoga dapat memberikan
manfaat bagi semua yang membacanya.Akhir kata, saya ucapkan terima kasih dan Semoga Allah
SWT senantiasa memberi kelancaran segala usaha kita. Akhir kata Wassalamualaikum wr.wb.

MATARAM,05 NOVEMBER 2023

KELOMPOK 8
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................................1

DAFTAR ISI......................................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang..............................................................................................................3

2. Rumusan Masalah.........................................................................................................3

3. Tujuan Masalah.............................................................................................................3

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Qismul Sam’iyyat.....................................................................................4

B. Kajian Qismul Sam’iyyat.............................................................................................4

1. Malaikat.....................................................................................................................5

2. Mukjizat.....................................................................................................................6

3. Pahala dan Dosa........................................................................................................7

4. Hari Kiamat...............................................................................................................7

5. Surga dan Neraka.....................................................................................................8

BAB III PENUTUP

1. KESIMPULAN..............................................................................................................9

2. SARAN...........................................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................10
BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Qismul sam’iyyat menurut bahasa berarti sesuatu yang ghaib yang hanya bisa diketahui
secara benar dengan cara ikhbari (berita yang didengar), yakni apa yang didengar dan
diberitakan oleh Allah dan Rasul-Nya dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Saya akan sedikit memberikan apa yang saya tau mengenai Qismul sam’iyyat. Dimana
terdiri dari cukup banyak kajian. Diantaranya hari kiamat, mukjizat dan selebihnya bisa
dibaca pada bab penjelasan

2. RUMUSAN MASALAH

A. Apa yang dimaksud dari Qismul Sam’iyyat?


B. Apa saja yang termasuk kajian dalam Qismul Sam’iyyat?

3. TUJUAN MASALAH
A. Mengetahui Pengertian Qismul Sam’iyyat
B. Mengetahui Kajian dari Qismul Sam’iyyat
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN QISMUL SAM’IYYAT

Qismul Sam’iyyat menurut bahasa berarti sesuatu yang ghaib yang hanya bisa diketahui
secara benar dengan cara ikhbari (berita yang didiengar), yakni apa yang didengar dan
diberitakan oleh Allah dan Rasul-Nya dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Atau dalam arti
lain suatu perkara itu tidak bisa diterima oleh akal manusia biasa atau sesuatu yang ghaib
yang tidak bisa ditangkap oleh panca indra manusia tapi harus dipercayai oleh setiap
muslim.
Untuk mendukung ketauhidan materi tentang sam’iyyat juga sangat diperlukan,
sehingga masalah yang berada di luar pengalaman manusia haruslah berdasarkan sumber
naqli yakni berdasarkan kepada Al-Qur’an dan Al-Hadis. Seperti masalah hidup setelah
hidup di dunia ini yakni alam barzakh, surga dan neraka, kiamat dan lain sebagainya.
Maka masalah adanya kehidupan setelah mati perlu ditanamkan kedalam diri anak.
Bahwas ada balasan untuk setiap amal perbuatan yang dilakukan setiap manusia, tidak
ada seorang pun yang dapat lari dari tanggung jawab amal perbuatannya ketika hidup di
dunia ini. Bagi yang baik ada surga yang berhiaskan kenikmatan dan limpahan karunia
ridho Allah, dan ada neraka yang penuh dengan siksaan dan kemurkaan Allah untuk pada
pendosa.
Oleh sebab itu semua masalah yang berkaitan dengan kehidupan setelah mati, surga
neraka, kiamat, haruslah dilihat sumbernya di dalam Al-Qur’an dan Sunnah, bukan
melalui mitos, cerita dari mulut ke mulut yang tidak jelas sumbernya yang hanya akan
membawa manusia kepada kesesatan dari jalan Allah jalan Al-Qur’an dan Sunnah nabi
Muhammad SAW.1

B. KAJIAN QISMUL SAM’IYYAT


Kajian dari Qismul Sam’iyyat meliputi beberapa hal yaitu, Malaikat, Mukjizat, Pahala
dan Dosa, Hari Kiamat, terakhir Surga dan Neraka. Berikut penjelasannya.

1
Ruhullah Taqi Murwat, “Ilahiyat, Nubuwat, Ruhaniyat, dan Sam’iyyat: Metode Pendidikan Tauhid Dalam Keluarga”, E-Journal, vol 3, No.1
(2015) hal. 14
1. Malaikat

Menurut istilah, malaikat adalah salah satu jenis makhluk Allah yang Ia ciptakan
khusus untuk taat dan beribadah kepada-Nya serta mengerjakan semua tugas-tugas-
Nya (QS. Al-Anbiya :19-20). Malaikat berarti makhluk langit. Sedangkan menurut
istilah syara‟ malaikat berarti makhluk gaib yang diciptakan Allah yang berasal dari
nur atau cahaya dengan wujud dan sifat-sifat tertentu dan senantiasa mengabdi dan
taat kepada Allah. Tidak diperoleh penjelasan kapan malaikat diciptakan, tetapi
diciptakan lebih awal daripada Adam, manusia pertama (Q.S Al-Baqarah:30).
Malaikat mempunyai sifat yang berbeda dengan makhluk lainnya. Percaya kepada
adanya malaikat terdapat dalam salah satu dari enam rukun iman yaitu pada rukun
iman kedua “iman kepada malaikat Allah”. Iman kepada malaikat berarti percaya
bahwa malaikat adalah makhluk Allah yang patuh pada-Nya dan tidak pernah
mendurhakai-Nya.2

a. Hakikat Wujud Malaikat


Wujud para malaikat telah dijabarkan didalam Al-Qur‟an, bahwa malaikat ada yang
memilki sayap sebanyak 2, 3 dan 4, dalam surah Faathir ayat 1 :
Artinya : “Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan
malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang
mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah
menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah
Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

b. Sifat-sifat Malaikat
Diantara sifat-sifat malaikat adalah sebagai berikut:
1. Malaikat diciptakan Allah dari cahaya (nur).
2. Malaikat tidak dapat dilihat oleh manusia walaupun berada di tengah mereka.
3. Malaikat dapat merubah diri dalam wujud manusia yang rupawan seperti malaikat
yang datang bertamu kepada Nabi Luth, sehingga kaumnya terpedaya dengannya.
4. Malaikat senantiasa bertasbih siang dan malam memuji kepada Allah dan tidak
pernah durhaka kepada-Nya.
5. Malaikat tidak mempunyai hawa nafsu, dan karenanya mereka tidak makan dan
minum, tidak kawin dan tidak beranak. Mereka tidak tidur dan tidak mempunyai sifat
manusia, seperti sakit, lupa, tertawa, mengeluh, kecewa dan sebagianya.
6. Malaikat senantiasa tunduk dan patuh sepenuhnya kepada perintah Allah dan
tidak melanggar sedikitpun larangan-Nya.3

2
Ahmad Taufik, Pendidikan Agama Islam (Pendidikan Karakter Berbasis Agama), (Surakarta:Yuma Pustaka, 2010), hal.87
3
Syekh Hafidz Ahmad Al Hakami, Berkah Aqidah Ahlusunnah Wal Jama’ah, (Jakarta:Gema Insani, 1994), hal.120
c. Tugas-tugas Malaikat
1. Malaikat Jibril ditugaskan oleh Allah untuk menyampaikan wahyu kepada rosul-
rosul-Nya. Dalam Al-quran, Jibril disebut sebagai Ruhul Amin atau Ruhul Qudus.
2. Malaikat Mikail yang ditugaskan oleh Allah untuk menurunkan hujan dan
memberi rezeki kepada makhluk.
3. Malaikat Izrofil ditugaskan oleh Allah untuk meniup sangkakala pada hari kiamat.
4. Malaikat Izrail ditugaskan oleh Allah untuk mengambil ruh manusia dengan
disertai pembantu.
5. Malaikat Ridwan ditugaskan oleh Allah untuk menjaga surga.
6. Malaikat Malik ditugaskan oleh Allah untuk menjaga neraka.
7. Malaikat Roqib ditugaskan oleh Allah untuk mencatat amal baik manusia.
8. Malaikat Atid di ugaskan oleh Allah untuk mencatat amal buruk manusia.
9. Malaikat Munkar ditugaskan oleh Allah untuk menanya manusia di dalam kubur.
10. Malaikat Nakir ditugaskan oleh Allah sama dengan malaikat Munkar.4

2. Mukjizat

Menurut bahasa kata Mu’jizat berasal dari kata i’jaz diambil dari kata kerja a’jaza-
i’jaza yang berarti melemahkan atau menjadikan tidak mampu. Pelakunya (yang
melemahkan) dinamai mu’jiz. Bila kemampuannya melemahkan pihak lain amat
menonjol sehingga mampu membungkam lawan, ia dinamai mu’jizat.
Menurut istilah Mukjizat adalah peristiwa luar biasa yang terjadi melalui seseorang
yang mengaku Nabi, sebagai bukti kenabiannya. Dengan redaksi yang berbeda,
mukjizat didefinisikan pula sebagai suatu yang luar biasa yang diperlihatkan Allah
SWT. Melalui para Nabi dan Rasul-Nya, sebagai bukti atas kebenaran pengakuan
kenabian dan kerasulannya. Berikut macam-macam Mukjizat diantaranya:

a. Mukjizat Material Indrawi


Artinya Mukjizat yang tidak kekal, maksudnya mukjizat jenis ini hanya berlaku
pada Nabi selain Nabi Muhammad Saw dan juga mukjizat ini juga berlaku untuk
jaman tertentu, kapan mukjizat itu di turunkan. Oleh karena itu wajar kalau sifat
mukjizat tersebut tidak kekal. Secara umum dapat diambil contoh adalah mukjizat
Nabi Musa AS dapat membelah lautan, mukjizat nabi Daud AS dapat melunakkan
besi, mukjizat Nabi Isa AS dapat menghidupkan orang mati, mukjizat Nabi
Ibrahim AS tidak hangus oleh api saat di bakar dan mukjizat-mukjizat Nabi
lainnya.

4
Syekh Hafidz Ahmad Al Hakami, Berkah Aqidah Ahlusunnah Wal Jama’ah, (Jakarta:Gema Insani, 1994), hal.330.
b. Mukjizat Immaterial
Artinya Mukjizat ini bersifat kekal dan berlaku sepanjang jaman. Mukjizat
tersebut adalah Al-Quran Al-Karim. Hal ini, menurut Syahrur karena Muhammad
(sebagai penerima mukjizat ini) nabi terkhir sehingga mukjizatnya harus memiliki
sifat abadi dan berlaku sampai dunia ini hancur.

3. Pahala & Dosa

Pahala merupakan ganjaran atau balasan untuk perbuatan yang baik. Hadist Nabi
Saw menjelaskan dari Ibnu Abbas yang artinya: “Allah mencatat kebaikan dan
keburukan, kemudian menjelaskannya. Barang siapa ber-himah (niat) kebaikan,
kemudian tidak mengerjakannya. Maka Allah mencatat baginya kebaikan yang
sempurna. Apabila ia berniat kebaikan dan mengerjakannya, Allah membalas 10
kebaikan sampai 700 kali lipat lebih banyak. Dan apabila berniat keburukan dan tidak
mengerjakannya, Allah mencatatnya kebaikan yang sempurna, dan apabila berniat
buruk dan mengerjakannya Allah mencatat dengan satu keburukan dan tidak akan
rusak di sisi Allah kecuali orang yang merusak.” Dari segi ilmu kalam (teologi),
pahala berkaitan erat dengan masalah baik dan buruk. Pada dasarnya perbuatan yang
baik yang jika dikerjakan maka akan mendapatkan pahala dan perbuatan yang buruk
apabila dikerjakan akan mendapat siksa.
Sedangkan Dosa merupakan perbuatan yang melanggar hukum, baik hukum agama,
hukum adat atau hukum negara. Secara istilah agama dapat diartikan sebagai
pelanggaran terhadap hukum agama. Dalam fiqih dosa sangat erat kaitannya dengan
siksa (penderita sebagai hukuman). Perkataan dosa berasal dari bahasa sangsekerta,
dalam bahasa arab disebut juga az-zanbu, al-ismu atau aljurmu. Menurut istilah ulama
dosa adalah akibat tidak melaksanakannya perintah Allah Swt yang hukumnya wajib
dan mengerjakan larangannya hukumnya haram. Jadi secara umum dosa dapat
diartikan sebagai perbuatan yang mengacu kepada perbuatan yang jahat atau buruk
yang dilakukan dengan sadar dan tanpa paksaan, juga mengacu kepada akibat jahat
atau buruk yang dihasilkan oleh perbuatan tersebut.

4. Hari Kiamat

Kiamat menurut bahasa adalah hari kehancuran dunia, kata ini diserap dari bahasa
Arab "Yaum al Qiyamah" , yang arti sebenarnya adalah hari kebangkitan umat.
Sedangkan hari kiamat (kehancuran alam semesta beserta isinya) dalam bahasa Arab
adalah "As-Saa’ah". Secara istilah Yaumul Qiyamah sering diartikan hari kiamat
(kehancuran alam semesta beserta isinya). Yaumul Qiyamah sama halnya dengan
Yawm ad-Din yang artinya suatu periode (masa) dimana akan terjadi kebangkitan
sebuah komunitas umat manusia yang hidup berdasarkan agama Allah (dinullah).
Hari akhir disebut juga dengan hari kiamat, artinya hari kebangkitan. Pada hari
kebangkitan ini semua manusia yang telah meninggal dibangkitkan kembali untuk
mempertanggung-jawabkan semua amal perbuatannya selama hidup di dunia. Kiamat
dibedakan menjadi dua macam yaitu kiamat sugra dan kiamat kubra. Kiamat sugra
atau kiamat kecil adalah matinya seseorang atau binatang yang lain secara bergiliran,
sedangkan kiamat kubra atau kiamat besar adalah hancurnya dunia seisinya secara
serentak. Dalil-Dalil Naqli tentang Hari Kiamat yaitu:

1. Firman Allah SWT. dalam QS. al-Hijr [15]: 92-93


Artinya: “Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang
apa yang telah mereka kerjakan dahulu”. (QS. al-Hijr [15]: 92-93)

2. Firman Allah SWT. dalam QS. al-Insan [76]: 20


Artinya: “Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat
berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar”. (QS. al-Insan [76]: 20)

5. Surga & Neraka

Surga itu adalah tempat kehidupan di akhirat yang penuh dengan kenikmatan yang
hakiki dan abadi sebagai balasan bagi orang yang bertakwa, beriman dan beramal
saleh , yang telah dijanjikan oleh Allah swt. Surga itu sesuatu yang belum pernah
dialami selama di dunia oleh siapapun dan tidak dibayangkan keadaannya oleh
pikiran dan gambaran dalam hati.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a Rasulullah saw bersabda : Allah Ta’ala
berfirman “ Aku telah menyediakan untuk hambaku yang saleh sesuatu yang belum
pernah dilihat mata dan belum pernah didengar telinga serta belum pernah
tergoreskan dalam hati manusia (HR.Bukhari Muslim). Adapun nama-nama surga
disebutkan dalam Al-Quran sebagai berikut :
Surga ‘Adn, Surga Na’im, Surga Ma’wa, Surga Firdaus, Darus-Salam, Surga Darul
Khulud, Darul Muqomah, Maqam Amin.

Neraka adalah sesuatu tempat kehidupan di akhirat yang merupakan tempat


penyiksaan yang sangat hebat dan dahsyat, yang dijanjikan Allah bagi orang-orang
kafir (ingkar kepada Allah swt), orang-orang musyrik dan orang-orang munafik.
Firman Allah surat al-Baqarah ayat 39 :
“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu
penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Q.S. al Baqarah : 39)
Adapun nama-nama neraka disebutkan dalam al-Quran sebagai berikut :
Neraka Jahim, Neraka Jahannam , Neraka Hawiyah, Neraka Hueamah, Neraka Saqar,
Neraka Sa’ir, Neraka Laia.5

5
Abdul Wahhâb Khalaf, ‘Ilm Ushûl al-Fiqh,Cairo: Maktabah al-Da’wah al-Islâmiyah, cet. VIII, 1990.
BAB III

PENUTUP

1. KESIMPULAN

Kesimpulan dari materi ini mengenai Qismul Sam’iyyat itu adalah sesuatu hal yang
ghaib namun harus dipercayai keberadaanya yang hanya bisa diketahui secara benar
dengan cara ikhbari (berita yang didiengar), apa yang didengar dan diberitakan oleh
Allah dan Rasul-Nya dalam Al-Qur’an.
Lalu didalam Qismul Sam’iyyat membahas kajian meliputi beberapa hal yang bersifat
ghaib diantaranya malaikat, mukjizat, hari kiamat, pahala dan dosa hingga neraka dan
surga.

2. SARAN

Saran saya sebagai penulis yaitu, semoga saya lebih bisa belajar lebih dalam, tentang
cara membuat makalah yang lebih baik dari sebelumnya, juga mencari referensi Yng
lebih banyak lagi dan semoga dari materi yang saya cari dan buat secara ringkas ini
berguna bagi pembaca dan juga bisa memahami materi yang saya sampaikan.
DAFTAR PUSTAKA

Al Hakami, Syekh Hafidz Ahmad, Berkah Aqidah Ahlusunnah Wal Jama’ah, (Jakarta:Gema
Insani, 1994)

Baiquni, Achmad, Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Kealaman,Yogyakarta: PT. Dana


Bhakti Primayasa, cet. I, 1996.

Khalaf, ‘Abdul Wahhâb, ‘Ilm Ushûl al-Fiqh,Cairo: Maktabah al-Da’wah al-Islâmiyah, cet.
VIII, 1990.

Murwat, Ruhullah Taqi, “Ilahiyat, Nubuwat, Ruhaniyat, dan Sam’iyyat: Metode Pendidikan
Tauhid Dalam Keluarga”, E-Journal, vol 3, No.1 (2015)

Taufik, Ahmad, Pendidikan Agama Islam (Pendidikan Karakter Berbasis Agama),


(Surakarta:Yuma Pustaka, 2010)

Anda mungkin juga menyukai