Anda di halaman 1dari 4

SKENARIO PELAKSANAAN KOMUNIKASI

TERAPEUTIK PADA PASIEN LANSIA UMUR


65 TAHUN KE ATAS

 Topik: Pasien Lansia Hipertensi

 Pemain dan Peran:


1) Perawat : Dhipa Ashiilah Baahirah
2) Pendamping Perawat : Dwi Putri Febriyani
3) Pasien Lansia Umur 68 thn : Teguh Adi Wiranata
4) Pendamping Pasien (Anak Pasien) 21 thn : Manda Aprean Adelia

A. Tujuan
1. Klien mau mengungkapkan perasaan dan keluhannya,
2. Membina hubungan saling percaya dengan teknik komunikasi terapeutik,
3. Diskusikan dengan klien penyebab dari konstipasi,
4. Melakukan pemeriksaan fisik dengan tensi darah.

B. Teknik Komunikasi

1. Berbicara dengan kejelasan sederhana dan pelan,


2. Memberikan waktu untuk klien memahami pembicaraan,
3. Menjadi pendengar aktif,
4. Ajukan pertanyaan terbuka untuk mendorong klien berbicara tentang perasaan dan
pengalaman mereka,
5. Hargai pengalaman hidup yang klien ceritakan,
6. Gunakan kontak mata dan sentuhan lembut pada klien,
7. Memahami karakteristik klien untuk membantu adaptasi sistem pembicaraan.

 Percakapan :

I. Tahap Prainteraksi
“Perawat menuju kerumah klien”

Perawat : “Sebelum saya berinteraksi dengan pasien saya harus melakukan evaluasi diri
saya, yaitu mulai dari mempersiapkan diri dengan kondisi fisik saya yang sehat dan
mempersiapkan peralatan yang saya butuhkan, seperti tensi dan stetoskop, lalu
mempersiapkan notes untuk mencatat keluhan pada pasien.”
Perawat: “Assalamualaikum.. Permisi..”

Pendamping Pasien : “Iya Waalaikumsallam, Silahkan masuk”

II. Tahap Orientasi


(Perawat dan klien duduk di sofa ruang tamu)

Perawat : “Selamat Pagi Pak.. Perkenalkan pak nama saya perawat Dhipa Ashiilah, saya
sering dipanggil Dhipa. Saya perawat yang akan mengecek kondisi bapak pada hari ini. Saya
disini mau mengajak bapak konsultasi tentang masalah kesehatan bapak. Kalo boleh tau
nama lengkap bapak siapa ya?”

Pasien : “Nama saya Teguh Adi”

Perawat : “Biasanya sering dipanggil siapa pak?”

Pasien: “Biasanya sering dipanggil Pak Adi”

Perawat : “Baik pak Adi, kabarnya bagaimana hari ini? Atau selama beberapa hari ini ada
keluhan apa pak?”

Pasien : “Saya belakangan ini sering merasa pusing dan terkadang penglihatan kunang-
kunang.”

Perawat : “Kalo boleh tau kapan pak sering terasa pusing? Apakah disaat melakukan
aktivitas tertentu dan yang lain?”

Pasien : “Sering terasa pusing dan terkadang tiba-tiba penglihatan gelap ketika beraktivitas di
rumah dan pinggang juga terasa nyeri.”

Perawat : “Bapak sebelumnya sudah pernah melakukan apa untuk mengatasi keluhan
bapak?”

Pasien : “Hanya ke puskesmas terdekat saja.”

Perawat : “Baik untuk ibu nama nya siapa? Dan Ibu siapa nya pak Adi?”

Pendamping Pasien: “Saya Manda, saya anak pak Adi”

Perawat : “Baik bu Manda, kalo boleh bisa bantu saya memperjelas keluhan bapak tadi bu?”

Pendamping Pasien : “Iya sus, jadi kebetulan bapak saya sering ngeluh kepala pusing, sakit
pinggang juga, dan beberapa kali dibawa ke puskesmas terdekat ditensi tetap tinggi mulai
dari 160/80.”

Perawat : “Baik.. jadi hanya cek dari puskesmas aja ya bu?”

Pendamping Pasien: “Iya sus.”


Perawat : “Baik pak, jadi karena bapak mempunyai keluhan darah tinggi, saya akan
mengajak bapak berbincang-bincang lebih lanjut mengenai keluhan bapak dan mungkin akan
memakan waktu 10-15 menit, apakah bapak bersedia?”

Pasien : “Iya bersedia.”

Perawat : “Baik terima kasih pak.. untuk tempatnya bapak lebih nyaman dimana?”

Pasien : “Disini aja gapapa.” (Menunjuk sofa ruang tamu)

III. Tahap Kerja


(Perawat keluar ruang tamu dan pendamping perawat masuk)

Pendamping Perawat : “Pagi bapak, jadi disini saya perawat Dwi Putri, saya pendamping
perawat Dhipa yang berbincang dengan bapak tadi dan saya yang akan mengecek kondisi
fisik bapak, sebelumnya bapak sudah pernah berkonsultasi penyakit darah tinggi bapak?”

Pasien : “Enggak, Cuma periksa di puskesmas ditensi darahnya 160/80.”

Pendamping Perawat : “Baik pak, disini saya akan mengecek ulang tensinya bapak untuk
memastikan bapak menderita darah tinggi atau hanya sekedar tekanan darah biasa.”

(Mempersiapkan tensimeter dan stetoskop)

Perawat : “Permisi pak, boleh saya pakaikan ke tangannya? Permisi ya pak.”

(Pasien memberi tangan dan perawat memasang tensi dan melakukan pemeriksaan)

Perawat : “Baik pak, ternyata benar darahnya tinggi 150/80. Jadi bapak benar dinyatakan
darah tinggi atau hipertensi.”

(Perawat melepaskan tensi meter dari pasien)

Perawat : “Baik bapak, disini saya akan sedikit memberi tahu bapak penyebab dari hipertensi
yang bapak derita, penyebabnya ada 2 ya pak, yaitu pola hidup atau dari keturunan itu
sendiri. Lalu ada juga penanganan untuk mengatasi keluhan pusing bapak yaitu dengan
mengontrol lagi pola istirahat bapak dan jika bisa ditambah lagi jam tidurnya, lalu juga
jangan sampai bapak banyak pikiran karena itu bisa menyebabkan stress dan akan membuat
tekanan darah bapak naik. Dan pencegahannya bapak sebaiknya mengurangi makan makanan
cepat saji misalnya seperti mie instan dan semacamnya.”

Pasien : “Ohh.. jadi gitu ya sus”

Perawat : “Iya bapak, kalo begitu saya permisi ya pak, nanti perawat Dhipa bakalan masuk
lagi..”
IV. Tahap Terminasi
(Pendamping perawat keluar ruang tamu dan perawat 1 masuk)

Perawat : “Jadi bapak, bagaimana perasaannya setelah berkonsultasi dengan saya dan juga
diberikan arahan oleh perawat Dwi tadi?”

Pasien : “Alhamdulillah sus, jadi saya jadi semakin tau apa penyebab penyakit saya dan cara
menghindarinya.”

Perawat : “Alhamdulillah ya pak, sudah mengerti setelah konsultasi. Jika bapak mengerti
dengan penyampaian suster Dwi, boleh tolong ulang kembali pak?”

Pasien : “Iya sus saya harus mulai dengan menjaga pola makan, pola tidur dan banyak
istirahat juga.”

Perawat : “Baik bapak.. Dengan begitu saya harap bisa diterapkan dengan baik ya pak
karena jika terus mengalami darah tinggi itu bisa menyebabkan masalah berkelanjutan salah
satunya serangan jantung. Untuk ibu Manda mohon dibantu untuk mengingatkan bapak agar
menjaga pola makan dan istirahat yang cukup.”

Pendamping Pasien : “Baik sus, terima kasih atas arahannya, saya akan membantu
mengingatkan Ayah saya untuk tetap menjaga kesehatan.”

Perawat : “Baik pak,bu jika tidak ada yang ditanyakan lagi, saya akhiri pertemuan konsultasi
kita ya pak,bu. Tetap jaga kesehatan dan tetap semangat.”

Pasien dan Pendamping Pasien : “Iya sus, terima kasih banyak.”

Perawat dan Pendamping Perawat : “Terima kasih kembali pak,bu..”

(Perawat dan pendamping perawat berpamitan dan pulang)

Anda mungkin juga menyukai