Anda di halaman 1dari 6

PENDEKATAN : POSITIVISTIK

MAKALAH Diajukan guna memenuhi tugas Dalam Matakuliah Filsafat Ilmu Disusun oleh: ISTIANAH NIM: 11340173/ IH-D

Dosen: Dra.Hj. ERMI SUHASTI S., MSI.

ILMU HUKUM FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 20112

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Dalam kehidupan sehari-hari, bila ada suatu masalah, terkadang kita melakukan suatu hal agar suasana menjadi tenang dan damai, yaitu sebuah pendekatan, yang berasal dari nurani manusia dan biasanya hl itu merupakan cara yang paling ampuh bagi problematika manusia yang sudah kehabisan akal untuk menangani masalah hidupnya, misal, seorang anak yang rewel dan ibunya mendekat dan mengatakan hal-hal yang membuat tangis si anak diam, hal itu karena si ibu berhasil melakukan pendekatan secara langsung pada si anak dan dengan haat nurani yang alamiah, seorang cowoko yang melakukan pendekatan hati pada lawan jenis yang disukainya agar mau menjadi pasangannya dan seorang hakim kadang melakukan pendekatan dalam menangani masalah seperti mengapa orang tersebut mencuri dan apakah mentalnya masih waras atau tidak, agar hukum yang diambil itu sesuai dengan keadaan dan memenuhi suaatu keadilan, dalam ilmu pun butuh pendekatan agar mudah dipahami dan dijalani oleh ilmuwan dimanapun.dan pendekatan merupakan alternative yang sangat efektif dan bisa jadi merupakan jalan terakhir yang digunakan manusia untuk menyelesaikan suatu masalah B. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana pendekatan yang dilakukan dalam filsafat Ilmu? 2. Bagaimanakah positivisme auguste comte dalam filsafat?? C. TUJUAN PEMBAHASAN Agar mahasiswa mengetahui pendekatan yang dilakukan dalam filsafat ilmu dan mudah dalam mempelajari filsafat

PEMBAHASAN
A. Pengertian positivistik Positivisme adalah istilah umum dalam filsafat yang mengutamakan aspek factual pengetahuan khususnya ilmiah. Positivism atau non spekulatif diperkenalkan oleh Auguste Comte(1798-1857) dalam buku utamanya yang berjudul Cours de Philosophic Positive, positivisme berasal dari kata positifyang artinya faktuual, sesuatu yang berdasar fakta atau kenyataan, menurut positivism, pengetahuan kita tidak boleh melebihi fakta-fakta yang ada, sehingga dalam bidang pengetahuan, ilmu pengetahuan empiris menjadi contoh istimewanya.. Kemampuan pengamatan secara langsung (empiris) menjadi andalan untuk pendekatan positivistik. Dan menggunakan penalaran induktif. Oleh karena itulah, positivism menolak cabang filsafat metafisika. Ilmu pengetahuan juga filsafat yang menyelidiki fakta dan hubungan yang terdapat antara fakta-fakta. Tugas filsafat adalah mengoordinasi ilmu pengetahuan yang beragam coraknya. Model pendekatan positivistic terilhami dari gerakan keilmuan masa modern, yang mengharuskan adanya kepastian dalam suatu kebenaran. Syarat objek ilmu yaitu dapat: diamati (observable), diulang-ulang(repeatable), diukur (measurable), diuji(testable), diramalkan(predicable). Dan penelitiannya berpusat pada eksperimen datadata particular, dan ditafsirkan oleh rasio, dan pengalaman(aposteriori) akan menarik kesimpulan. Positivism mengutamakan pengalaman, namun beda dengan empiris inggris yang menerima pengalaman batiniah atau subjektif sebagai sumber pengetahuan, positivism tidak menerima sumber pengetahuan melalui pengalaman batiniah dan hanya mengandalkan fakta-fakta belaka.

Alliran yang mendukung positivistic yaitu:1. Empiris, aliran yang mengakui pengalaman indrawi satu-satunya sumber pengetahuan. 2. Positivisme menyatakan bahwa ilmu pengetahuan yang benar hanya ilmu-ilmu alam (empiris) dan menolak nilai kognitif atau metafisika. Merumuskan hukum-hukum yang bersifat umum dan mutlak perlu adalah tugas ilmu pengetahuan modern yang menjadi prinsip utama kaum positivistic. Dan hukum dirumuskan berdasar uji coba atau pembuktian empiris.. Metode dalam pendekatan positivistic yaitu: 1. Metode siklus empiric(L-H-V) untuk ilmu alam. 2. metode linier untuk ilmu social dan humanistic. lmuwan atau akademisi akan melakukan pendekatan terthadap sesuatu secara ilmiah. Langkah-langkah yang akan diambil adalah: pertama, menetapkan objek dan focus permasalahan. Kedua, menetapkan metode yang sesuai dengan objek yang dikaji. Ketiga, menganalisa langkah diatas memiliki mmodel keilmiahan yang berbeda, pertama, ilmiah positivistic dengan penalaran induktif. Kedua, ilmiah spekulatif atau non-positivistik dengann penalaran deduktif. Ketiga, ilmiah pragamatic dengan penalaran abduktif.

KESIMPULAN
Positivism dirintis oleh auguste comte (1798-1857), positivism yaitu suatu cara pandang dalam memahami dunia berdasar sains. Sebagai pekembangan empiris yang ekstrem , berpandangan bahwa yang dapat disaelidiki atau dipelajari hanyalah data-data yang nyata atau empiric atau disebut positif. Menurut Comte, nilai-nilai politik dan social dapat digeneralisasikan berdasar fakta dari penyelidikan terhadap kehidupan masyarakat itu sendiri dan dapat dijelaskan secara ilmiah, dengan mengemukakan pendapat historis atas dasar cara berpikir induktif. Jadi, nilai-nilai tersebut tumbuh dan berkembang dalam proses kehidupan masyarakat itu sendiri. Penganut positivism yakin bahwa hanya saedikit perbedaan antara ilmu social dan ilmu alam karena masyarakat dan kehidupan social berjalan berdasar aturanaturan demikian juga alam.

DAFTAR PUSTAKA
Suhesti S., Ermi. 2012. Pengantar Filsafat Ilmu. Prajnya Media. Yogyakarta Abdul hakim, Atang dan Beni Ahmad Saebani. 2008. Filsafat Umum dari Mitologi sampai Teofilosofi. Pustaka Setia. Bandung. Adib, Mohammad. 2010. Filsafat ilmu Ontologi, Epistemologi, Aksiologi, dan Logika ilmu Pengetahuan. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

DAFTAR PUSTAKA