Anda di halaman 1dari 14

ETIKA DALAM BERKOMUNIKASI: ANDI: Etika dalam komunikasi adalah suatu seni berbicara menurut ketentuan yang berlaku,

dimana bumi dipijak,disitu langit dijunjung Etika komunikasi adalah kebebasan berekspresi dan tanggung jawab terhadap pelayanan publik. Hal2 yang berpengaruuh dalam etika dalam etika berkomunikasi : Self confidence, Self control, Body Language, First Impression. Dua syarat kemungkinan etika komunikasi : Etiika komunikasi melindungi yang lemah. Etika komunikasi merupakan upaya untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab. 9 prinsip komunikasi : Komunikasi adalah proses simbolik Setiap perilaku mempunyai potensi komunkasi Komunukasi mempunyai dimensi isi dan hubungan Komunikasi berlangsung dalm berbagai tingkat kesenjangan Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu Komunkiasi melibatkan perdiksi peserta komunikasi Komunikasi bersifat sistemik Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektif komunikasinya Komunikasi bersifat irreversible Prinsip komunikasi adalah prinsip-prinsip yang diterapkan dalam komunikasi agar komunikasi itu baik dan lancar Teknik komunikasi : Komunikasi informatif : informatif, agar orang lain yg diajak beromunikasi dapat mengerti apa ang kita sampaikan. Komunikasi ini bersifat memberi informasi dan menerangkan. Komunikasi Persuasif : Persuasif yakni agar orang lain mau menerima suatu paham dari apa yang kita sampaikan. Komunikasi Instruktif : komunikasi ini mengandung sesuatu yang dapat menjadikan seseorang melakukan perintahnya. Hubungan Manusiawi : Interaksi antara seseorang dengan orang lain dalam segala situasi dan dalam bidang kehidupan apa saja. LASTRI:
o

A. Arti Definisi / Pengertian Etika ( Etik ) Etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan. B. Arti Definisi / Pengertian Etiket Etiket adalah suatu sikap seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan. C. Etika Dan Etiket Yang Baik Dalam Komunikasi Berikut di bawah ini adalah beberapa etika dan etiket dalam berkomunikasi antar manusia dalam kehidupan sehari-hari : 1. Jujur tidak berbohong 2. Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan 3. Lapang dada dalam berkomunikasi

4. Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik 5. Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien 6. Tidak mudah emosi / emosional 7. Berinisiatif sebagai pembuka dialog 8. Berbahasa yang baik, ramah dan sopan 9. Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan 10. Bertingkahlaku yang baik D. Contoh Teknik Komunikasi Yang Baik - Menggunakan kata dan kalimat yang baik menyesuaikan dengan lingkungan - Gunakan bahawa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara - Menatap mata lawan bicara dengan lembut - Memberikan ekspresi wajah yang ramah dan murah senyum - Gunakan gerakan tubuh / gesture yang sopan dan wajar - Bertingkah laku yang baik dan ramah terhadap lawan bicara - Memakai pakaian yang rapi, menutup aurat dan sesuai sikon - Tidak mudah terpancing emosi lawan bicara - Menerima segala perbedaan pendapat atau perselisihan yang terjadi - Mampu menempatkan diri dan menyesuaikan gaya komunikasi sesuai dengan karakteristik lawan bicara. - Menggunakan volume, nada, intonasi suara serta kecepatan bicara yang baik. - Menggunakan komunikasi non verbal yang baik sesuai budaya yang berlaku seperti berjabat tangan, merunduk, hormat, ces, cipika cipiki (cium pipi kanan - cium pipi kiri) - Dan lain sebagainya. http://organisasi.org/etiket-etika-dalam-berkomunikasi-komunikasi-pengertian-etika-etiket-sosiologi 7 ; Prinsip-prinsip Komunikasi Prinsip-prinsip komunikasi juga diuraikan dengan berbagai cara oleh para pakar komunikasi, dengan menggunakan istilah-istilah lain untuk merujuk pada prinsip prinsip komunikasi ini. Willian B. Gudykunst dan Young Yun Kim, menyebutnya asumsi-asumsi Komunikasi, Cassandra L.Book, Bert E. Bradley, Larry A. Samovar dan Richard E.Porter, Sarah Trenholm, dan Arthur Jensen, menyebutnya karakteristik komunikasi. Berikut adalah Prinsip-prinsip komunikasi : #PRINSIP 1 : KOMUNIKASI ADALAH SUATU PROSES SIMBOLIK #PRINSIP 2 : SETIAP PERILAKU MEMPUNYAI POTENSI KOMUNIKASI #PRINSIP 3 : KOMUNIKASI PUNYA DIMENSI ISI DAN DIMENSI HUBUNGAN #PRINSIP 4 : KOMUNIKASI ITU BERLANGSUNG DALAM BERBAGAI TINGKAT KESENGAJAAN #PRINSIP 5 : KOMUNIKASI TERJADI DALAM KONTEKS RUANG DAN WAKTU #PRINSIP 6 : KOMUNIKASI MELIBATKAN PREDIKSI PESERTA KOMUNIKASI #PRINSIP 7 : KOMUNIKASI ITU BERSIFAT SISTEMIK #PRINSIP 8 : SEMAKIN MIRIP LATAR BELAKANG SOSIAL BUDAYA SEMAKIN EFEKTIFLAH KOMUNIKASI #PRINSIP 9 : KOMUNIKASI BERSIFAT NONSEKUENSIAL #PRINSIP 10 : KOMUNIIKASI BERSIFAT PROSESUAL DINAMIS, DAN TRANSAKSIONAL #PRISNSIP 11 : KOMUNIKASI BERSIFAT IRRESVERSIBLE PRINSIP 12 : KOMUNIKASI BUKAN PANASEA UNTUK MENYELESAIKAN BERBAGAI MASALAH #PRINSIP 1 : KOMUNIKASI ADALAH SUATU PROSES SIMBOLIK Salah satu kebutuhan pokok manusia, adlah kebutuhan simbolisasi atau penggunaan lambang. Ernst Cassier mengatakan bahwa keunggulan manusia atas makhluk lainnya adalah keistimewaan mereka sebagai animal symbolicum. Lambang atau symbol adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya, berdasarkan kesepakatan kelompok orang. Lambang meliputi kata-kata (pesan verbal), perilaku nonverbal, dan objek yang maknanya disepakati bersama. Kemampuan manusia menggunakan lambang verbal memungkinkan perkembangan bahasa dan menangani hubungan antara manusia dan objek (baik abstrak mau pun nyata) tanpa kehadirah manusia dan objek tersebut. Lambang adalah salah satu kategori tanda. Hubungan antara tanda dengan objek dapat juga direpresentasikan oleh ikon dan

indeks. Ikon adalah suatu benda fisik yang menyerupai yang direpresentasikannya. Representasi ini ditandai dengan kemiripan. Indek adalah suatu tanda yang secara alamiah merepresntasikan objek lainnya. Istilah lain yang sering digunakan untuk indeks adalah sinyal (signal), yang dalam bahasa sehari-hari desebut juga gejala (symptom). Indek muncul berdasarkan hubungan antara sebab akibat yang punya kedekatan eksistensi. Lambang mempunyai beberapa sifat seperti berikut ini : Lambang bersifat sembarang, manasuka atau sewenang-wenang Apasaja bisa dijadikan lambang, bergantung pada kesepakatan bersama. Alam tidak memberikan penjelasan kepada kita mengapa manusiamenggunakan lambang-lambang tertentu untuk merujuk pada hal-hal tertentu baik yang konkret atau pun yang abstrak. ADULT LEARNER LASTRI Bagian dari menjadi seorang instruktur yang efektif melibatkan pemahaman bagaimana orang dewasa belajar terbaik. Dibandingkan dengan anak-anak dan remaja, orang dewasa memiliki kebutuhan khusus dan persyaratan sebagai peserta didik. Meskipun kebenaran jelas, pembelajaran orang dewasa merupakan daerah yang relatif baru studi. Bidang pembelajaran bagi orang dewasa ini dipelopori oleh Malcolm Knowles. Dia mengidentifikasi karakteristik pelajar dewasa berikut: * Dewasa yang otonom dan mandiri. Mereka perlu bebas untuk mengarahkan diri mereka sendiri. Guru-guru mereka secara aktif harus melibatkan peserta dewasa dalam proses belajar dan berfungsi sebagai fasilitator bagi mereka. Secara khusus, mereka harus mendapatkan perspektif peserta tentang topik apa untuk menutupi dan membiarkan mereka bekerja pada proyek-proyek yang mencerminkan kepentingan mereka. Mereka harus memungkinkan para peserta untuk memikul tanggung jawab untuk presentasi dan kepemimpinan kelompok. Mereka harus yakin untuk bertindak sebagai fasilitator, membimbing peserta untuk pengetahuan mereka sendiri daripada memasok mereka dengan fakta-fakta. Akhirnya, mereka harus menunjukkan peserta bagaimana kelas akan membantu mereka mencapai tujuan mereka (misalnya, melalui selembar tujuan pribadi). * Orang dewasa memiliki akumulasi dasar dari pengalaman hidup dan pengetahuan yang dapat meliputi kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan pendidikan sebelumnya. Mereka perlu menghubungkan belajar pengetahuan / dasar pengalaman. Untuk membantu mereka melakukannya, mereka harus menarik keluar pengalaman para peserta dan pengetahuan yang relevan dengan topik. Mereka harus berhubungan teori dan konsep kepada para peserta dan mengakui nilai pengalaman dalam belajar. * Orang dewasa berorientasi pada tujuan. Setelah mendaftar di kursus, biasanya mereka tahu apa tujuan mereka ingin capai. Mereka, oleh karena itu, menghargai program pendidikan yang terorganisir dan telah jelas unsur-unsur. Instruktur harus menunjukkan peserta bagaimana kelas ini akan membantu mereka mencapai tujuan mereka. Ini klasifikasi tujuan dan sasaran tentunya harus dilakukan di awal kursus. * Orang dewasa berorientasi relevansi. Mereka harus melihat alasan untuk belajar sesuatu. Belajar harus berlaku untuk pekerjaan mereka atau tanggung jawab lain untuk menjadi nilai bagi mereka. Oleh karena itu, instruktur harus mengidentifikasi tujuan untuk peserta dewasa sebelum

kursus dimulai. Ini berarti juga bahwa teori-teori dan konsep harus terkait dengan pengaturan akrab bagi peserta. Kebutuhan ini dapat dipenuhi dengan membiarkan peserta memilih proyek-proyek yang mencerminkan kepentingan mereka sendiri. * Dewasa yang praktis, yang terfokus pada aspek pelajaran yang paling berguna bagi mereka dalam pekerjaan mereka. Mereka tidak mungkin tertarik dalam pengetahuan untuk kepentingan diri sendiri. Instruktur harus memberitahu peserta secara eksplisit bagaimana pelajaran akan bermanfaat bagi mereka pada pekerjaan. * Seperti halnya semua peserta didik, orang dewasa harus menunjukkan rasa hormat. Instruktur harus mengakui kekayaan pengalaman yang peserta dewasa membawa ke kelas. Ini orang dewasa harus diperlakukan sama dalam pengalaman dan pengetahuan dan diperbolehkan untuk menyuarakan pendapat mereka dengan bebas di kelas. Memotivasi Pelajar Dewasa Aspek lain dari pembelajaran bagi orang dewasa adalah motivasi. Setidaknya enam faktor berfungsi sebagai sumber motivasi untuk belajar orang dewasa: * Sosial hubungan: untuk membuat teman baru, untuk memenuhi kebutuhan asosiasi dan persahabatan. * Harapan eksternal: untuk mematuhi instruksi dari orang lain, untuk memenuhi harapan atau rekomendasi dari seseorang yang memiliki otoritas formal. * Kesejahteraan sosial: untuk meningkatkan kemampuan untuk melayani umat manusia, mempersiapkan diri untuk pelayanan kepada masyarakat, dan meningkatkan kemampuan untuk berpartisipasi dalam pekerjaan masyarakat. * Pribadi kemajuan: untuk mencapai status yang lebih tinggi dalam pekerjaan, aman kemajuan profesional, dan tetap mengikuti pesaing. * Luput / Stimulasi: untuk menghilangkan kebosanan, memberikan istirahat dalam rutinitas rumah atau bekerja, dan memberikan kontras untuk rincian menuntut kehidupan lainnya. * Bunga Kognitif: untuk belajar demi belajar, mencari ilmu untuk kepentingan diri sendiri, dan untuk memuaskan pikiran yang bertanya. Hambatan dan Motivasi Tidak seperti anak-anak dan remaja, orang dewasa memiliki banyak tanggung jawab bahwa mereka harus mengimbangi tuntutan belajar. Karena tanggung jawab ini, orang dewasa memiliki hambatan terhadap berpartisipasi dalam belajar. Beberapa hambatan termasuk kurangnya waktu, uang, kepercayaan diri, atau bunga, kurangnya informasi tentang peluang untuk belajar, masalah penjadwalan, "pita merah," dan masalah penitipan anak dan transportasi. Faktor motivasi juga bisa menjadi penghalang. Apa yang memotivasi pelajar dewasa? Motivasi khas mencakup persyaratan untuk kompetensi atau lisensi,

sebuah promosi (atau menyadari) diharapkan, pengayaan pekerjaan, kebutuhan untuk mempertahankan ketrampilan lama atau belajar yang baru, kebutuhan untuk beradaptasi dengan perubahan pekerjaan, atau kebutuhan untuk belajar dalam rangka memenuhi arahan perusahaan. Cara terbaik untuk memotivasi pelajar dewasa adalah hanya untuk meningkatkan alasan mereka untuk mendaftar dan mengurangi hambatan. Instruktur harus belajar mengapa siswa mereka terdaftar (motivator), mereka harus menemukan apa yang menjaga mereka dari belajar. Kemudian instruktur harus merencanakan strategi mereka memotivasi. Sebuah strategi yang sukses menampilkan pelajar dewasa mencakup hubungan antara pelatihan dan promosi yang diharapkan. Belajar Tips untuk Instruktur Efektif Pendidik harus ingat bahwa belajar terjadi dalam setiap individu sebagai proses yang terus-menerus sepanjang hidup. Orang belajar dengan kecepatan yang berbeda, sehingga wajar bagi mereka untuk cemas atau gelisah ketika dihadapkan dengan situasi belajar. Penguatan positif oleh instruktur dapat meningkatkan belajar, karena waktu dapat tepat instruksi. Belajar hasil dari stimulasi indra. Pada beberapa orang, satu sisi digunakan lebih dari orang lain untuk belajar atau mengingat informasi. Instruktur harus menyajikan bahan-bahan yang merangsang sebanyak mungkin indra mungkin untuk meningkatkan kesempatan sukses mereka mengajar. Ada empat unsur penting dari belajar yang harus diatasi untuk memastikan bahwa peserta belajar. Unsur-unsur ini 1. motivasi 2. penguatan 3. penyimpanan 4. pemindahan Motivasi. Jika peserta tidak mengakui perlunya informasi (atau telah tersinggung atau terintimidasi), semua usaha instruktur untuk membantu peserta untuk belajar akan sia-sia. Instruktur harus menjalin hubungan dengan peserta dan mempersiapkan mereka untuk belajar; ini memberikan motivasi. Instruktur dapat memotivasi siswa melalui beberapa cara: * Mengatur perasaan atau nada untuk pelajaran. Instruktur harus mencoba untuk membangun suasana yang ramah dan terbuka yang menunjukkan peserta mereka akan membantu mereka belajar. * Atur tingkat yang tepat yang memprihatinkan. Tingkat ketegangan harus disesuaikan untuk memenuhi tingkat kepentingan tujuan. Jika materi memiliki tingkat kepentingan yang tinggi, tingkat yang lebih tinggi ketegangan / stres harus ditetapkan di kelas. Namun, orang belajar terbaik di bawah stres rendah sampai sedang; jika stres terlalu tinggi, itu menjadi penghalang untuk belajar. * Atur tingkat yang tepat kesulitan. Tingkat kesulitan harus ditetapkan cukup tinggi untuk peserta tantangan tetapi tidak begitu tinggi sehingga mereka menjadi frustrasi oleh informasi yang berlebihan. Instruksi harus memprediksi dan penghargaan partisipasi, yang berpuncak dalam keberhasilan.

Selain itu, peserta perlu pengetahuan khusus dari hasil belajar mereka (umpan balik). Umpan balik harus spesifik, tidak umum. Peserta juga harus melihat hadiah untuk belajar. Hadiah tidak selalu harus uang, bisa hanya sebuah demonstrasi manfaat untuk direalisasikan dari belajar materi. Akhirnya, peserta harus tertarik pada pelajaran. Bunga secara langsung berkaitan dengan penghargaan. Orang dewasa harus melihat manfaat dari belajar dalam rangka untuk memotivasi diri untuk belajar subjek. Tulangan. Penguatan adalah bagian yang sangat penting dari proses mengajar / belajar, melalui itu, instruktur mendorong mode yang benar perilaku dan kinerja. * Penegasan positif adalah biasanya digunakan oleh instruktur yang mengajar peserta keterampilan baru. Seperti namanya, penguatan positif adalah "baik" dan memperkuat "baik" (atau positif) perilaku. * Penguatan negatif adalah pengangkatan kontingen stimulus berbahaya yang cenderung meningkatkan perilaku. Presentasi kontingen dari stimulus berbahaya yang cenderung menurun perilaku disebut Hukuman. Memperkuat perilaku yang tidak pernah akan menyebabkan kepunahan bahwa perilaku dengan definisi. Hukuman dan Time Out menyebabkan kepunahan perilaku tertentu, namun penguatan positif atau negatif dari perilaku yang tidak akan pernah. (Untuk membaca lebih lanjut tentang penguatan negatif, Anda dapat memeriksa Maricopa Pusat Belajar & Instruksi Universitas Penguatan Negatif.) Ketika instruktur mencoba untuk mengubah perilaku (praktik-praktik lama), mereka harus diterapkan baik penguatan positif dan negatif. Penguatan harus menjadi bagian dari proses belajar-mengajar untuk memastikan perilaku yang benar. Instruktur perlu menggunakannya secara sering dan teratur pada awal proses untuk membantu siswa mempertahankan apa yang telah mereka pelajari. Kemudian, mereka harus menggunakan penguatan hanya untuk menjaga konsisten, perilaku positif. Retensi. Siswa harus mempertahankan informasi dari kelas dalam rangka memperoleh manfaat dari pembelajaran. Pekerjaan instruktur 'belum selesai sampai mereka telah membantu pelajar dalam mempertahankan informasi. Agar peserta untuk mempertahankan informasi yang diajarkan, mereka harus melihat makna atau tujuan untuk informasi tersebut. Juga harus memahami dan mampu menginterpretasikan dan menerapkan informasi. Pemahaman ini mencakup kemampuan mereka untuk menetapkan tingkat kepentingan yang tepat untuk materi. Jumlah retensi akan langsung dipengaruhi oleh tingkat pembelajaran asli. Secara sederhana, jika peserta tidak belajar materi dengan baik pada awalnya, mereka tidak akan mempertahankan dengan baik baik. Retensi oleh peserta secara langsung dipengaruhi oleh jumlah mereka praktek selama pembelajaran. Instruktur harus menekankan retensi dan aplikasi. Setelah siswa menunjukkan yang benar (yang diinginkan) kinerja, mereka harus didorong untuk berlatih untuk mempertahankan kinerja yang diinginkan. Praktek Terdistribusi mirip efek penguatan intermiten. Transferensi. Transfer belajar adalah hasil dari pelatihan - itu adalah

kemampuan untuk menggunakan informasi yang diajarkan dalam kursus tetapi dalam pengaturan baru. Seperti dengan penguatan, ada dua jenis transfer: positif dan negatif. * Transferensi positif, seperti penguatan positif, terjadi ketika para peserta menggunakan perilaku yang diajarkan dalam kursus. * Transferensi negatif, lagi-lagi seperti penguatan negatif, terjadi ketika peserta tidak melakukan apa yang mereka diberitahu untuk tidak melakukan. Hal ini menghasilkan hasil (yang diinginkan) positif. Transferensi paling mungkin terjadi dalam situasi berikut: * Asosiasi - peserta dapat mengaitkan informasi baru dengan sesuatu yang mereka sudah tahu. * Kesamaan - informasi yang serupa dengan materi yang peserta sudah tahu, yaitu, ia mengunjungi kembali kerangka logis atau pola. * Derajat belajar asli - tingkat peserta belajar asli tinggi. * Elemen atribut Kritis - informasi belajar mengandung unsur-unsur yang sangat bermanfaat (kritis) pada pekerjaan. Meskipun belajar orang dewasa relatif baru sebagai bidang studi, hal itu sama besar seperti pendidikan tradisional dan membawa dan potensi sukses yang lebih besar. Tentu saja, keberhasilan tinggi membutuhkan tanggung jawab lebih besar pada bagian dari guru. Selain itu, peserta didik datang ke kursus dengan harapan tepat didefinisikan. Sayangnya, ada hambatan belajar mereka. Motivator terbaik untuk pelajar dewasa yang kepentingan dan keuntungan egois. Jika mereka dapat menunjukkan bahwa mereka tentu saja manfaat pragmatis, mereka akan melakukan yang lebih baik, dan manfaat akan lebih tahan lama. http://translate.google.co.id/?hl=id&tab=wT 3E. Dalam komunikasi lisan, informasi disampaikan secara lisan atau verbal melalui kata-kata. Penyampaikan informasi seperti ini dinamakan berbicara. Komunikasi lisan akan menjadi lebih efektif apabila diikuti dengan tinggi rendah, lemah lembut, dan perubahan nada suara yang disesuaikan. 3C. Perlu karena bahasa inggris adalah bahasa internasional jadi setiap orang perlu mengerti bahasa inggris apalagi jika akan mangikuti program pembelajaran di luar negeri seperti dokter bebeh. UMI 3.a. Bagaimana cara menggunakan internet sesuai dengan kebutuhan seorang dokter? Seorang dokter mempunyai kewajiban-kewajiban yang harus mereka lakukan antara lain;

a) b) c) d) e)

Memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur Merujuk pasien ke dokter lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien, bahkan juga setelah Melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada Menambah ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran

operasional serta kebutuhan medis pasien baik, apabila tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan pasien meninggal dunia orang lain yang bertugas mampu melakukannya

pada point kelima tertulis menambah ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran, perkembangan ilmu kedokteran di dapat melalui banyak sumber antara lain; buku, media elektronik, media cetak, internet dan lain. Yang termasuk di dalamnya tersebut terdapat internet, kebanyakan dari pengetahuan dan perkembangan ilmu kedokteran di dapat dari internet. Jika seorang dokter sangat dangkal mengetahuannya mengenai internet, otomatis mereka akan tertinggal mengenai perkembangan ilmu pengetahuan tentang kedokteran dalam penggunaan internet terdapat cara-cara tersendiri antara lain, apabila kita ingin mengetahui

1.

Kita harus mengetahui alamat webside untuk bahan yang akan kita gunakan. Apabila kita

belum mengetahuinya, kita cari di www.google.com. Cara ini merupakan cara pertama yang digunakan untuk mengawali penggunaan internet. 2. 3. Kita aktif dalam berita-berita tentang kesehatan yang terdapat di internet, berita nasional Selalu aktif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi-informasi terbaru maupun internasioanal. melalui internet. 3.e ASPEK ETIK KOMUNIKASI DOKTER PASIEN

ASPEK ETIK

1.

Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) tidak mengatur secara terperinci tentang

etika berkomunikasi. KODEKI mengatur hubungan antar manusia yang mencakup

kewajiban umum seorang dokter, hubungan dokter dengan pasiennya, kewajiban dokter terhadap sejawatnya dan kewajiban dokter terhadap dirinya sendiri. 2. Pelanggaran terhadap butir-butir KODEKI bisa menjadi pelanggaran etik sematamata tetapi ada pula yang menjadi pelanggaran etik dan sekaligus pelanggaran hukum. 3. Selama ini wawancara terhadap pasien lebih ditekankan kepada pengumpulan informasi dari sisi penyakit (disease) untuk menegakkan diagnosis dan tindakan lebih lanjut. Informasi sakit dari pasien (illness) kurang diperhatikan. 4. Secara umum, komunikasi yang baik dan efektif antara dokter dan pasien sangat membantu kepuasan pasien terhadap pelayanan medik dan meningkatkan penyembuhan serta kepatuhan pasien terhadap terapi. 5. Ketidakmampuan dokter untuk melakukan komunikasi yang baik dengan pasien sedikitnya melanggar etika profesi kedokteran, lebih lanjut dapat melanggar disiplin kedokteran apabila ketidakmampuan berkomunikasinya berdampak pada ketidakmampuan dokter dalam membuat persetujuan tindakan kedokteran dan rekam medis.

Prinsip-prinsip komunikasi Deddy Mulyana, Ph.D membuat istilah baru yaitu prinsip-prinsip komunikasi. Terdapat 12 prinsip komunikasi yang dikatakan sebagai penjabaran lebih jauh dari definisi dan hakekat komunikasi yaitu : 1. Prinsip 1 : Komunikasi adalah suatu proses simbolik

Komunikasi adalah sesuatu yang bersifat dinamis, sirkular dan tidak berakhir pada suatu titik, tetapi terus berkelanjutan. 2. Prinsip 2 : Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi Setiap orang tidak bebas nilai, pada saat orang tersebut tidak bermaksud mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh orang lain maka orang tersebut sudah terlibat dalam proses berkomunikasi. Gerak tubuh, ekspresi wajah (komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh orang lain menjadi suatu stimulus. 3. Prinsip 3 : Komunikasi punya dimensi isi dan hubungan Setiap pesan komunikasi mempunyai dimensi isi dimana dari dimensi isi tersebut kita bisa memprediksi dimensi hubungan yang ada diantara pihak-pihak yang melakukan proses komunikasi. Percakapan diantara dua orang sahabat dan antara dosen dan mahasiswa di kelas berbeda memiliki dimesi isi yang berbeda. 4. Prinsip 4 : Komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan Setiap tindakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi mulai dari tingkat kesengajaan yang rendah artinya tindakan komunikasi yang tidak direncanakan (apa saja yang

akan dikatakan atau apa saja yang akan dilakukan secara rinci dan detail), sampai pada tindakan komunikasi yang betul-betul disengaja (pihak komunikan mengharapkan respon dan berharap tujuannya tercapai) 5. Prinsip 5 : Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu Pesan komunikasi yang dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara verbal maupun nonverbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu berlangsung. 6. Prinsip 6 : Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi Tidak dapat dibayangkan jika orang melakukan tindakan komunikasi di luar norma yang berlaku di masyarakat. Jika kita tersenyum maka kita dapat memprediksi bahwa pihak penerima akan membalas dengan senyuman, jika kita menyapa seseorang maka orang tersebut akan membalas sapaan kita. Prediksi seperti itu akan membuat seseorang menjadi tenang dalam melakukan proses komunikasi. 7. Prinsip 7 : Komunikasi itu bersifat sistemik Dalam diri setiap orang mengandung sisi internal yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya, nilai, adat, pengalaman dan pendidikan. Bagaimana seseorang berkomunikasi dipengaruhi oleh beberapa hal internal tersebut. Sisi internal seperti lingkungan keluarga dan lingkungan dimana dia bersosialisasi mempengaruhi bagaimana dia melakukan tindakan komunikasi. 8. Prinsip 8 : Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflah komunikasi Jika dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama, pendidikan yang sama, maka ada kecenderungan dua pihak tersebut mempunyai bahan yang sama untuk saling dikomunikasikan. Kedua pihak mempunyai makna yang sama terhadap simbol-simbol yang saling dipertukarkan. 9. Prinsip 9 : Komunikasi bersifat nonsekuensial Proses komunikasi bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah. Melibatkan respon atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu diterima dan dimengerti. 10. Prinsip 10 : Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional Konsekuensi dari prinsip bahwa komunikasi adalah sebuah proses adalah komunikasi itu dinamis dan transaksional. Ada proses saling memberi dan menerima informasi diantara pihak-pihak yang melakukan komunikasi. 11. Prinsip 11 : komunikasi bersifat irreversible Setiap orang yang melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol sedemikian rupa terhadap efek yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan. Komunikasi tidak dapat ditarik kembali, jika seseorang sudah berkata menyakiti orang lain, maka efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang lain tersebut.

12. Prinsip 12 : Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah Dalam arti bahwa komunikasi bukan satu-satunya obat mujarab yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah.

Tehnik komunikasi 12 cara berkomunikasi yang baik yaitu : 1. 2. 3. Berbicaralah dengan jelas. Dengarkanlah apa yang diucapkan lawan bicaramu dan berikan respon yang baik. Peliharalah kontak mata pada tingkatan yang sama-sama antara terus menatap dengan

Pandanglah lawan bicaramu. saling menghindari tatapan. Cobalah menangkap petunjuk-petunjuk tentang bagaimana yang leluasa bagi lawan bicaramu. 4. 5. Berupayalah semampumu untuk memahami apa maksud lawan bicaramu, kalau ada Pekalah terhadap bahasa tubuh dan petunjuk-petunjuk lisan-punyamu maupun lawan sesuatu yang tidak kamu pahami, tanyakanlah. bicaramu. Tampillah peka dan berminat. Amatilah tanda-tanda kalau lawan bicaramu kehilangann minat, ingin mengubah topiknya atau perlu mengakhiri percakapannya. 6. 7. 8. 9. Berikanlah umpan baik kalau diminta. Mintalah juga umpan balik. Berikanlah contoh-contoh untuk mendukung apa maksudmu. Berikanlah pendapatmu kalau diminta. Bergantianlah berbicara.

10. Sesuaikanlah tingkat dan bahasa lawan bicaramu. Umpamanya, kamu tentu akan berbicara dengan cara yang berbeda kepada seorang anak daripada kepada seorang dewasa (gunakan kata-kata dan kalimat yang sederhana, bukan omongan bayi). 11. Dengarkanlah permintaan lawan bicaramu (ini tidak selalu datang dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan langsung). 12. Gunakan intuisimu. Terkadang kata-kata tidak perlu dan kamu bisa berkomunikasi dengan perasaan, ekspresi, gerak-gerik

Masitha prilina yusmar

Dokter yang Baik, Seperti Apa?


by DEDD Y ANDAK A on SEPTEMBER 5, 2008

Muara dari tulisan-tulisan saya tentang Dokter, Tolong Baca Blog Saya, Dokter Dua Ribu dan Citra Dokter Indonesia di Mata Blogger adalah pada sebuah pertanyaan, Seperti apakah Dokter yang baik itu?. Mungkin mudah saja untuk mendefinisikan dengan beberapa kata seperti apa pengacara, arsitek atau penulis yang hebat dengan melihat keberhasilannya memenangkan kasus sulit, membangun gedung-gedung dengan kontruksi terbaik atau yang selalu dapat menulis buku bestseller. Dan sebaliknya, sungguh sulit untuk mendefinisikan seperti apa Dokter yang baik. Apakah Dokter yang pintar? Rasa empati yang tinggi? Dokter yang ramah? Tarif yang murah? Tempat praktek yang bagus?

Dokter yang baik bukanlah seseorang yang dapat menyembuhkan paling banyak karena pada beberapa specialties, kesembuhan bukanlah outcome (hasil) yang sering. Bukan seseorang yang dapat membuat diagnosis terbaik karena pada beberapa kasus yang dapat sembuh sendiri (self limited) atau kelainan yang belum dapat diobati, diagnosis tidak memberikan hasil yang berbeda bagi pasien. Bukan pula seseorang yang mengetahui lebih banyak fakta-fakta ilmiah karena dalam ilmu kedokteran; ketidaktahuan masih merajalela pada beberapa penyakit. Dokter yang baik juga bukan seseorang yang lembut, berbelas asih dan jujur kepada pasiennya karena kualitas ini sering kali tidak cukup untuk tindakan medis yang efektif. Bukan pula seseorang yang menemukan fakta atau pengobatan baru karena dewasa ini informasi baru hanyalah sebuah

pecahan kecil dari ilmu pengetahuan untuk dimasukkan ke dalam teka-teki penelitian biomedis yang mahabesar. Profesi lain dapat dinilai dari hasil akhir mereka, tapi seorang dokter dapat dinilai baik ketika dia memiliki sebanyak mungkin atribut di atas. Carlos A Rizo, Alejandro R Jadad dan Murray Enkin dari Centre for Global eHealth Innovation, University Health Network, Toronto, Canada seperti yang dimuat padaBMJ (Britis Medical Journal) Vol 325, 2002, mencoba mencari tahu Dokter seperti apa yang diinginkan orang-orang. Dari jawaban-jawaban yang didapatkan, dibuatlah beberapa point yang sering muncul sebagai berikut: Kita semua menginginkan dokter yang dapat: 1. Menghargai orang, sehat atau sakit, tanpa melihat siapa diri mereka. 2. Mendukung pasien serta keluarganya kapan pun dan di mana pun mereka butuhkan. 3. Mempromosikan kesehatan seperti halnya mengobati penyakit. 4. Menjangkau kekuatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung pasien dengan informasi terbaik yang tersedia, sambil tak lupa menghormati nilai-nilai setiap individu. 5. Selalu menanyakan pertanyaan-pertanyaan terbuka, membiarkan pasien berbicara, serta mendengarkan mereka dengan seksama. 6. Memberikan saran yang jelas, membiarkan pasien berpartisipasi secara aktif dalam setiap keputusan yang berkaitan dengan kesehatannya, menilai setiap situasi dengan hatihati, serta membantu apapun situasinya. 7. Menggunakan bukti klinik sebagai alat, bukan sebagai faktor penentu pelayanan, dengan rendah hati menerima kematian sebagai bagian yang penting dari kehidupan, serta menolong pasien menyusun perencanaan yang terbaik jika kematian sudah dekat. 8. Bekerjasama dengan anggota lain dari tim pelayanan kesehatan. 9. Menjadi seorang pendukung yang baik bagi pasien-pasiennya, pembimbing bagi profesiprofesi kesehatan lainnya, dan siap sedia belajar dari orang lain tanpa memandang usia mereka, peran, ataupun status. 10. Akhirnya, kita menginginkan Dokter yang memiliki kehidupan yang seimbang serta melayani dirinya sendiri dan keluarganya sebagaimana orang lain. Secara ringkas, kita menginkan Dokter yang bahagia dan sehat, penuh perhatian dan kompeten, serta teman seperjalanan yang baik bagi orang-orang dalam petualangan yang kita sebut kehidupan.

Maya: