Anda di halaman 1dari 10

Metabolit Primer

Mikrobiologi Industri
Bodhi Dharma
Metabolit Primer
Defenisi: Senyawa yang berupa produk akhir dalam
metabolisme dengan bobot molekul yang kecil dan
digunakan sebagai bahan dasar pembangun
makromolekul atau dikonversikan menjadi koenzim.
Selain itu termasuk senyawa-senyawa intermediet
pada jalur Embden-Meyerhof, Pentosa Phosphate,
siklus asam trikarboksilat (siklus Krebs).
Contohnya: Asam-asam organik seperti asam sitrat,
asam fumarat, asam amino, dll.
Pengaturan Umpan Balik (Feed
Back Control)
Defenisi: adalah suatu kontrol yang digunakan untuk
mencegah produksi asam-asam amino dan nukleotida
yang berlebihan pada mikroorganisme.
Terdapat dua tipe manipulasi dalam memutus jalur produksi
berlebihan (over produce) tersebut, yaitu:
c. Membatasi kemampuan sel untuk mengakumulasi
penghambatan intraseluler dan penekanan produk-produk
akhir.
d. Mengubah secara genetik terhadap sistem pembentukan
enzim ke arah kondisi yang kurang sensitif terhadap efek-
efek umpan balik atau diperolehnya resistensi umpanbalik
sebagai hasil mutasi genotip.
Membatasi Penumpukan Produk Akhir
Dalam jalur sederhana seperti A  B  C  D,
keterbatasan kemampuan sel untuk mengumpulkan
penghambat (inhibitor) intraseluler atau kemampuan
dalam penekanan produk akhir, sering menghasilkan
senyawa-senyawa antara. Secara skematis proses ini
dapat dilihat pada Gambar 1. berikut ini.
Bila senyawa yang diinginkan adalah C, awalnya
suatu mutan auksotropik (nutritional mutant) terhadap
kekurangan enzim c harus didapatkan. Mutan ini
membutuhkan E untuk pertumbuhannya. Apabila
diumpan dengan E dengan jumlah kecil, maka
penumpukan inhibitor dalam sintesa E tidak akan
terjadi dan E akan terbentuk dengan jumlah yang
memadai. Disamping itu reaksi A dan reaksi B
berjalan tanpa rintangan oleh pengaturan umpan
balik dan produk C akan terbentuk dalam konsentrasi
tinggi dan dapat dieksresikan. Dengan teknik ini
sebagai contoh Suatu mutan auksotrop arginin dari
Bacillus subtilis mampu mengeksresikan 16ml L-per
liter, dan contoh lainnya suatu mutan auksotrop
arginin dari Corynebacterium glutamicum
menghasilkan 26 ml L-ornitin per liter.
Prinsip yang sama juga digunakan untuk
menghasilkan senyawa antara yang penting
dalam jalur bercabang (branched pathway).
Seperti jalur biosintetik nukleotida purin pada
Gambar 2. Hasil akhir AMP (adenosin
5’-monoposfat) dan GMP (guanosin
5’-monoposfat) memanfaatkan penghambat
umpan balik komulatif yang juga secara
komulatif menekan enzim awal PRPP
amidotransferase. Sebagai tambahan AMP
menghambat S-AMP sintetase dan GMP
menghambat dan menekan IMP
dehidrogenase. Dengan memperoleh sebuah
mutan auksotrop yang sedikit menghasilkan S-
AMP sintetase, kini organisme membutuhkan
AMP untuk pertumbuhannya. Bila
ditambahkan pembatas tumbuh dari Adenin
(prekursol AMP permeabel) dengan dosis
sesuai kedalam medium, maka efek umpan-
balik AMP tidak akan terjadi.
Kini organisme dapat mengubah sebagian besar
sumber karbon dan nitrogennya menjadi IMP (inosin
5-phosphat). Karena IMP dehidrogenase masih
terhambat dan tertekan oleh GMP, sehingga hanya
sedikit IMP diubah menjadi GMP; sebagian besar lagi
kemudian dieksresikan. Dengan metode ini mutan
Auksotrop dari Corynebacterium glutamicum dan
Brevibacterium ammoniagenes yang memiliki S-AMP
sintetase dalam jumlah kecil akan menghasilkan 13 g
IMP perliter medium.
IMP dalam industri pencita rasa sangat penting
karena dapat memberikan flavor yang sangat
menarik dan khas.
Penumpukan Produk-Produk Akhir
Pembentukan senyawa akhir yang bertumpuk
lebih rumit untuk dikendalikan dibandingkan
penumpukan produk antara . Alternatif dari
proses ini adalah dengan menggunakan jalur
reaksi bercabang. Dimana bila satu jalur
misal jalur A dihambat, maka produk pada
jalur B akan dibentuk dalam jumlah
berlimpah.
Contoh dari proses ini adalah fermentasi
Lysin oleh C. glutamicum.
Pada gambar disebelah lisin dan
treonin menyebabkan
penghambatan umpan balik
harmonis dari aspartokinase. Jika
treonin ditambahkan pada
konsentrasi terbatas,
penghambatan umpan balik
terpecah dan lysin dapat
dibentuk dalam jumlah berlebih.
Contoh-contoh mutan Auksotrop