Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN KASUS RETENSIO PLASENTA

OLEH: RAYA KURNIAWAN

IDENTITAS PASIEN
No. Rekam medik NAMA UMUR ALAMAT PEKERJAAN AGAMA TANGGAL MASUK HPHT HPL LAMA HAMIL : 11967 : Ny. W : 28 Tahun : kavling bukit seroja E/49 : ibu rumah tangga : Islam : 13 Maret 2012, Jam 11.00 WIB : 20 Juni 2011 : 27 Maret 2012 : 38-39 minggu

NAMA SUAMI UMUR ALAMAT PEKERJAAN AGAMA

: Tn. E : 32 tahun : kavling bukit seroja E/49 : Wiraswasta : Islam

ANAMNESA
KELUHAN UTAMA
Perdarahan setelah 30 menit persalinan

RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT


G2P1A0 melahirkan secara normal di ruang bersalin RSUD Embung Fatimah pada pukul 17.30. Bayi lahir hidup dan menangis spontan. Namun setelah 30 menit bayi lahir plasenta tidak keluar. Pasien mengalami perdarahan hebat. Jumlah darah sekitar 600 cc.

Darah berwarna merah segar dan bercampur dengan gumpalan-gumpalan. Pasien merasa sangat lemas dan pusing. Pasien menyangkal adanya penyakit asma, darah tinggi, kencing manis, dan alergi. Di keluarga nya pun tidak ada yang menderita penyakit tersebut.

Menarche Lama haid Siklus haid Menikah tahun

: 13 tahun : 5 hari : teratur : 22 tahun, usia pernikahan 6

RIWAYAT OBSTETRI
ANAK JENIS KELAMIN BERAT BADAN LAHIR 3900 gr UMUR CARA MELAHIRKAN VAKUM, MANUAL PLACENTA NORMAL TEMPAT

PEREMPUAN

4 TAHUN

RUMAH SAKIT

LAKI-LAKI

3800 gr

30 MENIT

RUMAH SAKIT

RIWAYAT PEMERIKSAAN KEHAMILAN


Selama hamil pasien memeriksakan kehamilannya di puskesmas

RIWAYAT PENYAKIT DAN OPERASI YANG DIALAMI


Tidak pernah mengalami operasi

RIWAYAT KONTRASEPSI
Memakai KB suntik setelah kelahiran anak pertama

RIWAYAT ALERGI
Tidak mempunyai alergi obat dan makanan

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum Kesadaran Berat badan tinggi badan Tekanan darah Nadi Respirasi Suhu : Tampak sakit berat : somnolen : 50 kg : 150 cm : 70/40 mmHg :118 x/menit reguler, lemah : 28 x/menit : 360C

KEPALA
Bentuk : Normocepali Mata : Konjungtiva pucat, sklera tidak ikterik

Hidung Telinga Mulut Leher

: Septum deviasi tidak ditemukan, mukosa tidak hiperemis, concha nasalis tidak terjadi pembesaran. : Auricula simetris, tidak ada nyeri tekan tragus, gendang telinga intak, tidak ditemukan sekret : Bibir pucat, mukosa basah, lidah tidak kotor, gigi geligi lengkap, tonsil t1/t1 : dekstra/sinistra, faring tidak hiperemis. : Tidak ditemukan pembesaran KGB, JVP 5+ 2 mm H2O

THORAX
Jantung : bunyi jantung 1 dan 2 reguler, tidak ditemukan mur-mur dan gallop Paru-paru : suara nafas vesikuler, tidak ditemukan wheezing, tidak ditemukan ronkhi

ABDOMEN
Inspeksi : Ditemukan striae gravidarum Tidak ditemukan sikatrik Auskultasi : Bising usus positif normal Palpasi : Turgor kulit cukup, hepar dan lien tidak terjadi pembesaran, TFU 1 jari dibawah umbilikus konsistensi kenyal berkesan kontraksi baik. Perkusi : timfani

GENITALIA
Inspeksi : fluxus (+), Ditemukan perdarahan dari introitus vagina, tali pusat tampak dari introitus vagina.

EKSTREMITAS ATAS Inspeksi : Tidak ditemukan edema Palpasi : Akral dingin dextra/sinistra EKSTREMITAS BAWAH Inspeksi : tidak ditemukan edema Palpasi : akral dingin dextra/sinistra

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah rutin
Leukosit Eritrosit Hb Ht Trombosit BT CT Gol. Darah : 22.000/mm : 1.920.000/mm : 7,3 g/dl : 20,9 % : 216.000/mm : 4,5 menit : 8,8 menit : B+

Urin rutin
Warna Bj pH leukosit eritrosit nitrit protein glukosa keton urobilin bilirubin : kuning pekat : 1,010 :8 : +3 : +5 ::::::-

DIAGNOSA
P2A0H2 post partum 30 menit + HPP et causa retensio placenta + anemia hemoragic

TATALAKSANA
Perbaikan keadaan umum
O2 3 Liter Infus RL guyur Transfuse PRC sampai dengan Hb 8

Rencana manual placenta Terapi medikamentosa


Ceftriaxon 1 gr IV Methergin 1 ampul IM Dexametasone 1 ampul IV

Informed consent pasien

: telah disetujui oleh

14 Maret 2012 Pukul 18.30


Dokter SpOG melakukan manual placenta Placenta lahir lengkap Pasien merasa pusing, lemas, dan sesak Tensi: 80/60, RR : 88 x/menit, HR : 120 x, suhu : 36,7 0C Pasien tampak pucat Ruptur perinei grade 2, kontraksi uterus (+) Injeksi methergin 1 ampul IM Injeksi ceftriaxon 1 gram IV Injeksi dexametasone 1 ampul IV

PERMASALAHAN
Anamnesa
Pasien P2A0H2 mengalami pendarahan setelah 30 menit melahirkan karena placenta belum keluar. Riwayat manual placenta pada persalinan pertama. Jumlah perdarahan sekitar 600 cc.

Pemeriksaan fisik
Tekanan darah : 70/40, nadi : 118 x/menit, respirasi 28 x/menit Konjungtiva pasien tampak pucat Ekstremitas teraba dingin

Hasil laboratorium
Darah lengkap
Hb : 7,3 mg/dl Eritrosit : 1.920.000/mm3 Leukosit : 22.000/mm3

Komplikasi yang mungkin terjadi akibat manual plasenta


Terjadi infeksi : terdapat sisa plasenta atau membran dan bakteria terdorong ke dalam rongga rahim. Terjadi perdarahan karena atonia uteri.

Berdasarkan permasalahan diatas, pasien tersebut di diagnosis perdarahan post partum et causa retensio placenta, karena placenta tidak keluar setelah 30 menit persalinan sehingga menyebabkan pendarahan. Jumlah darah yang keluar lebih dari 500 cc.

Melihat banyaknya darah yang keluar pasien ini mengalami anemia hemoragik dan ditemukannya tanda-tanda syok, yang didukung oleh pemeriksaan fisik dan pemeriksaan darah lengkap.

Untuk memperkecil komplikasi manual placenta dapat dilakukan tindakan profilaksis dengan :
Memberikan uterotonika intramuskular atau intravena. Memasang tamponade uterovaginal. Memberikan antibiotika. Memasang infus. Transfusi darah.

TERIMA KASIH