Anda di halaman 1dari 22

SKIZOPRENIA

Gangguan SKIZOTIPAL
Gangguan WAHAM
PENDAHULUAN

Skizoprenia merupakan suatu bentuk psikosa yang sering
dijumpai dimana mana sejak dahulu kala. Meskipun demikian ,
pengetahuan kita tentang sebab musabab dan patogenesanya
sangat kurang.

Sebelum Kraepelin ( 1856 1926 ) tidak ada kesatuan pendapat
mengenai berbagai ggn jiwa yang sekarang dinamakan
skizofrenia. Kraepelin adalah seorang ahli kedokteran jiwa yang
mengumpulkan gejala gejala dan syndrom skizofrenia dan
menggolongkannya dalam satu kesatuan yang dinamakan
Demensia Prekox(kemunduran intelegensi sebelum waktunya ).

Pada umumnya skizofrenia ditandai dengan penyimpangan yang
fundamental dan karakteristik dari pikaran dan persepsi, serta
oleh afeks yang tidak wajar ( in appropriate ) atau tumpul.
Definisi

Suatu psikosis ( gangguan jiwa ) dengan
gangguan utama pada :
- Proses pikir ( asosiasi longgar )
- Afek / emosi ( afek datar / tumpul )
- Psikomotor
disertai distorsi realita terutama waham
dan halusinasi
EPIDEMIOLOGI

Angka kejadian diseluruh dunia diperkirakan
0,2 / 0,8 % setahun
Angka kesakitan bagi saudara kandung
7 15 %
Angka kesakitan bagi saudara tiri 0,9 1,8 %
Angka kesakitan bagi anak dengan salah satu
orang tua menderita skizoprenia 7 16 %
Bila kedua orang tua menderita skizoprenia
40 68 %
Bagi kembar heterozigot 2 15 %
Bagi kembar monozigot 61 86 %
ETIOLOGI
1. Keturunan :
Dapat dipastikan bahwa ada faktor keturunan yang
juga menentukan timbulnya skizofrenia. Hal ini
dibuktikan dengan penelitian pada keluarga penderita
skizofrenia. Tetapi pengaruh keturunan tidak
sederhana seperti hukum Mendel. Potensi ini mungkin
kuat mungkin juga lemah , selanjutnya tergantung
pada individu itu , apakah akan terjadi skizofrenia atau
tidak.
2. Teori Adolf Meyer :
Skizofrenia tidak disebabkan oleh suatu penyakit
badaniah , sebaliknya Meyer mengakui bahwa suatu
penyakit badaniah dapat mempengaruhi timbulnya
skizoprenia. Skizofrenia Merupakan suatu reaksi yang
salah, suatu mal adaptasi yang kemudian dipakai
istilah Reaksi Skizoprenik .
3. Teori Sigmund Freud :
- Kelemahan Ego penyebabnya psikogenik ataupun somatik.
- Super ego dikesampingkan shg Id berkuasa serta tjd suatu
regresi.
- Kehilangan kapasitas utk pemindahan shg terapi psikoanalitik.tdk
mungkin .

4. Teori Eugen Bleuler ( 1857 1938 ) :
- Mengganti istilah demensia prekox dengan skizofrenia ( Jiwa yang
terpecah - belah )
- Gejala Skizofrenia mjd 2 kelompok :
1.Gejala Primer
Teori 4 A : - Afek tumpul / datar
- Asosiasi Longgar
- Autisme
- Ambivalensi
2. Gejala sekunder :
- Halusinasi
- Waham
- Gejala katatonik


Gejala Klinik
Gejala Primer :
1. Gangguan proses pikiran ( bentuk , langkah dan isi
pikiran).
Yang terganggu terutama ialah asosiasi. Kadang
kadang satu idea belum selesai diutarakan, sudah timbul
idea lain.
cth : Maksudnya berani tapi mengatakan merah.
Seorang dgn skizofrenia juga mempunyai kecenderungan
utk menyamakan hal hal , umpamanya seorang
perawat dimarahi dan dipukuli kemudian seorang lain
yang ada di sampingnya juga dimarahi dan dipukuli.

2. Gangguan Afek dan emosi :
- Kedangkalan afek dan emosi ( emotional blunting ) ,
misalnya penderita menjadi acuh tidak acuh thd hal hal
yang penting utk dirinya sendiri seperti keadaan
keluarganya dan masa depannya.Perasaan halus sudah
hilang.

- Yang penting juga pada skizofrenia ialah hilangnya kemampuan untuk
mengadakan hubungan emosi yang baik ( emotional rapport ). Karena itu
sering kita tidak dapat merasakan perasaan penderita.
- Karena terpecah belahnya kepribadian , maka dua hal yang berlawanan
mungkin terdapat bersama sama, umpamanya mencintai dan membenci
satu orang yang sama ; atau menangis dan tertawa tentang satu hal yang
sama. Dinamakan ambivalensi pada afek.
3. Gangguan kemauan :
Banyak penderita dgn skizofrenia mempunyai kelemahan kemauan. Mereka
tidak dapat mengambil keputusan, tidak dapat bertindak dalam suatu
keadaan.
Ambivalensi kemauan : Menghendaki dua hal yang berlawanan pada waktu
yang sama.
4. Gejala psikomotor :
Juga dinamakan gejala gejala katatonik atau gangguan perbuatan.
Gejala katalepsi ialah bila suatu posisi badan dipertahankan untuk waktu
yang lama. Flexibilitas cerea : Bila anggota badan dibengkokan terasa suatu
tahanan seperti pada lilin.
Negativisme : Menentang atau justru melakukan yang berlawanan dengan
apa yang disuruh.
Gejala gejala Sekunder

1. Waham : Pada skizofrenia waham sering tidak logis
sama sekali dan sangat bizzare. Tetapi penderita
tidak menginsyafi hal ini dan untuk dia wahamnya
merupakan fakta dan tidak dapat diubah oleh siapa
pun. Sebaliknya ia tidak mengubah sikapnya yang
bertentangan.
2. Halusinasi : Timbul tanpa penurunan kesadaran
dan hal ini merupakan suatu gejala yang hampir
tidak dijumpai pada keadaan lain. Paling sering
pada skizofrenia adl halusinasi pendengaran.
Kadang kadang tdp halusinasi penciuman,
halusinasi citarasa atau halusinasi singgungan
( taktil ) .


DIAGNOSIS
Kriteria Diagnosis :
1.Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini :
a. - Thought echo : Isi pikiran dirinya sendiri yang berulang.
- Thought insertion atau withdrawal : Isi pikiran yang asing
masuk kedalam pikirannya atau isi pikirannya diambil.
- Thought broadcasting : Isi pikirannya tersiar keluar.
b. Delusion of control : Waham tentang dirinya dikendalikan
oleh suatu kekuatan.
- Delusion of influence : Waham tentang dirinya
dipengaruhi suatu kekuatan.
- Delusion of passivity : Waham tentang dirinya tidak
berdaya dan pasrah thd suatu
kekuatan .
- Delusion perception : Pengalaman inderawi yang tidak
wajar.



c. Halusinasi Auditorik
d. Waham waham menetap , yang menurut
budaya setempat tidak wajar
2.Paling sedikit dua gejala :
e. Halusinasi yang menetap dari panca indera.
f. Arus pikiran yang terputus atau yang mengalami
sisipan.
g. Perilaku katatonik
h. Gejala gejala negative seperti sikap yang sangat
apatis, emosional menumpul
3. Gejala gejala diatas berlangsung selama kurun
waktu satu bulan atau lebih.


Berbagai Jenis Gangguan Skizofrenia

1. Skizofrenia Paranoid
2. Skizofrenia Hebefrenik
3. Skizofrenia Katatonik
4. Skizofrenia Tak terinci
5. Depresi pasca skizofrenia
6. Skizofrenia Residual
7. Skizofrenia Simpleks

Penatalaksanaan / Therapi
1. Pengobatan Somatic :
* Obat obatan ( Dopamin reseptor antagonis ) :
- Chlorpromazine
- Trifluoperazine ( pd penderita paranoid )
- Thidridazine
- Haloperidol
* Anti psikotik non konvesional :
- Risperidone
- Clozapine
Fisik :
- Elektrokonvalsif Theraphy ( ECT )
- Therapy Kejang Listrik ( TKL )
Penatalaksanaan / Therapi

2. Pengobatan Psikososial
- Therapy perilaku ; latihan keterampilan
perilaku
- Therapi berorientasi pada keluarga
( family oriented therapy )
- Terapi kelompok
- Psikoterapi individual
GANGGUAN SKIZOTIPAL

Definisi :
Gangguan yang ditandai secara
khas oleh perilaku yang eksentrik
dan anomali anomali dalam
berfikir , afek menyerupai
skizofrenia.


Pedoman Diagnosis
Afek yang tidak wajar / menyempit, individu acuh tak
acuh
Perilaku atau penampilan yang aneh , eksentrik
Hubungan sosial yang buruk dengan orang lain dan
tendensi menarik diri dr pergaulan sosial
Kepercayaan yang aneh, tidak serasi dengan norma
norma budaya setempat
Kecurigaan atau ide ide paranoid
Pikiran obsesif yang berulang ulang, bersifat
dysmorphophobic
Persepsi panca indera yang tidak lazim atau ilusi
Pikiran yang bersifat samar samar ( vague, penuh
kiasan .
Perjalanan dan prognosis

Tidak ada kepastian onset perkembangan
Perjalanan menyerupai gangguan kepribadian
Dianggap sebagai spektrum genetic dari
skizofrenia
Therapy

Pemberian antipsikotik terutama
haloperidol
Anti depresan bila terdapat tanda
tanda depresi
GANGGUAN WAHAM
Definisi :

Keyakinan tentang suatu isi pikiran yang
tidak sesuai dengan kenyataanya atau
tidak cocok dengan intelegensi dan latar
belakang kebudayaanya, biarpun
dibuktikan kemustahilan hal itu.

Diagnostik :

Waham merupakan satu satunya ciri khas klinis atau
gejala yang paling mencolok.
Gejala gejala depresif , mungkin terjadi secara
intermitten.
Tidak boleh ada bukti bukti tentang adanya penyakit otak.
Tidak boleh ada halusinasi auditorik atau hanya kadang
kadang saja ada dan bersifat sementara.
Tidak ada riwayat gejala gejala skizofrenia ( waham
dikendalikan , siar pikiran, penumpulan afek, dsb )

Perjalanan penyakit & Prognosis


Kurang dari 25 % gangguan delusi / waham
menjadi skizofrenia
Prognosis menjadi lebih baik pada kondisi pekerja
level atas, daya penyesuaian sosial dan pekerjaan ;
wanita; usia dibawah 30 thn; masa sakit singkat
ada faktor pencetus.
FARMAKOTHERAPY

Haloperidol dosis rendah dinaikan secara
bertahap
Dalam 6 minggu tidak ada respon ganti dengan
pimozide
Membina hubungan saling percaya antara pasien
dan sang therapis
Teknik kognitif, suportif
Individual lebih bermanfaat dari pada kelompok