Anda di halaman 1dari 43

Diare Kronis

KIKI AMILIA BRILLIANITA


102011101011

Diare Kronis
Diare adalah suatu keadaan meningkatnya berat
dari feses (>200 mg/hari) yang dapat dihubungkan
dengan meningkatnya cairan, frekuensi BAB, tidak
enak pada perinal, dan rasa terdesak untuk BAB
dengan atau tanpa inkontinensia fekal.
Diare terbagi menjadi diare Akut dan Kronik. Diare
akut berdurasi 2 minggu atau kurang, sedangkan
diare kronis lamanya lebih dari 2 minggu.

Diare Kronis
Menurut WHO, diare yang berlangsung lebih dari 14
hari dibagi atas:
1. Diare kronik ( diare yang berkelanjutan) diare yang
berlangsung lebih dari 14 hari dan disebabkan oleh
infeksi
2. Diare yang berlangsung lebih dari 14 hari dan tidak
disebabkan oleh infeksi

Diare Kronis*
PENDAHULUAN

DEFINISI

KLASIFIKASI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

KLASIFIKASI
1. Infeksi dan non infeksi
2. Berdasarkan
ada/tidaknya kelainan
organik:
.
Organik: diare yg jelas ditemukan
adanya kelainan histologi atau
biokimia usus
.
Fungsional: diare dengan kelainan
idiopatik, diet, dan gangguan motilitas
3. Karakteristik
tinja
:
steatore
(berlemak), berdarah, dan cair

Diare Kronis*
PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

ETIOLOGI
Beragam
Intestinal dan Non Intestinal
(kelainan endokrin, hati,
pancreas, keganasan, dll)
Negara berkembang : infeksi
Negara Maju : penyakit
inflamatori
10-15% tidak diketahui
penyebabnya

Diare Kronis*
PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

Diare Kronis*
PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

Diare Kronis*
PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

Diare Kronis*
PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

Faktor Mikrobiologis

Enteroadherent
Entamoeba
E.coli
histolytika
Enteropathogenic Trichuris trichiura
E.coli
Staphylococcus
Enterotoxigenic
aureus
E.coli
Corona virus
Cryptosporidium Rotavirus
Shigella spp
Adenovirus
Salmonella
non
tifosa
Campylobacter

PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

1.

2.

3.

4.
5.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan


diare adalah :
Menurunnya absorbsi normal larutan
dalam air
Meningkatnya sekresi elektrolit kedalam
lumen intestinal
Adanya absorbsi yang buruk secara
osmosis larutan aktif di lumen usus
Meningkatnya motilitas intestinal
Penyakit Inflamasi yang menghasilkan
darah, pus dan mucus.

DIARE KRONIK
KLASIFIKASI :
1. Diare Sekretorik
2. Diare Osmotik
3. Diare karena proses inflamasi
4. Diare karena perubahan
motilitas intestinal
5. Diare Factitia (Factitious
Diarrhea)

PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

DIARE SEKRETORIK
Akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinding
usus akan terjadi peningkatan sekresi, air dan elektrolit ke
dalam lumen usus dan selanjutnya timbul diare karena
peningkatan isi lumen usus.

PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

Diare Sekretori ditandai oleh volume feses yang besar


oleh karena abnormalitas cairan dan transport elektrolit
yang tidak selalu berhubungan dengan makanan yang
dimakan. Diare ini biasanya menetap dengan puasa.
Pada keadaan ini tidak ada malabsorbsi larutan.
Osmolalitas feses dapat diukur dengan unsur ion normal
tanpa adanya osmotic gap pada feses.
Diare sekretori terjadi pada Carcinoid tumor traktus
gastrointestinal sebagai suatu Syndrom Carcinoid yaitu :
episodic flushing, telangiectatic skin lesions, sianosis,
pellagra like skin lesions, bronchospasm dan cardiac
murmur yang disebabkan right sided valvular lesions.
Sindrom ini terjadi akibat substans vasoaktif sebagai
secretagogue poten intestinal, misalnya seratonin,
histamin, katekolamin, prostaglandin dan kinin.

PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

DIARE OSMOTIK
Adanya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan
menyebabkan tekanan osmotik dalam lumen usus meningkat
sehingga terjadi pergeseran air dan elektroloit ke dalam lumen
usus. Isi rongga usus yang berlebihan akan merangsang usus
untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare.

PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

Diare osmotik disebabkan oleh akumulasi larutan yang sulit diserap


dalam lumen intestinal. Terdapat tiga mekanisme utama yang
menyebabkan hal ini :
(1) Makan larutan yang sulit diabsorbsi seperti laktulosa, SO4, PO4
atau Mg2+
(2) Malabsorbsi secara menyeluruh
(3) Kegagalan mengabsorbsi komponen diet yang spesifik seperti
lactose.

PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

Diare osmotic dapat dicegah secara sempurna melalui puasa


dengan mengeliminasi intake larutan yang menyebabkan
diare. Kolon tidak dapat mempertahankan gradien air,
konsentrasi Natrium dan Kalium akan turun dengan adanya
larutan aktif secara osmotic abnormal. Pengukuran elektrolit
feses [2(Na++K+)] tidak dapat menilai osmolalitas cairan
faeces. Osmolalitas cairan feses diperkirakan sama dengan
osmolalitas serum. Pada kasus intake makanan yang sulit
diabsorbsi, anion seperti SO4 dan PO4, diare osmotic mungkin
akan memiliki gap larutan normal sebab perhitungan dengan
kation lebih baik dari pada anion. Malabsorbsi Karbohidrat
menyebabkan diare osmotic, menghasilan fases yang asam
karena fermentasi bakteri terhadap karbohidrat.

PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

DIARE KARENA PROSES INFLAMASI


Diare Inflamasi ditandai dengan adanya demam, nyeri perut, fases
yang berdarah dan berisi lekosit serta lesi inflamasi pada biopsy
mukosa intestinal. Pada beberapa kasus terdapat hipoalbuminemia,
hipoglobulinemia, protein losing enterophaty. Mekanisme inflamasi
ini dapat bersamaan dengan malabsorbsi dan meningkatnya sekresi
intestinal.

PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

DIARE KARENA PERUB. MOTILITAS INTESTINAL


Diare ini disebabkan oleh kelainan yang menyebabkan
perubahan motilitas intestinal. Kasus paling sering adalah
Irritable Bowel Syndrome. Diare ini ditandai dengan adanya
konstipasi, nyeri abdomen, passase mucus dan rasa tidak
sempurna dalam defekasi. Pada beberapa pasien dijumpai
konstipasi dengan kejang perut yang berkurang dengan
diare, kemungkinan disebabkan kelainan motilitas intestinal.
Diare terjadi akibat pengaruh fekal atau obstruksi dengan
melimpahnya cairan kolon diantara feses atau obstruksi.

PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

Diare Factitia (Factitious Diarrhea)


Diare ini terjadi pada pasien yang diduga memiliki
riwayat penyakit psikiatrik atau tanpa riwayat penyakit diare
sebelumnya. Penyebabnya dapat berupa infeksi intestinal,
penggunaan yang salah terhadap laktsantia. Pasien ini
umumnya wanita dengan diare kronik berat, nyeri abdomen,
berat badan menurun, oedem perifer dan hipokalemia.
Kejadian ini terjadi pada sekitar 15 % pasien diare kronik

PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

Diare kronis*
PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

Alur perjalanan diare akut menjadi diare persisten, Bhutta

Diare Kronis*
PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

PENDEKATAN DIAGNOSIS
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Laboratorum & penunjang

Diare Kronis*
PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

Anamnesis
Perjalanan penyakit diare harus dinyatakan secara jelas :
Lamanya diare berlangsung
Mencari faktor faktor risiko penyebab diarre, antara lain :
1) Riwayat diare dalam dua bulan terakhir
2) Tanda-tanda
adanya penyakit sistemik, pneumonia, didaerah
endemis HIV jangan lupa mencari kemungkinan adanya HIV.
3) Riwayat
pemberian antimikroba atau antiparasit yang tidak
diperlukan sebelumnya.
. Gejala penyerta : sakit perut, kembung, banyak gas
. Riwayat pembedahan usus dapat menyebabkan striktur intestinal,
adhesi, atau hilangnya valvula ileocecal. Semuanya ini dapat
menyebabkan small bowel bacterial overgrowth yang merupakan
faktor risiko terjadinya diare persiten .
. Riwayat dehidrasi berat selama dalam perawatan
. Riwayat penggunaan nutrisi parenteral total.

Pemeriksaan Awal
Waktu dan frekuensi diare

A.

1.
2.
3.

4.

5.
6.

7.

Diare pada malam hari atau sepanjang hari


Intermitten atau timbul mendadak
Lama diare kronik kurang dari 3 bulan
menunjukkan
kemungkinan
adanya
penyakit
organik
Perasaan ingin BAB yang tidak bisa ditahan
penyakit inflamatori
Diare yg terjadi pada pagi hari stres IBS
Diare akut yang kmd menjadi kronik dg riwayat
bepergian travellers diare atau spru tropik
Diare > 1 tahun diare fungsional

B.

Bentuk tinja
1.

2.

3.
4.
5.

Terdapat
minyak,
pucat
(steatore)

insufisiensi pankreas atau kelainan proksimal


ileosekal
Seperti air semua tingkat GIT, terutama
usus halus
Makanan dalam tinja transit usus cepat
Bau asam == penyerpan KH tidak sempurna
Diare campur darah (kolitis infektif dan
ulserosa) tinja yang diikuti darah menetes
(hemorrhoid, polip, keganasan)

C.

Keluhan lain yang menyertai diare


1.

2.

3.
4.

5.

Nyeri
Abdomen:
tidak
khas
(organik/fungsional); menetap atau tidak.
Demam: sering pada infeksi atau
keganasan
Mual dan muntah
Penurunan
BB
dg
dehidrasi
atau
hipokalemi (organik, t/u > 5kg)
Mengedan (fungsional)

D.

Makanan dan Minuman


1.

2.

3.

Melalui
mekanisme
osmotik
yang
berlebihan atau alergi
Diare dan mual yang menyertai minum
susu intoleransi laktosa atau sindrom
usus iritatif. Hilang setelah menghentikan
konsumsi makanan dan minuman tsb
Malabsorbsi KH: intermitten, kembung,
flatus, kram abdomen

E.
1.

2.

3.

Lain-lain:
Penurunan BB : organik atau fungsional
(nafsu makan turun)
IBS : perut begah, nyeri daerah anus
setelah defekasi, mual atau sendawa
Diare setelah operasi : pertumbuhan
bakteri berlebihan dalam usus, infeksi
bekas operasi atau malabsorbsi garam
empedu

Diare Kronis* PEMERIKSAAN FISIK


PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

Pemeriksaan fisik
Penilaian status dehidrasi, status gizi,
dan keadaan umum

Diare Kronis* PEMERIKSAAN PENUNJANG


PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

Laboratori
Pemeriksaan Darah
um
1. Pemeriksaan darah lengkap

2. Hitung jenis leukosit


3. serum immunoglobulin untuk mengevaluasi adanya
defisiensi imun
4. HIV testing
5. LED (Laju Endap Darah)
6. CRP, albumin, ureum darah, elektrolit
7. Tes fungsi hati
8. vitamin B12, A, D, petanda untuk defisiensi vitamin
K) untuk evaluasi gangguan nutrisi akibat diare yang
berkepanjangan.

Diare Kronis*
PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

Pemeriksaan tinja

1. Kultur feses: patogen yang sering ditemukan pada diare


persisten
adalah
E.Coli
(EPEC),
salmonella,
enteroaggregative E.coli (EAEC), klebsiella, aeromonas,
Amebiasis Campylobacter, shigella, giardiasis, dan
cryptosporidium (antigen testing), rotavirus (Elisa).
2. Tes Enzim pankreas seperti tes fecal elastase jika diduga
sebagai insufisiensi pankreas. pH tinja <5,5 atau adanya
substansi yang mereduksi (glukosa, fruktosa, laktosa)
pada pemeriksaan tinja, membantu mengarahkan
kemungkinan intoleransi laktosa.
3. Osmolalitas feses dan elektrolit feses untuk menghitung
osmotik gap dapat membantu membedakan antara diare
osmotik dengan diare sekretorik. Osmotik gap dihitung
dengan rumus : 290 -2 (Na+ + K+ ). Osmotik gap > 50
mOsm menunjukan diare osmotik.

Pemeriksaan Tinja

Cair/setengak lembek, berlemak atau bercampur darah


Lekosit, eritrosit, parasit (amuba, cacing/telur cacing)
Gelembung lemak kelainan pankreas
Amylum maldigesti KH
Eritrosit luka (ulserasi, polip dll)
Lekosit infeksi atau inflamasi usus
PH <5,3 dan reduksi (+) intoleransi glukosa
PH 6,0-7,5 malabsorbsi AA dan asam lemak
Pewarnaan dg garam empedu: infeksi bakteri/jamur dll
Darah samar (occult blood test) (+), kelainan lemak tinja dan phenolftlaein ==.
IBD, diare malabsorbsi.
Murah dan mudah positif palsu
Kultur tinja (bakteri/jamur)
Pemeriksaan beda osmotik tinja
Hasil normal tidak selalu menyingkirkan kelainan organik
Tidak ada pemeriksaan yg mengidentifikasi pasien dg IBS

Diare Kronis*
PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

Pemeriksaan Radiologi

Dengan barium meal dapat menunjukkan nodularitas, striktur


dengan dilatasi proksimal usus yang bisa merupakan tempat
small bacterial overgrowth yang menyebabkan diare .
endoskopi dan kolonoskopi
dengan biopsi

Evaluasi bila
dicurigai IBS

Uji toxin clostridium difficile dalam


tinja untuk mendeteksi diare karena
antibiotik
Uji hidrogen napas untuk deteksi
bakteri tumbuh lampau

Breath hydrogen
test

DIARE Kronis

Penatalaksan
aan

PUASA
DIARE OSMOTIK

DIARE SEKRETORIK
BHT
KULTUR

INTOLERANSI LAKTOSA ?
HINDARI LAKTOSA
SEMBUH

BAKTERI
TUMBUH LAMPAU

TIDAK SEMBUH

INTOLERANSI
LAKTOSA

SEMBUH

ALERGI SUSU SAPI ? TERAPI SESUAI PENYEBAB


DAN TERAPI NUTRISI
FORMULA KEDELAI/
PROTEIN HIDROLISAT
TIDAK SEMBUH

ALERGI
SUSU SAPI

INFEKSI
PERSISTE
N

SINDROM MALABSORPSI
NUTRISI ENTERAL (elemental)

NPT/Nutrisi
Parenteral Total
GAGAL

Bagan. Algoritma tatalaksana diare kronis

Diare Kronis*
PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

TERAPI DIARE KRONIK


Pengobatan diare kronik ditujuan terhadap penyakit yang
mendasari.
Sejumlah agen anti diare dapat digunakan pada diare kronik. Opiat
mungkin dapat digunakan dengan aman pada keadaan gejala
stabil.
1. Loperamid : 4 mg dosis awal, kemudian 2 mg setiap mencret.
Dosis maksimum 16 mg/hari.
2. Dhypenoxylat dengan atropin : diberikan 3-4 kali per hari.
3. Kodein, paregoric : Disebabkan memiliki potensi additif, obat ini
sebaiknya dihindari. Kecuali pada keadaan diare yang intractable.
Kodein dapat diberikan dengan dosis 15-60 mg setiap 4 jam.
Paregoric diberikan 4-8 ml.

Diare Kronis*
PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

4. Klonidin : 2 adrenergic agonis yang menghambat sekresi


elektrolit intestinal. Diberikan 0,1-0,2 mg/hariselama 7 hari.
Bermanfaat
pada
pasien
dengan
diare
sekretori,
kriptospdidiosis dan diabetes.
5. Octreotide : Suatu analog somatostatin yang menstimulasi
cairan instestinal dan absorbsi elektrolit dan menghambat
sekresi melalui pelepasan peptida gastrointestinal. Berguna
pada pengobatan diare sekretori yang disebabkan oleh
VIPoma dan tumor carcinoid dan pada beberapa kasus diare
kronik yang berkaitan dengan AIDS. Dosis efektif 50mg
250mg sub kutan tiga kali sehari.
6. Cholestiramin : Garam empedu yang mengikat resin,
berguna pada pasien diare sekunder karena garam empedu
akibat reseksi intestinal atau penyakit ileum. Dosis 4 gr 1 s/d
3 kali sehari.

Diare Kronis*
PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

Penyebab

Antibiotik pilihan

Alternatif

Kolera

Tetracycline
12,5 mg/kgBB
4x sehari selama 3
hari

Erythromycin
12,5 mg/kgBB
4x sehari selama 3
hari

Shigella dysentery

Ciprofloxacin
15 mg/kgBB
2x sehari selama 3
hari

Pivmecillinam
20 mg/kgBB
4x sehari selama 5
hari
Ceftriaxone
50-100 mg/kgBB
1x sehari IM selama
2-5 hari

Amoebiasis

Metronidazole
10 mg/kgBB
3x sehari selama 5 hari (10 hari pada kasus
berat)

ZINC
Merupakan
mikronutrien
komponen
berbagai enzim dalam tubuh, yang
penting untuk sintesis DNA.

PROBIOTIK
Merupakan bakteri hidup meningkatkan kolonisasi
bakteri probiotik didalam lumen saluran cerna sehingga
seluruh epitel mukosa usus telah diduduki oleh bakteri
PREBIOTIK
probiotik melalui reseptor dalam sel epitel usus
Merupakan bahan makanan merangsang pertumbuhan flora
intestinal yang menguntungkan kesehatan.
Rekomendasi penggunaannya untuk aspek pencegahan diare akut
masih perlu penelitian-penelitian selanjutnya.

Diare Kronis*
PENDAHULUAN

DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS

PENDEKATAN DIAGNOSTIK

TERAPI

PENCEGAHAN
1.

2.
3.
4.
5.

Diet lunak tidak merangsang tinggi kalori dan protein dan


bila alergi susu hewani. Bila tidak tahan laktosa diberikan
rendah laktosa, bila maldigesti lemak diberikan rendah
lemak dll
Bila diduga diare karena makanan dan minuman maka
pasien dipuasakan dan diberi parenteral nutrisi
Bila peny. Chorn dan kolitis ulserosa diberikan rendah serat
Istirahat dan tirah baring
Pertahankan minuman yang baik untuk mencegah dehidrasi

TERIMA KASIH