Anda di halaman 1dari 38

DECY PAULINA

111.0221.136

PEMBIMBING
dr. ERWIN MANAF,
SpOT

IDENTITAS PASIEN
Nama
Jenis Kelamin

: Ny. S
: Perempuan
Usia
: 43 tahun
Agama
: Islam
Pekerjaan
: PNS AL Diskesal
Mabesal
Alamat
: Jl. Bantar Gebang
RT 01/06 no 239 Bekasi

ANAMNESIS
Dilakukan autoanamnesa pada

tanggal 17 Oktober 2013


Keluhan Utama
: nyeri pada
lutut kiri
Keluhan Tambahan : kaku pada
lutut kiri

Riwayat Penyakit
Sekarang
Pasien datang ke poliklinik bedah

dengan keluhan nyeri pada lutut kiri


sejak 6 bulan yang lalu.
nyeri terasa seperti ditusuk-tusuk.
Nyeri dirasakan hilang timbul.
Nyeri biasanya timbul pada saat naik
turun tangga, saat perpindahan
posisi dari duduk lalu berdiri ataupun
sebaliknya, saat olahraga. Nyeri
hilang jika istirahat beberapa saat.

Selain nyeri pasien mengeluh kaku

pada lutut kiri, biasanya sehabis


bangun tidur.
Nyeri dirasakan tidak menjalar dan
terasa panas pada lutut kanannya.
Keluhan nyeri pada sendi lain
disangkal oleh pasien.

Riwayat Penyakit Dahulu

:
riwayat trauma disangkal, riwayat HT
dan DM disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga : -

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Fisik Umum
Keadaan Umum : Tampak Sakit Sedang
Kesadaran
: Composmentis
Vital Sign :

Tekanan darah : 120/80 mmHg


Nadi
: 92 kali/menit
Pernafasan
: 20 kali/ menit
Suhu
: 36,3 0 C

BB
Panjang badan
Status gizi

: 58 Kg
: 167 cm
: BMI : 58/(1,67)2=

20,79 kg/m2
Kesan : normoweight

STATUS GENERALIS
Kepala : tidak
ada kelainan
Mata : CA
(-/-), SI (-/-)

Ekstremitas
Akral hangat,
edem (-)

Thorax
Jantung paru
tidak ada
kelainan

Abdomen
Tidak ada kelainan

STATUS

LOKALIS

Ekstremitas Inferior regio


artikulasio genu sinistra.
LOOK : perubahan gaya
berjalan / tampak
pincang (-), edema (+)
minimal , hiperemis (-)
FEEL : hangat (-),
penebalan dan
penonjolan tulang (-),
penebalan sinovial (+),
nyeri lokal (+)

MOVE : fleksi dan


ekstensi dalam batas
normal, krepitasi (-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG

DIAGNOSIS KERJA
Osteoarthritis artikulasio genu sinistra

DIAGNOSIS BANDING
Reumatoid arthritis

Terapi
Planing diagnosa
Pemeriksaan lab : LED, faktor
rheumatoid
Pemeriksaan cairan sendi
Pemeriksaan radiologi : foto rontgen /

MRI

Planing terapi
Meloxicam tab 2x15mg/hari
Ranitidine tab 2x150 mg/hari
Vitaneuron tab 2x1 tab/hari

Planing monitoring
Observasi nyeri pada lutut kanan, dan

kemungkinan nyeri yang dapat timbul pada lutut


kanan
Planing edukasi
Edukasi tentang mempertahankan berat badan
dengan diet yang seimbang dan olahraga
Edukasi tentang pemilihan olahraga yang tidak
memberikan beban pada sendi lutut seperti
berenang, bersepeda.
Menghindari aktivitas fisik yang berat seperti naik
turun tangga, mengangkat beban yang berat, dan
sebagainya dan dapat diselingi dengan istirahat

Menghindari trauma pada lutut dan

sendi lainnya
Menggunakan pelindung lutut saat
melakukan aktivitas untuk mencegah
cedera pada sendi jika terjatuh.

Prognosis
Quo ad vitam
Quo ad Fungtionam

: ad bonam
: dubia ad

bonam
Quo ad Sanationam
bonam

: dubia ad

Osteoarthritis
suatu kelainan pada sendi akibat dari

proses degeneratif dari kartilago


(tulang rawan) yang bersifat kronis
dan progresif.

Epidemiologi
Banyak pada usia > 50 th
Wanita > pria > 55 tahun
Obesitas
Progresifitasnya lambat tahun >>

dekade

Etiologi
Kelainan yg terjadi pada komponen

tulang rawan (kolagen dan proteoglikan)


Tulang mengalami pertumbuhan yang
berlebih memicu pembentukan
osteofit mempengaruhi fungsi normal
Osteoarthritis :
Primer
Sekunder

: idiopatik
: penyakit lain (paget disease),
riwayat trauma, obesitas

Faktor resiko
Umur
Jenis kelamin Wanita > pria diatas 55

tahun, sedangkan usia < 45 tahun, pria >


wanita
Suku bangsa
Genetik mutasi pada gen prokolagen
dan gen struktural lain
Kegemukan dan penyakit metabolik
Cedera sendi (trauma), pekerjaan dan
olahraga

Klasifikasi
Kellgren Lawrence grading
Outerbridge
Ciri Khas
Joint space narrowing bone
Osteophytes
Sclerosis
Deformitas

Klasifikasi

(Kellgren
Lawrence grading)
Grade I : penyempitan ruang sendi, bisa

terdapat osteophytes
Grade II: terlihat ada osteophytes yang
kecil ,bisa terdapat penyempitan

Grade III: osteophyte berukuran

sedang dan multiple, penyempitan


ruang sendi, beberapa sclerotic area,
bisa terdapat deformasi tulang
Grade IV: osteophyte luas dan multiple,
penyempitan ruang sendi yang parah,
sclerosis dan terjadi deformitas

Patofisiologi
OA gangguan kartilago sendi
Kartilago fungsi : untuk pergerakan

sendi
Kartilago sel kondrosit, matriks
ekstraselular
Kolagen dan proteoglikan
Menahan beban regangan dan beban
gesekan
Inti protein cabang glikosaminoglikan
dan membentuk asam hialuronat,
fungsi menahan beban tekan

OA
Normalnya kartilago terjadi

keseimbangan antara sintesis dan


degradasi kartilago sendi
Peningkatan proses degradasi
penipisan rawan sendi kerusakan
rawan sendi
Awal sintesis tetap ada masih
terkompensasi, namun lama kelamaan
sintesis yg buruk tidak mampu lagi
mengatasi degradasi sendi yg cepat

Bisa dilihat dari menurunnya fungsi

kondrosit menurunnya kadar


proteoglikan
Perubahan patologik pada OA kapsul
sendi yg menebal dan mengalami
fibrosis penumpukan trombus dan
komplek lipid pada PD iskemi dan
nekrosis
Terlepasnya mediator kimia rasa sakit
Osteofit rasa sakit pada sendi

Diagnosis
Hambatan pergerakan sendi

progresifitas lambat
Nyeri sendi peradangan, mekanik
Krepitasi
Perubahan bentuk sendi
Kaku sendi
Bengkak sendi
Perubahan gaya jalan
Gangguan fungsi

Pemeriksaan penunjang
lain
Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium berguna untuk

menyingkirkan penyakit sendi lain


Pemeriksaan hematologis umumnya
normal, jumlah leukosit dan laju endap
darah normal, kecuali jika disertai infeksi
lain.

Radiologi
Rontgen
CT scan
MRI

Gambaran radiografi sendi yang

menyokong diagnosis OA
penyempitan celah / rongga sendi yang

seringkali asimetris (lebih berat pada bagian


yang menganggung beban)
peningkatan densitas (sklerosis) tulang
subkondral
kista tulang
osteofit pada pinggir sendi (marginal
osteophytes)
perubahan struktur anatomi sendi

Diagnosis Banding
Gambaran

Osteoartritis

Reumatoid Artritis

Radiologi
Daerah predileksi

Sendi

penyangga Mengenai

berat

badan sendi

seperti

coxae, MCO, pergelangan

genu,
Celah sendi
Erosi

dan siku,

kecil

Gout

sendi- Paling sering pada


PIP, MTP 1.

pergelangan

vertebre.
Menyempit

kaki, dll.
Menyempit

Tidak ada

menyempit
Erosif sekitar sendi Erosif pada pinggir

Baik

tulang

Simetri

Tidak simetri

Simetris

hingga

"over

hanging

lip"

puched

out

dengan

garis

sklerotik
dan Tidak simetris

Komplikasi
Kondrolisis ( kerusakan cartilago/tulang

rawan)
Osteonecrosis
Stress fracture
perdarahan dalam sendi
infeksi pada sendi
penurunan fungsi atau ruptur tendon dan
ligamen sekitar sendi yang mengakibatkan
instabilitas
jika dilakukan TKR juga terjadi vena
tromboemboli

Tatalaksana
Tujuan
Meredakan nyeri
Mengoptimalkan fungsi sendi
Mengurangi ketergantungan kepada
orang lain dan meningkatkan kualitas
hidup
Menghambat progresivitas penyakit
Mencegah terjadinya komplikasi

Non farmakologis
Modifikasi pola hidup
Edukasi
Istirahat teratur yang bertujuan mengurangi

penggunaan beban pada sendi


Modifikasi aktivitas
Menurunkan berat badan
Rehabilitasi medik/ fisioterapi

Latihan statis dan memperkuat otot-otot


Fisioterapi, yang berguna untuk mengurangi

nyeri, menguatkan otot, dan menambah luas


pergerakan sendi

Penggunaan alat bantu

Farmakologis
Sistemik
Analgetik
NSAIDs
Glukosamindan condroitin sulfate

Topikal
Krim NSAIDs

Injeksi intraartikular/intra lesi


Steroid
Hyaluronan

Pembedahan
Hal-hal yg harus

diperhatikan
Deformitas menimbulkan

gangguan mobilisasi
Nyeri yang tidak dapat
teratasi dengan penganan
medikamentosa dan
rehabilitatif

Realignment osteotomi
Arthroplasty

Prognosis
Prognosis OA umumnya baik.

Dengan obat-obat konservatif,


sebagian besar nyeri pasien dapat
teratasi. Hanya kasus-kasus yang
berat memerlukan operasi.